Author : Hibiki Kurenai
.
.
Title : Akai Ito Hi no Ageha –Benang Merah sang Kupu-kupu Api-
[a sequel from Red ButterFly Promise]
.
.
Genre : Fantasy, Romance, Fluffy, Action, Comedy
Cast : EXO, SHINee, TVXQ, SuJu
Minor : B.A.P, Beast, Infinite, VIXX
Pair : Kris x Tao
Setting : Alternate Universe (about Golden Drake – Ageha Youkai)
Rate : T (dipertanyakan)
Length : 2 of 2
Warn : OOC! Cracks, Little bit Lime
.
.
DisClaim : semoga amal dan ibadah semuanya di terima di sisi-Nya. *PLAKK! BUGH! DHIESS! dihajar massa* euhm... mereka semua milik Yang Maha Kuasa dan orang tua masing2. Hehehe...
.
.
.
.
.
.
Warn : bahasa rada slengean, alur kecepetan, length extra panjang more than 5000 word, banyak chara numpang lewat, humor gaje. Coz gue asli.x dari fandom JapanRocks, jadi harap maklum kalo di fics ini ada dialog yang pake bahasa Jepang yak? hehehe...
.
.
ps. :: kemarin ada yang salah ketik. kata ' -Fly' atau 'DIgital draGon-Fly' di FFn cuman tertulis 'D.'. gue ga tau kenapa bisa begitu, padahal gue yakin tulisan.x masih utuh waktu penge-check-an terakhir sebelum upload.
.
.
.
.
.
…-NOTE-…
.
Not an epilog but a sequel.
.
Terpaksa gue bagi jadi dua coz terlalu panjang kalo buat satu chapter.
Jangan salahkan gue kalau ntar lo pada jadi sakit gigi gara-gara baca ini fics nyaw~
.
I already warned you guys~ Kekekeke…
.
.
.
.
.
.
.
.
DON'T LIKE DON'T READ!
HAPPY READING NYAAAAW~ (n_n)V
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
" Hei, tumben lo gak pakai 'peralatan cewek' kayak biasanya. " Kris membuka percakapan sementara matanya memandang ke arah lautan lepas yang membiru.
" Hmm? Maksud oyaji? " sahut Akari, dia menundukkan wajah untuk melihat kumpulan ikan warna-warni yang berenang mengelilingi kakinya di perairan bawah dermaga.
" Yah, oil pad, korset, bra… sumpalan buat bagian tubuh entah yang mana… Ummm… semacem itu. " cowok blonde itu garuk-garuk belakang lehernya yang gak gatal, agak malu juga nyebutin nama barang-barang itu. " Gue tahu kalau lo itu sebenernya cowok, kan? "
" Oh, wow… Sejak kapan? " salah satu alis Akari naik ke atas, sebuah cengiran setan terukir di bibir feline-nya.
" Sejak pertama kita ketemu, waktu… eeer… wajah gue gak sengaja… " Kris gak bisa lagi ngelanjutin ucapannya, wajahnya sudah semerah saus cabai.
" Pffft… KYAHAHA! Oyaji! (paman!) Ternyata lo ini beneran ero (mesum) yak?! " Akari ketawa keras-keras, gak lupa tangannya memberikan tabokan 'bersahabat' penuh 'semangat' ke punggung Kris. " Geeez… biar gue wajib pake baju cewek. Tapi bikini? HELL NO! Mau dikemanain sisa harga diri gue sebagai cowok?! "
" Kono ko! (anak iniii…!) " demi apa pun, sekuat apa pun Kris berusaha percaya kalau remaja di depannya ini adalah ZiTao-nya yang dulu. Rasanya jadi sulit kalau melihat sifatnya yang blak-blakan begini, sesulit dia ingin kepastian tentang tanda lahir kupu-kupu putih di leher sebelah kanan ZiTao yang baru. " Berapa kali gue bilang, gue bukan… "
.
.
.
-GLEGAAAAAARRRRR!-
-BRUUUUUUSHHHH!-
.
.
.
" HoneySuckle! " maki Akari pelan menggunakan nama salah satu jenis tanaman bunga.
.
.
.
.
Sebuah ledakan dahsyat dari tengah laut disusul cipratan air asin yang mengguyur seperti hujan itu membasahi sekujur tubuh Akari dari ujung rambut sampai ujung kaki. Gadis… eeer… ada baiknya kalau mulai dipanggil cowok ya? Whatever deh. Nyahaha~ *PLAKK!* Yah, yang netral saja deh. Remaja cantik itu gak suka tubuhnya basah, apalagi oleh air garam yang lengket. Kris sendiri saat mendengar ledakan tadi, sayap naganya langsung terkembang dan menutupi tubuhnya, jadi cowok blonde itu gak basah sama sekali. Akari yang jengkel menyipitkan matanya, memberi Kris deathglare gratis yang ditingkahi siulan gue-gak-liat-apa-apa dari sang naga. Baru saja Akari membuka mulut buat protes, suara geraman sahut-menyahut terdengar dari arah laut, juga jeritan panik dari para pengunjung memecah perhatian mereka berdua. Focus keduanya kembali ke arah lautan. Dan sedetik kemudian mata keduanya melebar saat melihat penyebab keributan itu.
.
.
.
.
" What the Fucking Heck?! Joudandesho, sorehada Mizu no Madou Youkai?! (seriusan tuh, itu Madou Youkai tipe air, 'kan?!) Sebesar itu pula! " Akari menggosok matanya buat mastiin kalau dia gak salah lihat.
" Mendokusei! (ganggu banget sih!) Mana jenis mereka itu Gyarados dan jumlahnya lebih dari satu! " Kris mendecih, sejumlah perempatan urat muncul di keningnya saat melihat mahluk-mahluk panjang bersisik kebiruan meliuk-liuk nun jauh di tengah laut.
" Kalau belajar dari pengalaman kita bertarung sama Madou Youkai selama ini… Kayaknya sih, jumlahnya masih bakal nambah. " Akari menampilkan cengiran setengah hati.
" Ayo kita ke sana! " ajak Kris.
.
.
.
.
Gak banyak omong, keduanya melesat terbang ke arah pusat kekacauan. Kris sengaja membiarkan Akari melaju sedikit di depannya. Cowok jangkung itu mengagumi keindahan sosok ZiTao yang baru ini, sosoknya sebagai Sun Spirit. Bukannya sosok Hi no Ageha yang dulu itu jelek, gak begitu, yang dulu pun cantik dengan pasangan sayap kupu-kupu Bhutan SwallowTail bermotif gradasi kobaran bara api merah keemasan. Sosok ZiTao, atau Akari yang sekarang ini unik dan manis, sayapnya sempit memanjang seperti capung dengan bagian ujung meruncing tajam. Jumlahnya tiga pasang, sayap paling atas sangat panjang, lalu berturut-turut ukurannya mengecil dan memendek di sepasang sayap ketiga. Warna dasar sayap-sayap itu putih transparan dengan urat-urat kerangka kemerahan, sementara kerangka sayap Kanata adalah biru tua dan Taiyou adalah hijau emerald, sesuai spektrum warna kekuatan masing-masing. Dan coz mereka ini half-youkai, sayap mereka gak ninggalin jejak berupa debu peri keemasan layaknya Sun Spirit murni.
.
.
Ketika mereka mendekati TKP, pemandangan gak enak dilihat pun menyambut mereka. Di atas birunya air laut, pecahan dua buah bangkai kapal pesiar berukuran besar yang terbakar mengepulkan asap kehitaman. Dari jarak sembilan ratusan meter, mata keduanya yang setajam elang dapat menangkap bayangan potongan tubuh yang tersangkut di runtuhan kapal, atau mayat-mayat yang mengapung di perairan. Keduanya bergabung dengan EXO-squad dan The Huang's lainnya di suatu lokasi di atas langit, sekitar empat ratus meter dari bangkai kapal. Berkumpul di jarak yang aman dari terjangan water cannon para Gyarados yang tengah bergumul dan saling melilit berebut mangsa untuk dimakan, mengikuti insting youkai mereka untuk mempertahankan wujud monster naga air yang butuh energi besar. Lima orang member EXO-squad yang bisa terbang serta setengah dari utusan The Golden HourGlass yang jumlahnya enam orang, melakukan briefing singkat sebelum bertindak.
.
.
.
.
" So, begini rencananya. Gue, Akari, Taiyou dan Mamoru akan merebus para Gyarados itu dengan panas mendekati seribu derajat celcius supaya virus parasit dalam DNA para user lepas dan mereka bisa balik jadi manusia. Itu juga kalau mereka beruntung, bisa tahan dengan suhu panas tanur peleburan baja sampai akhir. " Kanata nyengir garing melihat usahanya melerai konfrontasi antara adik-adiknya dengan ketiga member EXO-squad gagal.
" Gue tau lo berusaha memutuskan jalan tengah buat The Huang's dan Umbram Equitis, Kanata-nii-san. Tapi liat juga jumlah monster yang harus kita hadapi dong! " marah DongWoo, tangannya menunjuk-nunjuk ke arah bangkai kapal.
" Kenapa harus panik gitu sih, jumlahnya kan ada enam. Biar agak susah, masih bisa diatasi kok. " HeeChul menyilangkan kedua lengannya di depan dadanya yang montok, agak kesal dengan tingkah DongWoo yang dianggap berlebihan.
" Chullie-nee-san, lo terlalu percaya diri deh. " suara dingin SeHun yang tiba-tiba terdengar melalui wireless phone membuat urat-urat simpang empat muncul di kening HeeChul.
" Maksud lo bocah? " sahut ChangMin penasaran.
" Asal tahu aja selama kalian adu mulut tadi rantai reaksinya terus berlanjut dan jumlah Gyarados-nya jadi berlipat ganda. Yakin bisa ngadepin mereka, hm? " ucap SeHun datar.
.
.
.
.
Semua kepala, minus Akari-Taiyou-Mamoru-DongWoo, seketika menoleh ke arah bangkai kapal yang jadi sumber masalah. Reaksi mereka sesuai perkiraan SeHun di kejauhan sana. Mata melotot seakan mau lompat dari rongganya. Mulut menganga lebar mirip raut orang idiot sampai lalat pun bisa mendarat santai di permukaan lidah mereka. Pokoknya ekspresi cengonya gak banget deh buat sebuah team berisi kumpulan orang-orang elit macam mereka. Soalnya, apa yang mereka lihat jauh dari kata mudah buat dibereskan. Kumpulan ular naga bersisik biru yang saling melilit, yang tadinya hanya enam ekor, kini sudah jadi satu setengah lusin, mungkin masih bisa nambah coz masih ada sejumlah drug users yang bermetamorfosis. Dan masalah gak berhenti sampai itu saja waktu SeHun bilang kalau beberapa di antara Gyarados itu terbentuk dari mayat, alias Madou Youkai zombie. Kami-sama, buat ngadepin Gyarados hidup saja susahnya setengah mati, apalagi ngadepin zombie-nya!
.
.
.
.
" Bray… Tamat riwayat kita. " gumam SeungRi diiringi anggukan yang lainnya.
" Kalau masih pengen hidup ya, ayo kita kerjakan tugas kita sekarang. " sahut Akari masam.
" Tapi… Yang bisa membakar mereka cuma ada empat orang. " ujar SuHo ragu-ragu. Seumur hidupnya ini misi paling impossible yang pernah dia tangani.
" Gue bisa merebus mereka juga kok. Secara elemen gue kan api dan petir. " Kris mengajukan diri sebagai tenaga bantuan.
" Masih kurang. Bisa-bisa kita kehabisan tenaga duluan sebelum musuh-musuh kita selesai diberesin. " kata Mamoru, alias HoWon, pesimis.
" Gue udah kirim LuHan ke sana, dia 'kan Kirin berelemen api. Gue juga udah menghubungi ChanYeol dan BaekHyun, sepuluh menit lagi mereka sampai ke sana via portal. Kanata-chan, delapan orang cukup gak? " suara YiXing terdengar di line menggantikan SeHun.
" Harusnya sih, cukup. Kalau mendengar track record dua orang terakhir sih. " otak jenius mahasiswa tingkat satu Tokyo Daigaku jurusan fisika murni itu memperhitungkan segala kemungkinan.
" Kalau begitu, tunggu apa lagi! Ikimashou?! (kita berangkat?!) " seru Kris.
" Wakarimasu, sachou! (siap kerjakan, bos!) " sahut yang lainnya.
.
.
.
.
.
.
~(o.O~)_(=^・ェ・^=)_(~O.o)~
.
.
.
.
.
.
…Flash back…
.
.
.
.
.
" Hm? Tato kupu-kupu putih di leher? Emang lo denger itu dari siapa, oyaji? " gumam Taiyou, tangannya sibuk memilah-milah barang dari rak.
" Hoi, sudah berapa kali gue bilang, jangan panggil gue oyaji. Gue masih muda! " sahut Kris gerah. the Huang's brothers itu… gak kakak gak adik, dari yang sulung sampai yang bungsu, sampai sepupunya juga, hobi banget manggil dia oyaji (paman).
" Dalam dunia lo seratus tahunan itu masih muda, tapi buat generasi muda kayak kami sih, lo udah termasuk kakek-kakek. Nah, pilih mana, dipanggil oyaji (paman) atau jiijii-san (kakek tua)? " seringai Taiyou menyebalkan.
" Baka no ko! (bocah sialan!) " Kris melayangkan jitakan indah ke kepala Taiyou.
" Aish! Ittai, AHOyaji! (sakit! Paman bodoh!) " maki Taiyou terang-terangan sambil mengusap jidatnya yang benjol. " Oi, oyaji (paman). Tahu dari mana soal tato itu? "
" Oh, itu? Waktu hangout sama orang-orang kalian, gue gak sengaja denger obrolan mereka tentang tato itu. Jadi gue penasaran aja gitu. Bener gak kalau ZiTao, uhumm… Akari punya tato itu. " dengan lancarnya Kris mengarang indah.
" Soko ni tashika ni, demo soreha irezumi de wa arimasen… (memang ada, tapi itu bukan tato) Sebenernya itu tanda lahir. " Taiyou memasukkan lobak merah dan kol ungu dalam troli belanjaan.
" Kalau ada, kenapa gue gak pernah liat ya? " nada suara Kris kedengarannya saja gak tertarik, tapi di balik itu dia sangat berdebar-debar.
" Coz tanda lahir Akari-nee-chan mirip Shiro no Irezumi no Geijutsu sih, jadi cuma bisa diliat pas situasi tertentu aja. "
.
.
.
.
Kris ngerutin alis kebanggaannya yang mirip sama alis tebal karakter animasi Angry Bird merah itu. Cowok naga itu tahu dengan apa yang disebut Shiro no Irezumi no Geijutsu atau yang lebih dikenal dengan Seni Tato Putih. Teknik tertinggi dan tersulit dalam dunia seni lukis tubuh di Jepang itu menggunakan tinta khusus yang sengaja dibuat sewarna dengan kulit tubuh manusia. Menjadikan tato yang biasanya berisi rajah buat mengutuk musuh itu sulit terlihat dalam kondisi biasa. Seperti halnya tanda lahir Akari. Sambil meneruskan kegiatan belanja bahan pangan untuk memenuhi stock bulanan keluarga Momoi, Taiyou bercerita. Tanda lahir itu pertama kali terlihat saat kakak kembarnya berumur empat tahun, ketika the Huang's berlibur ke pantai dan kulit si kembar jadi hitam terbakar matahari. Pernah juga tanda itu muncul saat Akari terserang demam tinggi dan sekujur tubuhnya memerah. Tapi tanda lahir itu paling terlihat jelas –dan bersinar terang- saat Akari menggunakan kekuatan sihirnya sebagai Sun Spirit.
.
.
.
.
.
…Flash Back off…
.
.
.
.
.
Percakapan yang sudah lama lewat –bahkan nyaris dilupakan– itu terngiang lagi di benak Kris. Setelah sekian lama, baru sekarang ini Kris melihat keberadaan tanda lahir kupu-kupu putih itu dengan mata kepalanya sendiri. Saat ini, di hadapannya Akari tengah memancarkan cahaya kemerahan dari seluruh permukaan tubuhnya, cahaya merah yang sangat panas. Remaja cantik itu berkonsentrasi pada sebuah bola putih mutiara yang melayang di telapak tangannya. Bola putih itu menyerap panas tubuh Akari dan memindahkan sekaligus melipatgandakannya pada enam buah bola serupa yang ada –ditelan ding– dalam perut dua ekor Gyarados, membuat youkai sintetis itu terpanggang dari dalam ke luar. Di tempat yang agak jauh, tampak titik cahaya hijau emerald, biru tua dan ungu lembayung, melakukan hal yang sama. Cara ini dianggap lebih efektif menolong para users ketimbang memakai fire cage seperti duo ChanBaek atau napalm corrotion bomb yang dilemparkan LuHan ke sembarang arah coz dia gak terbiasa –gak pernah diijinkan SeHun– bertarung.
.
.
Tapi cara ini juga punya kelemahan fatal. Keempat Momoi bersaudara gak boleh beranjak sedikit pun dari tempatnya berdiri dan harus memfokuskan kekuatannya ke satu titik. Menjadikan keempatnya sasaran serang yang empuk dan defenseless. Makanya keempat Sun Spirit itu akhirnya diputuskan untuk bertarung berpasangan dengan member EXO-squad yang elemen serangnya bukan api. Kris sendiri, coz kekuatan serang dan pertahanannya seimbang, dia jadi bisa bergerak bebas ke sana ke mari. Terserah si cowok naga, mau ikutan menyerang, mau bergerak jadi perisai Momoi bersaudara atau mau jadi tenaga penyelamat yang menolong para drug user yang sudah kembali lagi jadi manusia dan membawanya ke pantai. Semuanya sibuk dengan peran masing-masing, saking sibuknya, HeeChul yang bertugas menjadi perisai Akari sampai gak sadar ada satu serangan bola cahaya kebiruan yang luput dari perhatiaannya. Dan laser dingin pembeku itu mengarah tepat pada Akari…
.
.
.
.
" ZITAO! AWAAAAS! " Kris yang panik tanpa sadar memanggil Akari dengan nama aslinya. Dalam satu gerakan cepat, dia menerjang remaja… uhummm… cowok cantik itu menjauhi cahaya sedingin es itu.
" OYAJI, NANI O…?! (PAMAN, APA-A…) KYAAAAAA! " Akari gak sempat protes, suara teriakannya teredam di dada Kris yang bidang saat sang naga memeluknya erat.
" ZIIITAAAAO! " konsentrasi Kanata terpecah dan binar orb mutiaranya sedikit pudar.
" OYAJIIII! " konsentrasi Mamoru yang ada di sebelahnya ikutan buyar.
" JunHyung-nii-san, HoWon-kun! Tetep fokus oi! Biar ZiTao diurus oyaji mesum itu! " seru DongWoo yang kesulitan mempertahankan perisai cahaya buat dua orang sekaligus. Kalau cowok bergigi kelinci ini sudah memakai nama asli mereka, artinya dia beneran serius.
.
.
.
.
.
.
~(o.O~)_(=^・ェ・^=)_(~O.o)~
.
.
.
.
.
.
Chu~
.
.
.
Cukup dengan sebuah kecupan, mampu membuat cowok cantik yang punya dua nama lahir Huang Zitao dan Momoi Akari itu meneteskan butiran mutiara bening dari sudut-sudut matanya. Hanya dengan sebuah kecupan ringan gak disengaja dari Kris di atas tanda lahir kupu-kupu putihnya, sudah sanggup menggelitik rongga dada ZiTao dengan puluhan kepak sayap kupu-kupu. Sanggup membuat perasaannya gak karuan. Kecupan kecil itu membuatnya teringat pada malam-malam yang dilaluinya dengan mimpi indah akan seorang siluet pria yang selalu memperlakukannya dengan manis. Pria romantis yang kadang bersikap bodoh dan childish. Mimpi yang selalu dilihatnya setiap kali puncak musim panas menjelang sejak ZiTao berumur tujuh tahun. Mimpi yang selalu dinantinya dengan kerinduan sekaligus penasaran coz wajah pria itu gak pernah terlihat jelas. Sekuat apa pun keinginan bawah sadar ZiTao mengingat sesuatu yang sepertinya berasal dari potongan memori masa lalunya itu, justru membuat mimpinya pudar. Tapi sekarang, hanya dengan satu kecupan saja, kilasan mimpi hitam-putih itu kembali berwarna seperti baru dihujani butiran tinta warna-warni…
.
.
.
.
" Hiks… " isakan lirih terdengar dari mulut ZiTao.
" Euuunggh… ish… ittaaai… (sakiiit…) " desis Kris dengan mata terpejam, meratapi ubun-ubunnya yang benjol hasil menabrak tembok lantai teratas salah satu bangkai kapal pesiar.
" Hiks… AHOyaji! Baka! Baka! (paman bodoh! Bodoh! Bodoh!) " maki ZiTao, suaranya bernada marahnya itu pecah coz menahan tangis.
" A… Are?! ZiTao, eh… Akari! Daijoubu desu ka?! Kizutsukete inai ne? (lo baik-baik aja? Gak ada yang luka, kan?) " mendengar isakan itu, Kris yang dari tadi menyandarkan kepalanya di cerukan leher sebelah kanan ZiTao langsung mengangkat wajah.
" Doko kara sore wa daijoubu desho! (dari mananya yang baik-baik aja?!) Lo sendiri terluka, baka! " amuk ZiTao, wajahnya memerah antara menangis dan marah. Aaah… jadi ingat sama chara tsundere nih.
" Whew… kalau lo masih punya tenaga sebesar itu buat marah-marah, artinya lo baik-baik aja. Yokatta~ (syukurlah) " Kris malah nyengir watados.
" Tapi lo yang jadi terluka gara-gara melindungi gue, oyaji! " sergah ZiTao judes.
" Gak masalah sih, selama lo gak terluka… " Kris mengedikkan bahunya, dia males berdebat di tengah situasi genting begini.
" Sore ga mondai da! Ore wa nani mo shiranai nara, mochiron sore wa mondai de wa arimasen! Demo, ore wa subete wo oboeteiru! Wu YiFan-onii-san… (tentu aja masalah! Gak akan jadi malasah kalau gue gak tahu apa-apa! Tapi gue ingat semuanya! Kak Wu YiFan!) "
.
.
.
.
Mata Kris melebar sampai batas normal, bahkan dia sendiri yakin kalau matanya itu bisa menyaingi mata bulat lebar milik baby KyungSoo, keponakannya tercinta. Seumur-umur dia bergaul sama anak-anak keluarga Momoi yang sifat anehnya gak ketulungan itu –gak nyadar kalau sendirinya EXO-squad itu juga penuh orang aneh–, Kris gak pernah nyebutin nama aslinya. Member EXO juga jarang ada yang ngenalin diri pakai nama asli, rata-rata pakai nama alias atau nama julukan mereka. Eeer… kecuali satu dua orang sih. Jadi cowok naga itu kaget waktu ZiTao nyebut nama aslinya, lengkap dengan marganya. Apa yang dimaksud dengan 'aku mengingat semuanya'? Well, otak Kris yang masih shock gak bisa cepat-cepat mencerna perkataan ZiTao yang diucapkan secepat kereta Shinkanzen itu. Yang bisa sang Golden Drake itu lakukan sekarang cuma memeluk ZiTao erat-erat untuk menenangkannya sambil berpikir perlahan-lahan. Yeah, si cowok panda langsung menangis tersedu-sedan setelah amukannya reda. Mengingat semuanya… Ingat nama asli gue… Ingat… Kris tersentak.
.
.
.
.
" Huang ZiTao, Hi no Akai Ageha? " Kris melepaskan pelukannya dan menatap iris hitam dengan tepian keemasan milik ZiTao lekat-lekat.
" Hiks… ngeliat wajah epic lo ini, gue tahu kalau lo menyadari sesuatu. Oyaji wa hijou ni osokatta. (paman ini lamban banget, sih.) " gerutu ZiTao yang buru-buru menyeka air matanya.
" Omae… nani wo oboete imasu ka? (apa aja yang lo ingat?) " bisik Kris ingin memastikan.
" Subete… (semuanya) Sampai ke kenangan paling memalukan waktu lo salah baca petunjuk jalan dan bikin kita nggembel selama tiga hari di Hawaii puluhan tahun yang lalu. " si cowok panda nggembungin pipinya kesal, keningnya berkerut tanda dia sedang berusaha mendapat gambaran jelas dari memorinya yang masih terserak. " Dafuqq! Kesasar pas honey moon itu gak elit banget! "
" Etooo… itu… kejadian yang mana ya? Udah lewat bertahun-tahun, jadi gak begitu ingat. Ehehehe… " Kris tertawa garing sambil menggaruk belakang lehernya.
" Udah lamban, sekarang ketambahan penyakit pikun pula. " desis ZiTao sepelan mungkin.
" Nani? (apa?) Tadi lo bilang apa? " tanya Kris.
" Sore wo wasurete, arigatou gozaimasu… (lupain aja, dan… terimakasih) " ZiTao mendesah, sang panda menundukkan wajahnya yang bersemu pink.
" Buat apa? " lagi-lagi Kris menampilkan raut watados idiot yang pengen banget ZiTao pukul pakai bakiak kayu lumutan punya kakeknya.
" Ore o matte chuujitsu ni motte kurete arigatou… YiFan-nii-san ga inakute sabishii… (aku berterimakasih coz kamu sudah mau menungguku selama ini) Puluhan tahun ini, onii-san pasti kesepian… " senyuman tipis yang pedih terukir di paras manis Zitao.
" Daijoubu, omae no tame ni nandemo, dear. (gak apa-apa. Apa pun untuk mu, dear) "
.
.
.
.
Demi melihat senyum sendu di paras panda yang manis itu, hati Kris seakan dililit batang mawar berduri erat-erat, rasanya sesak dan sakit. Entah dapat dorongan dari mana, sang Golden Drake mengulurkan tangannya dan menangkup wajah ZiTao, lalu dengan lembut diusapnya butiran air mata yang siap tumpah. Kris ingin menghapus rasa bersalah ZiTao, ingin menghilangkan rasa sedihnya, tapi dia bingung gak tahu caranya. Satu-satunya hal yang bisa menenangkan ZiTao saat 'istrinya yang di masa lalu' itu menangis cuma dengan ciuman. Tapi… masak bisa sama ZiTao yang sekarang?! Kalau ntar dia malah marah?! Kris bergelut dengan pikirannya sendiri. Pikiran yang segera dia singkirkan coz Kris langsung menautkan bibirnya dengan bibir feline sang panda peach. Bukan ciuman yang dilandasi hasrat, ciuman ini begitu lembut dan menenangkan, ciuman manis penuh cinta. Dan ribuan kepingan kenangan yang terserak dalam memorinya perlahan-lahan terkumpul kembali. Kristalisasi ingatan yang telah melewati ruang dan waktu yang jauh itu berkilau terang, membanjiri hati ZiTao dalam ledakan pelangi.
.
.
.
.
" Saishuuteki ni omae o mitsuketa, koibito… (akhirnya aku menemukan mu, my dear) " bisik Kris saat dia mengakhiri ciuman panjang itu.
" Soshite konkai wa, ore wa futatabi iku koto wa arimasen yakusoku shimasu. (dan kali ini aku berjanji, gak akan pergi lagi) " air mata kembali membasahi pipi cowok berparas panda itu, kali ini bukan air mata kesedihan tapi air mata bahagia.
" Well, maunya sih… Gue melamar lo sekarang juga, tapi… sikonnya gak memungkinkan, ya? " saat Kris celingukan melihat tempat mereka berada yang bergetar hebat dan nyaris karam, cengiran bodoh itu mampir lagi di wajahnya.
" Bener juga, tugas kita di sini masih belum kelar. " ZiTao bangkit dari duduknya, ditepuk-tepuknya celana merahnya yang berdebu. " Ngomong-ngomong, kalau oyaji mau melamar gue, oyaji harus berhadapan sama otou-san dan okaa-san dulu. "
" Itu harus kan?! Gue kan emang harus minta ijin sama orang tua lo dulu. " Kris mengerutkan alisnya gak paham.
" Iya, tapi kenyataan yang bakal lo hadapin bakal jauh dari normal kalau menyangkut si Furui Tanuki (rakun tua) dan Tenshi no kao o shita akuma (iblis berwajah malaikat) itu. " ZiTao nyengir saat menyebutkan julukan yang sering diucapkan Momoi brother's untuk mengolok-olok ayah dan ibunya.
" Hahaha… kayak otou-san sama okaa-san gue gak pernah bertingkah aneh aja. " Kris justru ketawa ngakak.
" Whatever, deh. Saa, ikou? Shigoto wa mada takusan aru. (ayo pergi? Tugas kita masih banyak.) " ZiTao mengepakkan ketiga pasang sayapnya, bersiap terbang.
" Kimi no yorokobi Hime-sama to shite. (as your pleasure, my Princess) " Kris tetap tertawa meski kepala harus jadi korban jitakan ZiTao coz kata-kata cheesy-nya yang gak kenal tempat.
.
.
.
.
.
.
~(o.O~)_(=^・ェ・^=)_(~O.o)~
.
.
.
.
.
.
…2rd years laters…
.
.
.
.
.
Keduanya berdiri di depan altar pernikahan. Saling melempar senyum coz janji setia yang baru saja mereka ucapkan. Kris tersenyum bahagia menatap seseorang yang baru sah menjadi isterinya –untuk yang kedua kalinya– ini. Penantiannya selama puluhan tahun, juga dua tahun penuh usaha keras untuk memenangkan hati calon mertuanya yang nyentrik setengah mati, yang berkali-kali menolak lamarannya dan malah memberikannya syarat-syarat aneh bin ajaib. Persyaratan yang gak cuma bikin dia lelah fisik dan mental, tapi juga jadi bahan tertawaan kedua orang tuanya dan rekan sekantornya. Apalagi, ibunya dan calon ibu mertuanya klop dalam hal meng-crossdress ZiTao dan YoSeob –dua bersaudara kembar ini youkai submissive yang berwajah cantik soalnya–. Semua kegigihannya terbayar sudah pada hari ini. Di hadapannya, ZiTao tampak sangat cantik mengenakan baju pengantin berupa kimono putih dari rajutan kelopak peony salju dengan motif kupu-kupu dari sulaman benang magma cair merah menyala.
.
.
Well, ZiTao memang sudah lulus SMA. Tapi berhubung dia belum berulang tahun yang ketujuh belas –kelulusan SMA tanggal lima April dan ultahnya tanggal dua Mei, sedangkan mereka menikah tanggal dua puluh April–, jadi sang panda peach masih wajib pakai baju cewek. Termasuk di hari pernikahannya ini. Yah, meski buat me-makeup-nya jadi secantik ini butuh perjuangan yang memakan korban sih. Pertama kali ZiTao diberitahu kalau dia bakal pakai gaun pengantin wanita tradisional yang berlapis-lapis dan beratnya gak ketulungan itu, si panda ngamuk hebat. Rumah yang berantakan kayak kapal pecah sehabis diobrak-abrik ZiTao, check. JinFan dan LiTe –ibunya ZiTao yang berdarah Mandarin– yang rela kena cakar pas mereka mengukur badan ZiTao untuk membuat gaun, check. Terakhir, sebelum the Huang's berangkat ke tempat upacara tadi pagi. YoSeob yang mewek gak terima coz sang kakak mengajukan syarat kalau dia juga harus pakai gaun wanita saat dia menikah dua tahun lagi, check. Akhirnya di sinilah sang mempelai wanita, tersenyum malu-malu pada suaminya dengan pipi dihiasi semburat warna peach.
.
.
.
.
" You may kiss your bride… " kata DaeSung lembut. Beruntung di upacara yang sekarang ini bukan SiWon lagi yang jadi pendetanya. Ayahnya yang mesum itu berhasil dirantai JinFan sebelum sempat menenggelamkan DaeSung dalam bathtube dangkal di kamar mandinya sendiri.
" Aisuru yo, ZiTao… " bisik Kris, senyuman tulus penuh kasih sayang terukir di wajah tampannya.
" Koisuru yo… " balas ZiTao lirih, parasnya kini sudah semerah tomat ranum.
.
.
.
.
Rona merah yang menyebar di wajah cantik ZiTao semakin pekat saat lengan Kris melingkar di pinggang rampingnya. Cowok blonde itu perlahan menariknya mendekat sampai jarak tubuh mereka tinggal lima senti. Sedangkan tangan yang satunya lagi menyentuh dagu si cowok panda dan mendongakkannya sedikit. Ketika kedua pasang mata itu saling bertatapan, Kris terkesiap. Kaget dan juga kagum melihat bola mata Zitao yang begitu indah, yang sejak pertama kali bertemu dengannya tiga tahun yang lalu, Kris belum pernah punya kesempatan melihat mata sang istri dengan jelas. Bola mata itu berbeda dengan milik ZiTao delapan puluh tahun yang lalu, yang warnanya merah ruby. Bola mata ZiTao yang sekarang hitam pekat, sehitam bulu sayap gagak dengan tepian yang dibingkai warna keemasan dan dihiasi sedikit serat-serat merah darah. Cantiknya… pikir Kris. ZiTao sendiri kini tengah merasakan getar-getar kebahagiaan menyelimuti hatinya ketika Kris menatapnya dalam-dalam.
.
.
.
.
Chu~
.
.
.
.
Demi aphuahhh! Bahkan ZiTao belum sempat menutup matanya saat Kris mencium bibirnya. Jantungnya berdebar gak karuan, malu, senang, kesel, semua campur aduk jadi satu. Sumpah, meski ini bukan first kiss-nya dengan Kris –yang pertama waktu kejadian di Okinawa, dua tahun yang lalu, dan sampai sekarang mereka gak pernah ciuman lagi–, tapi… DEMI ikan LUHAN! *PLAKK* Ini di depan umum loh! Siapa yang gak malu coba?! Biar dia berciuman sama suaminya sendiri, tapi tetep aja malu! ZiTao berheaddesk-ria dalam hati. Panda hitam-putih eeeer… panda blonde kita ini masih sibuk melotot selama beberapa detik, sebelum akhirnya memejamkan mata, terhanyut dalam ciuman manis itu. Mengabaikan fakta kalau tubuhnya tiba-tiba terasa melayang dan persendiannya melemas. Moment itu bisa berlangsung sedikit lebih lama kalau saja gak ada yang menyela…
.
.
.
.
" Down to earth please, my dear brother, ZiTao~ " goda YoSeob ber-sing-a-song.
" Damare. Kanshou suru! (diam lo, ganggu aja ah!) " JunHyung menyikut rusuk adiknya keras-keras.
" Ittai naaa, onii-san! (sakit tahu, kak!) " YoSeob mendeath-glare kakak sulungnya itu.
" Sudah, sudah. Jangan bertengkar, malu-maluin aja. Toh nanti kalau kalian menikah, kalian juga akan melewati prosesi yang sama. " LiTe tertawa renyah menengahi pertengkaran konyol kedua putera tercintanya.
" Tapi kaa-san… " protes keduanya, mereka gak mengerti apa yang terjadi.
" ZiTao, daijoubu desu ka? (gak apa-apa, kan?) " tanya Kris khawatir, tubuh istrinya yang perlahan memancarkan cahaya merah keemasan membuatnya agak ketakutan.
" Daijoubu desu… (tenanglah) " ZiTao terkikik pelan.
" Tubuh lo… " Kris tercekat saat pendar sinar itu makin menyilaukan.
" Gak apa… ini adalah hal yang akan terjadi jika anggota clan kami menemukan belahan jiwa mereka. Ore-tachi no seikatsu ni narimasu nanika… kanpeki ni… (sesuatu yang menjadikan jiwa kami… sempurna) " ZiTao mengembangkang senyuman manisnya. " Jangan alihkan pandangan mu dari ku, Tuan Wu~ "
.
.
.
.
Tanpa melepas rangkulannya dari leher Kris, ketiga pasang sayap ZiTao mengepak ringan, mempertahankan posisi melayangnya di udara. Perlahan, sinar yang muncul dari tubuhnya semakin terang dengan cahaya keemasan yang lebih dominan dan cahaya merah ruby yang berkumpul di ujung lengan dan kaki juga pada ketiga sayapnya. Cahaya yang terlalu kuat itu membuat Kris –dan sejumlah youkai nocturnal dalam ruangan itu– terpaksa menutup matanya, meski hatinya terasa berat. Sang Golden Drake khawatir saat dia membuka mata nanti, istrinya akan kembali lenyap seperti dulu. Tapi rasa takutnya gak terbukti. Coz sesuatu yang muncul dalam ledakan cahaya yang meredup itu sunggup membuat jantungnya berdesir. Pikirannya blank, mahluk yang kini berdiri di depannya ini terlalu indah untuk sekedar dikagumi dengan kata-kata pujian.
.
.
.
.
" Howaaa~ Okaa-san, kono Aniki-san wa hijou ni kirei desu yo ne? (ibu, kakak yang di sana cantik banget ya?) " JongIn, putera semata wayang JongDae dan MinSeok –yang belum bermetamorfosis, jadi wujudnya masih anak-anak umur tujuh tahun– berkomentar kagum. Sementara kedua orang tuanya sibuk terisak haru.
*Aniki, panggilan buat kakak cowok –bisa juga pimpinan, orang yang dituakan, orang yang paling kuat– dalam dunia yakuza. Kalau kakak cewek disebut Anego.*
" Wujud sempurna ZiTao itu… kayak gabungan sihir Sun Spirit dan motif api hi no ageha… Omoshiroi da~ (menarik nih) Baru pertama kali terjadi. Catat, catat~ " Shim [Cho] KyuHyun sang Vampire Bibliotec langsung mengeluarkan paper scroll buat mengabadikan moment itu.
" KyuKyu~ my lil'dear~ metamorfosis ZiTao memang terlalu indah buat dilewatkan, tapi kita di sini buat liburan. Jadi berhenti menulis, ne? ChangMin-kun! " sambil tersenyum Shim [Lee] JinKi menyikut si Lord VoldaMin yang sudah jadi suaminya selama enam puluh tahun itu.
" Ah, eh! BabyKyu~ JinKi bener. Ayo bersantai sejenak dan nikmati suasana romantis ini, ne? " ChangMin mengusap-usap lembut surai ikal caramel milik istri keduanya itu.
" Demo… " gumam KyuHyun dilema.
" Onegai ne, otouto-chan? (tolong ya, adikku sayang?) " JinKi mengeluarkan jurus bunny eyes dua ratus ribu volt legendaris andalannya.
" A… aaa… wakarimasu, onii-san. (baiklah, kak) " KyuHyun yang Prince of Evil sekalipun bakal pasrah di hadapan wajah moe innocent JinKi.
" Cantik, indah, sempurna… Ada kata lain lagi gak, yang bisa dipakai buat mendeskripsikan sosok ZiTao yang sekarang? " gumam YiXing blank, kalau gak bisa dibilang bengong, sih.
" Kecantikan ZiTao memang gak bisa dilukiskan dengan kata-kata. Tapi buat gue, lo lebih mempesona~ " jawab SuHo sambil menoel-noel pipi chubby YiXing.
" Cheessy! " SuHo hanya tertawa geli saat istri tercintanya itu mencubit pinggangnya keras-keras.
.
.
.
.
Kris benar-benar gak bisa mengalihkan pandangannya, bahkan dia gak sanggup berkedip. Dunianya saat ini terpusat pada keajaiban dan keindahan memikat sosok ZiTao. Pikirannya kesulitan memilih kata untuk mengungkapkan satu persatu perbedaan yang muncul setelah istrinya bermetamorfosis, seakan kamus kosa katanya terbang entah ke mana. ZiTao yang sekarang punya sayap berwarna merah cerah transparan dengan motif kupu-kupu Bhutan SwallowTail yang terbentuk secara alami dari urat-urat kerangka sayap berwarna keemasan. Ketiga pasang sayap itu pun tumbuh jadi lebih panjang dan jauh lebih kuat. Sayapnya kini bisa menghasilkan debu peri merah yang bertebaran setiap kali dikepakkan. Sun Spirit yang telah bertemu dan terikat dengan belahan jiwanya, fisik dan tenaga sihirnya akan berkembang menjadi youkai sempurna, meski masih belum bisa setara dengan youkai sejati.
.
.
Rambut ZiTao masih tetap pirang platinum seperti pantulan cahaya matahari di musim dingin –semua Sun Spirit warna rambutnya pirang platinum, cuma beda spektrum saja–. Tapi di beberapa tempat, muncul semburat-semburat merah terang dan orange peach. Pada tangan dan kaki ZiTao yang putih mulus, terukir kobaran bara api dalam gradasi warna merah yang unik. Lukisan mirip tato itu menjulur dari ujung-ujung jemarinya yang setiap kukunya berubah warna menjadi merah darah –tanpa perlu dicat–, merambat naik hingga ke lutut dan siku. Motif ini pun hanya akan terlihat saat sang panda peach menggunakan sihirnya. Irish mata ZiTao, yang beberapa menit yang lalu masih sepekat langit malam, sekarang setelah bertransformasi warnanya jadi keemasan. Pada tepiannya dibingkai semburat garis-garis merah ruby yang tercampur sedikit warna orange lembayung. Mata sang Sun Spirit memantulkan pesona kilauan matahari terbit yang sukar ditolak.
.
.
.
.
" Umm… Kris?! " ZiTao melambaikan tangannya di depan wajah suaminya.
" Eh? Ah?! Apa?! " Kris tergagap.
" Fufu… Nani ga suki? (lo suka?) " tanya ZiTao sambil terkikik.
" Hmmm… Yes. You're too beautiful, my Lady ButterFly. " bisik Kris di telinga ZiTao yang sukses bikin dia merinding.
" Don't tease me, Kris. We're still in front of public. " gumam ZiTao, wajahnya merah padam. " I'm not ButterFly anymore. And I'm a BOY for a GOD sake! NOT a GIRL, so don't call me beautiful! "
" Ahaha… Just hear my Lady… Apa pun yang terjadi, meski lo berubah wujud berkali-kali meski lo menghilang dan terlahir kembali. Gue tetap akan nunggu lo, akan tetap setia sama lo. Selama hati lo, selama jiwa lo masih tetap bersih dan murni seperti saat ini. " janji Kris dengan segenap waktu hidupnya.
" Lalu, kalau hati ku berubah? " sang panda mengeratkan rangkulan lengannya di leher Kris.
" Gue yang bakal memurnikan jiwa lo. " Kris tersenyum.
" Yakusoku? (janji?!) " tatap ZiTao penuh harap.
" Hontou ni yakusoku. (gue janji) " Kris menyentuhkan jarinya di atas tanda lahir kupu-kupu di leher Tao yang kini berwarna keemasan, ditelusurinya gambar naga merah yang melingkari kupu-kupu itu seperti lambang Yin-Yang. " Omae no koto ga… aishiteiru yo… "
" O... ore mo… koreteru yo… " balas ZiTao yang disambut Kris dengan sebuah ciuman yang dalam.
.
.
.
.
.
.
~(o.O~)_(=^・ェ・^=)_(~O.o)~
.
.
.
.
.
.
…Present time…
…Summer vacation …
.
.
.
.
.
" Begitu ceritanya, bagaimana kami bisa bersatu lagi. " kata ZiTao kalem. " Okaa-san bersyukur, coz otou-san bersedia menunggu sampai puluhan tahun. "
" Ya, ya… setelah mendaki gunung, lewati lembah, menyebrangi sungai menghadapi halangan dan rintangan dari kakek-nenek kalian yang nyentrik itu… " well, bakat melawak Kris setelah bertahun-tahun tetep saja garing.
" Otou-san, jangan ngerusak suasana romantis haru begini sama lelucon garing ala Ninja Hattori gitu ah. " gerutu YongGuk, putra tertua mereka sambil mengusap air mata yang menganak sungai di kedua belah pipinya.
" Aish, anak ini gak ada manis-manisnya sih! " sungut Kris, dia memberikan jitakan sayang di ubun-ubun anak berumur sepuluh tahun itu. " Wajah sangar dan cara bicara gak sopan itu menurun dari siapa sih?! "
" Sudah jelas itu menurun dari oyaji, kan? " tanya KyungSoo watados. Si burung hantu manis putera sulung HeeChul yang tahun lalu baru bertransformasi menjadi Succubus remaja itu ternyata tertulari ketajaman lidah ibunya. (="=;;) " Wajah bitchy oyaji itu buktinya. "
" Ahaha… sudah, sudah… Kalian ini paling bisa ya kalau disuruh bikin oji-san kalian pundung? " ZiTao tertawa renyah, dengan tangannya yang bebas infus ditepuk-tepuknya kepala Kris yang sedang pundung menanam jamur di sekitar kaki ranjang rawat sang panda.
" Kalau soal bicara kasar, aniki waktu muda dulu juga omongannya tajam banget. Jadi kalian berdua sama-sama punya andil. " seringai lebar menyebalkan terukir di wajah JongIn.
" Ahaha… so desu ka? "
.
.
.
.
Kali ini ZiTao yang tersenyum garing. Anak-anak jaman sekarang ini, gak ada sopan-sopannya sama yang lebih tua… pikirnya agak keki. Yah, diingatkan saja, kalau umur fisik JongIn dan KyungSoo sebenarnya jauh lebih tua darinya. Ahaha… situasi di kamar rawat ZiTao makin ramai saat DaeHyun –keponakannya dari hasil kawin silang(?) couple JunSeung–, GiKwang –anak bungsu adiknya dengan DooJoon–, DongHo [U-Kiss] dan TaekWoon alias Reo / Leo [VIXX] –anak-anak ChangKyuNew–, serta MinKi –putera semata wayang SuHo dan YiXing yang pemalu– datang. Reo, DaeHyun dan JongIn adalah tiga serangkai biang onar yang seneng banget 'menindas' Kris dengan tingkah konyol bin nge-troll mereka. Membuat sang Golden Drake yang umurnya jaaauuuuh lebih tua dan seharusnya bisa bersikap dewasa itu pundung terus-terusan, dan makin produktif berkebun jamur warna-warni dengan motif mencurigakan di pojok ruangan. Ketiganya bisa saja melanjutkan parade banyolan gak berguna itu kalau saja pintu ruang rawat inap bernomor kamar 103A VVIP itu gak diketuk dari luar.
.
.
Semuanya terdiam saat seorang perawat masuk sambil mendorong sebuah incubator box yang di dalamnya terdapat gundukan selimut warna biru. Kris bangkit dari kegiatan berkebun-entah-apa-itu dan berjalan menghampiri si perawat, menggantikannya mendorong incubator portabel itu sampai ke samping ranjang ZiTao. MinKi yang sejak tadi duduk diam di tepian ranjang, melihat dengan kagum bagaimana buntalan biru berisi bayi merah itu menggerakkan tangan dan kaki mungilnya, menendang-nendang ke udara kosong, sebelum akhirnya tangisan melengkingnya terdengar. Bayi kecil yang baru terlahir beberapa jam yang lalu itu menjerit-jerit, berharap sang ibu ada di dekatnya dan berbaik hati memberinya susu. Yeah, sang bayi menangis kelaparan. Dengan lembut dan penuh kasih, ZiTao menggendong si bayi lalu membawanya ke dadanya. Setelah Kris menutup setengah permukaan dadanya dan kepala si bayi dengan selembar kain putih tipis, barulah sang panda bebas menyusui anak bungsunya tanpa perlu malu dilihat anak-anak yang masih berkumpul di dalam ruangan.
.
.
.
.
" Ne, okaa-san… dia mau diberi nama siapa? " YongGuk menatap bayi merah yang tertidur lelap di dekapan ibunya dengan mata berbinar.
" Bagaimana kalau kau yang memilihkannya, onii-chan? " tanya ZiTao balik.
" Dekimasu ka? (emangnya boleh?) " bocah sepuluh tahun itu mengerjapkan matanya penuh harap.
" Touzen no koto~ (boleh aja kok) Nah, dari Hikaru (cahaya), Hinata (bunga matahari)dan Kohaku (batu amber), mana yang kau suka? " Kris meraih tubuh putera sulungnya dan mendudukkannya di atas pahanya.
" Ummm… Kohaku, aku pilih Kohaku. " YongGuk mengangguk mantap.
" Kenapa pilih nama itu? " ZiTao tersenyum, seakan sudah menduga jawaban putera kecilnya itu.
" Soalnya Nihon-mei (nama Jepang) ku 'kan, Koryuu (red garnet). Jadi ku pikir lebih cocok kalau namanya Kohaku. " anak itu mengerutkan alis tebalnya yang mirip dengan ayahnya, YongGuk tampak berpikir keras. " Soalnya kalau aku beri nama Hinata nanti artinya sama dengan Nihon-mei-nya DongHo, Himawari (bunga matahari). "
" Nah, otou-san. Onii-chan sudah memilih nama Kohaku. Jadi apa nama korea buat Kohaku-chan? " ZiTao menatap suaminya yang tengah asyik mengacak-acak rambut si anak sulung.
" Bagaimana kalau SangHyuk? Wu SangHyuk. Hyuk yang berarti permata. " Kris memberi usul.
" Perfect… " senyum ZiTao makin lebar, sang panda merendahkan kepalanya untuk mencium kening putera keduanya yang baru saja diberi nama. Kohaku-nya yang manis, kupu-kupu hitam kecilnya yang lama terpisah, SangHyuk.
" SangHyuk-chan, ore no otouto-chan wa, ore-tachi no chiisana kazoko e youkoso~ (SangHyuk-chan, adikku sayang, selamat datang di keluarga kecil kami~) "
.
.
.
.
.
.
.
.
.
…Happily Ever After…
….Beatiful ending for a sweet love story….
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
…Owaru…
.
.
.
.
.
.
.
.
.
kolom cuap2 ::
.
fiuhhh~ akhir.x project yang ini kelar bray! BANZAAAAAI!
setelah empat bulan ngerjain ini dengan kecepatan yang setara sama siput kalo lagi balapan, akhir.x...
uhummm... yah, gitu deh.
Minna-san, arigatou gozaimashita ne?
udah mau baca fics -kelebihan- fantasy karya gue.
buat yang selanjut.x, gue ga tahu bisa upload fics baru kapan. soal.x ane lagi banyak tugas kampus.
lagian, project fics SuLay yang judul.x Unicorn Priestess, the Guardian Sweet Heart juga belum kelar. *mewek*
tapi, sambil ngerjain fics yang itu, ane mo kasih voting nih buat project ane selanjut.x...
couple apa yang pengen dibuatin fics.x.
.
.
a. BangHim [story tittle :: Boku-tachi no Chiisana Sekai de wa Takara -cerita lepas- or Early Spring Fantasy Tales -masih ada hubungan sama Red ButterFly-]
b. ChangKyuNew [story tittle :: Mizu no Kagami ni Tsuki no Kage -masih ada hubungan sama Red ButterFly juga-, ChangMin dengan dua 'harem'.x terTJINTAHHH *hoekk*]
c. KaiHun [story tittle :: Crystal Heart of the Frozen Fairy -cerita lepas-]
d. KrisTao [story tittle :: Nikagetsu, Futatsu no Sekai (Two Moons, Two Worlds) -cerita lepas-]
.
.
.
kirim permintaan via pm seperti biasa~
.
.
Jaa mata ashita ne, Minna-san~
~XOXO~
