Naruto © Masashi Kishimoto
Warning; Apabila terjadi kesamaan alur cerita, itu tidak disengajai karena fanfic ini asli buatan saya.
Semoga kalian bisa mengerti ceritanya, karena cerita ini loncat sana loncat sini. Sengaja sayang bikin seperti ini agar kalian bisa mengembangkan imajinasi liar kalian terhadap cerita ini. Walau cerita ini pendek, mungkin tidak menarik dan masih banyak kekurangan.
.
.
#Shikamaru Pov
(My Blog Shika Maru-Maru. 25-06-20**)
Terkadang aku merasa hidup ini sangat merepotkan dan membosankan. Hal yang sama terus-menerus dilakukan tiap hari.
Apa kalian juga merasakan kebosanan itu? Tapi setidaknya aku belum pernah berpikiran untuk bunuh diri.
Sekarang aku sedang memikirkan bagaimana membuat hidup ini menantang dan menyenangkan.
Sebenarnya sih sudah beberapa kali aku mencoba melakuakn hal-hal menarik sesuai saran dari teman-temanku. Mulai dari clubing, berkencan dengan banyak wanita, menjadi sukarelawan, masuk ke klub-klub olarahraga di sekolah, tapi tetap saja tidak ada kepuasan baik jiwa maupun raga.
Adakah yang ingin memberikan saran-saran yang efektif buatku?
Akh sepertinya aku sudah terlalu banyak bicara, tapi aku butuh bantuan kalian.
.
.
(My Blog Shika Maru-Maru. 01-07-20**)
Halo, Shika disini.
Aku sudah mendapat ide apa yang harus aku lakukan untuk membuat kehidupanku lebih menyenangkan. Tentu saja setelah membaca saran-saran dari kalian. Btw terimakasih.
.
.
(My Blog Shika Maru-Maru. 18-07-20**)
Hey guys apa kabar kalian? Tidak terasa sebulan lebih aku tidak menyapa kalian.
Kalian tahu melakukan hal itu sangat menyenangkan dan membuat adrenalinku melaju cepat.
Hahaha... baru kali ini aku bisa betah dengan kegiatanku. Aku rasa hidup ini tidak merepotkan dan membosankan lagi. Terimakasih ini berkat saran salah seorang dari kalian.
Aku selamanya ini melakukan hal menyenangkan ini. Aku ingin hidup selamanya untuk membasmi semut-semut nakal ini.
.
#Shikamaru Pov End
"Hei Chouji, ini hari yang sangat cerah bukan," kata Shikamaru pada temannya yang sedang asik memakan cemilannya.
"Hee, apa kau sudah gila karena terlalu pintar Shikamaru? Badai seperti ini kau bilang cerah?" ucap Chouji. Shikamaru hanya tersenyum menyerigai. "Sepertinya kau harus dibawa ke psikiater," sambung Chouji.
"Shika-kun, Haha perhatikan kau selalu pulang agak larut ya," tanya Ibu Shikamaru, saat anaknya pulang. Jam saat itu menunjukan pukul sepuluh lewat. Shikamaru cuek saja, sambil meletakkan sepatunya di tempat sepatu.
"Ini hanya kebetulan saja Haha."
"Tapi ini sudah bukan kebetulan lagi, sudah berkali-ka-"
"Diamlah Haha, aku lelah ingin istirahat," potong Shikamaru saat ibunya sedang berbicara.
Malam itu Tenten baru saja pulang dari kerja part timenya, yang kebetulan sejalur dengan sekolah mereka. Tenten pun tahu belakangan ini banyak siswi dari sekolahnya di temukan tewas di gang ke 3 dekat sekolah mereka.
Biasanya dia tidak melewati gang tersebut saat pulang, tapi kali ini keadaan yang mendadak membuat ia harus memilih jalan itu, agar lebih cepat sampai ke rumahnya.
Di perjalanan tidak ada hal aneh yang tenten lihat, hanya terkadang bertemu dengan orang yang kebetulan lewat di seberang jalan ini.
Tenten melirik ke jam tangannya. "Akh sial sudah setengah sepuluh, aku harus segera berada dirumah." Tenten harus segera pulang karena kata ibunya, ayahnya jatuh sakit dan tenten disuruh membeli obat untuk ayahnya.
Sssraak,
Sssrakkk,
Tenten mendengan bunyi-bunyi yang aneh dari sebuah gang yang di sampingnya. Tenten melirik ada seseorang yang membelakanginya dan sepertinya orang itu laki-laki yang memakai jas hujan. Padahal saat itu tidak hujan.
Tapi sepertinya dia mengenal orang itu. Rambut nanas yang diikat satu mencuat keatas.
Tenten memberanikan diri untuk memanggil orang itu. "S-shikamaru-kk-kun, apakah itu kau? Sedang apa disitu?"
Orang yang dipanggil Shikamaru oleh tenten tidak bergeming. Nampaknya kaget ada orang yang memanggilnya.
Tiba-tiba orang itu berbalik badan. Menampakan dirinya dari depan dengan kedua tangan yang memegang sesuatu. Tangan kanan memegang pisau daging dan yang kiri memegang kepala seseorang.
"Kkkyaaaaa," teriak Tenten.
"Kau harus kubunuh Tenten-san, karena kau telah melihat kegiatan menyenangkanku ini." Orang itu mendekati Tenten dengan perlahan. Tas yang Tenten pegang terlepas dan barang-barangnya tercecer keluar. Saking gemetarnya dia.
Saat jarak Tenten dan orang itu tinggal satu meter lagi, "Relax saja ini tidak akan sakit. Ini menyengk—"
"Buuggghh." Orang itu terpental kebelakang, akibat sosok yang baru saja muncul menolong tenten.
"Sudah cukup. Kau sudah terkepung. Kau tidak bisa lari lagi senyum palsu." Kata sosok yang menolong Tenten pada orang yang dipanggil Tenten, Shikamaru.
Ke-esokan harinya setelah kejadian yang hampir membuat nyawa Tenten melayang.
"Eee, Shikamaru-kun. Terimakasih banyak atas bantuanmu malam itu. Kalau kau tidak membantuku. Bisa-bisa aku.."
"Cih, mendokusai. Sudahlah Tenten itu sudah tugasku."
"Maksudmu?"
"Sebulan ini aku mendapat kegiatan yang menyenangkan. Aku membantu Ayahku di kepolisian. Dan tugasku untuk menemukan pelaku mutilasi itu."
"Wah Shikamaru-kun keren."
"Cih, walaupun agak lama bisa menangkapnya. Tapi syukurlah sekarang sudah aman. haha"
.
.
Di gang-gang didekat SMA Konoha, sudah sebulan lebih terjadi kejadian misterius yang tidak mengenakkan.
Selalu di temukan mayat-mayat dengan tubuh yang tidak utuh. Mayat-mayat itu selalu di temukan dengan tubuh yang terpisah-pisah. Mungkin sudah 10 lebih mayat yang ditemukan. Dan yang menjadi korbannya adalah siswi dari SMA Konoha.
Pihak polisi masih gencar-gencarnya mencari siapa dalang dari kasus mutilasi ini. Yang anehnya, tidak ada satupun bukti yang tertinggal di tempat kejadian, dan itu membuat polisi pusing kepalang.
Itu sebabnya Shikaku yang menjadi kepala pencarian pelaku mutilasi ini, mengajak anaknya yang pintarnya tidak ketulung untuk membantu pekerjaannya itu. Karena waktu lalu, Shikaku dengan tidak sengaja melihat blog anaknya yang masih terpampang jelas di layar laptop sang anak yang lupa dimatikan karena telah tertidur.
Shikaku pun berinisiatif berkomentar pada blog anaknya yang ternyata banyak peminat dengan tulisn tangan anaknya.
(Komentar – Ayahmu)
"Hei anak nakal kenapa kau tidak cerita pada Ayahmu ini. Kau dalam masa sulit seperti ini. Bagaimana kalau kau membantu pekerjaan Ayah saja. Aku jamin akan sangat menyenangkan."
(Balasan- Shika Maru-Maru)
"Asal dibayar mahal, semuanya bisa diatur. Dan jangan bilang apa-apa pada Ibu. Pasti dia tidak akan mengizinkan"
(Balasan- Ayahmu)
"Dasar anak nakal, berani-beraninya kau membajak Ayahmu. Hahaha. Tenang saja itu bisa diatur."
Selama hampir tiga minggu Shikamaru membantu Ayahnya mencari bukti" siapakah si pelaku itu.
Suatu hari Shikamaru dan Chouji sedang berada di kafe tempat biasa mereka berdua nongkrong. Bukan mereka saja sih yang menyukai kafe itu tapi teman sekelas mereka yang baru dua bulan ini pindah ke sekolah mereka juga yaitu Sai selalu datang dan selalu membawa anak perempuan berbeda-beda tiap kali dia datang.
'Kurang lebih dua bulan, anak perempuan yang berbeda-bedaa,' pikir Shikamaru menerewang. 'Tunggu bisa jadi dia'.
"Hei Chouji, ini hari yang sangat cerah bukan."
.
.
Fin
Untuk yang sekiranya pengen ada fic diambil dari sisi pembunuhnya. Bisa bilang saja. Kalau ada yang pengen nanti saya akan buatkan.
Mohon maaf apabila masih banyak terdapat typo, alur kecepetan. Akhir kata
Thanks
2015年6月25日
