Story in December
Chapter 2-Introduction in December 2009
By: chii-nana
Pairings : Kristao, Chanbaek, Hunhan, Kaisoo
Rating : T
Genre(s) : Romance, Drama, Hurt/Comfort
Disclaimer : EXO milik SMent, keluarga masing-masing, dan EXO-L tentunya. Cerita ini milik Chii.
Warnings : BL, typo(s), AU, OOC, DLDR!
Enam tahun yang lalu, Desember 2009
" Tao, besok kau ajak temanmu saja. Sepertinya aku tidak bisa menemanimu main sampai puas.." ujar Luhan yang duduk di sebelah Tao sembari meminum bubble tea kesukaannya.
" Yah, Luhan-ge!" Tao kembali merenggut kesal. Sudah disuruh menunggu di sekolah tapi tidak datang-datang, menyuruhnya naik bis selama 4 hari, sekarang tidak bisa menemaninya bermain sepuasnya. Ia heran dengan gege-nya yang satu ini.
" Kau ini. Aku juga punya pekerjaan lain selain menemanimu ke Lotte World.." bela Luhan.
" Tapi tetap saja kan gege sudah berjanji. Dan boneka pandanya..." Tao sudah membayangkan boneka berwarna hitam putih itu berada di pelukannya.
" Hei. Aku akan membelikanmu bonekanya sebelum meninggalkanmu. Bagaimana? Tidak apa kan?" namja mungil itu kembali membujuk sepupu tercintanya itu.
" Umm. Baiklah. Aku akan mengajak Baekhyun-hyung, Kai, dan Sehun saja!" Tao segera mengetikkan pesan melalui ponsel yang ditaruhnya di atas meja. Ia tersenyum ketika membaca balasan dari ketiganya.
" Bagaimana?" tanya Luhan yang melihat ekspresi Tao.
" Baekhyun-hyung mau tapi ia akan mengajak pacarnya. Sehun tidak bisa karena . Ia bilang salam cinta untukmu ge! Kai tidak boleh pergi karena terlalu sering pulang malam akibat latihan dance..." jawab Tao. Senyum polosnya mengembang lebar saat menjelaskan tentang Sehun.
Ya, Sehun teman sekelasnya sejak masuk SMA itu memang mengejar-ngejar gege kesayangan Tao. Sahabatnya yang tak kalah jangkung darinya itu mengaku jatuh cinta pada pandangan pertama saat melihat Luhan ketika menjemput Tao. Sejak itu ia sering main ke apartemen yang ditinggali Tao dan Luhan, demi melihat pujaan hatinya.
Sedangkan Luhan? Ia selalu menolak Sehun dengan alasan tidak mau berpacaran dengan anak SMA. Dan pernyataan Luhan itu membuat Sehun tak patah semangat. Jika ia sudah lulus SMA, Luhan akan mempertimbangkannya kan? Luhan hanya diam ketika Sehun bertanya seperti itu.
" Huh. Apanya yang salam cinta? Malah bagus jika ia tidak ikut.." ujar Luhan mendengar jawaban Sehun. Dan Tao hanya tertawa mendengar jawaban Luhan yang kontras dengan semburat kemerahan di kulit pucatnya.
Hari minggu yang dinantikan Tao itu pun tiba. Cuaca hari itu cerah, meskipun udara sudah terasa menusuk tulang. Luhan dan Tao baru saja masuk ke parkiran Lotte World dengan mobil. Mereka akan bertemu Baekhyun di dekat loket tiket masuk jam 10 pagi, 15 menit dari sekarang.
" Yeii. Akhirnya sampai. Ayo segera ke loket gege!" Tao segera keluar dari mobil dan berlari kecil. Luhan yang melihat hanya mendesah pelan seraya keluar dan mengunci mobilnya, lalu berjalan menuju Tao, yang sudah beberapa meter di depannya.
Luhan hanya tersenyum melihat tingkah Tao yang tak jauh beda dengan seorang anak kecil berumur 5 tahun yang ia lihat menarik-narik baju kedua orang tuanya di dekatnya. Ya, entah mengapa justru terlihat sama. Mungkin ada bagusnya juga berlibur sesekali seperti ini.
Sementara Tao, yang sudah berjalan jauh di depan Luhan, melihat dua orang namja dengan perbedaan tinggi yang terlihat jelas. Namja yang lebih pendek, terlihat sedang mengoceh tanpa henti pada namja satunya, yang lebih tinggi, yang menampakkan senyum berjuta watt miliknya.
" Baekhyun-hyung!" panggil Tao pada namja yang akhirya menghentikan ocehannya ketika namanya dipanggil.
" Hei, Tao!" panggilnya balik. Tao segera berlari kecil ke arah mereka berdua.
" Mana Luhan-hyung? Ia tidak jadi ikut?" tanya Baekhyun heran melihat Tao yang sendirian menghampirinya.
" Luhan-gege masih..." ucap Tao yang terpotong.
" Tao! Kenapa kau meninggalkanku? Dan jangan berlari seperti anak kecil begitu. Kalau jatuh bagaimana?" Luhan yang tertinggal di belakang akhirnya menghampiri ketiga namja yang tengah berkumpul itu.
" Hehe. Maaf gege. Lagipula gege jalannya lambat sekali..." ujar Tao tanpa rasa menyesal.
" Tao, kau ini..." Baekhyun hanya menggelengkan kepalanya.
" Haha. Bukankah memang seperti itu Tao kita?" ujar namja tinggi yang berstatus sebagai pacar Baekhyun, Chanyeol, yang akhirnya membuka suaranya dan mengacak surai Tao.
" Ish. Rambutku jadi berantakan hyung!" protesnya seraya menepis tangan Chanyeol.
" Sudahlah, hentikan. Ayo segera beli tiket dan masuk!" ajak Baekhyun seraya bergelayut manja pada lengan kekasihnya itu.
Beberapa wahana sudah mereka berempat coba, dan sekarang mereka duduk di salah satu foodcourt untuk makan siang. Mereka menikmati hidangan masing-masing dan memutuskan untuk beristirahat sebentar sebelum kembali bermain.
Luhan sedari tadi mengetikkan sesuatu, sepertinya membalas pesan yang masuk, ke telepon genggamnya itu. Pasangan Baekhyun-Chanyeol sedang ber-lovey dovey. Sedangkan Tao masih sibuk memakan hidangan penutupnya, semangkuk es krim.
Luhan menghela nafas pelan, kemudian menatap Tao. " Tao, maaf. Aku tidak bisa menemanimu dan harus segera pergi. Kau bawa uang kan? Ini, kau pilih saja boneka panda yang kau suka..." ujar Luhan sembari memberikan kartu kreditnya pada Tao.
Tao yang sibuk makan es krim lalu berhenti dan menatap Luhan. " Bukannya gege akan membelinya bersamaku? Ayolah gege. Temani aku dulu baru pergi? Bbuing bbuing..." kali ini Tao membujuk sang gege dengan aegyo andalannya, yang 99% selalu sukses.
Luhan menutup matanya dan berusaha mengatur emosinya. Kali ini ia tidak boleh kalah dengan aegyo Tao! " Maaf Tao. Baekhyun, Chanyeol, aku titip Tao ya..." ujarnya pada pasangan heboh itu yang sedari tadi hanya menatap diam Tao dan Luhan.
" Ne, hati-hati Luhan-hyung!" ujar Baekhyun sembari melambai-lambaikan tangannya pada Luhan yang sudah berjalan beberapa meter dari tempat mereka duduk.
" Ayo, Tao! Cepat habiskan es krim-mu dan kita bermain lagi..." ajak Chanyeol yang melihat Tao yang masih cemberut melihat kepergian Luhan.
" Chanyeol?" sebuah suara memanggil namja paling jangkung di antara ketiganya. Mereka menoleh bersama ke arah suara tersebut tak terkecuali Tao. Seketika mata Tao melebar begitu melihat orang yang memanggil pacar Baekhyun.
" Oh. Hai Kris? Kau sendiri ke sini?" sapa Chanyeol ketika orang yang memanggil namanya itu mendekat.
" Aku bersama Suho dan Lay tadi. Tapi kau taulah bagaimana Suho..." jawabnya sembari duduk di kursi sebelah Chanyeol dan Tao yang tadi ditempati Luhan.
Chanyeol hanya mengangguk mengerti bagaimana sikap teman-teman SMP-nya dulu. " Oh. Kau masih ingatkan? Ini pacarku Baekhyun. Dan itu Tao, adik kelas dan tetangganya Baekhyun..." Chanyeol tanpa diminta langsung mengenalkan dua orang namja di sebelahnya itu.
" Baek, Tao. Kenalkan ini Yifan, teman sekelasku dan juga ketua tim di klub basketku..." kali ini Chanyeol mengenalkan namja itu.
" Annyeong..." sapa Baekhyun dan Tao bersamaan. Bedanya, nada Baekhyun penuh semangat sedangkan Tao dengan nada orang yang masih terkejut. Well, Tao benar-benar tidak menyangka akan bertemu dengan orang itu lagi, apalagi berkenalan dengannya seperti ini.
" Annyeong. Panggil saja Kris..." ujar namja bernama Yifan itu.
Baekhyun yang memperhatikan tingkah Tao menyadari bahwa ada sesuatu di antara teman kekasihnya dengan adik kelasnya itu. " Channie, aku mau ke toilet dulu ya. Ayo temani aku Tao..." ajak Baekhyun pada Tao.
" Eh.. Tapi..." Tao yang mau menolak sudah diseret paksa oleh Baekhyun. Walau tubuhnya lebih kecil dan berstatus uke, tenaga Baekhyun tetaplah kuat seperti namja kebanyakan. Sesampainya di kamar mandi, Baekhyun langsung mengadakan introgasi kecil-kecilan pada Tao.
" Jadi, apa hubunganmu dengan namja bernama Kris itu?" tanya Baekhyun to-the-point.
" Eh? Kenapa hyung bertanya seperti itu?" tanya Tao balik. Ia tidak mengerti kenapa Baekhyun bertanya seperti itu, padahal baru hari ini Tao berkenalan Kris.
" Oh ayolah. Aku tau kau pasti menyimpan sesuatu pada namja itu..." goda Baekhyun. Baekhyun bertekad untuk tidak menyerah sebelum Tao memberi tahu rahasia yang disimpan Tao kepadanya.
" Aku hanya beberapa kali bertemu dengannya di bis. Itu saja, hyung. Kenapa hyung bertanya begitu sih?" Tao yang jengah karena desakan Baekhyun akhirnya membuka mulutnya.
Baekhyun yang mendengar jawaban Tao tersenyum puas. " Hee... Jadi kalian bertemu di bis?"
" Iya, tapi hanya bertemu. Aku tidak berani menyapanya..." ujar Tao polos. Tidakkah terdengar seperti Tao ingin menyapa namja itu?
" Hmm~ Baiklah, ayo kembali..." ajak Baekhyun riang sembari bersenandung.
Tao mengerjapkan matanya. " Bukannya tadi Baekhyun-hyung mau ke toilet? Apa kebelet-nya hilang?" gumam Tao sembari mengekor pada Baekhyun yang sudah berjalan keluar toilet dan menuju tempat Chanyeol dan Kris duduk.
Sekembalinya mereka, Chanyeol dan Kris terlihat sedang mengobrolkan sesuatu. Baekhyun langsung mengambil tempat di sebelah Chanyeol dan bergelayut manja di lengan kanan pacarnya itu. Chanyeol yang melihat tingkah Baekhyun langsung menatapnya, mengerti bahwa ada yang diinginkan namja manis itu. Mereka terlihat berbisik-bisik sebentar.
Tao hanya duduk diam di sebelah Kris yang terlihat mengecek handphone-nya. Ia masih merasa tidak berani menyapa namja yang lebih tinggi darinya itu. Tao memilih memandang sekelilingnya, berusaha mengalihkan pikirannya.
" Tao, kan? Kita pernah bertemu di bis kan?" suara baritone Kris membuat Tao menoleh ke arahnya cepat.
Tao yang mendengar pertanyaan Kris hanya terdiam. Ia sama sekali tidak menyangka bahwa Kris mengingat dirinya. Apalagi selama di bis, Kris nyaris tidak menoleh dari jendela bis, bahkan ketika Tao memilih duduk di sebelahnya.
" Tao?" panggil Kris lagi.
" I.. itu.. Ya, kita pernah beberapa kali dalam satu bis..." jawab Tao akhirnya.
" Pantas aku merasa bertemu denganmu, Tao. Eh, maaf. Aku boleh memanggilmu Tao kan?" tanya Kris lagi.
Tao hanya mengganggukkan kepalanya setuju. Ia merasa bahagia bisa mendengar namanya diucapkan oleh suara baritone namja itu.
" Kalau begitu panggil aku Kris-gege saja. Kau lebih muda dariku kan?"
Tao hanya menggangguk lagi.
" Kau sering naik bis? Beberapa minggu lalu aku selalu naik bis tapi sepertinya hanya beberapa kali melihatmu..."
Tanpa mereka sadari, mereka berdua terlibat percakapan yang masih terasa sedikit canggung. Namun Tao sudah berani memanggil nama Kris dan tidak hanya menganggukkan kepalanya. Baekhyun dan Chanyeol yang melihat kedua temannya itu hanya tersenyum misterius.
" Ne, ayo kita ke pusat perbelanjaan..." ajak Chanyeol yang menghentikan percakapan antara Kris dan Tao.
" Ayo! Ayo! Bagaimana kalau Kris juga ikut?" ajak Baekhyun dengan senyum mengembang.
" Eh? Tidak apa kalau aku ikut?" tanya Kris ragu. Ia sedikit ragu mengikuti happy couple itu, meski ada Tao yang bisa menemaninya bicara.
" Tentu. Iya kan, Tao?" tanya Baekhyun lagi.
" Ehm. Tidak apa..." kali ini Tao berani menjawab dengan jelas.
" Baiklah..."
Mereka berempat akhirnya sampai di pusat perbelanjaan yang memang menjadi salah satu fasilitas di Lotte World ini. Namun tanpa disadari, happy virus couple telah merencanakan sesuatu tanpa Kris dan Tao ketahui.
" Chanyeol, temani aku ke toilet ya..." ajak Baekhyun pada pacarnya yang tinggi itu.
" Kau ini, tadi kan sudah ke toilet. Ya sudah, ayo..." meski terdengar akan menolak, tapi ia tidak bisa menolak ajakan namja mungil itu.
" Kalian pergi berdua saja. Nanti aku dan Chanyeol akan segera menyusul..." ujar Baekhyun sembari menarik-narik lengan Chanyeol menuju toilet. Chanyeol hanya bisa terlihat pasrah dan mengikuti kekasihnya itu.
" Bagaimana kalau kita pergi berdua saja. Mungkin mereka akan menyusul kita.." ajak Kris pada Tao.
" Eh? Ya?!" Tao yang terkejut mendengar ajakan Kris tanpa sadar meng-iya-kan ajakan itu.
" Baiklah, ayo..." tanpa menunggu jawaban Tao, Kris berjalan menyusuri toko-toko yang ada.
Tao segera mengikuti arah Kris berjalan, namun langkahnya tiba-tiba terhenti. Tao hanya cemberut melihat boneka panda yang dipajang di salah satu etalase toko yang berada tak jauh dari tempatnya berdiri. Ia menginginkan boneka itu, tapi jika dibelikan oleh gege kesayangannya yang sudah pergi seenaknya tadi. Mendapatkan boneka itu jika diberi tentu berbeda jika ia membeli boneka itu sendiri kan? Yah, meskipun dalam kedua situasi tersebut ia tidak perlu keluar uang.
Kris, yang berhenti melihat Tao tidak mengikutinya, berusaha melihat sekeliling dan mencari namja itu. Ia menemukan Tao dan memperhatikan arah pandangannya, seketika paham jika namja manis di sebelahnya ini menginginkan salah satu boneka yang dipajang itu. Kris nampak berpikir sebentar sebelum akhirnya menyeret Tao, "Ayo. Ikut aku..."
" Eh? Mau ke mana Kris-ge?" tanya Tao yang hanya pasrah mengikuti arah Kris berjalan. Lagipula niatnya masuk ke toko tadi sudah sirna. Mungkin lain kali ia akan mengajak Luhan kembali bermain ke sini dan membelikan boneka tadi.
Tao yang sedari tadi hanya memikirkan tentang boneka, tiba-tiba tersadar jika tangannya terasa lebih hangat. Wajahnya menampakkan rona merah tipis ketika ia sadar bahwa tangan Kris, yang lebih besar darinya dan terasa hangat itu, menggenggam erat tangannya. Tao yang malu hanya bisa menundukkan kepalanya hingga berbenturan pelan dengan punggung Kris saat namja yang lebih jangkung itu berhenti.
" Tunggu di sini sebentar..." ujar Kris sembari masuk ke sebuah wahana permainan, meninggalkan Tao yang hanya bisa terdiam.
' Uh. Kenapa ia meninggalkanku di sini? Apa yang ia lakukan di dalam, bermain sendiri tanpa mengajakku. Mungkin setelah ini aku pulang saja. Baekhyun-hyung dan Chanyeol-hyung sudah pulang belum ya?' batin Tao.
' Tapi aku sungguh tidak menyangka akan bertemu dan berkenalan dengan Kris. Kupikir tidak akan pernah lagi bertemu dengannya setelah ia tidak lagi naik bis hari itu...' pikirnya lagi. Lamunannya terhenti ketika tiba-tiba sebuah boneka disodorkan tepat di hadapannya. Ia segera mendongakkan kepalanya dan menemukan Kris menyodorkan sebuah boneka kucing padanya.
" Untukmu, Tao. Kau terlihat sedih ketika memandang toko boneka itu. Karena boneka di situ mahal, jadi tak apa kan kalau kuberi boneka hadiah permainan wahana?" jelas Kris pada Tao yang menatapnya bingung.
Dada Tao bergemuruh kencang mendengar penjelasan Kris. Ia pikir Kris tetap bersikap dingin padanya, seperti bayangannya ketika memandang Kris dalam bis. Ia tak menyangka bahwa namja itu memperhatikannya, bahkan dengan baik hati memberikan sebuah boneka hanya karena ia terlihat sedih.
Tao mengambil boneka kucing yang Kris sodorkan itu dan menenggelamkan wajahnya dengan boneka itu pula. " Xie xie, gege.." ucapnya sembari memberi senyum polos yang tak jauh beda dengan anak kecil berusia 5 tahun.
Kris hanya tersenyum tipis melihat Tao yang akhirnya menampakkan senyumnya. Perhatiannya teralihkan ketika ponsel dalam kantong celananya berdering. Dengan cepat ia membuka ponselnya dan melihat pesan yang masuk. Ia mengerutkan dahinya ketika membaca pesan itu, kemudian mendesah pelan.
" Tao, Chanyeol dan pacarnya akan menghabiskan waktu mereka sampai malam di sini. Apa kau mau kuantar pulang? Chanyeol memintaku mengantarmu jika kau tidak mau di sini sampai malam..." jelas Kris jengkel pada sahabatnya yang tingginya bersaing dengannya itu.
Tao yang sedari tadi masih mengagumi boneka barunya kini menatap Kris. "Aku akan pulang sendiri saja, gege. Lagipula hari masih sore, jadi masih banyak bis yang lewat. Terima kasih sudah menawariku dan menemaniku..." tolak Tao halus. Ia tidak ingin merepotkan namja yang baru dikenalnya hari ini itu. Ia merasa sudah banyak merepotkan Kris.
" Tidak apa. Lagipula rumah kita searah kan? Aku juga harus segera pulang. Ayo..." ajak Kris sembari kembali menggenggam tangan kanan Tao dengan tangan kirinya.
Tao hanya kembali diam dan berusaha menenangkan detak jantungnya yang terasa terlalu mengebu-gebu ketika tangannya kembali digenggam oleh tangan besar itu. Ia memeluk boneka pemberian Kris dengan tangan kirinya yang bebas dan menyembunyikan wajahnya yang memerah.
Setelah sampai di parkiran, mereka segera menuju mobil yang dibawa oleh Kris. Mereka kemudian masuk ke mobil dan keluar dari area Lotte World dan menuju ke rumah Tao. Suasana dalam mobil dipenuhi keheningan, hanya sekali Kris memecah keheningan dengan menanyakan alamat apartemen Tao.
Tao lebih banyak menatap ke luar jendela dan memeluk erat bonekanya. Dalam hati ia bertanya-tanya mengenai kehidupan Kris. Jika ia punya mobil kenapa naik bus ketika pulang dari sekolah? Atau mungkin ia tidak boleh membawa mobil ke sekolah?
Pikirannya terhenti ketika mobil yang ditumpanginya berhenti. Mereka sudah sampai di apartemen Tao. Dengan segera Tao melepaskan sabuk pengaman yang ia pakai. " Terima kasih, gege. Aku sudah banyak merepotkan. Lain kali aku akan membalas kebaikan gege..." ucap Tao canggung. Ia sungguh tidak tau kata-kata apa yang harus diucapkan pada namja itu. Tao segera keluar dari mobil dan menutup pintunya pelan.
Kris yang melihatnya segera ikut keluar dari mobilnya. " Pinjam hp-mu Tao. Boleh?" pinta Kris tiba-tiba.
Tao yang bingung hanya mengangguk perlahan dan meminjamkan hpnya. Kris nampak mengutak atik hp Tao sebentar sebelum kembali menyerahkannya. "Bagaimana jika tanda terima kasihnya minggu depan temani aku jalan? Tidak ada penolakkan, oke? Bye, Tao..." salam Kris sebelum kembali masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya pergi.
Tao hanya memiringkan kepalanya sejenak karena bingung dengan ajakan Kris yang tiba-tiba dan permintaan Kris untuk meminjam hpnya. Ia segera membuka hpnya dan menemukan nomor baru dengan nama Kris di kontaknya. Terlihat juga sebuah panggilan keluar ke nomor itu yang baru saja dilakukan. Tao hanya tersenyum ketika menyadari ia akan segera bertemu lagi namja yang mencuri perhatiannya itu. Dengan langkah ringan dan senyum mengembang di bibirnya ia memasuki apartemennya, meninggalkan udara dingin di awal bulan Desember itu.
TBC...
Author Note
Akhirnya Chii bisa update juga. Tiba-tiba dilanda rasa malas mengetik walau ide sudah banyak. Dan akhirnya hari ini baru bisa update. Terima kasih yang sudah review, favorite, dan juga follow ff ini. Buat silent reader, jangan takut dan segan buat review, Chii ga gigit kok...
Maaf juga kalau karakter happy-virus-couple jadi OOC tingkat akut. Karena sejujurnya aku ga terlalu memperhatikan interaksi mereka secara langsung di realita.
Balasan untuk yang review:
LVenge
Makasih udah jadi reviewer pertama cerita ini. Miris di bagian mana ya? Mungkin karena genre drama jadi begitu. Bermiris-miris dahulu berbahagia kemudian? Untuk berapa chapter Chii belum bisa nentukan, soalnya ceritanya masih numpuk di kepala. Gomawo sudah review!
yeojakim2
Iya, ini udah lanjut kok
Aiko Michishige
Iya, ini udah lanjut kok
XyIn
Hehe. Ada suatu alasan kenapa Kris selalu memandang keluar jendela. Tapi tunggu di chapter-chapter selanjutnya. Makasih sudah review...
Ini bukan prolog kok. Emang Chii sengaja nulis pendek dan lihat pendapat reviewer. Karena responnya cukup bagus jadi chapter-chapter selanjutnya akan diusahakan lebih panjang.
Tidaaak! Kris jangan dibilang penampakan dong, nanti bisa kena wushu-nya Tao loh. Makasih sudah review...
peachpetals
ini udah lanjut kok. Diusahakan tidak angst, soalnya Chii ga suka kalau ga happy ending. Tapi lihat aja nanti bagaimana imajinasi Chii apakah akan membuat cerita ini angst. Ini Chii punya banyak tisu kalau mau *ga ada yang nanya. Makasih sudah review...
Akhir kata, don't forget to review...
