"Jadi kalian akan datang? Syukurlah jadi semakin ramai yang menonton." Baekhyun tertawa kecil. Chanyeol pikir tawa Baekhyun adalah suara paling indah yang ia dengar, ia ingin terus mendengar tawa Baekhyun, dan lebih lagi, ia ingin membuat Baekhyun tertawa karenanya.
"Baek…"
Chapter 2
Drrrt drrrt
Baekhyun mengambil handphonenya dan meilhat nama orang yang menelponnya. Baekhyun kemudian menatap Chanyeol, seakan meminta izin untuk menerima telpon. Chanyeol mengangguk kemudian Baekhyun tersenyum dan mengangkat telponnya.
"Ya, Kak Sehun?" sapa Baekhyun sopan.
Sehun? Astaga dosa apa Chanyeol hari ini sampai harus merasakan cemburu terus menerus. Ia memperhatikan Baekhyun yang perlahan berjalan menjauhi Chanyeol sambil mendengar perkataan Sehun.
"Baiklah, Kak, kau tidak perlu kesini, aku akan menyusulmu di gerbang. Baiklah…"
Telpon pun berakhir. Chanyeol cukup tahu diri. Ia harus pamit, ia tahu Baekhyun dan Sehun sudah ada janji.
"Sehun?" tanya Chanyeol. Baekhyun mengangguk malu-malu, kemudian Chanyeol mendekati Baekhyun dan mengusap kepala Baekhyun, hanya itu yang bisa Chanyeol lakukan untuk menyentuh Baekhyun. "Yasudah, aku akan ke gedung serba guna untuk menemui Kyungsoo. Sampai bertemu besok, Baekhyun."
Baekhyun mengangguk dan tersenyum kemudian melambaikan tangannya, namun Chanyeol tidak bisa membalas lambaian tangan Baekhyun, tangannya seakan kebas dan hanya bisa mengepal di samping tubuhnya. Rasa kesal yang tadinya hilang saat melihat Baekhyun, sekarang terasa lagi, bahkan kali ini bercampur dengan kesedihan.
Chanyeol memutuskan untuk melepas kesedihan dengan datang ke kolam renang sekolah. Ia melepas pakaiannya dan menyeburkan diri kedalam kolam, berharap rasa panas yang ia rasakan akan berkurang karena dinginnya air kolam yang menusuk tulang. Sekilas bayangan Baekhyun yang sedang menari saat Chanyeol pertama kali melihatnya muncul. Chanyeol terus berenang bolak-balik hingga akhirnya lelah menghampiri. Ia pun naik keatas dan duduk dipinggiran kolam renang dengan nafas yang terengah-engah.
"Bodoh…" gumamnya pelan pada diri sendiri.
CBCBCBCBCBCB
Suasana di gedung serba guna malam itu sangatlah ramai, siswa siswi SM Art&Sport Highschool sudah mulai memenuhi bangku penonton, begitu pula dengan anggota team basket yang beberapa hari lalu sudah diundang oleh Kyungsoo dan Baekhyun.
Chanyeol duduk di antara Kai dan Sehun, entah, ingin rasanya ia pindah ke bangku paling pojok tempat Sehun duduk agar Jongin dan Sehun bebas mengobrol tanpa mempedulikannya. Tapi dasar Jongin jahil ia bilang tidak mau jauh-jauh dari Chanyeol, jadi terpaksa kapten team basket itu mengiyakan Jongin si manja.
"Woah, woah… Chanyeol! Kyungsoo cantik sekali malam ini!" ujar Jongin pelan sambil menyikut Chanyeol. Tapi pandangan laki-laki itu tak tertuju pada Kyungsoo tapi pada gadis disebelahnya, Baekhyun. Gadis itu tersenyum kearah penonton saat perkenalan. Jantung Chanyeol berdegup kencang, apa yang baru? Hal itu selalu terjadi saat Chanyeol melihat Baekhyun yang hanya tersenyum, gadis itu… memang suka sekali tersenyum, cantik. Seulas senyum terukir di wajah Chanyeol.
"Dia selalu cantik" katanya pelan.
Jongin menengok kearah Chanyeol, memandangnya horror. Chanyeol buru-buru mengalihkan pandangannya dari Baekhyun pada sepupunya yang tampak kesal. "Maksudku, iya, Kyungsoo cantik" jelasnya.
Jongin mengerutkan kening, "Kau tidak akan merebut kekasih sepupumu sendiri , kan?" selidik Jongin. Chanyeol melebarkan matanya. Si manja Jongin mulai lagi.
"Tentu tidak! Aku hanya bilang dia cantik sama seperti yang kau katakan tadi, bukan berarti aku ingin merebutnya, bodoh!" Chanyeol kemudian menjitak kepala Jongin dan membuat sepupunya itu mendengus.
Pentas pun dimulai…
Berawal dari sejumlah murid kelas 1 yang mengenakan seragam ballet warna biru yang menari tapi terdapat drama juga dalam tarian itu. Chanyeol mendengar Taehyung dan Joohyuk mulai menilai-nilai murid kelas 1 itu,berencana meminta nomor handphonenya, gemas sekali sampai Chanyeol ingin menjitak kepala dua trouble maker itu.
Beberapa dialogue terdengar, ternyata cerita musical kali ini adalah tentang seorang gadis yang ingin meraih cita-citanya tetapi terhalang oleh orang tua yang suka mengatur.
Suara merdu terdengar menyanyikan sebuah lagu sambil menari di atas panggung, ceritanya tengah membersihkan rumah, ternyata itu Kyungsoo. Tentu saja gadis itu memiliki suara yang indah, ia ikut kelas vocal juga. Setelah Kyungsoo bernyanyi bait awal, disusul suara yang berbeda, kali ini lebih lembut. Chanyeol melebarkan matanya, mulutnya terbuka sedikit. Itu suara Baekhyun. Sebuah kejutan yang diberikan Baekhyun pada Chanyeol malam itu. Gadis itu bernyanyi sambil menari. Gerakan lembutnya sepadan dengan suara lembutnya. Melantunkan lagu dengan penuh penghayatan.
Chanyeol tak berkedip. Ia jatuh cinta pada pesona Baekhyun. Lagi.
Duetnya dengan Kyungsoo sukses membuat penonton terhenyak, karena suara mereka sangatlah indah dan itu suatu hal baru bagi mereka. Jongin bahkan sampai meremas tangan Chanyeol, menahan rasa. Sebenarnya Chanyeol juga tengah menahan rasa rasanya ia segera membawa Baekhyun dan menyatakan cintanya saat itu juga. Tapi, mengingat itu adalah Chanyeol ia tak menunjukkannya.
"Baekhyun…" bisik seseorang disebelah Chanyeol. Bukan, bukan Jongin. Itu Sehun. Chanyeol menengok kearah Sehun yang sedang focus menonton dan Chanyeol melihat matanya berbinar-binar, senyum terpatri si wajahnya yang pucat. Oh Sehun, laki-laki itu tampaknya benar-benar menyukai Baekhyun.
Selesai acara, Jongin mengajak Chanyeol menemui Kyungsoo di belakang panggung. Tampak segelintir orang memberikan ucapan selamat pada murid kelas 1 yang sukses tampil di pentas perdana mereka. Terlihat Kyungsoo juga tengah berpelukan dengan temannya yang memberi selamat dan akhirnya bertemu pandang dengan Jongin.
Jongin kemudian menghampiri Kyungsoo, memeluk gadis itu sayang. "Selamat ya, Kyung. Pentas yang kau urusi sebulanan ini akhirnya terlaksana juga, aku bangga padamu, babe" kata Jongin sambil memegang pundak Kyungsoo. Kyungsoo tersenyum malu dan mengangguk.
"Terimakasih sudah datang Jongin dan Chanyeol" kata Kyungsoo. Chanyeol hanya mengangguk kemudian mengedarkan pandangannya, mencari Baekhyun tentu saja. Hal itu membuat Kyungsoo cemberut, kesal karena si jangkung. "Kau mencari siapa, Chanyeol?" tanya Kyungsoo. Chanyeol menggeleng kemudian menghentikan pencariannya.
"Tadi sangat bagus, Kyungsoo" puji Chanyeol basa-basi. Kyungsoo hanya mendengus dan memutar bola matanya, kemudian gadis itu memeluk Jongin dan mulai melakukan aksi bermanja-manja. Chanyeol tak habis pikir, bagaimana bisa dua orang manja bisa bersatu seperti ini.
"Nini-yaa~ Besok datanglah kerumahku aku akan memasak makan malam sebagai pesta suksesnya hari ini, ajak Chanyeol dan temanmu sekelasmu yang baru itu, siapa namanya?" tanya Kyungsoo.
"Sehun" jawab Jongin. Kyungsoo mengangguk dan kemudian seakan teringat sesuatu, ia pun tersenyum.
"Kudengar temanmu yang itu sedang dekat dengan Baekhyunku. Aku ingin tahu Sehun itu bagaimana, aku akan mengundang Baekhyun juga kalau begitu" ujar Kyungsoo sambill tertawa kecil. Mendengar itu Chanyeol jadi tak berselera datang, Sehun dan Baekhyun? Ayolah, sudah dipastikan mereka akan selalu berdekatan dan Chanyeol? Sudah dipastikan akan cemburu lagi.
"Chanyeol, kau datang kan?" tanya Kyungsoo penuh harap. Chanyeol awalnya tak menjawab, tapi saat ia menyadari Jongin menatapnya dengan tatapan galak, mau tak mau ia mengangguk.
"Akan kuusahakan" jawabnya. "Nini, kurasa aku akan pulang sekarang, badanku pegal-pegal" alasan Chanyeol, padahal ia ingin mencari Baekhyun.
Jongin mengangguk, "Hati-hati kalau begitu" katanya kemudian menepuk-nepuk bahu Chanyeol.
Chanyeol pun berjalan meninggalkan pasangan manja itu, diam-diam berharap untuk bertemu dengan Baekhyun. Sampai di pintu masuk gedung serbaguna, benar saja ia melihat Baekhyun. Sedang berdiri sendiri dekat pilar besar didepan, sepertinya sedang menunggu orang. 'Mungkin menunggu Wufan' pikir Chanyeol. Baru saja ia akan melangkah menghampiri Baekhyun. Ia melihat Sehun menghampiri Baekhyun lebih dahulu. Setangkai bunga mawar putih ditangannya. Chanyeol memutuskan untuk bersandar di pintu kayu besar dan hanya bisa memperhatikan mereka dari jauh. Panggil Chanyeol seorang bodoh yang merelakan dirinya sakit hati dengan melihat Baekhyun yang tersenyum saat Sehun memberikan bunga mawar yang tadi ia pegang. Sehun kemudian mengacak-acak rambut Baekhyun, hal kecil yang dilakukan Chanyeol sebagai tanda sayangnya pada Baekhyun, ternyata Sehun juga melakukannya. Chanyeol menarik nafas panjang dan membuangnya, mencoba menenangkan diri. Miris tapi ia tetap memperhatikan mereka lagi.
Terlihat wajah Sehun berubah jadi khawatir. Chanyeol mengerutkan kening saat Sehun menyentuh pipi Baekhyun. 'Apa yang dia lakukan!' rutuknya dalam hati. Kemudian Sehun menyentuh dahi Baekhyun dan buru-buru melepas jaketnya. Jaket kebesaran team basket milik Sehun, kemudian memakaikannya pada Baekhyun. Baekhyun tersenyum lagi dan kemudian, ia bersin-bersin. Sehun kemudian menaruh tangannya di pinggang Baekhyun dan membawanya pergi. Melihat kejadian itu, Chanyeol jadi ikutan khawatir. 'Apa dia sedang sakit?' tanya Chanyeol dalam hati. Ia pun cemberut, Baekhyun sepertinya memang sakit, tapi lagi-lagi Chanyeol tak bisa berbuat apa-apa.
CBCBCBCBCB
Bel pulang sekolah berbunyi. Chanyeol buru-buru mmbereskan barang-barangnya, sudah terlampau bosan dengan pelajaran Geografi hari itu. Ia pun buru-buru keluar saat guru sudah melewati pintu. Tak ada latihan basket hari itu karena lapangan akan dipakai untuk siswa kelas 1 yang ingin mendaftar menjadi team inti. Itu bukan urusan Chanyeol, ia hanya akan datang saat proses seleksi.
Ia berjalan di koridor sekolah yang penuh dengan siswa yang akan pulang. "Chanyeol!" teriak Jongin dari kelasnya saat ia melihat Chanyeol yang terlihat buru-buru. Jongin segera menggendong tasnya dan menghampiri Chanyeol.
"Kau ingat kan malam ini Kyungsoo mengundang makan malam dirumahnya?" selidik Jongin.
Chanyeol mengangguk dan itu membuat Jongin heran, "Terus kenapa kau buru-buru sekali? Jangan bilang mau kabur!" tuduh Jongin.
Chanyeol menatap Jongin kemudian berdecak, sepupunya ini memang menyebalkan. Sebenarnya Chanyeol ingin memastikan kekhawatirannya, ia ingin bertemu Baekhyun. Semalam ia yakin kalau gadis itu sakit, tapi ia tak mungkin bilang pada Jongin tentang itu, "Aku.. aku akan menyusul, aku harus pulang kerumah dulu sekarang, mandi dan semacamnya, kau tidak pulang dulu?" tanya Chanyeol, mengalihkan pembicaraan.
Jongin kemudian tersenyum membuat Chanyeol takut. Apalagi yang akan dilakukan Jongin kali ini, ia berdoa Jongin tak akan minta macam-macam. "Chanyeol, aku ikut kerumahmu ya?" pinta Jongin. Baiklah, kali ini Chanyeol mempertanyakan keberuntungan yang ada pada dirinya. "Aku malas pulang ke rumah, ayah sangat menyebalkan sekali akhir-akhir ini, ya memang salahku sih nilaiku turun, tapi aku malas kerumah!" lanjut Jongin.
Chanyeol menarik nafas dan mencoba menenangkan dirinya agar ia tak mencekik Jongin saat ini juga, tapi bagaimana lagi, ia tahu Jongin anak yang keras kepala, mau tak mau Chanyeol harus mengiyakan.
Sudah pukul setengah tujuh dan Kyungsoo sudah mulai bawel menelpon Jongin yang sejak tadi sebenarnya sudah siap. Kali ini ia sedang menunggu Chanyeol yang sedang mandi. Kapten basket itu membutuhkan waktu yang lama untuk mandi, membuat Jongin heran karena tak seperti biasanya sepupunya begitu tapi ia tidak peduli. Jongin masih harus berusaha menenangkan Kyungsoo yang ngomel-ngomel menuduh Jongin terlambat sedangkan Kyungsoo sendiri yang bilang acaranya jam setengah delapan.
"Chanyeol! Cepatlah! Princess Kyungsoo sudah mengomel!" teriak Jongin. Chanyeol pun keluar dari kamar mandi dan menatap Jongin kesal karena sudah menganggu mandinya. Baik, Chanyeol memang sengaja berlama-lama di kamar mandi karena malam ini ia akan melihat Baekhyun. Setidaknya ia harus terlihat bersih, pikirnya.
"Acaranya kan masih satu jam lagi! Lagipula rumah Kyungsoo dekat dengan rumahku, paling hanya 10 menit juga kita sampai" omel Chanyeol kemudian ia membuka lemarinya. Jongin yang sedang tiduran di tempat tidur Chanyeol memutar bola matanya kemudian kembali menaruh perhatia pada handphonenya, membalas chat Kyungsoo mungkin.
"Bagimu sih iya 10 menit! Kau kan naik motor, sedangkan aku membawa si cooper!" tandas Jongin. Chanyeol tak menjawab, masih berdiri di depan lemari besar miliknya. Mencari pakaian yang cocok. Hal itu tak luput dari perhatian Jongin. "Pakai kemeja saja! Kau ini seperti akan menghadiri pesta ulang tahun presiden Korea saja" dengus Jongin.
Chanyeol menoleh kearah Jongin, "Begitu? Baiklah kemeja."
Benar saja tuduhan Kyungsoo. Jongin dan Chanyeol datang terlambat. Sebenarnya Jongin berangkat duluan sebelum Chanyeol tapi tetap saja datangnya nyaris bersamaan.
"Sudah kubilang, kalian pasti terlambat!" omel Kyungsoo sambil mengajak mereka menuju halaman belakang rumahnya. Sudah ada Sehun dan Baekhyun disana, sedang mengobrol dengan tenang. "Baiklah, sebaiknya kita makan sekarang, keburu masakanku dingin, skip your greetings!" ujar Kyungsoo ketus. Jongin hanya terkekeh kemudian duduk disebelah kekasihnya yang sedang kesal. Sedangkan Chanyeol duduk di hadapan Baekhyun yang disebelahnya adalah Sehun.
Baekhyun menganggukkan kepalanya kearah Chanyeol dan tersenyum. Chanyeol memperhatikan Baekhyun yang malam itu terlihat sangat manis, ya, bagi Chanyeol kan memang Baekhyun selalu terllihat manis. Gadis itu memakai terusan warna biru dengan lengan sampai siku. Rambutnya ia biarkan terurai dengan gelombang di bawahnya. Gadis di depannya ini memang sederhana, tapi dalam kesederhanaan itu Baekhyun terlihat menawan. Chanyeol perhatikan wajah Baekhyun, pucat. Rona pink yang biasa ada di pipinya hilang walaupun sudah dibantu make up, bibirnya yang tipis terlihat pucat, Baekhyun sepertinya masih sakit.
Chanyeol mengambil daging yang tersedia di meja bundar kesayangan Kyungsoo, kemudian mencicipinya. Tak salah lagi, masakan Kyungsoo memang enak. Jongin adalah brengsek paling beruntung karena bisa mendapatkan Kyungsoo.
"Baekhyun, ayo makan yang banyak. Kau harus mencicipi semua masakanku" ujar Kyungsoo terlihat sudah tidak kesal.
Baekhyun tersenyum dan meminum air putih di gelasnya sebelum ia bicara, sungguh penuh dengan tata karma. "Masakanmu enak sekali, kak" puji Baekhyun. Kyungsoo terkekeh dan mengangguk, "Aku juga sudah membuat kue, kalian harus mencicipinya juga!" kata Kyungsoo.
Sehun mengernyit tak nyaman melihat Baekhyun menganggukan kepalanya tanda setuju. "Kyungsoo, sebenarnya Baekhyun itu sedang sakit" ungkap Sehun. Baekhyun melebarkan matanya dan menyikut Sehun pelan tanda tidak suka.
"Benarkah? Astaga Baekhyun! Kenapa kau tidak bilang? Kalau begitu bisa kutunda dulu acaranya" ujar Kyungsoo tidak enak. Chanyeol menatap Baekhyun yang tampak tidak enak, gadis itu kemudian menyelipkan rambutnya dibelakang telinganya dan tertawa kaku.
"Aku sudah baikkan, kok. Beruntung kemarin kak Sehun buru-buru mengantarku pulang kerumah, jadi aku bisa istirahat" katanya menenangkan kemudian tersenyum kearah Sehun. Hal itu sukses membuat darah Chanyeol memanas, ini dia part yang Chanyeol khawatirkan, ia takut tidak bisa menahan rasa cemburunya, tapi ia mencoba tetap tenang.
"Memangnya kau sakit apa?" kali ini Jongin yang bertanya.
"Sakit perut dan kelelahan. Kemarin badannya panas saat kupegang" kali ini Sehun yang menjawab. Chanyeol mengangkat alisnya, 'Wow, Oh Sehun, wow! Sudah sangat dekat rupanya' pikir Chanyeol. Sebelum Chanyeol berpikir ia pun membuka mulut.
"Kalau sakit, untuk apa kau datang? Kenapa tidak istirahat saja dirumah?" ucapan Chanyeol yang datar dan terkesan tidak suka itu membuat keempat orang lainnya terkesiap, apalagi Baekhyun yang kali ini matanya melebar dan mulutnya sedikit terbuka, merasa dirinya menganggu acara makan malam kali ini karena ia sakit.
"Ma-maafkan aku, aku tidak bermaksud untuk membuat suasana makan kalian jadi tidak enak. Maaf, se-sebaiknya aku pulang sekarang" ujar Baekhyun. Suaranya sedikit bergetar dan itu membuat Chanyeol menutup matanya, menahan sakit juga karena Baekhyun sepertinya akan menangis karena tidak enak.
Baekhyun berdiri dan menggenggam tas kecilnya kemudian berjalan menuju pintu. Sehun buru-buru mengikuti Baekhyun. Chanyeol sebenarnya tidak bermaksud seperti yang dikira Baekhyun, ia sebenarnya khawatir pada gadis itu, tapi nada suaranya memang terdengar salah. Semua orang yang dengar pasti akan salah paham.
"Chanyeol, apa yang kau lakukan?!" kali ini Kyungsoo yang berdiri dan segera menyusul Sehun dan Baekhyun keluar.
Jongin mendesah, ia mengambil kentang goreng lalu memakannya sambil menatap sang sepupu yang terdiam menggenggam garpu dan sendok. Jongin menggelengkan kepalanya kemudian tertawa miris.
"Ada apa denganmu sebenarnya, Park Chanyeol?" tanya Jongin. Dilihatnya Chanyeol yang tetap diam, ia pun menarik rambutnya keatas. "Aku tidak tahu apa yang terjadi padamu Chanyeol, kapan kau akan bercerita padaku? Belakangan ini kau aneh. Tidak seperti biasanya, dari yang menyebalkan malah makin menyebalkan. Kenapa? Katakan bila ada sesuatu yang mengganggumu."
Chanyeol menggelengkan kepalanya dan menatap Jongin. "Kau tidak akan mengerti."
"Kalau begitu buat aku mengerti."
"Tidak"
"Chanyeol aku sudah mengenalmu sejak kecil. Aku akan mencoba mengerti" paksa Jongin tapi Chanyeol tak menjawab dan ikut berdiri, tak ada selera makan sama sekali setelah apa yang sudah ia lakukan pada Baekhyun. Ia pun berjalan keluar dan bertemu Kyungsoo.
"Kuharap kau minta maaf pada Baekhyun" katanya sinis.
"Dimana dia?" tanya Chanyeol tak menghiraukan perkataan Kyungsoo sebelumnya.
"Sehun mengantarkannya pulang" jawab Kyungsoo kemudian ia berjalan meninggalkan Chanyeol, menuju kekasinya yang masih ada di halaman belakang.
CBCBCBCBCB
Chanyeol melajukan motornya kearah rumah Baekhyun dengan kecepatan penuh. Dikepalanya penuh dengan kata-kata maaf untuk Baekhyun, gadisnya. Halah, berani sekali. Gadisnya? Jangan bodoh Chanyeol, kau baru saja membuat Baekhyun tersinggung. Sang kapten pun memasuki perumahan tempat Baekhyun tinggal, tepat saat ia berbelok dan dilihatnya mobil milik Sehun masih terparkir di depan rumah Baekhyun.
'Apa yang ia lakukan?' pikir Chanyeol. Ia pun menepikan motornya, tak tahu di depan rumah siapa yang jelas ia tak berani mendekat ke rumah Baekhyun. Sekitar 5 menit Chanyeol menunggu akhirnya Sehun keluar dari mobilnya, yang membuatnya kaget adalah saat Baekhyun juga baru keluar dari mobil Sehun, membuatnya bertanya apa yang mereka lakukan tadi di dalam mobil.
Lagi-lagi Chanyeol harus menelan pil cemburu ketika Sehun meraih tangan Baekhyun dan menciumnya. Chanyeol tak bisa melihat ekspresi Baekhyun karena jarak yang tidak memungkinkan. Sehun pun kemudian mengusap-usap kepala Baekhyun sambil berbicara sesuatu dan yang terakhir mencubit pipi sang ballerina. Chanyeol menatap kejadian itu dengan tatapan serius, rasanya ingin marah dan menghajar Sehun saat itu juga, tapi siapalah dia? Apa haknya? Miris.
Sehun berdiri didepan rumah Baekhyun, tampaknya sedang menunggu Baekhyun masuk ke rumahnya. Chanyeol segera menyalakan mesin motornya dan berbalik arah, baginya sudah tidak ada yang bisa ia lakukan saat ini, yang penting Baekhyun sudah sampai di rumah dengan selamat. Bagi Chanyeol itu sudah cukup. Urusan minta maaf, ia akan melakukannya besok. Mungkin.
CBCBCBCBCB
Satu minggu setelah kejadian di rumah Kyungsoo, Chanyeol belum juga minta maaf. Bukannya ia tidak mau minta maaf, tapi keadaan membuatnya tak sempat mencari Baekhyun. Seleksi siswa kelas 1 jadi penghalang bagi Chanyeol untuk minta maaf pada Baekhyun. Sebagai seorang kapten team, ia dipaksa hadir setiap pulang sekolah untuk menyeleksi siapa yang pantas masuk ke team inti maupun cadangan di pertandingan antar sekolah olahraga yang waktunya tinggal satu setengah bulan lagi. Hal itu sukses membuat konsentrasi Chanyeol terpecah-pecah antara latihan, belajar dan Baekhyun. Beruntung hari itu adalah hari terakhir seleksi, jadi setidaknya Chanyeol merasa lega.
"Yoon Jisuk, keluar dari lapangan" ujar Chanyeol datar. Yang dipanggil kemudian menundukkan kepalanya, sedih karena ia tak bisa masuk team inti. Chanyeol sebenarnya tidak tega tapi masih ada yang lebih baik darinya, jadi ia harus supportive. Dari puluhan yang daftar hanya lima orang yang lolos. Ketat sekali bukan? Pelatih Lee dan Chanyeol memang begitu, perfeksionis dalam segala hal. Maklumi saja.
Selesai acara, Chanyeol sedang mengobrol dengan sang pelatih tentang strategi bermain untuk pertandingan mendatang. Seluruh rekan teamnya sudah keluar gedung terlebih dahulu, mencari kesenangan sebelum latihan intensif dimulai di hari senin. Chanyeol yang tengah focus pada smartphonenya sambil mendengarkan sang pelatih bicara mendengar suara langkah kaki memasuki lapangan dan ia lihat Baekhyun berdiri di dekat ring basket dengan membawa paper bag warna coklat ditangannya.
Chanyeol memutuskan untuk menghampiri Baekhyun dan pelatih Lee hanya menggelengkan kepalanya dan kemudian masuk ke ruangan pelatih.
Baekhyun yang baru menyadari kedatangan Chanyeol kemudian membungkuk dan hanya dibalas anggukan dari Chanyeol. "Ada apa datang kesini?" tanya Chanyeol.
Baekhyun terlihat tegang kemudian ia menggigit bibir bawahnya. "A-aku, mencari Kak Sehun" jelas Baekhyun.
Chanyeol memutar bola matanya, Sehun Sehun dan Sehun. Tapi ia mencoba menenangkan diri. "Ada apa kau mencari Sehun? Dia sedang keluar bersama yang lain" jelas Chanyeol.
Baekhyun menatap Chanyeol canggung kemudian mengulurkan tangannya, menyerahkan paper bag yang ia pegang. "Kalau begitu aku titip ini padamu. Tolong berikan padanya". Chanyeol pun menerima paper bag yang diberikan Baekhyun dan menatapnya. Hening sejenak sampai akhirnya Baekhyun membungkuk dan berjalan kea rah pintu keluar.
Chanyeol yang sejak tadi hanya diam, akhirnya tersadar dan buru-buru mengejar Baekhyun. Ditariknya pergelangan tangan Baekhyun dan membuat gadis itu berbalik dan melebarkan matanya, mulutnya sedikit terbuka, kaget dan bingung. Chanyeol menunduk, menatap Baekhyun intens.
"Aku… maafkan aku Baekhyun" kata Chanyeol. Baekhyun mengerutkan keningnya, bingung dengan maksud perkataan sang kapten. Chanyeol kemudian melepaskan genggamannya dari tangan Baekhyun, menarik nafas dan mencoba kembali mengontrol dirinya sendiri. "Maafkan aku Baekhyun. Saat acara makan malam dirumah Kyungsoo, aku tidak bermaksud menyinggungmu. Sungguh…"
Baekhyun mengerjapkan matanya kemudian ia mengeluarkan senyum ramahnya. "Hei… kenapa kau minta maaf? Tak ada yang perlu di maafkan, Kak. Lagi pula memang salahku juga, bukannya istirahat dirumah, aku malah memaksakan diri keluar. Lupakan sajalah, aku saja sudah lupa. Oh ya! Jangan lupa berikan paper bag itu pada Kak Sehun" Baekhyun kemudian menepuk-nepuk lengan Chanyeol pelan dan kembali berjalan keluar, meninggalkan Chanyeol yang hanya bisa diam menatap punggung Baekhyun yang menjauh.
'Aku belum selesai bicara, Baek…'
CBCBCBCBCB
Latihan intensif hari pertama sudah dimulai. Hari itu pelatih Lee hanya memberikan strategi permainan jadi seluruh anggota team tak perlu repot-repot berganti baju. Mereka berkumpul di ruang rapat atau kalau Jongin bilang adalah ruang santai karena suasananya seperti di dalam kamarnya sendiri, nyaman dengan sofa yang lumayan empuk juga. Chanyeol tengah berkonsentrasi pada penuturan pelatih Lee, sesekali ia bertanya kalau ia belum mengerti. Anggota team yang lain juga begitu, mereka ikut aktif dalam diskusi kali ini karena strategi permainan adalah hal terpenting bagi mereka.
"Aku sudah lama tidak melihat gaya bermain RM Sport School, mereka rival paling kuat menurutku" ujar Chanyeol. Jongin kemudin mengangguk setuju.
"Kudengar RM Sport School kedatangan murid baru dari Canada, entah siapa yang pasti katanya lagi, permainannya sangat bagus" ujar Jongin sambil membuka bungkus lollipop dan kemudian memasukannya kedalam mulut. Si manja Jongin, apa yang baru.
Sehun mengangkat alisnya kemudian menyeringai, "Halah, siapa yang butuh pemain dari Canada kalau kita punya Chanyeol dan Taehyung dalam team?" ujar Sehun dan dihadiahi tatapan membunuh dari pelatih Lee.
"Oh Sehun, ini bukan soal kita punya Chanyeol atau Taehyun, tapi bagaimana caranya kita sampai ke final dan menang! Kuharap kau, Jongin dan Chanyeol bisa mempersembahkan tropi untuk sekolah di tahun akhir kalian disini." Ujar pelatih Lee tegas.
Jongin mendengus, "Aku akan mencoba sekuat tenaga, tenang sajalah!"
"Baik! Kuharap kau membuktikan perkataanmu Jongin. Hari ini kita sampai disini dulu, besok latihan pada permainan." Sang pelatih pun berdiri, diikuti yang lainnya, kecuali Chanyeol dan Sehun yang masih duduk di sofa. Jongin harus buru-buru keluar karena ia ada janji dengan Kyungsoo.
Baru akan berdiri, Chanyeol kemudian teringat sesuatu. Ia pun segera berjalan kearah meja yang ada di sudut ruangan dan membawa paper bag titipan Baekhyun pada Sehun yang sedang sibuk dengan handphonenya.
"Hei. Ada titipan untukmu"
Sehun menoleh kearah Chanyeol dan segera menerima paper bag yang di berikan sang kapten basket.
"Dari siapa?" tanya Sehun sambil melihat isi paper bag itu. Senyum kemudian hadir di wajah Sehun. Chanyeol rasa Sehun sudah tahu siapa yang memberinya paper bag itu.
"Apa isinya?" tanya Chanyeol penasaran.
Sehun menggeleng pelan kemudian menaruh paper bag itu di sampingnya, "Jaketku" jawab Sehun singkat kemudian mengetik sesuatu di handphonenya. Chanyeol mengangkat alisnya kemudian tergelitik menanyakan hubungan Sehun dan Baekhyun.
"Baekhyun memberikannya saat seleksi murid kelas 1 selesai" jelas Chanyeol.
"Begitukah?" Sehun terkekeh. "Kenapa Baekhyun harus repot-repot mengembalikannya sih, padahal aku ingin dia menyimpan jaket itu" gumam Sehun tapi Chanyeol mendengarnya.
"Memang… sudah sejauh apa hubunganmu dengan Baekhyun?" tanya Chanyeol. Sehun melebarkan matanya kemudian tertawa pelan.
"Tumben sekali kau menanyakan hal seperti itu padaku" ujar Sehun.
"Aku hanya ingin tahu saja"
Sehun menganggukkan kepalanya kemudian merubah posisi duduknya jadi menghadap Chanyeol. Chanyeol sendiri mulai merasa gugup dengan apa yang akan dikatan Sehun.
"Gadis itu adalah gadis paling luar biasa yang pernah aku temui, Chanyeol. Pernah tidak kau merasakan suatu keinginan untuk melindungi dan memiliki seseorang yang begitu kuat?" tanya Sehun sambil tersenyum.
Chanyeol tak menjawab, karena tentu saja ia tahu rasanya. Sangat tahu.
"Begitulah perasaanku setiap aku melihat Baekhyun. Tinggal menunggu waktu yang tepat sampai aku bisa menyatakan perasaanku padanya" lanjut Sehun.
"Kapan menurutmu waktu yang tepat itu, Sehun?" tanya Chanyeol sebelum ada yang bisa menghentikannya.
Sehun berdiri, mengambil tas dan paper bag dari Baekhyun, ia pun menatap Chanyeol senang. "Kau lihat saja nanti, kau akan tahu sendiri" dan dengan itu ia pun melangkah pergi meninggalkan Chanyeol yang shock.
CBCBCBCBCB
Pertandingan diadakan di SM Art&Sport Highschool. Hal itu membuat seluruh anggota team sedikit senang karena bermain di kandang sendiri berarti akan lebih banyak yang mendukung. Chanyeol beserta yang lain sedang berada di ruang ganti, sebagian melakukan pemanasan, sebagian lain berdoa dan ada si trouble maker Joohyuk dan Taehyung yang sibuk memakan pisang untuk penambah tenaga.
"Ya! Ya! Ya!" suara pelatih Lee memecah kesibukkan yang terjadi di ruang ganti. "Semangat untuk pertandingan pertama hari ini! Konsentrasi!" ujarnya dengan nada memberi semangat.
Gedung olahraga yang jauh lebih besar dari gedung tempat team basket latihan sudah dipenuhi penonton baik dari SM Art&Sport Highschool dan dari team lawan yang kali ini dari YG Sport School. Chanyeol melihat kearah kursi penonton dan terlihat Baekhyun dengan Kyungsoo sedang mencari tempat duduk yang pas untuk menonton pertandingan. Hati Chanyeol berdebar, senyum kecil menghiasi wajahnya. Dengan kehadiran Baekhyun ia merasa bersemangat, gadis itu membakar gairah Chanyeol untuk memenangkan pertandingan.
'Tunggu aku di final, Baek. Tunggu aku lima hari lagi dan aku akan memberi tahumu rahasiaku' begitulah tekad Chanyeol. Ia ingin mengungkapkan perasaannya pada Baekhyun di final nanti, maka dari itu ia sangatlah bersemangat memenangkan pertandingan.
Peluit panjang tanda permainan dimulai sudah terdengar, sorak sorai pendukung mulai memeriahkan suasana. Joohyuk sukses merebut bola pertama, terimakasih pada postur badannya yang tinggi. Chanyeol memfokuskan dirinya untuk menerima bola dari Joohyuk kemudian mengopernya ke Jongin, dan Jongin ternyata memiliki sedikit masalah dengan pemain lawan dengan rambut merah, kemudian mengoper lagi kearah Chanyeol dan sang kapten pun mendribble bola kearah ring lawan dan shoot~. Three point untuk SM Highschool. Sorak sorai dari penonton terdengar kemudian ada yang menyahut "KIM JONGIN KAU SEBAIKNYA BERMAIN DENGAN BENAR!" , "PARK CHANYEOL! OH SEHUN! PARK CHANYEOL!" yang mengomeli Jongin sudah dipastikan adalah Kyungsoo, pikir Chanyeol.
Permainan semakin panas dibabak kedua, kerjasama antara Sehun dan Chanyeol terlihat mengagumkan. Taehyung dan Joohyuk juga bermain dengan baik. Jongin agak sedikit kewalahan karena pria berambut merah itu selalu menjaganya. Murid kelas 1 yang lolos seleksi bermain dengan tenang untuk pertandingan pertama mereka, Chanyeol mengacungkan jempol untuk itu.
30 detik lagi sampai waktu selesai.
Sehun sedang mendribble bola dan shoot! Three point lagi untuk SM Highschool penambah skor kemenangan bagi mereka dan tidak beberapa lama peluit panjang tanda pertandingan selesai pun berbunyi. Chanyeol dan anggota teamnya kemudian berpelukan. Para pendukung mereka juga ikut berpelukan satu sama lain. Euphoria pertandingan olahraga memang selalu ramai. Baekhyun dan Kyungsoo jadi ikut tersenyum lebar dan ikut berpelukan.
Chanyeol melirik kearah Baekhyun yang kebetulan sedang memandang kearahnya. Ia kemudian tersenyum dan dibalas senyuman juga dari Chanyeol dan ia pun kembali sibuk dengan teamnya.
Gedung olahraga sudah sepi, tinggal ada Kyungsoo dan Jongin serta nyamuk kebanggaan mereka Chanyeol.
"Kyung, mana temanmu?" tanya Jongin. Chanyeol tahu yang dimaksud Jongin adalah Baekhyun karena sejak tadi ia juga mencari gadis itu.
"Tadi Sehun menghampirinya kemudian mengajaknya pergi, entah kemana" jawab Kyungsoo kemudian ia mengangkat bahunya.
Chanyeol memutar bola matanya, lagi-lagi dia keduluan Sehun.
CBCBCBCBCB
Pertandingan final pun tiba. Kali ini diadakan sore hari. Benar saja prediksi mereka, ternyata RM Sport School menjadi rival SM Highschool di final kali ini. Chanyeol sedikit gugup mengingat sudah lama ia tak melihat gaya bermain RM Sport School tapi ia mencoba menyembunyikannya dan memberi semangat pada anggota team lainnya. Ia juga masih ingat dengan tekadnya hari ini.
Ia akan mengungkapkan perasaannya pada Baekhyun.
Chanyeol tersenyum, ia tak mau di dahului orang lain lagi. Kali ini ia harus berani. Nanti malam juga akan ada pesta di sebuah café untuk merayakan team basket yang masuk final, jika menang Jongin sudah janji akan mentraktir mereka. Ya, walaupun Chanyeol sudah tahu, walaupun tidak menang, Jongin akan tetap mentraktir mereka.
Ketika Chanyeol memasuki lapangan, hal pertama yang ia cari adalah Baekhyun. Gadis itu sudah duduk di antara penonton lain, dengan Kyungsoo disebelahnya. Ia sangat cantik hari itu, ia hadir bagai mentari dengan cardigan warna kuning lembutnya. Chanyeol kembali dibakar semangat, semangat untuk menang dan semangat untuk segera mengakhiri pertandingan agar ia bisa bicara dengan Baekhyun.
Peluit panjang tanda pertandingan dimulai terdengar. Kali ini Joohyuk tidak seberuntung pertandingan sebelumnya. Bola pertama berhasil direbut oleh yang disebut-sebut orang Canada itu. Namanya Henry. Permainan mereka boleh dibilang sangat rapi dan bagus, bahkan pelatih Lee mengakuinya.
Di babak kedua, RM Sport School berhasil mengungguli skor. Hal itu membuat Chanyeol sedikit marah pada dirinya sendiri.
"YA! FOKUS!" teriak Chanyeol. Sehun juga tampaknya mulai terbakar, permainannya mulai garang. Pemain lawan juga tak mau kalah dan mulai bermain kotor. Chanyeol mengernyit menyaksikannya. 'Apa-apaan!' ia pun segera berlari dan mencoba merebut bola. Diikuti oleh Sehun.
Terdengar pelatih Lee berteriak dari pinggir lapangan. "Chanyeol! Sehun! Mainkan kerjasama kalian!" mendengar itu seluruh anggota team mulai meng-assist Chanyeol dan Sehun agar mereka bisa mencetak skor. Benar saja, duet antara Chanyeol dan Sehun berhasil menyamakan kedudukan. Terlihat pemain RM Sport School mulai kelabakan dan hilang konsentrasi. Hal yang bagus bagi team SM Highschool untuk memasukkan bola kedalam ring.
Chanyeol melirik waktu yang tersisa, hanya tinggal 1 menit. Gerakkannya terbatas kali ini karena pemain lawan mulai menghalanginya. Dilihat Sehun juga sedikit kewalahan. 45 detik lagi. Jongin membawa bola, diikuti dengan Taehyung. Jongin mengoper bola pada Taehyung dan dilihatnya ada kesempatan untuk Taehyung memasukkan bola kedalam ring.
"SHOOT! TAEHYUNG!" teriak Chanyeol dan dengan konsentrasi penuh Taehyung mengarahkan bola kedalam ring dan beruntungnya masuk. Taehyung berhasil memasukkan bola dengan sisa waktu tinggal 5 detik. Tak ada kesempatan lagi bagi team lawan untuk menyerang.
Peluit panjang pun terdengar.
Team basket SM Art&Sport Highschool memenangkan pertandingan.
Taehyung menjadi MVP karena berkatnya team basket sekolah jadi menang.
Di ruang ganti euphoria kemenangan masih terasa. Jongin tak henti-hentinya berceloteh tentang team lawan. Si bodoh.
"Malam ini jam 8 akan ku traktir kalian! Sebaiknya datang jika tak mau rugi! Aku akan membawa Kyungsoo, terserah kalian jika ingin membawa teman wanita masing-masing" Jongin terkekeh. Dalam team, hanya Chanyeol, Sehun dan Taehyung yang belum punya kekasih. Tentu saja bagi Chanyeol ia hanya ingin satu wanita itu, dan ia jadi ingat rencananya setelah pertandingan. Ia pun buru-buru mandi sebelum yang lainnya dan bergegas mencari Baekhyun.
Chanyeol menemukan Baekhyun yang sedang duduk di kursi pemain di pinggir lapangan basket tempat pertandingan tadi. Chanyeol mengerutkan keningnya, bertanya-tanya apa yang dilakukan Baekhyun, apa dia sedang menunggu orang?
Chanyeol kemudian menghampiri Baekhyun dan duduk disampingnya, "Sedang menungggu orang?" tanya Chanyeol.
Baekhyun menengok kearah Chanyeol kemudian mengangguk. "Ya…" jawabnya.
Hening….
Chanyeol sedang berpikir keras bagaimana ia harus mengungkapkan perasaannya pada Baekhyun. Ia pun berdiri didepan Baekhyun yang sedang duduk kemudian berlutut didepannya. Baekhyun terlihat kaget dengan perilaku Chanyeol yang tiba-tiba dan tak bisa berkata apa-apa. Chanyeol pun meraih tangan Baekhyun dan menggenggamnya erat sambil menatap gadis didepannya.
Chanyeol memperhatikan mata indah milik Baekhyun. Di dalamnya sarat akan kelembutan hati dan tak ada yang bisa memungkiri kalau Baekhyun adalah gadis polos. Ia lihat pipi Baekhyun yang tembem dihiasi rona merah alami, menggemaskan sekali bagi Chanyeol. Kemudian Chanyeol memegang rambut Baekhyun yang benar-benar hanya bisa diam, dan ia menyelipkan rambut kecoklatan itu ke telinga sang ballerina.
"Baek…" bisik Chanyeol sambil menatap Baekhyun. Baekhyun tidak menjawabnya, hanya mengangguk.
"A-aku ingin memberi tahumu sesuatu, jadi kumohon kau dengarkan aku" kata Chanyeol serius.
"Baekhyun, aku—" baru saja Chanyeol ingin mengungkapkan kata penting itu pada Baekhyun, tapi gadis didepannya itu memandang kearah lain, tepatnya pada seseorang dibelakang Chanyeol. Chanyeol memejamkan matanya kemudian melepas tangan Baekhyun dan berdiri. Ia menoleh kebelakang dan dilihatnya Sehun sedang berjalan kearah mereka.
Dia lagi.
"Baekhyun, maaf kau harus menunggu lama" ujar Sehun ia pun berdiri disamping Baekhyun dan memperhatikan Chanyeol. "Hey, Chan! Nanti malam kau datang kan?" tanya Sehun.
Chanyeol mengangguk kemudian matanya melirik Baekhyun yang sepertinya masih shock.
Sehun tersenyum dan menganggukkan kepalanya, "Kalau begitu, aku mengantar Baekhyun pulang dulu. Sampai ketemu nanti!" . Sehun pun menggendong tasnya kemudian mengambil tas jinjing yang dipegang Baekhyun untuk ia bawa. Mereka pun berjalan beriringan menuju pintu keluar. Baekhyun pergi bersama hati Chanyeol yang kalang kabut, ia belum selesai bicara, dan Baekhyun sudah pergi lagi.
Di acara pesta di sebuah café kecil dekat sekolah, Chanyeol tampak kurang menikmatinya. Ia hanya senyum seadanya dan bicara seperlunya sambil meminum Americano yang ia pesan. Sehun juga tak terlihat, menurut Jongin ia akan datang terlambat.
Chanyeol masih kepikiran dengan usahanya untuk mengungkapkan perasaan kepada Baekhyun harus gagal. Ia merutuki dirinya sendiri, kenapa ia tak mengajak Baekhyun ketempat lain jadi ia tak perlu diganggu oleh orang lain. Bodoh dan gegabah. Begitulah pikir Chanyeol untuk dirinya sendiri.
"Dimana Kak Sehun? Sudah jam segini belum datang juga, apa dia tidak akan datang?" tanya Taehyung.
Jongin mengangkat bahunya, "Entahlah, biarkan saja si Sehun memang aneh"
Chanyeol hanya diam, lalu sebersit pencerahan datang padanya. "Jongin, sepertinya aku harus pergi, ada urusan yang harus kuselesaikan"
Jongin melebarkan matanya, "Apa-apaan kau ini Chanyeol! Makanannya baru saja datang!" omel Jongin tapi Chanyeol tak peduli. Sampai di parkiran ia segera memakai helmnya dan naik keatas motornya tersayang. Ia kemudian melaju kejalanan, kearah rumah Baekhyun, karena ia harus mengungkapkan perasaannya malam itu juga.
Dengan kecepatan penuh Chanyeol lagi-lagi memasuki perumahan tempat Baekhyun tinggal dan… lagi-lagi melihat mobil Sehun terparkir didepannya. Kesialan macam apa lagi kali ini bagi Chanyeol. Ia pun menepi ketempat saat pertama ia melihat Sehun mengantarkan Baekhyun, kemudian ia mematikan mesin motornya dan kali ini ia turun dari motor.
Baekhyun dan Sehun baru keluar dari pagar rumah Baekhyun. Chanyeol melihat mereka sedang berbicara dan kemudian Sehun meraih tangan Baekhyun dan membawa tubuh gadis itu kedalam pelukannya. Melihat itu Chanyeol pun membuka helm yang masih ia pakai. Sehun menciumi puncak kepala Baekhyun yang menenggelamkan kepalanya di dada Sehun. Chanyeol tak percaya dengan apa yang dilihatnya saat ini saat Sehun menjauhkan tubuhnya kemudian menangkup wajah Baekhyun dan perlahan menempelkan bibirnya di bibir Baekhyun.
Chanyeol bisa merasakan sekujur tubuhnya yang bergetar. Baekhyun memegang t-shirt yang dipakai Sehun dan kalau Chanyeol tidak salah lihat,membalas ciuman Sehun.
Astaga…
Chanyeol masih menolak semua pikiran-pikiran tentang hubungan Baekhyun dan Sehun. Ia hanya ingin tahu dari mulut Baekhyun sendiri. Sungguh, perasaan tidak menyenangkan yang saat ini dirasakan Chanyeol bisa kapan saja membunuhnya, tapi ia tetap tegar, ia harus bertanya langsung pada Baekhyun tentang kecurigaannya.
Baekhyun melepaskan tautan bibirnya dari Sehun dan Chanyeol melihat Sehun mencium kening Baekhyun, memeluknya sekali lagi dan akhirnya melepaskan Baekhyun. Baekhyun melambaikan tangannya saat Sehun sudah masuk ke dalam mobil miliknya dan dengan itu Sehun pun pergi.
Sang ballerina masih berdiri di depan pagar rumahnya, Chanyeol pun berjalan menghampiri gadis mungil yang sedang memegangi bibirnya itu.
"Hei" sapa Chanyeol. Baekhyun terkesiap, kaget mendapati Chanyeol yang saat ini berdiri didepannya.
"Kakak—" sebelum Baekhyun sempat berkata apa-apa Chanyeol segera memotongnya.
"A-apa, apa kau, kau dan Sehun… maksudku, apa kau dan Sehun, berpacaran?" tanya Chanyeol langsung ke intinya. Pria itu ingin mengetahui jawabannya sekarang juga, tapi Baekhyun tidak kunjung menjawab. Gadis itu terlihat serba salah. "Jawab aku, Baekhyun" kata Chanyeol nada suaranya mulai berbahaya.
Baekhyun membuka mulutnya dan menutupnya lagi, gugup tapi akhirnya ia menjawab.
"Iya, sejak hari pertama pertandingan dan kalian menang, saat itu Kak Sehun mengungkapkan perasaannya padaku dan yeah…"
"Aku dengannya sudah resmi berpacaran" tutup Baekhyun.
-TBC-
Woah, sebelumnya mau ngucapin makasih buat yang sudah Review, Follow dan Favorite cerita ini.
Reviewnya ngegemesin banget, maaf yaaa baru update karena aku sebelumnya ada tes masuk perguruan tinggi, hehe
Review dengan kata-kata sopan sangat dihargai
Terimakasih sudah baca
*kabur*
