Ohaiyou… SeiZanRizNny kembali lagi. Gomen banget yah kalo updetnya lama, soalnya gue lagi nyari2 sekolah. Key… langsung aja yah ceritanya! ^_^

Desclimer : Naruto pastinya punya gue! (di tending ampe ke bintang ama Om Masashi Kishimoto).

Summery : Apa jadinya jika tiba2 Naruto yang cerewet dengan suaranya yang cempreng menjadi pendiam? Apa dia lagi sakit ato ada yang di sembunyikan?

Selama beberapa jam pelajaran berlangsung, Naruto terus diam. Tapi tak ada yang menyadati semua itu sama sekali, kecuali Sakura. Sampai tiba2 ada juga satu orang yang ternyata menyadarinya juga.

"Oi, Sakura! Loe nyadar gak dari tadi Naruto tuh aneh?" Tanya seorang cowo dengan rambut seperti pantat ayam yang tak lain dan tak bukan dan tak salah lagi adalah Sasuke dengan berbisik.

"Jadi loe nyadar juga?" kata Sakura dengan berteriak. Tanpa di komando lagi, semua anak langsung nengok ke arah Sakura.

"Ada apa Sakura? Apa ada masalah?" Tanya Kakashi-sensei yang lagi ngajar di kelas itu.

"Gak ada apa2 kok! Hehe…gomen…" kata Sakura sambil nyengir gaje.

"Gara2 loe…" kata Sakura dengan mengirim death glare ke Sasuke.

"Kok gara2 gue? Salah loe sendiri, kenapa pake teriak segala?" kata Sasuke dengan pelan.

"Ya udah, gak usah dibahas! Tadi loe nanya itu anak kan?" kata Sakura pelan sambil ngelirik Naruto yang lagi nulis dengan anteng.

"Oh iya! Gue dari tadi tuh bla bla bla bla bla bla bla bla tapi malah bla bla bla bla bla bla." Kata Sasuke P x L x T.

"Iya! Dari tadi juga pas di mobil dia tuh bla bla bla bla bla bla." Kata Sakura juga dengan P x L x T. merasa di omongin, Naruto akhirnya pindah tempat duduk. Sasuke dan Sakura langsung menghentikan pembicaraan mereka dan melihat ke arah Naruto yang pergi ke bangku Hinata di depan.

"Tuh kan… dia aneh banget." Kata Sasuke.

"He-eh. Oh iya! Gimana kalo kita kerjain dia?" kata Sakura dengan api membara di sekelilingnya.

"Wuez… gak segitunya kali. Tapi, kita perlu bantuan teman2!" kata Sasuke dengan muka licik Orochimaru. Sementara Sasuke dan Sakura lagi merencanakan sesuatu, kita lihat gimana keadaan Naruto dan Hinata di depan.

Krik… Krik… Krik… Siiiiiiiiiinnnnggggggg…

Kayaknya disini benar2 gak ada yang ngomong sama sekali deh. -,-' ckckck…

"Hinata, loe udah selese nyatet belum?" kata Naruto dengan suara bassnya.

Deg!

"Su-suara Naruto kok jadi…" batin Hinata.

"Oi, Hinata!" kata Naruto.

"Ah, u-udah kok… ta-tapi… suara loe…" belum selesai Hinata ngomong, mulutnya langsung di tutup dengan tangan Naruto.

"Plisss… jangan kasih tau siapa2!" kata Naruto tanpa ngelepas tangannya. Hinata hanya mengangguk pelan.

"Thanks." kata Naturo sambil tersenyum dan melepaskan tangannya. Saat itu juga muka Hinata menjadi stroberi busuk.

Saat jam istirahat, Sakura dan Sasuke menceritakan rencana mereka kepada Ino, Kiba, Gaara, Sai, Tenten, Shikamaru, dan Hinata. Sebenarnya dari tadi Hinata mau bilang tentang suara Naruto yang ngebass, tapi dia membatalkannya karena ingat kata2 Naruto yang memintanya agar tidak memberi tahu pada siapapun. Dan hasilnya rencan mereka yang pertama agar Naruto berbicara adalah…

"Woi! Mana tong sampahnya?" Tanya Sakura.

"Ini… udah gue kasih sampah yang bener2 bau!" kata Kiba.

"Tunggu, gue mau keluar dulu. Jangan taro tong sampahnya sebelum gue keluar!" kata Gaara sambil keluar kelas. Saat Gaara sudah keluar, Sakura menempatkan tong sampah itu di atas pintu yang sudah agak tertutup.

"Dia datang!" teriak Sai. Tanpa di komando, semua anak langsung ke tempat duduk masing2.

KREEEEEEK… pintu mulai terbuka. Semua anak mulai deg2an.

1…

2…

3… hitung anak2 dalam hati.

DHUAK!

Semua anak diam. Ternyata yang kena tong sampah tadi bukan Naruto, tapi yang kena adalah seseorang dengan rambut merah yang tak lain dan tak bukan dan tak salah lagi adalah Gaara. Dan ternyata Naruto berada di belakang Gaara.

"Hmph…" anak2 berusaha untuk tidak tertawa.

"Kenapa gue yang kena?" kata Gaara dengan muka sweatdrop.

"Huahahahahahaha…" beberapa dari anak2 udah gak tahan ketawa lagi. Bahkan Naruto mukanya ampe semerah stroberi busuk gara2 nahan ketawa.

"Ini sampah apaan sih? Kok bau banget?" kata Gaara sambil nyium2 badannya.

Siiiii…nngg…krik…krik…krik… gak ada yang berani jawab karena takut. Naruto masih diam mematung di belakang Gaara juga masih dengan muka memerah dengan tangan yang menutup mulutnya. Gaara berjalan kea rah tempat duduknya dengan tatapan death glare kea rah anak2. Tanpa piker panjang anak2 langsung pura2 gak liat Gaara.

"Sakura, kita ke rencana B!" kata Sasuke sambil mengeluarkan permen karet. Setelah itu Sasuke mengunyahnya dengan cepat. Setelah beberapa lama, Sasuke mengeluarkan permen karet tadi dan menaruhnya di kursi Naruto. Saat Naruto datang, Sasuke dan Sakura kembali ke aktivitasnya masing2. Tapi baru aja Naruto mau duduk, tiba2 Kiba datang dengan bershunpou ria ke arah Naruto.

"Gue duduk ama Sasuke yah, pliss…" pinta Kiba dengan muka seputih Akkamaru. Tanpa pikir panjang Naruto menuruti permintaan Kiba. Reflek Sasuke dan Sakura langsung menengok ke arah bangku Naruto. Secepat mungkin Sasuke menendang bangku Naruto yang akan di dududki oleh Kiba.

GUBRAK!

Semua anak menengok ke arah Sasuke, Sasuke nyengir gaje dan Sakura menutup matanya.

"Aduuuuuhhh…" kata Kiba sambil megang badannya yang kesakitan.

"So-sori Kiba… abis bangkunya ada permen karet." Kata Sasuke sambil nyengir gaje.

"Hahahahahahaha…" beberapa anak tertawa. Muka Kiba yang tadinya seputih Akkamaru berubah menjadi semerah stroberi busuk.

"Kayaknya hari ini gagal total deh. Huft…" kata Sakura dalam hati.

Beberapa hari kemudian, saat Sakura ingin ke rumah Ino tanpa sengaja Sakura mendengarkan pembicaraan para emak2 rumpi tentang Naruto. Karena keingintahuan Sakura yang besar, Sakura langsung menghentikan langkahnya.

"Kushina, Naruto suaranya ngebass ya?" kata Kurenai.

"I-iya…udah dari beberapa hari yang lalu sih…" kata Kushina.

"Oh, pantesan waktu itu aku telepon ke Kushina, aku kira yang ngangkat Minato soalnya suaranya ngebass gitu. Tapi katanya itu Naruto." Kata Anko P x L x T.

"Wuah…Naruto udah puber ya?" kata Shizune.

"Ahahaha…i-iya. Kayaknya sih begitu." Kata Kushina.

"Oh…jadi karena itu Naruto diem terus!" kata Sakura dengan agak berteriak. Semua emak2 yang ada disitu diam. Tsunade hanya menatap tajam ke arah Sakura. Tatapan matanya bilang ngapain-kamu-disini?.

"E-ehehehe…Sa-sakura…pergi dulu yah…dadah…" kata Sakura sambil nyengir gaje dan langsung bershonpou ria ke arah rumah Ino.

"Anakmu aneh!" kata Anko tanpa merasa berdosa (padahal dosamu numpuk).

"Ya…dia emang aneh." Kata Tsunade.

"Harus…harus…harus gue kasih tau ke Ino! Hiahahahaha… akhirnya gue tau alesan kenapa Naruto diam terus." Kata Sakura dalam hati.

"Sakura! Kenapa lari2?" kata Ino.

"Ino! Akhirnya gue tau kenapa selama ini Naruto jadi perdiem! Ahahahahaha…" kata Sakura dengan agak berteriak dan dengan tawa ala Hiruma.

"Emang dia kenapa?" kata Ino dengan agak berteriak.

"Dia itu sebenarnya bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla…" kata Sakura P x L x T.

Malam tlah tiba, lagi2 anak2 bermain di lapangan. Tapi permainan belum dimulai karena Sasuke belum datang.

"Sakura, cob aloe ke rumah kak Deidara! Kali aja Sasuke ke situ sama kak Itachi." Kata Sai.

"Ye…gue kesana." Kata Sakura sambil berjalan ke arah rumah Deidara. Saat sampai di rumah Deidara, Sakura gak ngeliat motor yang sering di pake Sasuke. 'Pasti belum dateng, tapi tanya dulu deh.' Kata Sakura dalam hati.

"Kak Deidara, ada kak Itachi gak?" kata Sakura.

"Kayaknya Itachi belum dateng deh. Ya kan Dei?" kata Hidan.

"Hm…" kata Deidara.

"Ya udah…makasih ya…" kata Sakura sambil pergi keluar. Tapi tiba2 aja ada sebuah motor yang ngebut dan tepat berhenti di depan Sakura. Dan dia adalah orang dengan rambut panjang dan dikuncir yang tak lain dan tak bukan tak salah lagi adalah Itachi bersama adiknya Sasuke.

"Udah pada nungguin gue yah?" kata Sasuke.

"Ya udah, langsung ke lapangan aja!" kata Sakura sambil jalan ke arah lapangan yang diikuti Sasuke di belakangnya.

"Tuh dia Sasuke!" kata Ino dan berteriak. Semua anak langsung nengok ke Sasuke dan Sakura yang baru dateng.

"Sas, kita maen bola!" kata Gaara sambil ngasih bola ke Sasuke. Tiba2 aja tercium bau yang gak sedap dicium kayak bau sampah.

"Iiiiiih…Gaara bau sampah!" teriak Sasuke dan Sakura bersamaan.

"Oh, ini bau sampah yang waktu itu. Baunya gak ilang2 ampe 3 hari 3 malem." Kata Gaara. Sasuke dan Sakura langsung sweatdrop.

"Ya udah…langsung maen bola aja!" kata Shikamaru.

"Tunggu! Kalo pada maen bola, yang cewe pada ngapain?" kata Ino.

"Meneketehe? Dukung kita aja!" kata Kiba. Akhirnya anak2 cowo pada maen bola, sedangkan anak2 cewe cuma ngeliatin yang pada maen bola. Benar2 hal yang ngeBTin.

"Neji mana ya?" kata Hinata sambil celingak-celinguk.

"Bukannya lagi maen sepeda sama Konohamaru?" kata Tenten.

"Arrrrgggghhhhh…gue pulang aja deh!" kata Sakura sambil beranjak pergi.

"Ah, Sakura awas ada e2 kebo!" kata Tenten berusaha untuk mengingatkan. Sakura langsung menghentikan langkahnya, hingga ia hanya berdiri dengan 1 kaki. 'Fiuh…untung belom keinjek.' Kata Sakura dalam hati. Saat Sakura ingin menghindar, tiba2 aja Neji dan Konohamaru datang dengan mengendarai sepeda sambil ngebut. Sakura yang kaget karena kadatangan mereka, hamper aja jatuh. 'Hah…hah…hah…nyaris…' kata Sakura dalam hati. Tapi saat Sakura berdiri, tiba2 (kayaknya dari tadi tiba2 melulu) sebuah bola datang ke arah Sakura.

"Sakura, awas ada bola!" teriak Shikamaru.

DHUAK!

Ternyata Shikamaru terlambat memperingati. Bola itu dengan sukses jatuh di muka Sakura, sehingga membuat Sakura jatuh dan terkena e2 kebo yang dari tadi di hindarinya.

"Huahahahahahahahaha…" semua anak langsung ketawa. Tapi Naruto berusaha untuk tidak tertawa. Sakura langsung sweatdrop dan mukanya berubah menjadi semerah stroberi busuk.

"Hmph…" Naruto berusaha untuk tidak tertawa, tapi dia gak tahan lagi.

"Huahahahahahahahaha…" akhirnya tawa Naruto keluar. Semua anak langsung berhenti tertawa saat mendengar suara Naruto. Naruto yang tadinya tertawa jadi ikut diam.

"Naruto…suara loe ngebass?" kata Sai. Naruto yang mendengar itu langsung menutup mulutnya dan menggelengkan kepalanya.

"Udah, gak usah boong! Kita semua udah denger." Kata Kiba.

"Gak apa2 kok, gak usah malu2. kita juga kayak gitu waktu pertama kali." Kata Shikamaru.

"Tapi…jangan ketawa yah…" akhirnya Naruto ngomong.

"Yaelah…siapa juga yang mau ngetawain suara loe? Kita ketawa kalo ada yang pantes buat di ketawain." Kata Gaara.

"Akhirnya…Naruto sama kayak kita, sama2 punya suara yang ngebass." Kata Sasuke sambil nyengir.

"Pokoknya, mulai sekarang loe jangan diem terus!" kata Ino.

"Ya! Kalo loe diem, semuanya jadi gak seru!" kata Tenten.

"Ok! Gue gak akan diem lagi." Kata Naruto.

"Ja-janji?" kata Hinata.

"Yup!" kata Naruto sambil nyengir.

"Itu baru Naruto yang gue kenal." Kata Sakura. Dan semenjak saat itu, Naruto kembali seperti biasa lagi. Kambali menjadi Naruto yang cerewet tapi dengan suaranya yang ngebass.

_ The End _

Author : Akhirnya selese juga, gomen yah kalo gaje. Soalnya gue bener2 buru2 banget ngerjainnya.

Gaara : Woi! Kenapa gue mesti bau sampah?

Kiba : Kenapa gue kudu jatoh?

Sakura : Kenapa gue kena e2?

Author : Weits. Ntar aja yah protesnya! Gue mau lanjutin fic Sai or Sasuke dulu. Sakura, Sai, Sasuke, Kakashi, Itachi, Ino, ayo langsung kerjain ficnya! Deadline nih!

Sakura, Sai, Sasuke, Kakashi, Itachi, Ino : Yoyoi…

Gaara : Lah? Terus ini gimana? Ya udah pokoknya gomen banget kalo gaje. Jadi, review yah…