Dibuang, ditelantarkan, hingga dijadikan sebagai bahan eksperimen untuk adiknya sendiri...,... yap,... itulah dia,... Uzumaki Naruto,... sang anak buangan dari salah satu keluarga bangsawan terbesar di kerajaan ini, dan satu-satunya Manusia yang berhasil mendapat julukan sebagai...,... 'The Big Zero'!

.

.

.

.

.

.

DISCLAIMER

Naruto dan semua karakter [selain Ooc] bukanlah kepunyaan saya

.

WARNING

Gaje! Ooc, dan sebagainya.

.

Chap 2. ~Senju Sairaorg~

.

Di dunia ini terdapat lima Negara dan lima kerajaan utama yang tersebar di berbagai belahan benua Elemental. Di sebelah selatan terdapat kerajaan [Mizu] sebagai ibu kota dari negara air, di sebelah utara terdapat kerajaan [kiri] sebagai ibu kota negara petir, di sebelah barat terdapat kerajaan [Iwa] sebagai ibu kota dari Negara tanah, di sebelah timur terdapat kerajaan [Konoha] sebagai ibu kota dari Negara api, dan tepat di tengah-tengah ke empat negara dan kerajaan tersebut, terdapat kerajaan [Suna] sebagi ibu kota negara pasir. Dan untuk kali ini, kita akan membahas salah satu dari kerajaan besar tersebut...

[Konoha]..,... meruapakan salah satu dari lima kerajaan terbesar yang ada di benua Elemental.. terletak di tengah Negara api sekaligus berperan sebagai ibu kota Negara dan penunjang bagi kestabilitan militer, ekonomi, maupun politik negara api.

Selain itu, Konoha juga di kenal sebagai kerajaan terkuat dari ke empat kerajaan lainnya. hal itu dikarenakan banyaknya Wizard dan Knight berbakat yang mampu mencetak sejarah, lahir dari kerajaan tersebut. Terlebih lagi, melihat siapa pendiri kerajaan yang merupakan dua sosok Wizard-Knight yang disebut sebagai manusia terkuat sepanjang masa, sudah pasti akan sangat mengangkat nama dari kerajaan Konoha ini.

Berbicara soal Wizard-Knight, itu adalah sebutan bagi manusia yang mampu menggunakan dua tipe serangan seperti Magic dan tehknik berpedang secara bersamaan.

mengingat seluruh Manusia di dunia ini memiliki unsur kehidupan yang dinamakan [Mana], otomatis mereka semua dapat menggunakan sihir atau beberapa keajaiban lainnya.

Mana..,...,.. adalah sebuah energi spiritual yang dimiliki oleh semua makhluk yang ada di dunia ini. Perlu diketahui bahwa di dunia ini tidak hanya Manusia yang hidup, melainkan juga terdapat Magical Beast yang merupakan monster perwujudan dari mana itu sendiri.

Yappp...itulah sedikit gambaran dari dunia ini. Untuk selanjutnya, kita akan kembali kecerita...

.

.

Pagi yang cerah ini, seluruh murid Akademi Konoha sedang digemparkan oleh munculnya kobaran api biru yang hampir memenuhi seluruh Training Ground yang ada di Divisi Wizard.

Shurrrrr...

Jiraya menatap datar kobaran api biru yang sedang memenuhi salah satu Training Ground Divisi Wizard.

Dia tidak mengerti..,... dari mana datangnya api biru ini dan bagaimana mungkin kobarannya sama skali tidak bisa dipadamkan walau puluhan liter air dari dua puluh Wizard berbakat tidak dapat memadamkannya.

"Jadi,... bisa kau jelaskan..,... sebenarnya apa yang terjadi di sini?!" Tanya Jiraya entah kepada siapa.

Shingggg...

Namun sesosok manusia bertopeng secara tiba-tiba muncul di sampingnya. Sosok itu mengenakan topeng berbentuk Serigala dengan jubah hitam yang membalut seluruh tubuhnya.

Anbu...,.. merupakan Divisi khusus yang diciptakan langsung oleh pemimpin Negara api...,... Hiruzen Saratobi. Dalam Divisi ini, hanya berisikan para murid-murid bertitle elite yang berhasil mencapai tingkat [Gold] dalam umur yang tergolong muda, entah itu dari Divisi Wizard maupun Kinght. Kesatuan ini juga mendapat perintah langsung dari Hiruzen selaku untuk melaksanakan misi khusus darinya. Namun dalam beberapa kasus, petinggi yang dapat dipercaya seperti Jiraya maupun Tsunade, juga diberi wewenang untuk memerintah mereka.

"Seperti yang anda lihat, keadaan ini jelas hasil dari sebuah pertarungan. Tapi aku sama skali tidak bisa mengetahui siapa yang dapat melakukan pertarungan hingga separah ini!"

Jiraya terdiam...,.. matanya menatap intens keseluruh area lapangan.

'Bahkan dinding penghalang yang mampu menahan sihir tingkat B ke atas, juga ikut retak.. padahal seharusnya dinding ini dapat beregenerasi walau mengalami kerusakan separah apapun itu...' matanya menyipit saat melihat warna dari api tersebut. '..,.. api biru?! Apakah suhu dari api itu yang menahan regenerasi dari dinding penghalangnya?'

Jiraya tidak tau pasti..,... namun jika hal itu benar, maka dirinya sama skali tidak bisa membayangkan setinggi apakah suhu dari api biru tersebut.

Terlepas dari semua itu, sebenarnya ada satu hal yang membuat manusia sekelas Jiraya harus di buat berpikir keras...,.. makhluk apa yang sanggup melakukan hal ini?

Berdasarkan dari apa yang disampaikan oleh anbu tadi, sudah jelas bahwa kejadian ini disebabkan oleh sebuah pertarungan.

Melihat dari jenis energinya, Jiraya dapat merasakan bahwa ini bukanlah api yang dihasilkan oleh energi sihir atau biasa disebut dengan Mana. Dan hal itulah yang membuatnya semakin penasaran.

Dapat membuat api sebesar dan sepanas ini tanpa menggunakan energi sihir, tentu saja hal itu sukar untuk dipercaya. Lagi pula, dia tidak perna mengingat jika adanya Wizard yang mampu mengeluarkan api biru dengan tingkat kepanasan seekstrim itu.

'Murid akademi tentu saja tidak mungkin bisa melakukan hal ini. Bahkan para gurupun termasuk kami para petinggi, juga tidak mungkin melakukan hal ini tanpa energi sihir. Lagi pula dari hasil ujian masuk para murid baru, tidak ditemukan adanya jenis energi seperti ini. Bahkan kalaupum ada, tidak mungkin mereka dapat membuat hal semacam ini!'

Memegang dagunya, Jiraya terus berpikir keras tentang kemungkinan apa saja yang bisa menghasilkan hal tersebut.

'Apakah ada penyusup yang tertangkap oleh salah satu penjaga dan terlibat dalam pertarungan di Training Ground ini?!..,...' Jiraya menggeleng pelan. 'Tidak..,.. tidak...,.. itu tidak mungkin! Jika saja itu benar terjadi, seharusnya sejak tadi sudah ada laporan yang menyatakan hal tersebut. Dan juga, untuk apa seorang penyusup memasuki lingkungan Training Ground Divisi Wizard dan terlibat pertarungan di dalamnya'.

Menatap intens api biru yang sedari tadi masih mengobarkan nyalanya, Jirayapun mendekati area lapangan tersebut. Sekedar info...,.. sejak tadi, Jiraya dan para penyihir elemn air mengambil jarak yang cukup jauh dari area yang terbakar. Itu semua karena suhu yang dihasilkan oleh api tersebut sangatlah tinggi hingga mencapai radius 20 meter...

"Jiraya-sama..,. Apa yang anda lakukan?!" Salah satu petugas menegur Jiraya yang hendak mendekati area lapangan.

"Hentikan sihir kalian!"

Mereka semua tersentak saat mendengar perkataan Jiraya.

"Ta-tapi~"

"Sudalah, turuti saja! Lagipula apakah kalian tidak lihat, semua air yang kalian keluarkan selalu saja menguap bahkan sebelum menyentuh lantainya!" Ucap Jiraya tajam.

Mendengar dan melihat Jiraya yang sudah seperti itu, mau tidak mau membuat mereka semua harus menghentikan sihir elemen air mereka.

Memang benar apa yang dikatakan Jiraya. Semua air yang digunakan untuk memadamkan api biru tersebut, langsung menguap bahkan tidak sempat untuk menyentuh tanah. Hal itu sudah membuktikan bahwa suhu dari api biru itu sudah mencapai batas kata ekstrim.

"hmmm...,.. jenis energi yang unik...,.."

Memasuki area penghalang, Jiraya terus berjalan walau kulitnya sudah mulai memerah akibat panasnya suhu dari api tersebut.

Semua orang menegang saat melihat adegan nekat dari Jiraya. Dilihat dari sisi manapun, api biru itu jelas memiliki suhu yang sangat panas hingga mampu membuat air yang mencoba untuk mematikannya, malah menguap bahkan sebelum menyentuh lantai. Dan sekarang Jiraya malah mencoba untuk memasukinya tanpa perlindungan apapun...,.. mungkin semua orang akan berpikir bahwa dirinya itu sungguh tidak waras, atau mukin sudah kelewat bodoh...

Namun dari semua itu, Jiraya malah tersenyum kecil saat dirinya menemukan hal baru yang membuatnya sangat tertarik..

'Hohhhh...,.. sangat menarik!' Pikirnya.

Terlihat dengan sangat jelas kulit Jiraya mulai terkelupas akibat panasnya suhu dari api tersebut.

"Ughhh.." Jiraya sedikit meringis saat merasakan kulitnya mulai mengelupas..

'bahkan energi alam yang aku gunakan untuk melindungi seluruh tubuh, juga tidak berdungsi di hadapan api sialan ini!'

Jujur saja, Jiraya sangat tidak menyangka bahwa panas dari api itu sanggup menembus pertahanan miliknya. Padahal dia sudah menyerap energi alam untuk dijadikan pelindung, namun semua itu sia-sia.

'Khe... jangan harap hal seperti ini sudah cukup untuk menghentikanku'. Pikirnya tanpa menghentikan jalannya.

Setelah tiba ditengah lapangan, Jirayapun berhenti melangkah... seluruh tubuh Jiraya basah akibat keringat yang dihasilkan oleh terbakarnya metabolisme tubuhnya. Dibeberapa bagian tubuhnya, juga mengalami pengelupasan kulit yang tentunya sangat menyakitlan.

Hal itu terlihat jelas dari raut wajah Jiraya yang berusaha menahan sakit dari kulitnya yang mengelupas.

Menggerakan kedua tanngannya perlahan, Jiraya lalu mengabil posisi menyatukan kedua telapak tangannya. Menutup mata, lalu dia menggumamkan sesuatu...

"Aku pinjam kekuatan kalian!"

Shingggg..

Dalam sekejap, energi alam dalam jumblah yang sangat besar masuk kedalam tubuh Jiraya. Lalu pada bagian wajah Jiraya muncul pola garis berwarna merah yang memenuhi bagian jidat hingga bawah matanya. (Mode sage Jiraya)..

Setelah merasa cukup, Jirayapun membuka matanya.

"Hyaaaa..." dan dengan teriakannya, dia menghentakan kedua telapak tangannya pada lantai.

Shinggggg...

Lalu dalam sekejap, seluruh lantai ruangan tersebut dipenuhi oleh lingkaran sihir dengan aksara yang terlihat begitu rumit.

Shingggg...

Lingkaran sihir itu bersinar terang hingga membuat semua orang yang ada disekitar lapangan menutup mata karena silaunya cahaya tersebut.

Setelah beberapa saat, akhirnya cahaya tersebut menghilang sehingga membuat semua orang dapat melihat apa sebenarnya yang terjadi.

"...!"

Terkejut adalah kata yang paling pas untuk menggambarkan ekspresi dari semua murid maupun guru yang melihat hal itu.

Bagaimana tidak...,... api yang bahkan dapat menguapkan puluhan liter air tanpa menyentuh lantai, sekarang telah hilang tidak tersisa saat Jiraya mengeluarkan lingkaran sihir tadi.

"Su-sugoi!"

"Di-dia memadamkan api yang bahkan dapat menguapkan puluhan liter air dalam sekejap!"

"Salah satu dari [Trhee Legendary Sennin] memang hebat!"

Itulah reaksi yang ditunjukan oleh hampir semua murid maupun guru yang melihat hal tersebut. Namun dari semua itu, Naruto malah menyeringai kecil dari atas gedung Divisi Wizard.

Dirinya sedari tadi melihat apa yang dilakukan oleh Jiraya. Dan dia harus mengakui, bahwa salah satu dari tiga legenda sennin memang hebat.

"Hohhhh... Jiraya sensei memang tidak bisa diremehkan!" Setelah mengucapkan hal itu, diapun berbalik hendak pergi dari atas gedung tersebut.

"Sudah mau pergi yah?"

Tapi langkahnya terhenti saat mendengar suara lelaki yang datang dari salah satu sudut gedung. Tanpa melihat, Naruto sudah tau siapa gerangan yang menyapanya.

"Bukankah sudah tidak ada yang perlu diperhatikan?"

Pemuda yang ternyata Natsu itu tersenyum kecil dan menatap tertarik kearah Jiraya yang terlihat sedang kesakitan saat berhasil menghilangkan api tersebut. Namun tidak lama kemudian, seluruh luka yang dia alami secara perlahan beregenerasi dan kembali seperti semula.

"Tidak perlu aku jelaskan, kaupun sudah tau 'kan' apa yang akan dia lakukan dengan api itu!"

Naruto menutup mata dan menjawab...,...

"Aku tidak peduli dengan apapun yang ingin mereka lakukan dengan api itu.,... lagipula dari awal aku sudah memperhitungkan hal ini"

"Hohohohoho...,... seperti biasa, sifatmu itu sungguh menjengkelkan! Dan lagi, kau taukan resiko dari mengeluarkan tekhnik 'itu'!"

"Khee..." Naruto terkekeh pelan dan melanjutkan. "...,... seharusnya aku yang mengatakan hal itu padamu!"

"Hahahahahah...,... gomen...,.. gomen! Walau bagaimanapun juga, aku pasti mati jika tidak menggunakan tekhnik andalanku untuk menangkis jurus mengerikanmu itu...,...,,.." Natsu berbalik juga hendak pergi dari atas gedung tersebut. "...,...,.. yahhh..,... walaupun pada akhirnya aku memang tidak bisa menangkis semuanya!"

Terlihat di belakang lengan kanan Natsu, terdapat luka bakar yang cukup serius. Dan tenyata bukan hanya dia saja, tapi Naruto juga mengalami luka bakar di telapak tangan kanannya walau tidak separah Natsu.

Itulah resiko yang dikatakan Natsu tadi. Jika Naruto terlalu sering menggunakan api biru tersebut, maka tangannya lah yang akan menjadi korbannya.

"Jangan salahkan aku! Sejak awal, kaulah yang memaksaku untuk menggunakan api itu. Dan lihatlah, karenamu aku tidak bisa makan dengan nyaman akibat luka merepotkan ini!"

"Huhhh..,... seharusnya aku yang berkata begitu.. lihatlah, lenganku menjadi korban dari api sialanmu itu. Dan yang paling menjengkelkan, aku sama skali tidak bisa merebut kemenangan darimu!"

Naruto tersenyum menanggapi ucapan Natsu.. diapun ikut berjalan beriringan dengan Natsu untuk pergi dari atas gedung tersebut.

"Jangan berbicara begitu...,.. seandainya kau tidak menahan diri, mungkin saja aku yang akan kalah!"

"Yare..,.. yare..,.. bukankah hal itu juga berlaku untukmu!"

"Hahahaha...,.." dan untuk pertama kalinya, Naruto dapat keluar dari sifat acuh tak acuhnya dan tertawa lepas bersama sahabat yang sudah dia anggap sebagai saudaranya sendiri itu.

.

.

Dhuakkkk

"Itai..." Jiraya meringis pelan saat sebuah jitakan maut dari Tsunade bertengger kears di kepalanya.

"BAKAAA! Sebenarnya apa yang ada dalam otakmu itu hahhh!" Bentak Tsunade dengan aura yang super menyeramkan bagi Jiraya.

"A-ahahaha..,.. go-gome, gomen! Aku tidak sengaja melakukannya"

Dhuakkk

Kali ini bukan lagi jitakan yang dia dapat, melainkan bogem mentah yang tepat mengenai ulu hatinya.

"U-ughh... ka-kau jahat skali kepada suamimu ini" ucap Jiraya sambil berusaha menahan rasa mual akibat bogem mentah dari Tsunade.

"Urusai...,.. salahmu sendiri karena membahayakan nyawa hanya untuk memadamkan api itu!...,... " Ucap Tsunade dengan amarah yang mulai mereda. Dia berjalan pelan kearah kursi dan mendudukan pantat super montoknya di sana. "...,... astaga... sifat nekatmu itu sungguh membuatku jengkel. Bukankah lebih baik memanggil Itachi untuk mengurus api itu?! Seharusnya orang sepertimu tidak perlu turun tangan untuk melakukannya!"

Jiraya tersenyum kecil mendengar ucapan Tsunade. Dia tau..,.. walau terkadang sifatnya seperti nenek lampir, tapi sebagai suami Jiraya tau bahwa yang dilakukan oleh Tsunade hanyalah cara untuk menyampaikan rasa kekhawatirannya.

Bangkit dari acara jatuhnya, Jirayapun mendekati Tsunade dan duduk tepat disampingnya.

"Yahhhh..,.. mau bagaimana lagi, ini adalah kesempatan emas untuk mendapatkan jenis energi baru!"

"Ehh..?!"

Tsunade sedikit tersentak saat mendengar ucapan Jiraya.

"Energi baru? Apa maksudmu?!"

Ekspresi Jiraya tiba-tiba menjadi serius. Merogoh saku celananya, dia mengambil secarik kertas dengan adanya lingkaran sihir dipermukaannya dan menarunya di atas meja.

"Lihatlah ini...,..."

Shingggggg...

Slashhhh..

Mata Tsunade menyipit saat melihat kobaran api biru kecil yang tiba-tiba muncul di atas kertas tersebut. Ekspresinya lalu berubah menjadi serius dan menatap Jiraya seakan meminta penjelasan darinya.

Mengerti akan maksud Tsunade, Jirayapun mulai berbicara.

"Seperti yang kau rasakan sendiri bukan, api ini bukalah hasil dari energi sihir [Mana]...,. Melainkan energi asing yang belum pernah ada dalam sejarah manusia! Karena itulah aku tidak memanggil Itachi untuk memadamkan api ini. Jika dia yang melakukannya, riset untuk menemukan jenis energi baru pasti akan hilang saat itu juga! tapi yang menjadi masalahnya adalah, aku sama skali tidak tau siapa pilik dari api biru ini dan kenapa api ini malah muncul di kerajaan Konoha terlebih lagi dalam Training Ground Divisi Wizard!"

Tsunade terdiam untuk beberapa saat. Jika apa yang dikatakan oleh suaminya itu benar, maka penantian selama 10 tahun akan terbayarkan saat ini juga. Perlu diketahui bahwa sudah 10 tahun Kerajaan Konoha melakukan riset untuk menemukan jenis energi baru selain energi sihir [Mana], dan selama itu juga mereka sama skali tidak membuahkan hasil.

sebenarnya ada satu jenis energi yang sedikit berbeda dari [Mana], yaitu energi alam yang sebelumnya digunakan oleh Jiraya saat mencoba untuk memadamkan api biru itu. Namun dalam segi komponennya, energi alam masih dapat diakatgorikan sebagai jenis energi [Mana]. Hal itu dikarenakan inti dari energi alam masilah sama dengan energi [mana] hanya saja cara pengaplikasiaannya sedikit berbeda dari energi [mana] pada umumnya.

Jika energi [mana] pada umunya terletak pada diri Manusia itu sendiri dan dapat diaplikasikan sesuai dengan kemampuan yang mereka miliki, namun energi alam sedikit berbeda. Energi alam terbentuk dari perputaran inti energi yang ada pada lingkungan di sekitar kita. Misalnya udara, oksigen, tumbuhan, hingga berbagai jenis karbon pun memiliki energinya masing-masing, dan itulah yang dinamakan sebagai energi alam. Namun karena itu terletak diluar dari tubuh manusia, maka cara pengaplikasiannya sangatlah susah. Bahkan yang tercatat dalam sejarah hanya dua orang saja yang mampu menggunakan energi alam dengan sempurna dan hampir sempurna. Dan kedua orang itu adalah Senju Hasirama serta salah satu dari Jiraya.

Dan karena hal itulah sehingga para peneliti dari kerajaan Konoha melakukan penelitian selama bertahun tahun hanya untuk menemukan jenis energi lain yang berbeda dari ke dua energi tersebut yang mungkin saja dapat mengembangkan Ilmu pengetahuan serta memperkuat pasukan militer bagi kerajaan Konoha.

Dan setelah melakulan penelitian selama sepuluh tahun, mereka berdua sama kali tidak menyangka akan menemukannya di sini, di kerajaan Konoha terlebih lagi di area Divisi Wizard. Mungkin ini adalah keberuntungan terbesar bagi kerajaan Konoha.

"Jika memang benar ini adalah jenis energi baru yang kita cari selama ini, maka perekemban kemiliteran, politik, dan ekeonomi kerajaan Konoha akan menjadi begitu pesat!" Ucap Tsunade sambil mencoba mengambil kertas tersebut untuk melihatnya lebih dekat.

Jiraya yang melihat tindakan Tsunade tersentak dan mencoba untuk menghentikannya.

"Tidak, jangan sen~"

"Awww!"

Terlambat..,.. jari Tsunade yang sudah mencapai jarak 30 cm dari api tersebut, langsung terbakar dan sedikit mengelupas.

"Hahhhh...,... apakah kau tidak mendengar bahwa api itu bahkan dapat menguapkan puluhan liter air dalam sekejap bahkan sebelum menyentuh lantainya!"

"Ughhh." Tsunade meringis pelan merasakan sakit dari jarinya yang terbakar.

lingkaran sihir kecil muncul di jari Tsunade yang terluka dan mengeluarkan pendar energi tipis berwarna hijau, maka dalam sekejap luka tersebutpun hilang tanpa berbekas.

Itulah salah satu kemampuan dari Tsunade. [Healing God Magic], yaitu jenis sihir penyembuh tingkat Dewa atau biasa di sebut sebagai [Healing Magic : Lv 8] yang dapat menyembuhkan hampir segala macam luka separah apapun itu. Dia adalah manusia kedua setelah Hasirama Senju selaku pendiri desa Konoha sekaligus kakeknya yang dapat melakukan sihir tersebut.

"Aku memang sudah mendengarnya..,... tapi aku sama skali tidak menyangka bahkan hanya dengan api sekecil ini, panasnya masih sangat luar biasa!"

"Tentu saja..,... bahkan api ini dapat menembus atau bahkan merusak energi alam yang aku gunakan untuk melindungi tubuhku saat hendak mematikannya!"

Mata Tsunade sedikit membulat saat mendengar ucapan Jiraya.

"Tidak mungkin! Bahkan energi alam tidak bisa menahan panas dari api ini?!" Perlu diketahui bahwa energi alam adalah energi yang jauh lebih kuat dari energi sihir pada umumnya. Itu karena energi alam terletak diluar tubuh manusia sehingga potensi keberadaannya dapat menjadi maksimal tanpa gangguan motorik lainnya. Dan yang lebih penting lagi, energi alam itu tidaklah memiliki batas.

"Aku juga cukup kaget akan hal itu. Tapi mau bagaimana lagi, memang begitulah kenyataannya!"

Jiraya memajukan tangan kananya ke arah kertas yang terdapat api biru disana. Menjaga jarak agar tidak terkena dampak dari panas api tersebut, Jiraya lalu memunculkan lingkaran sihir ditelapak tangannya.

[Fuin Magic]

Sgingggg..

Kertas tersebut sedikit bersinar terang lalu tidak lama kemudian api biru yang terdapat disana telah menghilang entah kemana.

Mengambil kertas tersebut, dan kembali menarunya di saku celana. Jiraya bersandar di kursi sambil menghela hafas lelah..

"Hahhh...,.. penemuan ini harus segara aku berikan kepada Orochimaru..,... ".

Tsunadepun ikut menyandarkan punggunya dan mulai ikut bicara.

"Kau benar..,..,. Namun yang menjadi kendalanya adalah, kita tidak tau siapa pemilik dari api biru itu!"

Jiraya tersenyum mendengar perkataan Tsunade. "Kalau masalah itu, kau tenang saja..,... aku sudah mempersiapkan semuanya untuk menemukan si pemilik dari api itu!"

Tsnade sedikit tersentak dan langsung menatap Jiraya. "Bagaimana caranya?"

Jiraya semakin memperlebar senyumannya. "Yahhhh...,... lihat saja nanti!"

...

...

...

...

©©®® The Big Zero ®®©©

...

...

...

...

[One Moonst Later]

.

"Hoiii,,.. hoi...,. Apa kalian sudah mendengar beritanya?!"

"Aku dengar festifal tahunan Akademi akan diadakan lebih cepat dari biasanya!"

"Benarkah?"

"Wahhh... aku sudah tidak sabar menantikannya!"

Naruto tidak tau apa yang terjadi, namun sejak dirinya memasuki akademi ini, telinganya sudah mulai mendengar hampir semua murid membicarakan tentang Festival tahunan.

Tidak terasa sudah sekita satu bulan dirinya bersekolah di tempat ini, dan selama itu juga kesabarannya benar-benar harus diuji akibat adanya diskriminasi yang begitu kental dalam akademi ini.

Tidak banyak yang berubah dari diri Naruto selama sebulan ini. Mungkin hanya beberapa peningkatan fisik yang dia peroleh selama ini. Mau bagaimana lagi, selama sebulan ini dia hanya melakukan pelatihan fisik tanpa ikut melatih sihir maupun tehknik lainnya. Itu semua karena adanya peningkatan mana yang cukup menjengkelkan sehingga sedikit berbentrokan dengan energi lain yang ada dalam tubuhnya. Jadi selama sebulan ini, dia harus meningkatkan ketahanan fisiknya dan mengatur kembali aliran mana dan energi asing yang ada dalam tubuhnya.

"Yooo... pagi Naruto!"

Mendengar namanya di panggil, Naruto membalikan badannya untuk melihat siapa yang telah memanggilnya.

Matanya sedikit menyipit bingung saat melihat Natsu yang sedang berjalan kearahnya dengan senyum lima jari yang sudah biasa dia perlihatkan. Namun bukan itu yang membuat Naruto sedikit bingung, melainkan adanya seorang pria kekar dengan muka sedikit sangar berjalan beriringan dengan Natsu.

Dilihat dari pakaiannya, jelas bahwa pria itu juga merupakan murid akademi. Mungkin murid angkatan ke dua atau ke tiga jika dilihat dari postur tubuhnya.

"Yoooo..." seperti biasa, salam mereka dilengkapi dengan saling beradu kepalan tangan.

Setelah itu, fokus Naruto langsung terarah ke arah pria berbadan besar yang juga sedang menatapnya dengan sedikit senyuman di bibirnya. mata Naruto langsung menyipit saat merasakan tingkat kekuatan dari pria tersebut.

'Orang ini kuat!, Tidak..,.. tapi sangat kuat! Dari tingkat energinya saja, aku sudah tau bahwa dia adalah salah satu murid paling kuat yang perna aku temui!' Pikir Naruto.

Inilah salah satu dari kemampuan spesial Naruto. Dia dapat mengukur tingkat energi, kepadatan energi, pengontrolan energi, hingga jenis energi atau sihir yang di miliki oleh seseorang yang berada dalam jangkauannya.

"Mungkin ini pertemuan pertama kalian..,.. jadi, bukankah lebih baik kau saja yang memperkenalkan dirimu!" Ucap Natsu.

"Yosss... perkenalkan, namuku Senju Sairaorg,...,. Senang bertemu denganmu!" Ucap pria yang bernama Sairaorg tersebut sambil memajukan tangan kanannya hendak bersalaman.

'Senju?!..,... ' Naruto semakin menyipitkan matanya saat mendengar marga dari pria bernama Sairaorg itu. '...,...,.. kalau tidak salah Senju adalah salah satu dari lima bangsawan yang menguasai kerajaan ini! Kenapa dia bisa bersama Natsu?'.

"Uzumaki Naruto,...,.. salam kenal!" Balas Naruto dan menyambut jabatan tangan dari Sairaorg.

Setelah sesi pertanyaan selesai, merekapun kembali berjalan saling beriringan menuju gedung Divisi Wizard.

'Heyy... bukankh itu Sairaorg-sama?'

'Benarkah?! Dimana?'

'Astaga...,.. aku tidak menyangka dapat bertemu dengan salah satu Top Three murid terkuat di akademi ini!'

'Jadi dia sudah kembali yah dari pelatihannya!'

'Tapi kenapa dia berjalan bersama kedua pecundang itu?'

'Sairaorg-sama...,.. menjauh dari pecundang itu. Nanti anda ketularan bodoh seperti mereka!'

Sudut bibir Naruto terangkat saat mendengar ucapan dari beberapa siswa yang membicarakan Sairaorg.

'Hohh...,.. salah satu dari Top Three murid terkuat di akademi ini yah?! Dia pasti sangat kuat!' Pikir Naruto.

"Sepertinya kau sangat terkenal di sini" ucap Naruto datar..

"Hahahaha... itu tidak benar...,.. walau bagaimanapun juga, aku hanyalah seorang murid yang menuntut ilmu di akademi ini. Mungkin mereka hanya sedikit berlebihan dalam menanggapi kehadiran keluarga bangsawan!" Ucap Sariaorg dengan tawa kikuknya.

Naruto mengerutkan keningnya saat mendengar cara bicara dari Sairaorg. Sepengetahuannya, semua keluarga bangsawan itu memiliki sifat arogan dan selalu memandang rendah mereka yang ada di bawahnya. Tapi sekarang, dia sama skali tidak melihat hal itu dari ucapan pria bernama Sairaorg ini.

"Kalau boleh tau, kenapa si bodoh berambut banci ini bisa berjalan bersama bangsawan sepertimu?"

"Heyyy...,.. siapa yang kau sebut dengan 'si bodoh berambut banci' hahhh..?!" Ucap Natsu tidak terima.

"Tentu saja kau..,.. siapa lagi orang bodoh dengan rambut banci yang ada disini!"

"Grrrrr...,... dasar kepala duren!"

"Pinky banci"

"Kuning tai!"

"Lolycon!"

"Pedofil!"

"Kadal busuk"

"Garghhhhh..." Natsu menjambak rambutnya frustasi karena sudah tidak bisa membalas ejekan dari Naruto.

"Hahahahahaha..." Sairaorg tidak bisa menahan tawanya saat melihat tingkah ke dua sahabat itu. "...,... kalian sungguh akrab ternyata!"

"TIDAK!"/"Tidak!" Jawab Natsu dan Naruto bersamaan.

"Hahahahaha..,... kalian bahkan menjawab secara bersamaan!"

"Grrrrr..." "..."

Terlihat ada percikan listrik persaingan antara dahi Naruto dan Natsu.

"Hahhhh..." tapi akhirnya, Natsupun menyerah dan menghela nafas panjang. "...,.. dia pernah menolongku saat aku masih kecil dulu! Dan sejak saat itu, aku tidak perna melihatnya lagi. Tapi hari ini, aku sama skali tidak menyangka dapat bertemu lagi dengannya!" Jelas Natsu.

"Tapi kenapa selama sebulan ini aku sama skali tidak perna melihat dia di akademi ini?!"

"Itu sih wajar saja...,.. mengingat dia adalah calon pewaris dari keluarga bangsawan Senju, jadwal pelatihan dan pembelajaran politik bangsawan sungguh sangat ketat. Tapi pada akhirnya diapun dapat menyelesaikannya dan ikut mendaftar di akademi ini beberapa hari yang lalu!"

"Souka...,.. jadi begi~" Naruto sedikit tersentak saat baru menyadari sesuatu. "..,... baru mendaftar? Jadi maksudmu dia ini. ,..?!"

"Yap..,... dia adalah murid angkatan pertama sama seperti kita!" Jawab Natsu.

Sebulir keringat langsung saja turun dengan lancarnya dari pelipis Naruto. Matanya bergulir dari bawa keatas untuk memastikan bahwa pandangannya itu tidak salah.

'Dilihat dari sisi manapun juga, tetap saja dia tidak terlihat seperti murid angkatan pertama' pikir Naruto.

"kalau benar seperti itu, lalu kenapa bisa Sairaorg-san sudah mendapat julukan sebagai salah satu dari Top Three murid terkuat di akademi ini?" Tanya Naruto penasaran.

"A-ahahaha...,." Sairaorg tertawa kaku sambil menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal. "...,... sebenarnya aku sudah perna mendaftar di akademi ini sejak dua tahun lalu! Tapi yahh...,.. seperti yang dijelaskan oleh Natsu tadi, aku sempat berhenti karena keperluan politik bagi keluarga bangsawan dan baru selesai beberapa hari ini. Jadi aku memutuskan untuk kembali bersekolah di akademi ini!"

Naruto mengangguk paham. "Tapi kenapa kau memilih untuk memulainya dari awal? Bukankah sebagai murid yang pernah bersekolah disini, kau seharusnya dapat menjadi murid angkatan ke dua!" Sekarang giliran Natsu yang bertanya.

"Itu semua adalah prosedur akademi yang harus diikuti oleh semua murid yang ada di akademi ini. Jadi jika ada murid yang memiliki masalah dan terpaksa harus berhenti sementara dengan batas waktu yang melewati angka satu tahun, maka dia akan dikenakan sangsi dan diharuskan memulainya dari awal!"

Sebulir keringat kembali meluncur dengan lancarnya dari pelipis Naruto dan Natsu.

'Peraturan macam apa itu?!' Pikir mereka.

"Yahhh..,.. aku rasa cukup sampai disini dulu!" Ucap Sairaorg.

Naruto dan Natsu terdiam dengan ekspresi bingung diwajahnya.

"Memangnya kenapa? Bukankah saat ini kita masih berada di depan gedung Divisi Wizard?!" Tanya Natsu.

"ada hal yang harus aku urus terlebih dahulu..,.. sampai jumpa!" ucap Sairaorg yang kembali berjalan meninggalkan Naruto dan Natsu.

"Baiklah kalau begitu..,... sebaiknya kita segera masuk ke dalam kelas!" Ucap Natsu dan diberi anggukan oleh Naruto.

Merekapun kembali berjalan menuju kelas dengan ditemani berbagai macam ejekan yang dapat membuat telinga mereka berdua memanas.

.

[Skipe Time]

.

Teng..., Tong..,.. Teng...,. Tong

Bunyi bel dari jam raksasa yang berada dipuncak menara akademi berbunyi menandakan bahwa pelajaran telah berakhir.

"Hahhh..,.. akhirnya selesai juga" gumam Naruto lelah.

Berdiri dari acara duduknya, dia mulai meregangkan tubuhnya yang terasa begitu kaku setelah dua jam lebih duduk dan mendengar mata pelajaran yang begitu merepotkan baginya.

'Apakah ada yang lebih merepotkan dari ini?' Pikir Naruto.

Brakkkk

Semua murid yang masih berada dalam ruangan itu tersentak kaget saat pintu masuk ruangan kelas didobrak dengan begitu kerasnya.

"SIAPA YANG BERNAMA UZUMAKI NARUTO DISINI?!"

Suara lantang menggema dengan diringi masuknya seorang murid berambut pirang panjang dengan tampang yang begitu memuakan.

"...?"

Semua murid terdiam saat melihat siapa yang telah mendobrak pintu kelas mereka. Mata dari pria itu menatap kesegala penjuru ruangan, Dan pandangannya langsung berhenti kearah sebuah objek yang juga sedang menatapnya dengan pandangan datar.

Melihat siapa gerangan yang sedang mencarinya itu, Naruto hanya bisa menghela nafas lelah..,..

'Mendokusei!'

.

Di tempat lain

.

Sairaorg berjalan pelan disebuah koridor sempit yang hanya memiliki lilin sebagai penerangannya. Setelah cukup lama berjalan, akhirnya diapun sampai di ujung koridor yang memiliki bentuk lebih luas dari pada yang tadi. Di hadapannya kini terdapat sebuah pintu besar yang sepertinya terbuat dari perunggu.

Berjalan mendekati pintu tersebut, Sairorg kemudian mendorong pelan pintu itu hingga mengahsilkan bunyi berdecit yang menandakan bahwa pintuk sedang terbuka.

Kreeeettt..

Setelah merasa cukup, Sairaorgpun memasuki pintu tersebut.

"Kau terlambat!" Ucap salah satu sosok yang seluruh tubuhnya disensor oleh bayangan hitam. Namun dari suaranya, dapat diketahui bahwa dia adalah seorang perempuan.

"Tidak biasanya orang sepertimu telat dalam masalah waktu!" Ucap sosok lain yang juga memiliki tubuh yang disensor.

"Gomen,,.. gomen..,. Tadi ada sedikit kendala dalam perjalan menuju ke sini!" Balas Sairorg yang langsung menduduki salah satu kursi yang ada di dalam ruangan tersebut.

Ruangan itu memiliki diameter yang cukup luas dengan berbagai macam lilin sebagai alat penerangannya.

Di dalam ruangan itu juga terdapat meja bundar besar dengan adanya sepuluh kursi yang masing-masing kursinya telah di isi oleh sepuluh orang murid termasuk Sasuke, Menma, Arashi, Issei, dan Sairorg.

"Khe... bilang saja kau habis bersenang-senang dengan para wanita akademi ini!" Ucap Issei dengan senyuman Iblis yang tertampang jelas di bibirnya.

"Diamlah!..,... " Bentak Sasuke yang sepertinya memiliki kedudukan lebih tinggi dari beberapa orang yang di ruangan ini. "...,... beri hormat!"

"Ha'i...," mereka semua langsung berdiri dari tempat duduknya kecuali Sairaorg yang hanya diam dalam posisi duduknya.

"Selamat datang kembali Taicho'u...,.." ucap mereka semua secara bersamaan disertai bungkukan hormat kepada Sairaorg.

Tersenyum kecil, Sairaorgpun mengangkat suaranya.

"Yoooo mina-san...,.. lama tidak bertemu!" Balas Sairaorg.

Setelah selesai dengan acara penghormatannya, merekapun kembali duduk di kursi masing-masing.

"Baiklah...,.. saya,.., Senju Sairaorg selaku ketua dari kelompok [Ten Commandments]..,..., dengan ini menyatakan bahwa rapat mengenai festival tahunan Konoha akademi...,...,.. akan dibuka!"

.

.

.

.

[And Cut]

.

.

Tidak banyak yang ingin aku sampaikan. Mungkin saya akan sedikit membahas pertanyaan dari para reader sekalian...

Rias yang tidak cocok memakai nama senju?

Rias adalah anak dari Tsunade, dan nenek dari tsunade adalah Uzimaki Mito. Anggap saja, gen dari rambut Rias itu adalah keturunan dari Uzumaki Mito. Dan di sini bangsawan Uzumaki telah dihapuskan karena suatu hal yang masih menjadi rahasia dan hanya menyisahkan Mito dan Khusina.

Bangsawan Namikaze terlalu bodoh karena mengumbar-umbar aib yang seharusnya tidak boleh di publikasikan?!

Pernyataan ini akan terjawab pada chapter depan.

Dan untuk pertanyaan lainnya, akan terjawab seiring dengan berjalannya waktu.

Saya ras itu saja...

Byyyyy...