" hei...culun cepet minggir sana" ucap seorang yeoja berparas cantik Dan bersurai blonde menyuruh yeoja bersurai gelap Dan berkacamata tebal itu untuk segera menyingkir dari hadapannya. Tanpa berkata-kata yeoja culun itu membereskan semua barang barangnya Dan membawa tasnya untuk segera pindah dari hadapan keempat yeoja Yang menatapnya dengan penuh rasa jijik seolah dia adalah kuman.

" kau terlalu lembut dengan si freak itu Suzy lain Kali lebih keras padanya" ucap ji hyeon yeoja cantik namun sedikit tomboy menatap kyuhyun, yeoja culun itu dengan tatapan sinis. Sementara Suzy hanya mendengus seraya berkata " aku tidak ingin mengotori tanganku dengan kuman-kumannya, itu menjijikan" ucap Suzy bergidik ngeri Sementara ji hyeon Dan puff yeoja asal Taiwan itu tertawa mengejek. Terlihat sekali jika mereka sangat menikmati percakapan itu.

" hei...hentikan kenapa pagi-pagi kalian Sudah membahas Hal membosankan ayo pergi aku malas sekolah, aku punya tempat asyik untuk kita kunjungi hari ini" ucap Yuri yeoja manis itu. setelahnya keempat yeoja itu pergi dengan celotehan mereka Dan melupakan yeoja Yang mereka bulli itu. Sesekali dia terlihat memejamkan matanya tampak tidak terpenngaruh sedikitpun dengan omongan Suzy Dan teman-temannya.

" semuanya Akan baik-baik saja cho kyuhyun, yakinlah semuanya Akan baik-baik saja, kau hanya perlu diam Dan mengendalikan diri" bisiknya pada dirinya sendiri dengan nada dingin. Matanya terbuka menampakan Iris selelehan caramel Yang Terlihat kosong. Benaknya berkecamuk semoga dengan pikiran yang tidak ada pada tempatnya mengenbara jauh entah dimana. Dia tak bermaksud untuk menyembunyikan diri tapi dia juga tak bermaksud untuk menampakan diri. Dia tau bahwa dirinya sedang di cari untuk alasan yang sungguh membuatnya muak. Sekilas bayangan masa lalu yang di kuncinya rapat-rapat mulai terbuka dalam memorinya, kenangan mengerikan yang tak ingin di ingatnya lagi, sungguh jika kyuhyun bisa menghilangkan sebagaian ingatannya kyuhyun pasti akan sangat berbahagia tanpa harus terpuruk dan selalu teringat kenangannya yang penuh dengan darah. Sekelebat bayangan seorang pemuda tergeletak dengan beraimbah darah menatap lemah di atas pangkuannya, namja tampan dengan iris gelap dengan surai yang tak kalah gelapnya samar-samar mulai menginvasi otaknya membuat kyuhyun yeoja berkulit pucat itu meringis tak suka dengan ingatan buruk yang tanpa permisi mulai menguasai otaknya. Dia sunguh tidak suka mengingatnya membuatnya nyaris beku dan melemaskan seluruh persendiannya, kyuhyun merasa sesak yang teramat sangat saat ingatan lima tahun yang lalu mulai muncul lagi dalam otaknya.

Flashback

" hyun-ah, maaf...uhuk...maaf aku tidak bisa bersamamu sampai akhir, jangan menangis, jangan pernah bersedih tersenyumlah seperti dirimu dan hiduplah, teruslah hidup untuk bagianku juga uhuk..." ucap pemuda berkulit seputih salju itu terbatuk, darah segar mulai menyembur dari bibirnya yang telah ternoda dengan cairan merah pekat itu. Sementara gadis belia berusia enam belas tahun itu menatap sakit melihat orang yang di sayanginya merengang nyawa, terisak tertahan berharap lolosan tangisannya bisa membuat pria tetap bertahan, dia hanya si bodoh yang tak tau kerumitan dalam hatinya dia hanya berharap semoga prianya tidak pernah pergi meninggalkannya.

" andwe...andweeyoo...jebal brian...kau tak boleh menutup matamu oh...jebal..." ratapnya tak berdaya bryan pemuda itu menatap gadis itu lama dengan manik yang mulai meredup lemah.

" saranghae..." bisiknya nyaris tanpa suara, gadis itu mengatupkan bibirnya rapat mencoba menahan tangisnya yang siap meledak kapan saja. Suaranya nyaris tak bisa dia keluarkan lidahnya keluh tenggorokannya terasa kering dan nafasnya serasa tercekat dan seakan- akan ingin berhenti saat pemuda bernama brian itu menutup matanya untuk selamanya..

" tidaaakk...Briiiiaaannnnn...banguuunnn..." teriakan histeris akhirnya lolos dari bibirnya dan membahana di seluruh pelosok.

Flashback end

" pada akhirnya aku tak bisa memenuhi semua janjiku padamu...brian trevor kim, setidaknya aku tak akan mengingkarinya untuk yang satu itu, aku akan tetap hidup untuk bagianmu juga" bisiknnya pada angin. Ta pa terasa rasa sesak mulai merambati dadanya, seolah tangan t kasat mata meremas paru-parunya keras, tak sampai sedetik tubuh kyuhyun ambruk, dia pingsan...

" hei...kyu kau tak apa-apa" teriak panik suho sang ketua kelas seraya menepuk pelan pipi kyuhyun yang seolah bergeming. Salah seorang gadis bernama namhyo iseng menempelkan dua jarinya kearah hidung kyuhyun dan betapa kagetnya dia saat mengetahui udara tak lagi mengalir darisana.

" astaga...dia tak bernafas...cepat bawa dia ke uks, aku akan panggil guru kim segera" ucap namhyo segera berlari menuju ruangan para guru.

" kau sudah bangun, ckckck kau bahkan masih tak berubah, kebiasaan tidurmu masih sama" decak pemuda bersurai gelap itu menatapnya seraya tersenyum.

" aku merindukanmu hyun-ah, sangat..." bisiknya seraya mengusap pipih putih halus milik kyuhyun yang masih diam membatu.

" aku juga merindukanmu...brian...sangat" balas kyuhyun seraya menyusap tangan brian yang masih menempel di pipinya, tanpa terasa bulir bening itu mengalir tanpa bisa di cegah membuat sebuah aliran sungai kecil di sana.

" kembalilah, kyuhyun...aku menunggumu di tempa kita, di Hoko" ucapnya masih dengan nada lembut.

" aku tidak bisa, kau tidak ada di sana lagi, itu sangat menyakitkan untukku" ucap kyuhyun semakin terisak.

" biarkan aku tetap disini, di sampingmu bummie-ah aku tak ingin menjauh darimu lagi, aku mohon" ucap kyuhyun lagi. Tanpa di sadari kibum atau bryan mendekatkan wajahnya kearah samping wajah kyuhyun dan membisikan sesuatu di telingah kyuhyun. Entah apa yang di bisikan kibum pada kyuhyin hingga membuat iria caramelnya membulat tak percaya.

" sekarang bangunlah kyu..." ucapnya lembut dengan senyum yang sangat jarang di lihatnya itu.

Samar-samar kyuhyun mulai membuka matanya, dia mencoba mengerjabkan matanya saat iris caramelnya belum bisa menyesuaikan diri dengan cahaya.

" oh...tuhan kyu syukurlah tuhan, eomma pikir, eomma akan kehilanganmu lagi syukurlah" ucap seorang wanita paruh baya itu seraya mencium kening kyuhyun.

" tunggu di sini eomma akan panggilkan dokter dulu" ucapnya dengan penuh rasa bahagia. Sementara kyuhyun menatap punggung ibunya dengan tatapan kosong.

" maaf...eomma..." bisiknya melepas selang infus dan pergi meninggalkan rumah sakit. Tujuannya saat ini adalah "Hoko" tempat dimana hanya ada orang yang tersesat yang butuh pertolongan, sebuah tempat mengerikan yang di penuhi oleh monster-monster yang bisa memakanmu kapan saja, sebuah tempat untuk mereka yang tersingkir dari dunia, sebuah tempat yang tersedia hanya untuk mereka yang ingin menghilang dari dunia, sebuah tempat yang tercipta hanya untuk mereka yang ingin tersesat dan tak ingin di temukan, tempat itu adalah "Hoko".

Secara perlahan kyuhyun menatap tembok putih rumah sakit dan dalam sekejap tembok itu berubah menjadi pusaran angin yang seolah menarik tubuh kyuhyun, dengan perlahan kyuhyun melangkahkan kakinya memasuki pusaran angin itu dan menghilang bersamaan dengan tubuhnya yang tak terlihat lagi.