Warning : Pasti ada typo meski udah di cek berkali-kali!, abal, gaje, semerawut, dari judulnya aja aneh. Don't like don't read! OOC, AU. Songfic!

Pairing : SasuSaku, NaruHina,

Friendship, Romance & Humor

Rate : T

Readers…. How are you? I miss you so much…. *muaaachhh* maaf beribu-ribu maaf, karena Cha baru apdet fict ini, sejujurnya alasan Cha karena Cha lagi sibuk banget sama kegiatan kampus, tugas kulyah, dan masalah lain yang seabrek dan belum kelar-kelar… *hikssss* -berlinang airmata- T_T

Mohon maaf, kalo cerita yang kemaren banyak hal yang harus diperbaiki, insya Allah Cha perbaiki di chapter 2 ini…. =))

Ini Cha apdet Look At Me Please chapter 2 yang sekarang cha ganti judulnya Wanna Be With You, semoga cerita ini bisa diterima dengan baik… amiiinnn… : )) di chapter 2 ini Cha pake lagunya 'Nano-Sebatas Mimpi' , 'Kerispatih-Lagu Rindu'

*sesi curcol*

Cha lagi bingung cari kado ultah buat cwo , kira2 apa ya readers? Kalo ada saran tolong kasih ke Cha y? thanks before… : ))

Summary : "Tuhan… hanya Engkau yang tahu betapa aku ingin memilikinya, tolong Tuhan… sekali saja buat dia berpaling padaku…." Dengan penuh harap laki-laki bermata onyx itu memohon 1 doa, doa agar dia bisa memiliki sang mata emerald.

Story by : Cha Nichi Kudo (Chanidtha Abigail)^^

Disclaimer : Semua tokoh yang ada di dalam cerita ini hak miliknya kakang Masashi Kishimoto ! gak akan pernah jadi milik Cha... busseeettt –plakk!- di timpukin kang Masashi *hadeeehh* -teparr- : ((

Look At Me Please!

#Chapter 2 : Bagaimana Jika Aku Tanpa Dia?

"Ke-kenapa kau ada disini Sasuke?" Tanya Sakura basa-basi.

Saat pertama…

Kudekati dirimu…

Menuruti semua inginmu…

"Hanya ingin menenangkan diri saja, tadi aku berencana ingin menyatakan cintaku kepada seorang wanita, tapi aku gagal sebelum menyatakannya." Jawab Sasuke dengan ekspresi kecewa.

Dan tiba waktumu tuk beri jawaban…

Ternyata kau anggap aku hanya teman…

"Humm.. begitu..." Kata Sakura yang seolah tidak peduli dengan Sasuke.

"Kau sendiri kenapa Saku-chan? Ada apa?" Tanya Sasuke sambil menatap Sakura.

"Aku... tidak apa-apa, hanya ingin saja datang kesini, hehehe " Jawab Sakura sambil tertawa, tertawa yang dipaksakan!

"Saku-chan, te amo hasta la muerte ... " Kata Sasuke tiba-tiba, yang sontak membuat Sakura terkejut.

Bawalah aku kedalam mimpimu…

Aku.. takkan meninggalkan kamu…

Walaupun itu semua hanya… sebatas mimpi…

"Hah? Apa Sasu?" Jawab Sakura terkejut, benar-benar terkejut, bola matanya terbelalak seolah akan melompat dari matanya, Sakura terkejut dengan pernyataan yang baru saja dikatakan Sasuke.

Jadikan aku… kekasih hatimu…

Aku… menginginkan kamu…

Sungguh-sungguh merasa ku jatuh cinta…

Pada dirimu…

"Hmm… lupakan saja Saku, bukan apa-apa." Kata Sasuke dengan ekspresi sedikit kecewa saat Sakura terkejut dengan kata-katanya tadi.

"Sasu… bisa ulangi apa yang kau katakan tadi? Aku ingin mendengarnya sekali lagi…" Jawab Sakura sambil meyakinkan Sasuke.

"Te amo hasta la muerte." Sasuke mengulangi kata-katanya tadi, sambil menatap Sakura tajam, jantungnya kini seakan berdenyut dengan kencang, tak bisa berhenti berdetak, Sasuke gugup, dia takut wanita terindahnya ini akan marah dengan kata-kata yang baru saja dikatakannya untuk kedua kali.

Telah berbagai cara tuk dapatkan hatimu..

Tetap saja kau anggap aku…

Hanya teman…

Sakura hanya diam, tak ada satu kata pun yang keluar dari bibirnya, dia hanya membalas tatapan Sasuke, hanya berdiam kosong, entah apa yang harus ia jawab saat ini? Semua seolah terhenti hanya karena kata-kata yang diyakininya tidak salah dengan definisinya saat ini 'mencintaimu sampai mati'.

"Maaf jika ini membuatmu terkejut Saku-chan…" Jawab Sasuke sambil mengelus lembut kepala Sakura.

Tanpa pikir panjang Sakura beranjak berdiri dari duduknya, dengan segera dia memutar badannya berbalik arah dengan Sasuke, dia mulai melangkahkan kakinya pelan, kemudian dia berlari sekencang-kencangnya tanpa peduli dengan Sasuke yang masih terdiam dalam duduknya.

Sasuke hanya menundukkan kepalanya, dia sadar ini bukan waktu yang tepat untuk pernyataan seperti itu, kini dia merasa telah menyakiti Sakura, benar-benar mengecewakan.

"Sasuke bodoh!" Sasuke mengumpat dirinya sendiri.

Sakura terus berlari tanpa henti, entah dia harus berlari kemana lagi? Kini langkahnya terhenti, seolah ada yang menghalangi, benar… saat ini Naruto sedang berdiri di depannya, Sakura yang masih bingung, pelan-pelan menyadarkan dirinya dari belenggu pernyataan Sasuke tadi, kini dia telah sadar siapa yang berdiri di depannya. Laki-laki berambut pirang itu merasa aneh dengan tingkah Sakura saat ini.

"Saku-chan? Ada apa? Kok seperti orang bingung begitu?" Tanya Naruto tentang keadaan Sakura.

"Ah, ti-tidak apa-apa Naru, aku hanya sedikit terkejut, hee… eng… gimana dengan Hinata? Dia rapat ya hari ini?" Jawab Sakura sambil mengalihkan pembicaraan.

"Iya… Hina-chan rapat OSIS hari ini, makanya hari ini aku pulang sama kamu ya Saku-chan? Hehehe…" Kata Naruto sambil tertawa lucu, tawa inilah yang membuat Sakura mencintainya.

"Haha… kau ini Naruto, ya sudah, hari ini mau pulang jam berapa?" Jawab Sakura dengan tawa pula, entah kenapa jika bersama Naruto, Sakura selalu bisa tertawa.

"Humm… gimana kalau kita nanti kita jalan-jalan dulu?" Kata Naruto mengajak Sakura jalan-jalan dulu.

"Yah… baiklah." Jawab Sakura sambil tersenyum, sambil diiringi belaian lembut tangan Naruto yang mendarat di kepala Sakura.

Sakura's POV

Aku bingung, kenapa laki-laki ini selalu ada disaat yang tepat dan keadaan yang tepat, mungkin hal ini bisa menjadi alasan kenapa aku begitu ingin memilikinya.

'Naru… kapan kau bisa sadar dengan keberadaanku yang selalu ada didekatmu?' Batinku terus-terusan bertanya, menanyakan sebuah pertanyaan yang takkan pernah terjawabkan.

"Saku-chan… tadi kau kemana?" Mr. Pirang ini bertanya tentang keberadaanku tadi.

"Humm… tidak kemana-mana kok, hanya santai di atap gedung sekolah, heee." Jawabku sejujurnya.

"Saku-chan, boleh aku bertanya satu hal padamu?" Katanya ragu-ragu.

"What?" Jawabku sedikit penasaran.

"Engg… Apa kau keberatan dengan hubunganku dan Hina-chan?" Sang Shappire pun mulai menatapku tajam, sungguh… tatapan yang membuatku tak berkutik.

"Tentu saja tidak… bukankah kau sahabatku? Kenapa aku harus keberatan jika sahabatku bahagia? Heee." Jawabku sambil menahan tetes air yang sebentar lagi akan jatuh dari mataku.

"Syukurlah kalau begitu." Matahariku pun kini tersenyum manis, senyum inilah yang selalu menguatkanku. Aku rela melakukan apapun demi mekarnya kebun senyuman ini.

Normal POV

Teng-teng-teng… bel sekolah yang menandakan semua pelajaran telah selesai dan para murid boleh pulang. Murid-murid berbondong-bondong keluar kelas mereka masing-masing. Mereka mengumbar celoteh dan tawa bersama.

"Saku-chan… ayo kita pulang." Ajak Naruto siang itu saat dilihatnya Sakura berdiri di depan kelas.

"Yupp." Jawab Sakura sambil menganggukan kepala.

Mereka berdua bejalan menuju parkiran. Naruto tetap cengengesan di perjalanan. Sakura yang mendengar celotehan Naruto mau tak mau ikut ketawa juga.

"Silahkan tuan putri…" Kata Naruto saat mereka tiba di dekat mobil sport hitam milik Naruto. Naruto membukakan pintu mobilnya untuk Sakura.

"Hheehe.. terima kasih." Jawab Sakura sambil tersenyum manis. Dan Naruto pun membalas senyum manis itu.

Mobil pun siap melaju kencang di jalanan, berlomba-lomba, saling kejar-kejaran dengan sejenisnya. Di jalan bebas, penuh kesenangan, seperti perasaan Mrs. Pink ini, sang istana senyuman pun ada di dekatnya, betapa senang hatinya, bahkan tak terkira.

"Naru…" Kata Sakura tiba-tiba menatap Naruto tajam.

"Ada apa tuan putri?" Jawab Naruto sambil tersenyum.

"Mau janji 1 hal?" Tanya Sakura mempertajam tatapannya, seolah akan berkata hal yang sangat serius.

"Humm… apa?" Jawab Naruto, menepikan mobilnya sebentar di pinggir jalan dan menatap lembut Sakura.

"Jangan pernah tinggalin aku ya? Apapun yang terjadi." Kata Sakura serius.

"Iya tuan putri, tidak akan meninggalkanmu apapun yang terjadi. Sini…"Jawab Naruto sambil memeluk Sakura dan mengecup lembut kepala Sakura.

"Tuhan… aku mencintainya…" Kata Sakura sambil berbisik, bahkan suara lembut itu tidak terdengar jelas, isi hatinya kini telah keluar berhamburan dalam hangatnya pelukan lembut istana senyumnya, sang shappire pun terbawa dalam kenyamanan si emerald. Hanya Tuhan yang bisa membuat semua menjadi indah.

"Ya sudah, sekarang kita jalan lagi ya? Welcome to our journey… haha." Suara Naruto yang bersemangat dengan tingkahnya yang lucu.

"Yeaah… let's go…" jawab Sakura yang tidak kalah semangatnya.

Mobil itu melesat lagi dalam kebebasan kasih sayang shapirre dan emerald, mobil itu kini bertambah kencang, tak ada yang bisa mengejarnya, mereka masuk ke dalam dunia yang hanya ada mereka saja, sebuah dunia yang hanya dimiliki mereka, itulah dunia shapirre dan emerald.

Senyum bahagia itu terpancar jelas pada wajah Sakura, tak pernah dia rasakan kebahagiaan ini, tak pernah ia merasakan kesenangan ini, seolah semua bebannya terlepas dalam kebebasan geraknya bersama Naruto. Inilah hal terpenting yang tak pernah ingin ia lewatkan begitu saja, sebuah momen yang jarang ia dapatkan.

"Naru, kita pulang yuk?" Kata Sakura yang mulai merasa lelah dan ingin segera pulang.

"Humm… baiklah, kelihatannya kau capek sekali Saku." Jawab Naruto yang langsung mendekati Sakura.

"Aku…" Bruukkk! Sakura pun terjatuh pingsan.

"Sakura…" Refleks Naruto langsung memeluk erat Sakura, dia takut tubuh Sakura terhempas di lantai, orang-orang yang ada di sekitar tempat itu pun menolong Naruto untuk menggendong Sakura kemobilnya.

"Sakura… kau kenapa? Sabar Saku… aku bakal bawa kamu kerumah sakit." Kata Naruto cemas, mobilnya dilajukannya dengan kencang, tak peduli rambu-rambu lalu lintas, tak peduli akan hantaman yang terjadi jika salah sedikit, dia akan menabrak mobil lain, kelajuan mobil itu-pun mulai tak terkendali, sudah terlalu kencang, Naruto tak peduli, yang ia pedulikan hanya keselamatan Sakura.

Bintang malam katakan padanya…

Aku ingin melukis sinarmu dihatinya…

Embun pagi katakan padanya…

Biarku dekap erat waktu dingin membelenggunya…

Rumah Sakit Internasional Konoha

"Sus, tolong saya, cepat!" Dengan amarah dan rasa takut yang bercampur, Naruto memerintahkan suster untuk segera memberi pertolongan pada Sakura.

"Maaf, silahkan tunggu disini sebentar, dokter akan memeriksa pasien lebih lanjut." Kata Suster kepada Naruto.

"Tapi sus." Jawab Naruto yang membantah, tapi belum selesai dia bicara suster tersebut sudah menutup pintu ruang ICU duluan.

"Tuhan… apa yang terjadi sebenarnya?" Naruto bergeming sendiri sambil memutar ulang otaknya mengingat kembali apa yang terjadi pada Sakura.

Bintang malam katakan padanya…

Aku ingin melukis sinarmu dihatinya…

Embun pagi katakan padanya…

Biarku dekap erat waktu dingin membelenggunya…

Seingatnya Sakura hanya pingsan, mungkin faktor kelelahan, tidak akan parah, tapi kenapa jantungnya berdetak tak beraturan, seolah akan terjadi hal yang menakutkan, seolah akan terjadi hal yang tidak dia inginkan.

Tahukah engkau wahai langit…

Aku ingin bertemu membelai wajahnya…

Kan ku pasang hiasan angkasa yang terindah…

Hanya untuk dirinya…

Dari dahinya turun deras air keringat, Naruto berfikir keras, entah apa yang dia pikirkan itu, dia berusaha menenangkan diri dan hatinya, dia berusaha mengatur keluar masuk oksigen dan karbondioksida dalam paru-parunya, hingga bisa memperlancar nafasnya.

Lagu rindu ini ku ciptakan…

Hanya untuk bidadari hatiku tercinta…

Walau hanya nada sederhana…

Izinkan ku ungkap segenap rasa dan kerinduan…

Beberapa saat kemudian, pintu ruang tertutup itu mulai dibuka, Naruto yang melihat pintu itu dibuka pun langsung mendekat dan bersiap menghujani dokter dengan beribu-ribu pertanyaan yang ada di benaknya.

"Dok, bagaimana keadaan Sakura? Sakura baik-baik saja kan? Dia hanya kelelahan kan?" Naruto mulai menghujani dokter itu dengan pertanyaannya

"Humm… anda?" Tanya dokter tentang hubungan Naruto dengan Sakura.

"Saya pacarnya dok, lebih tepatnya tunangan Sakura. Bagaimana keadaan dia?" Jawab Naruto meyakinkan sang dokter. Padahal Naruto hanya berbohong sama sang dokter agar keadaan Sakura dapat diketahuinya. Jika tidak mengaku seperti itu, tentu saja sang dokter tidak mau memberi tahu kan keadaan Sakura.

"Baiklah, ikut keruangan saya sebentar." Kata dokter tersebut mengajak Naruto.

-TBC-

*huaaahh…* -teriak gajje sambil celingukan- jelek yak? Gomen… =(

Sejujurnya, kepala Cha mumet banget… makanya Cha mohon maav kalo feelnya kurang… *plakk* napari pipi sendiri- T_T

Bales Rifyu yang gak log in:

Kazuma big tomat: Makasih ya buat kritikannya, membangun banget. =) ok cha perbaikki la gi kok. Hope you like!

Hitori Janai ra: Thanks koreksinya. Maaf kalo gak sesuai dengan kemauan. Saya kan newbie. Mohon bimbingannya lagi ; )

Me: makasih ^^

greensaphire7: makasih ^^

Garaa Afraka: makasih kak ^^

Readers… review yah?

Caci maki atau apalah, Cha trima… = (