Terimakasih atas review-nya kawan…

Aku terharu…hiks…hiksss…

Arigatou minna-san…

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Pairing : SasuSaku, NaruSaku (friendship)

Genre : Romance/Humor/Friendship

Warning : lil bit OOC, AU, OC, agak gaje, abal-abal

Inspirated by movie Initial D

I change lil bit from the original story.

Takoyama 06.00 pm

Mobil Nissan Silvia S15 Putih sedang terparkir di tepi jalanan gunung Takoyama. Di hari yang mulai gelap ini, Naruto –pemilik Nissan Silvia S15 Putih– itu sedang asyik ngobrol dengan salah satu temannya di dalam mobil tersebut. Menceritakan hal yang lucu hingga mereka tertawa terbahak-bahak.

"Nggg…Saku-chan, kau janji akan mengajariku menyetir kan!" ujar Naruto di dalam mobilnya. Sakura yang duduk di sebelahnya hanya tersenyum.

"Kau kan sudah bisa, kenapa minta ajari lagi!"

"Hah..maksudku membalap!"

"Oh…gitu…mulailah kalau begitu!" pinta Sakura masih dengan duduk santai di kursinya. Naruto menjadi bersemangat dan mulai menghidupkan mesin mobilnya.

"Kau hanya melihat saja, Saku. Nanti kalau ada kesalahan, tutor saja aku ya!" pinta Naruto memulai menjalankan mobilnya yang sudah panas. Sakura hanya tersenyum sambil meletakkan kedua tangannya di belakang kepala dan duduk menyandar.

"Hnn..hati-hati..jangan sampai masuk jurang!"

Naruto menggembungkan pipinya dan mencibir ke arah Sakura. Lalu ia mulai menginjak kopleng dalam-dalam, memasang gigi satu terlebih dahulu lalu tancap gas lambat dan Syuuuuttttt…melaju kencang dan dengan cepat ia menukar giginya.

"Yuhuuuu..!" sorak Naruto dari dalam mobilnya. Mobil Nissan Silvia S15 Putih itu melaju kencang di lintasan lurus gunung Takoyama, seperti telah mengenal baik tempat itu, Naruto menurunkan kecepatan karena tikungan tajam pertama akan dilewatinya dan bagus…hampir bagus…ia melewati tikungan itu.

"Terlalu lebar, usahakan tidak terlalu, Naruto. Lawan dengan mudah akan memotongmu!" usul Sakura tanpa memandang wajah Naruto yang terlihat sedikit tegang.

"Ya….aku mengerti..!"

Tikungan kedua dan ketiga dilewati Naruto sesuai usul Sakura tadi dan hasilnya lumayan bagi pemula seperti dia. Di jalan lurus, Naruto mengurangi kecepatan karena melihat mobil lain di belakangnya. Ia kira itu mobil penduduk biasa dan ternyata setelah dilihat baik-baik dari kaca spionnya. Itu sebuah mobil Laser Blue Mica NB 2.5 milik kelompok Akatsuki melaju kencang dan langsung memotong Naruto dan dengan cegatnya di berhenti di depan mereka. Naruto kaget dan langsung menginjak rem, Sakura yang tadinya santai kini jadi marah karena Naruto tiba-tiba menginjak rem mendadak dan membuat sedikit kesalahan. Bagian belakang mobilnya kena pembatas jalan dan jurang sehingga menimbulkan sedikit goresan dan dengan hantaman tadi, pembatas itu bengkok.

"Hei..!" ujar Sakura setengah teriak.

"Gomen!"

"Siapa mereka?" tanya Sakura.

"Itu kelompok Akatsuki, aku kenal mobil itu. Itu milik Hidan!"

"Mau apa dia?"

Naruto hanya mengangkat bahu. Dan seseorang keluar dari mobil biru itu. Seorang laki-laki rambut perak yang memakai jaket hitam dengan gambar awan merah di bagian perutnya. Ia memakai kalung rantai hitam panjang dengan liontin segitiga dalam lingkaran. Dia berjalan menghampiri mobil Naruto dan mengetuk kaca jendelanya. Naruto menurunkan kaca jendelanya sehingga terlihatlah wajah Hidan dengan jelas.

"Hey siapa di antara kalian The Takoyama Conqueror?" tanya Hidan sedikit dengan nada kasarnya. Naruto tampak takut dengan orang asing itu. Dia tidak menjawab hanya diam berkeringat dingin.

"Hei jawab!" bentak Hidan membuat Naruto sedikit terlonjak. Naruto ingin menjawab tapi seseorang menyelanya.

"Aku..!" jawab Sakura dingin tanpa memandang wajah Hidan. Hidan tersenyum sinis dan berjalan ke pintu Sakura. Sakura menurunkan kaca jendelanya. Hidan kaget karena Sakura adalah perempuan. Tadinya ia berfikir kalau temannya Naruto itu adalah laki-laki karena ia memakai topi hitam menyembunyikan rambut merah mudanya.

"Kau, The Takoyama Conqueror. Tidak mungkin!" ujar Hidan sekalian meremehkan. "Masa perempuan, kau pasti bercanda!"

"Heh…memang dia orangnya!" ujar Naruto terlihat marah karena temannya di remehkan. Sakura masih diam dengan tenang sehat walafiat.

"Huh..aku tak percaya!"

"Mau bukti?" tanya Sakura dingin. Naruto kaget dan menyikut lengan Sakura. Dia tetap diam membisu tanpa melihat dua orang itu.

"HAHAHA..KAU PASTI KALAH, PINKY!" tawa Hidan dengan lebar mulut 4 cm dan tinggi 7 cm. Lebar sekali..."Huh..aku benci orang ini…terlalu meremehkan!" batin Sakura mulai bergejolak dan dengan kasar ia membuka pintu. Hidan yang berada dekat pintupun terlempar dan terjatuh tidak jauh dari pintu itu. Sakura keluar menatap Hidan dengan tatapan marah.

"Naruto, tukar posisi!"

Ia langsung keluar dan bertukar posisi dengan Naruto, Hidan tampak senang karena ia yakin akan mengalahkan gadis ini. Ia menuju mobilnya dan mulai membalap dengan posisi awalnya Hidan. Sakura tak ambil pusing dan langsung saja tancap gas. Di jalan lurus mereka berpacu tapi Hidan masih di depan memimpin, tikungan demi tikungan di lewati sempurna oleh Sakura. Sedangkan Naruto yang berada di dalamnya hanya teriak-teriak ketakutan memanggil nama ayahnya dan ramen.

Walaupun begitu Sakura masih berkonsentrasi pada pertandingannya. Kini jaraknya dengan Hidan tidak jauh dan tinggal menunggu kesempatan untuk memotong. Hidan terlalu lebar mengambil jarak untuk menikung. Dan lagi-lagi kesempatan itu di gunakan Sakura untuk memotong. Dan sepertinya Hidan tahu taktik Sakura dan dengan cepat ia tancap gas, padahal jarak ujung depan mobil Sakura berada di roda depan Hidan. Sakura tahu ia kalah cepat tapi ini pertama kalinya ia berbalapan dengan mobil orang lain alias bukan mobilnya sendiri sehingga ia kurang terbiasa.

"Hei..Naruto, kenapa remnya sedikit keras?" tanya Sakura

"Mana kutahu itu semua kerjaan ayahku!" jawabnya masih dengan keringat dingin karena ketakutan melihat betapa ugal-ugalnya temannya yang satu ini jika tersulut emosi. Dengan erat ia memegang pegangan yang ada di atas pintu.

Sakura masih focus terhadap lawannya dan kali ini dia harus bisa memotong Hidan.

"Huh di tempat itu!" gumam Sakura pelan dengan senyum sinisnya.

Sakura menambah kecepatan yang kini spedometernya menunjukkan angka 180 km/jam. Tikungan kesayangan Sakura. Tikungan dimana ia mengalahkan Deidara dengan bantuan selokan. Dan kesempatan itu datang, Hidan terpotong telak oleh Sakura karena tikungan itu. Sakura memimpin dan melaju kencang melewati Hidan, ia tak mau kalah dan langsung tancap gas lagi tapi sesuatu terjadi. Hidan kehilangan keseimbangan saat membelok sehingga ia terpaksa menginjak rem. Mobilnya berputar dan buntutnya menabrak pembatas jalan hingga bengkok.

Sakura tak mempedulikan orang itu dan tetap melaju dengan senyum kemenangannya.

"Sial…mobil kurang asin…dewa Jashin pasti marah padaku!" ujarnya sambil mecium berkali-kali liontin kalung aneh itu. "Tunggu saja pembalasan kami, The Takoyama Conqueror!" gumamnya pelan.

"Kau benar-benar hebat Sakura!" ujar Naruto girang seketika takutnya hilang. Dan kini mereka tengah berada di jalan untuk pulang ke rumahnya Sakura.

"Thanks,Ehmmm…Naruto kau yakin tidak apa-apa. Wajahmu pucat!" ujar Sakura dengan wajah khawatir. Mereka keluar dari mobil dan Sakura berjalan ke pintu masuk tokonya. Naruto berjalan melambaikan tangan sampai nanti kepada Sakura. Melihat cara jalannya yang sedikit oleng, Sakura menjadi tambah khawatir.

"Iya aku ga apa-apa!" jawabnya. Tapi belum sempat ia memperlihatkan cengirannya dia sudah muntah-muntah.

"Hoeeekkk…!"

"Eh,,,Naruto kau yakin!" ujar Sakura menghampirinya. Naruto mengangguk dan menyuruh Sakura cepat masuk.

"Hoeekkk…!"

"Tuh..kan muntah lagi, masuk saja dulu. Akan kubuatkan teh!"

"Taka apa, Saku. Ini hanya mabuk darat!" tolaknya sambil membuka pintu mobilnya. Sakura hanya mengangkat bahu bingung melihat temannya yang menolak untuk ditolong. Dia berbalik untuk masuk. Belum sempat selangkah masuk rumah, ia mendengar suara benda jatuh. Dan setelah dilihat ternyata Naruto ambruk. Sakura berlari menghampirinya.

"Huh…dasar!" ujarnya sambil mengangkat tubuh Naruto dan meletakkan tangannya di bahu. Lalu membawanya masuk. "Selalu begini!"

"Ngg…Saku-chan!" gumam Naruto dalam ketidaksadarannya. Sakura hanya tersenyum mendengar sahabatnya menggigau.

Mobil Mazda Efini RX-7 hitam, Subaru Impreza 2.5 RS biru dan Nissan 200SX merah sedang terparkir di sebuah lapangan kecil di dekat lintasan gunung Takoyama. Setelah pertandingan dengan mobil Toyota Corolla GT-S putih, mereka berencana membuat kelompok balap. Dan tujuan mereka saat ini adalah membujuk Sakura untuk masuk kelompoknya. Sasuke yang berdiri menyender di mobilnya sedang menunggu seseorang sambil berlipat tangan di depan dadanya. Sedangkan Suigetsu dan Kiba –Nissan 200SX merah– asyik bercakap-cakap seputar dunia otomotif.

Selang beberapa waktu kemudian datang mobil Toyota Corolla GT-S putihnya Sakura. Lalu memarkirnya di dekat para mobil mewah yang telah menunggu itu. Sakura keluar dari mobil bersamaan dengan Naruto yang juga bersamanya lalu mengampiri tiga orang tersebut.

"Sakura, kau mengalahkan Akatsuki lagi?" tanya Kiba yang kini duduk diatas kap mobil depannya. Sakura mengangguk pelan sambil meletakkan kedua tangannya kedalam kantong belakang celana jeans-nya. Hari ini Sakura memakai T-shirt besar hitam dan celana jeans abu-abu dengan banyaknya sobekan di bagian lututnya. Dan sepatu kets putih dan topi hitam.

"Dan mereka kalah!" ujar Naruto girang.

"Sakura, kau tahu mereka itu profesional!" kali in Sasuke angkat bicara. Sakura mengangguk. "Dan kau tahu mereka itu berbahaya!" Sakura mengangguk lagi.

"Sewaktu-waktu mereka bisa menantangmu lagi Saku!" dan kali ini si Sui yang angkat bicara. Sakura mengangguk lagi dan hanya tersenyum pada mereka.

"Kenapa dia begitu tenang?" batin Sasuke. "Apa dia tak tahu kalau aku ini mulai cemas dengannya!"

"Thanks semua, jangan cemas. Aku bisa mengatasinya!" jawabnya santai dan memberikan senyum terindahnya pada mereka. Merekanya malah blushing termasuk Sasuke. Sasuke yang menyadarinya pun memalinkan wajahnya menuju jalanan gunung Takoyama.

"Sakura, aku menantangmu besok, disini jam 04.00 pm!" ujar Sasuke tiba-tiba memberikan tantangan pada Sakura. Yang lainnya kaget dan dengan cepat Sakura mengangguk.

"Hn..baiklah aku terima, aku ingin melihat wajah kalahnya Sasuke lagi!" jawabnya asal dan sedikit tersenyum senang. Naruto yang melihat Sakura yang berbeda hari ini menjadi sedikit bingung. "Tidak biasanya dia tersenyum seperti itu, atau jangan-jangan Saku-chan suka sama teme!" pikir Naruto masih tak lepas memandangi Sakura.

"Cih…Kau ini!" ujar Sasuke ditambah dengan senyum tipisnya yang tidak kelihatan oleh Sakura tapi senyuman itu terlihat oleh Naruto. "Ini pertama kalinya aku melihat teme tesenyum, ada apa ini sebenarnya?" pikir Naruto lagi tapi pikiran itu langsung menghilang setelah seseorang menyikut lengannya.

"Hei Naruto, kau kenapa. Tumben ga berisik!" ejek Kiba si pelaku utama menghilangnya lamunan seseorang.

"Hh..tidak Cuma lagi ga enak badan!" jawabnya bohong. Naruto berjalan kearah Sakura dan memukul pelan pundaknya.

"Sakura, pulang yuk!" ajak Naruto dan disambut dengan anggukan Sakura. "Kau kan diundang makan malam sama Ibu!" tambahnya lagi.

"Baiklah…!" jawabnya lagi. "Jaa ne, minna!" sorak Sakura pada semua orang disana. Mereka membalas dengan lambaian singkat. Sakura masuk ke mobilnya begitu juga Naruto dan tancap gas menuju rumah Naruto. Tintinan keras sebagai perpisahan mereka saat itu.

Sakura melaju kencang di jalanan gunung Takoyama dan selang beberapa menit kemudian ia berpapasan dengan mobil Mazda MX-5 NCEC hitam yang ternyata juga milik Akatsuki.

"Itu dia mobilnya, berputar!" perintah seseorang yang tak lain adalah Hidan kepada temannya yang memakai cadar putih dengan sirat mata yang tajam. Dengan cepat dia memutar setirnya berlawanan dengan arah ia datang, memutar posisi mobilnya untuk mengejar mobil Sakura. Dan akhirnya mereka dapat menyusulnya.

"Akatsuki!" gumam Sakura.

Hal itu disadari oleh Sakura dari kaca spionnya. Ia pun memambah kecepatan yang kini menjadi 160 km/jam. Tapi malang nasibnya. Mobilnya tiba-tiba berhenti berjalan alias mogok. Semua mesin tiba-tiba mati seketika. Dan dengan terpaksa ia mengurungkan niatnya untuk membalap mengalahkan anggota Akatsuki itu lagi.

"Sakura, kenapa berhenti. Ada apa dengan mobilmu?" tanya Naruto celingak-celinguk. Dan saat itu, mobil Mazda MX-5 NCEC hitam itu berhenti di depan mobil Sakura yang mogok.

"I dunno, tiba-tiba mati. Tak bisa dinyalakan lagi!" jawabnya dengan nada cemas. Sakura pun keluar dan dengan cemas ia memeriksa mobilnya. Bagian mesinnya berasap. Dengan cepat ia membuka kapnya untuk menghilangkan asap yang sudah mengepul di dalam. Sepertinya mesinnya rusak dan dengan kesal dia membanting kapnya.

Hidan dan temannya datang dan menatapnya dengan tatapan mengejek.

"Hahaha….rusak ya honey!" ledek Hidan berdiri di depan Sakura dengan bertagak pinggang. Sedangkan temannya hanya diam memandangi Sakura. "The Takoyama Conqueror seorang perempuan, Hidan benar!" batin temannya Hidan yang bernama Kakuzu itu.

"Hei Kakuzu, aku dengar mobil Toyota Corolla GT-S putihnya gadis ini sudah lumayan tua loh!" ledek Hidan lagi. Sakura masih sabar karena itu memang kenyataan. Naruto datang menghampiri Sakura sambil memberikan kenyamanan pada temannya.

"Hei, kau sudah kalah masih berani mengejek!" ujar Naruto menatap tajam Hidan. Dan pada pertengkaran itu, mereka tak menyadari tiga buah mobil lain berhenti di belakang Toyota Corolla GT-S Sakura. Dan pemiliknya berjalan menghampiri.

"Apa kau bilang, dasar rubah!" bentak Hidan yang berancang-ancang memukul wajah imut Naruto. Tapi seseorang menahan tangannya yaitu Kakuzu.

"Eh…kau rupanya!" ujar seseorang di belakang Sakura dan Naruto.

"Sasuke!" gumam Sakura pelan. Lalu dia menghampiri Sakura dan Naruto. "Kau tidak apa-apa, Sakura?" tanya Sasuke. "Dia mencemaskan Sakura, tak biasanya seperti itu!" batin Naruto. Sakura menggaguk lemah. "Tapi mobilku….!" Ujarnya sambil melirik mobilnya.

"Heh…Sasuke!" ujar Kakuzu.

"Kakuzu, tidak berubah setelah aku mengalahkanmu. Masih payah!" ujar Sasuke dingin. Hampir saja Kakuzu kehilangan kendali jika Sasuke tidak angkat bicara.

"Aku menantangmu lagi, 3 hari lagi di Takoyama jam 05.00!" ujarnya mulai menantang. Kakuzu hanya mendesar kasar.

"Huh..ku terima tantanganmu bocah!"

Sakura masih kesal, dia mencoba menyalakan mobilnya tapi hasilnya tetap sama. Mati. Dia mendesah pelan dan memegang pelipisnya. Memijatnya dengan jari-jari lentiknya. Lalu Kakuzu dan Hidan pergi tak lupa dengan ejekan dari mulut kaar Hidan.

"Dasar mobil tua!" ejeknya. Sasuke dan Naruto menghampirinya yang berada dalam mobil. Sedangkan Kiba dan Sui menunggu di luar sambil memeriksa mobilnya Sakura.

"Mesinnya harus diganti!" ujar Kiba memberitahukan kabar tidak bagus tersebut pada Sakura. Sakura hanya mendesah pelan.

"Pertandingan kita, aku undur 3 hari. Mungkin itu waktu yang cukup untuk memperbaiki mobilmu, Sakura!" ujar Sasuke. Sakura hanya mengangguk dan Naruto hanya diam.

"Kalau kau mau, kau bisa bertanding dengan mobilku. Dirumah masih ada satu!" tawar Sasuke. Wajah Naruto berubah senang. "Iya. Pakai mobil teme saja, Saku-chan!" Sakura menggeleng tanda tak setuju.

"Aku tidak mau balapan dengan mobil lain!" jawabnya datar.

"Hn…terserah kau saja!"

"Jangan sedih, aku akan membantumu, begitu juga dengan teme!"

"Hn…semua mendukungmu Sakura!"

"Arigatou, minna-san!"

TBC (TamBuah Ciek)

Ga ding…aku lanjut ampe chap 4…ampe chap 4 jadinya.

Hahahaha..susah juga buat fic ini…

Tapi untuk kalian, apa aja boleh…Huauahahahahah….

Review y guys… oh ya untuk pemberitahuan..

Kalau semua mobil yang ada dlm fic ini, merupakan mobil sejenis dengan sedan. Hahaha imajinasikan saja ya kawan..huhuu….