MY LIFE
Disclaimer: Masashi K.
Genre: drama,romance
Rate : T
Warning : banyak typo, alur gaje, dll
Chapter. 2
Sakura mulai membuka matanya perlahan. Bau obat-obatan yang menyengat mulai tercium indra penciumannya. Perlahan, ia pun mengedarkan pandangan ke sekelilingnya yang serba berwarna putih itu,membuatnya menyadari bahwa dia sekarang berada di UKS. Namun,ia bingung. Bukankah tadi dia berada di toilet dan di bully oleh Karin?. Lalu siapakah orang yang berbaik hati membawaku kesini? Pikir Sakura. Saat Sakura hendak mendudukkan dirinya di kasur, tiba-tiba kepalanya langsung merasa pening dan akhirnya mengurungkan niatnya. Ia mencoba untuk kembali tidur. Namun tetap saja ia tak bisa karena pening telah terlanjur menderanya. Jadi ia hanya berbaring dengan pikiran melayang entah kemana.
KRIEEETT…
Tiba-tiba pintu UKS terbuka menampakkan sosok Shizune-sensei yang memasuki UKS dan menghampiri Sakura yang masih terbaring lemah di kasur. "Sakura, kau sudah bangun? apakah kau merasa lebih baik? Tadi Gaara yang membawamu kesini" Tanya Shizune-sensei dangan wajah khawatir. Ya,dia adalah satu-satunya guru yang perhatian padaku dan yang emngobati luka yang kudapat sehabis di bully oleh Karin. "Sabaku-san sensei?"tanyaku balik dengan wajah heran kepada senseiku itu."Sabaku-san membawaku kesini? Itu sangat tidak mungkin. Tapi senseiku spertinya memang tak berbohong kepadaku. Ah aku akan mnanyainya dan berterimakasih kepadanya nanti" ucap inner sakura ."iya, aku yakin tak salah orang. Jadi bagaimana keadaanmu?"."kepalaku sangat pening sensei,bolehkah aku disini dulu?" tanyaku ku samil menahan pening dikepalaku yang sangat menyiksaku ini."Sialan kau Karin!" umpatku dalam hati. "baiklah, kalau begitu aku akan mengambil obatmu sebentar dan aku akan segera mengurusnya ke kelasmu" Shizune-sensei lalu membuka kotak obat dan memberikan obat dan segelas air putih kepadaku- sudah dalam posisi duduk -yang langsung kuminum. Setelah itu ia langsung pergi meninggalkan ku sndirian di UKS,menuju kelasku.
Aku kembali merebahkan tubuhku di kasur dan pada akhirnya aku tertidur karena efek obat yang diberikan tadi. Namun aku bermimpi sedang berada di padang rumput yang luas dan penuh dengan unga bunga yang mekar mengeluarkan bau semerbak yang menenangkan. Disana juga berterbangan kupu-kupu berwarna-warni serta angin sepoi-sepoi yang menerbangkan rambut panjangku perlahan. Tetapi,disana aku bertemu seorang anak lelaki berambut hitam dan wajahnya tak terlihat jelas, tapi aku tau kalau dia sedang tersenyum kepadaku.
" Saku-chan, lihatlah! Aku membuatkanmu sesuatu!"
" Memang apa yang kau buat Sasu-kun? Aku penasaran" Tanya anak perempuan itu yang sepertinya adalah aku saat masa kecil.
"kalau kau penasaran sekarang tutup matamu, aku akan memasangnya kepadamu. Tapi awas saja jika kau mengintip! Aku akan merusaknya" ancam anak lelaki berambut hitam itu.
" ahhh… kenapa harus meutup mataku. Nanti gimana liatnya?"
" kau bisa melihatnya kok. Tapi jika aku telah selesai memakaikannya kepadamu" terang nya lagi.
"Baiklah Sasu-kun. Tapi jangan ninggalin aku sendirian" akhirnya gadis kecil itu menurut.
" tenang saja aku takkan meninggalkanmu". Lalu anak lelaki itu menaruh mahkota bunga yang ia buat di kepala Sakura.
" nah, sekarang kau bisa membuka matamu!"
" wah! Cantik sekali Sasu-kunnn! Aku menyukainya. terimakasih banyak!" gadis kecil itu sangat senang saat ia melihat pantulan dirinya di cermin yang di bawa anak lelaki itu dengan mahkota bunga yang dibuat olehnya telah singgah di atas kepalanya. Ia terlihat sangat cantik di cermin itu dengan senyum lebar dan wajah gembiranya itu.
Tiba-tiba Sakura bangun dari alam mimpinya karena dikejutkan dengan bel pulang sekolah yang telah berbunyi. Ia lalu merasa tidak asing dengan bocah lelaki di mimpinya itu. Ia merasa itu sangatlah nyata dan menurutnya bukan hanya sekedar mimpi, seperti ia pernah mengalami kejadian itu. Namun, ia segera mengenyahkan pikiran itu dari kepalanya dan menganggap tentu saja semua itu tidak mungkin. Ia lalu memosisikan dirinya duduk dan saat ia berusaha untuk duduk sudah tak ada lagi pening di kepalanya. Seolah pening dikepalanya telah begitu saja menghilang dan mencoba untuk berdiri. Obat itu memang manjur! Ia benar-benar sudah sembuh!. Teringat akan pekerjaan peruh waktunya, Sakura segera menemui Shizune-sensei untuk mengucapkan terimakasih dan berpamitan dengannya.
Ia berlari dengan kencang menyusuri trotoar dan menyebrangi jalan untuk menuju tempat ia biasa bekerja. Ia terlambat sekarang karena ia harus menuju tempat wali kelasnya itu berada dan terpaksa ia harus menolong gurunya itu yang sedang kerepotan akan tugasnya. Dan beginilah jadinya ia kecapekan dan hampir melupakan pekerjaannya. Beberapa blok lagi ia akan sampai di blossom café tempatnya bekerja.
KLINTINGG…
Pintu café terbuka membuat lonceng diatasnya berbunyi. Di depannya Nampak gadis yang berdiri disana dengan peluh menetes dari dahinya dan nafasnya yang tersengal-sengal, sehabis berlari menuju cafe itu. Dengan sekejap menghentikan semua pekerjaan yang pegawai-pegawai itu lakukan dan menatapnya. Sedetik kemudian, Sakura sudah diseret menuju sebuah ruangan khusus pegawai dengan tarikan keras. Dan selanjutnya ia menghadapi amukan bos nya karena terlambat dan memberikan Sakura teguran keras untuk tak mengulangi kesalahannya atau ia akan dipecat dan menyuruhnya untu segera mengganti bajunya dan melayani pelanggan yang sedang kelaparan di luar.
"Hahhh…hari ini benar-benar hari sialku" gumam Sakura dan melangkahkan kakinya ke meja kasir setelah mengganti bajunya menjadi baju khas maid yang berwarna pink pastel itu,menguncir tinggi rambut pinknya yang peanjang itu dengan rapi dan melepaskan kacamata culunnya itu. Ia terlihat sangat cantik dan manis berbeda dengan sebelumnya. "Aku ingin memesan cappuccino satu dan jangan terlalu manis" pesan seorang lelaki yang berada di kasir tempat Sakura berada dengan suara baritonenya dan nadanya yang yang terkesan dingin. "satu cappuccino tidak terlalu manis, ada yang lain tuan?" Sakura mengetikan pesanan lelaki itu dan mendongakkan wajahnya saat bertanya kepada lelaki itu. Namun alangkah terkejutnya dia dengan orang yang baru saja memesan cappuccino kepadanya. Orang itu adalah Sasuke Uchiha, pacar dari orang yang Sakura benci Uzumaki Karin. "Rupanya kau kerja disini Haruno" Sasuke menata Sakura tajam dan baru kali ini ia melihat penampilannya seperti ini dan sekejap membuat Uchiha bungsu itu terpesona oleh mata emeraldnya yang ternyata selama ini tersembunyi di balik kacamatanya itu." Iya, Uchiha-san. Apakah ada lagi yang ingin kau pesan?" Sakura kembali melayangkan pertanyaan itu lagi. "tidak". "kalau begitu silahkan duduk dan mohon ditunggu sebentar. Kami aan segera mengantarkan pesanan Anda". Sasuke menuju ke tempat duduk yang posisinya di pojok ruangan dengan menghadap jendela yang saat ini sedang hujan di luar.
"Ini pesanannya tuan, silahkan menikmati" ucap salah satu pelayan disini yang saat ini agak merona merah karena Sasuke menatapnya tajam dengan maniknya yang berwarnya onyx itu dan langsung berbalik pergi. Sasuke yang tak peduli langsung menyesap cappuccino nya perlahan menikmati semua rasa yang ada sambil melihat hujan yang mengguyur Konoha hari ini. Samar-samar ia mendengar suara denting piano dan suara merdu seseorang yang membuat mengalihkan perhatiannya menuju sumber suara. Mata onyx nya menemukan seorang gadis berambut merah muda yang terlihat sangat mempesona yang memainkan piano sambil bernyanyi di atas panggung kecil yang sudah disediakan piano hitam. Matanya tak bisa lepas dari gadis sakura itu ia sudah terpikat oleh pesonanya. Semua orang pun sama, pandangan mereka semua tertuju pada Sakura Haruno, sang gadis culun di KHS.
Mou anata kara aisareru koto mo Hitsuyou to sareru koto mo nai Soshite watashi ha kou shite hitoribocchi de
Ano toki anata ha nante itta no? Todokanai kotoba wa chuu wo mau Wakatteru noni kyou mo shiteshimau Kanawanu negai goto wo
Hanasanaide Gyuto to wo nigitteite Anata to futari tsudzuku to itte Tsunaida sono te wa atatakakute Yasashikatta
Anata wa itsumo sou yatte Watashi wo okorasete saigo ni nakasunda Dakedo ato ni natte Gomen ne tte iu Sono kao suki datta
Hanasanaide Gyuto sou omoikkiri Anata no ude no naka ni itai Futari de odeko wo awasenagara Nemuru no
Mou nido to wa aenai tte koto wo shitteta no?
Hanasanaide Gyuto anata ga suki Mou ichido date warattekurenai no Anata no nukumori ga kiechau mae ni Dakishimete
Suara piano itu mulai perlahan berhenti. Jemari-jemari gadis itu sudah tidak lagi menekan tuts-tuts hitam putih. Dan saat itulah Sasuke menyadari bahwa gadis itu harus menjadi milik nya seorang. Milik Sasuke Uchiha.
Sakura menghela napas untuk yang kesekian kalinya setelah ia memainkan piano dan menyanyikan beberapa lagu untuk menghibur pengunjung yang ada di café tempat ia bekerja. Ia lalu berdiri dan membungkukkan tubuhnya tanda ia telah selesai dengan hiburan yang ia tampilkan dan kembali ke kasir tempat ia bertugas. Ia memakai celemek nya yang ia teruh di bawah kasir,mengikatnya dengan kencang dan ia sekarang telah siap melayani pelanggan lagi. Sesekali ia juga melihat jam besar yang ada di sudut ruangan yang telah menunjukkan pukul 9 malam. Uchiha itu pun sudah pulang dari tadi sejak hujan reda. Sakura menatap keluar dari balik pintu yang transparan itu dengan bosan. Café itu sudah mulai sepi dan sepertinya tidak ada tanda-tanda pelanggan akan datang lagi.
"hah…kenapa menunggu jam 10 itu lama sekali sih" gerutu Sakura dan ingin berbalik arah untuk mengambil botol minumnya yang selalu ia bawa. Rasanya ia haus sekali setelah kegiatan yang ia lakukan hari ini. Ingin ia segera merebahkan tubuhnya ke kasurnya dan ke alam mimpinya. Namun, langsung ia kembali lemas karena teringat tentang pr aljabarnya yang menumpuk. Sepertinya ia harus kembali begadang hari ini. Memikirkannya saja sudah capek apalagi saat nanti ia mengerjakan pr nya. "andai saja kalau ayah masih disini menemaniku dan kita masih bisa bermain piano bersama" raut wajah Sakura menjadi terlihat sedih dan ia kembali teringat semua kenangan-kenangan yang ia alami dengan ayahnya dulu.
Namun, semua itu harus musnah ketika ayahnya kecelakaan saat hendak pulang menemui istri dan anaknya. Kematian ayah Sakura membuat ia dan ibunya bekerja keras agar dapat menghidupi kebutuhan hidup mereka sehari-hari. Tapi ya sudahlah, itu hanya masa lalu sekarang. Mulai saat ini Sakura akan bekerja dengan sangat keras agar dapat menghidupi keluarganya dan belajar dengan tekun supaya ia bisa menjadi dokter. Namun, tiba-tiba saat ia akan menutup café itu, pemuda bersurai merah masuk ke café. Sakura mengenali pemuda itu, dia adalah Sabaku Gaara, Pemuda yang membawanya ke UKS tadi siang. "aku ingin memesan mocha latte,apakah masih bisa?" suara baritone tiba-tiba memasuki telinga Sakura. "ah, ya tentu saja masih bisa. Mohon ditunggu sebentar, mau dibawa pulang atau diminum disini tuan?" Tanya Sakura kepada pemuda Sabaku itu yang masih belum menyadari bahwa gadis di depannya adalah Sakura Haruno, gadis yang ia tolong tadi. "akan kubawa pulang saja" Sakura lalu memanggil temannya untuk membuatan pesanannya dan kembali lagi ke meja kasir.
"ano…, kau Sabaku-san kan?" pertanyaan itu terlontar dari mulut Sakura yang membuat Gaara terkejut dan menghentikan aktivitasnya dengan ponselnya lalu menatap Sakura tajam. " ya, bukankah kau Haruno?" , "ah ya kau benar. Aku ingin mengucapkan terima kasih atas pertolonganmu tadi, arigatou gozaimasu" Sakura ber-ojigi di hadapan Gaara untuk mengekspresikan rasa terimakasihnya. "hn, tidak apa-apa. Jadi kau bekerja disini rupanya?" Tanya Gaara. " ya, ibuku sakit jadi aku harus mencari uang untuk kami" Sakura lalu menyerahkan mocha latte yang telah siap ke Gaara. "terima kasih, selamat menikmati" ucap Sakura lalu melihat jam kembali yang telah menunjukan waktu 10.15. "ah akhirnya pulang juga" gumam Sakura yang ternyata terdengar oleh Gaara yang masih belum beranjak dari café. " biar kuantar kau pulang. Tidak baik perempuan pulang sendirian di malam hari seperti ini" ucap Gaara yang mengagetkan Sakura. " apakah tidak merepotkan Sabaku –san?, lagipula aku sudah terbiasa kok" Sakura menolak halus sambil melepaskan celemek yang ia pakai. "tidak apa-apa, justru aku yang akan merasa bersalah jika terjadi apa-apa denganmu". "apakah aku tak salah dengar? Apakah dia mengkhawatirkanku? Ah itu tidak mungkin kami saja baru kenal". "Jadi bagaimana?" Tanya Gaara kepada Sakura yang seketika menyadarkan Sakura. " baiklah, aku akan segera kembali" Sakura pergi ke ruang pegawai dan mengganti bajunya dengan cepat, lalu mengambil tasnya dan segera melesat keluar café untuk menemui orang yang menunggunya. Gaara lalu menaiki motornya dan menyerahkan helm itu ke Sakura dan menyuruhnya naik. Deru motor mulai terdengar dan menjalankan motor milik Gaara.
"jadi dimana rumahmu?" Suara Gaara terdengar di telingaku. "tinggal belok saja di tikungan depan itu, rumahku yang berwarna abu-abu no 119". Motor itu melaju di jalanan yang lengang dan berbelok menikung menuju rumah Sakura. Akhirnya motor itu berhenti melaju di depan rumah Sakura. "arigatou Sabaku-san mau mengantarkanku pulang"," Gaara saja. Tidak apa-apa lagipula ternyata rumah kita searah" jawab Gaara menenangkanku. "baiklah sekali lagi terimakasih Gaara" aku ber-ojigi dan berbalik berjalan ke rumahku. Deru motor itu kembali terdengar menjauhi rumah Sakura di tengah gelapnya malam. Sakura memasuki rumahnya yang sudah terlihat gelap dan menuju kamar ibunya yang sudah tertidur dengan lelap.
Ia pun menuju ke kamarnya dan merebahkan diri di kasur melepaskan semua penat di tubuhnya. Tak lama kemudian ia pun jatuh tertidur karena kantuk telah menjalari mata emeraldnya. Melupakan pr-pr nya yang sepertinya harus dikerjakannya besok subuh.
tbc
haii readerss! im coming back with the new chapter. minta saran dan kritiknya ya, kerena saran dan kritik kalian lah yan membuatku semakin rajin buat ff dan semakin bagus kualitas fanfic yang aku buat.
arigatou gozaimasu
salam
Koizumi Chiaki
