Summary :

Sasuke yang banyak berubah setelah apa yang terjadi pada dirinya dimasa lulu, berniat membalas dendam kepada seseorang yang telah membuat dirinya harus menderita sebegitu pahitnya. Tapi ketika dendam berubah menjadi cinta.


.

Sasuke-kun No Revenge

.

.

Naruto © Masasi Kishimoto

U. Sasuke and H. Sakura

.

Story by Haekal Uchiha

.


Chapter 2 : Lelaki Yang di Juluki "Piggy"!


.

.

BRAAKK !

Tiba-tiba pintu kelas di buka dengan kasar oleh sosok seorang perempuan.

"Di mana yang namanya Rock Lee ?" dengan nada yang lumayan keras hingga bisa didengar semua siswa yang ada di dalam ruang kelas.

Sasuke yang mendengar itu pun menoleh ke arah seseorang yang baru saja meneriaki nama seseorang, dan alangkah terkejutnya Sasuke dengan apa yang baru saja ia lihat sekarang, sosok perempuan yang selama ini ia cari-cari.

.

.

.

.

Sosok perempuan itu berjalan memasuki ruang kelas lalu mendekat ke arah Sasuke.

"Apa Rock Lee ada di sini atau tidak ?"

"Kau jawab aku" ia duduk di atas meja yang Sasuke duduki sekarang sambil menarik dasi Sasuke hingga wajah mereka berdekatan terpaut jarak beberapa senti saja, mereka berdua pun mampu merasakan hembusan nafas hangat yang saling bertabrakan. Emerald dan onyx saling bertatapan hingga tanpa disadari meraka telah terhipnotis oleh tatapan mata yang sama-sama begitu memikat.

.

"Ini aku…aku di sini !" jawab seseorang dengan sedikit tergugup-gugup yang namanya baru saja dipanggil oleh sosok perempuan masih asik dengan dunianya sendiri.

"Ehmm.." sosok perempuan itu berdeham takala ia kembali tersadar dari mata onyx yang terus memandinginya, ia pun berdiri seraya menggerakkan jarinya mengisyaratkan pria yang ia sebut namanya tadi untuk maju mendekatinya.

"Mulai sekarang, kau ku panggil PANGERAN BADUT!" perempuan itu memberikan penekanan kata pada kata pangeran badut cukup keras yang ia ucapkan tadi.

"Itu karena kau yang menulis ini, benar ?" sambil memperlihatkan sebuah surat ke wajah Rock Lee.

*Itu adalah cinta pada pandangan pertama aku melihatmu saat pelajaran olahraga* ia kembali duduk di atas meja Sasuke sambil menyilangkan kedua kakinya.

"Atau sesuatu yang lebih penting…" sambil mengesek-gesekan kedua kaki jenjangnya yang terbalut stocking berwana hitam.

Melihat itu Rock Lee semakin terlihat gugup dan banyak mengeluarkan keringat dingin yang mulai membasahi kerah bajunya.

"Kau menjilat kedua stocking ku!" dengan nada yang sangat dingin membuat siapa saja yang mendengarnya bergedik ngeri tubuhpun merinding tanpa disadari. Perempuan itu berdiri sambil memperlihatkan lagi surat cinta itu, dengan tanpa disangka-sangka ia merobek-robek surat cinta itu di depan wajah Rock Lee.

Para siswa yang melihat kejadian itupun tidak bisa berbuat apa-apa, hanya bisa prihatin dengan kedaan Rock Lee yang sedang terduntuk menangisi surat cintanya yang sudah tidak berbentuk lagi.

"Hinata, ayo kita pergi" perempuan itu memanggil salah satu perempuan yang sedari tadi menunggunya di depan pintu masuk kelas, perempuan itu melangkahkan kakinya menjauh dari kelas bersama Hinata seraya meninggalkan Rock Lee yang kini mulai memunguti robek-robekan surat cintanya yang berterbangan kemana-kemana seraya air mata yang terus keluar dengan begitu derasnya.

.

"Lihat…dia seperti itu, Haruno Sakura" Ino mengucapkannya dengan sedikit terdengar ada rasa takut dari nadanya sambil memandangi Rock Lee penuh iba. Yaa, perempuan tadi adalah Haruno Sakura, yang baru saja keluar sehabis mencaci-maki habis-habisan Rock Lee di depan kelas dan merobek-robek surat cintanya hingga tidak tersisa.

"Haruno…Sakura !" Sasuke membatin dalam hati.

"Dia mendapat nilai tertinggi diujian masuk, keluarganya adalah kepala keluarga dari Haruno Grup dan dia luar biasa cantik" Ino yang mengatakan itu sambil melihat ke arah pintu kelas di mana baru saja Sakura dan Hinata keluar tanpa menyadari punggung Sasuke yang terus bergetar dan tanggan yang sudah mengepal.

"Itu hanya kepribadiannya yang benar-benar membenci laki-laki, dari semua laki-laki yang telah menyatakan suka padanya tanpa ampun ditolak dan dia diberi julukan PUTRI SADIS" Ino memberi penekanan kata putri sadis yang tadi ia ucapkan seraya kembali memandangi Sasuke sedari tadi hanya memperhatikan punggung Sakura yang semakin menjauh hingga ia keluar dari kelas bersama sosok perempuan bernama Hinata yang sedari tadi menunggu di depan pintu masuk.

"…Aku tidak pernah menyangka akan bisa bertemu dengannya secepat ini" Sasuke membatin dalam hati sambil sedari tadi menahan emosinya.

"Aku…aku…tidak akan lama lagi…" Sasuke berbicara sangat pelan hingga terdengar seperti berbisik.

Ino yang sedari tadi memperhatikan Sasuke yang mulai berdiri dari tempat duduknya dengan raut wajah datar namun sangat sulit diartikan hanya bisa terheran-heran olehnya.

"SASUKE-KUN" teriak Ino yang melihat Sasuke berlari berniat mengejar Sakura. Tapi percuma teriakan Ino tidak membuat Sasuke menghentikan langkahnya.

.

.

Tap Tap Tap Tap Tap…

Sasuke mengejar Sakura yang sudah cukup jauh di koridor sekolah, Sasuke terus berlari hingga ia melihat punggung Sakura dan Hinata yang berjalan dengan sangat santai. Begitu seperti ada yang mengikutinya, Sakura membalikan badannya seraya menghadap ke arah Sasuke yang sudah berhenti berlari, emerald dan onyx kembali bertatapan untuk yang ke sekian kalinya. Emerald yang begitu cerah dan menawarkan ke hangatan, begitu indah untuk dipandang dan onyx yang begitu hitam sekelam malam yang seakan-akan mampu menarik seseorang ke dalamnya. Keduanya masih saling berpandangan seakan jarak diantara meraka sangatlah dekat, padahal jarak Sasuke dan Sakura masih sangat jauh terpaut 15 meter dari mereka berdiri sekarang. Begitu mereka tersadar dari dunia fatamorgana yang begitu memabukkan itu untuk tidak melepaskan pandangan mata yang begitu sama-sama sangat memikat, Sakura yang tersadar ketika Hinata menggoyang-goyangkan tangannya didepan wajahnya langsung membalikkan badannya seraya langsung melanjutkan langkah kakinya menuju ruang kelasnya meninggalkan Hinata yang sedari tadi menatap bingung keduanya.

"Haruno Sakura, …baiklah kita mulai, aku tidak perlu takut lagi, delapan tahun telah berlalu dan inilah saatnya!" gumam Sasuke dalam hati dengan sedikit tersenyum licik.

"Pertama-tama aku akan memata-matainya" sambil melangkah kembali ke kelas. Ino yang melihat Sasuke sudah kembali ke dalam kelas hanya mengangkat sebalah alis seraya menatap heran ke Sasuke yang sedang tersenyum-tersenyum sendiri.

.

.

MISI 1 : Temukan Semua Kelemahanya

Sasuke sedang bersembunyi dibalik salah satu dinding-dinding sekolah seraya mengamati Sakura dari kejauhan.

"Untuk pertama-tama aku harus mengumpulkan informasi-informasi penting" gumamnya dalam hati dan kedua tangannya yang sedang memegang sebuah buku catatan kecil dan pena.

Sakura berjalan dengan penuh keanggunan bersama Hinata di sepanjang koridor sekolah, para siswa-siswi yang berselih jalan dengannya di koridor sekolah mau pun yang tidak hanya bisa terkagum-kagum melihat paras wajah cantik serta penuh keanggunan Sakura yang didampingi Hinata yang tidak kalah mempesonnya, tapi para siswa-siswi tidak berani menyapa mereka berdua. Sakura tiba-tiba berhenti berjalan yang sedikit membuat Hinata sedikit terkaget, Sakura ia mengisayaratkan Hinata untuk mengikutinya ke taman sekolah yang terlihat sekompok siswi perempuan yang cantik-cantik dan anggun-anggun sedang berkumpul di sebuah meja yang sepertinya khusus dibuatkan untuk mereka.

"Ternyata dia punya teman !" gumam Sasuke dalam hati yang sedari tadi terus mengamati Sakura dari kejauhan "Aku sudah dengar semuanya dari Ino, tapi bagaimana caranya dia bisa di kelilingi banyak perempuan-perempuan yang cantik-cantik !" gumamnya lagi dalam hati yang kemudian membuat sidikit semburat merah tipis muncul di wajahnya keran memikirkan yang tidak-tidak sedikit berbau upss mesum.

.

.

Flashback

"K..kau ber..bertanya pada ku apa lagi yang ku tau !" Ino berbicara dengan sedikit gugup melihat ke arah Sasuke yang sudah layaknya seorang polisi yang sedang mengintrograsi seorang saksi mata dalam suatu kasus yang mengerikan pikirnya.

Sasuke memutar bola mata bosan ke Ino yang sedari tadi ia tanyai hanya berbicara tergagap-gagap dan tidak jelas.

"Aku hanya bertanya hal-hal yang umum saja Ino !" ia mulai frustasi dengan gelagat Ino yang dianggapnya terlalu berlebihan karena takut dengan Sakura dan para pengikutnya.

"Se..se..sepertinya dia selalu me..menikmati bekal ma..makan siangnya bersama Hinata sa..saja.." Sasuke berdiri dari tempat duduknya yang ia pakai untuk menanyai Ino kemudian kedua tangannya dengan cepat memegang pundak Ino dengan matanya yang terlihat berkilat tertarik dengan sidik informasi yang didapat. Ino yang baru saja melihat onyx berkilat kepadanya tidak lagi merasa gugup melainkan begitu terpesona dan tanpa sadar ia sudah tinggalkan Sasuke yang entah sudah pergi kemana.

"…"

"…."

"Ini benar-benar harus diselidiki" Sasuke bersiap-bersiap mengikuti Sakura bersama Hinata sudah yang berniat pergi ketika para teman-teman permpuannya mangjak makan bekal siang mereka di taman bersama-sama.

.

.

MISI 2 : Jangan Biarkan Target Menghilang

Sasuke berjalan disepanjang koridor sekolah berharap bisa menemukan sosok kedua perempuan yang sedari tadi ia amati dari kejauhan, namun sial ia baru saja kehilangan jejak sosok kedua perempuan yang rambutnya sangat-sangat mencolok yaitu merah muda dan hitam mulus, yaa dikarenakan ia baru saja diserang sekelompok siswi-siswi dan benar saja dengan sangat cepat sosok kedua perempuan itu telah menghilang di persimpangan koridor sekolah.

Setelah berhasil kabur dari sekolompok siswi-siswi yang baru saja menyerangnya, Sasuke terus melangkahkan kakinya mencari kepelosok dan sudut-sudut sekolah dengan keringat-keringat yang sedikit membasahi kerah bajunya, dan tanpa ia sadari ia kembali lagi ke taman yang tadi ditempati para siswi perempuan yang cantik dan anggun itu namun sekarang tempat duduknya sudah kosong semua kemungkinan mereka sudah pergi. Sasuke melangkahkan kakinya seraya mendekat kesalah satu bangku yang kosong dan berduduk disana.

"Ruang perpustakaan, ruang laboratium, atap sekolah, bahkan kembali ke taman sekolah lagi" Sasuke menyapu keringat-keringat yang kini sudah mulai membasahi wajahnya dengan salah satu tanggannya.

"Dan masalahnya adalah sekolah ini sangat luas !" Sasuke mulai berdiri seraya berniat kembali ke kelas berharap bisa mendapatkan informasi yang lain dari Ino, seketika itu juga onyx membulat ketika melihat sosok perempuan yang sedari tadi ia ikuti tapi perempuan ini bukanlah perempuan yang mempunyai rambut yang berwarna senada dengan bunga sakura melainkan rambut hitam yang sekelam malam.

"Hyuuga Hinata.." gumamnya dalam hati seraya mengedipkan matanya beberapa kali seolah itu benar-benar Hinata. Dengan semangat yang tiba-tiba muncul kembali Sasuke mengikuti Hinata berharap bisa menemukan sosok perempuan berambut merah muda, dengan langkah yang santai layaknya seorang ninja dan jarak yang cukup aman untuk tidak kehilangan target yang sedang diamati.

.

Hinata berjalan dengan bungkusan plastik besar penuh makanan yang sepertinya lumayan cukup berat untuk seukuran perempuan seperti dirinya. Hinata dengan sangat cepat membalikkan badannya dan melihat-lihat dengan seksama ke koridor sekolah yang sepi begitu merasa ada yang mengikutinya, Sasuke yang sedari tadi mengkuti Hinata tidak kalah sangat cepat bersembunyi di dinding persimpanga koridor sekolah, setelah ia merasa sudah aman Sasuke sedikit menengok ke arah Hinata yang sepertinya sudah kembali melangkahkan kakinya seraya menuju sebuah gudang tempat menyimpanan alat-alat olahraga yang jaraknya sangat jauh dari keramaian sekolah yang begitu besar ini.

"Gudang olahraga..,sangat mencurigakan.." gumam Sasuke dalam hati yang baru saja melihat Hinata masuk ke dalam gudang tempat penyimpanan alat-alat olahraga itu, dengan langkah yang penuh hati-hati ia mendekat ke gudang olahraga dan sidikit mengintip melalui pintu masuk yang seperti tidak tertutup rapat.

"Akhrinya aku menemukan mu.." begitu Sasuke baru saja melihat sosok perempuan berambut senada bunga sakura dengan sedikit menyunggingkan bibirnya dan raut wajah penuh kemenangan.

.

.

Hinata meletakan bungkusan plastik penuh makan itu di dekat Sakura, seraya membukuk ke arah Sakura.

"Kau sangat lama Hinata !" Sakura memutar bola matanya bosan dengan tingkah laku Hinata seraya melipat kedua tangannya di depan dadanya.

"Aku sudah menunggu dari tadi" Sakura sedikit menaikan nadanya ketika ia berucap tadi seraya menatap ke arah Hinata.

"..A..aku minta maaf.. itu karena aku tidak menemukan dua roti sandwiches daging" Hinata masih membungkuk seraya memohon maaf ke Sakura.

"Kau hanya perlu membawa sesuatu yang lain" seraya salah satu tangan Sakura mengambil roti sandwiches yang tadi di sodorkan Hinata kepadanya.

.

"Uwaaa…." Sasuke sedikit berteriak begitu ada seekor laba-laba merayap dilehernya dan tanpa sengaja sudah membuat kedua sosok perempuan yang sedari tadi berada di dalam sangat terkejut bukan main karena tiba-tiba ada seorang siswa laki-laki terjatuh kedalam gudang dengan sedikit gaya yang tidak elite.

Sasuke mulai berjongkok seraya bersiap berdiri dari posisi ia terjatuh tadi "Jujur saja meski tubuhku telah terlatih tapi aku masih takut pada serangga…" gumam Sasuke dalam hati tanpa menyadari Sakura yang sudah menatapnya dengan aura membunuh dan seperti menuntut sebuah penjelasan darinya.

"Sial ketahuan…" Sasuke membatin dalam hati begitu sadar apa yang baru saja terjadi padanya dan menyadari ada aura yang tidak mengenakkan dari sorot mata seseorang.

"Aku tidak melakukan hal yang buruk, aku hanya melihat Hinata datang ke sini…" Sasuke mulai berdiri seraya tersenyum ke arah Sakura yang terus menatapnya dengan aura yang tidak mengenakkan.

"Maksudmu kau tidak menyangka kalau aku akan ada disini ?" Sakura langsung to the point seraya memotong kalimat yang baru akan keluar dari mulut Sasuke dengan sedikit berteriak.

"Itu benar…" jawab Sasuke sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.

.

"Mungkinkah ini adalah suatu hal yang dilakukan oleh wanita tercantik di sekolah, makan siang sendirian di gudang penyimpanan alat olah raga dan juga …" gumam Sasuke dalam hati seraya melirik ke arah samping Sakura yang disana banyak sekali tempat bekal makanan yang sepertinya sudah habis tak tersisa.

"Kau yang di sana" Sasuke kemudian tersadar dari lamunannya ketika Sakura sedikit berteriak ke arahnya. "Kau mangangguku, bisakah kau keluar" Sakura melanjutkan kata-katanya seraya menatap tajam ke arah Sasuke.

"Jangan pedulikan aku" balasa Sasuke sambil tersenyum dan kembali melirik ke arah samping Sakura untuk memastikan bahwa itu semua adalah kotak bekal makanan atau bukan karena kotak-kotak itu cukup besar dan sepertinya kotak-kotak itu lebih dari lima buah. Sakura yang menyadari tatapan mata Sasuke bukan tertuju padanya, mengikuti arah padangannya dan alangkah terkujutnya Sakura melihat kotak-kotak bekal makanan yang sepertinya sudah habis semua, ia baru sadar kalau sudah makan terlalu banyak.

Hinata yang melihat kotak-kotak bekal itu sudah habis semua dengan cepat mengambil sebuah roti di dalam kantong plastik seraya menyodorkannya pada Sakura "Ini sandwiches roti mu Sakura". Sakura terkejut dengan yang tiba-tiba Hinata lakukan "Akan ku makan nanti" jawabnya dengan sedikit kesal dan juga malu dengan kebiasannya yang sangat suka makan.

.

.

GRUYUUUKKK…

Sasuke sedikit terkujut dengan apa yang baru saja ia dengar dari perut Sakura yang tadi berbunyi cukup keras padahal ia sudah makan sebegitu banyaknya, ketiganya pun teridam cukup lama tanpa ada yang berniat melakukan apa-apa. Sasuke menatap ke arah Sakura yang sepertinya sedari tadi terus menunduduk dengan wajah yang sangat merah padam seperti sedang menahan malu dan Hinata yang sepertinya hanya bisa diam saja.

"…Benar juga, aku harus melakukan sesuatu" Sasuke mencoba mencairkan suasana yang mulai kaku tadi seraya mulai melangkah mundur berniat untuk keluar dari gudang. Sakura yang menyadari Sasuke berniat akan kabur dari gudang langsung berdiri dan menatatapnya dengan aura yang sangat mengerikan "Kau beruntung jika bisa pergi hidup-hidup dari sini" Sakura berteriak cukup keras ke arah Sasuke yang sudah menghilang entah kemana.

"Dia masih menakutkan seperti dulu" gumam Sasuke dalam hati yang sudah menjauh dari gudang peralatan olahraga itu dan disaat yang sama pula ia berhasil mendapatkan kartu As dari Sakura.

.

.

Beberapa Hari Kemudian

"Sasuke" teriak Ino yang baru saja melemparkan bola volly kearah Sasuke. "Kau tau ? Kau dan Sakura sudah semakin dekat".

"Dari mana kau mendengar itu" jawab Sasuke yang kemudian bersiap-siap memukul bola volly yang tadi lemparkan Ino kearahnya.

"Semua perempuan di sekolah membicarakan itu" jawab Ino yang baru saja menangkap bola volly dari pukulan Sasuke.

"Setelah hari itu, dia selalu melakukan hal-hal yang sangat menggangguku, adakah seorang di bumi ini yang dapat mengambil kesimpulan bahwa kami semakin dekat" Sasuke membatin dalam hati seraya kembali memukul bola volly yang baru saja di pukul beberapa siswa lainya ke arahnya.

.

.

.

MISI 3 : Mengambil Kesempatan di Saat Yang Tepat

"Sampai jumpa lagi besok" sapa sekolompok siswi perempuan kepada Sakura dan Hinata, Sakura dan Hinata membalas dengan melambaikan tangan dan tersenyum kearah sekompok siswi perempuan itu.

"Hinata" tegur Sakura ketika para siswi-siswi itu sudah menjauh, Hinata menengok kearah Sakura seraya menunggu kalimat apa akan Sakura keluarkan dari mulutnya "Aku meninggalkan tugas sekolahku di dalam kelas… bisakah kau mengambilkannya untuk ku ?" Sakura melanjutkan kata-katanya seraya membalas menatap Hinata dengan tatapan penuh harap, Hinata mengangguk tanpa bisa berkata apa-apa kepada Sakura.

.

.

GRUUYUUKKK…..

Perut Sakura berbunyi cukup keras, padahal ia sudah makan banyak sekali untuk hari ini dan seraya ingin hancur karena terlalu banyak di isi. Sakura memeluk perutnya yang tetap kurus padahal ia sangat suka makan dan baru saja bernyanyi ingin di isi lagi. "Perutku terus berbunyi karena ada masalah" gumamnya dalam hati seraya tiba-tiba membayangkan wajah Sasuke yang beberapa hari lalu menyapanya dan tersenyum kepadanya.

"Apa kau disini sedang menunggu Sasuke ?" begitu mendengar ada yang menyapanya dengan suara yang cukup dingin membuat Sakura terkejut dan dengan cepat ia membalikkan badannya kearah datangnya suara tadi

"Kau… pengeran badut" jawab Sakura begitu melihat sosok Rock Lee berdiri di dekatnya.

"JANGAN PANGGIL AKU ITU !" teriak Rock Lee yang kedua punggunnya sudah mulai bergetar hebat.

"Ahh… aku membuat panggilan yang cocok untuk mu tapi kelihatannya kau tidak puas" balas Sakura dengan tatapan mata yang tidak kalah mengerikan dari Rock Lee.

"DIAM KAU !" teriak Rock Lee lagi seraya dengan sangat cepat salah satu tanggannya menarik rambut panjang Sakura yang terurai, Sakura ingin menghindar namun kalah cepat dengan Rock Lee.

"Apa yang ingin kau lakukan !" Sakura mulai geram dengan Rock Lee yang tiba-tiba saja menarik rambutnya dan sedikit terkejut dengan salah satu tangan Rock Lee yang memegangi sebuah gunting.

"AKU DITERTAWAKAN OLEH SEMUA ORANG ITU SEMUA KERENAMU !" dengan cepat gunting itu sudah bersiap untuk memotong rambut Sakura.

"Tidak…" Sakura membatin dalam hati seraya tidak bisa berbuat apa-apa.

Seperti waktu yang tiba-tiba saja berhenti berputar dan *CRUPP !* seperti bukan suara rambut yang terpotong melainkan suara benda yang menusuk benda lainnya. Kejadian yang begitu cepat membuat Rock Lee dan Sakura terdiam cukup lama tanpa menyadari ada seseorang yang berada di tengah-tengah mereka, begitu Rock Lee kembali tersadar dengan apa yang baru saja terjadi, gunting yang ia gunakan untuk memotong rambut Sakura kini malah menusuk telapak tangan seseorang cukup dalam.

"…Aku sudah tau kalau kau akan melakukan hal ini !" ucap Sasuke yang baru saja menepis guting Rock Lee dan berakhir tertusuk ditelapak tanggannya.

Rock Lee mengerjapkan matanya beberapa kali seraya tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi, seolah sudah yakin dengan yang ia lihat Lee sangat kaget dengan guntingnya yang sudah menancap ditelapak tangan Sasuke cukup dalam dan kini sudah mulai mengluarkan darah. Rock Lee dengan cepat manarik guntingnya dan sejurus kemudian ia berteriak dan lari begitu saja.

"…"

"Kau tidak apa-apa Sakura ?" ucap Sasuke seraya memegangi salah satu tanggannya terus mengeluarkan darah.

"Ah" jawab Sakura yang seolah baru saja tersadar dari kejadian tadi ia menatap Sasuke dan beralih ke tangan Sasuke yang terus berdarahan "Kau lah yang seharus…"

"Keselamatan mu lebih penting" dengan cepat Sasuke memotong kata-kata Sakura dan seketika itu membuat Sakura terdiam tanpa berniat melanjutkan kata-katanya. "Dan ini bukan apa" Sasuke memegangi tangannya yang berdarahan seraya tersenyum kearah Sakura yang diam terpaku.

.

.

~ Sasuke Pov ~

Harga diri Sakura yang sangat tinggi tidak akan membiarkan rahasianya terbongkar dan terlebih lagi tidak akan membiarkan seorang pahlawan laki-laki menyelamatkannya, kan ? Aku sangat membencinya hanya saja itulah sebabnya aku bersungguh-sungguh berpikir untuk mencari jalan untuknya jatuh cinta kepada ku.

.

.

Flashback

Seorang anak laki-laki yang sangat gemuk sedang memandangi seorang perempuan yang baru saja membuang bingkisan bunga darinya begitu saja seraya berucap dengan nada yang sangat dingin.

"…Aku tidak akan menjadi seorang seperti mu PIGGY !" ucap perempuan itu seraya kemudian menjauh dari sosok anak laki-laki gemuk yang terdiam tanpa bisa berbuat apa-apa.

.

O.o.o.o.O

.

O.o.o.o.O

.

Sasuke memasuki kamarnnya seraya langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur sambil memandangi talapak tanggan kanannya yang sudah berperban "Tunggu saja Sakura" gumamnya dalam hati.

.

.

~ Normal Pov ~

"Sasuke… ini ada sebuah surat untuk mu, boleh ibu membacanya?" Mikoto memasuki kamar Sasuke sambil memperlihatkan sebuah surat kepadanya.

"Tahan bu !" Sasuke langsung berdiri seraya dengan cepat mengambil sebuah surat yang ada ditangan ibunya kemudian ia mendorong ibu dengan perlahan untuk keluar dari kamarnya. Dengan sangat cekatan tangan itu membuka sebuah surat tersebut. "…Ah mungkinkah aku ketahuan dengan mudah ?" Sasuke membatin dalam hati yang seketika itu juga membuatnya langsung sweetdrop dan dengan raut wajah yang sangat sulit diartikan. Yaa surat itu Cuma berisikan satu kalimat yaitu *PIGGY* dengan ukuran font yang besar dan berwarna merah.

.

.

.

To Be Continue…


Bagaimana dengan chapter kedua saya ? Membosankan yaa ! -_-

Saya terharu loh ketika baca review kalian ! saya bener-bener nggak bisa ngomong apa-apa kecuali ucapan terimakasih yang sebanyak-banyaknya ^^

Review kalian bisa membantu semangat saya untuk ngetik *ngelirik favorite author supaya baca dan dikasih review #DUAK

Oke, itu saja yang ingin saya sampaikan. Terimakasih yah atas semuanya ^^