CHAPTER 2
Saya seorang fans yunjae yang kangen banget sama mereka dan saya adalah orang baru dalam dunia tulis menulis, saya masih harus banyak belajar mohon kritik dan sarannya…. Terimakasih…
Yunho pov
Hari ini aku benar-benar bersemangat awas saja kalau yoochun belum menemukan sekertaris untukku mati saja sudah lama aku ingin menyebarkan foto-foto menjijikannya haha, kubuka pelan pintu ruanganku dan melihat sesosok namja yang mencurigakan kelakuannya bagaikan ingin mencuri sesuatu di ruanganku yang mewah ini hingga kuputuskan menegurnya dengan suara datar namun terdengar tegas dan cukup untuk membuatnya terkejut.
"kau siapa?"
"OH MY GOD" ucap pria itu terkaget-kaget akupun memandangnya dengan tatapan tajam
Author pov
Jaejoong yang sedang asyik mengamati patung gajah itu terperanjat kaget menatap yunho yang baru memasuki ruangannya seketika itu juga jaejoong langsung menunduk memberi hormat dan meminta maaf
"ah maaf saya kim jaejoong dan saya adalah sekertaris untuk presiden direktur jung yang diperintahkan oleh direktur park"
"oh jadi kau sekertaris baruku tapi bukankah kau pria?" Tanya yunho yang sedikit bingung karena wajah orang didepannya ini terlihat feminism begitu putih mulus dan bersih serta bibir merah alami namun memakai pakaian pria
"ne saya lelaki presdir jung, kenapa presdir?" heran jaejoong
"ah aku tidak pernah memilki sekertaris pria sebelumnya"
"tapi direktur park mengatakan bahwa anda tidak menyebutkan syarat untuk jenis kelamin kali ini"
"ah benar juga sebenarnya aku juga mencari wanita yang sudah menikah untuk jadi sekertarisku setidaknya mereka hanya menggodaku dan tidak mengejarku kebetulan kau namja pasti akan lebih mudah untuk kita, ok akan ku coba kau".
"ne terimakasih presdir" jawab jaejoong cepat "hih apa-apaan dia memangnya aku minyak kayu putih apa harus dicoba-coba"batin jaejoong sebal
Setelah itu yunho menunjukan meja kerja jaejoong
"jaejoongah aku akan menjelaskan tugas-tugasmu dan apa yang boleh dan tidak boleh kau lakukan" kemudian yunhopun mulai menjelaskannya
"blab la bla bla bla blaaaaaaaaaaa blab la blab la bla bla blaaaaaaaaaaa blab la blab la bla blab la blab la bla bla 100000 X , ap kau mengerti jaejoongah ? jaejoong terdiam tidak menyahut membuat yunho kembali menegurnya lebih keras " kim jaejoong kau mengerti?"
"ah ye ye saya mengerti" jawab jaejoong tergugup karena kembali terkagum-kagum dan terpelongo (?) Dengan penjelasan bossnya yang sangaat panjang dan kurang jelas dengan hanya satu tarikan nafas bahkan jaejoong berpikir pasti bossnya ini bekas sales, karena sangat professional dalam bicara cepat.
"ah aku tidak suka mengulangi kata-kataku jadi kalau kau tidak mengerti tanyakan pada orang lain jangan padaku." Tambah yunho membuat jaejoong ngeri
Dihari pertama bekerja jaejoong harus kalang kabut bertanya kesana kemari tentang pekerjaan yang dia lakukan, dia bahkan terpaksa mengganggu sekertaris yoochun dan karyawan lain karena yunho langsung memberikan tugas yang berat seperti mengecek keuangan perusahaan yang sangat rumit dan dengan sabar jaejoong mendengarkan seniornya yang membantunya dengan senang hati karena mereka juga sudah tau tabiat presdir jung sehingga mereka cukup prihatin dengan nasib jaejoong. dengan kerja keras akhirnya jaejoong dapat mengerti dalam menggarap tugasnya ia bukan tipe yang lamban dalam mengerti sesuatu hal, hingga akhirnya jam kerja hampir selesai membuat jaejoong senang bahwa ia akan segera pulang dan mengistirahatkan tubuh dan otaknya namun…
"jaejoongah…" panggil yunho pada jaejoong
"ne presdir.." sambil menuju ketempat yunho
"sebelum pulang aku ingin minum kopi tolong kau buatkan biasanya aku pulang siang dan mengopi dirumah tapi karena ada proyek besar aku tidak bisa pulang lebih cepat dan aku ingin kopi sekarang bisakah kau buatkan karena kudengar pantry sudah kosong"
"ne presdir" angguk jaejoong setengah hati menjalankan tugasnya karena ia merasa ini bukanlah kewajibannya
"ah jangan terlalu manis aku tidak suka" tambah yunho
Jaejoongpun kini berada di pantry dan menata gelas untuk membuat kopi matanya menjelajah mencari kopi untuk diseduhnya hingga ia melihat satu sachet bungkusan yang tertera tulisan kopi langsung saja jaejoong menyeduhnya dan menambahkan satu sendok gula dengan terburu-buru karena ia ingin segera bisa pulang kerumah. setelah kopi selesai dibuat jaejoong mengantarnya ke meja yunho
"presdir ini kopinya"
"ne.." kemudian yunho mulai meminumnya namun tiba-tiba
"BRUSSSSSHHHHHH" yunho menyemburkan kopi yang diminumnya hingga mengenai wajah jaejoong yang masih didepannya kemudian "YAK KOPI MACAM APA INI KENAPA MANIS SEKALI !" teriaknya pada jaejoong yang masih sibuk mengelap mukanya
"ah benarkah presdir" tanpa sadar jaejoong langsung merebut kopi dari tangan yunho dan mencicipinya "hueek ini sangat manis" ucap jaejoong setelah mencicipi kopi itu bahkan untuknya yang suka makanan manis kopi itu masih terlalu manis.
"bukankah kopi itu sangat manis jaejoongah ?" Tanya yunho sambil mendelik tajam
*gluup* jaejoong menelan ludahnya ketika dia menyadari kesalahnnya "aku sungguh minta maaf presdir aku mohon tolong jangan pecat akuu" rengek jaejoong dengan wajah pucat bak mayat
Yunho hanya mengangkat sudut bibirnya mendengar rengekan jaejoong "ya apa kau tidak pernah membuat kopi? Atau kau tidak suka padaku dan mencoba mengerjaiku kau harus ingat jaejoong shi ini hari pertamamu, sekarang jelaskan padaku bagaimana caranya kau membuat kopi setidaknya aku ingin mendengar pembelaanmu?"
"aa aa aku memang tidak menyukai kopi dan jarang meminumnya tapi aku bisa membuatnya sajangnim tadi aku juga membuat kopi dengan cara yang biasa seperti yang orang lain umumnya lakukan, a aaku menuang kopi dari sachet menambahkan gula dan lalu menyeduhnya." Jelas jaejoong terbata
"APA? Kau membuat kopi dari bungkus sachet dan menambahkan gula, nol paboya (ap kau bodoh) kopi sachetan itu sudah dicampur gula jaejoongah kenapa kau menambahkan gula lagi dan lagi pula aku tidak pernah suka kopi sachet bukankah tadi aku sudah menjelaskan apa yan aku suka dan apa yang aku tidak suka?"
"maaf maaf presdir aku tidak tau kalau itu sudah dicampur dengan gula karena aku jarang membeli kopi aku hanya melihat tulisan kopi dan tidak membaca bungkusnya lebih detail maaf tolong jangan pecat aku sajangnim jeeebaaal" pinta jaejoong dengan mata berkaca-kaca bak anak kucing minta dipungut, ia merasa bodoh karena tak mengingat-ingat dengan baik pesan yoochun dan penjelasan yunho.
"kali ini kau selamat jejoong shi kau tidak akan kupecat kali ini karena kondisi darurat jadi jangan ceroboh lagi dan buat kopi dari kopi yang berada dalam topless jika tidak kau tau akibatnnya! mengerti ? sekarang kau boleh pulang" ungkap yunho yang masih geram
"ne terimakasih presdir" jaejoongpun beranjak pulang dengan tertunduk lesu
Jaejoong apartement
Jaejoong pov
Setelah makan dan membersihkan diri aku langsung membaringkan tubuhku ke ranjang empuk milikku "arrgghhh" aku tak henti-hentinya mendengus kesal dengan hari ini, hari pertamaku bekerja aku tak menyangka akan seburuk ini bahkan lebih buruk ketika aku mondar mandir mencari kerja dan dapat penolakan aku bagaikan setrika yang harus menyetrika baju 100 lusin belum lagi aku meratapi kesalahanku pada presdir beruang itu, ya kini aku menyebutnya beruang karena sifatnya yang sangat beringas seperti beruang mengamuk jika dipikir-pikir kesalahanku tidak terlalu paarah hanya saja bear presdir itu yang kelewat sensitive dan membuatku takut untuk dipecat padahal aku sangat butuh pekerjaan untuk membantu kedua orang tuaku membayar hutang restoran sederhana milik keluargaku di chungnam kampung halamanku saat merugi dulu. aku tidak mungkin minta bantuan kepada ke 8 noonaku (kakak perempuan) yang juga hidup dengan sederhana jadi hanyalah aku yang bisa dia andalkan mengingat aku satu-satunya sarjana dan anak lelaki di keluargaku meskipun aku anak bungsu dan saatnya pula membalas jasa keluargaku yang sudah membuatku jadi sarjana meski mereka tak pernah meminta kembali ,huft… "menyebalkaaan" teriaku kencang didalam kamar hingga aku terlelap karena lelah mengeluh.
Author pov
Kini jaejoong telah genap satu bulan bekerja menjadi sekertaris yunho dan satu bulan ini tentu saja dilewati jaejoong dengan penuh perjuangan ala setrikaan namun jaejoong sudah bisa dengan baik mengerjakan tugas-tugasnya karena ia juga orang yang cepat belajar namun sifat cerobohnya masih sering kumat setiap hari membuat yunho kesal dan darah tinggi, setiap hari yunho selalu menahan emosinya pada jaejoong karena setiap harinya ada saja kelakuan cerobohnya, seperti sering menabrak yunho ketika berjalan karena jaejoong sibuk jelalatan melihat sekelilingnya tak jarang yunho sampai terjatuh dan hal itu juga menjatuhkan harga dirinya sebagai seorang presdir yang kadang jatuh dihadapan banyak bawahannya, belum lagi ketika jaejoong menyetir mobil dengan kecepatan diatas rata-rata ketika mereka terlambat menghadiri rapaat dengan klien di luar kantor dan jaejoong menawarkan diri untuk menyetir, cara jaejoong mengemudi yang juga ugal-ugalan membuat yunho senam jantung dan selalu berdoa semoga agar changmin tidak menjadi yatim piatu meski jaejoong selalu berhasil membawanya tepat waktu tak jarang juga jaejoong mengantuk saat mendampingi yunho dalam rapat dan banyak sekali kecerobohan jaejoong yang lain yang membuat yunho geram sempat terlintas yunho ingin memecat jaejoong namun mengingat hasil kerjannya yang bagus dan kondisi yang tidak memungkinkan membuat yunho urung untuk memecat jaejoong. Hari ini mereka bekerja seperti biasa namun suasananya lebih tenang karena hingga jam makan siang jaejoong belum membuat ulah.
"presdir ini sudah jam makan siang apa anda ingin aku belikan makanan" Tanya jaejoong pada yunho
"tidak usah, aku akan makan dirumah"
"ah ne kalau begitu aku permisi" jaejoong pun pergi dari ruangan yunho dan berpapasan dengan yoochun yang memasuki ruangan yunho
"yun aku butuh bantuanmu" ucap yoochun tanpa basa-basi
"bantuan apa?"
"ini mengenai proyek iklan di jeju bisakah kau menggantikanku untuk menanganinya yunhoah?"
"aniyo bagaimana mungkin aku bisa yoochunna kau tau sendiri itu akan membutuhkan waktu lama dan jika aku pergi siapa yang akan menjaga changmin aku sudah cukup merasa bersalah dengan menitipkannya setiap hari di penitipan bayi lagi pula ummaku belum bisa pulang dalam waktu dekaat ini, aku tak bisa chunnah."
"aku mohon yun kali ini saja, klien dari amerika tiba-tiba saja mengubah jadwal pertemuannya jika aku tidak bertemu mereka maka perusahaan kita akan rugi besar dan hilang sudah kesempatan untuk membuat perusahaan kita semakin di kenal internasional yun lagi pula aku yang sejak awal merayu mereka untuk bekerja sama dengan perusahaan kita jika aku menyeruhmu menggantikanku menemui mereka bisa saja mereka mengira aku ini orang yang tidak bertanggung jawab, dan juga apa kau tidak merasa sia-sia jika ini dilewatkan ? Dan tentang changmin bawalah dia pergi bersamamu udara di jeju cukup bagus biarkan dia refreshing, jika dipikir-pikir setiap harinya changmin hanya menghabiskan waktu di penitipan bayi dia pasti bosan, hitung-hitung kau bekerja sambil liburan bersama, changmin juga sudah cukup besar untuk dibawa pergi-pergi kau tidak usah khawatir,ne? lagi pula kau juga tidak ingin terus-terusan menyembunyikan changmin kan? Mereka semua harus tau kalau kau sudah punya anak atau changmin akan sedih karena merasa tidak diakui olehmu"
"ne aku memang berniat mengenalkan changmin pada semua orang, tapi aku akan kerepotan chun jika merawat changmin sambil bekerja,aku harus bagaimana?"
"bawa jaejoong bersamamu."
"apa? Jaejoong? Maksudmu aku harus membawanya dan siang malam harus selalu bertemu dengannya NO aku tidak mau, kau tau sendiri kelakuannya chunn dia itu seperti fotokopian junsu aku bisa gila kalau harus aku menghabiskan waktu yang lama dengannya."
"tapi kau tidak bisa pungkiri kalau hasil kerja jaejoong sangat baik yun dan dia membuat hidupmu yang datar itu menjadi berwarna yun hahahaha "tawa renyah yoochun mengingat kecerobohan jaejoong yang membuat yunho geram dia sangat bahagia jika melihat yunho jatuh karena jaejoong yang berjalan dibelakang yunho serinng menabraknya dan hal itu membuat yunho mendengus kesaal " ah apakah junsu setiap hari masih menelponmu untuk menanyakan keadaan jaejoong?" lanjut yoochun
"huh tentu saja berwarna karena kau bahagia bisa melihat aku dipermalukan olehnya. Tentu saja junsu si pantat bebek itu masih tetap berisik menanyakan duplicatnya mereka berdua memang dumb and dumber." Keluh yunho
"ne terserah kau saja, jadi bagaimana apa kau mau bukankah yang kusebutkan tadi adalah solusi yang sangat baik?"
"kau benar baiklah I will take jaejoong with me." Pasrah yunho
"this is my best friend, ok aku pergi dulu selamat bersenang-senang dan hati-hati diperjalanan dan jika perlu ajak junsu sekaligus haha."
"kurasa kau ingin aku masuk rumah sakit jiwa agar kau bisa menguasai perusahaan ini sendiri kan?"
"dasar tuan jung sensitive, aku pergi.." pamit yoochun sambil keluar ruangan
Author pov
Kini setelah jaejoong selaesai makan ia segera kembali keruangannya yang berada dekat dengan ruangan bossnya yang hanya dibatasi dengan dinding dan pintu kaca tembus pandang yang menghubungkannya langsung ke ruangan bossnya untuk mempermudahkan mereka berkomunikasi dan tentunnya memudahkan yunho mengawasi kerja sekertaris cerobohnya kim jaejoong.
"jaejoongah kemarilah ada yang harus aku bicarakan" panggil yunho cepat setelah jaejoong masuk keruangannya, jaejoongpun segera mengangguk dan bergegas menghadap yunho dan berdiri dihadapan yunho.
"jaejoongah persiapkan dirimu untuk pergi ke pulau jeju bersamaku besok pagi untuk beberapa minggu mungkin juga bisa dua minggu atau lebih lama tergantung seberapa cepat proyek itu selesai, aku membutuhkanmu untuk mendampingiku dan membantu pekerjaanku disana."
"apa? jeju? Proyek ? tapi kenapa mendadak begini sajangnim ?"
"sebenarnya ini tugas yoochun tapi tiba-tiba dia ada kepentingan mendadak dan tidak bisa datang, kebetulan pekerjaanku dikantor tidak terlalu padat jadi aku yang menggantikannya"
"apa itu proyek yang sangat penting sehingga anda harus datang?" Tanya jaejoong karena sebenarnya dia sedikit malas untuk datang kepulau indah itu bersama yunho.
"ne itu proyek sangat penting proyek ini adalah kerja sama perusahaan kita dengan kementrian pariwisata pemerintah untuk mempromosikan pariwisata dalam negeri pada negara lain dan tentu saja iklan ini akan di tampilkan di luar negeri oleh karena aku harus memastikan proyek ini lancar dan sempurna tanpa cacat sedikitpun, apa kau tidak ingin mengerjakan tugasmu jaejoong shi?"
"ah aaniyo tentu saja aku akan mengerjakan tugasku sebaik mungkin." Jawab cepat jaejoong menyadari posisinya tak akan mampu menolak kehendak bossnya ini
"oke, besok pagi tunggulah aku didepan kantor pada jam masuk kerja aku akan menjeputmu."
Jaejoong apartement
Jaejoong pov
Kini aku berada dikamarku membereskan dan memilah-milah pakaian untuk kubawa besok kepulau jeju bersama bear presdir bastard itu "aish bagaimana ini, ya tuhan aku tidak ingin bersamanya dalam waktu lama, aku bisa mati muda huwaaa….. hiks" hampir saja aku menangis meraung-raung jika saja aku tidak mengingat bahwa aku ini lelaki, bukannya kenapa-napa tapi aku sungguh tidak mau menghabiskan waktu berduaan dengan jung yunho itu bertemu di siang hari saja membuatku harus berkali-kali menahan air mataku agar tidak keluar lalu bagaimana jika harus mendengar ocehan dan makiannya siang dan malam setiap hari, mungkin aku terdengar berlebihan tapi itulah yang kurasakan bahkan sakit hati lebih lama membekas ketimbang luka fisik, bagaimanapun aku ini tidak pernah dibentak dan di maki-maki oleh orang tuaku sendiri bahkanterkadang bahkan bear presdir mengatai aku seperti siput atau "gajah saja lebih pintar darimu" itulah kata-kata yang paling kuingat karena dia tau aku sangat menyukai gajah bahkan sering ketahuan ketika aku mengamati patung gajah yang cute diruanganya ketika ia pergi dan tiba-tiba kembali dan ia sekarang menggunakan hewan kesayanganku itu sebagai alat menghinaku lalu tak jarang pula dia memakiku di depan orang banyak atau karyawan lain yang membuatku berkali-kali harus ekstra bersabar meski aku sangat ingin membalas makiannya bahkan kalau perlu menenggelamkan kepalanya ke bak mandi agar dia berhenti berbicara. Sejak kecil orang tua dan ke 8 kakak perempuanku tidak pernah membentakku apalagi memakiku mereka selalu mengingatkanku dengan cara yang halus apabila aku melakukan kesalahan dan juga selalu memanjakanku, sebenarnya yunho tidak perlu seperti orang tuaku cukup tidak menghinaku di hadapan banyak orang hal itu yang membuatku benar-benar frustasi karena orang akan memandangku sebagai orang tak berguna aku tahu kecerobohannku memang parah tapi aku selalu berusaha memperbaiki kesalahan yang tidak ku sengaja itu dan apa tidak bisa dia sedikit saja punya pengertian, bahkan dia juga tidak pernah memerintah dengan kata tolong dan mengucapkan terimakasih sungguh orang yang dingin sempat terlintas untuk berhenti namun aku tidak bisa melakukannya kapan lagi aku bisa dapat kesempatan bekerja di perusahaan yang bagus seperti jung corp ini mulai sekarang aku sudah bertekad untuk berjuang dan menghilangkan sifat manjaku untuk terus bertahan tapi tiba-tiba saja semangatku goyah membayangkan aku akan mendapat makian dipulau jeju yang indaah, aku heran usiannya cukup muda dan punya pendidikan yang tinggi tapi kenapa sifatnya seperti itu aku pikir ia juga mengidap darah tinggi akutt huft . Pendidikan dan jabatan tinggi memang tidak menjamin attitude seseorang itu baik. "arrrrrggggghhhhh" malam ini benar-benar penyakit mengeluhku kambuh lagi membuatku pening.
At yunho apartememet
Author pov
Sosok yunho yang dingin kini terlihat begitu kontras terlihat begitu hangat saat ia berhadapan dengan putra semata wayangnya jung changmin yang kini sedang bermain mobil-mobilan yang yunho belikan, kini sudut bibir yunho terangkat dengan hanya melihat putranya yang bukan mendorong mobil-mobilan tersebut tapi justru menabok-nabok mobilnya dengan dot dalam mulutnya dan sedikit memicingkan matanya terlihat marah bak orang dewasa yang marah saat mobilnya macet, changmin tampak tidak senang ketika mobil favoritnya itu berhenti karena yunho menghentikannya melalui remot yang dikuasainnya, tak tahan dengan ekspresi lucu putrannya akhirnnya membuat yunho mengangkat changmin kedalam pangkuanya dan mulai mengajaknya mengobrol.
"changminnah.. besok kau akan appa ajak kau jalan-jalan ke pulau jeju disana ada pantai dan banyak tempat dengan pemandangan yang indah, jika dipikir-pikira sejak kau lahir appa belum pernah mengajakmu berlibur benarkan, apa kau mau?"
"ne… appa" jawab yunho pada dirinya sendiri dengan logat menirukan suara anak kecil sedangkan changmin sendiri masih sibuk menatap mobil-mobilannya yang tak kunjung berjalan kembali dengan terus berusaha mendekati mobil-mobilannya dengan menggeliat-liat dalam pangkuan yunho namun dengan mudah yunho menarik dan dengan mudah pula ia mendekap changmin lebih erat dalam pangkuannya.
"changminahhh.." panggil yunho lagi namun kali ini dengan nada yang lebih rendah dan lembut "maaf ne karena kau hanya bisa berlibur dengan appa dan tidak bisa mengajak umma, tuhan terlalu sayang pada umma jadi tuhan dengan cepat menyuruhnya kembali kesisinya atau mungkin karena appa tidak becus menjaga ummamu bahkan appa menyembunyikan pernikahan kami, maaf sayang appa sayang padamu sangat sangat sayang, appa akan melakukan apapun untukmu saranghee changminahh muachh." Ucap yunho sambil mencium changmin penuh kasih sayang dan inilah sosok rapuh yunho yang tidak pernah ia perlihatkan pada orang lain membuktikan bahwa tidak ada yang sempurna di dunia ini dan seolah mengerti kerapuhan appanya changmin berhenti memberontak dan menatap yunho dengan polos perlahan-lahan mata changmin mulai sayu seperti terbuai kehangatan ketika yunho memeluknya dengan seiring ciuman kasih sayang yang tak kunjung berhenti bahkan kini lelehan air mata yunho mulai jatuh membasahi dahi changmin yang mulai terlelap tidur.
The day
Author pov
Pagi ini jaejoong sudah siap menunggu yunho di depan kantor meski dengan wajah sedikit lesu namun jaejoong tepat sabar menunggu yunho dengan duaa koper di kanan dan kiri tubuhnya hingga kemudian sebuah mobil sedan mewah yang ia kenal melaju memasuki gerbang kantor bedanya mobil itu kini tidak dikendarai sendiri oleh pemiliknya melainkan seorang pria paruh baya yang menggunakan seragam seorang supir untuk orang-orang kaya dan tak lama kemudian mobil itu sudah dihadapan jaejoong tanpa ragu jaejoong masuk ke pintu belakang mobil dan mendudukan dirinya tapi saat akan memberi hormat pada bossnya tiba-tiba…
"HYAAAAAAAA…." Teriak jaejoong kaget dan membelalakan matanya ketika melihat sesosok bayi mungil dengan mata sipit persis seperti yunho namun sangat imut yang sangat jauh berbeda dengan wajah yunho yang selalu ditekuk dimana bayi itu kini sedang tertawa renyah dan menatap jaejoong intens karena posisi duduk bayi itu yang menyamping dalam pangkuan hangat yunho dan teriakan jaejoong mulai mengubah raut wajah yunho menjadi lebih tertekuk.
"YAK JAEJOONG SHI KENAPA KAU BERTERIAK" ucap yunho yang justru berteriak sama persis seperti jaejoong membuat changmin terkekeh khas bayi melihat kedua namja dewasa yang saling berteriak itu
"maaf presdir aku hanya kaget melihat bayi dipangkuan anda, aku pikir itu ilusi, presdir bukankah kita akan ke pulau jeju atau anda harus menjaga keponakan anda sebelum kita berangkat." Ucap jaejoong sok tau dengan tetap mengerjap-kerjapkan matanya bahwa bayi yang dihadapannya adalah nyata karena bagaimanapun, bagaimana mungkin seorang bayi bisa terlihat begitu nyaman duduk di pangkuan yunho yang notabene adalah seorang scary ice prince itu begitu pikir jaejoong.
"bagaimana mungkin bayi seimut,selucu dan setampan ini adalah ilusi eoh ? jangan bercanda dan satu lagi jangan sok tau dia ini anakku dan bukan keponakanku mengerti ?" ucap yunho tegas.
"APAAAAAAA?" teriak jaejoong dua kali lebih keras dari volume teriakan sebelumnya membuat yunho dan supirnya terpaksa menutup telinganya bahkan beberapa orang yang sedang berada dekat disekitar mobil yunho yang belum melaju di depan pinti kantor itu harus mengelus dada karena kaget namun berbeda dengan changmin yang justru tertawa renyah sepertinya dia sangat menyukai pemandangan reaksi orang dewasa didepannya ini terbukti dengan nyaringnya kekehan khas bayi yang keluar dari bibir mungilnnya.
TBC….
Thank you for reading, jika berkenan tinggalkan review yaa : )
