Baby I don't care if you got him in your heart

All I really care is you wake up in my arms

"Luhan, kau mau ke café bersamaku?" tanya seorang gadis dengan kacamata baca yang bertengger dihidungnya.

"Boleh. Ayo" Luhan menjawab sambil tersenyum.

Mereka berdua pergi ke cafeteria kantor berhubung perut mereka meraung minta diisi. Pekerjaan mereka mengharuskan mereka teliti dan focus. Bagian pemasaran memang tidak main-main.

"Kyungsoo, kau mau pesan apa ? biar aku pesankan" sahut Luhan

"Samakan saja denganmu. Sementara kau memesan, aku akan mencari tempat" katanya tersenyum

Mereka baru mengenal dua minggu belakangan. Tapi sudah terlihat sangat dekat karena kebetulan meja mereka berdekatan, cukup dekat sehingga itu bisa dikatakan meja panjang yang hanya dibagi dua oleh sekat.

Kyungsoo juga merupakan teman yang ramah dan sangat baik, biasanya Kyungsoo membawa bekal ke kantor tapi karena hari ini dia terlambat bangun jadi tidak sempat membuatnya. Luhan juga sering dibuatkan bekal olehnya, dan masakan Kyungsoo memang tidak main-main, sangat enak sehingga Luhan sering meminta dibuatkan. Kadang jika mereka punya waktu luang Kyungsoo akan dengan senang hati mengajarkan Luhan memasak. Mungkin bakat yang diturunkan ibunya. Ibu Kyungsoo juga mempunyai sebuah restaurant.

"Aku sedang ingin makan jjajangmyeon. Kuharap kau tidak keberatan Soo" kata Luhan menaruh nampan mereka.

"Tentu tidak Lu" kata Kyungsoo terkekeh.

"Jadi, bagaimana keadaanmu?" tanya Kyungsoo sambil mengunyah makanannya.

"Well, aku baik. Hanya saja beberapa hari ini bagian bawah sebelah kiri punggung belakangku sangat sakit" jawab Luhan

"Aku akan mengantarmu lagi, dan jangan menolak" Kyungsoo tau jika sahabat barunya itu akan menolak. Takut merepotkan katanya.

"Baiklah. Bagaimana hubunganmu Kyung?"

"Sangat baik. Dan terimakasih untukmu Lu" kata Kyungsoo tersenyum tulus sambil menggenggam tangan kiri Luhan.

Mau tak mau Luhan balas tersenyum sangat tulus pada Kyungsoo. Dan setelah itu mereka menghabiskan makan mereka sebelum akhirnya melanjutkan pekerjaan yang tertunda.

Keesokan harinya kondisi Luhan tidak jauh berbeda dengan kemarin, tidak enak badan, tubuhnya terasa remuk dan wajahnya juga sedikit pucat.

"Lu, kau baik?" tanya Kyungsoo cemas

"Aku baik. Hanya sedikit tidak enak badan Kyung"

"Setelah pulang kantor aku akan mengantarmu ke Rumah Sakit. Ok" kata Kyungsoo dan Luhan hanya menganggukkan kepalanya. Tau bahwa perkataan sahabatnya tidak boleh dibantah.

Luhan dan Kyungsoo bekerja diperusahaan naungan Jongin, sahabat kecil Luhan. Ketika Jongin bertemu lagi dengan Luhan di China, Jongin berkata pada Luhan bahwa dirinya diperintah ayahnya untuk mengambil alih perusahaan keluarga mereka yang berada di Korea. Dan ayah Luhan yang mendengar hal itu berkata bahwa mengizinkan Luhan untuk kembali lagi ke Korea dengan bekerja di perusahaan Jongin. Tentu saja hal itu ditentang oleh Luhan dan ibunya. Ibu Luhan berkata bahwa beliau masih merindukan anaknya yang manis, belum juga genap satu tahun Luhan di China sudah harus kembali lagi kesana. Dan tentu alasan Luhan berbeda dengan ibunya, alasan Luhan adalah dirinya tidak ingin bertemu Sehun lagi mengingat perusahaan Jongin dan Sehun lumayan dekat. Tapi tetap saja sang kepala keluarga berdalih bahwa Luhan bisa mengejar pendidikan yang lebih tinggi lagi demi kebaikan putri cantiknya. Dan Luhan hanya pasrah, tak bisa menentang apa yang dikatakan sang kepala keluarga.

Luhan menghela nafas lelah, tiba-tiba saja dirinya teringat lagi akan Sehun. Pria tampan itu seolah tidak ingin hilang dalam fikiran Luhan selama beberapa bulan ini, padahal Luhan sudah berusaha melupakannya. Namun apa yang dia dapat bayangan Sehun yang tersenyum kepadanya, Sehun yang memberinya bunga, mengusap pipinya, menggandeng tangannya tidak pernah lelah menari dalam bayangannya. Dan bayangan manis itu hancur ketika sebuah memori hitam melintas dikepalanya, memori ketika Sehun mencium wanita lain dihadapannya dengan sangat ganas. Air mata Luhan tiba-tiba saja menetes mengingat hal itu. Khayalan bahwa Sehun sering melakukan hal itu dengan banyak wanita membuat hatinya kembali menjeritkan rasa sakit.

Menghapus air matanya Luhan menarik nafas kembali dan menghembuskannya perlahan.

Kyungsoo berjalan menghampiri Luhan ketika dirinya selesai meneriman telpon. Menatap Luhan dengan tatapan bersalah. Dan Luhan hanya mengernyitkan alisnya bingung dengan sikapnya.

"Kau kenapa Kyung?" tanya Luhan, tiba-tiba cemas

"Maafkan aku Lu, aku tidak bisa mengantarmu ke Rumah Sakit. Tadi ibuku menelpon, nenekku sakit dan dirawat di Rumah Sakit, ibuku memintaku menemaninya dan akan menyusul setelah menutup restaurantnya" kata Kyungsoo bersalah

"Kenapa kalian berdiri didepan pintu?" suara lain menginterupsi obrolan kedau wanita itu.

"Kami sedang mengobrol Jongin" jawab Luhan

"Nah Lu, Jongin sudah disini, bagaimana jika kau diantar Jongin saja" sahut Kyungsoo tiba-tiba

"Mengantar kemana?" tanya Jongin

"Ke Rumah Sakit. Luhan bilang bagian bawah punggung sebelah kirinya sakit lagi. Tapi aku tidak bisa mengantarnya, nenekku sakit dan aku harus kesana" jelas Kyungsoo

"Kenapa kau tidak bilang Lu?" Tanya Jongin, raut khawatir jelas terlihat diwajahnya

"Sebenarnya aku tidak ingin merepotkan kalian" jawab Luhan merasa tidak enak.

"Kau tidak pernah merepotkan" jelas Kyungsoo dan Jongin bersamaan. Dan Luhan hanya tersenyum mendengarnya.

"Aku akan mengantarmu Lu. Tapi Kyung, apa kau tak apa sendiri?"

"Aku tidak apa-apa Jongin, lagipula aku dijemput paman"

"Baiklah kalau begitu, kau hati-hatilah. Setelah sampai hubungi aku. Aku akan mengantar Luhan" kata Jongin

Kyungsoo menjawab oke disertai dengan senyuman.

Setelah mengantar Luhan ke Rumah Sakit untuk memeriksa keadaannya, Jongin mengantar Luhan ke apartemennya. Tak ada percakapan selama perjalanan, Jongin memilih memfokuskan pandangannya pada jalanan dan Luhan disampingnya yang memilih tidur. Sepertinya lelah mendera gadis itu.

Mematikan mesin mobilnya Jongin menengok kearah kirinya, menatap Luhan dengan tatapan sendu yang terlihat sangat khawatir. Menghela nafas, Jongin menyentuh pundak Luhan dan mengguncangkannya perlahan.

"Lu bangunlah, kita sudah sampai" kata Jongin

Luhan menggeliat sebentar sebelum membuka matanya perlahan.

"ah sudah sampai. Kalau begitu aku turun dulu" mereka berdua keluar bersamaan, dan Jongin mengantar Luhan sampai depan pintu lobby.

"Terimakasih sudah mau mengantarku Jongin" kata Luhan

"Tak perlu berterimakasih, Lu. Aku senang melakukannya" sahut Jongin tulus

"Dan lagi, kau tak perlu terlalu mencemaskanku. Aku baik-baik saja Jongin"

"Aku tidak bisa tidak mengkhawatirkanmu. Kau berharga untukku"

"Sudah malam, sebaiknya kau istirahat. Dan juga kau tak perlu masuk kerja besok jika kondisimu masih belum membaik"

"Aku pergi dulu. Sampai jumpa" lanjut Jongin sembari mencium kening Luhan. Dan Luhan hanya memejamkan matanya menerima perlakuan lembut Jongin.

"Hati-hati" kata Luhan sebelum dirinya berbalik menuju apartemen miliknya.

..

.

Sehun dalam keadaan luar biasa baik. Dia masuk kerja seperti biasa tapi dengan senyum yang tidak biasa yang ia lontarkan pada bawahannya. Setelah putusnya hubungan ia dengan Luhan beberapa bulan yang lalu, Sehun dikenal dengan sikapnya yang dingin. Jadi, sikap Sehun yang sekarang ini menuai perbincangan hangat dikalangan bawahannya.

"Kau terlihat sangat baik Sehun" sahut Chanyeol yang tiba-tiba masuk ke ruangan Sehun.

"Kenapa memangnya hyung?" tanya Sehun ketika Chanyeol duduk dihadapannya

"Kau menjadi bahan gossip dikantormu"

"Aku memang sangat baik hari ini mengingat hari ini juga aku akan bertemu Luhan. Aku ingin berbicara dengannya"

"Apa yang akan kau lakukan setelah kau berbicara dengannya?" tanya Chanyeol kemudian.

"Jujur saja hyung, aku benar-benar merindukannya. Aku merasa bersalah padanya. Aku ingin memintanya kembali padaku" ucap Sehun tegas diakhir kalimat

Sementara Chanyeol hanya menegang mendengar jawaban dari Sehun. Fikiran-fikiran lain mulai masuk ke kepalanya, membuatnya merasa bersalah karena menyembunyikan hal lain pada Sehun. Tak tau harus menjawab apa. Jeda sejenak sebelum Chanyeol berbicara.

"Aku mendoakan yang terbaik untukmu Sehun"

Hanya kalimat itu yang bisa Chanyeol katakana.

Waktu sudah menunjukkan hampir pukul sembilan malam. Niatnya hari ini bertemu Luhan pupus sudah. Meeting mendadak yang dilakukan membuatnya tak bisa berkutik dan hanya merutuki hari ini. Mendesah lelah Sehun keluar dari kantornya. Setidaknya jika dia tidak bisa bertemu Luhan hari ini, dia hanya ingin melihat tempat tinggal Luhan sekarang. Apakah aman dan nyaman untuk Luhan tempati, jika tidak mungkin dirinya bisa memberikan Luhan apartemen yang baru.

Baru saja Sehun mematikan mesin mobilnya didepan sebuat gedung apartemen, matanya mulai menyipit memperhatikan pemandangan didepannya. Seorang wanita dan seorang lelaki tengah berbincang di depan pintu lobby apartemen. Tapi tunggu, itu Luhannya –dan dengan siapa dia? Sial, dari jarak sejauh ini dia tidak bisa mendengar percakapan keduanya.

Sang pria didepannya melakukan pergerakan, menangkup wajah Luhan dan mencium kening sang gadis, dan Luhan hanya mampu memejamkan matanya. Sementara Sehun yang melihat itu semua hanya menggeram marah, wajahnya memerah menahan amarah dan tangannya mencengkram erat stir mobil. Sialan, siapa pria itu sebenarnya, kenapa berani-beraninya mencium Luhannya.

"Brengsek!" umpat Sehun sambil memukul setirnya kencang, mengabaikan tangannya yang memerah Sehun melajukan mobilnya menuju rumahnya.

So one last time

I need to be the one who takes you home


TBC


I'm back baby~~~~~~~~

Rencananya aku mau bikin 3-4 chapter..

Kenapa ? karena ini songfic beb, songfic…

Terimakasih buat yang sudah review :* cipok satusatu


GUESSONGONG (yaampun, ini penname berasa aku yang songong, rencananya 3-4 chap) | xieluharn (makasih kritikannya beb, cerita ini tadinya aku bikin western soalnya :D) | NoonaLu Juna Oh (emm, gimana ya kira-kira..hhaha) | Evil L | Seravin509 | Arifahohse | DEERHUN794 (yaampun penname kita kembarannn :* jangan jangan kamu suami aku.. em, gimana ya mau sedih apa bahagia? hhaha) | niasw3ty (ini udah lanut beb) | Airahmz |lzu hn (jangan-jangan kamu yg psyco beb :D ini udah lanjoottt) | han214 (hayo ditebak ditebakkk) | LisnaOhLu120 (mangaatttt beb) | Airahmz (ini dilanjotttt) |hunhan1220 (iya beb, aku juga penasaran sama pertemuan mereka..hhaha) | milkluhans (seumur hidup ya ? difikir* lagi deh) | Lisasa Luhan (ohh Luhan mau nikah ya ? kapan ? mau kondangan ga ? hhaha |Khairunnisa (iyaaa aku juga ga sabar :D)