"Diman kita?" tanya Hoseok sesaat setelah menyadari mereka bukan lagi berada di ruang tamu dorm baru mereka, melainkan padang rumput hijau yang sangat luas, hal yang sangat jarang ia temui di seoul.

Semua member menghentikan semua aktivitas yang mereka lakukan, mereka memandangi sekitar, sesaat menjadi pengamat yang baik.

"Diman kita?" Jimin menanyakan kembali. "Bukankah di seoul tidak ada pemandangan yang masih asri seperti ini? Lalu di mana kita?"

Semua membisu tak tau menjawab apa

"Bagaimana ini bisa terjadi?" pekik jin "Tadi kita di ruang tamu tapi sekarang..."

"Buku!" pekik taehyung, Membuat mereka semua terlonjak kaget mendengarkan teriakan Taehyung yang melengking.

Taehyung mengalihkan pandangan dari teman teman nya menatap pijakan kaki mereka, yang terbuat dari rumput hijau yang indah mencari cari sebuah buku usang yang tak sampai 5 menit yang lalu ia pegang.

"Kau sedang apa taehyung?" tanya Jimin, masih bingung terhadap sahabatnya itu yang tengah berjalan melewati mereka masih menatap lantai seakan akan sedang mencari sesuatu.

"Buku! Chim bisakah kau membantuku mencari buku tua usang?" Jimin hanya mengganguk, tanpa banyak bertanya ia mulai mencari.

"Hei! Kalian sedang apa?! Harusnya kalian membantu kami mencari jalan keluar dari sini!" teriakan Namjoon menggema. "Mengapa kalian malah mencari buku tua yang tidak penting itu !"

Ya, sejauh mata memandang yang mereka temukan hanyalah pepohon lebat yang mengelilingi semua penjuru di sekitar mereka, seakan akan mereka tengah berada di sebuah lapangan yang sangat luas dengan pohon pohon itu sebagai penonton yang melingkupi mereka.

"Ini sangad penting hyung! Buku itu yang membawa kita semua kesini! Sebaiknya hyung juga membantu kami mencarinya" teriak taehyung yang sudah berada 2 meter dekat dengan pepohonan masih terlihat terfokus mencari buku.

Mereka masih binggung dengan apa yang baru saja taehyung katakan, tetapi sedetik kemudian juga ikut mencari.

10 menitt...

20 menit...

37 menit...

"Taehyung-ssi!" Taehyung menoleh dengan cepat ke asal suara, dan menemukan Jimin tengah melambai kearahnya"Kemarilah! Cepat!"

Taehyung lalu menghampirinya, Keringat membasahi wajahnya menampakan kelelahan melingkupi wajahnya"Ada apa?"

"Aku menemukan sesuatu" Jimin lalu menunjuk satu arah di mana terdapat sebuah kardus coklat kecil, sama persis dengan apa yang mereka lihat terakhir kali saat di ruang tamu.

Mendengar itu lantas membuat semua anggota member mendekat, melihat ke arah dimn telunjuk jimin teracung.

Tanpa pikir panjang taehyung lalu menghampiri kardus itu, diikuti member lainnya di belakangnya, penasaran.

Mereka memasuki pepohonan, sedikit lagi mencapai kardus itu.

Taehyung lalu mengambil kardus itu, kardus itu terasa lebih berat dari terakhir kali ia ambil, terasa seperti membawa berkilo gram barang di dalamnya.

Mereka kembali ke arah sebelumnya mereka datang, sinar yang berada di dalam hutan terasa tak memungkinkan mereka untuk melihat apa yang taehyung cari sedari tadi. Mereka sungguh tak ingat apa yang terakhir kali mereka lakukan sebelumnya, yang mereka ingat hanyalah sebelumnya mereka berada di ruang tamu lalu seketika berubah menjadi padang rumput hijau yang sangat luas.

Mereka lalu duduk melingkari kardus yang berada di tangan Taehyung itu. Cahaya silau melingkupi isi kardus itu sesaat setelah taehyung membuka isi kardus. Sinar keperakan, emas, dan perunggu memantul bebas di udara terkena pantulan cahaya matahari.

"Wahh, Bagaimana itu bisa ada di sini? Dimana buku tua itu?" tanya Seokjin memandang ribuan Coin Emas yang berada di dalam kardus.

Taehyung menatap heran, memandang isi kardus tak menemukan buku di antara barang barang yang ada di dalam kardus.

Sebuah kertas kecil terselip diantara ribuan koin yang terbuat dari perunggu, emas, dan perak itu bertuliskan 'ikuti arah matahari terbenam, ikatkan merah pada dia sang berbulu putih. Diantara sudut ribuan ,ambillah dan gunakan. Ubahlah bersama dia sang terpilih.'

Ikuti arah matahari...

Ikatkan Merah pada sang berbulu

putih...

Diantara sudut ...

Gunakan...

Ambillah...

Ubahlah...

Bersama sang terpilih...

Tulisan itu terus tergiang di kepala taehyung, otaknya kembali bekerja, tapi hatinya seolah olah mengatakan jangan mempercai itu lagi.

Lalu di masukkannya kertas kecil itu kedalam saku celananya seraya bangkit berdiri. Member yang lain mengikutinya sesaat setelah melihat nya -- taehyung -- tengah menggulung kertas kusam itu dan memasukkannya ke dalam saku celananya.

"Apa yang kau baca?" tanya Seokjin.

Taehyung tidak menjawab, tangan kanannya ia masukkan ke dalam saku celana miliknya, merongoh seutas kertas kecil kusam dengan tulisan tangan yang sangat rapi. Lalu menyerahkannya pada Seokjin.

"aku tak mengerti!" keluh Yoongi setelah membaca tulisan di kertas kusam itu.

"Di situ tertulis" mata taehyung menerawang memandangi langit, tempat berada sang matahari tersenyum cerah "ikuti cahaya matahari. Bukankah berarti kita harus mengikuti arah matahari terbenam untuk keluar dari sini?"

Hoseok membuka mulut, menganga lebar tak percaya dengan hasil analisis taehyung. Ia bahkn tak mengerti arti setiap kata dari tulisan itu walaupun ia sudah berkali kali membacanya. Begitupun juga Namjoon.

"Wahh tata! kau hebat!" puji jimin yang di balas cengiran dari taehyung "Tapi kok tumben yahh" mendengar itu, seketika cengiran taehyung memudar tergantikan oleh raut wajah cemberut miliknya.

"Tunggu apa lagi?!" intrupsi jungkook yang mulai melangkah menuju pepohonan lebat mengikuti arah cahaya matahari.

Time Crycle

Satu jam lebih mereka berjalan, menusuri likak likuk hutan yang sangat aneh itu. Bayangkan! Pohon yang mereka temui sepanjang perjalanan semuanya Berbentuk aneh dengan akar yang mencuat keluar, merambat di atas permukaan tanah yang mereka pijak. Juga banyak tanaman-tanaman dengan warna, bentuk, dan bau yang aneh yang mereka dapat sepanjang perjalanan.

"Oh Hyung!" rengek Jimin "Sekarang giliran hyung yang membawa, aku sudah lelah, ini semakin lama menurutku malah semakin berat" keluh jimin meletakkan kardus itu di sampingnya Yoongi yang kini telah beristirahat di sebuah pohon.

Seokjin Sibuk memandang sekitar, ini terasa baru menurutnya. Ya, tumbuhan - tumbuhan disini bahkan tak pernah ia temui di dalam hutan yang pernah ia kunjungi sebelumnya.

"Well, bukannkah di sini aneh?"

Time Crycle

Akhiryaaa selesai juga Chap1

Btw, yang belum ngerti. Disini ceritanya mereka semua kecuali taehyung itu ngak ingat apa-apa, kayak Amnesia gitu tentang kotak yang mereka dapat awalnya.

Yang mereka ingat cuma mereka lagi ada di ruang tamu terus tiba tiba ruangan dalam sekejap berubah menjadi padang rumput luas.

Di situ mangkanya Seokjin nanya lagi tentang Coin yang mereka dapatin padahal di chap sebelumnya dia udah nanya.

But, yang juga belum ngerti di sini aku ngebuat fanfic bukan hanya tentang Bangtan Sonyeodan doang, tapi aku juga ngecampur dengan fanfic harry potter.

Jadi ceritanya tentang sihir sihir gitu.