Daddy I Love You
Genre :
• Romance
• Crime
Rated: M
Kim Junmyeon & Zhang Yixing
Summary: Kim Junmyeon merupakan CEO perusahaan yang berumur 30-an mencintai pemuda manis bernama Zhang Yixing. Pada awalnya memiliki trauma dengan hubungan percintaan hingga Yixing datang ke kehidupannya."Panggil aku daddy dan tinggal lah bersamaku."-KJM . SULAY FANFICTION.
Daddy, I Love You
Chapter2
.
.
ReCapture previous chapter
Junmyeon berjalan mendekati Yixing. Dengan muka mengeras karena suho emosi dengan perlakuan Jackson tadi. Hanya beberapa langkah lagi Junmyeon sampai ditempat Yixing. Sepertinya Yixing akan menangis sekarang.
'Seseorang tolong aku' Ujar Yixing dalam hati.
"Yixing, percaya kepadaku oke." Ujar Junmyeon sambil mencium bibir Yixing yang semerah buah delima. Ciuman tersebut penuh cinta dan memabukkan. Tetapi Junmyeon tidak ingin menjalin kasih dengan siapapun. Ia takut disakiti lagi. Apakah Junmyeon akan membuka hatinya kepada Yixing?
Warning NC
*bgm: Let Me - Zayn*
.
Daddy, I Love You
Chapter2
Junmyeon melepaskan ciuman nya kepada yixing. Kemudian ia merapihkan bajunya dan kembali ke tempat duduknya. Membuat Yixing terpaku untuk kesekian kalinya. Yixing membalikkan badannya dan mengambil mantelnya. Yixing bergegas meninggalkan Junmyeon hingga akhirnya Junmyeon memanggil dirinya dan membisikkan sesuatu. Kata-kata dari Junmyeon membuat Yixing memerah.
'Percantiklah dirimu sayang. Izinkan daddy memberikanmu kenikmatan.' Bisik Junmyeon dengan menampilkan senyuman angelicnya. Yixing berani bersumpah bahwa ia melihat senyuman setan dibalik senyuman angelic daddynya itu.
'Hah? Tadi dia bilang apa? Cantik? Aku tampan! Kenikmatan? Maksudnya masak?Aku akan tunjukkan bahwa aku ini tampan!' Pikir Yixing dengan polosnya. Oh yixing sayang, tidakkah kamu tahu daddy mu itu akan memperkosamu. Tidak memberikanmu ampun.
Yixing berjalan dengan pasti menuju apartement miliknya yang dulu menjadi tempat tinggalnya saat SMP. Hanya merenovasi sedikit dan menata semuanya. Dan jadilah apartemen yang cantik dengan penataan yang , apartemen ini tidak mencerminkan dirimu sebagai lelaki. Memangnya ada apartemen laki-laki dengan bertemakan ungu, unicorn dan kambing? Mungkin lelaki itu hanya kamu Yixing.
Yixing menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan berendam di kolam jacuzzi kecil miliknya. Mulai dari shampo hingga handuknya bertemakan ungu. Dari sampo dengan aroma lavender hingga sabun dengan aroma anggur. Semua serba ungu.
Yixing mulai membasahi rambut dan badannya. Menaruh shampoo dikepalanya dan mulai menyabuni dirinya. Setelah selesai menyabuni dan menyampo dirinya. Yixing menaruh wewangian didalam bak mandinya yang sudah diisi air hangat. Sesungguhnya yixing bukan masuk kategori keluarga menengah kebawah. Tetapi keluarga yixing termasuk kategori keluarga menengah keatas yang sangat sederhana ketika berpenampilan.
Kolam jacuzzi tersebut sudah dipenuhi busa busa sabun dan shampoo. Yixing menenggelamkan badannya dan berpikir apa yang akan ia lakukan sehabis mandi. Yixing kembali mengingat kejadian hari ini. Mulai Yixing bertemu tu—ani daddy, diremas bagian privatnya, melihat daddy nya itu memegang pistol dan menembakkan pistol tersebut ke sembarang arah hingga permintaan daddynya untuk menemui dirinya.
.
.
.
Yixing telah menyelesaikan acara mandinya. Dan mengambil handuknya. Hanya dengan sehelai handuk yixing merebahkan dirinya sejenak dan memejamkan matanya. Yixing menyadari bahwa ia harus bertemu dengan tu— daddy nya itu.
'Ah aku tidur sebentar tidak akan membuatnya marah bukan?' Pikir Yixing sambil memejamkan matanya. Dan Yixing mulai tertidur.
Waktu menunjukkan pukul sepuluh. Dan Yixing sudah 4 jam tidur. Yixing mulai membuka matanya dan menggerakkan badannya tetapi sangat berat seperti ada yang menindihnya. Alangkah terkejutnya Yixing melihat tangan yang melingkar di perutnya. Seingatnya tidak ada siapapun disini.
"AAAHHHHH." Teriak Yixing sambil bangun dari tidurnya. Teriakan Yixing membuat si pemilik tangan tersebut bangun dan kebingungan melihat Yixing.
"D-Daddy?" Lanjut Yixing sambil duduk dan melihat ke arah Junmyeon. Junmyeon mendorong Yixing hingga punggungnya terbentur pinggiran dari tempat tidur.
"Kenapa tidak datang hm?" Bisik Junmyeon sambil menjilat telinga milik Yixing.
"Tu—ah maksud ku daddy. Aku tertidur, ahhhh." Jawab Yixing sambil menahan desahannya. Lidah Junmyeon bergerak turun dari telinga. Menuju leher jenjang, putuh dan mulus milik Yixing. Memberikan beberapa tanda kepemilikan di leher tersebut.
Lidah Junmyeon kembali bermain, dari leher lidah tersebut turun ke arah nipple Yixing. Tangannya pun tidak tinggal diam. Tangannya meremas penis mungil milik Yixing yang terbungkus handuk putih. Sekarang Yixing sudah naked seutuhnya. Tanpa sehelai benang yang menutupi tubuh indahnya.
Tanpa basa-basi. Junmyeon mengulum penis mungil milik Yixing. Ia merasakan sensasi yang tidak biasa dengan tubuh Yixing. Tangan nakalnya tidak ingin diam. Meskipun mulutnya bekerja untuk mengulum penis milik Yixing, tangannya tetap meremas nipple milik Yixing.
"Aahhhh…Daddyhhhh…Percepathhh nehhh…" Desah Yixing sambil meremas rambut Junmyeon, mengomandokan Junmyeon agar mempercepat gerakannya. Yixing merasakan tubuhnya menegang. Yixing merasakan sesuatu yang baru pertama kali ia rasakan. Perutnya seperti dimasukki kupu-kupu yang membuatnya bahagia dan ingin mengeluarkan sesuatu.
"Ahhh…Daddyhhh…Yixinghhh inginhhh pipishhh…" Lanjut Yixing sambil mukanya menahan merah akibat malu.
"Aigo sayang. Keluarkan saja ne. Pipis saja di mulut daddy." Ujar Junmyeon sambil menahan ketawanya. Oh yixing kamu polos sekali nak.
"Tapi daddy, itu kan jorok. Kata mama gaboleh pipis sembarangan." Ujar Yixing sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Yixing, sebenarnya umurmu berapa sih?
"Ani sayang itu bukan pipis, itu sperma sayang. Dan daddy mau makan itu, sepertinya manis. Karena wajahmu manis. Itu namanya kamu mau cumming sayang." Ujar Junmyeon sambil mengurut penis Yixing pelan.
Blush
"A-ah, daddy. Jadi i-itu sperma? Cumming itu apa daddy?" Tanya Yixing sambil menutupi kegugupan dan malunya Yixing karena wajahnya yang memerah.
"Cumming itu ketika kamu merasakan kenikmatan yang tiada tara sayang. Dan saat itu juga kamu merasakan ingin pipis. Tetapi itu bukan pipis sayang. Itu sperma." Jelas Junmyeon gemas. Karena Yixing bertanya dengan polosnya dan wajahnya sangat menggemaskan.
"Ah. Aku mengerti daddy." Sahut Yixing sambil membetulkan posisi dirinya. Agar lehernya tidak sakit.
"Hei baby, siapa suruh seperti ini eoh? Aku masih belum selesai baby." Tanya Junmyeon sambil melepas celananya hingga tidak tersisa sehelai benangpun di tubuh Junmyeon. Sebelumnya Junmyeon telah melepas kaosnya hingga yang tersisa celana nya saja.
"Eh belu—AHHHH DADDYHHHH." Teriak Yixing karena Junmyeon tiba-tiba memasukkan penisnya kedalam lubang Yixing. Yixing merasa kesakitan karena Yixing tidak pernah berhubungan sex sama sekali. Baik dengan laki-laki ataupun perempuan.
"Hiks… Sakith… Ahhh sakithhh hiks… Daddy hiks…" Tangis Yixing sambil memejamkan matanya. Yixing tidak bisa mendeskripsikan perasaannya saat ini. Yang ia rasakan hanyalah sakit dengan kenikmatan.
"Ohhhh baby… Perlukahh aku berhentihhh?" Tanya Junmyeon sambil menciumi kening dan bibir Yixing.
"Ahhhh anihhh… Daddyhhh… Ahhhhh inihhh nikmathh…" Desah Yixing sambil meremas seprei yang ia pakai.
"Ohh… Babyhhh lubangmu… ARGHHH SHIT… Jangan jepit milikku babyh…" Erang Junmyeon, sesekali ia memainkan nipple Yixing dan mengulumnya.
"Ahhh daddyhhh sempithhh…" Teriak Yixing dengan tubuhnya yang menggelinjang keenakan.
Tidak butuh waktu lama hingga Yixing mencapai puncak kenikmatannya. Yixing menjerit karena ini pertama kalinya Yixing mengalami cum. Menurut Yixing bercinta itu termasuk suatu kenikmatan yang tiada tara. Apalagi bersama dengan 'daddy' nya itu. Saat ini Yixing terlihat lemas sekali karena tenaganya telah dipakai semua ketika mengeluarkan cairan cintanya. Setelah Yixing yang mengeluarkan cairan cintanya, Junmyeon menyusul Yixing untuk menyemburkan cairan cinta didalam lubang Yixing.
Junmyeon menatap Yixing, tatapannya itu sangat dalam tapi Junmyeon menyangkal bahwa dirinya mencintai Yixing. Dia berjanji tidak akan mencintai siapapun.
"Em… Pa—Daddy maksudnya. Kok bisa ada Apartment aku?" Tanya Yixing dengan wajah yang memerah.
"Karena alamat kamu ada di cv baby, tidakkah kamu mengingatnya hm?" Ujar Junmyeon sambil mengusak rambut Yixing sayang dan mencium keningnya lembut.
"Tapi daddy, bagaimana daddy tahu passwordku?" Tanya Yixing sambil menekukkan bibirnya lucu.
"Ulang tahun kamu baby, 0710 gampang bukan? Daddy mau password kamu diganti baby. Untungnya daddy yang masuk, coba orang lain atau jackson. No no no!" Ujar Junmyeon sambil mengecup manja bibir Yixing. Bibir Junmyeon yang awalnya mengecup berubah menjadi melumat bibir manis nya Yixing. Yixing memukul dada Junmyeon artinya Yixing sedang kehabisan napas.
"Jadi baby harus apa daddy ?" Ujar Yixing sambil memejamkan matanya dan memeluk tubuh Junmyeon. Dulu hal yang Yixing sukai adalah memasak dan menari sekarang kedua hal tersebut tergantikan dengan 'bermain bersama daddy' dan memeluk daddy. Aroma tubuh Junmyeon memabukkan, membuat siapapun yang menciumnya akan berlutut dihadapannya.
"Mengganti password mu dengan ulang tahun daddy baby, baby mau kan?" Ujar Junmyeon sambil tertawa. Ini pertama kalinya dihidup Junmyeon ia merasakan kebahagiaan yang tidak terkira. Setelah ditinggal dan disakiti 'dia'. Meskipun begitu Junmyeon tidak ingin memiliki hubungan dengan siapapun. Karena Junmyeon terlalu takut disakiti dan ditinggalkan lagi.
"Ne daddy, baby mau hehe." Ujar Yixing sambil mencuri ciuman di bibir Junmyeon dan berjalan ke arah pintu. Yixing merubah passwordnya yang awalnya merupakan ulang tahun Yixing menjadi ulang tahun Junmyeon.
"Daddy, baby sudah selesai hehe. Daddy mau makan apa?" Lanjut Yixing sambil berjalan kearah Junmyeon tanpa menggunakan sehelai benang pun.Catat tanpa sehelai benang pun.
"Baby mau daddy makan hm? Pakai bajunya, daddy tidak mau baby sakit." Tanya Junmyeon sambil meremas bongkahan bokong sintal milik Yixing.
"Eungh, ne daddy. Lagian baby bukan makanan daddy. Memangnya enak memakan baby? Daddy kanibal ya?" Tanya Yixing sambil mengerucutkan bibirnya. Aduh yixing sayang, yang dimaksud daddy kamu itu diperkosa, bukan sebagai makanan.
"Hahaha, aduh baby. Maksud daddy, daddy ingin memasukkimu lagi. Kamu mau hm?" Tanya Junmyeon sambil merengkuh Yixing dan menciumnya leher putih mulus milik Yixing.
"Eungh gelihhh, anihh daddyhh. Akuhhh capekhhh, ahhh." Desah Yixing setengah geli karena leher adalah titik sensitif dari Yixing.
"Hhhh, baiklah baby. Daddy mau menginap disini. Besok kita berangkat bersama ne? Lubangmu sakit?" Tanya Junmyeon seraya mengelus bokong milik Yixing dan mencium keningnya.
"Sedikit Daddy, eh daddy menginap disini? Lalu apa aku harus memanggil daddy seperti ini saat di kantor?" Tanya Yixing sambil memiringkan kepalanya lucu. Yixing tidak mengetahui mengapa ia bisa bertindak seperti anak kecil. Yang ia lakukan hanyalah menuruti naluri dirinya.
"Iya baby, tapi jika kamu tidak keberatan daddy ingin kamu memanggil daddy dimanapun kita berada. Oh ya baby, daddy bawa sesuatu buat kamu." Ujar Junmyeon dengan senyuman yang memabukkan bagi Yixing.
"Tapi daddy, itu tidak sopan. Bolehkah aku memanggil daddy dengan sebutan Tuan Kim ketika kita bekerja? Sepertinya lebih formal daddy." Ujar Yixing, Yixing menenggelamkan wajahnnya didada Junmyeon yang tidak menggunakan sehelai benangpun. Yixing mulai menyukai aroma ini oh tidak Yixing mencintai aroma tubuh ini dan pemiliknya.
"Terserah baby ku saja hahaha, daddy membawakan baju untukmu baby." Ujar Junmyeon gemas melihat Yixing yang bermanja-manja di dadanya
"Eh? Tidak usah daddy, itu merepotkan daddy. Lagipula bajuku sudah banyak daddy, dan sepertinya masih layak untuk digunakan." Ujar Yixing meyakinkan Junmyeon.
.
.
.
Junmyeon tidak menjawabnya. Junmyeon hanya memberikan tatapan memaksanya agar Yixing menuruti kemauannya itu. Terus terang saja Junmyeon kagum dengan kerja keras Yixing. Jika dilihat dari tempat tinggalnya, Yixing bukan berasal dari keluarga menengah kebawah melainkan keluarga menengah keatas. Junmyeon salut akan kegigihan dari diri Yixing. Menurut curriculum vitae yang Yixing berikan ke kantor Junmyeon dan telah dibaca berulang kali oleh Junmmyeon. Yixing merupakan anak tunggal. Junmyeon kembali mengingat kejadian tadi pagi di kantornya. Ia mengutuk Jackson karena membuat Yixing takut dengan perlakuannya tadi pagi.
Bulan sudah menampakkan sinarnya dan waktu menunjukkan pukul 12 malam tetapi kedua pemuda yang sedang bercengkrama itu tidak segera beranjak tidur. Mereka membicarakan banyak hal, berusaha untuk mengenal satu sama lain lebih jauh. Junmyeon merasakan hal yang berbeda setiap kali melihat tawa indah milik Yixing. Junmyeon buru-buru menepis pemikiran tersebut, dirinya tidak boleh jatuh cinta lagi dengan siapapun. Termasuk Yixing. Memiliki bisa tidak mencintai bukan? Andai saja Junmyeon tidak pernah jatuh cinta dengan 'dia' pasti Junmyeon akan mencintai Yixing dengan segenap hatinya.
Yixing mengerjapkan matanya berulang kali karena kantuk mulai menyeranagnya. Yixing tidak kuat jika harus terjaga hingga pagi menjelang karena esok adalah hari pertama Yixing sebagai sekretaris Tuan Kim Junmyeon. Yixing merasa bangga dan juga gugup, karena mulai esok Yixing akan bertatap muka dengan Junmyeon hampir 24 jam pengecualian ketika Yixing berada ditoilet dan tidur. Junmyeon mengisyaratkan Yixing untuk tidur karena waktu telah menunjukkan pukul dua saat ini. Bercengkrama dengan Yixing membuat Junmyeon merasa bahagia. Yixing memiliki pemikiran yang terbuka dan dewasa ditambah sikapnya yang sangat menggemaskan membuat siapapun yang mengenal dan melihat Yixing akan bahagia.
.
.
.
Sang Surya telah menampakkan sinarnnya dan benda persegi panjang telah berbunyi untuk membangunkan Yixing dari tidurnya. Pagi ini Yixing terlihat lebih bersemangat untuk menjalani hari. Yixing berjalan kearah dapur dan bergegas untuk menyiapkan makanan meninggalkan Junmyeon yang sedang meringkuk dengan indahnya didalam selimut.
Saat ini Yixing telah menyelesaikan acara masak memasaknya. Ia bergegas membangunkan Junmyeon yang saat ini berhasil mengambil tempat di hati Yixing. Menurut Yixing, Junmyeon memiliki kepribadian yang sangat unik dan sangat sempurna. Junmyeon juga memiliki wajah yang sangat tampan menurut Yixing.
Yixing menatap lelaki yang tertidur dengan selimut yang menutupi sebagian wajahnya. Tangannya tergerak untuk menyentuh wajah lelaki tersebut. Jari-jari lentik milik Yixing bergerak dari mata turun ke hidung dan terakhir bibir kissable dari Junmyeon. Lelaki yang wajahnya disentuh Yixing perlahan membuka matanya dan menatap Yixing dalam, seraya memberikan senyuman terindahnya untuk lelaki indah dihadapannya.
"Morning daddy, aku sudah menyiapkan daddy sarapan. Daddy makan dulu ya" Ujar Yixing sambil memeluk Junmyeon.
"Ne baby, aku mau makan tapi-" Jawab junmyeon tetapi terputus karena hpnya berbunyi.
Junmyeon mengambil hpnya yang berada diatas nakas disamping tempat tidur dari Yixing. Dilihat oleh Junmyeon siapa orang bodoh yang berani menelponnya pagi ini. Dan ternyata orang bodoh menurut Junmyeon itu adalah adiknya. Kim Sehun.
"Hyung, hyung dimana? Ini udah jam berapa hyung. Hyung kok gaada dirumah? Hyung, hyung main sama yeoja malam? Hyung jawab! Yixingnya mau dikemanain hyung?" Cecar sesorang di ujung telepon sana.
"Berisik Sehun, aku lagi di apartemennya Yixing dari tadi malam. Kita langsung bertemu disana." Jelas Junmyeon dengan nada kesal. Menurut Junmyeon, Sehun tidak bisa membaca situasi bahwa ia dan yixing sedang bersama.
"APA HYUNG?! SEDANG BERSAMA YIXING? HYUNG NIKAH AJA BELUM MASA UDAH KAWIN AJA, HYUNG YANG BENER AJA." Teriak Sehun.
"Intinya aku datang, sudah aku harus mandi Kim Sehun. Dan jangan lupa sehabis ini kita ada rapat. Yixing akan ikut denganku. Kita akan bertemu sahabat mu. Direktur Park." Ujar Junmyeon dengan salah satu tangan meremas bokong milik Yixing.
"OKE HYUNG. JANGAN KELUAR DIDALEM, HYUNG BELUM NIKAH." Ujar Sehun dan mematikan sambungan teleponnya.
Yixing yang melihat interaksi keduanya hanya bisa terkekeh dan menarik tangan Junmyeon. Junmyeon mengikuti arahan Yixing. Salah satu tangannya membelai lembut wajah Yixing yang sedang tersenyum indahnya. Yixing tersenyum akan perlakuan dari Junmyeon
Kedua pemuda tersebut saat ini sudah berada didepan meja makan. Junmyeon membalik tubuh Yixing hingga mereka berdua saling bertatapan. Ia mendekatkan wajahnya. Hingga hawa panas menerpa wajah Yixing. Tanpa membutuhkan waktu yang lama. Junmyeon mencium bibir Yixing. Bibirnya melumat bibir lembut milik Yixing. Lumatan yang awalnnya penuh cinta berubah menjadi lumatan yang penuh nafsu. Tangan Yixing tergerak untuk meremas rambut Junmyeon, memperdalam ciumannya. Mendorong tengkuknya agar ciuman tersebut tidak lepas. Tangan Junmyeon yang sedang menganggur tergerak untuk menyentuh nipple milik Yixing. Tangan Junmyeon yang satunya bergerak untuk meremas kejantanan Yixing. Yixing hanya bisa mendesah tertahan karena mulutnya telah dibungkam dengan mulut Junmyeon. Tangan Junmyeon bergerak nakal perlahan membuka celana dari Yixing.
Saat ini Yixing sudah tidak mengenakan celana lagi. Ia membalik tubuh Yixing hingga hole nya terlihat oleh Junmyeon. Lalu Junmyeon membasahi jari tengahnya untuk mempersiapkan lubang Yixing yang terpampang indah didepannya. Jarinya saat ini telah masuk kedalam lubang Yixing. Perlahan tapi pasti Junmyeon akan menemukan titik kenikmatan dari Yixing.
Yixing mendesah keenakan karena lubangnya saat ini dimainkan oleh Junmyeon. Nipple pink milik Yixing pun tidak dianggurkan begitu saja. Satu tangan Junmyeon yang terlihat menganggur itu bergerak memelintir nipple pink tersebut dari luar kaos.
Junmyeon terlihat tidak karuan dan tidak sabaran. Tanpa basa basi Junmyeon melepas semua celananya. Penis milik Junmyeon sudah menegang dan mengeluarkan cairan precum.
Jleb…
Saat ini penis milik Junmyeon telah sepenuhnya masuk. Yixing terlihat kesakitan karena Junmyeon tidak memasukkinya secara perlahan, ditambah ukuran dari penis Junmyeon yang sangat besar membuat Yixing terlihat semakin kesakitan.
Penis Junmyeon bergerak maju dan mundur. Hingga penis tersebut menyentuh titik kenikmatan milik Yixing. Tidak butuh waktu lama untuk Yixing mengeluarkan cairan cintanya.
Peluh membasahi kedua pemuda yang sedang bercinta. Yixing terlihat lemas tetapi belum ada tanda-tanda jika Junmyeon ingin mengeluarkan cairan sperma. Hampir dua jam tetapi Junmyeon belum mengeluarkan cairan spermanya. Yixing terlihat sangat lemas, hingga akhirnya Junmyeon mengeluarkan cairan spermanya diluar lubang Yixing. Kedua pemuda itu terlihat lemas dan segera memungut pakaiannya yang tergeletak dengan indahnya di lantai.
"Daddy, kok daddy 'ituin' aku sih." Ujar Yixing sambil menekuk bibirnya.
"Mianhae ne baby, daddy tidak tahan. Sekarang kamu mandi, daddy mau sarapan dulu. Nanti gantian daddy yang mandi ya." Ujar Junmyeon sambil mencium keningnya. Debaran di jantung Junmyeon tidak berhenti.
'Sepertinya aku harus ke dokter. Aku harus memeriksakan jantungku' pikir Junmyeon seraya memegang dadanya.
.
.
.
Kedua pemuda tersebut saat ini sudah berada di dalam mobil mewah milik Junmyeon. Mereka berdua duduk dalam diam. Tidak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut mereka. Hingga akhirnya Junmyeon membuka percakapan dengan Yixing.
"Baby, nanti kita ada rapat dengan Park Company. Kamu catat semuanya ya. Ini tablet dan PDA buat kamu. Sebenarnya sih ada yang resmi dari perusahaan tetapi aku maunya apapun yang menjadi milikku, menjadi milikmu juga baby." Ujar Junmyeon sambik menggenggam tangan Yixing.
"Ada apa daddy? Oh jinjja daddy? Gomawo daddy, aku malu sekali." Ujar Yixing sambil menutup mukanya karena Yixing saat ini terlihat sangat malu.
"Jangan tutupi wajah indah milikmu Yixing. Aku ingin melihat wajahmu yang indah." Ujar Junmyeon.
.
.
.
Saat ini keduanya telah berada di dalam kantor. Yixing berjalan disamping Junmyeon, mereka berdua terlihat seperti pasangan kekasih. Semua mata tertuju kepada mereka. Sejujurnya mereka merupakan pasangan serasi. Meskipun begitu, banyak yang memandang Yixing rendah dan remeh serta tidak suka. Apalagi Kang Seulgi dan temannya Bae JooHyun. Mereka berdua adalah resepsionis yang memandang remeh Yixing.
Junmyeon dan Yixing saat ini telah masuk kedalam lift dengan posisi Yixing didepannya. Tangan jahil milik Junmyeon bergerak ke arah bokong sintal milik Yixing dan bergegas meremasnya. Dasar tuan mesum dan tidak tahu diri. Itu yang dipikirkan Yixing saat ini.
Lift mereka sudah berhenti dan berbunyi, menandakan mereka telah sampai di lantai yang seharusnya. Ketika mereka berdua keluar. Mereka langsung disambut senyuman dari lelaki tinggi berkuping lebar. Senyumannya menakutkan, membuat Yixing bergidik ngeri. Lelaki tersebut berjalan menghampiri Junmyeon, disusul lelaki mungil cantik dibelakangnya yang mengekori. Lelaki mungil itu terlihat seperti sekretaris dari lelaki tinggi itu.
"Junmyeon hyung, sudah lama tidak bertemu." Ujar lelaki tinggi itu.
.
.
.
To Be Continue
.
.
Akhirnya bisa up ff ini. Balik lagi sama Jun. Disini Jun mau balesin semua review
Ydyakonenko :Emang mesum eon :D btw udah aku edit ya kemarin
Guest(HGY) : Gomawo ya, udah aku lanjut kok.
Guest(Swaggerwu): Gomawo ya gege, emang mesum anjir ge. Sleding aja sleding. Yaampun ge, kadang Jackson cocok kalo buat pho-in Yixing sama junmen wkwkwk. Btw asupannya udah neh
AqueousXback : Kalo ga gitu bukan Kim Junmyeon heuheuheu. Yang penting nikmat kalau kata Junmen
Guest : Makasih ya udah review
Exofujoshi12 : Eh ada kakak, gomawo kakakk :* biasalah tuan Junmen atit atina disakitin U.U siapp udah dibanyakin ieu, bonus enceh
Lemousse : Gomawo gomawo. Noted. Next chapter kalau ada typo tolong diingatkan ya. Gomawooo. Kamu juga ya semangat nulis sulaynya huehehe
Bunnysheep91 : Daddy kinky dong tema dasarnya huehehe. Btw makasih udah review^^ salam sulay
Makasih juga buat kalian yang udah baca sider tanpa review aku hargain banget yang jelas sulay is real. SALAM 0110 Merdeka. OH IYA MAU KASIH TAU AJA KALAU YIXING ADA DI KOREA LOH. BAU BAUNYA MAU OT9. KIRA KIRA JUNMYEON SAMA YIXING NGAPAIN YAAA? Pengen tau nih gue boleh dong yang udah baca ff gue jawab pertanyaan gue di kolom review. Oh iya yang mau baca ff novel chat bisa cek joylada gue junmoney2304 dan kalau mau follow ig gue juga bisa ichingunicorn. Boleh atuh say hi sesama sulay shipper. Akhir kata SALAM 0110.
