Let Me Be Happy

-dhedingdong95-

Cast:

Lee Donghae

Cho Kyuhyun

Genre: Family, Brothership, Life, Drama, DLDR, RnR please!

Rate: T

Length: Chaptered

(ntah berapa chapter, bisa saja panjang bisa juga chapter depan tamat)

Disclaimer:

ini merupakan hasil remake FF saya sekitar 4tahun lalu dengan cast yang berbeda. Jadi jika mungkin ada yang pernah membaca di 'tempat lain' dengan cast yang berbeda, tenang saja itu milik saya juga kok. hehe. Telah dilakukan sedikit perubahan sesuai dengan kebutuhan cerita.

Kesamaan nama tokoh ataupun ide terjadi tanpa sengaja, alur dan jalan cerita milik saya sepenuhnya.

SELAMAT MEMBACA!

WARNING! NOT YAOI. TYPO, alur kecepetan, membosankan!

Don't like? DON'T READ!

NO BASH and… ENJOY!^^

Chapter 1

.

.

"donghae hyuuuuuung! Ini sudah larut malam, dan kau masih saja berada di taman? Aku lelah menunggumu untuk makan malam bersama!" suara seseorang yang tak asing lagi di telingaku berhasil membuyarkan segala lamunan indahku baru saja. Ia berdiri di muka pintu belakang rumah sembari menunjukkan wajah kesalnya, tak lupa juga dengan menyilangkan kedua tangannya. Bisa dikatakan jika ia sudah tak ada bedanya lagi dengan seumuran taman kanak-kanak. Hei! tak tahukah ia jika aku paling benci diganggu, terlebih ketika aku sedang menikmati keindahan mawar-mawarku yang sedang bermekaran?

.

"apa aku pernah memintamu untuk menungguku?" sesegera mungkin aku beranjak dari sebuah bangku panjang berwarna putih, yang dikelilingi oleh beberapa jenis tanaman mawar. Aku terus melenggang masuk ke dalam rumah tanpa memedulikan kehadiran Kyuhyun yang mungkin telah menunggu lama di muka pintu. Pantaskah aku memanggilnya dongsaeng? Bahkan umur kami hanya terpaut kurang dari 1 tahun.

"hyung, apa kau tak bosan selalu bersikap dingin padaku?" Kyuhyun terus saja berjalan membuntutiku dari belakang. Namun apa yang bisa kulakukan? Mulutku saja terasa begitu berat untuk menjawab pertanyaan bodoh darinya. Jangankan menjawab, bahkan menoleh ke arahnya pun tidak.

Hingga akhirnya celoteh-celotehannya tak terdengar lagi. Itu karena ia tak berani mengikuti langkahku sampai ke dalam kamar pribadiku. Kau tahu mengapa? Karena aku berhasil membuat mulutnya terdiam seketika, hanya karena hantaman keras dari pintu kamar yang kututup tepat di depan wajahnya.

.

.

Hey, apakah kalian menganggapku sebagai hyung yang sangat kejam?

Tidak, kalian salah. Ayahkulah yang berhak kalian salahkan, bukan aku!

Ia telah melakukan suatu hubungan di belakang ibuku. Ibu yang telah melahirkanku. Ibu yang sangat kusayangi. Ia juga berhasil membunuh ibu secara tak langsung!

Kau tak percaya?

Bahkan lebih parahnya, ayah memiliki seorang anak lelaki dari hubungan terlarang itu. Hubungannya dengan asisten pribadi keluarga kami! Dan 2 tahun yang lalu, tepat di saat umurku genap 17 tahun.. perbuatan ayah semuanya telah terbongkar. Ntah bagaimana cara membongkarnya, aku tak peduli. Yang jelas terlihat ketika ibu mengalami shock berat, ia tak dapat menerima kenyataan tersebut. Ia terlalu mencintai ayah,, ia memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan menenggelamkan seluruh tubuhnya di atas bath up yang penuh berisi air sabun.

.

.

Dapatkah kalian merasakan, bagaimanakah rasa sakitnya hatiku karena semua ini?

Aku. Lee Donghae. Yang selama 17 tahun hidup sebagai anak tunggal di keluarga Lee, dan dalam hitungan detik harus menerima kenyataan bahwa aku memiliki seorang adik laki-laki dan ibu….baru? tepat di saat ibu kandungku meninggalkanku untuk selamanya. Sungguh, mereka cukup gila membuatku seperti ini!

.

Jujur saja, kini hatiku terasa begitu hancur menjadi serpihan kecil yang ntah kapan dapat tergabung manjadi utuh kembali.

Tepat disaat umurku genap 17 tahun, saat aku memulai menginjak kedewasaan.. sebuah kenyataan pahit menyelimuti kehidupanku.

Aku yang awalnya memiliki pribadi ceria serta ramah kepada semua orang, bak tersambar petir yang muncul tanpa adanya angin ataupun hujan.. kini semuanya telah lenyap tak bersisa. Akupun juga tak mengingat bagaimana caranya agar dapat tersenyum kembali? Tersenyum lepas tanpa adanya suatu beban maupun paksaan.

.

Kehidupanku hancur! Benar-benar hancur!

.

Karena mereka, aku menjadi seperti ini.

Karena perbuatan mereka, ibu meninggalkanku untuk selamanya! Ibu yang telah kuandalkan sebagai wanita terhebat dalam hidupku, ibu yang selalu ada di kala aku mendapatkan suatu masalah.. ibu yang selalu membelai rambutku sebelum aku tertidur pulas.. sampai pada akhirnya, semua itu hanya kenangan manis semata yang terus memenuhi pikiranku.

Karena perbuatan mereka jugalah, secara tiba-tiba aku memiliki saudara lelaki yang sama sekali tak kuinginkan!

.

Karena mereka, aku kesepian…...

.

bukan ragaku! Tapi jiwakulah yang sangat merasa kesepian.

Aku hanya melampiaskan kesepian ini pada mawar-mawarku. Hanya merekalah yang mengerti keadaanku, hanya mereka yang dapat merasakan kerapuhanku saat ini. Karena setiap saat mereka setia mendengarkan keluh kesah tanpa mencaci maki diriku….. Bukan orang-orang keji seperti mereka!

Biarlah orang menganggapku sebagai lelaki gila, karna menangkap basah aku yang sedang berbicara atau bahkan menangis dihadapan mawar-mawarku. Biarkan saja orang lain mau bekata apa, toh mereka tak dapat merasakan apa yang kurasakan.

.

Dan yang masih menjadi pergulatan hatiku hingga kini, pantaskah aku melemparkan semua kekesalan dan kekecewaanku pada Kyuhyun?

.

Aku tahu, memang ia tak mengerti betul permasalahan yang melilit keluargaku. Mungkin yang ia tahu hanyalah ia ditakdirkan menjadi anak dari Tuan Lee, seorang pemilik pusat perbelanjaan terkemuka di Korea Selatan dengan seorang wanita 'mantan asisten pribadinya' bernama Cho Hanna. Dan secara kebetulan pula ia memiliki ayah yang sama denganku. Ia juga dianugerahi paras yang tampan dengan kedua bola mata yang bulat, hidung mancung, rambut cokelat sedikit ikal dan bahkan tinggi badannya pun jauh berada di atasku. Jangan lupakan juga, ia memiliki kulit yang sangat putih bahkan hampir bisa dikatakan pucat.

.

Tapi bukan kelebihan fisiknya itulah yang aku permasalahkan. Aku sadar benar, jika sebelum menjadi sebuah 'bibit manusia' ia tak dapat memilih wanita mana yang akan menjadi ibunya. Di sisi lain, aku juga sadar bahwa ia tak mungkin dapat memilih dengan cara apa ia akan berada di dunia ini. Apakah ia terlahir dari hubungan normal biasa dari sepasang suami istri, atau ia akan terlahir dari hubungan terlarang seperti pada kenyataannya sekarang.

Aku ingin menjadi seorang yang tegar dan bisa menerima semua kenyataan ini, tetapi semua terjadi secara tiba-tiba. Aku tak bisa. Sangat sulit bagiku untuk melakukannya. Mengakui keberadaan Kyuhyun saja, perlu waktu yang tak singkat untukku. Apalagi mengakui Hanna ahjumma menjadi ibu tiriku. Yang kata ayah ialah ibuku yang baru.

Hey, sampai kapanpun aku tak akan menganggap ia sebagai ibuku! Ibuku hanya satu, Shin Hyora seorang! Tak peduli jika ia begitu bersikeras memintaku untuk memanggilnya dengan sebutan 'ibu'. Tak peduli jika ia menangis tersedu-sedu sembari memeluk kedua kakiku hanya karena ia menginginkan sebutan 'ibu' yang terucap dari bibirku. Tak peduli berapa kali tamparan bahkan pukulan yang aku dapatkan dari tangan ayah yang ia berikan atas perbuatan yang kulakukan pada ahjumma itu.

.

Apakah semua yang kuperbuat ini salah besar?

Bukankah semua ini wajar jika aku melakukannya atas nama ibu kandungku?

.

"donghae hyung~ apa kau tidak merasa lapar? Aku sudah lelah menunggumu di depan pintu seperti ini! Cepatlah keluar!" gedoran pintu Kyuhyun berhasil membuat kegaduhan seisi rumah. Ia benar-benar tak jera atas apa yang telah kulakukan padanya hari ini, seakan tak pernah terjadi permasalahan apapun diantara kami berdua.

"hyung-ah! Aku tak mau berhenti menggedor pintu jika kau tak keluar!" kyuhyun terus saja menggedor pintu kamarku. Apakah anak ini tak takut jika aku memperlakukannya lebih kasar lagi? Seperti menendangnya untuk menjauhi kamarku mungkin?

.

Hingga beberapa menit berlalu, kyuhyun masih menggedor pintu kamarku dengan tak sabar. Kuurungkan niatku untuk merespon teriakannya. Cih! hanya membuang-buang tenaga saja. Kututupi kepalaku dengan salah satu bantal, namun tetap saja teriakan Kyuhyun yang begitu nyaring berhasil masuk ke dalam telinga. Sungguh menyebalkan.

Dengan langkah malas, aku membuka pintu kamar. Dan mendapati Kyuhyun tengah terduduk di depan pintu dengan nafas yang tersengal-sengal karena telah lelah meneriakiku.

"waaah, donghae hyung sudah keluar? akhirnya kau menyerah juga! mari kita makan bersama"

'sigh! menyerah maksudmu? Apa aku tak salah dengar? aku keluar dari kamar ini bukan karena aku menyerah padamu, tapi aku tak sudi mendengar teriakan dari suara jelekmu!' aku hanya dapat menumpahkan kekesalanku dalam hati.

Kulihat dengan cepat Kyuhyun berusaha menggandeng tangan kananku lalu menariknya menuju ruang makan. Senyuman tulus nan polos yang Kyuhyun berikan sedikit meluluhkan kekerasan hatiku. Serta semakin membuatku merasa bersalah atas apa yang kuperbuat padanya selama ini. Namun setelah sesaat aku mengingat latar belakangnya, perasaan benciku kian tersulut.

.

.

.

"donghae hyung ingin makan apa? biar kuambilkan.." tanya Kyuhyun memulai percakapan, sembari mengambilkan sepiring nasi untukku.

Untuk kesekian kalinya, bibirku terasa begitu berat saat ada niat untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan Kyuhyun. Apakah sekali saja tuhan tak mengizinkanku untuk berbuat baik pada kyuhyun?

"haha, ternyata cukup sulit bagimu untuk membuka suara.. bagaimana jika cumi goreng? atau udang? aku tahu, kau sangat menyukai seafood kan?" tanyanya lagi.

Sebagai jawabannya, aku hanya dapat mengangguk malas diikuti desahan-desahan tak penting dari mulutku.

.

Makan malam ini terkesan sama dengan malam-malam sebelumnya. Aku hanya duduk berdua bersama Kyuhyun di meja makan yang terlampaui besar ini. Ayah yang terlalu mengedepankan perusahaannya daripada aku, anak kandungnya. Hanna ahjumma yang kini kian sibuk membantu ayah mengelola perusahaan. Dan sekarang tinggallah dua orang lelaki yang menginjak dewasa, di rumah seluas ini ditemani dengan pelayan-pelayannya yang setia. Namun apa gunanya ada pelayan jika mereka tak dapat meramaikan hatiku?

.

.

.

"hyung, maukah kau menemaniku ke taman hiburan? sudah lama aku tak menikmatinya.." tanya Kyuhyun di sela-sela mengunyah makanannya.

Sepertinya berusaha untuk berpura-pura tak mendengar perkataannya, menjadi pilihan yang paling tepat. Aku terus saja melahap sisa makananku yang berada diatas piring tanpa mengindahkan perkataan Kyuhyun.

"donghae hyung? kau mendengarku?" terdengar sangat jelas jika Kyuhyun meningkatkan volume suaranya tanpa mengurangi sisi kelembutannya.

"ayolah hyuuung~ aku mohon.. hanya malam ini! Jadilah hyung yang benar-benar dapat menjadi panutanku.. Kau boleh membenciku, kau boleh menindasku sesuka hatimu, kau boleh tak menganggapku ada di sekitarmu untuk selama-lamanya.. tapi tolong, sekali ini saja.. " bulir-bulir air mata terlihat jelas jatuh dari pelupuk mata indahnya. Aku tahu, kyuhyun berusaha tak memperlihatkan kesedihannya padaku dengan menundukkan kepalanya dalam-dalam.

Tiba-tiba saja tanganku terasa begitu lemas saat mendengar isakan tangis pelan dari mulut Kyuhyun. Hingga tak sadar kugeletakkan begitu saja sendok yang kugunakan untuk makan. Hatiku bergetar hebat, sekejam itukah aku? Kutarik nafas panjang. Berharap menemukan suatu kelegaan pada diriku. Diriku yang sangat menyedihkan.

.

Otakku masih bergelut untuk mendapat jawaban yang tepat dari permintaan Kyuhyun. Kubiarkan saja si devil dan si angel terus bertarung pendapat untuk memenangkan hatiku.

'Donghae-ya, apa salahnya kau memenuhi permintaan adikmu itu walau semalam saja? Apa kau tidak ingin menjadi hyung yang baik? kau pasti akan menerima kebahagiaan yang tak pernah kau kira.. Lihatlah ketika ia tersenyum dengan tulus tanpa menyimpan setitik kemarahan. Jangan pernah memikirkan darimana ia ada, atau hal-hal yang membuatmu kian membencinya! Sadarlah, jika ia tak dapat merubah takdirnya untuk tidak menjadi dongsaengmu! dia tak mengerti apa-apa..'

.

'Donghae-ya, apakah kau sadar jika kehadiran Kyuhyun membuat ibumu meninggalkan dirimu untuk selama-lamanya? Tak ada lagi yang menyayangimu! Tak ada lagi yang mengerti perasaanmu! Apakah dengan begitu saja kau dapat melupakan semuanya? Apakah hatimu akan luluh atau bahkan menuruti permintaan Kyuhyun, yang telah merebut seluruh kebahagiaan yang pernah kau dapatkan sebelumnya? betul-betul lelaki bodoh..'

.

"hyung, kau tak apa? kulihat sedari tadi, kau tampaknya sedang melamun.. sudahlah donghae hyung, lupakan saja permintaan konyolku tadi.. aku memang tak tahu diri" ujar Kyuhyun sembari menyudahi makan malamnya. Ia bangkit dari tempat duduknya, dan mencoba untuk meninggalkanku sendiri di meja makan.

Beberapa saat setelah kepergian kyuhyun, tak tanggung-tanggung kugeletakkan kepalaku di atas meja makan untuk menyembunyikan raut wajahku yang sebenarnya. Aku tak mau jika Kyuhyun mengetahuiku sedang menahan tangis karenanya. Aku tak mau jika ia semakin menganggapku sebagai lelaki lemah dan rapuh. Saat kulirikkan mataku menuju Kyuhyun, ia tampak menoleh ke arahku .

"oiya hyung, tenang saja.. aku tak akan membencimu meski kau mungkin tak dapat mengabulkan permintaanku! aku akan tetap menyayangimu sebagai hyung hingga kapanpun! Meski.. yah.. keadaan kita seperti ini.." kudengar suaranya semakin bergetar karena telah bercampur dengan isakan tangis, dan berlalu pergi.

"aku akan mengantarmu ke tempat itu!" tiba-tiba saja meluncurlah satu kalimat yang tak pernah kuduga sebelumnya dari mulutku sendiri. Aku cukup merasa lega, karena dengan susah payah sedikit demi sedikit aku dapat melawan rasa kebencianku padanya.

"ah, jincha?" kulihat wajah Kyuhyun berubah seketika menjadi berseri-seri dengan kedua matanya yang semakin membulat. Ia berlari kecil kearahku, dan memelukku erat sekali.

"gomawo..gomawo.. jeongmal gomawoyo hyung!" kyuhyun berusaha menyeka air mata bahagia dengan lengan kaos yang ia gunakan.

Aku tak pernah berfikir sebelumnya, sebahagia inikah Kyuhyun saat mengetahui aku bersedia mengantarnya ke taman hiburan? Bagiku ini semua adalah hal yang sangat sepele. Namun reaksinya menunjukkan bahwa kyuhyun benar-benar bahagia. Hingga ia tak dapat menyembunyikan air mata kebahagiaan dariku.

.

.

.

"donghae hyuuung! bagaimana jika kita berfoto dahulu di dalam box itu? terasa begitu mengenaskan jika mengetahui bahwa hingga foto berduapun kita tak memilikinya.. ayolaaahh~ anggap saja saat ini kita sebagai namja kecil berumur 10 tahun!" mata Kyuhyun yang terlihat begitu berbinar, membuatku begitu tak tega jika menolaknya. Ayolah Donghae, hanya malam ini! berilah kesempatan pada'nya' malam ini saja!

Sekali lagi, aku memenuhi permintaannya. Kami berfoto bersama di dalam box. Aku yang menggunakan bandana Micky Mouse, sedangkan Kyuhyun menggunakan bandana evilnya. Sangat pas rasanya, mengingat sikap Kyuhyun yang sangat hobi menjahili orang lain termasuk padaku. Meskipun kalian pasti tahu jika aku tak pernah merespon seluruh perbuatannya.

Aku terus berusaha memberikan senyuman di setiap posenya. Yaaah, hasilnya tak begitu mengecewakan. Jujur saja.. dengan kemeja kotak-kotak berwarna biru tua yang lengannya sedikit ia gulung keatas dipadukan bersama setelan jeans berwarna senada, ia tampak sangat tampan di sela senyum manisnya. Jika kalian tak mengerti sifat Kyuhyun yang sebenarnya, kalian pasti menganggap bahwa penampilannya terlihat sangat dewasa jika dibandingkan denganku. Kyuhyunpun juga sempat berkata jika wajahku terlalu imut untuk laki-laki seumuran kami.

.

Tanpa diduga, Kyuhyun memberiku sebuah lolipop besar warna-warni yang ntah darimana ia berhasil mendapatkannya.

"emm…. hyung, karena kesempatan ini hanya sekali.. terimalah lolipop dariku! bukankah selama ini kau begitu menutup diri sehingga aku tak pernah dapat memberimu sesuatu? Jadi, inilah kesempatannya.. walaupun lollipop ini bisa dikatakan tak ada harganya di matamu, aku harap kau mau menerimanya" Kyuhyun mulai menikmati lolipopnya sembari merangkulkan tangannya di bahuku. Akupun tak mau kalah, kunikmati lolipop pemberian Kyuhyun. Dan dengan ragu-ragu, meskipun sangat-sangat berat kupaksakan tanganku untuk dapat merangkul bahu Kyuhyun.

"h-hh–hyyung?" Kyuhyun terlihat begitu terkejut melihatku membalas rangkulannya.

"hmm?" setelah sekian lama, akhirnya aku merasakan sedikit keringanan pada beban hidupku. Aku dapat sedikit tersenyum tulus ke arah Kyuhyun.

Kyuhyun membalas senyuman simpulku dengan senyuman kebahagiaannya. Melihat senyuman-senyuman bahagia Kyuhyun saat ini, telah membuatku merasa cukup lega. Akhirnya, seperti janjiku sebelumnya.. aku sudah dapat memberikan sebuah cinta pada satu orang disekitarku. Seperti halnya dengan mawar-mawarku.

.

"kau tak ingin mencoba beberapa wahana disini?" aku semakin berani untuk memulai percakapan bersamanya.

"bagaimana jika swing carousel?" Kyuhyun menimpali.

"tak masalah!" aku berjalan cepat ke wahana tersebut serta menunjukkan rasa antusiasku pada Kyuhyun.

"hyung tunggu aku!" kyuhyun berlari kecil menghampiriku seraya merangkulkan tangan kirinya ke bahuku lagi.

"aish! apa kau tak bisa menghentikan aksi kekanak-kanakanmu ini? sadarlah! umurmu saja sudah menginjak 19 tahun!" sepertinya ini merupakan kalimat terpanjang yang pernah kuucapkan pada kyuhyun.

"mungkin tidak untuk saat ini!" kudengar kyuhyun terkikik geli, sambil melanjutkan jalannya.

.

Permainan swing carousel ini berlangsung sekitar 3menit. Sebuah tempat duduk yang digantung menggunakan besi-besi sebagai tumpuannya, telah menemani kami memutari wahana tersebut. dengan terpaan angin yang menyapa kami, berhasil membuat hatiku lebih terasa damai meski hanya sementara. Kyuhyunpun juga tak berhenti mengukir senyum kegirangannya.

.

"hyung-ah.. aku ingin menaiki komedi putar! temani aku!" Kyuhyun merengek kembali. Aku bertanya-tanya, apakah masa kecilnya seburuk itu hingga ia tak pernah menikmati taman bermain sebelumnya?

"waah, kalian terlihat begitu kompak.. tampaknya kalian sahabat karib, benar begitu?" tiba-tiba ntah darimana asalnya, seorang bibi yang menggunakan hanbok serba hitam menghampiri kami berdua. Ia cantik, tapi tatapan matanya sedikit menyeramkan menurutku.

"hmmm.. bukan.. kami-"

"ya, kami memang sahabat karib yang telah begitu lama tak bertemu! jadi wajar saja jika kami berdua terlihat sedikit canggung.." dengan tenangnya Kyuhyun merampas porsi bicaraku pada bibi ini.

"kau tampak bersinar sekali nak, siapa namamu?" bibi itu membelai pelan rambut Kyuhyun. Ia tampak antusias sekali padanya, bagaimana denganku? aku sama sekali tak dihiraukannya.

Kuputuskan untuk tak mengganggu pembicaraan mereka berdua. Kuambil ponsel dari saku celanaku untuk memeriksa beberapa media sosial yang kupunya, sembari mengusir kepenatan yang kini menyerangku.

"tidak, nak… kau diselimuti aura kegelapan! kelam….. dan menyedihkan…. Tapi sebentar lagi kau akan mati dengan kebahagiaan batin yang mendalam.." deg! apakah bibi itu berbicara padaku? suaranya bak menghipnotisku menuju alam bawah sadar. Aku hanya dapat terpaku sesaat setelah mendengar perkataannya. Tiba-tiba saja ponsel yang kugunakan jatuh entah kemana perginya. Otakku terasa begitu penuh dengan sesuatu, namun aku sendiri tidak mengetahui apa sesuatu itu. Bibirku bergetar hebat, jantungku berdegup kencang, mataku terasa begitu panas. Aku akan mati?

Selama beberapa menit, aku membeku di tempat ini. Dan entahlah, dimana bibi itu berada sekarang.

"donghae hyung? kau tak apa? jangan pernah memikirkan tentang ramalan seseorang.. kau tahu sendiri bukan jika itu semua tidaklah benar?" meskipun tegang, Kyuhyun berusaha untuk menghiburku. Keseriusan wajah bibi tadilah membuatku mau tak mau mempercayai perkataannya.

"hyung? sadarlah, jika semua orang akan mati.. namun tak ada orang yang akan mengetahui kapan waktunya! Hanya tuhanlah yang mengetahuinya, jadi apa yang perlu ditakutkan?" Kyuhyun memeluk dan menepuk pelan punggungku.

'Oh Tuhan, jika kau menginginkanku untuk berhenti menderita seperti sekarang ini.. kau boleh memanggilku secepatnya.. tetapi tolong, berikanku kesempatan untuk memberikan cinta pada orang yang begitu kusayangi di dunia ini….' aku menangis sejadi-jadinya di pelukan Kyuhyun.

"menangislah hyung, menangislah sepuasmu di pelukanku.. ingat kata-kataku, di tempat ini kau bisa menganggap dirimu menjadi namja kecil berumur 10tahun! Jadi kau tak perlu malu dengan sekitarmu.." ujar Kyuhyun pelan.

Aku hanya mengangguk mengerti. Tak kuhiraukan umpatan-umpatan para pengunjung yang menilai kami sebagai gay, atau sejenisnya. Yang terpenting, baru kali ini aku merasakan kenyamanan saat dipelukan Kyuhyun.

.

.

.

Aku benci pagi ini. Aku benci ketika para pelayan lagi-lagi mendapatiku terbangun dengan mata yang membengkak akibat tangisku semalam. Disisi lain, aku senang. Karena tuhan belum memanggilku setidaknya hingga hari ini. Aku sungguh tak habis pikir dengan perkataan bibi kemarin malam. Perlukah aku mempercayainya?

.

Ada beberapa pertanyaan yang terselip di pikiranku, bagaimana bisa aku terbangun di kamarku? siapakah yang membawaku naik ke mobil saat pulang ke rumah? Siapakah yang mengendarai mobilku? Apakah Kyuhyun yang melakukan semuanya? Apakah Kyuhyun menggendong tubuhku yang tak ringan ini, dari taman hiburan menuju tempat dimana mobilku terparkir? Bukankah itu jaraknya cukup jauh? Apakah Kyuhyun benar-benar menyayangiku seperti apa yang dikatakannya?

Ntahlah, aku tak perlu memikirkannya terlalu jauh. Yang terpenting, aku telah memenuhi permintaan Kyuhyun. Meskipun aku belum sempat menjadi hyung yang baik di malam itu. Justru aku yang lagi-lagi merepotkannya seperti itu.

Haruskah aku berterima kasih padanya?

Atau sebaliknya? haruskah aku tetap bersikap dingin dan tetap menyimpan rasa kebencianku terhadap Kyuhyun?

.

Ditengah gemelut pikiranku, kusempatkan mengunjungi taman kesayanganku di sela-sela aktivitas pagi. Namun ada sesuatu yang begitu membuatku tercengang. Daun-daun pada tangkai mawar itu terlihat menguning. Bahkan aku juga melihat mahkota bunga yang satu persatu berguguran jatuh ke tanah. damn! Lelucon macam apa ini? Siapa yang berani-beraninya melakukan ini padaku? Tidakkah ia berfikir matang-matang, apa yang terjadi jika aku benar-benar marah karena masalah ini? Karena sesuatu kesayanganku yang telah dirusaknya?

–TBC–

.

.

Jawaban review:

Mengkyuwind: udah diupdate yah, semoga tidak mengecewakan hehe

kyuli 99: sudah diupdate yaa^^

Ayumi Naya: aaaah ini brothership kok, bukan yaoi hehe

Lee Gyu Won: sudah diupdate yah, semoga tidak mengecewakan hehe

septianurmalit1: sudah diupdate yah, semoga tidak mengecewakan hehe

Sparkyubum: maaaf! Tebakan anda salaaaah wkwkwkw sudah diupdate yaaah, semoga tidak mengecewakan^^

Rahma94: ups, mian T_T penyakit ini mah suka bikin ff ngebosenin.. akan diperbaikin di chapter depan^^

.

.

Terima kasih atas seluruh respon!

Adakah yang benar dengan jawaban tebakannya kemarin?

Masih membosankan ya? Akan diperbaiki untuk chapter depan ya! Sangat ditunggu review/kritik/saran karna akan membuat saya lebih bersemangat lagi. Chapter depan konflik akan meruncing hehehe Semakin banyak yang review, semakin cepat saya update. Byeeee!