Absolute Love
Pairing :KiHae/DongBum, KiHyun/KyuBum and other
Disclaimer :Super Junior milik SMEnt, Semua member milik mereka sendiri, tapi untuk Kim Kibum adalah milik saya, dan ryeowook adalah calon saya #kena Gampar#
Rated : T
Warning : Typos, bad plot, gaje, YAOI, BOYS X BOYS don't like don't read, crack pair (always hehehehe)
Summary :"Aku Lee Donghae, guru Biologi baru sekaligus pengganti wali kelas yang baru saja kalian patahkan lehernya. Salam kenal dan kau" namja tampan yang berdiri di depan kelas itu menatap salah satu muridnya. "temui aku sepulang sekolah"
Genre : Romance, Humor
Dua namja imut itu terus menatap dua namja di hadapan mereka. Sesekali senyuman tersungging di wajah keduanya. Kyuhyun yang menjadi objek pandangan hanya sedikit merasa risih, di kencangkannya rangkulan tangannya pada lengan kibum, yang merupakan objek lainnya. Kibum hanya berusaha membuat dirinya senyaman mungkin, selama rangkulan kyuhyun tak menganggunya, itu bukan masalah.
"Mereka manis ya wookie!" suara salah satu namja imut itu terdengar, cukup menggunggah hati para seme yang mendengarnya. Tapi sayangnya, sekarang ialah seorang seme. Hahahahahaha…
"Nee.. hyung.. kita harus menjadi pasangan seperti mereka" namja yang lebih imut yang duduk di sampingnya mengangguk mengiyakan. Cukup membuat semua uke ketakutan untuk kehilangan seme mereka. Tapi sekali lagi, sangat sayang dia sudah mempunyai seorang seme, dan semenya itu tak kalah imut.
"Yak… berhentilah menatapi kami begitu" teriak kyuhyun akhirnya membuat sepasang namja imut itu terlonjak kaget. "Lee sungmin, bawa namjachingumu itu pergi!"
Sungmin hanya memamerkan gigi kelincinya, di liriknya kibum yang masih sibuk dengan buku ditangannya. Di tatapnya tajam sunbaenya itu dengan seringgai yang kini terkembang di wajah cantiknya. Manis… itulah yang terlintas di pikiran kibum saat tak sengaja matanya bertemu dengan mata sungmin yang sedang menatapnya.
"Hyung… kau jangan menatap kibum hyung seperti itu! Aku jadi cemburu" wookie mengerucutkan bibirnya lucu. Kibum harus mengakui, ia harus pergi dari sini sebelum dia terlena dengan godaan uke sejati itu. Belum lagi sang namja chingunya yang terus menarik perhatian kibum dengan tatapan kelinci yang sangat di sukai kibum.
Kyuhyun mendaratkan timpukan keras di wajah ke duanya. "Hei.. aku sudah bilang berhentilah memasang wajah manis di depan bummie ku!" teriaknya kesal. Di tunjukannya tatapan mematikan yang membuat wookie dan sungmin menelan ludah kecut. Siapa yang berani melawan sang evil prince yang sudah menonjolkan tanduk iblisnya di atas kepalanya. "Mianhe sunbae" kata ke dua namja itu takut-takut.
"Berhentilah menakuti mereka kyu!" kibum menutup buku yang sedang ia baca. Dihelanya nafas untuk menenangkan dirinya di tengah tiga namja aneh yang sedang mengelilinginya. Jika dia tak mengingat dirinya sebagai suami dari lee donghae maka sudah tak segan-segan dia mengencani salah satu diantara mereka.
"Sunbae memang yang terbaik!" kembali wookie dan sungmin menatap kibum dengan mata yang bagaikan mengagungkan namja dingin itu. Kibum berusaha menjauhkan diri, dia tak ingin mengambil masalah yang lebih serius dari sini.
Tiba-tiba terdengar suara pintu terbuka. Seorang namja bertubuh kurus membungkuk mencari sosok kibum dan saat ia menemukannya. "Kim kibum, Lee seongsenim mencarimu!" katanya. Ia kemudian berdiri di podium guru, ya.. dia memang seorang guru. "Kalian berdua kenapa disini? Kembali ke kelas kalian!" senggaknya pada ryeowook dan sungmin.
"Cih… dasar hyukjae berisik!" cerocos sungmin kemudian berjalan dengan santainya melewati guru itu sambil mengenggam tangan kekasihnya, kembali ke kelas mereka.
"Yak.. kalian sudah berani! Ini pasti kalian berdua kan mengajarinya?" eunhyuk menuding dua anak yang ia curigai sebagai biang kerok dari ke tidak sopanan murid imutnya itu. Kibum hanya berlalu mengingat statusnya yang dipanggil oleh sang wali kelas, sementara kyuhyun kembali berkutat dengan PSPnya.
%
"Ya…" kibum menatap namja tampan di depannya. Namja yang berstatus guru sekaligus suaminya itu hanya tersenyum simpul. Kangin, guru olahraga menimpuk kepala kibum keras.
"Bersikaplah sopan dengan gurumu kim kibum" bentaknya
Donghae sejujurnya merasa kasihan pada kibum yang harus mendapat perlakuan kasar pada setiap guru yang berusaha melindunginya. Tapi mau bagaimana lagi, itu bagus juga agar suaminya itu bisa bersikap lebih sopan dan menghargainya. Saat kangin keluar dari ruangan itu, donghae memastikan tak ada orang lain di ruang guru, dia berdiri di depan kibum. Di usapnya lembut kepala namja yang 5 tahun lebih muda darinya itu. "Sakit?" tanyanya lembut.
Kibum tak segera menjawab, dia diam menandakan dia sedang menahan amarah dihatinya yang siap meledak. "Gwechana…" jawabnya akhirnya sambil mengecup cepat pipi donghae. "Ada apa kau memanggilku hyung?"
"Kau tahu eomma pulang hari ini kan?" bagai tersambar petir, kibum terdiam. Otak jeniusnya itu seolah berhenti berpikir saat mendengar pertanyaan simple itu. "Dia baru menelponku, dia memintaku untuk menyuruhmu menjemputnya di bandara"
Kibum menepuk kepala donghae dan mengelus rambut hitam lembut itu. "Kurasa tak masalah, aku bawa mobil hari ini. Pesawatnya tiba saat aku pulang sekolah kan?"
"Nee… saranghae chagiya. Jangan membuat eommaku kecewa ya!"
"Arraso"
%
Sekali lagi kibum melirik jam tangannya. Ditepuknya penuh emosi stir mobil sedan mewahnya. Terdengar umpatan kasar yang super singkat dari bibirnya. Apa yang harus dilakukannya? Waktu terus berjalan dan dia harus sampai di bandara sebelum mertuanya itu mengamuk padanya dan menguburnya hidup-hidup setelah ini. Salahkan mobilnya yang tiba-tiba mogok tersebut, salahkan supirnya yang tak mengingatkannya soal bensin dan salahkan juga ketidak peduliannya untuk mengecek mobil itu.
Dia meraih ponselnya, di carinya seseorang yang dapat mengeluarkannya dalam kondisi sulit ini. 'MINE' donghae-nya, sang fishy honey lovely perfectnya, menelponnya sama saja tindakan babo. Selain namja itu akan merengek kesal akibat keteledorannya ini, dia juga harus siap menduda. Kim donghaenya itu tak begitu ahli dalam menyetir benda beroda empat. Sebelum dia bisa menjemput sang mertua, dia pasti akan mendengar bahwa suaminya itu telah tewas menabrak tiang listrik, setelah menabrak tempat sampah, rumah orang dan mobil yang terpakir di pinggir jalan.
Kibum memutar otaknya lagi, kali ini nama 'MOM'. Dia menggeleng kencang, eommanya tak akan banyak membantu dan mengadukan semua kecerobohannya pada sang mertua nanti. Alhasil dia terpaksa pisah ranjang dengan haenya untuk sementara waktu. Dia menurunkan kursornya lagi dan mendapati nama 'DAD' atau dia baca 'DIE', appanya itu akan marah besar padanya karena membiarkan eomma dari sang menantu kesayangannya itu menunggu sangat lama. Belum lagi, jika dia sedang melakukan rapat, ceramahnya akan berkumandang sepanjang mala mini.
'Ayolah kim kibum….! Percuma saja IQ mu setinggi badanmu jika kau tak menemukan jalan keluarnya' Kibum terus berceloteh dalam diamnya. Diliriknya nama seseorang yang sungguh bisa membantunya dengan resiko yang kecil. 'CHO KYUHYUN'. Sedikit ragu, tapi dia tak punya banyak waktu untuk berpikir ulang. Tidak perlu menunggu terlalu lama, kyuhyun langsung menjawab telpon darinya.
Kibum pov.
'ayolah Kyu! Langsung angkat tanpa basa basi!' kembali aku berceloteh ria dalam pikiranku. Tapi tak kusangka begitu aku menekan tombol dial, kyuhyun langsung mengangkat telponku. Waah… itu sangat luar biasa. Cepat sekali. "Yeoboseo…" terdengar blue voicenya yang memikat itu.
"Kyu…"
"Apa kau merindukanku? Tumben sekali lho..bummie" dia pasti sedang menyeringgai penuh kemenangan sekarang. Upss… apa aku sekarang sedang meminta bantuan pada setan dan akan bersekutu dengannya. Aku mahluk pendosa. Maafkan aku TUHAN!
"Bisakah aku meminta sesuatu"
"Eh.." wah.. aku bisa membayangkan betapa tak percayanya dia sekarang ini. Demi hidupku, kumohon terimalah kali ini. Aku belum mampu mati sekarang sebelum menyentuh donghae ku. "Suaramu sangat indah lho, bummie. Kau berbakat untuk menelponku setiap hari"
Aku langsung sweetdrop, sebenarnya anak ini termasuk golongan jenius atau babo sih? Kenapa bicaranya terkesan sangat ngelantur. Aku memilih diam, aku tak tahu apa yang harus kukatakan selanjutnya. Aku tipe orang yang tak pandai merangkai kata, tapi sebenarnya aku terlalu malas untuk berbicara. Motoku itu 'suara adalah emas'
"Baiklah chagiya, jangan ngambek begitu. Anything for you!" sekarang ini dia pasti menunduk sambil menggaruk rambut belakangnya yang tak gatal dengan pipi yang bersemu merah. Dia manis jika seperti itu, tapi aku tak ingin membuat donghae melempar truk gandeng(?) kearahku saat melihatku menggoda kyuhyun. "Apa yang bisa kulakukan untuk mu?"
%ika. Zordick
Kurang dari 2 menit, kyuhyun sudah sampai di depanku dengan mobil BMW silvernya. Hah… dia menyeringgai saat melihatku. Di kecupnya lembut bibirku, saat dia turun dari mobilnya. "Biar aku yang mengemudi" ujarku tetap santai dan tenang. Aku tak mungkin memasang muka babo sambil merona kan? Ayolah.. aku seme, meskipun dari seorang cho kyuhyun. Ada yang tak percaya? Itulah kenyataannya. Dia boleh menjadi seme dari uke manapun tapi tidak untuk seorang kim kibum.
Jika aku bukan suami orang, mungkin aku menariknya paksa ke dalam mobilku dan melakukan 'this' and 'that' padanya. "Baiklah" dia melempar kunci mobilnya padaku. Sekali lagi sambil menyeringgai manis. Anggap ini hadiah cho kyuhyun, setelah ini kau akan melihat diriku yang lain.
"Kau sebenarnya ingin menjemput siapa di bandara?" saat perjalanan kyuhyun terlihat riang. Ya.. ini kali pertama kami berada dalam satu mobil yang sama.
Aku lumayan lancar untuk berbohong soal ini. "Teman umma"
"Leeteuk ahjussi?"
"Nee, temannya"
"Kukira kau akan menjemput mertuamu" eh.. CKIITTTTT… tak sengaja aku menginjak rem mendadak saking kagetnya mendengar penuturan kyuhyun. Dia terlihat bingung. Aku menarik nafas dan langsung menginjak pedal gas. Kebiasaan burukku untuk ngebut kambuh lagi. Salahkan waktu yang mendesak dan kyuhyun yang mendadak mengubah moodku.
Bandara
Heechul pov.
Aku mengedarkan pandanganku, sudah hampir 30 menit aku menunggu. Kenapa tak ada seorang pun yang tampak menjemputku? Apa donghae lupa memberi tahu suaminya untuk menjemputku atau… ah..si anak sialan itu memang berniat meninggalkanku disini. Lihat saja, akan ku jadikan dia es krim strawberry setelah ini.
"Umma!" kulihat sosok tampan yang menjijikkan itu memanggilku. Dia segera berlari menghampiriku dan mengecup punggung tangan kananku mesra. Itu memang kebiasaan yang ku suruh. Dia kemudian mengangkat koperku. "Kau terlambat 30 menit kim kibum"
Dia memamerkan killer smilenya yang membuat anakku selalu terhipnotis dan bersujud di bawah kakinya. Itu takkan mempan padaku, senyumanmu itu… wajahmu yang tampan itu, segalanya tentangmu yang terlihat sebagai kelebihan dan kesempurnaan justru membuatku merasa benci padamu. Semakin kau sempurna, maka semakin miriplah kau dengan sosok namja yang rasanya ingin kubunuh selama ini. Kim siwon, appamu yang mewariskan segalanya padamu itu, kim kibum.
"Mian he" katanya singkat, aku sungguh geram dengan kebiasaan buruknya yang berbicara sangat irit itu. Ekor mataku tak sengaja melihat namja tinggi tampan yang sedang merona merah melihat menantuku itu. Apa dia tak pernah melihat kibum tersenyum sebelumnya sampai dia harus memasang tampang cengo seperti itu? Senyuman licik terkembang di wajahnya kemudian. Dia membungkuk ke arahku. Aku sungguh tak mengenalnya.
"Kyuhyun imnida, nam-" kibum memotong kata-katanya. "Kyuhyun, bisakah kau bantu membawa itu?" apa yang mau di katakan namja yang bernama kyuhyun ini? Nam-?
Kibum memimpin kami berjalan keluar bandara. Dia kemudian memasukkan barang-barangku ke bagasi mobil. Tak lupa dia membukakan pintu penumpang mobil BMW silver itu untukku. Dia kemudian membukakan pintu untuk kyuhyun-ssi? Tingkah anak itu sungguh sopan, tidak seperti biasanya. Dia biasanya harus di ajarkan dulu untuk bertingkah baik bahkan untuk donghaeku.
"Berapa umurmu kyuhyun-ssi?" tanyaku saat mobil ini berjalan pelan.
"hmf.. yang jelas aku lebih muda darimu" eh.. apa maksud anak ini? Dia sedang mencelaku? Atau dia ingin mengajakku berkelahi. "Noona.. kau sangat cantik" CKIITTT… kibum tiba-tiba menginjak rem mobil ini. Dia berdehem. Aku tahu maksudnya, dia sedang mengingatkan kyuhyun si namja evil itu bahwa aku juga seorang namja.
"Jaga bicaramu kyu!" Kyu? Dia menyingkat nama anak itu, apa anak itu sangat akrab dengannya?
"Eh.. mianhe hyung! Habis kau sangat cantik" bela kyuhyun, ia melirikku dengan tatapan. Bukan memelas, dia sedang memanggil aura demonku agar keluar. Anak ini mengerikan dan dia mencoba menantangku. "Bagaimana caranya agar bisa secantik itu, hyung?"
Aku menatapnya tajam. "Kau tak mungkin bisa" aku memandangnya remeh kali ini.
"Ya.. karena aku terlalu manis dan menggoda. Iyakan chagi?" dia menggenggam tangan kibum. Rasanya kepalaku sudah sangat panas sekarang. Dia kemudian bermanja-manja pada namja yang berstatus menantuku itu tanpa mempedulikan aku yang ada di belakang mereka. Sementara kibum? Apa yang dilakukan anak brengsek itu? Dia hanya diam dan terus berkonsentrasi menyetir meski tangan jahil si devil itu menggerayangi tubuhnya.
Antara bandara dan rumah kediaman kim, kurasa sangat jauh karena tontonan panas yang ditunjukkan oleh menantuku dan namja yang tak jelas asal usulnya itu. Kibum membukakan pintu untukku dan para pengurus rumah besar ini mengerjakan tugas mereka mengeluarkan barang-barangku dari bagasi dan membawanya masuk.
Kyuhyun keluar dari mobil, MWO? Aku melihatnya DIA… DIA… dia mengecup bibir kibum meski sekilas. Dia kemudian masuk ke dalam mobilnya setelah memberi salam padaku, dia memacu mobilnya keluar dari perkarangan rumah ini. Kutatap wajah kibum kemudian, tetap tenang seolah dia sedang tak melakukan kesalahan besar.
Tak lama kemudian, donghae berlari dan memeluk tubuhku erat saat aku siap untuk menendang bokong namja es itu. "eomma… apa sangat lelah? Masuk dulu! Teuki eomma sudah memasak untukmu"
Aku menunjukkan senyuman hambar untuk putra manisku itu. Dia tak tahu apa yang dilakukan suaminya di belakangnya.
%ika. zordick
Donghae pov.
Malam semakin larut. Eomma terus mengaduk-aduk makanannya tak jelas. Ia menatap kibum dengan pandangan yang sulit untuk ku artikan, sementara kibum sepertinya tak menyadari itu. Bukan.. kibum tahu Cuma dia merasa tak ada gunanya untuk meresponnya. Biasanya eomma hanya akan menatap siwon appa dengan tatapan seperti itu, tumban kali ini malah beralih pada kibummie.
"Chagiya.. kau mengantuk? Kita tidur!" kurasa kibum mulai risih dan hendak menarikku bersamanya keluar dari tatapan beraura membunuh dari eomma itu.
"Ah.. ya.. baiklah! Eomma.. teuki eomma, siwon appa, aku permisi dulu" aku mengikuti langkah kibum ke kamar kami, sebelum suara berat eomma menghentikan langkah kibum.
"Mau kemana kau? Aku tak mengizinkanmu untuk pergi" teuki eomma dan siwon appa menghentikan acara makan mereka. Mereka pasti merasakan aura mencekam itu juga. "KEMBALI DAN DUDUK DI KURSI MU KIM KIBUM!" deg… kenapa malah aku yang ketakutan saat eomma berteriak menyebut nama kibum.
Aku menggenggam erat tangan kibum seolah tak ingin lepas darinya. "Chagiya.. tersenyumlah sedikit. Jangan membuat eommaku takut dengan ekspresi dinginmu" bisikku yang membuahkan senyuman manis di wajah tampannya. Dia juga mengeratkan pegangan tangannya padaku.
"Jangan berteriak seperti itu chullie-ah!" leeteuk umma berusaha menenangkan eommaku yang semakin terlihat mengerikan dengen ekspresi tenang namun seperti iblis itu.
Eomma menatap kibum tajam kali ini. Kibum menunduk, dia menghormatiku hingga dia tak berani membalas tatapan sinis eommaku. "Apa kau membuat anakku bahagia?" tanyanya dengan nada dingin. Kibum diam, dia tak mungkin menjawab pertanyaan konyol yang seharusnya di tanyakan padaku.
"Aku bahagia bersama bummie, eomma" aku mengeratkan pegangan tanganku.
"Aku tak bertanya padamu! Jawab aku kim kibum! Apa kau tak pernah membuat anakku menangis selama tiga tahun ini? Apa kau selalu menemaninya dan membuatnya tak merasa kesepian?"
Aku bisa melihat wajah cemas dari siwon appa dan leeteuk eomma. Aku rasa akupun begitu. Kumohon bummie, kali ini berbohonglah pada eomma. Ini demi hubungan kita, aku merasakan firasat tak enak dari kelakuan eomma malam ini. "Nee.. aku tak pernah membuatnya bahagia, eomma. Aku selalu membuatnya menangis, aku selalu membuatnya kesepian hingga dia selalu membuat masalah demi menarik perhatianku, aku jarang mengajaknya bicara seperti yang kau tahu"
"Kibummie…" dia tahu segalanya. Aku menutup mulut kibum sebelum dia mengatakan segala kekurangannya. "Sudah jangan lanjutkan lagi!"
"Eomma sedang bertanya padaku, bagaimana mungkin aku membohonginya tentang anaknya yang ia titipkan padaku. Tapi eomma, aku bersumpah, aku mencintai donghae lebih dari apapun" rasanya aku ingin menangis saat melihat kibum ku yang terlihat begitu keren saat ini.
CRASSHH…. Eomma menyiram kibum dengan air. Aku terbelalak kaget melihat tingkah eommaku yang tak terduga ini. "Ceraikan anakku sekarang!" katanya pelan namun jelas terdengar.
Kibum menghentak meja, aku terkejut. "Aku takkan pernah!" kibum tak kalah tenangnya. Baru kusadari betapa dinginnya namja yang sudah berstatus suamiku ini. Dia berusaha mempertahankanku, rasa senang menjalari hatiku.
"Hyung.. tenanglah! Kurasa beri kibum kesempatan sebentar lagi, dia bahkan belum tamat sekolah hyung" siwon appa berusaha membela kibum. Aku mengangguk mengiyakan.
Eommaku berdiri dan menunjuk wajah siwon appa. "Diam! Kau tak ada bedanya dengan anakmu. Kau masih terlalu muda untuk mengurus hal ini kim siwon!" kata-kata kasar eomma cukup membuat appa terdiam. Benar.. posisinya dan kibum tak jauh bedanya. Umurnya memang terpaut jauh dengan umur leeteuk eomma dan eommaku tentunya. Dia hanya bisa diam, tak bisa membela kibum lebih dari ini.
Eomma menarikku kasar, "Ayo kita menginap di hotel saja!" aku menatap kibum dengan tatapan lakukan-sesuatu dengan fishy eyes ku yang katanya sangat ia sukai. Tapi aku tak pernah mendengar itu langsung dari mulutnya. Dia memang tak pernah mengatakan sesuatu yang bagus dari bibirnya yang selalu setia tertutup itu. Leeteuk eomma yang selalu menjadi penerjemah bahasa diamnya. Terkadang aku juga berharap dia mengatakan kata-kata yang bagus meski masuk dalam kategori menggombal.
Benar—aku bahkan tak pernah mendapat perlakuan yang romantic darinya. Hanya terkadang ia menggodaku dan mencoba melakukan 'u know what I mean' yang akhirnya berakhir dengan dirinya yang tidur di sofa ruang utama dengan tubuh yang kelelahan akibat di hukum. Baru kali ini kutemukan kasus bahwa seorang suami tak boleh menyentuh orang yang sudah dihalalkan untuknya. Seandainya usianya sedikit lebih tua dari sekarang.
Saat eomma menarikku lebih jauh, aku merasakan sesuatu yang hangat menyentuh tanganku. Sekali lagi dia diam, ditatapnya aku dengan mata kelam yang berusaha memenjarakanku dalam pesonanya. Sentuhannya yang biasa terasa menyakiti kulitku kini terasa hangat. Apa dia tak bisa memohon pada eomma setelah kata-kata panjang yang baru saja ia katakan untuk menjawab pertanyaan eomma? Ayolah.. kim kibum katakan sesuatu! Kalau bisa tarik aku ke kamar kemudian kunci aku disana bersamamu kemudian patahkan kuncinya lalu kita makan berdua. #gila
"Chullie.. tenangkan dirimu dulu!" leeteuk eomma menarik tangan eommaku, berusaha memisahkanku. Bahkan eommamu jauh lebih peka darimu anak sialan, kenapa kau tak bisa mempertahankanku?
Kurasakan cengkraman kibum makin erat di pergelangan tanganku. Memaksaku untuk melotot kearah wajah dingin tampannya. Benar – anak baik! Pertahankan aku! "Eomma aku tak akan mungkin membiarkan bummie tidur sendirian hari ini" aku mulai angkat bicara meski kurasa aku sedang mengatakan hal yang ngaco.
Kibum melotot kearahku 'kau-gila' kurasa itu yang ada di pikirannya saat ini. "Dia tidak akan kesepian, namja lain akan menemaninya" kali ini aku balas menatapnya. Namja lain? Dia melirikku dan eomma bergantian. Merasa ada kesalahan yang tak bisa ia jelaskan. Kau takkan bisa tidur dengan tenang malam ini, kalau kau tak menjelaskannya dengan benar kim kibum! Aku mulai mengutukinya dalam hatiku.
Dia melonggarkan pegangannya. Kurasa dia sedang memutar otak jeniusnya untuk memberikan kebohongan baru agar menyelamatkan nyawanya dariku malam ini. Dia memelukku erat, "Aku akan menjemputmu"
Kibum pov.
Aku melihat chullie eomma dan hae hyung bergantian. Omona~ kurasa eomma sudah salah paham soal tadi siang. Kulihat donghae yang sudah menunjukkan tanda-tanda kekuasaannya. Aku akan mati di tangannya jika dia tahu aku bersikap manis dengan kyuhyun di depan eommanya. Aku takkan bisa menjelaskannya dengan barang-barang yang terus di lempar dengan ganasnya ke tubuhku.
Dia melotot menatapku, ku longgarkan cengkraman tanganku akibat ketakutannya aku dengan tatapannya yang mengerikan. Tamatlah riwayatku hari ini. Aku berusaha berpikir, otakku sepertinya sangat sering di gunakan belakangan ini. Baiklah kim kibum, mulai dengan kemungkinan dan akhiri dengan solusi dan akibatnya.
Pertama, kau berbohong pada donghae soal Kyuhyun yang tak sengaja kau temui di tengah jalan karena mobil mogok lalu dia menawarkan tumpangan dan waktu yang tak memungkinkan. Kyuhyun menyentuh tubuhmu karena bla…bla…bla…, tidak! Mulutku akan lelah mengucapkan penjelasan panjang dan berbelit seperti itu. Akhirnya aku akan di tendang donghae dari ranjang kami dan harus tidur di sofa dalam kamar.
Kedua, kau jujur dan mengatakan yang sebenarnya, akhirnya bisa dipastikan kau akan berakhir di kamar mandi karena donghae berpikir otakmu terlalu panas dan perlu pendinginan. Kau masuk angin dan mulutmu akan berbuih meminta donghae memaafkanmu dengan tuduhan perselingkuhan. Itu tak akan pernah terjadi.
Ketiga, cukup diam dan membiarkan donghae melempar remote TV, Vas bunga, sofa, lemari, hingga bus raksasa sampai dia lelah dan kau mati ditangan suamimu sendiri. Wajah tampanmu yang mati mengenaskan akan terlampir di halaman pertama surat kabar, TV dan internet bersama donghae yang menduda dengan tangan terborgol di sampingnya. Kemudian kau akan mendengar umpatan iblis dari kyuhyun di makammu yang merencanakan pembunuhan pada donghaemu. Maka kau takkan pernah masuk surga karena Tuhan salah mengira kau bersekutu dengan iblis. Huwaaa….
Terakhir, kurasa ini pilihan terbaik, melepaskan donghae kemudian mulai mendekati dia dan eommanya kembali. Berpacaran secara normal dan membahagiakan donghae hingga eommanya menerima kenyataan bahwa anak manisnya itu Cuma cocok dengan aku yang tampan dan berjiwa besar ini. Okee.. itu saja.
Sesungguhnya sedikit tak rela, tapi mau bagaimana lagi. Hiks.. tanpa senyuman indahnya saat tidur, tanpa sentuhan lembutnya saat pagi menjemput tanpa kecupan manisnya dan tanpa cintanya. Huwweeee…. Kok aku jadi ngelantur begini, good bye baby. Aku memeluknya erat dan membisikkan kerelaanku di telinganya. "Aku akan menjemputmu". Aku kemudian melepasnya berlahan, membuatnya tertarik menjauh dariku. Aku melambai kecil #ralat# aku menatapnya 'Maaf-tapi-aku-tak-ingin-mati-sebelum-menyentuhmu'. Sepertinya dia tak bisa mengartikan tatapan itu, baguslah. Jika tidak bisa kupastikan sepatunya akan menghantam telak di kepalaku.
%ika. zordick
Author pov.
"MATI KAU KIM KIBUM!" teriak heechul histeris saat mendapati anaknya yang tengah mengusap-usap wajah sang menantu yang terpampang di ponsel.
"Berhentilah menyumpahinya eomma! Kau mau menjadikanku duda kembang(?), eoh?" donghae mengerucutkan bibirnya lucu. Untungnya heechul masih sadar kalau donghae sekarang berperan sebagai anaknya di FF ini, jika tidak… habislah namja polos ini di tangan The king of heeelll. #plakk
Heechul menatap anaknya prihatin. Tak ia sangka anaknya ini belum di sentuh sekalipun oleh menantunya. "Kasihaannn… selain pendiam diluar dia juga diam didalam ya". Heechul mulai mengangguk-angguk tak jelas. Donghae ingin sekali mencekik eommanya itu karena sudah mengejeknya soal malam pertama yang sudah sangat telat dari tiga tahun yang lalu tak kunjung tiba.
"Siapa suruh kau menikahi namja yang masih belum dewasa seperti dia?" heechul memilih duduk di samping anaknya dan mulai mengelus rambut hitam kecoklatan milik donghae.
"Itu namanya cinta eomma!" donghae menatap mata heechul dalam. Dia tahu eommanya takkan mengerti apa yang ia rasakan, eommanya itu mengalami kisah tragis dengan appanya hingga membuahkan dirinya. Itu sudah menjadi rahasia umum di dalam keluarganya, bahwa appa dan eommanya tak pernah saling mencintai.
Heechul mendengus kesal, "Menurutmu saat kibum dewasa apa yang akan terjadi?"
Sama sekali tidak mengerti dengan maksud eommanya mengatakan itu, donghae menjawabnya malas. "Tentu saja kami akan hidup bahagia selamanya" ia terlihat kegirangan setelahnya.
PLETAAKKK…. Tangan mulus heechul mendarat di kepalanya. Ia hanya bisa meringis, mencoba meminta penjelasan apa kesalahannya. Tapi, ia urungkan niatnya saat air mata jatuh dari pelupuk namja cantik itu. Donghae gelagapan sekaligus panic. Ia memeluk tubuh eommanya itu. "Kau salah hae-ah, dia akan mencampakkanmu dengan kejam. Dia akan merobek hatimu dan bersama orang lain. Dia akan mengatakan bahwa 'dia tak mencintaimu lagi' tidak.. kurasa dia takkan berbicara. Dia hanya akan pergi meninggalkanmu sambil memeluk mesra orang yang menjadi alas annya meninggalkanmu"
"Hentikan eomma! Kibummie bukan orang seperti itu"
"Jika kau tak percaya, lihatlah nanti!" heechul berteriak di depan wajah donghae. Membuat donghae mulai merasa eommanya sedang tak bercanda dengannya. Rasa takut mulai memenuhi relung hatinya. Jika saja kibum ada di sini, dia akan meminta kibum untuk memeluknya sepanjang malam untuk membuktikan bahwa kibumnya sungguh akan mencintainya hingga akhir. Tapi bagaimana jika saat itu tiba. Kibum dewasa telah muncul? Bukan seperti namja remaja sekarang ini yang masih setia di sisinya.
TBC
Huft… ayo review…review,,,
SR ada, maka takkan saya lanjutkan!
Reader : emang sapa yang nunggu lanjutannya :P
Hehehehehehe…. Baiklah.. terimakasih bagi yang ngeriview di chap sebelumnya! Saranghae!
Balasan review.a….. huft.. yang review dikit amat..
Padahal FF.a perlu kritik dan saran!
Kivfgnmibg : oke..oke ini dilanjutkan! Awas lho.. tombol caps lock.a jebol! Wkwkwkwkwkw
Hae's girlfriend : bentar lagi dia bakal nyerah… bwahahahahaha.. liat ajah ya.. CuMA ika dan kibum lah yang tau, karena skrip tamatnya Cuma kami yang udah baca.
Hitomi Mi Chan : bwahahahahahaha…. Oke kita ceraikan mereka… #gila!
iruma-chan : oke… flashback.a ntar yee… di chap 3 atau 4… masih mau dijadiin kejutan!
EchaSk'ElfRyeosomnia : mwo? Kyu sama wookie… (umin: andwae! Disini wookie mutlak milik ane sepenuhnya!)
gamers cho: Cuma beda 5 taon ko.. hae,,, baru pertama kali ngajar setelah tamatin kuliah!
Seo Shin Young: saya serahkan jawabannya pada kyu! (kyu: jangan pertanyakan ke evilanku kalo aku langsung nyerah tanpa bertanding secara uke(?) kekekekeke)
Little Fishy Wookie : nee…neee,,, hehehehehehe… unyu ya? Gemesin kan? #meluk hae. Hmf… KIJI apa?
Lady Kim : Gk janji soal update kilat.. al.a kagak yakin uga…
Choyellowblues: makanya ajak temen-temen chingu buat review sebanyak2.a… #plaakkk… Haahahahaha
Oke… thanks buat ngeriviewnya… dan juga… buat
BluePrince14 , , minIRZANTI , Lady hee hee, zakurafrezee : ka udah balas review chingu sekalian di akun kalian… hehehehe,,, saranghae… love u….
Pai..pai…pai… #lambaibarengkibum
