Disclaimer : Masashi Kishimoto
Pairing : SasuSaku
Warning : Typo(s), AU, OOC, Gaje, dll
# # #
To Be With Superstar
chap 2
"Kau kenapa jidat?" tanya Ino. Gadis pirang itu bingung sendiri menatap Sakura yang sedari tadi melamun. Bahkan kini Sakura tidak beranjak sedikitpun dari duduknya walaupun bel tanda istirahat telah berbunyi.
"Hei Sakura! Kau kenapa sih?" tanya Ino lagi sambil menyentil kening Sakura karena Sakura tidak kunjung menjawab pertanyaannya.
"Sakit pig!" kata Sakura sambil mengelus keningnya yang terasa panas karena sentilan Ino.
"Salah sendiri kau tidak menjawab pertanyaanku jidat! Sebenarnya apa sih yang sedang kau lamunkan?" tanya Ino untuk ketiga kalinya.
"Apa kau pernah berciuman pig?" bukannya menjawab, Sakura malah balik bertanya. Sontak saja wajah Ino memerah mendengar pertanyaan sahabatnya itu.
"K...kenapa tiba-tiba kau bertanya seperti itu jidat?!" kata Ino dengan wajah memerah.
"Jawab saja pertanyaanku pig." kata Sakura menatap Ino penasaran.
"T.. tentu saja aku pernah berciuman!" jawab Ino dengan wajah merah.
"Begitu ya. Lalu siapa yang mengambil ciuman pertamamu pig?"
"Tentu saja Sai-kun! Kau kenapa sih tiba-tiba bertanya seperti itu jidat?" tanya Ino.
"Aku baru saja kehilangan ciuman pertamaku, pig." kata Sakura sambil menyentuh bibirnya dengan jari telunjuknya.
"Wah, benar kah? Siapa yang mengambil ciuman pertamamu itu jidat? Apakah Sasori?!" tanya Ino penuh minat mendengarkan cerita Sakura.
"Tentu saja bukan Sasori! Aku dan Sasori hanya berteman pig."
"Tapi kan Sasori sangat menyukaimu Sakura! Mungkin saja kalian sudah berpacaran."
"Tidak. Aku dan Sasori hanya berteman pig. Lagipula memang bukan Sasori yang menciumku."
"Lalu siapa Sakura? Apa kau sudah mempunyai kekasih dan tidak memberitahukannya kepadaku?!"
"Tidak pig. Aku tidak mempunyai kekasih. Dan yang mengambil ciuman pertamaku adalah. . . pantat ayam." akhirnya Sakura memberitahu Ino dengan wajah memerah.
"Apa? Si pantat ayam itu? Jadi kau berpacaran dengan pantat ayam itu Sakura?"
"Aku tidak berpacaran dengannya! Aku kan baru saja mengatakan padamu kalau aku tidak mempunyai kekasih pig!"
"Kau tidak berpacaran dengannya? Lalu kenapa kau berciuman dengannya jidat?!"
"Aku. . . aku juga tidak tau pig. Tiba-tiba saja dia menciumku. Lagipula berciuman bukan berarti pacaran kan!" Jelas Sakura dengan wajah merahnya. Ia merasakan wajahnya memanas setiap kali mengingat ciuman Sasuke. Apalagi itu adalah ciuman pertamanya! Yah memang waktu itu Sakura berbohong kepada Sasuke saat mengatakan bahwa ia sudah pernah berciuman. Sakura berbohong seperti itu karena ingin Sasuke tidak menganggapnya anak kecil lagi.
"Hm, jadi si pantat ayam itu menyukaimu Sakura." kata Ino sambil mengelus dagunya seperti sedang berfikir.
"K...kenapa kau berkata seperti itu pig?! I...itu kan tidak mungkin!" kata Sakura yang kini wajahnya semakin merah. Persis tomat-tomat yang ada di lemari es Sasuke.
"Kalau dia tidak menyukaimu, tidak mungkin dia menciummu Sakura!"
"Be...benarkah?" tanya Sakura menatap Ino penasaran.
"Tentu saja Sakura! Sudah jelas dia menyukaimu!" kata Ino.
"Tapi itu tidak mungkin, Ino." kata Sakura yang mengingat sikap Sasuke selama ini kepadanya.
"Kenapa tidak mungkin?"
"Mungkin dia menciumku sebagai adik. Menurutku itu lebih memungkinkan." kata Sakura. Memang menurut Sakura sikap Sasuke kepadanya seakan Sasuke menganggapnya sebagai adik.
"Terserah kau sajalah jidat. Lebih baik sekarang kita ke kantin. Aku lapar sekali!" kata Ino menarik tangan Sakura.
"Baiklah. Aku juga lapar."
"Sakura."
Sakura sontak menghentikan langkahnya setelah mendengar ada yang memanggilnya. Yah Sakura sedang berjalan menuju gerbang sekolah dimana ibunya sudah menunggu Sakura sepulang sekolah.
"Ada apa Sasori?" tanya Sakura kepada Sasori yang kini sudah berdiri di depannya.
"Apa kau sibuk hari minggu nanti?"
"Aku rasa tidak punya acara hari minggu nanti. Kenapa?" tanya Sakura penasaran.
"Em, mau kah kau pergi jalan-jalan bersamaku hari minggu nanti Sakura?"
"Boleh." Sasori sontak tersenyum mendengar jawaban Sakura.
"Baiklah. Aku akan menjemputmu jam empat sore."
"Oke. Yasudah, aku pulang dulu ya Sasori."
Sasori mengangguk. "Hati-hati Sakura."
Sakura tersenyum lalu berjalan menuju mobil ibunya yang sudah terparkir didepan gerbang sekolah.
"Siapa itu Sakura?" tanya Mebuki saat Sakura sudah masuk kedalam mobil.
"Itu temanku bu, namanya Sasori." jawab Sakura.
"Ah ya, ibu ingat. Dia yang pernah mengantarmu pulang kan?" kata Mebuki sambil menjalankan mobilnya menuju rumah.
"Iya bu."
"Kalau dilihat-lihat dia tampan sekali ya. Apa dia pacarmu, saki?"
"K...kenapa ibu bertanya seperti itu? Sasori bukan pacarku bu. Kami hanya berteman."
"Benarkah? Ibu kira dia pacarmu. Tapi kalian terlihat dekat?"
"Ya, dia teman sebangku saat aku kelas sepuluh jadi kita cukup dekat. Sampai sekarang pun kami masih satu kelas walaupun kami tidak sebangku lagi." jelas Sakura.
"Wah begitu ya. Padahal ibu senang jika kau berpacaran dengannya. Dia tampan sekali, Sakura."
"Apasih bu. Kami hanya berteman." kata Sakura dengan wajah memerah karena godaan ibunya.
"Yasudah." kata Mebuki akhirnya berhenti menggoda putri kesayangannya itu.
Tidak lama mereka pun sampai di rumah karena memang jarak rumah Sakura dengan sekolahnya tidak terlalu jauh. Setelah sampai rumah Sakura langsung menuju ke lantai atas dimana letak kamarnya berada. Setelah sampai di kamar pun Sakura buru-buru mengganti seragamnya dengan kaos dan celana pendek yang biasa ia pakai saat di rumah. Memang sedari tadi di sekolah Sakura tidak sabar pulang untuk membaca novel maupun komik yang baru ia beli kemarin bersama Sasuke. Dan berbicara soal Sasuke, Sakura sudah memutuskan untuk tidak terlalu memikirkan ciuman kemarin.
Baru saja Sakura membaca dua halaman pada salah satu novel romance yang beli, Sakura merasakan kasurnya bergetar. Sakura berhenti membaca lalu bergerak mencari sumber getaran itu. Dan benar, ponselnya yang berada tidak jauh darinya terlihat menyala dan menampilkan ada panggilan masuk.
Sasori is calling
"moshi-moshi?" kata Sakura menjawab telpon dari Sasori.
"moshi-moshi, Sakura. Apakah aku mengganggumu?"
"Tidak apa-apa Sasori. Aku hanya sedang membaca novel. Ada apa kau menelponku?"
"Ah, maaf kalau begitu. Aku...aku hanya ingin memastikan kau benar-benar menerima ajakanku untuk jalan-jalan bersamaku hari minggu nanti."
"Tidak apa-apa Sasori. Kau tidak perlu meminta maaf. Ya, aku mau. Bukankah tadi aku sudah menerima ajakanmu?"
"Ah ya, aku hanya ingin memastikan saja Sakura."
"Tenang saja Sasori, aku tidak akan ingkar janji."
"Baiklah kalau begitu. Sekali lagi aku minta maaf telah mengganggumu membaca."
"Tidak apa-apa Sasori."
"Sampai jumpa besok di sekolah, Sakura."
"Sampai jumpa."
Sakura pun meletakkan ponselnya lagi setelah Sasori memutuskan sambungan telephone-nya. Tapi langsung mengambil ponselnya lagi begitu melihat ternyata ada pesan masuk.
Sakura?
Sakura mengerutkan kening membaca pesan dari Sasuke yang masuk sekitar sepuluh menit lalu. Sakura pun membalasnya.
Ada apa, Sasuke?
Dan hampir lima menit Sasuke tidak kunjung membalas pesan Sakura lagi. Sakura pun memutuskan untuk melanjutkan membaca novel. Sakura begitu larut dalam alur cerita novel itu. Novel itu menceritakan tentang seorang gadis yang mencintai sahabatnya dari kecil. Tapi sayangnya gadis itu baru menyadadari perasaanya saat laki-laki itu sudah memiliki kekasih. Walapun terdapat beberapa konflik, di akhir kisah novel itu mereka akhirnya bersatu.
Yah, happy ending.
Sakura selalu memilih untuk membaca cerita dengan happy ending. Sakura tidak terlalu suka membaca cerita yang berakhir sedih karena akan membuatnya tidak berhenti menangis. Bahkan sampai beberapa hari selanjutnya Sakura masih akan kepikiran tentang kisah itu dan akan membuatnya kembali menangis.
Setelah selesai membaca novel tadi, Sakura ingin segera turun ke dapur untuk saja ia kelaparan karena belum makan siang. Tapi sebelum turun ke dapur, Sakura memilih untuk mengambil ponselnya. Dan benar, sudah ada pesan dari Sasuke. Sakura pun membaca pesan yang diterima sekitar satu jam lalu.
Kenapa kau lama sekali membalas pesanku?!
Sakura pun membalas.
Maaf tadi Sasori menelpon dan sekarang aku baru selesai membaca novel.
Berbeda dengan tadi, kini Sasuke lebih cepat membalas pesannya.
Kenapa serangga merah itu menelponmu?!
Hanya ingin memastikan kita jadi jalan-jalan saja.
Bukan balasan pesan yang Sakura terima tetapi telpon masukbdari Sasuke!
"Kau akan jalan-jalan dengan serangga itu, Sakura?!" bahkan tanpa menyapa Sasuke langsung bertanya kepada Sakura saat Sakura baru saja menerima telpon darinya.
"Ya, Sasuke." jawab Sakura seadanya.
"Batalkan sekarang juga!"
"Kenapa? Aku tidak bisa membatalkannya, Sasuke."
"Kau harus membatalkannya Sakura! Atau kau lebih suka aku menghajar serangga itu?!" bentak Sasuke di seberang sana.
"Tidak Sasuke! Kau ini kenapa sih? Kami hanya jalan-jalan. Aku tidak akan membatalkannya. Dan lagi, jangan memanggil Sasori dengan sebutan serangga merah atau serangga pengganggu. Dia temanku, Sasuke!" kata Sakura langsung menekan tombol merah bahkan sebelum Sasuke menjawab. Kali ini Sakura tidak ingin menuruti Sasuke. Sakura merasa bahwa Sasuke sudah keterlaluan. Apa salahnya jalan-jalan dengan teman? Lagipula Sasori juga sangat baik kepadanya. Sakura tentu tidak enak jika terus menolak ajakan Sasori. Yah selama ini Sakura selalu menolak ajakan Sasori karena larangan dari Sasuke.
Sakura pun memutuskan meletakkan lagi ponselnya dan segera keluar dari kamar untuk pergi ke dapur untuk makan.
Sakura menutup buku tugasnya dan memasukkan pensilnya ke dalam tempat pensil. Setelah satu jam berkutat dengan angka-angka akhirnya Sakura menyelesaikan tugas matematikanya. Walaupun Sakura sendiri tidak terlalu yakin dengan jawabannya. Yang penting ia telah menyelesaikan tugasnya.
Sakura naik ke kasur lalu mengambil ponselnya yang ia abaikan di atas kasur selama ia mengerjakan tugas matematikanya tadi. Hanya ada pesan dari Sasori yang mengingatkan Sakura untuk mengerjakan tugas matematika. Sakura pun membalas pesan dari Sasori itu.
Aku sudah mengerjakannya, Sasori. Arigatou sudah mengingatkan ^^
Lihat kan, Sasori sangat baik kepadanya. Sakura heran kenapa Sasuke sangat tidak menyukai Sasori. Mereka pernah bertemu sekali. Saat itu Sakura dan Sasuke sedang makan di suatu restaurant dan tidak sengaja bertemu dengan Sasori. Dan seingat Sakura saat itu Sasori juga bersikap baik kepada Sasuke. Tentu saat itu Sasuke dengan penampilannya yang menggunakan kacamata hitam dan masker sehingga Sasori tidak tau jika itu adalah Uchiha Sasuke sang aktor terkenal. Dan sejak saat itu Sasuke selalu menyebut Sasori dengan sebutan serangga merah atau serangga pengganggu.
"Sedang sms-an dengan siapa, Sakura?!" Sakura sontak menoleh ke arah pintu kamarnya dimana Sasuke sudah berdiri di sana.
"Sasuke? Kenapa kau ada disini?" bukannya menjawab Sakura malah balik bertanya. Tentu saja Sakura heran, seingatnya hari ini Sasuke ada shooting untuk film terbarunya.
"Kenapa? Apa aku tidak boleh kesini?" Sasuke berjalan mendekat ke kasur Sakura.
"B...bukannya begitu Sasuke. Bukannya kau mengatakan jika hari ini kau ada shooting? Kenapa kau sensitif sekali sih?" Kata Sakura cemberut melihat wajah Sasuke yang tidak bersahabat.
"Memang."
"Lalu kenapa kau bisa disini?"
"Tentu saja karena kau! Apa kau sudah membatalkan rencanamu dengan serangga itu, Sakura? tanya Sasuke yang kini sudah duduk di tepi ranjang Sakura sambil menatap Sakura tajam.
"Tentu saja tidak akan. Aku sudah berjanji dengannya Sasuke. Dan berhentilah menyebut Sasori serangga."
"Jadi kau mulai berani melawan kata-kataku, Sakura?"
"B...bukan begitu Sasuke. Hanya saja kau terlalu berlebihan. Kau sangat membenci Sasori tanpa sebab. Sasori salah satu teman baikku. Aku tidak enak jika terus menolak ajakannya. Lagipula kami hanya jalan-jalan."
"Diamlah Sakura! Turuti saja kata-kataku!" bentak Sasuke semakin emosi mendengar Sakura yang terus membela Sasori.
"Aku tidak akan membatalkannya Sasuke." kata Sakura kekeuh. Sedangkan Sasuke terlihat semakin emosi. Tidak banyak bicara lagi Sasuke langsung saja mendorong Sakura hingga terlentang di kasurnya. Sasuke langsung menindih Sakura dan mencium bibir Sakura. Berbeda dari ciuman mereka kemarin yang hanya sekedar bersentuhan bibir, kini Sasuke menggerakkan bibirnya mengecap bibir bawah dan bibir atas Sakura bergantian. Sedangkan Sakura lagi-lagi hanya diam, tidak menolak ataupun tidak membalas. Bukan hanya shock, Sakura juga tidak mengerti yang Sasuke lakukan saat ini. Ia benar-benar tidak mempunyai pengetahuan tentang ciuman.
"Sa...sasu..." tanpa bisa mengontrol dirinya tiba-tiba saja ia mendesah begitu bibir Sasuke menuju ke telinganya. Sakura menggeliat saat Sasuke menjilati telinganya.
"Sa..Sasuke, a...apa yang kau lakukan?!" tanya Sakura. Sedangkan Sasuke kini kembali melahap bibir Sakura agar Sakura tidak banyak berbicara. Sungguh ia masih emosi karena Sakura yang sedari tadi melawan perkataannya. Bahkan terus membela Sasori. Dan itulah yang membuat Sasuke langsung membatalkan shooting dengan alasan ada urusan emergency dan langsung menuju ke Konoha untuk menemui Sakura. Ia benat-benar tidak bisa tenang saat membayangkan Sakura jalan-jalan berdua dengan serangga merah menyebalkan itu.
"Nghh..." Sasuke yang tadinya hanya ingin memberi Sakura hukuman kini malah semakin terangsang begitu mendengar suara desahan Sakura. Apalagi mengingat saat ia datang tadi ayah dan ibu Sakura kebetulan juga baru keluar dari rumah untuk pergi ke acara pernikahan teman kantor ayah Sakura.
Kini tangan Sasuke pun mulai menjelajah setiap senti tubuh Sakura yang terbalut piyama pink kesayangan Sakura. Dan kini tangan Sasuke sudah sampai di gumpalan daging yang terasa kenyal di telapak tangannya. Yah, kini tangan kanan Sasuke sedang mengelus payudara kiri Sakura. Sedangkan tangan yang lainnya ia gunakan untuk menumpuh berat badannya.
"Nghh...sas..Sasukeh..." Sasuke semakin gelap mata mendengar desahan Sakura sambil menyebut namanya. Benar-benar terdengar...seksi.
"Apa kau menyukainya, Sakura?" tanya Sasuke menatap Sakura yang ada di bawahnya masih sambil meremas payudara Sakura lembut.
"Nghh s...sasu... apa yang kau lakukan?!" Sakura berkata sambil memalingkan wajahnya ke samping benar-benar malu jika melihat ke Sasuke. Sakura terus menggeliat tatkala kini Sasuke mulai memainkan puting Sakura yang masih dibatasi dengan piyamanya. Yah Sakura saat ini tidak mengenakan bra. Memang kebiasaan Sakura melepaskan branya saat akan tidur karena kurang baik jika mengenakan bra saat tidur.
"Apa kau menikmatinya, saki?" tanya Sasuke menarik dagu Sakura agar menatapnya. Sasuke tersenyum begitu melihat Sakura menganggukkan wajahnya pelan dengan wajah yang sangat merah. Tidak banyak bicara lagi Sasuke langsung menciumi leher Sakura dan mulai membuat kissmark disana.
"G...geli Sasuke..." kata Sakura benar-benar malu saat Sasuke mulai memasukkan tangannya ke dalam atasan piyama Sakura dan mulai menyentuh payudaranya secara langsung.
"J...jangan melihatnya seperti itu Sasuke..." kata Sakura menutup payudaranya dengan kedua tangannya saat Sasuke menatap tubuh Sakura yang sudah topless. Sasuke memandang tubuh Sakura kagum tanpa berkedip. Jujur, ini bukan pertama kalinya Sasuke melihat tubuh polos wanita. Dan payudara Sakura memang tidak sebesar payudara wanita yang pernah ia lihat. Tapi sungguh, melihat tubuh Sakura membuatnya sangat berdebar. Berbeda dengan sebelum-sebelumnya.
"Sungguh indah, Sakura..." kata Sasuke mengelus payudara Sakura lembut. Sedangkan Sakura hanya bisa tersenyum malu.
"Ahh, Sasukeehh..." Sakura menggeliat kesana-kesini saat Sasuke langsung menciumi kedua payudara Sakura bergantian. Bahkan kini Sasuke memainkan puting Sakura dengan mulut terampilnya.
Saat Sasuke akan kembali mencium bibir Sakura, tiba-tiba terdengar suara mobil yang terparkir di halaman. Yah orangtua Sakura sudah kembali! Setelah mengerang kesal akhirnya Sasuke menjauhkan dirinya dari Sakura. Sedangkan Sakura hanya menatap Sasuke yang sedang membantu dirinya memakai kembali piyamanya. Sakura masih bingung dan tidak mengerti kenapa Sasuke tiba-tiba berhenti.
Setelah piyama Sakura telah terpasang rapi di tubuh Sakura kembali, Sasuke menatap Sakura sambil tersenyum. Sakura terlihat cemberut dan kebingungan.
"Orangtuamu sudah pulang, Sakura." kata Sasuke mengelus pipi Sakura lembut, menjelaskan agar Sakura mengerti mengapa ia tiba-tiba berhenti.
Sasuke tersenyum melihat Sakura menunduk dengan wajah merah. Sasuke merasa sangat senang karena Sakura terlihat menikmati yang baru saja ia lakukan terhadap Sakura.
'tunggu saja Sakura...' batin Sasuke menyeringai.
# # #
TBC
Arigatou sudah memberikan review, kritik dan saran. Senang sekali bisa belajar disini ^^
Ditunggu reviewnya untuk chap ini yaa, sangat menerima kritik dan saran ^^
