OUR HEAVEN
.
.
.
"Welcome to Our Heaven..."
.
.
.
~JaeJoong's POV~
"WAAAHH~ Bagus sekali pemandangan disini~!" seruku riang saat aku melihat pemandangan disekelilingku.
Sebuah rumah yang lumayan besar berdiri megah di puncak sebuah bukit kecil yang memanjakan mata dengan pemandangan alam yang sangat... Indah! Rumah beratap putih itu terlihat sangat indah dari tempatku berdiri dan seperti melukiskan sebuah rumah seperti dalam cerita-cerita dongeng milik Hans Christian Anderson... hanya saja ini kenyataan dan rumah itu benar-benar tampak seperti surga...
AISH!
Ini terlalu sulit untuk dijelaskan dengan kata-kata!
"Bagaimana? kau suka?" tanya Yunho sambil merangkulku lembut.
Aku menatap Yunho dan menyinggungkan seulas senyum tulus.
"Ya! aku sangat suka rumah ini! ini rumahmu?"
"Ya... aku sendiri yang merancangnya dan memilih lokasinya... ini kubuat khusus untuk datangnya hari ini..."
Aku menatapnya tak percaya. "Jadi... ini semua hasil karyamu? dan... kau membuatnya untuk kita?"
Yunho memiringkan kepalanya beberapa derajat ke kanan. "Menurutmu?"
Aku tidak menggubris berkataan Yunho karena kurasa itu tidak terlalu penting. dia memang suka mempermainkanku semenjak kami kecil dulu.
Aku dan Yunho adalah teman sejak kecil. kami bisa berteman akrab karena kedua kakek kami adalah sahabat lama dan kami sering disuruh main bersama saat kakek pergi ke rumah Yunho ataupun saat kakek Yunho datang kerumah kami untuk sekedar berbincang-bincang hal yang penting, maupun hal yang tidak penting sama sekali...
Namun siapa sangka, ternyata hal-hal yang mereka bicarakan ternyata menyangkut kami berdua. mereka bahkan sudah merencanakan hal itu semenjak kami masih didalam janin orang tua kami! bukankah itu sebuah perjanjian yang konyol!
Awalnya aku tidak keberatan kalau aku harus bertunangan dengan seorang JUNG YUNHO, pewaris Jung's Coorp yang sangat terkenal itu.
Namun, semuanya berubah saat aku mengetahui bahwa dia memilih perkerjaan sebagai pelukis...
Kalian salah kalau kalian berfikir bahwa aku adalah namja Matre! aku juga tidak membenci pelukis karena aku suka melihat barang-barang artistik!
Aku membencinya karena sewaktu aku melihat koleksi lukisannya, aku melihat sebuah lukisan yang membuat sekujur tubuhku mendidih...
Sebuah Lukisan WANITA yang hanya tertutupi oleh HANDUK dan berpose sangat... err... erotis...!
Semenjak saat itu aku tidak pernah ingin berbicara pada Yunho! apalagi menikah dengannya!
Aku benar-benar ingin menolak perjanjian bodoh ini, tidak, bahkan aku sudah melakukan berbagai macam penolakan mulai dari mogok makan, mogok sekolah, hingga mogok bicara.
Hasilnya?
Kakek benar-benar orang yang keras kepala! ia membiarkanku melakukan segala macam cara itu hingga aku mesti dilarikan ke rumah sakit karena tidak makan selama seminggu!
AISH
Kakek memang menyebalkan!
"Jae, bisa kita masuk sekarang?" tanya Yunho sambil mengibaskan tangannya didepan wajahku.
Aku menepis tangannya dengan kasar dan langsung beranjak dari tempatku berdiri.
Aku benci padanya!
~Author's POV~
Yunho hanya bisa terbengong-bengong meihat tingkah 'Istri'-nya yang sudah mendahuluinya berjalan ke rumah mereka itu.
AISH
Padahal namja cantik itu dulu tidak pernah sejutek itu padanya...
Namun kenapa namja itu menjadi benci begitu padanya?
Apa itu karena dia dijodohkan dengannya?
CK!
"Kau pasti akan tunduk padaku, Jung Jaejoong..." gumam Yunho sambil menyeringai penuh arti.
Mata Jaejoong membulat takjub saat ia melihat kedalam rumah itu. Hampir seluruh furniture di dalam rumah itu bernuansa putih.
"WOW! Ada Grand Piano!" seru Jaejoong sembari menghambur ke arah grand piano putih itu dan membuka penutup tuts-nya.
Yunho hanya menatap Jaejoong dalam. senyumnya mengembang saat melihat senyuman Jaejoong yang turut mengembang. Yunho meletakkan tas koper mereka dan berjalan mendekati Jaejoong.
"Kau bisa memainkan Piano?" tanya Yunho dengan nada lembut.
Jaejoong melirik sekilas ke arah Yunho dan kemudian cepat-cepat ia alihkan pandangannya ke arah tuts piano didepannya.
"Biasa saja..."
Yunho berdecak pelan.
"Mau kuajari?"
"Tidak perlu, aku tidak butuh." jawab Jaejoong dengan nada datar dan kemudian beranjak dari kursi piano itu, meninggalkan Yunho yang masih menatapnya dalam.
Jaejoong mengambil koper miliknya dan menyeretnya masuk ke dalam kamar dan menutup pintu kamar dengan 'agak' kasar.
Yunho menatap lembut pintu yang ditutup Jaejoong itu dan menggaruk bagian belakang kepalanya yang tidak gatal.
Sedetik kemudian, ia beranjak menuju sebuah ruangan dengan pintu berukir sepasang sayap malaikat putih dan beberapa ukiran bunga dadfodil membingkai pintu itu.
Yunho mengeluarkan sebuah kunci berbentuk 'angel' dan tersenyum penuh arti...
" and this is my Heaven..."
TBC
