"MY DESTINY"

Summary : Hari kedua Sora di Konoha Gakuen. Sesampainya di sekolah, saat Sora ingin ke kelas Sora lupa dimana kelasnya. Dan nasibnya, Sora tersesat. Tetapi tiba-tiba ada seorang laki-laki yang mengantarnya sampai ke kelas. Siapakah dia ? RnR..

Author's Note : Di sini mulai pertemuan antara OC dengan pairingnya. Tapi saya masih sedikit canggung ( Maaf… Karena saya masih baru ). Mudah-mudahan readers memahami dan memaklumi saya *bungkuk dalam-dalam*. Do not like Do not read !

Rated : T

Genre : Romance, Drama

Warning : OOC, Typo, Gaje, OC, Masih Amatir

Disclaimer : Naruto is still belong Masashi Kishimoto-sensei.

Chapter 2 Meeting

===9894===

Keesokan harinya Sora seperti biasa berangkat ke sekolah, sarapan pagi bersama keluarganya terlebih dahulu.

" Ayah, Ibu, Misaki-nii. Sora berangkat ya." Sora beranjak dan langsung mengenakan sepatunya.

" He ? Tidak bareng dengan Ayah dan Nii-chan ?" Misaki ikut beranjak dan menghampiri adiknya.

Sora menggeleng. " Tidak Nii-chan, Sora mau berangkat sendiri saja. Yosh ! Ittekimasu !"

" Itterasai." Misaki melambaikan tangannya.

Sesampainya di sekolah. Sora masih canggung dengan tata letak sekolahnya. Dia takut kalau dia bisa tersesat dan terlambat masuk kelas.

' Ukh ! Kalau tau gini. Aku buat peta kemarin waktu berkeliling dengan Hyuuga-san.' Umpat Sora.

Sora berusaha mengingat kembali tempat-tempat waktu ditunjukan Hinata kemarin. Tapi all hasil dia tersesat.

' Huwee~ Aku tersesat~ Kami-sama. Bagaimana ini ? Bel masuk 5 menit lagi. Kalau begini terus aku bisa terlambat.' Batin Sora menangis. Tiba-tiba terdengar suara laki-laki menghampirinya.

" Halo. Sepertinya kau sedang bingung dan kau juga murid baru di sini kan ? Ada yang bisa kubantu ?"

" Eh ? Ano… Aku tersesat…" dengan berat hati Sora mengatakannya.

" Oh. Kau tersesat. Kalau boleh tau kau kelas berapa ?" Tanya lelaki tersebut.

" Kelas… 2-2." Jawab Sora singkat.

" Baiklah. Akan aku antarkan." Ucap lelaki tersebut.

" A-arigatou." Sora sedikit tersipu.

' Dia mirip sekali dengan Hyuuga-san. Apa satu keluarga ya ? Matanya benar-benar mirip. Rambut panjang warna coklat, sebenarnya dia laki-laki atau perempuan sih. Ah ! Dilihat dari manapun dia ini laki-laki Sora. Dia kan tidak mengenakan rok. Jelas sekalikan. Tapi aku masih penasaran.' Batin Sora yang masih bingung dengan sosok yang ada di hadapannya itu dalam suasana hening.

" Nah. Sudah sampai. Ini kelas 2-2." Ucap lelaki berambut panjang itu memecah keheningan.

" Eh ? Ah. Iya." Jawab Sora sambil tertunduk pertanda dia masih tersipu malu.

" Ok. Kalau begitu. Mata ne. Jangan tersesat lagi ya." Lelaki tersebut menyungging senyum yang cukup mengetuk hati Sora dan bergegas pergi.

Sora sempat merona melihat punggung laki-laki itu menjauh.

" Gya ! Aku belum tau namanya. Hahh~ Sudahlah. Berharap aku bisa bertemu denganya kembali. Atau aku tanyakan saja pada Hyuuga-san. Baiklah. Akan aku tanyakan saja padanya." Gumam Sora sambil masuk ke kelas.

Beberapa menit kemudian bel masuk berbunyi. Di kelas 2-2 sudah ada guru wanita yang cantik memiliki mata merah semarah bunga mawar bernama Kurenai Yuuhi. Kurenai mengajar pelajaran kimia.

' Wah… Guru ini cantik dan juga mudah sekali memahami pelajarannya. Hebat' Sora membatin.

Tidak lama kemudian bel istirahat berbunyi. Kali ini Sora yang menghampiri meja Hinata, dimana dia sedang mengobrol dengan teman-temannya yang lain.

" Hyuuga-san, bisa aku menanyakan sesuatu ?"

" Hm. Bo-boleh. Ingin menanyakan tentang apa Hikari-san ?"

" Bagaimana kalau kita makan siang di atap sekolah ? Yang lain juga boleh ikutan ko ?" ajak Sora kepada teman-temannya.

Dan mereka pergi kea tap bersama. Sesampainya di atap, Sora yang membuka perbincangan.

" Hyuuga-san. Apa kau punya saudara atau yang lainnya di sekolah ini ?"

" Eh ? I-iya, lebih tepatnya se-sepupu..ku." Jawab Hinata.

" Kalau boleh tau namanya siapa ?" tambah Sora

" Hyu-Hyuuga Neiji." Hinata menjawab dengan gagapnya yang khas.

" Oooh.." Sora hanya ber-oh saja.

" Memangnya ada apa dengannya, Hikari ?" Tanya gadis berambut pirang yang diikat kuda tinggi bernama Yamanaka Ino.

" Ah. Tidak. Hanya saja tadi pagi dia mengantarku sampai ke kelas. Karena tadi aku sempat tersesat. Hehe" jawab Sora dengan muka innocent.

" Hee~ kau beruntung sekali Hikari. Bisa diantar oleh cowo seperti dia." Sahut Ino yang kagum pada teman barunya itu.

" Hah ? Memangnya kenapa Yamanaka-san ?" Tanya Sora heran.

" Oh iya. Kau kan murid baru. Neji-senpai itu adalah Ketua OSIS di sini. Dan wakilnya itu Uchiha Sasuke-senpai. Anak dari pengusaha besar Uchiha Corp. Dan Neji-senpai itu perwaris keluarga besar klan Hyuuga. Juga-"

" Terkenal di kalangan cewe dan hamper menolak pernyataan cinta lebih dari 10 kali." Potong gadis bercepol dua yang dikenal Tenten. Dan Ino hanya mengangguk.

" Waw. Hebat ! Tak kuduga dia orang sehebat itu." Ujar Sora terkagum-kagum.

" Oh iya. Bagaimana dengan Hyuuga-san ? Kenapa bukan dia yang menjadi pewarisnya ?"

" A-aku… Ma-mana mampu me-menjadi pemimpin ke-keluarga. A-aku kan perempuan. Da-dan persyaratannya a-aku ha-harus me-menikah dulu. Ka-karena Neji-nii laki-laki, jadi sudah pantas sebagai pemimpin." Jawab Hinata sambil memainkan kedua telunjuk tangannya.

" Begitu ya." Sora kembali melanjutkan makan bekalnya begitu pula teman-temannya.

Setelah makan siang, mereka ke kelas bersama-sama. Tetapi Sora berpisah dari teman-temannya karena dia ingin membeli buku pelajaran di Koperasi Sekolah.

'Aku masih tidak menyangka ternyata Hyuuga-senpai yang tadi tidak sengaja mengantarku. Kya~ senangnya.' Batin Sora sambil berjalan menuju Koperasi.

DUK !

"Kyaaa !"

Tiba-tiba Sora bertabrakan dengan seseorang, tapi untungnya dengan sigap orang itu menangkap tubuh Sora sehingga Sora tidak terjatuh.

" Kau tidak apa-apa ? Maaf, aku tidak sengaja menabrakmu." Terdengar suara baritone dari orang tersebut.

" Ah. Tidak. Seharusnya aku yang minta maaf karena meleng." Sora membuka matanya yang sempat ditutup karena takut jatuh dan melihat sesosok pria bermasker dengan rambut silver yang melawan gavitasi serta mata yang berbeda warna kanan hitam kiri merah juga ada bekas luka goresan.

" Ano… Eto… Aku harus pergi dari sini. Sekali lagi aku minta maaf dan terima kasih." Sora melepas dekapan pria tersebut kemudian membungkuk dan langsung bergegas menuju ke koperasi.

' Hmmm… Murid baru ya.' Ucap pria tersebut dalam hati dan pergi dari tempatnya berdiri.

Setelah membeli buku, Sora bergegas ke kelas karena 5 menit lagi bel masuk berbunyi untung dia tidak tersesat lagi karena masih ada bayangan waktu diantarkan Neji tadi pagi. Akhirnya Sora sampai di kelas pas bel baru berbunyi. Dan segera duduk di tempatnya.

" Ano ne Naruto-san, kali ini pelajaran apa ?" Tanya Sora kepada teman yang memiliki goresan di pipinya yang seperti kucing.

" Oh kali ini pelajaran bahasa inggris. Tapi biasanya guru itu selalu telat kalau mau ngisi pelajaran." Jawab Naruto.

" He ? Kenapa ? Sebagai gurukan setidaknya harus datang tepat waktu." Protes Sora.

" Entahlah. Aku tidak tau. Dan gosipnya dia itu selalu membaca buku porno dilapisi kulit orange dan hijau."

" Ya ampun. Dia itu mesum dong." Ucap Sora asal.

" Oh iya. Aku belum memberitau namanya. Namanya adalah Hatake Kakashi" tambah Naruto.

SREG ! BRUK !

Dan munculah sosok pria bermasker yang tadi mereka bicarakan. Dan dialah Hatake Kakashi.

" Good morning, kid." Sapa Kakashi dengan mengancungkan tangan dan muka datar. ( Gaya khasnya Kakashi-koi di pilemnye kalau lagi telat. *di Raikiri* )

" Good morning, sir." Jawab murid serempak.

' Ah ! Orang ini yang tadi ngga sengaja tabrakan denganku.' Batin Sora dengan ekspresi kaget.

" Pst, Sora. Satu lagi, dia selalu menggunakan masker. Dan sampai sekarang, belum ada yang tau bagaimana wajahnya. Aku tebak pasti wajahnya aneh. Entah itu berbibir tebal atau bergigi tonggos atau berbibir tipis seperti nenek-nenek." Bisik Naruto.

Sora hanya bisa cengo seperti membayangkan wajah Kakashi yang Naruto bilang atau lebih tepatnya yang ia tebak.

" Well, I think we have a transfer student in here. Why don't you introduce yourself in here ?" Tanya Kakashi melirik ke Sora dan langsung menyipitkan matanya pertanda dia tersenyum.

" Ekh ? Kenapa ? Semua kan sudah tau namaku sensei~" protes Sora.

" Tapi tidak menggunakan bahasa inggriskan ?" Kakashi menanggapi Sora yang protes dan sepertinya masih tersenyum.

Sora mengalah dan memperkenalkan diri di depan.

" Hallo, everyone. I'll introduce myself once more again. My name Hikari Sora. Pleased to meet you and hope we will be friend as soon as possible." Sora kembali ke tempat duduknya.

" Waw, Cukup bagus Hikari. Tepuk tangan." Kakashi berdecak kagum dan bertepuk tangan. Diikuti murid-murid yang lain. Pelajaran dimulai. Kakashi ingin sekali mengetes murid baru itu, dengan selalu melontarkan pertanyaan demi pertanyaan. Dan hasilnya di jawab baik oleh Sora. Sebagai contoh.

" What the topic is on second paragraph ? Please answer it, transfer student." Kakashi menunjuk Sora.

Sora langsung menjawabnya dengan sedikit gugup, " Umm… Mr. Lion was trapped by the hunters."

" Correct." Jawab Kakashi tersenyum.

Pelajaran dilanjutkan. Tak lama kemudian bel istirahat kedua berbunyi. Sora dan teman-temannya pergi ke atap sekolah untuk berbincang.

" Hei, kalian merasa tidak tadi Kakashi-sensei bertindak aneh ?" Ino mengawali.

" Hah ? Aneh apanya Ino ?" Tanya Tenten tidak mengerti.

" Aduh Tenten, masa kau tidak tau sih ?" ucap Ino dengan nada sedikit marah.

" A-aku… Me-merasakannya Ino-chan." Sahut Hinata.

" Tuh Hinata saja merasakannya." Kata Ino sambil menunjuk ke arah gadis berambut indigo itu.

Tenten berfikir sejenak. " Oooh ! Iya, aku tau. Semua pertanyaan Kakashi-sensei lebih sering di lontarkan kepada-"

Ino, Tenten dan Hinata menatap Sora bersamaan.

" He ? Ada apa ?" Tanya Sora polos sambil menghentikan menyeruput susu kotaknya.

" Kau tau kan apa yang tadi kami bicarakan Hikari-san ?" Tanya Ino yang masih menatap sepasang bola mata coklat dihadapannya itu.

" Iya, aku tau. Tapi kurasa itu hal yang wajar bagi setiap guru, toh aku sangat suka pelajaran bahasa inggris semenjak aku kecil, Yamanaka-san, Hyuuga-san, Tenten-san." Jawab Sora sambil senyum simpul melihat teman-temannya satu persatu.

" Hmmm… Benar juga." Sahut Tenten.

" Oh iya, lebih baik kau memanggil nama kecil kami saja ya ? Dan kalau bisa kamipun demikian." Pinta Ino.

" Iya, tentu." Sora menjawab sambil mengangguk dan tersenyum seperti anak kecil ( Sama seperti authornya. Hehe.. Dan ini akan menjadi senyum khasnya Sora di kelanjutan ceritanya ).

" Kyaa~ Sora-chan kalau tersenyum lucu sekali~" seru Ino sambil mencubit kedua pipinya Sora.

" Aduh… Ino-chan sakit~" keluh Sora.

Hinata dan Tenten hanya tertawa kecil melihat tingkah laku sahabatnya. Setelah itu mereka menuju ke kelas, tiba-tiba ada seseorang murid perempuan yang sepertinya beda kelas menghampiri Sora dan kawan-kawan.

" Ano Hikari-san, kau dipanggil oleh Iruka-sensei di kanto." Ucap perempuan tersebut.

" Eh ? Ada apa ?" Tanya Sora heran.

" Entahlah. Aku saja tidak tau. Itu saja yang ingin kusampaikan padamu." Jawabnya sambil bergegas pergi.

" Ah. Baiklah. Arigatou ne." Sora sedikit heran kenapa dia dipanggil Iruka-sensei juga selaku wali kelas 2-2.

" Teman-teman, kalian duluan saja. Aku akan menyusul nanti. Jaa." Sahut Sora seraya meninggalkan teman-temannya. Mereka hanya mengagguk mengerti.

BERSAMBUNG…