Sehun adalah seorang bajak laut yang mengerikan. Dia memiliki awak yang bahkan terkenal di kota SM. Mereka semua dikenal dengan sebutan EXO, bajak laut yang kejam dan tidak mengenal ampun. Mereka tidak pernah berbaik hati dalam melakukan aksinya. Sehun adalah memimpin yang dingin dan tidak memiliki perasaan sama sekali. Dia hanya menyukai harta dan kenikmatan. Dia tidak pernah menginginkan hal lain di dunia ini. Kehidupannya sebagai seorang bajak laut, hanyalah sebuah kehampaan. Dia tidak pernah menemukan alasannya untuk berada di dunia ini.

"Sehun, kita akan segera berangkat," kata seorang laki-laki dengan tubuh yang tinggi kepadanya. Orang itu adalah teman satu kelompoknya sebagai bajak laut EXO.

Sehun yang masih melihat lautan menoleh ke arah temannya dengan wajah yang tanpa emosi, "Baiklah mari kita pergi,"

Mereka semua akan memulai aksi mereka lagi. Merampok dan mencuri milik orang lain, itulah yang selalu mereka lakukan. Perjalanan panjang mereka lalui di tengah lautan yang luas ini. Mereka tidak peduli dengan badai yang terus menghadang, mereka yakin bisa menghadapi semuanya. EXO bukanlah bajak laut sembarangan di dunia ini. Tidak ada yang dapat mengalahkan kehebatan mereka.

Sehun selalu menyukai lautan, karena dia merasakan ketenangan di laut. Dia mendapatkan keberanian yang lebih dari laut. Seakan-akan laut selalu menjaga dirinya, selalu membuat dia tetap sehat di dunia ini. Dia tidak pernah mengiranya, dia hanya merasakannya. Dia selalu merasakan kerinduan di balik lautan yang luas ini. Dia merasa dari balik sana, seseorang telah menunggunya, dan selalu menunggunya.

"Sehun, saatnya untuk memberikan perintah," Tao dan para krunya telah siap untuk melaksanakan penyerangan berdasarkan aba-aba dari Sehun.

Sehun melihat sebuah kapal dari jauh yang sepertinya siap untuk di serang. Dengan perasaan dingin dia memberikan perintah kepada krunya, "Mari kita lakukan penyerangan, sekarang,"

Sebelum melakukan penyerangan mereka akan mempersiapkan meriam mereka. Dia mengisi sebuah amunisi kedalamnya, menyalakan api, dan melancarkan serangan kepada kapal yang ingin mereka rampok. Dunia ini kejam, orang yang kuatlah yang akan memerintah dunia ini dan menghancurkan yang lemah. Kelompok EXO adalah bajak laut yang terkuat di seluruh lautan, yang bahkan tidak dapat dihancurkan oleh kelompok manapun. Karena ketua mereka, Sehun memiliki hati yang dingin dan tidak bisa tergoyahkan.

"Serang!"

EXO berhasil menyerang kapal musuh, mereka membawa kapal mereka menuju kapal itu. Suara teriakan dari setiap kelompok dapat terdengar. Mereka saling berjanji di dalam hatinya untuk memenangkan pertarungan ini, tidak peduli kalah atau mati sekalipun. Di lautan luas ini, hanyalah yang kuat yang dapat bertahan hidup. Bahkan di sini, tidak mengenal yang namanya kata ampun. Mereka pasti akan membunuh semua yang masih bertahan hidup. Itulah hukum alam.

Suara pedang yang saling beradu satu sama lain saling terdengar di tengah kapal. Mereka terus berjuang demi mendapatkan pemenang. Sehun adalah seorang bajak laut yang kuat dan handal, bahkan seluruh anggota EXO. Mereka, dengan mudahnya membunuh lawan mereka sampai tidak ada yang hidup. Semua orang yang kalah, akan di tenggelam kan ke laut dan mati bersama ikan-ikan di laut. Ini adalah lautan, tidak akan ada jalan kabur selain tenggelam di dasar lautan.

"Hiiaaaaa!" Serangan terakhir yang diberikan oleh Sehun kepada kapten musuh.

"Haaaaaaaaaaa!" Suara teriakan mereka yang tenggelam di dasar lautan.

Dengan wajah yang tanpa emosi, Sehun melihat orang-orang itu tenggelam. Dia tidak merasakan kata kasihan kepada mereka, lebih tepatnya dia merasakan kepuasan. Kepuasan yang hampa...

"Sehun, kita berhasil merompak kapal ini," kata Tao, seorang anggota dari EXO yang juga teman baiknya.

"Bagus, segera ambil semua barang-barang yang ada di sini dan bawa ke kapal kita," Sehun memerintahkan seluruh awak kapalnya.

"Baik!"

Mereka kemudian melakukan apa yang di perintahkan oleh Sehun. Sementara, ketua mereka berjalan kembali ke kapal utama untuk melanjutkan perjalanan selanjutnya. Hasil rampok mereka selalu bertambah setiap harinya. Namun, mereka tidak pernah puas, mereka selalu menginginkan lebih. Kekayaan yang mereka miliki, bahkan bisa membeli seluruh kota SM, tapi kenapa mereka masih mencari lebih dari itu semua?

Awak kapalnya telah mengambil semua harta dari pihak musuh, tidak ada sisa. Jika, kapal itu sudah tidak berisi lagi, yang pasti akan mereka lakukan adalah menenggelamkannya. Kapal seperti itu, tidak akan berguna lagi tanpa awaknya. Sudah berapa banyak kapal yang tenggelam oleh mereka, sudah berapa banyak orang yang terbunuh oleh mereka, tapi kenapa mereka tidak pernah berhenti? Sehun tidak mengerti, dia hanya ingin terus merampok, sampai dia mati, karena dunia ini terasa hampa bagi dia.

"Sehun, saatnya kita untuk kembali ke kota SM, persediaan makanan kita semakin berkurang," kata salah satu anggota EXO, yang juga seorang chef di kapalnya.

"Hmm, baiklah, belokkan arah ke utara, kita akan segera kembali ke kota SM," Sehun memerintahkan awaknya untuk kembali.

"Baik, kapten,"

Mereka memiliki tempat tinggal di kota SM, tapi mereka tidak pernah merampok orang-orang di sana. Walau begitu, orang-orang di kota SM selalu takut kepada mereka, terutama ketika mereka datang kembali ke kota. Sehun tidak pernah mempedulikan hal itu, dia tidak menyukai daratan. Dia tidak pernah menyukainya, semua yang berada di darat terlalu busuk bagi dia, membuat dia muak untuk melihat semuanya. Darat, selalu mengingatkan dia tentang masa lalu yang kejam dan tidak pernah bisa terlupakan.

Dua hari, satu malam, mereka akhirnya sampai di kota SM. Lautan yang luas yang membuat perjalanan mereka lama, juga arus laut yang harus mereka ikuti perlahan-lahan. Mereka sampai di pelabuhan di kota SM, semua mata di sana melihat mereka dengan penuh ketakutan. Seakan-akan mereka adalah orang jahat yang akan menghancurkan kota mereka. Tapi anggapan itu hanya palsu untuk di darat, EXO tidak melakukan apa-apa kepada kota SM, tidak pernah.

"Semuanya, bajak laut EXO telah datang! Beri jalan, atau nyawamu akan hilang!" Orang-orang berlari ketakutan ketika mereka datang, bahkan mereka memberikan jalan untuk mereka.

Dari kejauhan, seorang laki-laki baru saja datang ke kota ini. Dia melihat kerumunan orang yang kelihatan ketakutan melihat sang bajak laut. Tentu saja dia tidak mengerti dengan apa yang terjadi, tapi dia malah melangkah menuju para bajak laut itu. Dia tidak tau apa-apa, tapi dia ingin sekali tau apa yang terjadi di tengah kota. Dia berjalan mendekati mereka, dengan tubuh yang tertutupi jubah.

"Siapa dia?"

"Suruh dia untuk segera menghindar!"

"EXO pasti akan membunuhnya!"

"Cepat!"

Semua orang saling berbisik satu sama lain, tapi tidak ada yang berani menghentikan pria ini untuk mendekat ke arah EXO. Semua orang hanya bisa melihatnya dengan pandangan takut, dan hanya bisa berharap untuk keselamatan anak pemuda ini yang bahkan wajahnya tidak terlihat. Bahkan mata setiap orang dibuat terkejut, ketika pria muda itu menabrak seseorang yang paling mengerikan selautan. Dia menabrak Sehun, sang bajak laut tanpa emosi.

"Aduh!" Teriak sang pemuda, ketika dia menabrak seseorang yang lebih tinggi dari dia.

"Oh tidak, dia akan mati,"

"Bahkan wajah Sehun kelihatan tidak senang, mungkinkah dia hidup,"

Orang-orang saling berbisik melihat kejadiaan ini , seakan-akan seseorang akan segera mati di tempat ini. Dengan polosnya sang pemuda meminta maaf kepada orang yang dia tabrak. Dia tidak mengenal orang tersebut, dan dia tidak merasa takut sama sekali kepadanya. Dia mengangkat wajahnya dan melihat seseorang tanpa emosi berada di atasnya. Bersama dengan kerudung yang dipakai oleh pemuda itu yang terjatuh, mereka saling bertatapan satu sama lain.

Dia...

Dunia mereka seakan-akan berhenti sesaat. Sehun terpaku melihat seorang pemuda di depannya, dia kagum. Dia kagum melihat wajah pria tersebut. Betapa pemuda itu terlihat cantik dengan rambut pirang yang halus. Dengan mata yang indah dan bersinar, memberikan cahaya untuk Sehun. Sehun terpaku di depan pemuda itu, dia terus bertanya kepada dirinya sendiri. Siapakah dia?

"Tolong jangan menghalangi jalan kami," salah satu awaknya mendorong pemuda itu, sampai akhirnya EXO berjalan lagi.

Tapi waktu tetap berjalan, Sehun harus melakukan tugasnya. Namun, dia tidak bisa melupakannya begitu saja, wajah sang pemuda itu. Dia berjalan bersama dengan anggotanya, tapi masih terus memikirkan pemuda itu. Dia terus bertanya-tanya dalam hatinya. Sehun yang dingin, akhirnya merasakan sesuatu yang lain dalam hatinya. Sesuatu yang terasa hangat bagi dirinya.

Tao, menyadari Sehun kelihatan aneh dari sejak kejadian tadi, "Ada apa, Sehun?"

Sehun kelihatan ragu mendengar kata-kata temannya, dia menggelengkan kepalanya perlahan-lahan, "Tidak, tidak ada apa-apa," Tapi dia malah memegang dadanya perlahan-lahan. Sehun merasakan hal lain di hatinya.

Mereka sampai di tempat tinggal mereka masing-masing. Setiap awak kapal tinggal di rumah yang berbeda. Sementara Sehun tinggal bersama teman baiknya, Tao. Mereka berdua selalu membuat rencana di rumah itu. Mereka juga memutuskan segala sesuatu di tempat itu. Sehun membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur, dia kelihatan lelah setelah melakukan perjalanan panjang. Tao mempersiapkan minuman untuk Sehun.

Sehun mengajaknya bicara, "Ke mana tujuan kita selanjutnya, Tao?"

Tao menoleh, "Apa kau ingin pergi ke tempat yang jauh?"

"Mungkin, aku ingin menjelajah seluruh lautan ini," kata Sehun, yang terdengar yakin.

Tao tersenyum melihat antusias temannya. Dia berjalan menuju peta yang besar, yang berada di rumah ini, "Kita hampir menjelajah semuanya,"

Sehun bangkit dari tempat tidurnya, melihat peta yang sudah dipenuhi oleh tanda, dan itulah bukti mereka pernah datangi. Dia bangkit dari tempat tidur dan mengambil minuman yang diberikan oleh Tao. Sehun juga berjalan menuju peta itu. 5 tahun, mereka telah menjelajah selama itu, dan mereka hampir menjelajahi seluruh lautan. Sehun tidak pernah berhenti melakukan aksinya, tekadnya selalu kuat.

Tao kemudian menunjukkan sebuah lokasi di peta kepada Sehun, "Bagaimana jika kita ke tempat ini? Deep black, tempat yang ditakuti oleh setiap bajak laut di seluruh lautan,"

Sehun melihat ke arah peta, "Deep black, aku selalu ingin pergi ke tempat itu. Bahkan aku pernah mendengar, bahwa setiap bajak laut harus mempersiapkan dengan matang diri mereka, karena tidak banyak orang yang selamat,"

"Tapi, jika kita selamat, kita akan menemukan harta yang berharga di dalam sana," Tao meminum tehnya perlahan-lahan.

"Tepat sekali," Sehun menyentuh peta itu perlahan-lahan, "Baiklah, tujuan kita selanjutnya adalah Deep black, kita harus mempersiapkan semuanya,"

"Dalam satu bulan ini, mari kita menghitung mundur," Tao menganggukan kepalanya.

Mereka memutuskan untuk pergi ke Deep black dalam beberapa satu bulan lagi. EXO harus mempersiapkan diri mereka dengan matang, karena tidak ada kata menyerah dari mereka. Sehun meminum minumannya, dan kemudian meletakkannya di atas meja. Dia berjalan menuju pintu.

"Aku akan pergi keluar dulu," Sehun kemudian membuka pintu.

"Baiklah," kata Tao, melihat temannya yang pergi.

Sehun berjalan menuju ke tengah kota yang terlihat tidak begitu rame. Hari ini orang-orang masih bekerja dengan kegiatan mereka. Sehun tidak peduli dan tidak mempunyai tujuan untuk berjalan-jalan. Dia hanya merasa hampa, dan ingin mencari sesuatu, yang bahkan tidak dia tau apa. Namun, akhirnya matanya tertuju kepada seseorang, sang pemuda yang telah menabrak dia tadi.

Mata Sehun berhenti tepat di mana pemuda itu berada, dia berlari mendekati pemuda itu. Entah kenapa, Sehun merasa ingin mengejarnya, dia penasaran. Ya, dia penasaran dengan pemuda yang telah membuat dia kagum. Dia tidak mengerti kenapa, tapi dia tetap ingin mengejarnya. Dia mengikuti kemana pemuda itu pergi. Bahkan Sehun sekarang seperti seorang stalker yang mengikuti pujaan hatinya.

Dia melihat sang pemuda berada di sebuah toko, dia memakan sebuah kue dengan wajah yang bahagia. Suara detakan jantung, terasa di dada Sehun, dia berhenti, dan perlahan-lahan menyentuh dadanya lagi. Mungkinkah ini? Sehun belum tau jelas, tapi dia ingin terus merasakan perasaan ini dalam hatinya. Ketika dia mengangkat wajahnya lagi, dia melihat sang pemuda tidak berada di toko itu lagi. Dia terkejut dan berusaha mencari keberadaan pemuda itu lagi.

Dia berjalan menuju ke tengah kota, untuk mencari sang pemuda. Sehun terus melihat ke kanan dan ke kiri, tapi dia tidak menemukannya. Kemana? Kemana dia pergi? Dia ingin terus mencari pemuda itu lagi. Dia ingin melihat wajah pemuda itu lagi. Namun, akhirnya, langkahnya berhenti lagi ketika melihat sang pemuda berada di sebuah toko bunga. Kenapa dia semakin berdebar melihat sang pemuda?

Sehun menghentikan langkahnya. Dia menunggu, menunggu sampai pemuda itu datang mendekatinya. Dia semakin berdebar ketika melihat pemuda itu berjalan bersama bunga yang berada di tangannya. Wajah pemuda itu, bahkan lebih cantik daripada bunga yang dia bawah sendiri. Sehun mempersiapkan hatinya perlahan-lahan. Seakan-akan dunia ini hanya berisi dia dan pemuda itu.

Sehun, memberanikan langkahnya untuk semakin dekat dengan pemuda itu. Suara jantungnya bahkan memainkan irama yang begitu cepat. Rasanya dia kan meledak. Sehun melihat pemuda itu langsung, dan dia meraihnya. Dia meraih tangan pemuda itu perlahan-lahan. Membuat sang pemuda hampir menjatuhkan bunga, tapi untung saja di masih bisa menggapainya.

Sang pemuda terpaku, melihat seseorang yang berada di depannya, seseorang yang dia lihat sebelumnya, dan sekarang orang itu terlihat serius. Pemuda itu tidak merasakan takut sama sekali, dia malah kagum, melihat Sehun yang terlihat serius, dan kelihatan bersinar.

Sehun menatapnya dengan tajam, dia merasakan keraguan di hatinya, tapi dia juga tidak ingin meninggalkan sejuta pertanyaan ini dalam hatinya. Dia menggerakkan bibirnya perlahan-lahan, "Siapakah kamu? Kenapa kamu terus membuat ku seperti ini?"

"Tolong, beritahu aku namamu..."