a/n: Ya, kalian gak salah baca. Ini bukan UQ dan maaf kalau feel-nya gak sama dengan cerita sebelumnya. FF ini ditulis karena banyak yang meminta sequel, juga ada banyak plothole yang ditelantarkan UQ. Saya buntu kalau bikin sequel dengan rentang waktu setelah pertemuan dan sebelum pernikahan, pikir saya sudah bagus begitu saja. Semula saya buat prequel karena ini termasuk plothole. Rasanya tidak seperti Sasuke kalau dia langsung tarik orang random begitu saja, toh buktinya dia menolak kencan buta yang disiapkan Naruto. Tapi saya gak puas dengan hasilnya dan buntu. Alhasil saya gak lanjutkan dan begini sajalah. Selain untuk pembaca, ff singkat ini untuk UQ yang baru saja dioperasi di awal bulan September.
a/n (2): Ini UQ bagian publikasi, hehe. Iyain QR aja ya dan maaf gak bisa ikutan SHDL karena saya sibuk, sakit, dan banyak hutang ff juga. Terima kasih untuk yang sudah review. Selamat membaca semuanya!
.
.
.
IA pria yang malang. Sudah dua tahun bekerja di sana, tapi gajinya sama saja. Selalu nahas nasibnya. Jika tidak memecahkan piring, maka ia marah pelanggan-dan merambat pada bosnya. Namun, hari itu lain. Kafe tempatnya bekerja kedatangan orang ternama, Uchiha Sasuke Si Pengusaha Muda. Dia pun berkesempatan untuk melayaninya dan mengantarkan pesanan tanpa melakukan kesalahan. Apalagi dia sampai diberi tip kelewat banyak.
"Puji Tuhan!" Dia masih berdiri di meja yang sepasang tadi tinggalkan. Pandangan matanya terpaut pada lembaran yang berada dalam genggaman. Kemudian dia mengerjap, juga menampar wajahnya. Dia terbengong lagi di sana, padahal pipinya terasa panas.
Tiba-tiba, terdengar suara ponsel berdering.
Pemuda itu mengerjap dan meraba sakunya. Akan tetapi, suara itu berasal dari ponsel yang tergeletak di atas meja. Pemuda itu tergagap dan celingak-celinguk. Ia meletakkan ponsel itu pada nampannya dan berlari menuju dapur.
Prang!
Ia tersandung dan bawaannya terjatuh. Paniklah dirinya ketika banyak sepasang mata menatap pose anehnya yang menyalamatkan ponsel milik Uchiha Sasuke."Pu-punya Uchiha Sasuke, B-bos!" Lalu ia berikan uang yang diterimanya dan hendak berlari keluar kafe untuk mencari Si Pemilik ponsel...
Tapi, kesialan lainnya menghadang niat baik pemuda malang ini.
"Berikan padaku," kata seorang gadis berambut pirang. Mata birunya berkilat penuh amarah saat merebut ponsel tersebut dari tangan pemuda yang bergetar. Bukan hanya sikapnya, namun tubuhnya yang sintal menarik perhatian orang-orang di sana.
Yamanaka Ino merupakan korban kesekian dari kencan buta dengan Uchiha Sasuke yang direncanakan oleh Naruto. Gadis itu menurunkan kacamata hitamnya, mengeluarkan dompetnya, dan menghitung sejumlah uang untuk dikeluarkan.
"Dia pergi kemana?" Tanyanya dengan sinis.
"T-tidak tahu. Dia pergi tiba-tiba dengan ga-gadis yang duduk bersamanya." Tangan Ino berhenti bergerak. Ia tatap lekat pemuda yang ketakutan itu, lalu melemparkan uang dan pergi meninggalkan kafe.
Sialan!
Ino mengumpat dalam hati. Padahal sebelumnya ia yakin betul dapat memikat hati Uchiha Sasuke, mantan teman SMA-nya. Dia pikir dirinya bisa memamerkan kencannya hari ini pada Haruno Sakura dan berkata bahwa ini...
.
.
.
Bukan Sekedar Angan
© QR
Naruto Masashi Kishimoto
