The Real Love
Chapter 2
[Naruto Fanfic by Cherry]
"Sakura!" terdengar suara seseorang memanggil ketika Sakura baru saja keluar dari kelasnya.
Sakura berbalik, lalu mendapati Hinata sudah berdiri di belakangnya, "Kamu mau ke mana?" Tanya-nya dengan ekspresi datar.
"Hem…aku…mau ke toilet.. iyah… toilet.." Sakura buru-buru mencari jawaban yang tepat, padahal ia berniat menemui Sasuke. Bukannya tidak mau mengajak Hinata, tapi nanti ia pasti merasa tidak enak pada Sasuke, kalau datang dengan membawa teman.
"Ya sudah,aku mau ke perpustakaan dulu. Ada buku yang harus kucari. Nanti kamu langsung menyusul saja. " tukas Hinata, lalu beranjak keluar kelas.
"Huft, untung saja Hinata tidak curiga. Aku jadi tidak enak… barusan aku bohong padanya." Sakura berbisik dalam hati.
Sakura meneruskan langkahnya di lorong sekolah, lalu berbelok memasuki kantin. Ia menebarkan pandangan ke seluruh penjuru kantin, tapi tidak mendapati sosok Sasuke di sana. "Haduh,dia di mana yah.. Aku kan tidak bisa lama-lama, bisa ketahuan Hinata."
"Hai Sakura." terdengar seseorang menegur.
"Hay." Sakura berbalik, berharap yang memanggilnya Sasuke.
"Sedang apa sendirian? Mana hinata?" ternyata Kakashi.
Sakura sedikit kecewa, "Tidak, aku hanya mau makan sebentar. Hinata katanya sedang di perpustakaan. Kamu susul saja, ada perlu dengannya?"
"Ah, tidak… Kalau begitu kita makan sama-sama saja , yah?" Kakashi sumringah, "Kebetulan aku juga mau makan."
Sakura jadi bingung sendiri, "Ng… iyah…boleh saja." ujar gadis itu akhirnya.
Dan setelah bersusah payah menghindar dari Kakashi, Sakura masih belum menemukan sosok Sasuke. Bahkan sampai masuk kelas pun, sosok Sasuke tetap tidak kelihatan.
Sakura masuk kelas dengan langkah gontai.
"Hey Sakura, kamu kenapa? " Tanya teman-temanya yang lain, "Sakit yah?"
Sakura hanya menoleh lalu menggeleng.
Sepasang mata yang memperhatikan kejadian itu dari jauh, hanya bisa tersenyum puas.
Bel pulang sudah berbunyi, Sakura melangkah keluar kelas diikuti Hinata.
Tiba-tiba Sakura teringat sesuatu, dia merogoh kantong baju seragamnya, "Hinata, kamu pulang duluan yah. Ada yang hilang, aku mau mencarinya dulu." Ujar sakura buru-buru. Hinata hanya diam karena tidak ada kesempatan menjawab, Sakura berlari menuju kantin.
Sakura mengamati meja kantin, di mana dia duduk dengan Kakashi tadi siang. Tapi yang di carinya tetap tidak ketemu.
"Bagaimana ini?... duh.." Sakura hampir menangis.
"Kamu mencari ini? " seseorang menyodorkan handphone pink kepada Sakura.
"Ah, iyah.. Terima kasih yah…." Sakura tertegun melihat siapa yang ada di hadapannya, "Sasuke?"
"Iya, hati – hati dengan benda itu. Kalau hilang bisa bahaya, kan.." Sasuke memperingatkan.
"Iya, di sini banyak foto-fotoku dengan orang tuaku." Sakura tersenyum.
"Maafkan aku soal tadi siang, aku ingkar janji. " ujar Sasuke dengan nada penyesalan, "Tadi aku cedera waktu pelajaran olahraga, jadi harus istirahat di UKS. Mereka tidak mengijinkanku keluar. Padahal, aku ingin sekali bertemu kamu tadi siang."
"Oh, tidak apa –apa. Kamu cedera?"
"Yah, begitulah. Gara-gara main basket. " sahut Sasuke singkat.
" Lalu, mengapa kamu bisa menemukan handphone-ku? "
"Setelah bel pulang sekolah berbunyi, aku buru – buru ke kantin. Berharap kamu akan kembali ke sini. Tapi aku malah menemukan handphone mu."
Sakura tersenyum malu, bahkan setelah pulang pun, Sasuke masih berusaha mencarinya. Ia menyesal, karena tadi ia menyangka Sasuke hanya mempermainkannya.
"Jadi, aku bisa jadi temanmu?"
Sakura hanya mengangguk, sambil tersenyum
"Terima kasih, Sakura…" Sasuke membalas senyuman gadis itu.
"Ng.. sampai di sini saja yah." Sakura berhenti melangkah, beberapa blok dari rumahnya.
"Kenapa? Tidak ingin aku antar sampai ke rumah?" Sasuke heran.
Sakura ragu-ragu, "Tidak usah, rumahku sudah dekat, Lagipula,nanti kamu terlambat pulang. Sudah dulu yah." Sakura buru – buru melanjutkan langkahnya, meninggalkan Sasuke yang masih heran dengan ucapan Sakura barusan.
Seminggu pun berlalu, dan selama seminggu itu pula, Sakura dan Sasuke selalu pergi dan pulang sekolah bersama, walau mereka tidak bisa bersama selama di sekolah. Sakura meminta Sasuke untuk tidak terlalu dekat dengannya di sekolah, tentu saja supaya Hinata tidak menyadari kedekatan mereka.
"Sakura." ujar Sasuke di suatu siang, saat mereka baru saja melangkah keluar sekolah.
"Ya..ada apa, Sasuke?" Sakura menoleh dan tersenyum.
"Senyuman yang manis." sahut Sasuke dalam hati.
"Hmm, aku mau menanyakan sesuatu."
"Tanyakan saja." Sakura jadi penasaran.
"Apa kamu mau jadi pacarku?" Sasuke berujar dengan singkat, tapi ucapan itu membuat pipi sakura bersemu merah.
"Kamu tidak mau yah?" Sasuke memandang Sakura dengan wajah memelas, karena gadis itu hanya terdiam.
"Aku mau, mau sekali.. tapi… sepertinya tidak bisa.." Sakura berbicara dalam hati, "Tapi..dia…"
"Tentu saja aku mau." ujar Sakura tiba-tiba. Sasuke terperangah..
"Benarkah?" cowok itu memastikan, "Kamu menerimaku?"
"Iyah!" Sakura sumringah, tapi hatinya berkata lain, menentang… dengan sebuah alasan pasti!
Fiuhhh..akhirnya slesai yg kedua
XD
reviewnya yah ^^ kyknya narasi saiia msh acak2an... *mikir2*
tengkies
