CHAPTER 2

"Kau, menghampiriku, apakah kau sebelumnya ke rumah sakit dahulu menjenguk Irene?" tanya Jin Young.

Jae Joon pun melirik pada Jin Young seperti hendak mengatakan sesuatu.

"Aku," Jae Joon memutuskan kata katanya.

Lalu tiba tiba Jae Joon menghilang. Jin Young pun kembali ke posisi duduknya dan waktupun kembali berjalan. Suho dan Jin Young saling bertatap mata. Tanpa sepengetahuan Suho dan Jin Young ternyata Baekhyun memperhatikan dari belakang.

"Kau cemburu?" tanya Chanyeol merangkul sahabatnya.

"Cemburu? Untuk apa? Memangnya dia siapa?" ucap Baekhyun sambil mengalihkan pandangannya dari Suho dan Jin Young.

"Lihatlah wajahmu saja memerah." Ucap Chanyeol sambil menunjuk pipi Baekhyun.

Kemudian Baekhyun pergi dari hadapan Chanyeol. Tiba tiba Seulgi datang menghampiri Chanyeol.

"Kau benar-benar Park Chanyeol?" tanya Seulgi.

"Um, ne. Waeyo?" jawab Chanyeol.

"Aaaa! Jeongmall? Bolehkah kita foto bersama? Um, boleh aku minta nomor teleponmu? Pin mu?" tanya Seulgi tergesah gesah.

"Um, baiklah. Ini nomor handphoneku. Pinku." Ucap Chanyeol sambil memberikan selembar kertas pada Seulgi.

"Woah! Gomawo!" teriak Seulgi sambil membungkukkan badannya pada Chanyeol.

"Apakah kau akan menelponku?" tanya Chanyeol pada Seulgi.

"Telpon?" Seulgi bingung.

"Um, aku pikir karena kau meminta nomor teleponku itu artinya kau ingin berkenalan denganku." Ucap Chanyeol.

"Um, baiklah. Aku akan menelponmu. Nanti, malam?" tanya Seulgi malu malu.

Chanyeol pun mengangguk. Seulgi melompat kegirangan. Dan langsung berlari menuju kelasnya. Chanyeol hanya bingung pada Seulgi. Selama beberapa menit saling menatap Suho akhirnya memalingkan pandangannya dan berdiri.

"Aku benar-benar minta maaf." Ucap Suho sambil menundukkan kepalanya.

"Aku tidak bisa menahan diriku. Aku hanya, kau tahu. Sesuatu yang mustahil. Terima kasih sudah mau menatap mataku. Aku beruntung bisa memiliki kau sebagai temanku." Lanjut Suho sambil pergi meninggalkan Jin Young. Jin Young pun bingung. Sementara di kelas Baekhyun menjatuhkan semua barang yang ada di mejanya. Kebetulan di kelas sedang kosong. Lalu tiba tiba Suho memasuki ruang kelas. Suho pun menatap Baekhyun.

"Noe waeire?" tanya Suho.

"Naggawa." Ucap Baekhyun sambil keluar meninggalkan Suho.

Suho pun bingung dengan sikap Baekhyun. Kemudian Suho membereskan semua barang barang Baekhyun yang berjatuhan. Seketika itu, Suho melihat sebuah foto yang menempel pada salah satu buku Baekhyun. Suho memperhatikan foto tersebut dan merasa kaget.

"Bwon Jin Young?" ucap Suho kaget.

Kemudian Chanyeol masuk ke dalam kelas.

"Noe mwoya?" tanya Chanyeol.

"Um, ini. Aku hanya membereskan buku buku Baekhyun. Aku tak sengaja menyenggol mejanya, dan bukunya terjatuh." Ucap Suho buru buru menaruh buku Baekhyun ke meja.

"O, okay." Ucap Chanyeol yang langsung duduk dibangkunya.

Suho pun segera membereskannya dan pergi keluar kelas. Sementara Baekhyun sedang duduk di bangku taman sekolah sambil mendengarkan sebuah lagu.

The way you cry, the way you smile

Naege eolmana keun uimiin geolkka?

Hagopeun mal, nohchyeobeorin mal

Gobaekhal tejiman geunyang deureoyo i'll sing for you, sing for you

Geunyang hanbeon deutgo useoyo

Sesaat ia mendengarkan lagu, tiba tiba ia teringat pada sesuatu.

"Um, kau tak perlu mengelapnya, aku akan panggil petugas kebersihan. Ini ambil saja supku. Aku belum memakannya." Ucap Jin Young sambil menyodorkan semangkuk sup pada Baekhyun.

"Eobso." Ucap Baekhyun yang masih mengelap lantai yang basah.

"Ambil saja aku tidak lapar." Kata Jin Young yang terus saja menawarkan supnya.

"AKU BILANG TAK PERLU!" teriak Baekhyun pada Jin Young.

Baekhyun hanya menghembuskan nafasnya. Ia seperti menyesal berteriak kepada Jin Young.

"Na jeongmall mianhae." Ucap Jin Young sambil berlari keluar kantin.

"Kau, apakah kau benar-benar menyukai Baekhyun?" tanya Suho tidak mau menatap mata Jin Young.

"Uh?" Jin Young bingung.

"Kau, sangat fanatik dengannya?" tanya Suho lagi.

"Um, Aku, aku hanya.." Jin Young menjawab ragu ragu.

"Lihat mataku! Tatap!" ucap Suho sambil menatap mata Jin Young.

Baekhyun pun membuka matanya.

"Lihat mataku. Tatap." Ucap Baekhyun mengulang kata kata Suho.

Kemudian ia memikirkan sesuatu.

"Mungkin aku, terlalu .. berlebihan. Mungkinkah jika, aku melupakannya?" ucap Baekhyun sambil menatap awan.

Baekhyun kemudian menundukkan kepalanya dan sedikit menangis. Sementara Suho terus saja berlatih basket di saat salju sedang turun. Ia teringat dengan kejadian tadi siang.

Seketika itu, Suho melihat sebuah foto yang menempel pada salah satu buku Baekhyun. Suho memperhatikan foto tersebut dan merasa kaget.

"Bwon Jin Young?" ucap Suho kaget.

Suho tidak menghiraukan buku tersebut dan terus saja berlatih basket.

"Ini adalah sekolah terakhir di musim dingin. Besok libur musim dingin. Apa yang harus aku lakukan?" ucap Suho sambil melempar bola basket bukan ke arah ring.

Tiba tiba bola basket itu mengenai seseorang.

"Aaa!" teriak wanita yang terkena bola basket tersebut.

Suho pun berlari ke arah wanita tersebut.

"Noe gwenchana?" tanya Suho.

"Um, apparaghu.." ucap wanita tersebut.

"Eh, Wendy?" ucap Suho kaget.

"Mwo? Uh?! Suho?! Kau Suho leader tim basket Exo?" tanya Wendy sambil terus mengusap matanya.

Tak lama Wendy akhirnya dapat melihat wajah Suho dengan jelas.

"Eh?! Igeum waeireyo?" ucap Wendy kaget.

Suho hanya tertawa pada Wendy.

"Kau terkena bola basket, dan itu karena aku. Mian." Ucap Suho sambil sedikit tertawa.

"Eh? Gwenchana. Aku yakin ini hanya memar kecil." Ucap Wendy.

"Tapi jidatmu memar. Itu membiru." Ucap Suho.

"Uh? Geuddeyo? Andwe.. aku harus menutup memar ini eotteokye?" ucap Wendy sambil mengusap jidatnya.

"Um, tak apa. Ayo ikut aku." Ucap Suho sambil menarik lengan Wendy.

"Aku akan mengambil obat merah. Kau duduklah." Kata Suho sambil mengambilkan sebuah obat merah dan kapas.

Suho menuangkan obat merah ke kapas yang ia ambil. Lalu menempelkannya ke jidat Wendy.

"Ini, pakai topiku. Orang orang tidak boleh melihatmu terluka." Ucap Suho sambil memberikan topinya pada Wendy.

"EXO?" tanya Wendy yang kaget melihat topi bertuliskan Exo tersebut.

"Sudahlah." Ucap Suho sambil menutup pintu UKS dan membawa Wendy menuju ruang kelas Wendy.

"Masuklah." Ucap Suho.

"Um, gomawo." Jawab Wendy sambil memasuki ruang kelasnya.

Saat memasuki ruang kelas, Seulgi yang pertama kali tertawa melihat Wendy memakai topi Exo.

"Hey, sejak kapan kau menjadi begitu fanatik pada Exo?" tanya Seulgi sambil tertawa.

"Hiish diamlah!" ucap Wendy kesal.

"Lagipula sejak kapan juga kau berani meminta nomor telepon Chanyeol dan mau bertelefonan dengannya?" lanjut Wendy dengan suara kencangnya.

Semua orang di kelas pun terdiam.

"Ah, mwo? Nomor telepon? Yang benar saja. Lihatlah teman teman Wendy itu tukang bohong." Ucap Seulgi.

"Hey! Jangan Bohong!" teriak Wendy.

"Andwe! Sshshsh.. Chanyeol bilang ini rahasia. Tidak boleh di ketahui oleh masyarakat umum." Ucap Seulgi sambil berbisik pada Wendy.

Suasana kelas pun kembali normal. Wendy dan Seulgi pun saling marah memarahi. Sementara Jin Young masih galau dengan ucapan Baekhyun dan Suho.

"Um, kau tak perlu mengelapnya, aku akan panggil petugas kebersihan. Ini ambil saja supku. Aku belum memakannya." Ucap Jin Young sambil menyodorkan semangkuk sup pada Baekhyun.

"Eobso." Ucap Baekhyun yang masih mengelap lantai yang basah.

"Ambil saja aku tidak lapar." Kata Jin Young yang terus saja menawarkan supnya.

"AKU BILANG TAK PERLU!" teriak Baekhyun pada Jin Young.

"Lihat mataku! Tatap!" ucap Suho sambil menatap mata Jin Young.

"Aku benar-benar minta maaf." Ucap Suho sambil menundukkan kepalanya.

"Aku tidak bisa menahan diriku. Aku hanya, kau tahu. Sesuatu yang mustahil. Terima kasih sudah mau menatap mataku. Aku beruntung bisa memiliki kau sebagai temanku." Lanjut Suho sambil pergi meninggalkan Jin Young.

Tiba tiba Jin Young memikirkan suatu hal.

"Mereka berdua tidak mencintaiku kan?" ucapnya.

"Ah! Andwe, aku benar-benar bermimpi.." ucapnya sambil memegang pipinya sendiri.

Lalu tiba tiba seseorang menghampirinya.

"Mianhae. Aku keterlaluan ya." Ucap seseorang tersebut.

"Uh? Baekhyun?!" Ucap Jin Young kaget.

"Aku baru memikirkannya, dan rasanya, pasti aku salah. Soal yang tadi aku ucapkan padamu, na jeongmall mianhae.." ucap Baekhyun sambil menundukkan kepalanya.

"Um, naneun gwenchanaheyo.." jawab jin Young gugup.

"Apakah kau pernah berpikir, seorang artis terkenal mencintaimu?" tanya Baekhyun.

"Ah, itu tidak mungkin.. lagipula, jika artis itu seperti Super Junior? Hah.. itu benar-benar hanya mimpi." Ucap Jin Young sambil tersenyum senyum sendiri.

Kemudian tiba tiba Baekhyun memegang pipi Jin Young.

"Uh?" Jin Young bingung.

"Ini hangat. Um mian." Ucap Baekhyun sambil langsung melepas tangannya.

"Um, aku suka dengan wanita yang pipinya hangat. Karena itu menghangatkanku. Um maaf." Ucap Baekhyun sambil pergi meninggalkan Jin Young.

Jin Young pun kaget dan langsung menyentuh pipinya sendiri.

"Ini? Hangat? Aaa! Eotteokye? Aku harus bagaimana? Baekhyun memegang pipiku! Aa!" teriak Jin Young.

Baekhyun yang memperhatikan dari jauh pun hanya tertawa. Lalu tiba tiba handphone Baekhyun berbunyi.

"Ne, wae?" ucap Baekhyun.

"Mwo? Pindah kamar?!" teriak Baekhyun kaget.

Kemudian Baekhyun langsung berlari mencari Chanyeol. Saat ia bertemu dengan Chanyeol, Baekhyun langsung menepuk punggung Chanyeol.

"Kenapa kita dipindah lagi? Kita sudah 5 kali pindah kamar. Kali ini kemana?" tanya Baekhyun sambil terengah engah.

"Um, Chen tidak suka tidur dikamarnya. Dia ingin kita bertukar. Dan aku menyetujuinya." Jawab Chanyeol sambil berjalan membawakan koper Baekhyun.

"Noe waeire? Kenapa kau menyetujuinya? Aku lelah Chan!" teriak Baekhyun pada Chanyeol.

"Chen bilang akan mentraktir kita makan kalau kita mau bertukar kamar dengannya." Jawab Chanyeol.

"Mwo?! Itu semua demi traktiran makanan?!" teriak Baekhyun.

"Ne." Jawab Chanyeol.

"Kalau hanya untuk makanan kenapa kau tidak bilang padaku?" tanya Baekhyun dengan lemas.

"Karena kau tidak pernah menepati janjimu." Jawab Chanyeol.

Baekhyun pun akhirnya berjalan dengan malas. Sesampainya di kamarnya, Baekhyun menyuruh Chanyeol untuk mengambil sepatu tidur di ruang depan. Saat Chanyeol mengambilkan sepatu tidur, Baekhyun pun mengganti bajunya di kamar, karena hari sudah semakin gelap. Sedangkan Jin Young tidur bertiga dengan Seulgi dan Wendy. Sesaat itu Wendy tiba tiba saja mencium bau sesuatu.

"Apakah kalian menciumnya?" tanya Wendy.

"Uh? Bau apa? Memangnya ada bau sesuatu?" tanya Seulgi bingung.

"Ciumlah! Ini bau sebuah roti rasa Strawberry!" ucap Wendy pada Seulgi.

"Bhakss.. roti strawberry? Jadi kau ingin makan itu?" jawab Seulgi sambil tertawa.

"Hey, aniya." Jawab Wendy kesal.

"Hey hey, aku mencium sesuatu kurasa." Ucap Jin Young.

"Mwoya?" jawab Seulgi dan Wendy.

"Um, bau yang tidak asing lagi." Jelas Jin Young.

Jin Young pun akhirnya mengikuti darimana bau itu berasal. Bahkan Jin Young sempat menabrak meja dan kursi karena ia mencium aroma tersebut sambil memejamkan matanya. Tak lama ia akhirnya menemukan aroma tersebut dan menabrak sebuah benda berbahan kain yang berisi sesuatu yang keras. Seketika Jin Young membuka matanya perlahan.

"Noe mwoya?" tanya Baekhyun yang sedang memakan roti strawberry.

Jin Young dan Baekhyun saling bertatapan dan kaget.

Love and Death-