Main cast :

Lee jeno

Huang renjun

Lee minhyung (Mark)

Zhong chenle

Na Jaemin

Park Jisung

Haecan

and many more/?

Genre : yaoi, sad, angst

Rated : PG17

Length : Chapter


L'e JenoZ present~


' kau masuk ke kehidupanku dan membuatku tertarik padamu, aku mencintaimu sampai kapan pun. Tapi bisakah kau menyadari perasaanku? bahwa aku sangat mencintaimu '


Jeno masih ingat,

ketika ia kecil ia pernah di tolong oleh renjun. saat jeno tak menemukan kedua orang tuanya.

Renjun datang menyelamatkannya, menemaninya mencari kedua orangtuanya.

itu adalah pertemuan pertamanya dengan namja berkebangsaan china itu,

semenjak saat itu mereka sering bermain bersama, mandi bersama bahkan tidur bersama

Jeno menyukai renjun sejak mereka bertemu,

Ia menyukai semua yang ada pada diri renjun,senyumnya, wajahnya, kedua matanya, hidungnya, bahkan bibirnya

Baginya renjun adalah malaikat terindah yang tuhan kirimkan untuknya

Namun sayangnya renjun tidak berfikir demikian,

Kini mereka sudah menginjak sma,

masa dimana kata orang orang

Masa - masa yang paling indah sebelum manusia menjadi dewasa

Seperti saat ini, renjun sudah menjemput jeno dengan hoverboard biru toscanya

Renjun masuk ke kamar jeno tanpa izin, dan bisa ia lihat jeno sedang memakai bajunya

" yakk huang renjun bisakah kau mengetuk pintu sebelum masuk kamarku ? " ujar jeno dengan nada kesal,

sementara renjun terkekeh jahil" memang kenapa jeno sayang? " godanya

" bagaimana kalau aku sedang telanjang ? Kau mau dilaporkan sebagai murid cabul di usia 16tahun? " bentaknya, dan renjun tertawa sebentar.

" oke jen, calm okay aku minta maaf " ujar renjun seraya duduk - duduk di kasur jeno yang didominasi warna polkadot

Jeno hanya berdehem malas lalu memasukkan beberapa buku ke tasnya, setelah selesai renjun bangkit dari acara tidurannya dan segera menyusul langkah jeno keluar kamar

" renjun jeno ayo sarapan dulu " ucap nyonya lee, ibu jeno." jeno sarapan di sekolah bu " ujar jeno dan ibunya mengambilkan bekal untuk di beri pada dua orang anak lelaki di hadapannya

" kami pamit " seru jeno dan renjun, nyonya lee dan tuan lee hanya mengangguk

Jeno dan renjun pandai mengendarai hoverboard, seperti saat ini mereka berdua berlomba - lomba untuk cepat - Cepat sampai disekolah.

dan jeno lebih cepat sampai duluan disekolah.

Renjun mempoutkan bibirnya kesal, begitu jeno tersenyum penuh kemenangan dan tertawa terbahak - bahak tatkala renjun memasang pose ngambek

Renjun yang asalnya ngambek mendadak terdiam dengan wajah terpana tatkala dilihatnya seorang namja bertag name chenle sedang berjalan berdua dengan namja berambut ikal berwarna keemasan.

Jeno saja sampai heran melihat tingkah sahabat manisnya itu" huang renjun ? " panggil jeno namun renjun belum sadar juga,

ia masih terdiam dengan posisi yang belum berubah

Iseng Jeno mencubit butt renjun tanpa izin, membuat renjun sadar dan memberikan deathglare pada jeno

" habis kau serius sekali bung " ucap jeno santai

Renjun lalu menatap jeno dengan pandangan ala orang kasmaran, kalau ini anime mungkin kedua pupil mata renjun sudah berubah menjadi bentuk emotikon hati

" aku pikir aku jatuh cinta padanya jeno" ujar renjun seraya mengguncang - guncang badan jeno,

jeno terdiam sebentar, dan renjun melambaikan tangannya

" ah begitu, haha kejar dia kalu begitu " ucap jeno seraya mengambil hoverboardnya diiringin renjun yang mulutnya terus menyuarakan kekaguman terhadap namja yang ia ketahui sebagai adik kelasnya

" jun sudahlah ini sudah masuk " ujar jeno ketika renjun mengoceh tanpa habis memuji chenle,

bahkan sampai mereka masuk kelas

Jeno juga risih dipandangi oleh seluruh penghuni kelas sebelas

" oke sorry " lalu renjun memilih diam seraya tersenyum membayangkan chenle saat ini

Tanpa tahu seseorang diam - diam merasa sesak di hatinya

Jeno, ia tersenyum miris ketika renjun menyukai seseorang yang lain dan parahnya bukan dirinya

sepanjang pelajaran jeno menyibukkan dirinya dengan tugas tugas yang ada, tak dipedulikannya renjun yang sedari tadi sibuk bermain dengan gadgetnya

jeno tau, sampai kapanpun cintanya takkan pernah tersampaikan,

. .

bel istirahat,

jeno duduk bersandar di mejanya. keringat tipis mengalir di sekitar pelipisnya. membuat renjun meraih tisu dan membersihkan dahinya, perlakuan renjun yang tak jeno duga itu membuat pipinya menghangat

" kau serius sekali mengerjakan matematika jen " ujar renjun seraya menatap jeno intens, membuat jeno salah tingkah dan mengalihkan atensinya pada yang lain. asal bukan renjun,

" ah kebetulan sekali pelajarannya gampang " ujar jeno seraya tersenyum,

" jeno yaa " baru saja renjun akan bersuara, dua orang sahabat jeno dan dirinya datang menghampiri sehabis membereskan buku dan peralatan tulis

" kajja kita ke kantin! perutku sudah lapar " ujar haechan seraya mengelus perutnya

" aish haechan kapan kau kurusnya ? " omel jaemin dengan nada cerewetnya, haechan hanya menggembungkan pipinya kesal

" ahaha sudah - sudah ayo kita ke kantin " ujar jeno melerai pertengkaran jaemin hecan yang akan dimulai

" haha lets go!"

sesampainya di kantin mereka segera duduk di meja pojok, karena itu adalah tempat favorit mereka

jeno duduk di sebelah renjun, hecan sebelah jaemin.

tak lama kemudian, dua orang yang jeno temui tadi pagi berjalan ke arah mereka, iris mata renjun nampak cerah dan jeno hanya bisa tersenyum palsu

" bolehkah kami berdua bergabung ? " ujar jisung, jaemin dan haecan mengangguk. dengan perasaan senang, kedua anak itu duduk. renjun mengubah tempat duduknya agar dekat dengan chenle,

tanpa di duga, ada seoran namja berkacamata menghampiri meja mereka dan duduk di tempat yang tadinya diduduki oleh renjun

" ehem kalian tak keberatan kan jika aku ikut bergabung ? " tanya mark dengan aksen canada nya, semuanya menggeleng dan mark tersenyum

" kalian mau pesan apa ? biar aku pesankan " ujar jeno seraya berdiri dari duduknya, mark pun ikut berdiri. membuat semua orang heran

" aku mau mie goreng sama milkshake " jisung

" burger sama jus " chenle

" aku sama kayak chenle " renjun

" nasi goreng sama teh manis " haecan dan jaemin

" oke gidaryeo " ujar jeno diikuti mark menuju tempat pemesanan,

renjun sendiri heran melihat tingkah kakak kelas blesteran itu, sepertinya namja canada itu memang menyukai jeno

ah entahlah, ia hanya heran saja. tak mungkin ia cemburu pada mark karena ia dekat dengan jeno, renjun pun mengalihkan atensinya pada namja yang ia sukai itu dan meminta no. ponselnya


TBC