Authors Note : maaf, chapter sebelumnya sungguh gaje en asal-asalan. Maklum bro, saya pemula. Jadi masih amatiran. Bahkan lupa buat disclaimer hehe...


.

.

.

Ours Story Chapter 2

Disclaimer :

BLEACH © Tite Kubo

.

.

.

Byakuya Kuchiki masih marah dengan Ichigo Kurosaki karena peristiwa malam itu. ia pun menganggap si bocah Jeruk itu sebagai laki-laki yang berbahaya bagi adiknya. Maka Byakuya pun menyuruh Rukia untuk menjauhi Ichigo untuk sementara waktu ini.

...


Keesokan harinya setelah malam yang terasa begitu panjang...

Pagi hari yang damai dikota Karakura, Ichigo terbangun dari tidurnya dengan kepala cenat cenut yang begitu terasa sakit.

"aduh...kenapa kepalaku begitu pusing begini.."ia berusaha bangkit dan duduk di tepi ranjangnya. Ia melihat kesekeliling.

"hm...kenapa aku bisa ada disini, bukannya semalam aku berada di soul society, siapa yang membawaku pulang? Apa mungkin Ishida? Atau..aku pulang sendiri...?

ahhhhhhhh...aku tidak ingat.."ichigo mengurut-urut kepalanya yang sakit. Setelah beberapa menit ia pun berusaha bangkit dan bersiap-siap untuk pergi ke sekolah. sementara di soul society tepatnya di Kuchiki manor. Rukia juga terbangun kurang lebih dengan kondisi yang sama, kepalanya serasa mau pecah, ia pun berjalan sempoyongan.

Namun tidak seperti Ichigo, ia tidak sedikitpun melupakan kejadian tadi malam. Langkah rukia terhenti ketika melewati cermin di kamarnya. ia termenung sendiri di depan bayangan dirinya, dilihatnya beberapa tanda merah masih berbekas di lehernya. Ia menarik nafas panjang, ciuman tadi malam sebenarnya adalah ciuman pertamanya, Rukia tidak pernah sekalipun disentuh oleh laki-laki, semalam adalah yang pertama dan ia nyaris kehilangan semuanya.

"huh...dasar Ichigo Baka..! kenapa juga dia harus mabuk tadi malam" umpat Rukia.

Tapi sudahlah, semua hanyalah sebuah kesalahan. Ichigo tidak secara sengaja melakukannya bukan, jadi lupakan saja. walaupun sesungguhnya, Rukia tidak yakin masih bisa berhadapan dengan Ichigo atau tidak. kemudian, Rukia pun bangkit dan keluar dari kamarnya. ia berusaha untuk bersikap seperti biasa.

"Ohayou Nii-sama.."sapanya pada Byakuya ketika berpapasan di ruang tengah. Byakuya melihat sekilas ke arah wajah Rukia. Hanya sebentar, kemudian seperti biasa dia hanya diam dan berlalu pergi. yah, dia tahu adiknya itu tidak apa-apa dan baik-baik saja.

Di sekolah Karakura, Ichigo berpapasan dengan Ishida di pintu gerbang.

"hei...Ishida.."panggil Ichigo.

"oh..kau Ichigo, kukira kau tidak akan masuk sekolah hari ini. tadi malam kau sungguh mabuk berat" ujar Ishida.

"aku mabuk berat? Benarkah?"

"yah..kau menghabiskan bergelas-gelas sake, apa kau lupa?"

"hmm..pantas saja kepalaku pusing berat"Ichigo memegang kepalanya yang sampai saat ini masih terasa sakit.

"yah...kau dan renji sama-sama mabuk dan benar-benar membuat kami repot tahu tidak.!. aku kasihan melihat kuchiki-san, dia sungguh kesusahan membopongmu tadi malam" jelas Ishida.

"Rukia...? dia membopongku?" Ichigo sedikit merasa tidak percaya.

"apa kau benar-benar lupa Ichigo?"yang ditanya hanya mengangguk, yah.. Ichigo sungguh tidak ingat apapun mengenai tadi malam. Hm,, Rukia...

Seperti biasa, hari Rukia disibukkan dengan pekerjaan segunung di ruangan divisi 13. Ukitake Taichou akhir-akhir ini sering kambuh asmanya dan hal itu membuat pekerjaan Rukia seakan tidak pernah habis. Ia menghela nafas panjang. 'huff... sepertinya aku butuh udara segar' batin Rukia, lalu dia pun memutuskan untuk pulang sebentar ke rumahnya. Yah, minum teh seraya menikmati bunga sakura yang berguguran di pinggir danau di Kuchiki Manor terdengar cukup menyenangkan. Maka Rukia pun berjalan riang menuju rumahnya.

Musim gugur memang tengah berlangsung di Seireitei saat ini. maka tidaklah heran, ketika sampai, Rukia telah disambut ribuan kelopak bunga sakura yang berjatuhan dengan sangat anggun. Ia tersenyum damai.

"tolong buatkan aku teh ya,"pinta Rukia pada seorang pelayan.

"baik, Rukia-sama. Mohon tunggu sebentar" pelayan itu pun berlalu. Sambil menunggu tehnya siap, Rukia berjalan mendekati pohon sakura yang dihadapannya terdapat sebuah danau kecil. Ia pun duduk dibawah pohon dan juga mencelupkan sebagian kakinya ke dalam danau. Dihirupnya udara sekitar yang begitu menyejukkan hati.

Tak berapa lama pelayan datang membawakan teh hangat. Sungguh perfect, suasana yang cantik, teh hangat dan langit biru yang indah. Namun, tak berapa lama setelah pelayan tadi pergi suasana tenang itu seketika buyar ketika sesosok shinigami pengganti berambut orange tiba-tiba meloncat turun dan muncul begitu saja dihadapan Rukia. Rukia kaget, ia bahkan menyemburkan teh yang baru saja diminumnya.

"i...ichii..go.."ia tergagap dan masih terlihat shock.

"hai Rukia, aku datang ehehehe...maaf mengagetkanmu"Ichigo nyengir.

"kau...kenapa bisa ada disini?"Rukia berusaha untuk menenangkan dirinya.

"ya...aku diajak uruhara kesini. Katanya mau melakukan sesuatu, entahlah. Aku ikut saja. tapi karena bosan. Aku kesini, huh..kakiku pegal juga berjongkok di atas pohon"

Ichigo ikut duduk disamping Rukia. Ternyata Shinigami Daiko ini sudah sejak tadi berada diatas pohon sakura menunggu Rukia. Rukia menatap Ichigo yang terlihat pegal dan mengurut-urut kakinya, tiba-tiba saja dia jadi teringat kejadian semalam dan membuatnya segera memalingkan wajahnya

"hoi, midget. Kenapa mukamu aneh begitu?"tanya Ichigo bingung, Rukia hanya diam.

"apa kau sakit Rukia?"tangan besar Ichigo menyentuh dahi Rukia. Seketika rukia merasakan darahnya berdesir cepat. Entah apa yang dirasakannya saat ini, apakah malu?, bingung? Atau malah merasa marah? Dia sendiri juga tidak mengerti. Yang pasti dia sungguh merasa tidak nyaman, satu hal yang dia inginkannya saat ini, yaitu menjauh dari Ichigo SECEPATNYA!.

"eh...kata Ishida, semalam kau kerepotan membopongku. Maaf,, yah..sepertinya semalam aku benar-benar mabuk. Kau tahu, kepalaku pusing sekali bahkan hingga saat ini. aku bahkan tidak bisa mengingat apapun mengenai semalam"celoteh Ichigo panjang lebar. Rukia menoleh ke arah Ichigo.

"kau...tidak..."kata-kata Rukia terhenti ketika ia merasakan pancaran reiatsu disekitarnya. Ichigo pun begitu.

"sedang apa kau dirumahku?, Ichigo Kurosaki"sebuah suara dingin terdengar dari belakang mereka. Ichigo dan Rukia menoleh, ketua klan Kuchiki,

Byakuya tengah berdiri dengan begitu tenangnya walaupun sekarang ia sedang marah.

"huh..kau mengagetkanku, Byakuya... Aku hanya mampir dan ingin bertemu Rukia. Itu saja" jawab Ichigo enteng. Byakuya memandangnya dengan tatapan benci. Bocah jeruk ini sama sekali tidak sopan dan memanggilnya 'Byakuya' saja tanpa embel-embel marga ataupun pangkat. Ichigo bergidik ngeri melihat tatapan mata itu.

"menjauhlah dari adikku...dan pergilah sekarang sebelum aku menghunuskan pedangku ini di perutmu"ujar Byakuya, masih stay cool.

"hei...aku kan hanya ingin bertemu rukia, kenapa kau begitu emosi...AAAaaaaaa" Ichigo ternganga ketika Byakuya benar-benar mengarahkan pedangnya.

"Bakaa!..Aa...Aappa.. yang.. kau,, lakukan...!"Ichigo bingung sekaligus juga ketakutan.

"Nii-sama..!"Rukia berusaha menghentikan kakaknya. Ketika melihat Rukia, Byakuya menarik nafas perlahan lalu menurunkan pedangnya.

"Rukia,.kembalilah ke ruanganmu. Jangan dekati bocah Kurosaki ini" ujar Byakuya seraya memandang sinis pada Ichigo. Rukia pun mengekor pada kakaknya. Sebelum Byakuya dan Rukia benar-benar akan pergi. Byakuya menoleh sesaat pada Ichigo.

"Jangan kau dekati lagi adikku.. dan pergilah dari rumahku sekarang."katanya lantang. Lalu kemudian bersama Rukia, mereka bershunpo ke ruang divisi masing-masing.

Sedangkan Ichigo masih berdiri bingung dan tidak mengerti kenapa Byakuya bisa jadi segarang itu.

"Apa salahku?"batinnya.


...

Byakuya mengantar sendiri Rukia ke ruang kerjanya untuk memastikan si Shinigami Daiko berambut orange berada jauh dari adik angkatnya itu.

"untuk beberapa waktu ini, aku tidak mau melihat kau berada dekat-dekat dengan Ichigo Kurosaki. Dia bocah yang berbahaya !."Perintah Byakuya keras

"tapi Nii-sama, ichigo hanya..."

"sudah kukatakan , aku tidak mau melihatnya bersamamu. Apakah kau mengerti Rukia?" Rukia tidak bisa membantah lagi ucapan kakaknya.

"ya,... aku mengerti Nii-sama" jawab Rukia patuh.

Yah, ketika Rukia mengatakan bahwa dia mengerti. Maka dia benar-benar mengerti dan sungguh-sungguh mematuhi semua perintah dan larangan dari Nii-samanya. Ia tidak sekalipun menemui Ichigo lagi, bahkan janjinya kepada Yuzu dan Karin untuk piknik di taman kota Karakura pun dilanggarnya hanya agar tidak bertemu dengan Ichigo. Rukia bahkan tidak jadi membeli boneka Chappy besar yang diobral di Supermarket Kota Karakura, sekali lagi demi untuk menghindari Ichigo.

Beberapa ajakan banyak ditawarkan kepada Rukia untuk pergi ke kota Karakura, baik itu ajakan Uruhara, Orihime ataupun Tatsuki untuk sekedar minum teh bersama ataupun mengadakan pesta. Namun, demi kepatuhannya semua ajakan itu ia tolak. Ya, dia hanya pergi ke real world jika itu memang penting. Tanpa terasa hampir sebulan, Rukia menghabiskan sebagian besar waktunya hanya berada di Seireitei. Cukup terasa jenuh sebenarnya, tapi mau bagaimana lagi.

Rukia menghela nafas yang terasa begitu berat.

...


TBC

Review pliss..^_^..