Choose?

Chapter 2


Aku terdiam. Apa maksudnya? Bersama? A-apa aku harus menjadi orang ketiga di antara mereka?

"Kumohon tidak disini baek, ikut aku"

Aku melangkah mendahului Baekhyun menuju kearah kantin. Ya, disini sedang sepi karena belum waktunya makan siang.

"Baekhyun" panggilku

Kulihat ia masih menangis walaupun tanpa suara. Melihatnya hatiku teriris, sakit sekali. Hey, siapa yang suka melihat orang yang dicintai menangis?

Perlahan ku seka air mata yang mengalir di pipinya lalu menyingkirkan sebagian rambut panjangnya ke belakang telinganya.

CUP

Ku kecup singkat bibir merah merekahnya. Aku tahu tidak seharusnya, tapi biarkanlah seperti ini. Kulihat ia sedikit mendongakan wajahnya lengkap dengan ekpresi terkejutnya.

"Shh, uljima Baek" ku rengkuh tubuh mungilnya ke dalam pelukanku. Baekhyun hanya terdiam dan balas memelukku.

"Aku tahu kau bingung, tapi aku mohon. Ini demi hubungan kita bertiga" bisikku

"Besok adalah hari kau harus memilih. Mantapkan pilihanmu" bisikku lagi

"Aku tahu kau kuat" ku usap lembut pipinya

"Uljima" ku kecup kedua kelopak matanya

"Kembalilah ke kelas, jangan buat mereka berpikir kau bukan Byun Baekhyun yang ceria seperti dahulu" aku pun berdiri. Bersiap meninggalkannya

"Ne" Baekhyun berucap pelan kemudian melangkah pergi.

Aku masih terpaku di tempatku. Memandang kosong kearah langit, memikirkan segala yang telah terjadi. Apa ini sudah takdirku? Menjadi orang ketiga? Lalu bagaimana cara agar aku bisa bahagia?

Aku menggelengkan kepalaku kuat – kuat. Tidak Oh Sehun, tidak. Relakan Baekhyun untuk Chanyeol, itu yang terbaik. Ya, jangan berpikir Baekhyun akan memilihmu. Tidak.

.

.

.

.

Waktu makan siang sudah tiba. Aku duduk sendirian di sudut kantin dengan semangkuk sup dan soft drink di hadapanku. Tidak berminat sama sekali menyentuhnya.

"Boleh aku duduk disini?" seseorang tiba – tiba berbicara padaku. Segera kutolehkan kepalaku kearah orang tersebut.

Oh, Chanyeol

"Duduklah" balasku singkat kemudian bergeser untuk memberikan tempat duduk bagi Chanyeol.

"Hari ini sangat ramai. Bukankah begitu sehun?" ah, manusia jangkung ini mencoba berbicara padaku

"Ya, sangat ramai" jawabku seadanya

"Well, banyak mahasiswa baru disini. Lihat, sangat kampungan" setelahnya Chanyeol tertawa terbahak – bahak yang terdengar seperti tawa ahjussi mesum –menurutku–

"Biarkan saja, mereka mahasiswa baru Chanyeol" dengusku sebal. Orang ini konyol sekali.

"Ya, apa pun itu" Chanyeol sedikit berdehem sebelum melanjutkan ucapannya "Soal Baekhyun ya"

DEG

Ya Tuhan, manusia satu ini hampir membuatku mati tersedak sup krim yang baru ku sentuh beberapa detik lalu. Benar – benar

"Baekhyun menceritakan semua tentangmu" ungkapnya santai sembari membuka kaleng coke yang tadi dibawa bersamanya.

"Lalu?" tanyaku ambigu

"Well, dia benar – benar menyukaimu. Kurasa posisi ku sedikit tergeser, hahaha" lagi, Chanyeol tertawa.

"Apa tujuanmu membicarakan itu, Park?" desisku

"Kurasa kau yang terbaik untuknya"

"Lalu?"

"Jagalah dia untukku"

"Terserah" jawabku akhirnya

Chanyeol terkekeh dengan wajah bodohnya itu sedangkan aku hanya mengedikkan bahu

"Jangan terlalu dingin sehunna"

"Jangan panggil aku seperti itu" Bisikku tajam

"Hahaha, santai saja kau ini tidak bersahabat sama sekali" Chanyeol menepuk – nepuk bahuku

"Aku rasa Baekhyun akan memilihmu" ucapku dengan senyum terpaksa

"Woah, benarkah? Ah, aku cukup percaya diri dengan itu" Chanyeol menunjukan cengiran yang –menurutku– mengerikan

"Hentikan cengiran bodohmu itu" desisku. Sedang Chanyeol malah tertawa

"Baik – baik. Nah, good luck dengan Baekhyun. Aku pergi dulu" Chanyeol menepuk bahuku sekilas kemudian berjalan meninggalkanku. Aku terdiam

Apa benar aku yang akan dipilih oleh Baekhyun? Atau Chanyeol? Hell, Chanyeol adalah kekasih Baekhyun yang notabene memiliki hati Baekhyun lebih dulu dan... dan yah, aku mungkin tak punya kesempatan sama sekali.

Haft, pusing sekali memikirkan hal satu itu. Lebih baik aku makan saja. Perut ini sudah meronta – ronta minta di isi.

PIP PIP (?)

Smartphone ku berbunyi tanda ada pesan masuk. Ugh, ini masih sangat pagi dan belum waktunya aku bangun dan bersiap ke cafe. Belum lagi kemarin tenaga ku habis untuk belajar. Hah

Eh, tunggu

Ini hari sabtu

Lalu?...

Segera aku bangun dan duduk diatas kasur. Berusaha mengingat sesuatu yang tampaknya menghilang entah kemana. Oh, ada pesan di smartphone ku sebaiknya aku cek saja.

Segera aku meraih ponsel di meja nakas dekat tempat tidurku kemudian membuka pesan yang masuk.

Oh

Ya ampun

Ini dari Baekhyun

Message

From : Wendy

Sehunna, datanglah ke apartemenku jam 4 nanti. akan kuberi jawabanku.

Aku terhenyak dan mataku melebar seketika ketika melihat pesan itu. Haruskah aku senang? Atau aku sedih? Atau keduanya? Hah, membingungkan.

Kutaruh benda persegi panjang itu ke meja nakas. Aku menatap kosong kearah jendela yang menampakan pemandangan kota seoul di sabtu pagi. Hei, reaksi apa yang harus kuberikan? Baekhyun akan memberikan jawabannya padaku hari ini. Dan aku sangat penasaran, siapa yang akan ia pilih?

Hoa, sudah jam 8. Sebaiknya aku bersiap menuju cafe daripada harus terlambat gara – gara memikirkan hal membingungkan seperti itu.

.

.

.

.

KRING(?)

Aku melangkah memasuki cafe dengan lesu. Hell, aku masih lelah sekali

"Yo! Sehunna" seseorang menepuk keras bahuku. Yang tentu saja membuatku berjengit kesakitan.

"YA! Sakit hyung!" teriakku kesalpada si pelaku. Siapa lagi kalau bukan Chunji hyung-_-

"Hehe, mian sehunna. Kau tampak lesu. Gwaenchana?" Chunji hyung tampak mengamati wajahku dengan dahi berkerut. Membuatku membuang napas kesal.

"Ya, aku baik – baik saja" jawabku lemas kemudian berjalan ke ruang ganti.

Mulai lah aku melayani para pelanggan cafe. Mencatat pesanan mereka kemudian mengantarkannya juga. Ah, menjadi pelayan cafe tidak buruk hahaha.

KRING

Ah, ada pelanggan yang datang. Segera aku berjalan menuju pintu dan menunjukan senyuman terbaikku. Tapi...

"Halo, Sehunna"

DEG

"H-Hyung?" aku berucap lirih sambil membelalakan mata tak percaya.

"Ya, ini aku sehunna" seseorang yang aku panggil hyung tadi mendekat lalu menepuk bahuku pelan kemudian tersenyum.

"Ba-baik. Kris hyung" jawabku

Ah, sekedar informasi saja. Namja bertubuh tinggi yang kupanggil hyung ini adalah kakakku. Namanya Oh Yifan, tapi lebih senang dipanggil Kris. Dia bersekolah di kanada dan aku sama sekali tak peduli jika dia pulang. Toh yang dianggap anak oleh eomma dan appa hanya dia. Bukan aku.

"Baguslah, ah ya. Bagaimana kerja paruh waktumu disini?" tanya kris hyung sambil merangkulku. Membawaku ke bagian dalam cafe.

"Baik" jawabku seadanya

Tapi tunggu. Bagaimana dia bisa tahu aku bekerja disini?

"Hyung"

"Ya?"

"Bagaimana kau bisa tahu aku bekerja disini?" aku menahan napas setelah bertanya seperti itu.

"Aku? Yah~ tentu saja dengan sumber – sumber tertentu kekeke" Kris hyung tertawa aneh. Dan aku yang mendengarnya merinding disko. Hyung satu ini memang gila.

"Kau tahu siapa keluarga Oh itu bukan? Keke, aku harus sedikit memaksa abeoji untuk membantuku menemukanmu" Kris hyung tampak santai mengatakannya.

Aku menghela napas kesal. Lalu mendongak menghadap hyung menyebalkan ini

"Aku tahu siapa itu keluarga Oh. Dan untuk apa kau memaksa abeoji menemukanku? Sedangkan aku saja sama sekali tidak dianggap bagian dari keluarga Oh. Apa kau tahu rasanya?" aku menggeram dengan tangan mengepal setelah mengatakan itu.

"Santai saja Sehun. Abeoji mungkin tidak menganggapmu anak. Tapi tenang saja, aku yang bertanggung jawab" Ucapan Kris hyung barusan membuatku sedikit tenang

"Duduklah hyung. Nanti aku akan kembali membawa minuman. Dan kita akan bicara" ucapku tenang kemudian berbalik pergi.

Aku kembali ke meja cafe dimana disana ada Kris hyung yang sedang duduk santai sambil mendengarkan musik melalui earphone nya.

"Hyung" panggilku sambil menaruh dua cangkir esspresso di meja yang tersedia.

Kris hyung tampak sedikit terhenyak kemudian melepas earphone yang dipakainya. Kemudian mendongak ke arahku dan tersenyum.

"Duduklah sehunna, bukankah kita akan bicara?"

Aku mengangguk dengan wajah masam kemudian duduk berhadapan dengan Kris hyung.

"Kapan kau kembali dari kanada?" tanyaku memulai

"Seminggu yang lalu"

"hm" balasku lagi

"Kau kuliah dimana?" tanya Kris hyung

"Kyunghee" jawabku singkat

"Universitas yang cukup bagus." Ucap Kris hyung datar

"Ya" Balasku tak kalah datar

Lalu selanjutnya kami berdua terdiam. Tidak ada yang berbicara sama sekali, sesekali aku melirik kearah Kris hyung lalu melirik kearah lain.

"Hey"

"Apa hyung"

"Apa kau ingin sekolah di luar negeri?"

DEG

Pertanyaan Kris hyung barusan membuatku sedikit terkejut. Tetapi mampu ku kendalikan dengan tetap memasang tampang datar.

"Entah. Memang kenapa?"

"Hm" Kris hyung sedikit berdehem sebelum melanjutkan ucapannya.

"Aku bisa membawamu bersamaku ke kanada. Dan kau bisa bersekolah disana" ungkapnya santai lalu bersandar pada kursi cafe.

"Untuk apa?" tanyaku bingung. "Bukankah tidak perlu? Aku bisa menyelesaikan pendidikanku disini dan mendapat pekerjaan yang lebih baik dibanding harus menjadi pelayan cafe" dengusku kesal

Kris hyung tertawa garing lalu membetulkan posisi duduknya. Kemudian menopang dagu diatas meja dan menatapku intens. Membuatku sedikit risih melihatnya.

"Kenapa tidak? Bukankah dengan sekolah di luar negeri abeoji dan eomma akan mengakuimu lagi?" tantangnya dengan seringai aneh dibibirnya.

"Tidak" jawabku lugas lalu menghela napas dan berucap kembali. "Aku... aku berencana sekolah ke Jepang" aku menundukan kepalaku setelahnya.

Lagi, Kris hyung tertawa. Kemudian manggut – manggut mengerti sambil tetap menatapku. Dengan pose sok tampan ia sedikit mencondongkan tubuhnya.

"Untuk apa kau sekolah disana?" tanyanya mengintrogasi "Bukankah kanada lebih menyenangkan? Kau bisa memacari gadis barat disana" Kris hyung berucap lalu menjauhkan tubuhnya dan tersenyum remeh.

Aku berdecih. Hell, apa maksudnya? Aku sudah punya pacar dan– what, pacar?

Bahkan aku belum pantas menyebut Baekhyun sebagai 'pacar'

Walaupun terlihat seperti itu.

"Ekhem" deheman Kris hyung mengalihkan lamunanku

"Apa?" tanyaku ketus

"Sekarang jam berapa?" tanyanya

"Jam 10" jawabku seadanya

"Apa hari ini kau ada kelas?"

"Tidak"

"Kalau begitu, bagaimana kalau kita keluar sebentar? Berbicara disini membuatku sedikit tidak nyaman" lugas Kris hyung lalu menyilangkan kedua tangannya di depan dada.

Aku terhenyak dalam diam. Aku tidak ingat kapan terakhir kali aku pergi dengannya sebelum appa mulai menghinaku lalu aku kabur dari rumah karena sakit hati dengan ucapan appa.

"Tidak buruk" jawabku lalu berdiri dari dudukku.

"Baiklah" Kris hyung ikut berdiri dan merapikan bajunya di beberapa bagian dan melangkah pergi mendahuluiku.

"Chunji hyung! Aku izin pergi!" teriakku sebelum melangkah mengikuti Kris hyung

TAP

TAP

"Masuklah" Kris hyung membukakan pintu mobilnya layaknya seorang gentleman

Dammit, ini mobil impianku sejak kecil.

"Ferarri? Tidak buruk" desisku kemudian masuk ke mobil

Kris hyung tertawa sebelum berjalan ke sisi lain mobil dan masuk kedalam mobil

"Aku tahu mobil impianmu kiddo, jadi aku sengaja membeli mobil ini untukmu" setelahnya Kris hyung tampak tersenyum lalu beralih untuk menyalakan mesin mobil.

Untukku? Ba-bagaimana Kris hyung bisa tahu? Aku memang tipikal pendiam sejak kecil, jadi. Bagaimana dia bisa tahu?

Banyak pertanyaan yang berkecamuk di pikiranku sebenarnya. Bagaimana ia bisa tahu aku bekerja di cafe? Kenapa ia kembali dari Kanada?

Bagaimana kabar appa dan eomma?

Ugh, memikirkannya saja membuatku sesak. Terlalu banyak masalah yang menggandrungiku dari dulu. Benar, aku memang tak berguna menurut orang tua ku. Mereka pikir aku tak ada gunanya karena tidak sepintar Kris hyung. Tidak setampan Kris hyung.

Lalu aku siapa di keluarga Oh?

Aku selalu ingin seperti Kris hyung. Pintar, tampan, disegani dan begitu di hormati. Ah, masalah – masalah ini membuatku pusing.

Sadarlah Oh Sehun

Ini dunia nyata

"Hei , kita sudah sampai" Kris hyung menggoncang bahuku membuatku tersentak dan kembali ke dunia nyata.

"Ayo turun" Kris hyung melepas seatbeltnya lalu keluar dari mobil

Aku hanya diam dan mengikutinya keluar dari mobil tanpa suara. Aku melongok ke kanan dan kekiri, memastikan keadaan sekitar sebelum berjalan mengikuti Kris hyung dari belakang.

"Hyung, ini dimana?" tanyaku bingung. Hey, apa kau tidak bingung saat seseorang membawamu ke tempat asing dimana disana hanya ada sebuah taman yang tak terurus dan beberapa rumah bobrok disekitarnya?

"Apa kau tidak ingat?" Kris hyung tampak memasang ekspresi bingung kemudian menarikku menuju kursi taman yang tampak sudah berkarat

"Apanya yang ingat? Untuk apa kau membawaku kemari?" dengusku kesal lalu memandang kearah lain.

Kris hyung sepertinya menepuk bahuku. Membuatku menoleh menatapnya, terlihat Kris hyung tersenyum kemudian menepuk kepalaku beberapa kali dan bersandar pada bangku taman dengan santai.

Aku menatap Kris hyung bingung, apa maksudnya 'mengingat' ? memangnya ada hubungannya antara aku dengan tempat kumuh ini? Dasar orang aneh.

"Apa maksudmu? Memang ada yang terjadi antara aku dan tempat ini, hyung?"

"Kau benar – benar lupa, sehunna?" Kris hyung memegang dahiku dengan wajah berkerut, apa sih maksud orang ini?

"Hyung, aku benar – benar lupa" desisku lalu menepis tangan Kris hyung dari dahiku.

"Baiklah" Kris hyung tampak menyerah kemudian kembai bersandar pada kursi taman berkarat ini

"Kau lihat rumah besar disana?" Kris hyung menunjuk sebuah rumah tua besar di ujung taman, terlihat sekali rumah itu tidak terurus dilihat dari temboknya yang sudah kotor dan banyak sampah di sekitarnya.

Aku mengernyit kemudian mengangguk. Bingung dengan maksud Kris hyung menanyakan hal itu padaku.

"Itu rumah kita, sehunna"

DEG

Ru-rumahku?

"Dan taman ini" Kris hyung berdehem pelan sebelum kembali berbicara

"Ini taman pribadi keluarga Oh" ucap Kris hyung pelan.

Aku hanya melongo dengan bodoh. Benarkah? Memang rumah itu rumahku? Memang tidak ada rumah lain selain rumah itu, tetapi.. apa benar?

"Coba kau ingat – ingat lagi, dulu kita sering bermain di taman ini" Kris hyung tampak menendang kaleng coke di dekatnya.

Aku hanya bisa diam. Bingung dan lambat untuk mencerna semuanya, bermain ya? Tunggu dulu, bermain...bermain...

Aku membelalakan mataku saat mengingat sesuatu

'Yifan hyuu~ng tunggu aku! Jangan terlalu jauh dariku!'

'Hahaha! Kejar aku Sehunna!'

'YA~! Hyung–

BRUK

'Huwe!~ Yifan hyung jahat!'

'Mianhae Sehunna sini kubantu berdiri'

'Hiks Hiks'

'Ayo pulang hunna'

Yang barusan itu a-apa? Apa maksudnya?

"Kau mengingatnya?" Kris hyung menatapku. Sedangkan aku menggeleng lemah sebagai jawabannya.

"Yang bisa kuingat hanya kita berlarian di taman ini lalu aku jatuh, dan kau mengajakku pulang" gumamku ragu – ragu.

"Lalu?" Kris hyung terlihat antusias

"Aku tak tahu lagi" desahku pasrah. Membuat Kris hyung ikut – ikutan mendesah pasrah.

"Tapi ingatanmu sepertinya mulai pulih, hunna" Kris hyung tersenyum setelahnya. Menepuk – nepuk kepalaku lembut kemudian berdiri dan menatap lurus kearah rumah tua di ujung jalan itu.

Aku diam dan mengikuti arah pandang Kris hyung. Memangnya ada apa denganku? Apa aku mengalami sesuatu yang buruk hingga aku lupa ingatan mengenai masa kecilku sendiri?

"Hyung" panggilku setelah beberapa saat terdiam. Kris hyung hanya bereaksi dengan berbalik kearahku dengan wajah 'apa?'

"Memangnya... aku mengalami amnesia, hyung?"

Terlihat Kris hyung sedikit gelagapan dan wajahnya sedikit tidak tenang. Aku mengerutkan alis, bingung. Memang yang ku ucapkan itu salah ya?

Kris hyung berdehem sebelum memasang wajah serius dan menatap lurus padaku

"Jawablah hyung" desakku kemudian

"Kau itu... sebenarnya..." Kris hyung terlihat ragu – ragu dalam berucap. Aku menatapnya dengan pandangan menuntut. Oh. Kau tahu rasanya jadi orang penasaran kan?

"Target pembunuhan"

"MWO?"

.

.

.

.

TBC

Muehehe

Pendek banget ya? xD

Mianhae~ deer sibuk parah dan bela2in post chap 2 ditengah kesibukan nih~

maaf ya kalo makin aneh bin gaje-_- abis deer nge post nya juga plotless banget sih xD

sumpah deh, chap 2 ini melenceng jauh dari yang dibayangin deer, udah gitu ceritanya ini romance. tapi nyambung ke crime xD

Ya sudahlah, lagian ga crime banget kok :p

Maaf ya, jawaban Baekhyun buat Sehun ga di chapter ini xD buat yang kefo, deer kayaknya post chap 3 setelah UN deh ya~

Yosh, bacotan deer panjang banget. mending dah ada yang baca xD

Thanks buat yang udah review walaupun ga banyak dan masih bisa di itung jari xD deer loves you so much~ hehe, buat sider2 yang nge visit, makasih juga xD

Last, Mind to review? and keep reviewing! kekeke

January 20, 15:50 DeerHan90