You Are The Apple Of My Eye
Genderswitch!
Cast : All of Member BTS (OOC)
Lee Min Ki (OC)
Semua member BTS merupakan cast namja kecuali Tae Hyung as yeoja
Disclaim : you are the apple of my eyes – taiwanesse film production : 2011
Rated : M
Friendship, love little bit humor. Bad boys life!
Sorry! For bad description! Untuk POV diambil Jung kook dan author saja.
Bold untuk narasi dari Jungkook, anggap saja Jungkook sedang menceritakan pengalamannya .
.
.
.
.
.
Part 2
Setelah ketiganya diperbolehkan memasuki ruang kelas Jung kook dan Jimin segera memindahkan barang – barang mereka ke tempat duduk yang baru. Dengan kesal, Jung kook menaruh berbagai jenis Manga ke dalam laci miliknya. Sesekali melemparkan manga dengan kesal " meskipun aku dan Tae Hyung di SMP sudah sekelas hingga 3 tahun lamanya tapi jarak antara murid nakal dan baik tidak ada perubahan sama sekali" Jung kook menghela nafas kasar "Di pindah ke tempat seperti ini. Sial." Tangannya bergerak membereskan buku – buku yang ada di mejanya. Tae hyung yang sebelumnya sedang mencatat mendongak, menatap punggung Jung kook " sebenarnya siapa disini yang mendapat kesialan? Karena kau duduk di depanku jangan pernah berbuat hal yang kekanakan lagi! Merepotkan " setelah berujar sedemikian rupa Tae hyung kembali mencatat "Jadi murid teladan memang enak,asalkan nilai kalian bagus, kalian dapat memberikan komentar ke orang lain" Tae hyung mulai kesal " siapa juga yang ingin mengomentari mu ?"tukas Tae hyung "Hei, kamu tidak perlu mempedulikannya" ujar Hoseok yang duduk di samping kiri Tae hyung dan sedari tadi memperhatikan mereka. Murid lain meng iyakan perkataan Hoseok "dia hanya bisa masturbasi di kelas saja" tangan Jung kook mulai meremas kertas membentuk kertas itu seperti bola "sial!" ujarnya. "Kamu suka sekali berbuat usil, pasti karena tidak pernah belajar" Ujar Tae hyung " iya" balas Jung kook malas " kamu hebat, kamu pintar sekali" Tae hyung sempat menghentikan kegiatan mencatatnya, menatap kesal punggung Jung kook.
" murid seperti Tae hyung begitu mendapatkan kesempatan, langsung mengurusi kehidupan orang lain" saat murid lain sedang sibuk mencatat materi pelajaran selanjutnya, berbeda dengan Jung kook. Dia nampak serius bermain kartu dengan teman samping kirinya. Dia tersenyum bangga karena memenangkan permainan kartu tersebut. Tangannya menunjukkan tiga buah kartu , kartu wajik berwarna hitam dengan angka dua terpampang disana, kartu love berwarna merah yang terdapat cetakan angka dua dan satu kartu AS. Tae hyung yang berada di belakang Jung kook menatap kesal pemuda didepannya ini. Rasa kesal itu bertambah setelah melihat Jung kook tertawa bangga karena memenangkan permainan. Salah satu kakinya menghentak ke kursi yang diduduki oleh Jung kook Duk! Duk! Duk! Sambil melototkan kedua matanya. Jung kook berbalik tangan kirinya mengacungkan jari tengah untuk Tae hyung. Tae hyung emosi, semakin lama hentakan itu semakin keras. Jung kook menolehkan kepalanya memandang Tae hyung kesal, lalu dia menolehkan kepalanya kearah kiri , tersenyum kembali.
Jung kook berjalan lambat, dimulutnya terdapat sebuah botol kecil sebuah susu yang kini sudah kosong. Matanya menatap sebuah tempat sampah berwarna hitam. Jung kook tersenyum, dia mengambil awalan, dan tuk! Botol kecil itu masuk ke dalam tempat sampah. Senyum dibibir Jung kook semakin lebar, dia juga menjentikkan jari tangan kirinya. Lee Min Ki sedang menggambar sebuah karakter di salah satu buku pelajarannya, dia menggambarkan karakternya sedang tersenyum lebar dengan kepala yang lebih besar dibandingkan ukuran badan . Jung kook berjalan disamping Min ki, tangannya bergerak mengambil buku Min Ki, sontak gerakan itu membuat sebuah garis panjang atau lebih tepatnya coretan yang tak perlu, tangan kiri Min ki segera menutupi gambarnya, dan bergerak mengambil bukunya. "seharian kau menggambar seperti orang idiot, bahkan sepertinya kau tidak punya masa depan!" Minki menarik bukunya " bukan urusanmu!". "memang bukan, aku hanya ingin mengtertawakanmu saja! Hahahah!" tawa Jung kook sambil memukul meja Min ki "Kampungan!" kesal Min ki. Jung kook semakin tertawa keras " Hey idiot! Mengapa yang kau gambar itu semuanya tidak mempunyai rambut? Apa kau sedang melakukan diskriminasi terhadap orang botak ?" Tae hyung yang sedang berjalan disisi lain, beralih ke arah Jung kook dan Minki dari belakang dia menepuk pundak Jung kook dengan sebuah buku yang lumayan tebal. Jung kook membalikkan badannya, karena kalah tinggi terpaksa Tae hyung harus mendongak untuk melihat wajah Jung kook " urusi saja urusanmu sendiri!" karena kesal Jung kook berjalan kedepan meninggalkan Tae hyung dan Minki . Tae hyung merangkul pundak Minki namun matanya tak lepas menatap Jung kook, dia kembali duduk dibangku nya. Membuka sebuah manga yang ada di lacinya, membacanya. Tae hyung masih saja menatap kesal ke arah Jung kook.
.
.
.
Sore itu, Jung kook dan teman – temannya sedang mengayuh sepedanya di salah satu jalan utama di Busan, tepat dibagian bawang jalan itu terdapat sebuah kereta api sedang melaju. Jalanan sore itu, nampak ramai. "aku berjalan seperti kura – kura ya ?" teriak Hoseok yang berada dipaling belakang. "HOIII!" teriak Hoseok lagi. Sementara teman – temannya bergerak menjauhinya. Mereka sampai pada sebuah persimpangan Jimin dan Nam joon memisahkan diri dari mereka, berbelok ke kiri sementara yang lain tetap lurus " Bye!" teriak Jimin, Jimin mulai usil tangan kirinya menepuk pantat Nam Joon, lalu Jimin tertawa. NamJoon yang kesal segera membalas, di tendangnya kaki kiri Jimin. Sementara itu, Yoongi harus berpisah dengan temannya di persimpangan jalan selanjutnya. "Bye !" ucapnya sambil membelok kearah kanan. Tak lama, Jung kook dan Hoseok menghentikan laju sepedanya, menunggu lampu berwarna hijau kembali "Jung kook!" ujar Hoseok , dia menoleh ke kanan melihat kerah Jung kook " Jeon Jung kook!" ulangnya. Jung kook tersadar "
Huh?" balasnya sambil menolehkan kepalanya ke kiri "kamu jangan pernah membuat Taehyung repot" Jung kook menatap Hoseok malas "ck! Apa – apaan ini?" Hoseok mengalihkan pandangannya kedepan " sudah , intinya kau tidak boleh merepotkannya!" Jung kook segera mengayuh sepedanya " cih! Untuk apa aku membuatnya repot?" katanya bergerak menjauhi Hoseok. Hoseok menatap punggung Jung kook kesal. Terdengar desahan nafas berat darinya.
.
.
Di sebuah kamar bercat coklat tua,terdapat beberapa potong kemeja dan celana pendek menggantung disebuah dinding. Samping potongan kemeja itu terdapat sebuah foto seorang model JAV dengan pose yang sangat menggonda. Di pojok kamar tersebut terdapat sebuah rak yang amat berantakan , didalamnya terdapat berbagai koleksi manga dan terdapat sebuah bola basket. " setiap lelaki ingin jadi yang terkuat di dunia, aku juga tidak terkecuali. Suatu hari nanti, aku akan menjadi seorang lelaki sekuat bruce lee!" ucap seorang pemuda, punggunya nampak basah oleh keringat, tangannya sibuk meninju sebuah gambar yang dipasang di dinding kamar itu. Di gambar tersebut, telah dilingkari, lingakaran – lingkaran tersebut menunjukkan titik – titik kelemahan manusia saat kita bertarung, disamping gambar itu terdapat sebuah foto lelaki menggunakan baju adat China , rambutnya berwarna hitam legam. Dia adalah Bruce Lee, tokoh yang diidolakan Jung kook. "Kau - sudah – mati !" teriaknya, tangannya memukul bagian leher dan wajah gambar itu. Peluh semakin membasahi punggungnya. Dia berbalik, membelakangi gambar itu. Bersender, mengatur nafasnya , menghirup sebanyak – banyaknya oksigen di kamar itu. Tangan kirinya bergerak menuju lehernya, mengelap keringat yang ada dilehernya dengan sebuah handuk berwarna pink. Sikunya memukul bagian alat kelamin gambar itu 'tuk!' 'tuk!' berkali – kali ia memukulnya . Well, FYI sebenarnya saat ini Jung kook tidak menggunakan pakaian apapun alias naked! " kenapa kepribadianku sangat berani seperti ini sebetulnya berkaitan dengan keluargaku" Jung kook keluar dari kamarnya menuju arah dapur dimana seorang wanita paruh baya yang menggunakan apron berwarna biru sedang memasak. "Eomma! Shampoo ku sudah habis" ujar Jung kook dan dibalas deheman singkat wanita itu menghentikan kegiatan memasaknya, menoleh ke arah Jung kook " Aigoo! Jung kook gunakan bajumu!" ucapnya sambil mengambil kecap yang berada didepan Jung kook. "sudah sebesar itu – penis Jung kook -" lanjutnya. Jung kook menoleh kearah ibunya, sebelumnya dia nampak mencicipi masakan ibunya. Bermaksud menggoda, Jung kook menggerakkan pinggulnya mendekati ibunya " sudah besar ya eomma?" Ibunya hanya tersenyum meng-iyakan. Jung kook beralih menuju ruang makan sambil tersenyum . Di ruang makan, terdapat seorang pria paruh baya yang sedang menikmati hidangan makan malam buatan ibunya. Jung kook bergerak mengambil sebuah mangkuk dan memasukkan nasi kedalamnya . " ayahku dirumah adalah seorang yang tidak pernah menggunakan pakaian, sama seperti ku". " sekolah mu kemarin menelfon" ujar ayah Jung kook. " sekolah itu berisi murid laki – laki dan perempuan bukan? Disana belajarlah dengan giat!jangan melakukan sesuatu yang aneh – aneh." Jung kook segera menarik kursi disisi kiri ayahnya. Mendudukkan dirinya "melakukan apa ?" balasnya . " makanlah selagi panas, kita bisa bicarakan setelah makan malam" ucap ibunya membawa sebuah makanan dari dapur serta menarik kursi yang berada didepan Jung kook. Ibunya melirik anaknya dan suaminya sebelum dia mulai memakan makanan buatannya. "Nilaimu paling rendah di kelas. Sebenarnya kamu berniat sekolah atau tidak?" Jung kook diam, menikmati makanannya " setiap hari yang kau pikirkan hanya memadu kasih" Jung kook kesal " aku bahkan tidak tertarik pada perempuan" ucapnya sambil mengunyah makanan. Orang tua Jung kook sontak mengehentikan kegiatan mereka menatap anak mereka heran, sedih, dan terkejut. Merasa di perhatikan Jung kook mendongak " aku juga tidak tertarik pada laki – laki" lanjutnya. Orang tua Jung kook saling melempar pandangan,melanjutkan makan mereka masing – masing. " berbicara tentang memadu kasih, cara teman – temanku mengalihkan perhatian Tae hyung berbeda – beda."
Saat istirahat , Tae hyung dan Minki sedang menaiki tangga menuju kelasnya dengan beberapa buku di tangan mereka. Dari arah atas Nam joon langsung bergerak turun , ketika melihat Tae hyung. Keduanya terkejut "Nam joon! Apa yang sedang kamu lakukan?" teriak Minki, Tae hyung hanya menatap tingkah Nam joon. Biasa saja. "Tae hyung!"panggilnya sambil merapikan tatanan rambutnya "akan kutunjukkan sebuah permainan sulap baru kamu adalah orang pertama yang menyaksikan.." tatapannya bergerak ke arah Minki "dan kau Minki kau adalah orang kedua yang melihatnya" Minki hanya tersenyum meledek, sementara Taehyung tersenyum simpul. "Gurauan saja!" ujar Minki. Nam Joon membalas " tentu saja bukan! Ini sebuah hal yang mengagumkan!..". "perhatikan baik – baik" selanjutnya tangan Nam joon mulai bergerak tangan kirinya kini berada di bawah tangan kanan dia melakukannya bergantian, beberapa kali. " cara yang digunakan Nam joon sebenarnya tidak pernah salah. Yaitu membuat hati para perempuan gembira" . Nam joon menggerakkan tangan kirinya membentuk sebuah lingkaran " Perhatikan tangan ini..." tangan yang lain menunjuk tangan yang menggegam. " tadi sesuatu berada ditangan ini..." lanjutnya lalu ia membuka kedua tangannya mengarahkan tangannya kebelakang kepala Minki dan Taehyung mengusak rambut mereka sedikit. Taehyung menatap serius kedua tangan Nam joon. Tampaknya dia tertarik. Nam joon menyatukan kedua tangannya didepan wajahnya, alisnya beradu, di wajahnya nampak ekspresi serius, Taehyung semakin serius menatap Nam Joon. Lalu, Nam joon membuka matanya menatap ke Minki dan Taehyung dan "HUA!" teriaknya membuka kedua tangannya . Minki dan Taehyung sontak terkejut, mereka mundur beberapa langkah dari Namjoon. Nam joon tertawa dengan keras dia menaiki tangga sambil berlari, Minki yang kesal lalu ikut berlari mengejar Nam joon sambil melempar buku yang ada ditangannya. Taehyung dari arah bawah tersenyum lalu tertawa singkat melihat tingkah mereka " dasar sialan kau Nam joon!" teriak Minki.
" dibandingkan dengan si bodoh Nam joon cara menglihkan perhatian Yoongi..." . Saat sedang melakukan kebersihan dikoridor kelas bersama Minki, Tae hyung sesekali tertawa ringan. Di depannya Yoongi yang sudah menunggu Taehyung sambil mendrabbling bola basketnya nampak menyeringai tipis, dia lalu berjalan menuju Taehyung. Saat Taehyung melihat Yoongi, dia menggeserkan badannya ke kiri, Yoongi menggeserkan badannya ke kiri begitu hingga ketiga kalinya Taehyung dan Minki bisa menghindar "Yak! Kim Tae Hyung!" teriak Yoongi dari belakang tangannya mengehentikan kegiatannya, matanya menatap Taehyung, dilemparkannya bola yang ada ditangannya bermaksud agar Taehyung dapat menangkapnya. Namun 'duk!' lemparannya meleset, Minki terjatuh akibat perbuatan Yoongi. Bola basket itu mengenai kepalanya. "Min Yoongi!" teriak Taehyung kesal. " tidak ada yang mengerti bagaimana dia bisa melakukan hal itu ..." Yoongi nampak gelagapan dan membenarkan letak seragam nya .
" Hoseok suka membaca majalah dewasa yang berisikan wanita – wanita berpose sexy dan menggoda . dia bahkan tahu, apa yang tidak aku ketahui" Hari itu sedang pelajaran yang membosankan, Jung kook nampak bersemangat membaca sebuah manga aktifitasnya terganggu akibat suara Hoseok " Kim Tae hyung" panggil Hoseok yang duduk di serong kiri bagian belakang Jung kook. Mata Jung kook melirik kearah Hoseok yang sedang mengajak berbicara Taehyung "Apa kamu ingat album Air Supply yang pernah kupinjamkan padamu ?" sementara itu Taehyung menganggukan kepalanya " iya, memangnya kenapa ?" Hoseok semakin bersemangat "Bulan depan mereka akan mengadakan konser di Seoul. Jika aku mendapatkan tiketnya, would you accompany me?" Taehyung mengerjapkan matanya "pergi ke Seoul?" Hoseok mengangguk "iya, kita bisa gunakan kereta api" Taehyung mengerjapkan matanya bingung, "Minki! Kamu mau ikut juga?" tanya Hoseok ke Minki. Kepala Taehyung menoleh kesisi lain. Jung kook mengerjap kan matanya, alisnya beradu "tentu saja!"balas Minki cepat . "menggunakan cara orang dewasa dalam mengejar Taehyung adalah cara terbaik!" Jung kook mendumel, bibirnya mengikuti ucapan Hoseok, tatapannya sebal, saat akan membaca tiba – tiba Minki menanyakan pada Taehyung "Air Supply itu apa?" Jung kook melirik kearah Minki , mengejek lalu membaca kembali.
Saat malam hari, disebuah kamar bernuansa putih , dimana disalah satu dindingnya terdapat sebuah foto keluarga. Seorang yeoja manis menggunakan kaos berwana putih yang pas di badanya dengan garis hijau di lengannya nampak serius mengerjakan tugasnya. Namun, konsentrasinya sedikit terganggu akibat suara seruling yang – berisik- menganggu konsentrasinya. "menurut sebagian orang, menunjukkan salah satu sisi terbodoh dalam diri kita merupakan salah satu cara mengejar seorang perempuan. Aku pikir..." Taehyung kesal, mentup bukunya kasar lalu beralih ke arah balkon, membuka pintu dan berjalan kerah luar. Dilihatnya Jimin yang sedang memaikan sebuah seruling , Jimin menggunakan kaos berwarna hijau dengan celana yang nampak longgar di kakinya. Dan jangan lupakan sebuah benda menyembul dibalik celananya. Jimin tersenyum bodoh melihat Taehyung keluar hanya menggunakan kaos dan hotpants yang menurut Jimin tampak sexy. " kupikir Jimin sudah pernah melakukan hal tersebut" . " Park Jimin! Hentikan !" teriak Taehyung dari balkon, Jimin mengehentikan kegiatannya " dan sama sekali tidak berguna – sia-sia-". Jimin berhenti sebentar, lalu melanjutkan kegiatannya dengan lagu yang berbeda. Taehyung menghela nafas kasar, matanya menatap kesal kearah Jimin. Dengan kesal, Taehyung masuk kembali ke kamarnya , dia menutup pintu sedikit lebih keras agar Jimin sadar. Namun, Jimin masih belum sadar.
Saat ini, Jung kook sedang tersenyum bahagia memandangi sebuah poster perempuan yang terpampang di salah satu dinding kamarnya. " aku juga menyukai salah satu wanita, tapi untuk sementara ini kami tidak bisa menjalai sebuah hubungan" salah satu pose wanita yang terpampang di dinding itu sedang memamerkan belahan dada serta sebagian kecil vagina milik wanita itu terlihat, peluh disekitar tubuh wanita itu, tangannya bergelayut pada sebuah tiang besi. Pose nya begitu menggoda kaum Adam. Wajahnya khas oriental, rupanya bukan hanya satu buah poster namun ada sekitar empat sampai lima poster yang terpampang. Err.. " tenang saja! Aku akan tumbuh menjadi pria dewasa yang pantas untuknya!" mata Jung kook beralih melihat kearah tissue di meja belajar, lalu dia bergerak mengunci pintu kamarnya agar tidak ada yang mengganggu aktifitasnya. Di dalam kamarnya, dia melakukan 'ritual' setiap malam, yaitu ber – onani!
aduh! maaf berat, gini nih masih ulung jadi sempet salah pencet, maaf ya.
iini aku post lagi, semoga bener deh maaf bgt. arigatou buat yang udh follow, fav sama review. maaf mengecewakan ya!
mwinssi : aku juga suka. selamat, iya ini lanjut.
Vlucuimut : arigatou, maaf updatenya lama
DiraDesfi26 : iya mungkin hehe. chapter kok ini, maaf tidak seperti yang diharapkan
XVlove :iya ini film, sempet booming hehe. maaf mengecewakan..
maya han : hehe, maafkan saya , Jimin mesum juga kan ? hehe
