Beatrice tersenyum senang kepada Alicia. Dia seperti telah menemukan belahan jiwanya.

"Jadi bagaimana menurutmu tentang sekolah ini ?" tanya Beatrice pada Alicia.

"Lumayan," jawabnya singkat. Alicia menoleh pada Beatrice dan kembali tersenyum "Selamat datang."

"Terima kasih," Beatrice mengeluarkan buku kimianya dan segera mengikuti pelajaran.

Pelajaran kimia sudah berjalan kurang lebih 45 menit. Tinggal 45 menit lagi untuk berganti pelajaran. Hal ini membuat Beatrice sedikit mengantuk karena faktanya dia tidak seberapa senang dengan kimia. Dia mengeluarkan sebatang tongkat berwarna cerah dan dia menggulung rambutnya dengan tongkat tadi.

Akhirnya 90 menit telah berlalu. Beatrice segera mengumpulkan tugas yang telah diberikan Mr. Higgins dan segera keluar kelas.

Untuk pelajaran bahasa Jepang, mereka pindah ke kelas bahasa. Beatrice yang baru memiliki Alicia di sekolah ini pun pergi keluar kelasnya bersama dengan Alicia.

"Kau ada kelas Jepang hari ini ?" tanya Beatrice.

"Yeah," jawab Alicia. "Aku mau mengambil bukuku." Lanjut Alicia yang berbelok ke loker nomor 646.

"Kebetulan sekali, lokerku nomor 643," kata Beatrice gembira. Dia mengembalikan beberapa buku yang ada di tasnya dan dia hanya menyisakan buku bahasa Jepangnya.

"Kau benar,"Alicia tertawa saat dia menoleh kea rah Beatrice. "Aku akan mengajakmu berkeliling nanti."

"Terima kasih Alicia," kata Beatrice yang sekarang dia sudah merasa agak rileks.

"Kau bisa memanggilku Ally," kata Alicia.

"Baiklah,"

Mereka berdua pun berjalan ke kelas bahasa. Saat mereka berjalan, Beatrice tertarik oleh dua orang wanita yang memakai seragam Cheerleader .

"Cheerio," kata Alicia. "Salah satu kebanggaan SMU McKinley." Beatrice mengangguk tanda mengerti.

Sesampainya di kelas bahasa. Beatrice disambut oleh seorang lelaki muda yang tersenyum ramah padanya. Muka Beatrice memerah. Dia salah tingkah saat mata abu-abu terang milik lelaki tadi menatap mata mata abu-abu gelap milik Beatrice. Ally menyenggolnya.

"Ini Rory Flanagan, salah satu sahabat baikku," kata Alicia. "Rory, Beatrice, Beatrice, Rory," mereka berdua berjabat tangan.

"Beatrice adalah murid baru disini."

Beatrice tersenyum malu saat berjabatan.

"Senang bertemu denganmu ,Beatrice," kata Rory. "Tertarik dengan bahasa Jepang, huh ?"

"Yeah," jawab Beatrice." Senang bertemu denganmu juga, Rory."

Sementara Rory dan Alicia sedang asyik menceritakan sekolah ini pada Beatrice, bel tanda pelajaran dimulai kembali bordering. Mereka pun segera mengambil tempat duduk.

"Kon'nichiwa, shōgo mae ni asa no yoi kodomo(Halo, selamat pagi menjelang siang anak-anak) ," kata guru bahasa Jepang yang logatnya sangat kental.

"Shi wa, shōgo mae ni asa no yoi (Selamat pagi menjelang siang,pak)," balas semua murid yang ada di kelas itu.

"Ini Mr. Chang," bisik Alicia pada Beatrice.

Beatrice kembali maju kedepan dan memberikan kertas yang tadi dia berikan kepada Mr. Higgins.

"Murid baru ?" kata Mr. Chang yang memelorotkan kacamatanya untuk melihat Beatrice lebih jelas. Beatrice malah membetulkan kacamatanya.

"Kashikomarimashita," jawab Beatrice.

"Baiklah, kau boleh duduk," kali ini Beatrice tidak di perkenalkan oleh Mr. Chang. Dia langsung kembali duduk di sebelah Alicia.

Pelajaran bahasa Jepang selesai tepat pukul 12. Para murid langsung berhambur keluar dan menyerbu kantin.

"Aku akan memanggil Cameron," kata Rory pada Alicia. Alicia mengangguk tanda setuju.

"Aku tunggu di kantin bersama Beatrice," jawab Alicia saat Rory menoleh dan melambai pada Beatrice.

Mereka berjalan ke arah kantin. Sebelum itu mereka berbelok ke loker dan mengembalikan buku bahasa Jepang mereka. Dan Beatrice menyempatkan diri untuk mengelap kacamatanya.

"Ayo aku antar kau keliling," kata Alicia.

Alicia mengantar Beatrice mengelilingi SMU McKinley. Mereka memulai dari kantor guru hingga ke kantin.

"Ini ruangan Glee Club," kata Alicia. "Salah satu kebanggaan sekolah ini juga."

Beatrice memasuki ruangan itu dan mendapati banyak sekali alat musik. Dia memandangi piagam-piagam dan piala-piala yang di pajang di ruangan itu.

"Wow, banyak sekali kejuaraan yang telah kalian menangkan," kata Beatrice kagum.

"Yah, begitulah," kata Alicia. "Ayo, kita ditunggu oleh Cameron."

Sebelum itu, mereka menyempatkan diri untuk mengunjungi gym SMU McKinley.

"Disini tempat para Cheerio dilatih," jelas Alicia. Beatrice hanya mengintip apa yang para Cheerio lakukan. Mereka sedang latihan putaran helicopter yang nampaknya membuat Beatrice tertarik.

Mereka pun menuju kantin dengan segera. Alicia memimpin Beatrice sampai ke kantin dan mengantri untuk mendapatkan makanan. Disana mereka telah disambut Rory dan lelaki berkacamata nerd yang sangat manis dan polos.

"Hai, aku Cameron," sapanya ramah pada Beatrice dan menjulurkan tangannya.

"Hai, Cameron," balas Beatrice dan menjabat tangan Cameron. "Beatrice Malone."

"Senang mengenalmu, Beatrice," kata Cameron seraya duduk di kursi sebelah Alicia.

"Kau sudah ada rencana untuk mengajaknya masuk ke New Directions ?" tanya Cameron pada Alicia. Alicia menggeleng dan berbisik pada Cameron.

"Sepertinya dia tertarik dengan Cheerio,"