Chapter 2/?

Because of a coupon

Cast : Cho Kyuhyun (B), Lee Sungmin (G), and other

Rating : T

Genre : Romance

Disclaimer : Kyu and Min only belongs to God. But this story really belongs to me!

ooOoOoOoo

Valentine di hari Minggu sangatlah tepat waktunya. Karena dengan begitu, seluruh pasangan yang merayakan hari kasih sayang ini dapat pergi berkencan seharian tanpa terganggu kegiatan pokoknya.

Sungmin yang sudah bangun dari jam 7 pagi, sudah lebih dari sejam memilih pakaian yang akan ia pakai untuk kencan hari ini. Kamar bernuansa baby pink itu berserakan dengan pakaian disana-sini. Yah, kau tau sendirilah bagaimana seorang gadis kalau ingin berkencan terlebih lagi di hari Valentine ini, persiapannya jauh lebih lama dan rumit ketimbang mengerjakan soal matematika.

Sungmin mengerang frustasi ketika melihat pantulan dirinya dikaca memakai sebuah dress selutut berwarna hijau tosca. "Arrgghhh, aku frustasi! Kenapa semua baju ini terlihat buruk ketika aku memakainya".

Sudah lebih dari sepuluh pakaian di coba Sungmin, namun hasilnya tidak ada yang bagus dimatanya. Sungmin menjatuhkan dirinya dilantai kamar lalu melihat sekelilingnya yang berantakan akibat ulahnya sendiri.

"Ya Tuhan, kamarku seperti terkena meteor".

Sungmin pun bangkit dari duduknya dan mencoba kembali mengambil sebuah dress seperempat dengan warna baby blue polos. "Kau harapan terakhirku. Jadi, jangan mengecewakanku". Ucap Sungmin berbicara dengan dress yang memang tinggal satu bertengger di lemarinya.

"Wah! Manisnya~". Sungmin memutar tubuhnya di depan kaca sembari tersenyum girang. Dress baby blue seperempatnya memang sangat manis dan cocok ditubuhnya. Lekukkan pinggul Sungmin tercetak dengan jelas, terkesan dewasa dan sedikit sexy.

Dengan wajah gembira Sungmin terus berpose didepan kaca seperti seorang model yang tengah pemotretan. "Hahaha. Memalukan, aku seperti orang gila saja". Tawa Sungmin mencemooh dirinya sendiri.

Diliriknya jam dinding yang terpantul di dalam kaca. Pukul 09:10. Sungmin membulatkan matanya kaget, dengan gerakan cepat ia memakai make up tipis dan menyisir rambut sebahunya lalu bergegas keluar dari kamar.

"Eomma! Aku berangkat!".

Eomma Sungmin yang tengah membereskan dapur terkejut mendengar teriakan Sungmin yang mengagetkannya.

"Kau tidak sarapan?".

Sungmin yang tengah memilih sepatu dirak, melesat kembali ke ruang makan dan mengambil satu lembar roti gandum coklat.

"Bye bye eomma~".

Bruggg (suara pintu ditutup)

"Dasar anak itu, semangat sekali ingin berkencan dengan Kyuhyun".

ooOoOoOoo

Sungmin berjalan sembari menggigit roti gandum coklatnya menuju halte bis didepan rumahnya. Aura riang penuh semangat terpancar jelas diwajah Sungmin saat ini.

"Duu..duu..duu..Kyuhyun akan mengajakku kemana ya?". Sungmin senyum-senyum sendiri seperti orang gila membayangkan kencan romantis nan indah yang sudah memenuhi ruang imajinasinya.

Ketika Sungmin sampai dihalte bis tempat janjiannya dengan Kyuhyun, gadis itu tidak menemukan sosok kekasihnya itu disana.

"Wah, aku kepagian sepertinya". Sungmin mengecek jam tangan yang melingkar di tangan kirinya. "Masih jam 09:33, pantas saja. Aku kan janjian dengan Kyuhyun jam 10".

Terpaksa Sungmin akan menunggu Kyuhyun setengah jam lagi. Tapi pasti Kyuhyun akan datang kurang dari jam 10, pikir Sungmin.

Sungmin pun akhirnya duduk di bangku halte yang tersedia sembari melihat lalu lalang kendaraan. Angin musim dingin masih terasa menusuk tulangnya dan membuat dirinya sedikit bergidik dingin.

Tiba-tiba, sebuah mobil Mercedes Benz S550 putih berhenti tepat didepan halte. Sungmin mengerutkan dahinya bingung.

'Mana mungkin Kyuhyun membawa mobil. Kartu tanda penduduk saja dia belum punya. Ah! Jangan-jangan itu penculik!'.

Sungmin sudah panik dan ingin kabur saja membayangkan kalau-kalau yang didalam mobil itu adalah seorang penculik yang akan menyeretnya lalu menjualnya ke luar negeri dan akhirnya dirinya akan dijadikan bud...

"Hi, Mini!".

Sungmin terkejut bukan main, dengan rasa tidak percaya Sungmin mengucek-ngucek matanya dan membulatkan matanya kearah sumber suara tadi. Memastikan yang dilihatnya benar-benar seorang Lee Siwon!

Sosok tubuh tinggi sekaligus atletis itu keluar dari mobil mahalnya dan berjalan menghampiri Sungmin yang masih belum tersadar dari lamunannya.

"Hei..hei..kenapa wajahmu jadi seperti orang bodoh begitu hah?". Siwon menyentilkan jarinya kearah dahi Sungmin yang sukses menyadarkan gadis itu dari keterkejutannya.

"OMO! Kau benar-benar Lee Siwon oppa? Si kuda dari Seoul? Yang kalau tertidur suka kentut tanpa sadar? Ketika berumur tiga tahun pernah menangis meraung-raung hanya karen...mmmm..mmmm".

Siwon dengan segera membekap mulut Sungmin yang mulai ngaco dan malah membuka aibnya dengan suara keras pula! Gadis ini memang lancar sekali berbicara tentang kejelekan pria berotot itu.

"Ya! Ya! Ya! Kau ini benar-benar semakin bodoh yah. Sekalian saja kau beberkan seluruh aib ku menggunakan speaker".

Sungmin melepaskan tangan Siwon yang membekap mulutnya, lalu dirinya tertawa terpingkal-pingkal melihat Siwon yang sudah berwajah panik karena rahasianya itu.

"Hahahaha. Wajahmu lucu sekali oppa! Kau harus berkaca. Hahahaha seperti pria yang ketahuan mengintip wanita di toilet. Hahahahaha". Tawa Sungmin tak bisa terhenti. Dan Siwon mendengus kesal melihatnya.

"Hey~ beginikah caramu menyambut kedatanganku di Seoul? Menyesal sekali aku membawakan oleh-oleh ice cream dan boneka kelinci besar dari London. Akan aku berikan saja pada Kibum kalau be..".

Mendengar kata 'oleh-oleh' membuat Sungmin tersadar dan berhenti tertawa. "Ya! Ya! Tidak bisa begitu. Kau ini cepat sekali marah oppa~". Ucap Sungmin dengan senjata nada yang dimanjakan.

"Cih, aku tahu betul kelemahanmu Mini! Hahahha".

"Ngomong-ngomong kenapa kau tidak memberitahuku kalau kau sudah pulang dari London, ha? Mengecewakan (-_-")".

Siwon mengacak-ngacak rambut Sungmin. "Aku baru sampai Seoul tadi subuh Min. Sekalian aku ingin membuat kejutan untukmu. Hei, kenapa pagi-pagi begini kau sudah berada di halte? Sekarang kau berprofesi sebagai security halte eoh?". Ujar Siwon menggoda Sungmin.

Mendengar ucapan Siwon tentang satpam halte membuat Sungmin mendaratkan pukulan keras kearah pria jangkung itu.

"Sembarangan! Aku sudah semanis ini kau anggap security? Aku akan pergi kencan tau!". Sungmin mempoutkan bibirnya kesal.

"Aish, begitu saja cemberut. Ohya, apa di rumahmu ada Jaejoong imo (bibi kandung)?".

"Eomma ada kok. Mengapa kau tiba-tiba bertanya tentang eomma?".

"Aku sebenarnya pulang ke Seoul ingin memberikan undangan pernikahanku dengan Kibum. Kami akan menikah bulan depan".

Sungmin tersenyum gembira mendengar berita bahagia dari Siwon. "Wahh chukkae. Akhirnya kau menikahi Kibum eonni. Aku harus kau ikutkan dalam pengiring pengantin nanti!". Ancam Sungmin.

"Tentu saja kau yang akan jadi pengiring pengantin nanti. Ah aku harus buru-buru, Kibum menungguku diapartemen".

Cupp

Siwon mencium pipi Sungmin sekilas lalu memeluknya singkat. Itu sudah jadi kebiasaan bagi keduanya sebagai seorang saudara sepupu yang tumbuh besar bersama.

"Bye bye Mini! Aku akan menaruh oleh-olehnya dirumahmu ya. Selamat berkencan dengan kekasihmu".

"Bye~ terima kasih oppa!". Siwon melambaikan tangannya dan pergi dengan mobilnya secepat kilat.

Sungmin melirik jam tangannya ketika Siwon sudah menghilang dari pandangan. "Sudah jam 10 kenapa Kyuhyun belum juga datang ya?".

Sungmin mengambil ponselnya di tas lalu menghubungi Kyuhyun dengan segera.

...Soriobsi daga on

Kkumgyol gateun i sarange noga

Memareun kkoch-e danbagi dwejon geude...

Lantunan suara penyanyi Navi dalam soundtrack film The servant membuat Sungmin memutar kepalanya kearah kiri. Sungmin sudah hafal betul suara itu, ya...nada dering ponsel Kyuhyun. Sungmin tersenyum ketika melihat Kyuhyun sudah berdiri tidak jauh dari tempatnya berdiri sembari membawa sebuket bunga mawar merah ditangannya.

"Kyuhyunnie~".

Sungmin berlari kecil kearah Kyuhyun yang masih berdiri ditempatnya.

Greppp

Sungmin memeluk Kyuhyun erat . "Sejak kapan kau datang Kyu?".

"Sejak kau dicium dan dipeluk olehnya dengan bahagianya". Jawab Kyuhyun dingin.

Sungmin melepaskan pelukannya dan menatap Kyuhyun. Dari nada suaranya, Sungmin sudah tau ada yang tidak beres dengan kekasihnya itu.

"Kau kenapa?".

Bruppp

Kyuhyun melemparkan dengan keras buket bunga mawar yang digenggamnya tadi kearah Sungmin. Sungmin dengan terkejut menangkap buket bunga itu yang sedikit mengenai wajahnya. Mata kelincinya sudah mulai berkaca-kaca dengan sikap Kyuhyun yang tiba-tiba begitu.

"K-k-kyu...".

Kyuhyun membalikan tubuhnya lalu pergi begitu saja tanpa peduli dengan Sungmin yang mulai meneteskan air matanya.

"K-KYU! TUNGGU!".

Sungmin berlari mengejar Kyuhyun dan memeluk kekasihnya itu dari belakang. "Kau kenapa Kyu? Tadi itu Siwon, dia itu se...".

"Aku tidak mau mendengar apapun darimu Lee Sungmin. Jadi lepaskan aku".

Sungmin bergetar hebat mendengar ucapan Kyuhyun yang dingin dan menusuk. Perlahan Sungmin melepaskan pelukannya. Kyuhyun dengan teganya melanjutkan berjalan tanpa melihat kearah Sungmin.

"KAU SEMESTINYA MENDENGAR PENJELASANKU DULU KYU!".

Kyuhyun benar-benar tidak menghiraukan Sungmin, lelaki itu berjalan dengan santainya tanpa mempedulikan teriakan Sungmin yang dibarengi dengan tangisan.

"Hiks...kau keterlaluan Kyu!". Sungmin menangis sejadi-jadinya melihat punggung Kyuhyun yang pergi meninggalkan dirinya tanpa menoleh kearahnya.

ooOoOoOoo

Setelah tragedi kemarin, Sungmin benar-benar malas untuk bangun di Senin pagi ini. Semalaman Sungmin menangisi sikap Kyuhyun cemburu berlebihan. Dengan lesu Sungmin mengeratkan selimutnya hingga menutupi kepalanya.

Tok..

"Minnie-ya, ini sudah jam setengah tujuh sayang, ayo bangun". Jaejoong mengetuk beberapa kali pintu kamar putri semata wayangnya itu karena tidak ada jawaban dari dalam.

Tok..tokk..tokk

Tok..tokk..tokkk

Sungmin kesal sendiri mendengar ketukan pintu bertubi-tubi yang diketukan eomma nya itu. Dengan terpaksa Sungmin beranjak dari tempat tidurnya. "Iya iya aku bangun eomma! Berhenti mengetuk pintu". Dengan kesal Sungmin mengambil handuk dan masuk kekamar mandinya.

Sungmin berjalan dengan lemas menuju ruang makan. Jaejooong dan Yunho melihat heran kearah Sungmin yang terlihat tidak bersemangat pagi ini.

"Kau kenapa Min? Mukamu menekuk jelek seperti itu". Tanya Yunho yang heran melihat Sungmin berjalan dengan wajah cemberut.

"Tidak apa-apa, hanya lemas sedikit".

Yunho dan Jejoong saling bertukar pandang dan mengerutkan keningnya heran melihat putri mereka yang bersikap seperti orang yang frustasi.

"Apa kau sakit? Mukamu pucat sayang". Jaejoong menghampiri Sungmin lalu memegangi dahi putrinya kalau-kalau dia demam.

Sungmin melepaskan tangan Jaejoong didahinya. "Aku tidak demam eomma. Aku hanya lemas. Aku berangkat ya".

"Kau belum menghabiskan rotimu Min". Yunho menunjuk roti dipiring Sungmin yang hanya digigit dua kali.

"Aku sudah kenyang. Aku pergi".

Jaejoong menggelengkan kepalanya melihat tingkah Sungmin. "Anak itu pasti sedang bertengkar dengan Kyuhyun".

xxXxXxXxx

Kyuhyun menatap ponsel yang ada di genggamannya. Menatap isi pesan yang dikirimkan Sungmin tadi malam.

Kau bukan Kyuhyun-ku ! Kau seperti monster tadi siang! Aku membencimu!

Begitulah isi pesan yang terpampang dilayar ponsel Kyuhyun. Sudah puluhan kali ia membaca kalimat itu tanpa membalas isi pesan tersebut.

Kyuhyun benar-benar shock kemarin, dia sebenernya tidak tega melihat Sungmin yang menangis dan merasa ketakutan ketika Kyuhyun melemparkan bunga kearahnya. Tapi Kyuhyun benar-benar kesal luar biasa! Pria tampan bertubuh atletis itu dengan mudahnya mencium kekasihnya sekaligus memeluk erat walaupun hanya sekilas. Kyuhyun tidak dapat mendengar apa yang mereka bicarakan kemarin, tapi wajah mereka benar-benar sangat bahagia satu sama lain. Jelas saja membuat hati Kyuhyun panas melihatnya, apalagi ketika melihat lelaki itu mencium mesra Sungmin nya!

"Aaarrghhh sialan!".

"Hei Cho Kyuhyun! Perhatikan pelajaran atau kau saya keluarkan dari kelas!".

xxXxXxXxx

Disekolah, Sungmin benar-benar seperti mayat hidup. Dia tidak banyak bicara seperti biasanya dan sangat tidak fokus terhadap pelajaran. Hampir saja ia dikeluarkan dari kelas ketika pelajaran Kang Songsaenim dirinya malah melamun menatap keluar jendela.

"Hei Sungminnie, ada apa denganmu hari ini?".

Sungmin menggelengkan kepalanya yang tertunduk diatas meja ketika Eunhyuk bertanya. "Kau mau berbohong denganku? Kau tidak mau bercerita? Ok, aku juga tidak akan mau menceritakan apapun lagi denganmu".

Mendengar ancaman Eunhyuk, Sungmin mendongkakkan wajahnya dan menatap wajah Eunhyuk dengan mata yang berkaca-kaca.

"Hiks. Kyuhyun hyuk! Dia menyebalkan!".

Eunhyuk sudah menduga, pasti tentang Kyuhyun. Eunhyuk menarik tangan Sungmin untuk mengikutinya. "Ayo kita ke atap sekolah".

Sungmin mengikuti saja ketika Eunhyuk menariknya menuju atap sekolah. Tempat tersepi disekolah dan nyaman untuk bercerita sebuah rahasia.

"Sialan! Kyuhyun melemparkan kearah wajahmu sebuket bunga? Apa-apaan si Cho itu!".

Eunhyuk menahan amarah ketika Sungmin menceritakan kejadian kemarin antara dirinya dan Kyuhyun. "Kau tidak menjelaskan kepadanya tentang Siwon oppa adalah sepupumu?".

"Aku sudah mau menjelaskan padanya. Tapi dia pergi begitu saja tanpa mempedulikanku".

"Benar-benar sakit jiwa si Cho itu! Akan aku beri pelajaran kepadanya".

"Eyy sudahlah, nanti masalahnya tambah panjang. Aku yakin Kyuhyun hanya cemburu berlebihan".

"Tapi Min..dia itu lebih dari berlebihan!".

Sungmin menepuk-nepuk bahu Eunhyuk yang mulai tersulut emosi untuk kembali duduk disebelahnya.

"Sudahlah Hyuk, aku akan menjelaskan padanya hari ini".

Eunhyuk berdecak sebal mendengar perkataan Sungmin. "Kau terlalu baik terhadapnya!".

xxXxXxXxx

Hari ini Sungmin untuk pertama kalinya menunggu Kyuhyun didepan sekolah kekasihnya itu. Dia harus meluruskan semuanya dan menjelaskan pada Kyuhyun tentang Siwon.

"Fuhh, dingin sekali". Sungmin mengusap-ngusapkan tangannya untuk menahan dinginnya udara saat ini.

"Ah! Itu Kyuhyun!". Sungmin berlari kecil kearah Kyuhyun yang baru saja keluar dari gerbang sekolah. Namun, sesuatu menghentikan langkah Sungmin.

"Kyuhyun~ kau sudah janji akan mengatarku ke toko buku. Ayo pergi sekarang~".

Seorang gadis berambut panjang, dengan tubuh bak model bergelayut manja di lengan Kyuhyun. Tingkahnya benar-benar menjijikan. Agresif dan tidak tahu malu.

"Lepaskan Seo! Aku tidak pernah berjanji apapun padamu".

"Kyuhyunn~ ayolah~~ hanya sebentar".

Sungmin yang melihat dari jauh tingkah gadis yang bermanja dengan kekasihnya itu menggeram kesal. 'Apa-apaan ini! Dia mau balas dendam?' Sungmin mendengus dan berbalik arah untuk pergi, tidak ada mood lagi untuk berbaikan dengan Kyuhyun!

Kyuhyun memutarkan bola matanya melihat Seo yang sok imut memaksanya menemani ke toko buku. Kyuhyun melepaskan tautan Seo yang melingkar di lengannya. "Aku tidak mau, Seo!". Sentak Kyuhyun dengan penuh tekanan di setiap katanya. Setelah membentak gadis dihadapannya itu, betapa terkejutnya Kyuhyun melihat Sungmin yang tengah berjalan pergi dengan langkah kesal dari kejauhan.

'Pasti dia melihat tingkah si Seo ini! Sialan!'.

ooOoOoOoo

Sudah dua hari Kyuhyun dan Sungmin tidak saling menghubungi dan bertemu. Mereka berdua benar-benar tengah perang dingin. Namun, sebenarnya keduanya merasakan saling rindu satu sama lain. Karena ego yang besar, maka kerinduan itu hanya bisa mereka pendam hingga waktu yang tidak dapat ditentukan.

"Aku merindukan Kyuhyun". Sungmin memeluk lututnya erat-erat membenamkan wajah di antara lututnya. "Apa dia benar-benar telah melupakanku dan memiliki kekasih baru?".

Semenjak pertengkaran hebat dengan Kyuhyun, malam hari dihabiskan Sungmin dengan merenung dibalkon rumahnya sambil bermonolog sendiri menatap hitamnya langit malam. Terkadang dia mengajak berbicara boneka bunny pemberian Kyuhyun saat ulang tahunnya awal tahun kemarin seperti boneka itu adalah sosok Kyuhyun yang sangat ia rindukan.

"Gadis itu sangat cantik. Badannya bagus, tinggi, langsing, rambutnya hitam lurus. Hiks. Beda jauh sekali denganku. Pantas saja kalau Kyuhyun berpaling kepadanya". Sungmin masih mengingat jelas sosok gadis yang tidak sengaja dilihatnya beberapa hari yang lalu di depan sekolah Kyuhyun.

"Hiks. Kyuhyunnie~".

Tidak berbeda jauh di kediaman Kyuhyun. Lelaki itu tengah serius menatap ponsel pintarnya yang digenggamannya. Satu persatu digesernya layar yang menunjukan foto-foto selca dirinya dengan Sungmin. Terkadang ia tertawa sendiri ketika melihat foto yang ia ambil diam-diam dari Sungmin.

"Hahaha. Menggelikan". Tawa Kyuhyun ketika melihat foto Sungmin yang sedang tertidur di kereta saat mereka tengah pergi untuk menonton musical untuk pertama kalinya.

Foto selanjutnya memperlihatkan Sungmin yang tengah menatap kamera dengan latar sungai Han yang diambilnya saat perayaan ulang tahun Sungmin sebulan lalu. Kyuhyun men-zoom foto tersebut lalu mengarahkan layarnya ke mata Sungmin. "Aku merindukan tatapanmu". Lalu Kyuhyun mengarahkan lagi layarnya kearah bibir pinkish bershape 'M' Sungmin. "Aku juga rindu bibir manismu". Kyuhyun mendesah berat mengingat kekasihnya itu.

Dari lubuknya yang terdalam sebenarnya Kyuhyun sangat ingin berbaikan dan menemui Sungmin, namun lagi-lagi ketika mengingat alasannya kenapa menghindar dari Sungmin adalah karena lelaki tempo hari itu, membuat Kyuhyun marah.

"Ah aku tidak mau mengingat kejadian itu lagi!". Kyuhyun pun melempar ponselnya ke kasur lalu beranjak pergi dari kamarnya menuju dapur.

Kyuhyun membuka lemari pendingin dan mengambil satu buah apel merah disana. Lalu Kyuhyun mendaratkan tubuhnya di ruang tengah dan menyalakan televisi.

"Eoh? Undangan pernikahan siapa ini?".

Kyuhyun mengambil undangan pernikahan berwarna putih yang tergeletak di atas meja itu lalu membuka dan membacanya.

"Kim Ki Bum dan...Lee...Si..won? Si..won?".

Setelah membaca nama itu, Kyuhyun mengingat sesuatu secara tiba-tiba.

"Kau kenapa Kyu? Tadi itu Siwon, dia itu se...".

Kyuhyun membalik undangan itu dan melihat foto pra wedding yang tercetak disana. Dan tidak salah lagi...dia benar-benar lelaki yang mencium kekasihnya!

T.B.C

ooOOOOoo

Thanks to:

whey.K

dewi.

Aey raa kms

Kyumin Town

Cho Jisun

PaboGirl

Jeng...jeng... Kyuhyun bakal gimana ya itu pas tau Siwon ternyata bukan seseorang 'seperti apa yang dia pikirkan' /apasih/ xD

Terima kasih ya buat review nya ^^v dan salam kenal juga ya~~

Aku bakal belajar lebih dan lebih lagi biar tulisan aku semakin baik kedepannya. Terus dukung yaa~ hehehe

whey.K

Aku maunya sih sampe chap 3 aja atau 4 deh maksimal, hehehe

Semoga ga lebih dari itu, takut pada bosen hahahaha masih abal sih akunya .

dewi.

Udah lanjut ^^

KyuMin memang selalu manis, apalagi di real nya /

Aey raa kms

Sudah lanjut :D

Kyumin Town

Makasih / terus dukung ya~ heheheh

Cho Jisun

Salam kenal adek pungutnya Kyuhyun *bow*

Ngomong-ngomong Kyuhyun mungut kamu dimana ya? Hahaha

Makasih makasih~~ ok semangat!

PaboGirl

Makasih~ mohon bantuannya ^^v