-Sequel From Too Little Too Late-
-Youre not Sorry Dear 2-
©Masashi Kishimoto
Menma x Fem Naruto x Sasuke x Shion
Hurts, Drama, Romance, Comfort
Mature Content
.
.
.
"Menma hentikan kau membuatku basah"
Terdengar suara lengkingan tawa dari sosok laki-laki yang sudah hampir tiga tahun ini menemaninya. Cipratan air dari pantai yang kinui sedang dikunjungi Naruto oleh sang pelaku a.k.a Uzumaki alexander Menma membuat tubuh berbalut kulit tan eksotis itu mengkilat basah dan menimbulkan efek yang sangat menggoda untuk mkaum adam..
"Untuk apa gunanya bikini yang kau kenakan Naru jika kau tak bermain air?"
"Kau jahat Menma akan ku adukan kau pada ayah"
"Aku tak takut... buweeeeek", Menma menjulurkan lidahnya.
"Kau menyebalkan Alexander Menma"
"Ingat aku masih mempunyai marga Uzumaki di depan marga ayahku"
Kecipak air terus terdengar kala dua pasang kaki yang saling berlarian membelah ombak saling mengejar dan melempar cipratan air antara Naruto dan Menma. Siapa yang tahu jika dibalik iris saprire yang dimiliki Naruto menyembunyikan rasa luka, kecewa dan terkhianati? Begitu apik Naruto menyembunyikan semuanya hingga tak ada satupun yang tahu jika begitu banyak hal hal telah dilalui oleh seorang Uzumaki-Namikaze Naruto.
Tak bisa dipungkiri jika sebenarnya masih ada sebuah setitik harapan jauh dalam hati seorang Menma jika bisa menutupi Luka hati Naruto. Sekalipun harus mengorbankan marga sang Ibu ia tak mengapa. Karena sejujurnya Menma tak pernah mengenal keluarga Uzumaki dengan baik.
'Bolehkah aku berharap bisa memilikimu meskipun aku menganggapmu sebagai adikku Naru?'
Hari mulai meranjak sore, sunset yang begitu indah Naruto nikmati bersama Menma yang selalu ada untuknya. Terkadang sosoknya selalu mengingatkanya pada sosok pria yang untuk kedua kalinya ia yinggalkan. Rasanya Naruto tak lagi sanggup untuk menahan luka jika hruias kembali memaafkanya. Apa salahku hingga sosoknya yang begitu Naruto cintai tega melakukan penghianatan? Tak cukupkah saat remajanya dulu dia berikan semuanya yang Naruto miliki untuknya? Tak cukupkah hanya dengan cinta yang Naruto punya? Tak puaskah denga perlakuan kasarnya yang Naruto terima hingga dengan mudahnya Naruto memaafkan kan kembali kedalam pelukannya? Masih kurangkah semua pengorbanan yang Naruto lakukan hanya untuk sosok ynag telah tega menghianatinya?
Hingga kini Naruto selalu mendapati e-mail yang diketahuinya bernama Shion. Tak asiong baginya nama itu ditelinga Naruto. Sosok gadis yang telah lancang mengganggu ketenangan dirinya tanpa Naruto tahu siapa sebenarnya Shion yang selama ini mengganggunya.
"Menma bisa aku meminta tolong padamu?"
"Apa yang kau ingikan dariku Naru?"
"Bisa kau cari tahu siapa sebenarnya Shion yang selalu mengirimiku e-mail ini?"
Naruto menunjukan laptopnya yang berada dalam pangkuannya. Menma mengernyitkan dahinya. Gadis yang bernama Shion ini mencoba bermain api dengan Naruto. Dia tak rela jika Sasuke harus kembali bertemu dan kembali kepelukan Naruto. Dia pikir bisa menghancurkan Naruto?
Apalagi ketika melihat profile yang hanya seorang assistent dari seorang direktur perosahaan electronik di Konoha. Mungkin hanya sekali tepuk perusahaannya sudah hancur. Bukan hanya karirnya, tapi juga perusahaannya pun akan ikut hancur jika gadis yang bernama Shion itu terus mendesak agar Naruto keluar dari persembunyiannya.
"Naru sebelum aku memberi tahumu lebih jauh tentang msalah yang membuatmu melarikan diri dari Konoha. Apa alasanmu menghindari laki-laki yang bernama Sasuke? Haruskah aku terus melindungimu? Masih adakah celah untuknya kembali padamu? Dan... apakah kamu masih memiliki perasaan itu pada Sasuke?", tanya Menma bertubi-tubi.
"Aku harus menjawabnya?"
"Tentu saja"
"Baiklah. ,mungkin ini saat yang tepat untukku menceritakannya"
.
.
Naruto saide...
Awalnya aku mengenalnya sebagai sosok yang aku kagumi. Kemudian kami dekat meskipun kau tak tahu jika Sasuke ternyata mantan pacar Sakura sahabatku yang dulu sangat dekat denganku. Aku tak mengetahui semuanya hingga pada akhirnya Sakura marah padaku karena kau dekat dengan Sasuke dan mulai sering pergi dan pulang sekolah bersama. Kami memulai hubunganpun karena aku merasa nyamn dengannya.
Sedikit demi sedikit sifat aslinya aku ketahui. Awalnya dia begiutu manis dan sangat pengertian. Menyelamatkanku dari jurang kehancuran karena perceraian orang tuaku yang membuatku mengenal pahgitnya dunia. Au mnyerahkan segala yang aku punya. Hatiku, fikiranku, bahkan tubuhkupun aku berikan padanya.
Tapi semakin lama aku mengenalnya semakin kasar dan sering menyakitiku. Bukan hanya kata-kata kotor yang keluar dari mulutnya tapi pukulan dan tamparan pernah aku rasakan saat itu. Aku mencoba bertahan hingga akhirnya aku tak sanggup lagi menjalani semuanya.
Empat tahun lalu saat aku kembali ke jepang untuk membuka butik milik kaa-san dia menemuaiku lagi. Saat itu aku berlaku dingin dan memasang wajah poker face andalanku. Tapi aku tunduk pada hatiku yang masih mencintainya. Aku kembali dan berusaha untuk kembali menata masa depan dnagnnya. Meskipun awalnya aku tak yakin dengan apa yang aku jalani saat itu.
Semua masalah ini berawal ketika aku pergi ke Paris untuk mengurus Brand fashion yang baru aku buka disana. Kami saling bertukang nomor dan saling menautkan satu sama lain ketika kai berjauhan.
Aku mulai mnemukan sebuah pesan e-mal yang menunjukkan rasa rindu dari gadis bernama Shion yang sekarang sering menerror ku. Akau tak tahu apa maksudnya hingga Shikamaru menmukan sebuah foto saat Sauke sedang bermain diatas ranjang dengan gadis yang Shikamaru bilang bahwa itu adalah Shion. Akupun tak pernah bertemu dengan gadis ini sebelumnya mengingat jadwal kerjaku yang sangat padat aku acuhkan dan kau hiraukan. Tapi semakin lama gadis ini semakin gencar menggangguku hingga pada akhirnya Shikamaru mengirimkan semua foto tersebut padaku. Dan kau tahu Menma untuk yang kedua kalinya aku disakiti oleh orang yang sama dan juga rasa tak percaya jika Sasuke tega melakukan itu padaku.
"Lalu kau pergi dan meninggalkan Sasuke di Konoha karena ingin menghindarinya?"
Ya, tapi bukan hanya itu. Aku ingin melupakan segalanya dan meninggalkan semua masa laluku bersama dengannya di Konoha. Mungkin caraku salah cepat atau lambat aku pasti bertemu kembaki dengan Sasuke. Dan jika saat itu tiba aku harap telah siap untuk menghadapi rasa traumaku dan bisa melihat matanya dengan keyakinan aku takkan kembali padanya.
.
.
.
.
.
Konoha City...
Sasuke memasuki bandara internasional Konoha untuk pergi menemani Itachiu berbisnis disana. Dengan informasi yang didapatnya. Kemungkinan sosok yang empat tahun terakhir menghantui mimpi buruknya ada disana. Dan berharap bisa bertemu,memohon maaf padanya. Tak pantas mungkin untuk dirinya mengaharapkan lebih dari sebuah maaf dari hubungan yang bisa dijalaninya seperti dulu lagi dengannya. Apalagi di tambah dengan Shion yangs ering membuat masalah dengannya. Dia fikir dia bersedia untuk menjadi sebyuah ajang pertaruhan jika Shion akan memenangkan Sasuke?
Itu khayalan tingkat tinggi untuknya. Mungkin terlambat tapi Sasuke sangat sadar dia adalah laki-laki brengsek yang mengharapkan cinta dan kasih sayang tulus dari seorang Uzumaki atau Namikaze Naruto.
'Naru kumohon satu maaf darimu untukku'
.
.
"Aku tak rela jika Sasuke harus kembali pdamu dasar jalang!"
Tak... tak... tak...
Begitu banyak coretan dan robekan pada sebuah foto yang menampakkan seorang gadis dengan surai blonde panjag dan iris mata sapphire yang sangat menawan.
"seharusnya kau mati saja jalang?! Aku mencintai Sasuke tapi kau malah menyakitinya? Dsar bedebah! Apa lebihnya kau dibanding diriku? Bahkan aku seperti duplikatmu. Sialan kau Naruto!"
.
.
.
.
.
Hawai...
"Aku ingin melupakannya Menma, aku ingin meninggalkan semuanya"
"Kau tahu Naru, aku tahu kesakitan apa yang telah diperbuatnya padamu. Bahkan aku tahu bagaimana perihnya menahan segalanya sendirian. Tapi kau harus sanggup menghadapi ketakutanmu dan laki-laki itu. Kau harus menghadapinya, jika tidak kau akan terlarut dalam ras atakutmu sendiri hingga kau tak mampu lagi berlari."
"Kalau begitu bantu aku untuk menghadapi segalanya Menma"
"jika aku harus mengakuinya. Aku akan katakan jika aku mencintaimu Naru. Aku tahu kau sepupu jauh dari ibuku. Tapi kau tak pernah mengenal siapa itu keluarga kau tahu kau butuh bwaktu untuk kembali membuka hatimu Naruto, maka aku akan mnunggumu jika aku memiliki kesempatan untuk itu"
"Hiks... terimakasih Menma aku takut kau akan pergi mninggalkanku seprti dia yang teah menyakitiku sedalam ini"
"Ssst tak usah kau menangis seperti itu liat aku ada disini bersmamu bukan, jadi tersenyumlah"
"Terimakasih"
"Sudahlah jangan menangis"
"Menma..."
"Hmmmmm...?"
"Bolehkah aku meminta satu hal lagi?"
"Apa?"
"Jika Shion terus menggangguku aku akan pulang ke Jepang dan menemuinya. Aku harap kau mau membantuku dan menemaniku"
"Jika itu keinginanmu maka aku akan melakukannya sesuai dengan apa yang kau inginkan. Tapi kau harus berjanji satu hal padaku."
"Apa itu?"
"Kau harus menang melawan masa lalu dan rasa takutmu"
Naruto tersenyum, "Asalkan kau bersamaku Menma". Menma menjawab dengan menganggukan kepalanya dan mengusak surai blonde cerah milik Naruto.
.
.
.
.
.
Hawaii international Airport...
Dua orang berparas oriental yang sangat kental dan sangat mencuri perhatian sama-sama bersurai raven telah menginjakan kaki di hawaii.
'Semoha kau bisa bertemu denganmu disini Naruto'
.
.
Naruto menghabiskan malam bersama dengan Menma di sebuah restoran pinggir pantai yang menyajikan taruan khas hawai. Penuh canda dan tawa dari keduanya. Terlihat dari sikap Naruto yang sangat manja pada Menma. Menma begitu menikmati setiap momen yang mereka lewati malah ini. Tak ayal Naruto selalu merengek dan merajuk ingin sesuatu yang harus segera Menma kabulkan.
"Menma aku ingin ramen"
"Disini bukan jepang Naru"
"Tapi kan ada kau!", Naruto menunjuk hidung bangir milik Menma.
"Ish... apa yang kau lakukan haah?", Menma menepis jemari lentik Naruto.
"Ayolah, buatkan aku ramen", mohonnya.
"Tidak"
"Aku mohon"
"Tidak Naru!"
"Please.?."
"Tidak"
"Ayolah, aku mohon", Naruto mengatupkan kedua tangannya didepan dadanya.
"Tidak, sekali tidak tetap tidak"
Chuuuuup...
"Eh...", mata Menma membola. Mendapat kecupan dipipi dari Naruto.
"Ya ya ya?"
"..."
"Menma?"
"Ya?", sadar Menma dari keterkejutannya.
"Kau melamun?"
"Akh...tidak"
"Baiklah sekarang buatkan aku ramen"
"Haaaah baiklah tunggu di sini dan jangan pergi kemanapun Naruto"
"86 Roger"
.
.
.
Itachi dan Sasuke memasuki sebuah restoran pinggir pantai yang sangat nyamn dan nyaman. Begitu banyak pengunjung hingga mereka kesulitan untuk mendapatkan tempat duduk. Manik onyxs yang dimiliki keduanya menelusuri setiap meja yang penuh siapa tahu ada yang masih kosong untuk tempat mereka mnghabiskan waktu makan malam.
Mata Itachi membola saat dilihatnya siluet gadis blonde terang yang sangta diingatnya telah menghilang selama hampir empat tahun lamanya. Dan sekarang seperti sedang bersenandung ria dan terduduk sendirian di pojok restoran yang langsung menghadap pantai.
Itachi mulai melangkah kaki menghampiri gadis itu yang sudah dianggapnya seperti adiknya sendiri. Sedangkan Sasuke tanpa sadar mnegikuti langkah Itachi tanpa melihat kearah mana kakinya melangkah.
"Naruto?"
Naruto menolehkan pandangnannya kearah suara yang memanggilnya. Sempat terpaku adn pandangannya membola seolah tak mengharapkan pertemuan ini akan terjadi secepat ini melebihi dari perkiraannya.
"Benar itu kau, Naruto?", seolah meyakinkah dirinya sendiri jika yang dihadapannya adalah Naruto.
"Kau memanggil siapa Itachi?"
Suara baritone yang masih teringat jelas dalam pendengaran Naruto menyeruak seolah menghipnotis, dan menghentikan waktu Naruto jika semua ini hanya bagian dari mimpinya. Sasuke melangkahkan kaki untuk melihat dengan siapa Itachi bicara. Namun pandangan membola dan seolah melumpuhkan cara kerja otak jenius yang dimilikinya.
"Hallo Nii-san, Sasuke lama tak berjumpa ya?"
Naruto memasang poker face andalannya. Tersenyum sehangat mungkin dan menenangkan seolah tak terjadi apa-apa. Namun sebuah e-mail masuk terpampang di ponsel yang Naruto genggam.
From ; 789xxxx36xxx458
Subject ;
Jika kau bertemu dengan Sasuke maka aku akan menghantuimu.
Mss. Sasuke
Naruto tak mengambil pusing isi dari pesan itu bila perlu sebelum gadis yang bernama Shion itu berbuat semaunya terhadap dirinya. Naruto akan lebih dulu menghancurkan sebelum dihancurkan olehnya.
From ; 113xxxx658xxxx666
Subject ;
Jika kau ingin lakukan apapun terhadapku lakukan saja. Tapi jangan salahkan aku jika terjadi sesuatu padamu. Kau salah memilih musuh Nona Shion.
Naru.
.
.
.
Prank...
"Brengsek kau gadis jalang akan ku hancurkan kau!"
Terdengar pecahan kaca yang berhamburan karena sebuah vas yang tak berdosa telah melayang dan hancur kaena ulah gadis blonde pucat bermanik violet.
Jangan pernah mengusik jika tak ingin
.
.
.
~~~~~~~tbc~~~~~~
Update kilat yooomaaaan...
Sebelumnya mau liat respon readers smuanya. Rencananya mau ada set dimana naruto x shion fight. shion yang psyco dan naru yang melawan 'coz nya gkk mau d sngkut pautin lagi sama si Sas-Uke... gkk tau d chap berapa tpi aku gkk bkln bkin fic ini dengan multi chap.
Ok segitu aja dulu deh ya?
Vot+ment?
Salam,
Yoona ramdanii
