Menanggung Perih
©UchiIsuke Yamanaka
Disclaimer : Masashi Kishimoto
.

.

.

Genre : Romance/Hurt/Comfort

Pairing : Sasuke U. & Ino Y.

Request dari Rui Dakota

Fict multi-chap pertama saya!

Rui Dakota : Ini fict yang Rui-san request ... Etto maaf nih kalau nanti hasilnya belum cukup memuaskan. Tapi, saya hanya berharap semoga fict ini dibaca sama Rui-san. Arigatou *bowing*

Chapter 2

Tok ... tok ... tok ...

Suara ketukan pintu membuyarkan acara tanya-menanya Sasuke pada dirinya sendiri. Sasuke pun segera beranjak ke arah pintu depan untuk membuka pintu dan melihat sipakah yang datang.

'Mungkin itu Itachi dan Okaa-sama!' batin Sasuke

Krieeeettt ...

"Lama tak jumpa Sasuke!" sapa seorang gadis dengan surai merah jambu sembari tersenyum ramah

Sasuke terbelalak saat melihat siapa yang datang, dugaannya salah ternyata bukan Itcahi atau Okaa-samanya yang datang melainkan seseorang yang dulu sempat mengisi hari-harinya.

"S ... Sakura?"

"Hay Sasuke! Bagaimana kabarmu?" tanya gadis dengan surai merah jambu yang bernama Sakura itu.

"Untuk apa kau kemari?" tanya Sasuke balik

"Memangnya kenapa? Tidak boleh yah?"

"Hn."

"Bisakah aku masuk? Aku kan tamu, Sasuke."

"Hn."

Sasuke pun mempersilahkan Sakura masuk kedalam kediamannya. Sakura memilih duduk di sofa dan mulai memandangi isi rumah Sasuke.

"Dari mana kau tahu alamat rumahku, Sakura?" tanya Sasuke yang baru saja keluar dari dapur dengan membawa sebuah nampan yang diatasnya terdapat segelas minuman soda.

"Aku tahu dari Naruto." Jawab Sakura singkat

Sasuke meletakkan gelas itu di meja yang berada tepat di depan Sakura.

"Ada hal apa kau ingin menemuiku?" tanya Sasuke lagi(?)

"Kenapa sih Sasuke-kun? Aku kan merindukanmu!" jawab Sakura

Sasuke sukses terbelalak kaget dengan jawaban Sakura barusan.

"Kheh ... aku ini sudah punya isteri." Jawab Sasuke singkat

"He? Kau sudah menikah?!" tanya Sakura sedikit kaget

Tiba-tiba Sasuke teringat sesuatu dia pun melirik kearah jam dinding yang terletak diruang tengah.

"Sudah jam setengah 7! Maaf Sakura tapi, aku harus pergi malam ini adalah malam resepsi pernikahanku!" kata Sasuke lalu dengan terburu-buru ia segera memasuki kamarnya

"A-apa?! J-jadi Sasuke-kun ... sudah menikah?" tanya Sakura tak percaya

Beberapa menit kemudian Sasuke keluar dari kamarnya dengan mengenakan tuxedo putih. Disaat yang bersamaan suara klakson mobil berbunyi dari arah pekarangan rumah Sasuke.

"Sakura sebaikanya kau pulang. Aku harus segera pergi!"

"i-iya Sasuke ... etto ... selamat atas pernikahanmu!"

Setelah berkata sepeti itu Sakura pun segera keluar dari rumah Sasuke dengan sedikit berlari dan menahan tangis(?). Sasuke sempat heran dengan sikap Sakura tapi, dengan buru-buru dia menepis segala pikirannya karena orangtua beserta kakaknya sudah menunggu di teras.

#di Hotel

Acara resepsi Sasuke dan Ino berlangsung dengan lancar. Malam ini Ino terlihat begitu anggun dengan balutan gaun putih yang tidak berlengan. Wajahnya diberi riasan natural yang sama seperti tadi pagi saat di gereja. Yang membedakan adalah kali ini rambut Ino digerai(?).

Tibalah saatnya puncak acara resepsi pernikahan Sasuke dan Ino yang diisi dengan pesta dansa.

"Ino ayo kita berdansa seperti yang lainnya!" ajak Sasuke

"Ehm ... aku sedang tidak mood untuk berdansa, Sasuke." Jawab Ino

"Kenapa?" tanya Sasuke

"Tidak ada apa-apa hanya sedang tidak mood saja." Jawab Ino

"Kalau begitu aku keluar dulu ... ingin mencari angin" kata Sasuke sembari melangkah keluar dari gedung hotel

Sasuke pun duduk-duduk di bangku sebuah taman yang berada di sebelah kiri gedung hotel dimana acara resepsi pernikahannya berlangsung.

Pukkk ... sebuah tepukan mendarat di bahu Sasuke

"Eh?" Sasuke menoleh kearah orang yang menepuk pundaknya tadi.

"Sedang sendirian?" tanya Sakura yang merupakan orang yang tadi menepuk pundak Sasuke

"Bagaimana kau tahu aku disini?" tanya Sasuke yang mengabaikan pertanyaan Sakura sebelumnya

"Aku tadi melihatmu keluar dan aku mengikutimu" jawab Sakura

" ... " Sasuke tidak berkata apa-apa lagi setelah itu

"Sasuke?" panggil Sakura

"Hn?"

"Apa sudah tidak ada lagi kesempatan untukku?" tanya Sakura sambil memandang wajah Sasuke dengan mimik wajah serius

"Aku sudah menikah, Sakura." Jawab Sasuke yang tidak menatap Sakura melainkan menatap jutaan bintang yang berhamburan di langit.

Sakura hanya bisa terbelalak.

"Maafkan aku pernah meninggalkanmu begitu saja, Sasuke. Aku tidak tahu kalau ternyata aku sudah terlambat untuk kembali padamu. Padahal aku masih mencintaimu." Lirih Sakura

Deg ... entah apa yang terjadi, jantung Sasuke berdegup tak karuan saat mengetahui Sakura masih mencintainya.

"Aku sudah mencintai orang lain, Sakura" jawaban Sasuke begitu menusuk hati Sakura

Perlahan bulir-bulir air mata mulai berjatuhan dari pelupuk iris emerald milik Sakura.

"Aku ... hiks ... masih ... mencintaimu ... hiks ..." lirih Sakura disela-sela isakan tangisnya yang semakin pecah

Sasuke menoleh kearah Sakura saat mendengar isakan tangis Sakura. Ada sesuatu yang janggal saat melihat Sakura menangis.

'Mungkinkah aku masih mencintai Sakura?' batin Sasuke

Sasuke pun menggelengkan kepalanya berusaha menepis pikirannya berusan.

Sementara di dalam hotel,

"Huuuhh ... aku bosan! Lebih baik aku menyusul Sasuke!" kata Ino lalu beranjak keluar dari hotel untuk mencari Sasuke

Setelah Ino keluar dari hotel, ia pun mengedarkan pandangannya untuk mencari seorang pemuda yang telah resmi menjadi suaminya yakni Sasuke.

"Sasuke-kun kemana sih?" tanya Ino sambil kembali mengedarkan pandangannya kesemua arah. Dan aquamarine-nya pun menangkap sosok pemuda dengan rambut raven tengah duduk di sebuah bangku taman bersama seroang gadis berambut merah jambu(?)

"Siapa gadis yang bersama Sasuke itu?" tanya Ino lalu berjalan untuk mendekati 2 orang yang salah satunya ia kenali merupakan Sasuke.

Tiba-tiba langkah Ino untuk mendekati Sasuke dan gadis itu pun terhenti saat Ino melihat Sasuke memeluk gadis yang bersamanya itu.

"A ... apa yang Sasuke lakukan?" tanya Ino

Ada sedikit rasa tak suka saat melihat Sasuke dan gadis lain berpelukan namun, Ino segera membuang jauh-jauh perasaan itu.

'Mungkin itu hanya temannya!' batin Ino

Dan kali ini Ino tercekat dan terbelalak saat gadis itu mengecup pipi Sasuke yang notabene adalah suaminya.

Sementara di tempat Sasuke dan Sakura,

"A-apa yang kau lakukan Sakura?!" tanya Sasuke sambil memegangi pipi kanannya yang tadi sukses menjadi tempat pendaratan kecupan singkat Sakura

"Aku ... aku ... go-gomenasai Sasuke!"

"Kau tidak bisa melakukan hal itu Sakura, aku ini sudah punya isteri." Bentak Sasuke

"Gomenasai!" Sakura kembali menangis karena dibentak oleh Sasuke

"S ... sakura bukan maksudku untuk membentakmu."

Sakura langsung mendekati Sasuke dan memeluk pemuda itu dan terisak di dada Sasuke.

Ino yang sedari tadi melihat kejadian itu hanya bisa memengangi dadanya. Rasanya perih(?).

"Aku tidak percaya kau menusukku dari belakang seperti ini, Sasuke." lirih Ino

Lalu, ia pun segera beranjak dari tempat dimana tadi dia berdiri menuju kedalam hotel kembali sambil menahan tangis.

Acara resepsi pernikahan Sasuke dan Ino pun selesai. Sasuke dan Ino pun pulang kerumah mereka.

Setibanya dirumah mereka, Ino langsung masuk kekamarnya dan Sasuke. Setelah berganti pakaian dan membersihkan wajahnya ia langsung saja tidur. Sasuke heran melihat perubahan sikap Ino pasalnya selama perjalanan pulang hingga tiba dirumah mereka Ino tidak mengajaknya berbicara. Ino terlihat mendiaminya.

"Ino?" panggil Sasuke saat pemuda itu baru saja masuk ke kamar mereka

"Hmm ... " gumam Ino

"Apa yang terjadi? Sepertinya kau mendiamiku?" tanya Sasuke sambil membuka tuxedo-nya dan menggantinya dengan sebuah piyama.

"Tidak ada apa-apa. Aku hanya lelah saja, mungkin?"

"Hn."

Tuuuiiittt ... tuuiiittt ...

Hp milik Sasuke yang ia letakkan di atas meja dikamarnya berdering menandakan ada terlephone yang masuk.

"Moshi-moshi Sakura" jawab Sasuke saat menjawab telephone yang rupanya darri Sakura

'Sakura? Itu kan nama perempuan? Apa itu nama perempuan yang tadi mencium Sasuke?' batin Ino

Deg ... perih(?) itulah yang Ino rasakan saat ini. Meskipun belum mengetahui dengan pasti apa hubungan Sasuke dengan gadis yang ditaman itu tapi, tetap saja ada rasa sakit dan perih saat mengingat kembali kejadian yang ia saksikan di taman hotel tadi.

"Hn." Sasuke pun mengakhiri percakapannya dengan Sakura.

Setelah itu Sasuke pun merebahkan tubuhnya di sebelah Ino. Mereka pun tertidur tanpa ehm ... (aduh aku masih kecil untuk bilang ini) melakukan malam pertama(?).

Keesokan harinya, Sasuke terbangun dari tidurnya yang nyenyak. Dia meraba-raba begian tempat tidur disebelahnya namun, nihil ia tak mendapati sosok yang ia cari.

"Ino sudah bangun, ya?" tanya Sasuke pada dirinya sendiri

Sasuke keluar dari kamarnya dan Ino. Baru saja ia keluar, ia sudah menghirup aroma masakan yang sepertinya sangat lezat. Sasuke segera beranjak menuju dapur dan menemukan sosok gadis dengan rambut pirang yang tengah memasak.

Sasuke melengkungkan sebuah senyum kecil dan ia pun berjalan kearah Ino dan memeluk gadis itu dari belakang. Ino sedikit kaget ketika merasakan seseorang memeluknya dari belakang.

"Hmmm ... haahhhh " Sasuke menghirup udara yang telah bercampur dengan aroma masakan Ino "Sepertinya lezat." kata Sasuke

"Sasuke-kun! Lepaskan dulu pelukanmu, aku sedang memasak!" pinta Ino

Dengan sedikit terpaksa Sasuke melepaskan pelukannya dari Ino.

"Hehehe ... jangan memasang tampang kesal seperti itu!" Ino terkekeh pelan saat melihat Sasuke yang memasang wajah kesalnya.

"Hn." gumam Sasuke masih dengan memasang wajah kesalnya.

Ino kembali terkekeh, lalu ia melanjutkan acara masaknya. Setelah selesai memasak Ino pun sarapan bersama Sasuke.

"Ne, Sasuke ... kapan kita akan bulan madu?" tanya Ino disela-sela acara sarapan paginya bersama Sasuke.

"Bagaimana kalau bulan depan?" tawar Sasuke

"Hmm ... kenapa harus bulan depan?" tanya Ino

"Soalnya masih ada dokumen kantor yang sempat terbengkalai karena waktu itu kita mengurusi persiapan pernikahan kita, Ino" jawab Sasuke

"Aku mengerti ... kalau begitu bulan depan saja!" jawab Ino sambil tersenyum dan melanjutkan acara makannya

Setelah selesai sarapan, Sasuke segera mandi dan bersiap-siap ke kantor. Setelah sudah selesai berganti pakaian Sasuke segera berpamitan pada Ino.

"Aku pergi dulu ya, Ino!" pamit Sasuke sembari mengecup kening Ino sekilas lalu segera melangkah menuju mobilnya yang terparkir dihalaman rumah mereka.

"Iya, hati-hati di jalan!" ucap Ino sambil melambaikan sebelah tangannya

Setelah Sasuke pergi, Ino pun kembali murung. Ia penasaran dengan gadis yang semalam mencium Sasuke.

"Apa aku tanyakan saja kepada Sasuke saat dia sudah pulang?" tanya Ino pada dirinya sendiri

Tuuiiittt ... tuiiittt ...

"Eh, Hp Sasuke tertinggal rupanya!" Ino menyadari bahwa Hp Sasuke berdering di atas meja

"Kalau ada telephone penting dari partner bisnis Sasuke, bagaimana?" tanya Ino sembari mengambil Hp Sasuke yang masih berdering

"Eh? D-dari Sakura?" tanya Ino saat membaca nama pemanggil yang muncul di layar Hp Sasuke.

Baru saja ingin mengangkat telephone itu, si penelpon yang bernama Sakura sudah memutuskan panggilannya. Tak lama kemudian ada sms yang masuk.

"Dari Sakura lagi?" tanya Ino penasaran lalu membuka sms dari Sakura

Dari : Sakura

Sasuke, apa kau sedang sibuk? Kalau tidak bisakah kita bertemu sebentar jam 5 sore di kafe Sundae? Ada yang ingin kubicarakan. Penting!

"Penting?"

Akhirnya chapie 2 update! Yeeyyy ... semoga kali ini cukup panjang deh! Saya bikin ini sampe pegal-pegal soalnya saya bikinnya sambil baring jadi rasanya punggung nie mau patah *maaf curhat

Mohon kripik(?) maksud saya kritik dan sarannya! Masukkin di kotak ripiu yah Minna-san! Makasih juga buat yang udah riview di chapter sebelumnya! ^^v

Maaf jika masih terdapat kesalahan dan segala macamnya, semuanya di karenakan author masih newbie di ffn!

Arigatou Gozaimasu ...