Hai .. semuanya !!
Udah pada nunggu kan chapter ini? *Ge-er*
Ya udah deh, tapi sebelum itu bales review dulu yaaa .. ^_^
Argi Kartika 'Konan' : Tenang aja Sasusaku bakal aku tambahin deh, tapi sebelumnya Narusaku dulu yaa ..
Shiroi Yuri : Iya nih, aku masih baru, mohon bantuannya ya. Trus makasih dah kasih tau kesalahanku dimana, ha~.. baik deh kamu.. hhe. Oh ya, awalnya emang aku bikin sakura rada judes gitu deh, tapi lama-lama gak kok.
Makasih ya, yang udah mau baca n review fict ku yang gajebo ini, makasih.. makasih ... buanget ..
okelah, lanjut kecerita!!
Pairing : SasuSaku(Naru)
ROMANCE FOR HERSELF
Chapter 2
Sakura yang sudah siap berangkat kesekolah langsung berpamitan kepada Ibu dan Kakaknya. Dan mulai berjalan menuju sekolahnya yang tidak terlalu jauh dari apartemennya.
Tiba-tiba ditengah jalan, Sakura melihat dua pemuda yang tidak asing wajahnya. Saat ia menyadari bahwa mereka adalah ..
"Sasuke dan Naruto !!"Sakura langsung ngumpet dibalik tiang listrik.
"Ha?seperti ada yang memanggil nama kita. Apa kau dengar, Sasuke?"tanya Naruto pada Sasuke disebelahnya.
"Nggak, aku nggak dengar. Sudahlah, ayo kita lanjutkan jalannya. Nanti kita bisa telat."seru Sasuke yang kembali berjalan.
"Baiklah. Tapi setelah ini kita belok kemana?? Hei!! Sasuke tunggu..!" belum Sasuke jawab, tapi Sasuke sudah jauh meninggalkan Naruto.
Sakura yang masih berada dibalik tiang listrik merasa lega. Dia mulai melihat kearah sekitarnya dan langsung cepat-cepat menuju sekolahnya.
_Sesampainya disekolah, tepatnya dikelas sakura_
"Apartemennya diatas apartemenmu?"tanya Hinata dengan nada terkejut.
"Ya .."jawab Sakura malas
"Trus apakah mereka keren-keren?"tanya Ino
"Lumayan sih …(silence)… Yah yah, baiklah, mereka memang keren-keren. Tapi kan aku belum tau juga."jawab Sakura bingung.
"Ya, tapi intinya mereka keren kan."seru Tenten
"Hm hm .." anggukan Sakura, Ino dan Hinata berbarengan yang dianggap jawaban 'Ya'.
Pelajaran pun dimulai. Sakura yang dari tadi sebenarnya sama sekali tidak mendengarkan pelajaran dari gurunya, terus melamun. Ia melamunkan sesuatu, bukan tapi dua orang laki-laki yang kemarin baru saja pindah diatas apartemennya. Sasuke dan Naruto ..
"Sasuke … Naruto … Naruto … Sasuke …"gumam Sakura dalam hatinya. (Yah ilah .. emang bisa yaa??)
"Tapi benar sih, mereka memang keren-keren. Naruto yang senyumnya membuatnya tampak keren dan juga Sasuke dengan sikap dinginnya yang terlihat bodohnya aku, memberikan kesan pertama yang benar-benar parah! Aah!Bodoh!"
"BODOH!BODOH!BODOOOH!!"teriak Sakura yang mengkagetkan semua orang yang berada dikelasnya.
Sakura yang menyadarinya merasa malu akan tingkahnya tadi.
"Ada apa Haruno? Apa kau sedang mengigau tadi, huh?" Tanya sang guru yang dikenal dengan nama guru Iruka yang disambut dengan tawa anak2 lainnya.
"Aah .. maaf. Aku tidak apa-apa, guru Iruka."jawab Sakura yang masih merasa malu.
"Sudahlah, sebaiknya kau mencuci mukamu dulu dikamar mandi sana, Lalu kembali kekelas setelah itu."perintah guru Iruka.
"Eh .. Baik"
Akhirnya Sakura menbasuh mukanya dikamar mandi sekolah.
"Bodoh! Apa yang aku lakukan tadi?!! Memalukan, memalukaan! Ini semua karena mereka berdua. Kenapa mereka selalu ada dipikiranku ya? Haaah .. sudahlah, sudahlah. Sakura, konsentrasi .. pikirkan saja sushi. Yah, sushi..sushi sushi sushi … Aaah .. enak sekali, aku jadi lapar, haah .." akhirnya Sakura mengakhiri ocehannya sedari tadi.
_Bel Istirahat berbunyi_
"Huah, akhirnya istirahat juga. Laper aku, ke kantin yuk!"ajak Tenten
"Iya nih, aku juga laper. Kita ke kantin yuk sakura, hinata!"ajak Ino
"Aku disini dulu deh, mau membaca buku." jawab Hinata
"Ouh .. Baiklah. Kalau kau Sakura, mau ikut?"tanya Ino
"Tidak, aku mau disini menemani Hinata saja. Boleh kan Hinata?"jawab Sakura, lalu meminta izin ke Hinata.
"Tentu saja boleh Sakura"jawab Hinata sambil tersenyum pada Sakura.
"Ya sudah, kalo begitu aku dan Ino ke kantin duluan ya.."seru Tenten yang langsung berjalan menuju ke kantin bersama Ino.
Sekarang dikelas hanya ada Hinata dan Sakura dan beberapa anak lainnya. Hinata yang kursi kelasnya berada disebelah Sakura, terus membaca bukunya dengan serius. Sakura yang sedari tadi hanya diam, memulai berbicara.
"Hinata!"
"Ya? Ada apa Sakura?" tanya Hinata yang berhenti sejenak membaca, dan menatap Sakura.
"Aku ingin tanya. Apa kau pernah menyukai seseorang pada saat pandangan pertama?"tanya Sakura
"Hah?! Memangnya kenapa Sakura. Tumben kau menanyakan hal seperti itu?"
"Tidak, aku nggak apa-apa. Hanya ingin bertanya saja."jawab Sakura dengan senyum menutupi kebenaran.
"Oh .. pernah sih, aku pernah merasakan hal seperti itu."jawab Hinata.
"Benarkah?! Bagaimana rasanya saat itu, Hinata?"
"Rasanya aku benar-benar tidak bisa menghilangkan bayangan wajahnya, dia selalu ada dalam pikiranku. Sampai-sampai aku tidak bisa tidur."jawab Hinata sambil mengingat-ingat saat itu.
"Begitukah? Lalu bagaimana selanjutnya? Apakah kalian menjadi sepasang kekasih?"tanya Sakura, tambah penasaran.
"Tidak, dia sudah mempunyai pacar saat itu. Makanya, aku berusaha keras untuk melupakannya dan akhirnya aku bisa untuk melupakannya sampai sekarang." jelas Hinata
"Aah .. maaf ya, Hinata. Aku jadi membuatmu mengingatnya kembali."
"Tidak apa-apa, Sakura. Lagipula aku sudah punya laki-laki lain yang aku sukai kok."seru Hinata keceplosan, langsung menutup mulutnya yang mengeluarkan kata dan kalimat-kalimat tersebut.
"Hah?! Benarkah? Siapa, siapa? Kasih tau aku dong, Hinata .. yah yah .."pinta Sakura.
"Aahh .. jangan sekarang Sakura, aku malu"
"Tidak apa-apa. Ini akan menjadi rahasia kita berdua. Yah yah .."seru Sakura memohon-mohon.
"Aahh .. nanti sajalah"
"Ehem .. Ehem .."deheman seseorang.
Tanpa mereka sadari Ino dan Tenten sudah kembali dari kantin.
"Kalian mau rahasia-rahasiaan ya?!"seru Tenten sambil bertolak pinggang.
"Jangan macam-macam ya kalian!"diikuti Ino sambil menggerakkan jari telunjuknya kekanan dan kekiri.
"Ah .. tidak kok, tidak ada apa-apa. Ya kan Hinata?"
"Ya, Sakura benar."
"Nanti kau kasih tau aku ya, Hinata."bisik Sakura kepada Hinata yang dijawab dengan anggukan kepala Hinata.
_Sesampainya Sakura dirumah_
"Huah .. capenya, aku mau langsung tidur siang aah .." seru Sakura yang berjalan menuju apartemennya sambil merenggangkan badannya.
"Hei, Sakura!!"
"Ha? Ya, ya .. siapa?"tanya Sakura sambil nengok kanan, nengok kiri mencari siapa yang memanggilnya tadi.
"Diatas!"
Sakura menengok keatas.
"Hei, kau baru pulang ya?"sapa Naruto yang berada dijendela yang mungkin jendela kamarnya.
"Oh, Heei Naruto!"sapa balik Sakura sambil melambaikan tangannya kearah Naruto.
"Mampir dulu yuk Sakura!" ajak Naruto
"Ah! Tapi .."
"Ayolah ..! tunggu sebentar."Naruto langsung menutup jendelanya dan membuka pintu depan apartemennya.
"Ayo masuk!" ajak Naruto mempersilahkan.
"Hn .. Baiklah!" Sakura akhirnya mampir dulu ke apartemen Naruto dan Sasuke.
_Diapartemen Naruto dan Sasuke_
"Maaf ya, masih berantakan."seru Naruto
"Nggak apa-apa kok. Oh ya Naruto, Sasuke kemana? sepertinya tidak ada dirumah.."tanya Sakura yang sudah duduk disofa.
"Memang Sasuke tidak ada dirumah. Dia masih disekolah, kata teman sekelasnya sih dia sedang mengerjakan tugasnya sebagai ketua kelas."jawab Naruto sambil menuangkan air kedalam gelas.
"Ketua kelas?! Jadi Sasuke menjadi ketua kelas dikelasnya ya?"
"Ya, begitulah. Dia memang anak yang genius, baru masuk saja sudah bisa menjadi ketua kelas."
"Lalu, bagaimana denganmu Naruto?"tanya Sakura.
"Kalau aku berbeda dengan Sasuke. Aku kurang suka menjadi pengurus kelas, terlalu banyak tanggung jawab dan tugas. PR aja jarang aku kerjakan dirumah, biasanya aku kerjakan disekolah saat pelajaran belum dimulai. Hehehe …"seru Naruto sambil memberikan gelas yang berisi air kepada Sakura.
"Wah .. aku juga sama. Soalnya, hobiku itu main, bukan belajar. Hahahaha, bodoh ya aku, hobi main, kaya nggak ada hobi yang lain saja, hahahaha .."tawa sakura sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"(Silence)" Naruto hanya speachless.
"Oh ya, bagaimana kalau kita main PS saja, mau ga?"ajak Naruto
"Haah … boleh, sudah lama tidak main PS."(tantan: "emang sebelumnya pernah, Sakura?!?")*dijitak Sakura*
"Baiklah kita main yang ini saja ya .."
Akhirnya Sakura dan Naruto bermain PS bersama. Sakura yang tadinya merasa ngantuk, jadi bersemangat kembali. Mereka terus bermain dengan riang, mereka terus bercanda dan tertawa. Sakura pun sangat senang dengan keadaan ini sampai lupa waktu.
"YEEEAAH! Aku menang .."seru Naruto yang terlihat senang dengan kemenangannya.
"Aaah .. tidak, kau curang. Dari tadi kamu nggak ngasih aku kesempatan, Naruto!"seru Sakura dengan wajah tak menerima kekalahannya.
"Baiklah, baiklah. Kita ulang sekali lagi, aku bakal ngasih kamu kesempatan, oke .." seru Naruto sambil tersenyum lebar kepada sakura. Sakura yang melihatnya merasa ada rasa aneh didegup jantungnya, apa itu rasa suka?
Akhirnya mereka mengulang lagi permainannya. Sampai akhirnya, Sakura bisa menang. Dan karna keduanya kecapean, tanpa sadar gak sadar(?) mereka tertidur pulas. Sakura diatas sofa, dan naruto dilantainya.
Jam sudah menunjukan pukul 5 sore, Sakura dan Naruto masih tertidur diposisinya tadi. Sasuke yang sudah pulang langsung membuka pintu apartemennya. Tapi saat ia baru saja membuka pintu, ia melihat ada sepasang sepatu yang ia yakini bukan sepatu Naruto sepupunya itu. Sasuke berpikir sejenak, dan sekarang dia tau siapa pemilik sepatu tersebut. Sasuke langsung menutup kembali pintu dan duduk bersender pada pintu diluar apartemennya.
Sakura mulai terbangun, mencoba membuka matanya perlahan-lahan.
"Lho ..!? aku …"
Saat sakura melihat ke jam ..
(Silence) "Apa !? Jam 7!? Kyaaaa …!! Naruto, aku pulang dulu, ya!"seru Sakura yang cepat mengambil tasnya.
"Eh, cium perpisahannya mana?"
"HAH!?"teriak Sakura kaget
"Ayumi .. Matsuri …"tambah Naruto yang ternyata sedang mengigau.
"Aku Sakura, bukan mereka!!"
"Sampai-sampai dalam mimpi pun 'cewek-cewek' .." batin Sakura.
KREK .. (Sakura membuka pintu)
DUGH (tiba-tiba ada suara keras)
"DUGH?"batin Sakura
"Lho ..?" ternyata saat Sakura membuka pintu, dan melihat dibaliknya, Sasuke yang ada dibalik pintu terjeduk pintu saat dibuka oleh Sakura.
"Kamu …?"kata Sasuke sambil mengusap kepalanya yang terasa sakit.(benjol gak tuh?)
"Sasuke! Ngapain kamu disini?" tanya Sakura
"Soalnya aku nggak mau menggangumu!!"seru Sasuke yang langsung bangun dari duduknya tadi.
"Apa!? Menganggu?"tanya Sakura, yang hanya dibalas dengan tatapan yang memberi penjelasan.
"MAKSUDMU?!?"Sakura yang mengerti langsung menghindar kaget.
"Jangan salah paham, ya .. Aku tadi hanya mampir sebentar dan bermain PS bersama Naruto, lalu aku ketiduran .."Sakura yang terus memberikan konfirmasi tanpa diminta, tidak dihiraukan oleh Sasuke yang langsung menuju kepintu apartemennya.
"Kamu dengar nggak, sih!?"Sakura yang kesal karena diacuhkan langsung menarik baju bagian lengan Sasuke.
"Hah!Badannya .. dingin .."batin Sakura
"Bo .. Bodoh!! Berapa lama kamu menunggu disini? Walaupun bulan april, kamu seharusnya …"kata-kata Sakura terhenti.
"Dasar cerewet ..!"seru Sasuke melepaskan pegangan Sakura dilengannya.
BLAAAM! (pintu langsung ditutup oleh Sasuke)
"Kau bilang aku cerewet …!?" Sakura mulai kesal.
"Oh, ya? Biar saja! Sikapku selalu seperti itu .."batin Sakura yang ngoceh terus kaya 'esia'.
"Hei!" panggil sasuke.
"HAH? Kyaaa …"tiba-tiba sasuke melemparkan sebuah kotak makan.
"Tanda terimakasih, karena sudah menemani sepupuku!"sasuke langsung berbalik dan menutup kembali pintu apartemennya.
BRAKK *suara pintu yang ditutup sasuke*
'SUSHI' *nama yang tertera dikotak makan yang diberikan sasuke tadi*
"sushi, darimana dia tau kalau aku suka sushi? Apa sih, maunya … si sasuke ini … orang yang sulit ditebak."gumam sakura.
_DiPagi harinya_
Sakura yang sudah bersiap-siap, akan berangkat menuju sekolah.
"Aku berangkat duluuu!"seru Sakura yang berpamitan dan menutup pintu apartemennya.
"Wah! Kau berangkat sekarang ya Sakura, mau bareng dengan kami tidak?" ajak Naruto yang ternyata akan berangkat kesekolah juga, bersama Sasuke.
"hah! Boleh .."jawab Sakura sambil tersenyum manis.
_Diperjalanan mereka kesekolah_
"Hwuah .. aku masih ngantuk" seru Naruto yang tadi menguap.
"Makanya jangan sering begadang!"seru Sasuke menasehati.
"Siapa yang begadang?! Bukannya kau yang sering begadang, Teme!"seru Naruto
"Diam kau, dobe!"balas Sasuke.
"Teme?Dobe?"gumam Sakura yang bingung dengan omongan kedua sepupu ini.
"Oh ya, Sasuke. Katanya Naruto, kau menjadi ketua kelas dikelasmu ya?" tanya Sakura.
"Hn .."jawab Sasuke datar.
"Oh …"Lagi-lagi Sakura kesel sama jawaban Sasuke, yang cuma bisa 'hn'-'hn' doang.
"Sampai disini dulu ya, Sakura. Kami duluan!bye .."seru Naruto dan Sasuke sambil melambaikan tangan kearah Sakura, dan pergi menuju sekolah mereka.
"Dadaahh!": Sakura
Sekarang, Sakura hanya sendiri menelusuri jalan menuju sekolahnya.
"Hah .. mereka sama-sama baik, walaupun Sasuke rada dingin, tapi sebenarnya dia begitu perhatian sama yang lainnya." batin Sakura
"Huah .. Aku jadi ikut-ikutan ngantuk."seru Sakura sambil menutup matanya dan menutup mulutnya dengan telapak tangannya,yang sedang menguap. Dan melanjutkan perjalanannya kesekolah.
_Disekolah Sakura, saat istirahat_
_Kelas : 2-B_
"Huah .. ngantuk .." seru Tenten yang habis menguap.
"Kau tidak lapar? Biasanya saat bel pertama, kau selalu mengeluh lapar .." tanya Ino.
"Tidak, kali ini aku ngantuk, soalnya kemaren malam aku begadang ngerjain PR dari guru Iruka. Hah! Banyak sekali ..!" keluh Tenten.
"Aku juga sih, tapi aku kerjainnya siang hari, jadi malamnya aku kasih waktu buat maskeran, akukan tidak mau, wajahku yang cantik ini, jadi kendor karena sering begadang, sepertimu." seru Ino sambil mengelus-elus wajahnya.
"Hah!Kau kecentilan!" ledek Tenten
"DIAM!KAU, TENTEN!" teriak Ino, yang gak nerima, diledek seperti itu.
"Sudah, sudah! Kalian berantem melulu!" seru Sakura memarahi.
"Ahh .. maaf, maaf .."kata Ino dan Tenten berbarengan.
"Hah.. ya sudah. Tenten, sekarang kau gantian, anterin aku ke kamar mandi, sekarang!"seru Ino sambil menarik tenten yang sedang tidur dikursinya.
"Hah .. aku tidak mau!"
"Ayolah! Sebentar saja .. Ayo, ayo Tenten!" pinta Ino.
"Ya ya, baiklah!" kata Tenten yang akhirnya mau juga.
"kami kekantin dulu yaaaw .."seru Ino, sambil terus menarik lengan Tenten yang masih terlihat mengantuk.
Sekarang tinggal Sakura dan Hinata yang dikelas .. (kali ini hanya berdua saja)
"Hei, Hinata!"panggil Sakura.
"Apa?"tanya Hinata.
"Ayo, sekarang katakan, siapa laki-laki yang kamu sukai itu. Mumpung gak ada Ino ama Tenten nih .." seru Sakura sambil merayu Hinata.
"Emm .. Baiklah."jawab Hinata sambil memainkan jarinya.
"Bagus! Siapa dia?"tanya Sakura penasaran.
"Emm .. dia .."
"Dia? Siapa?" tanya Sakura lagi.
"Dia .."
"……" masih dengan wajah penasaran.
"Dia .. DI-A .. D-I-A .."
"……" tambah penasaran.
"Dia .. dia adalah .. dia adalah …"
"glek.." tambah dan tambah penasaran.
"Dia adalah … dia Na.. Naruto, sekarang dia anak Konoha SHS."
(Silence …)
"APAA?!!?" *GUBRAAKK!!* tanya Sakura dengan wajah tanpa dosa. Hinata yang mendengarnya langsung jatuh dari kursinya ..(karna suara sakura yang kebangetan kenceng)
"Sakura, kau kenapa!?" tanya Hinata khawatir dengan tingkah Sakura tadi.
"Ah.. tidak, aku tidak apa-apa kok, hehe .. mmm, Hinata. Ka.. kau kapan kenalnya??" tanya sakura.
"Dulu dia tetanggaku saat kami kecil sampai sekarang, tapi sekarang dia pindah rumah. Jadi aku jarang menemuinya." jawab Hinata, dengan muka tampang rada sedih.
"Oh, begitu .. hhe.." kata Sakura dengan tampang sangat terkejut.
"Dia adalah laki-laki yang baik, Sakura. Dia selalu menemaniku, aku jarang menemui laki-laki seperti dia. Dia beda dengan yang lainnya." kata Hinata, terlihat senang.
"Haaah .. Hinata, kamu nggak tau saja sifat Naruto yang aslinya." batin Sakura.
"Aku.. sangat menyukainya, Sakura. Sangat.."seru Hinata yang pipinya sudah berwarna pink-pink.
"Benarkah .. begitu?" tanya Sakura meyakinkan.
"Hn, tentu saja begitu." Jawab Hinata kembali.
"Apa kamu sudah bilang sama orangnya, kalo kamu suka sama dia??" tanya Sakura cepat.
"Emm .. itu masalahnya, Sakura. Aku malu bilang ke dia." jawab Hinata. Sakura lega.
"Hah .. Syukurlah .. Ekh! Tunggu sebentar kenapa aku harus merasa lega segala?!" batin Sakura.
"Sekarang kau sudah taukan, Sakura. Siapa laki-laki yang aku suka sekarang."kata Hinata.
"Ya, aku sangat tau .."jawab Sakura yang menekan katanya pada saat bilang 'sangat'.
"Dan, Sakura. Aku akan berjanji pada diriku sendiri, bahwa apabila aku bertemu dengan Naruto. Aku akan langsung menyatakan perasaanku selama ini padanya."seru Hinata, yang kembali bersemangat.
"A.. APA?!" Sakura terkejut.
"Kau akan mendukungku kan, Sakura?" tanya Hinata.
"TENTU SAJA!!" jawab yang lainnya(?). Ha?! Yang lainnya?
Oh, tidak! Ternyata Ino dan Tenten yang sebenarnya sudah kembali dari kamar mandi, sedari tadi mendengar percakapan Sakura dan Hinata. Sakura dan Hinata pun kaget.
"Ha! Kalian? Sudah kembali dari kamar mandi, ya?" tanya Hinata terkejut.
"Tentu saja, sudah. Untuk apa lama-lama disana, bau tau. HAHAHAHAHAHAAA…" kata Ino.
"Ino, aku rasa, yang bau ketawamu Ino, bukan kamar mandinya."seru Tenten sambil menutup hidungnya.
"HAAA~.. Kau menghina ketawaku yang merdu ini .. huh!" keluh Ino
"Maaf, cuma bercanda Ino. Hehehe .."
"Sudah .. sudah. Kalian sekarang sudah tau kan. Apa kalian akan mendukung Hinata?" tanya Sakura ragu-ragu.
"Tentu saja, dong. Kami kan sahabatnya Hinata, tentu saja kami akan mendukungnya, ya kan Tenten?"seru Ino sambil memeluk Hinata.
"Ya, ya betul itu!" jawab Tenten.
"Oh, kalo gitu. A..a..aku juga. Tentu saja aku akan mendukung Hinata, ya gak?! Hahahahaha .." jawab sakura yang tadinya dengan nada ragu-ragu jadi nada bersemangat, membuat teman-temannya bingung dengan tingkah sahabatnya satu ini.
_Pulang sekolah_
Sakura yang sedari tadi berinisiatif diperjalanan pulangnya, untuk menemui Naruto dan Sasuke. Akhirnya memutuskan untuk mampir dulu kesekolah mereka, yang didukung juga dengan cuaca yang sangat cerah saat ini. Sesampainya Sakura disana.
"Wow .. Keren. Besar sekali sekolahnya .. waduh waduh .." gumam Sakura.
"Ngomong-ngomong dimana ya mereka? Apa aku masuk saja, tapi aku kan bukan anak sini. Aduh bagaimana ya?" Sakura bingung.
(Treng)… Akhirnya Sakura punya ide. Sakura langsung mengumpet disemak-semak yang berada didalam sekolah, dan memetik ranting-ranting yang masih ada daunnya, untuk menutupi bagian yang masih terlihat.
Sakura yang terus berjalan menelusuri semak-semak tersebut, akhirnya sampai juga di belakang gedung sekolah tersebut.
"Ha! Bagus, nggak ada orang." Sakura lega. Langsung merapihkan seragamnya dan masuk kedalam gedung sekolah tersebut.
Sakura terus menelusuri lorong-lorong sekolah dan melewati ruang-ruangan yang ada. Murid-murid yang berada disana, tidak memperdulikan Sakura yang notabennya bukan murid sekolah mereka.
Sakura yang merasa tenang, terus melewati ruang demi ruang, sampai akhirnya ia melihat disalah satu ruang yang rada terbuka pintunya ada sepasang manusia sedang bercumbu mesra. Sakura terkejut, dan sakura semakin terkejut saat dilihatnya laki-laki yang sedang bercumbu dengan perempuan itu adalah … (TaDah!) Na-ru-to ..
"HAH! NARUTO?! Nggak bisa aku percaya, baru saja masuk sekolah, tapi…"batin Sakura.
Tiba-tiba, Naruto membuka matanya yang tadi tetutup. Naruto melihat Sakura, dan menggoyangkan tangannya, seperti mengajaknya masuk.
"Eh!? 'sini'!?" tanya Sakura dalam batinnya.
Tapi tiba-tiba lagi, Naruto sekarang tidak memperdulikan Sakura, dan menggoyangkan tangannya lebih cepat, seperti sedang mengusirnya.
"Eh, bukan .. DIA MENGUSIRKUUU!?" batin Sakura. Sakura kesal.
Braaakkk!!
"Dasar playboy! HUUUUH!!" geram Sakura. Dan langsung menutup pintu yang tadi rada terbuka dengan kencangnya yang membuat mereka yang sedang bercumbu mesra menyadari ada seseorang yang memperhatikan mereka.
"Ah! Ada orang, ya?" tanya Naruto yang pura-pura tidak tau.
ZRRRRRRSSSH *hujan*
"Instingku payah! Sampai-sampai cuaca hari ini pun membodohiku .." batin Sakura.
"Hujan .." suara seorang laki-laki yang sudah berada disebelah Sakura.
"Sasuke!" Sakura menengok kearah suara itu, dan ia tau kalau itu ternyata Sasuke.
"Kebetulan sekali. Eh, kamu nggak punya payung, ya?" tanya Sakura, yang merasa 'kebetulan'.
"Nggak! Ngomong-ngomong, ngapain kamu disini?" tanya Sasuke, mendesak Sakura.
"A.. aku, aku ada urusan sebentar disekolahmu." jawab Sakura, tapi muka Sasuke terlihat ragu-ragu dengan jawaban Sakura.
"Ee .. begini, aku punya temen yang sekolahnya, disekolahmu juga. Jadi, aku kesini dulu sebentar untuk menemuinya, begitu lho .."jelas Sakura. Sekarang tampang Sasuke percaya dengan penjelasan Sakura.
"Huuhh .. mau nggak mau harus berbohong dan pulangnya kehujanan, hiks .." batin Sakura sedih.
Tiba-tiba, Sasuke melepas jas seragamnya.
Sakura berpikir bahwa Sasuke akan menutupi kepalanya dengan jas Sasuke, saat mereka berduaan berjalan dibawah hujan. (Dunia Khayalan) Tapi itu salah.
"Eh, nggak usah … nggak apa-apa, kok! Ternyata Sasuke orang yang baik, yaa.." seru Sakura menolak dengan batinnya yang berharap : paksa aku, untuk mau! (Intinya ke Ge-Eran)
"Hah? Aku duluan, ya .." tanya Sasuke yang dilanjutkan dengan Sasuke meninggalkan Sakura sendiri ..
"EH!?"
ZRRRRRRRSSSSH …
Hujan semakin deras, memberikan alunan suara kesialan Sakura hari ini.
"Sebeeel .." keluh sakura.
Langit biru, terasa damai. Pasti ..
"Aku benci dua-duanya .."gumam Sakura, sambil berlari menerjang hujan yang begitu deraaaass ..
_To be continued_
Hahahaha .. Chapter 2 selesai. Aduh .. ceritanya kok jadi gini ya? Jadi bingung aku .. hhe
Tapi, bagus gak??
Oh ya, aku lupa nih. Aku masih baru disini, jadi klo ada yang salah tolong dimaklumin saja yaa, sekalian kasih tau dimana yang salahnya. Soalnya nih Fict pertama aku.
Maka dari itu, aku minta kritik dan sarannya dari kalian, yaaa … lewat Review
Gamsahamnida … (lho! Kok korea?)
