Homin Incest Story

By Choi Hyun GI

Genre : yaoi

Rated : M

Cast : HoMin

Rate : T

Disclaimer : mereka punya orangtua masing-masing, tapi ketika dicerita, mereka milik author :D

Warning: YAOI, LEMON, BL, NC-17 (or 21?)

Chapter 2

.

.

#Hospital

10 bulan kemudian setelah peristiwa Yunho kecil minta saeng, lahirlah seorang bayi namja berparas tampan dan menggemaskan . Yunho pun sangat menyayangi saeng baru nya yang ia beri nama Changmin.

"Hallo Minnie .." sapa Yunho pada adik kecilnya. Changmin pun tertawa menggemaskan sambil mengedip kedipkan matanya ketika disapa oleh Yunho .

"Mwo, Minnie ? Yak Yunho, saengmu ini namja kenapa kau beri nama Minnie?", protes sang appa .

"Aniyo appa, Minnie .. Changminie appa eomma"

"Aigoo baby,, kau pintar sekali memberinya nama, eomma setuju . Changmin . Minnie .."

Changmin bayi tertawa kecil kembali melihat adegan hyung appa dan eommanya . Mereka yang melihat Changmin tertawapun ikut tertawa . "Ummm.. Nae aegya neomu neomu kyeopta. Hahahaha…" Junsu tak tahan untuk menahan tawanya melihat Changmin yang begitu menggemaskan ..

.

.

.

#Seven years later

(Yunho : 17 tahun)

(Changmin : 7 tahun)

Sejak kelahiran Changmin di keluarga Jung, keharmonisan keluargapun bertambah dengan seiringnya waktu . Yunhopun sangat menyayangi saengnya dan merawat Changmin dengan baik sedari kecil karena pekerjaan orangtuanya yang selalu sibuk dan bertambah sibuk mengakibatkan Yunho dan Changmin lebih sering hidup berdua dan ditemani para pelayan daripada bersama orangtuanya .

Yunho yang sekarang duduk dibangku kuliah pun sebenarnya sudah sangat sibuk dengan kegiatannya di sekolah. Selain ia merupakan pelajar teladan di sekolahnya, ia juga menyandang Ketua Organisasi Mahasiswa dan Kapten Basket. Tetapi ia tak pernah sekalipun meninggalkan Changmin terlalu lama, karena ia sangat sangat menyayanginya, ia khawatir kalau nanti terjadi sesuatu yang buruk pada saengnya.

Changmin tumbuh menjadi anak yang pintar dan mandiri walau masih duduk dibangku sekolah dasar. Ia sekarang sudah duduk di kelas 4. Sama seperti Yunho, karena ia pintar dia mengikuti kelas akselerasi. Ia juga tau kalau hyungnya sibuk, jadi ia tak mau tambah membebani hyungnya. Changmin pun juga sangat menyayangi hyungnya . Dan mereka punya suatu kebiasaan, poppo tiap bangun tidur, berangkat sekolah, tidur, dan masih banyak poppo lainnya .. #Hahahaha

*Cuplikan adegan poppo Pagi hari, "Hyung, hari ini Minnie mau main ke rumah Kyunnie boleh ?'' "Boleh, nanti hyung jemput di rumahnya Kyunnie, ne ?" "Ne, gomawo hyungie !", ucap Changmin kecil bersemangat.

Sesampai di sekolah Changmin, "Minnie, ayo turun, sudah sampai" Changmin diam tak menggapi perkataan hyungnya. Yunho pun bingung, " Waeyo saeng ? Heumm .." "Hiks, hiks .. Morning poppo buat Minnie mana hyung ? Hik .. Minnie mau poppo .. Kenapa hyung lupa ? Hyung sudah tidak sayang sama Minnie ? Hiks" Sambil memanyunkan bibirnya. "Aigoo baby Minnie, mianhe, hyung lupa chagi .. ~Chuppsss .Uljima ne ..? " Changmin pun langsung berhenti menagis dan dengan semangat memasuki sekolahnya.

.

.

.

.

Dan hari dimana sebuah perubahanpun tiba.

Dini hari, tuan Lee selaku pelayan pribadi keluarga Jung, menggedor gedor pintu kamar Yunho. "Tuan muda Yunho, tuan muda !" Yunho yang sedang berada dalam mimpi pun terusik dan akhirnya bangun.

"Ne, ada apa ahjussi ?"

"Tuan besar dan nyonya ..", jawab Lee ahjussi dengan gugup.

"Waeyo ahjussi ? Appa dan Eomma wae ?"

"Ehh.. Tadi barusan ada kabar, pesawat yang ditumpangi tuan dan nyonya mengalami kecelakaan ."

"Mwo ?!' Yunho yang tadi nya mengantuk langsung membelakkan matanya mendengar kabar bahwa orangtuanya mengalami kecelakaan .

Pagi harinya

Kediaman keluarga terlihat ramai. Banyak kolega kerja dan keluarga besar Jung yang sudah mulai berkumpul. Changmin yang sedang tidurpun akhirnya terbangun akhibat kericuhan yang ada.

Ia membuka pintu kamarnya. Ketika hendak menuruni tangga, tuan Lee memanggil Changmin.

"Tuan muda" panggilnya.

"Morning ahjussi … Ahjussi di bawah sedang ada apa ? Kenapa ramai sekali? Eumm.. Yunho hyung di mana ? Hari ini katanya hyung mau mengajakku jalan-jalan ke taman bermain.." ucapnya bersemangat.

"Eee.. Tuan, se.. sebenarnya ada masalah besar." Ucap tuan Lee sedikit tergagap.

"Ada apa?" ucap polos Changmin sambil memiringkan kepalanya.

"Tuan dan nyonya besarrr… Itu.. Ehh.." ucap tuan Lee bingung.

"Appa dan eomma kenapa ahjussi ?" Tanya Changmin penasaran.

"Pe…pesa..pesawat yang ditumpangi tuan besar dan nyonya besar mengalami kecelakaan. Ta tapi belum ada kepastian apa-apa dari pihak kepolisian mengenai kasus ini.. Jadi kemungkinan tuan dan nyonya besar"

"Appa eomma.." sela Changmin lirih..

Changmin langsung pergi mencari Yunho. Mata dan hidungnya memerah, ia sudah menangis sejak tuan Lee selesai mengatakan tentang kecelakaan itu.

"Hyung .. Hyung .. Hyung …" panggilnya .

Ia mencari di semua ruangan tetapi hasilnya nihil. Yunho tidak ada di manapun.

Kemudian ia ingat, biasanya hyungnya kalau sedang penat atau sedih, ia akan ada di taman belakang . Ia pun segera melangkahkan kakinya ke taman belakang. Dan benar, Yunho ada di taman belakang.

"Hyung… " gumamnya.

Yunho yang melihaat Changmin menghampirinya, ia berdiri dan menatap tajam saengnya.

"YAKK KAU ! GARA-GARA KAU MEMINTA APPA DAN EOMMA MEMBELIKAN PSP KELUARAN TERBARU DI JEPANG SEPULANG DARI AMERIKA, APPA DAN EOMMA KECELAKAAN ! PUAS KAU ? HAH ?!" bentak Yunho.

Ya. Sebelum Yoochun dan Junsu pergi ke Amerika, changmin meminta mereka untuk mampir ke Jepang membeli PSP keluaran terbaru dari Jepang, dan ia meminta mereka untuk membelikannya langsung dari pabriknya ketika PSP terbaru itu launching.

"Hyung .. Minnie .. mianhae. Hiks.. Minnie tidak tau hyung kalau ..hiks" Changmin mencoba membalas ucapan hyungnya. Tangis Changmin yang tadinya sudah berhenti akhirnya terdengat kembali.

"KALAU APA ? HAH? ! COBA KALU KAU TAK MEMINTA MEREKA MENDATANGI LANGSUNG TEMPAT PRODUKSI PSP ITU, PASTI MEREKA SUDAH SAMPAI RUMAH SEKARANG !"

"Hiks .. hyung .. mianhae.."

PLAKKK

Yunho menampar Changmin. Ia begitu marah dengan saengnya.

"Kau memang ! ARRRGGGHHHHH ! Yunho mengacak-acak rambutnya frustasi .

"Hiks.. hiks.. hikss " Changmin menangis. Ia benar-benar shock. Yunho tidak pernah marah padanya apalagi menamparnya seperti yang barusan terjadi.

Changmin berjalan menjauhi Yunho. Ia mengusap-usap matanya supaya tangisnya tak dilihat orang nanti.

Ia benar-benar sedih. Sedih antara tentang keadaan orangtuanya yang belum diketahui pasti dan sedih karena Yunho memarahi apalagi menamparnya. Ia kembali ke kamarnya. Di dalam kamar, ia memandang Yunho lewat jendela kaca kamarnya. Ia menagis ketika kembali mengingat kejadian hari ini. Coba saja jika ia tak meminta appa dan eomma untuk membelikan PSP itu, pasti mereka sudah sampai rumah dengan selamat. Benar kata Yunho, ini semua salahnya.

Di luar sana, di taman..

Sebenarnya tuan Lee ada di sana ketika Yunho memarahi dan menampar saengnya. Ia sebenarnya hanya lewat dekat situ. Ia ingin mencegah tapi kerjadiannya cepat sekali. Dan sekarang, ia sedang menghampiri yunho yang terduduk kembali di bangku taman sambil mengacak-acak rambutnya.

"Aishhh ! Apa yang aku lakukan pada Minnie ? Arrrgghhhh !" ucapnya kalut. Ia sadar. Apa yang dilakukannya salah. Ia tak seharusnya membentak apalagi plus menampar saengnya.

"Tuan muda Yunho.." panggil Tuan Lee.

"Ahh ahjussi.. duduklah." Ucapnya.

"Mianhae Tuan kalau saya lancang. Apakah Tuan tidak kasihan dengan Tuan Muda Changmin? Sepertinya ia sangat terpukul ketika anda memarahinya tadi." Ucap Tuan Lee hati-hati.

"Ne ahjussi . Sepertinya aku sangat keterlaluan padanya. Aku benar-benar kalut ahjussi... Aku tak bisa membayangkannya, jika appa dan eomma ….." Yunho mengucapkannya dengan mata terbata.

"Ne Tuan. Tapi, bukankah belum ada konfirmasi dari pihak kepolisian mengenai kecelakaan pesawat itu ? Kita berpikir positif dulu saja mengenai hal ini." Tuan Lee menasehati.

"Ahjussi, tadi Changmin kemana?" Tanya Yunho penasaran mengenai saengnya. Ia khawatir.

"Tuan muda Changmin tadi langsung masuk ke kamarnya Tuan." Jawab Tuan Lee.

"Baiklah. Aku akan menemuinya nanti. Aku akan meminta maaf padanya." Ucap Yunho dengan penuh penyesalan.

Dan siang pun tiba, pihak kepolisian sudah dating ke kediaman keluarga jung. Mereka mengkonfirmasi bahwa tidak ada korban yang selamat akibat kecelakaan pesawat Jepang-Korea. Tetapi mayat Yoochun dan Junsu belum ditemukan . Yunho semakin kalut dengan keadaan. Ia dan yang lainnya pun tak menyadari bahwa Changmin sudah keluar dari kamarnya dan ia mendengar semua percakapan yang ada. Ia membuka pintu kamarnya pelan. Takut ada yang mengetahuinya.

Di dalam kamar ia pun menangis dalam diam. Hingga pagi menjelang …..

Keesokan harinya, sahabat kolega dan keluarga jung bertambah banyak yang berdatangan. Mereka mengucapkan bela sungkawaatas kecelakaan yang menimpa Yoochun dan Junsu.

Changmin keluar dari kamarnya. Ia berjalan menuju dapur. Karena ia benar-benar kelaparan . kemarin ia seharian tak makan sesuap pun. Ia hanya minum air putih yang terletak di atas meja nakas.

Ketika ia sedang makan, Yunho mendatanginya.

"Minnie-ah.."panggil yunho.

Changmin yang mendengar suara hyungnya, ia cepat-cepat bergegas lari menuju kamarnya. Ia takut hyungnya marah lagi ketika melihatnya.

Ia meninggalkan piring makannya di meja makan.

Yunho yang melihat ketakutan saengnya terhadapnya semakin sedih. Ia benar-benar kalap kemarin.

Ia berjalan menuju meja makan. Diambilnya piring saengnya yang masih penuh dengan makanan. Ia membawanya ke lantai atas menuju kamar saengnya.

"Saeng-ah.. buka pintunya chagi. Makanlah. Ini hyung bawakan makananmu tadi." Ucap Yunho.

Hening. Taka da jawaban.

"Min, mianhae. Jeongmall mianhae. Hyung kemarin tak sengaja. Mianhae. ." ucapnya dengan nada yang sangat terlihat bahwa ia benar-benar menyesal.

Hening. Tetap taka da jawaban. Akhirnya Yunho menyerah. Ia membawa piring Changmin ke dapur kembali.

Di dalam kamar.

Changmin bingung apa yang harus ia lakukan. Ia benar-benar masih takut dengan hyungnya. Dan seharian itu pula ia tak keluar kamar lagi.

Di ruang keluarga.

Yunho, Tuan Lee dan keluarga besar Jung beserta pengacara keluarga Jung sedang bercakap-cakap. Mereka membahas tentang penerusan pemegang . Yunho sebagai pewaris pertama perusahaan Jung akhirnya memegang perusahaan Jung tersebut, dikarenakan ia sudah menginjak umur 17 tahun sehingga ia dipercaya dapat meneruskan perusahaan itu ditambah dengan kejeniusannya menambah tingkat kepercayaan padanya. Yunho akhirnya akan memindahkan kuliahnya di Jepang, karena menurut keluarga Jepang adalah tempat pendidikan yang sangat baik untuk bagian Management. Walaupun di Seoul tempat kuliahnya sekarang juga merupakan universtas terbaik dalam bidang Management.

Yunho yang mulai sibuk dengan aktivitasnya mengurus kepindahannya kejepangpun tak sengaja ia melupakan saengnya. Ia benar-benar sibuk. Ditambah ia harus mengurus perusahaan ayahnya itu.

Changmin yang mendengar kabar itu dari Tuan Lee hanya bisa berdiam diri. Ia belum bisa apa-apa untuk saat ini. Ia hanya bisa melihat hyungnya sibuk kesana kesini dari jauh. Jujur ia sangat merindukan kasih sayang hyungnya. Apalagi untuk saat ini. Ia masih terlalu kecil untuk melalui masa ini. Ini sudah 5 hari ia tak bicara sepatah katapun dengan hyungnya. Karena memang taka da percakapan satu pun diantara mereka .

Dan sejak saat itu pula hubungan kakak adik ini renggang. Taka da komunikasi secara langsung diantara mereka.