The Time Traveler
.
.
.
Jung Nara Stories
.
.
.
DISCLAIMER
Cerita ini terinspirasi dari drakor Playful Kiss dan A Gentleman Dignity
Plus otak dong-dong Nara yang positif terjangkit virus yaoi
.
.
.
WARNING
Fict ini asli bisa sebabkan reaksi alergic, sedative, palpitasi, gangguan lambung dan jantung lemah coz mengandung unsur BL : walau rate K+ dan genre bromance/fantasy/school live
.
.
.
Chapter 2
.
.
.
.
HAPPY NEW YEAR
^.^
Siuuung!
Blarr...blarrr...blarrr...
Merah, kuning, hijau, biru, ungu~warna warna cantik yang berasal dari ribuan kembang api hiasi langit Tokyo. Hampir seluruh warga antusias sambut pergantian tahun dengan merayakan Oshogatsu yang selalu digelar tiap tanggal 1-3 Januari secara rutin, dengan mengadakan Osechi. Sejenis jamuan makan tradisional yang wajib dihadiri keluarga, sahabat atau antar relasi kerja. Umumnya diadakan di rumah atau membooking cafe, ryootei dan restoran.
^.^
'Ini hari ke-777 hidupku tanpamu, Bear...juga tahun ke-2 Oshogatsu-ku tanpa appa.'
Huwee~
Choi Jaejoong melamun sendirian dengan wajah memelas di etalase Shino Game Station, usai menerima 3 pesan singkat dari appa. Yeah~malam ini beliau masih berada di Shibuya, karena jadwal pemotretan yang tidak bisa diganggu gugat. Sementara itu, Suie—
"Ini ajakan kencan?"
"Yyah, Suie...aku mencintaimu!"
"Tutup teleponnya, pabo—hari ini kakekku datang dari Edo, atau...jika kau mau datanglah ke rumah."sahut Junsu rada ketus.
"Owh, kalau begitu bersenang-senanglah...bye, Suie!"
^.^
FIGHTING, JAE!
Dding!
Cklek...cklek...cklek...
"Tidak apa-apa, aku baik-baik saja...jangan cemas! Tiap tahun juga begini kan, baiklah—Choi Jaejoong! Semangat! Ha...ha...ha...!"
^.^
Jaejoong pasang wajah super seram saat menggencet tombol warna-warni di play stasion, memainkan J-Full Metal Panic dengan brutal layaknya orang kesetanan. Sampai 7 namja cilik yang ada di sekelilingnya bergidik, ketakutan. Menyebalkan~
YOU LOSE
.
.
Fuzan Cafe : 52-3 Tokyo
.
Kling~
Tap! Tap! Tap!
^.^
He..he..he...
Senyum Jaejoong melebar, haru.
"Ponselmu mati, jadi kukira kau pastii—hey, stop it...senyummu itu mengerikan!"
Kim Junsu memang sahabat yang bisa diandalkan, tak peduli meski omelan dan sindiran pedas kerap meluncur dari mulutnya. Ia selalu ada kapanpun Jaejoong membutuhkan selama 2 tahun keduanya berteman akrab. Keren~
"Berdua—isssh, ini terlihat seperti kencan sungguhan!"
"Aku mencintaimu, Suie..."
"Tutup mulutmu!"
"Gomawo."
"Pesta orangtua itu sangat membosankan...Shin! Aku pesan 1 full mango!"
"Hehehe, itu sebabnya kau kabur?"
"Hm...kita mau berpelukan, menari atau menangis semalaman?"cibir Junsu sembari memutar bola mata jengah. Ide brilian langsung loading di otak Choi Jaejoong, hell~usia mereka hampir 19 tahun kan.
"Aku mau sake!"
^.^
PUEEHH!
Srrtt...
Kim Junsu seketika melotot horor ke arah sahabat ajaibnya, setelah sukses semburkan lelehan ice cream hasil jarahannya 3 menit lalu. Kadang-kadang Choi Jaejoong gilanya kelewatan, yeah—mabuk mabukan lalu ketahuan pihak sekolah. Maka habislah riwayat mereka karena melanggar aturan nomor 9 THS, broo~
"Baiklah, kuputuskan...kita ke karaoke lalu menyanyi sampai pagi!"
.
.
^.^
Hello, hello...nuni majuchimyeon (loving you)
L-O-L-O-V-E...naneun malhae (loving you)
Mello, mello...urin L-O-L-O-V-E (only you)
I'm always think about you-u-u...
^.^
Sekali lagiii~
Dua namja menggemaskan ini menyanyi asal-asalan senandungkan lagu Sistar yang sedang booming di Japanese Karaoke, disertai gaya-gaya konyol ala bintang K-Pop sambil menahan mulas di perut. Astaga~kenapa mereka tidak memutar lagu-lagu boyband atau group visual key yang sedang populer di Jepang sih...kesannya kan lebih cool, keren dan manly.
Bwahaha...
"Suaramu jelek sekali, jangan menyanyi lagi!"
"Aksen koreamu sangat lucu!"
"Whatever—one more time!"
SO COOL
.
.
Tuhan...
Terima kasih telah kirimkan malaikat ini ke dalam kehidupanku
Aku sangat bersyukur, biarpun harus melewati saat-saat terburuk tetapi pada akhirnya kami selalu tertawa bersama
.
.
AT ANOTHER PLACE
.
.
Shirokane : 25-1 Tokyo
.
Choi Siwon keluarkan set peralatan fotonya dari bagasi taxi yang telah mengantarnya di pagi buta, selama 2 jam perjalanan Shibuya-Tokyo. Pukul 3 malam, lewat pergantian tahun—tapi setidaknya ia bisa rayakan dengan Jaejoong. Kejutan~
^.^
Drap! Drap! Drap!
Suara langkah kaki urungkan niat appa memutar kunci ruko, tampak 3 namja belia seusia putranya menghampiri emperan studio. Urg—kening appa mengernyit cium aroma alkohol dari mulut, pakaian, bahkan satu diantaranya masih cengkeram botol arak. Oh, anak muda jaman sekarang? Ckk, ckk, ckk~
"Hai, ojisan—beri kami uang untuk membeli rokok!"
Astaga!
Mereka anak-anak berandalan yang sering beroperasi di daerah sini rupanya.
"Kalian anak SMU kan, merokok itu dilarang dan tak bagus buat kesehatan."
"Cih, banyak omong! Rampas uangnya!"
Shiirota Yuu, 19 tahun
Pimpinan gank rusuh ini bergerak cepat meraih dompet di saku mantel Siwon, di bantu 2 anak buahnya sambil terkekeh puas. Yeah~setidaknya 800 Yen berhasil di peroleh mereka dari sang korban yang kalah jumlah, usia dan tenaga.
Poor, appa...
"Lumayan."
"Kalian tidak boleh lakukan itu!"
"Dasar pelit...coba kau berikan sejak tadi, kami tak akan mengganggu!"
"Kembalikan uangku!"
"Nih, dompetmu kami kembalikan...terima kasih, ojisan! Hahaha..."
^.^
"TIGA PEMUDA 20 TAHUN MELAWAN 1 PRIA 40 TAHUN—KALIAN TIDAK BISA MENCARI LAWAN YANG SEIMBANG?"
Tap...tap...tap...
Srakk!
Suara bass, datar dan dingin sapa keributan kecil di studio mini Choi Siwon. Tiga preman itu saling lempar deathglare, lalu ambil kuda-kuda untuk menyerang sosok asing yang sok heroic di hadapan mereka. Ada yang bosan hidup rupanya, heheh~
"Heiii, hentikan...jangan berkelahi!"seru appa panik saksikan perkelahian yang 100% tidak seimbang.
Ya Tuhan
^.^
.
.
Higurashi :91-9 Tokyo
.
Namura-san, kepala kepolisian resort Kanagawa mengamati Choi Siwon yang duduk diantara 4 remaja, kini 3 diantaranya terlihat mengerikan dengan banyak luka lebam di wajah. Heiii~baru kali ini seorang penyidik dibuat bingung dengan status sang pelaku vs pelapor.
Aneh!
"Dia yang memulai, pak!"
"Lihat...wajah kami sampai babak belur."
"Aw, aww, awhh..."
^.^
Namura sensei memandang appa seolah minta penjelasan pada satu-satunya pria dewasa di sini.
"Tiga anak ini berusaha memalak aku, sensei!"jelas appa menghela nafas panjang.
"Kami tidak bisa memutuskan begitu saja, kecuali ada—buk...!"
"Anda memerlukan bukti?"
Klik!
Eoh ^.^
Pemuda asing di sisi kiri Siwon meraih bollpoint di sakunya, sekali tekan terdengar rekaman percakapan peristiwa di X-Generation 30 menit lalu. Hell~tiga namja itu melongo tak mampu berkutik lagi, kali ini habislah mereka.
.
"Tiga pemuda 20 tahun melawan 1 pria 40 tahun, kalian tidak bisa mencari lawan yang seimbang? Cih, memalukan!"sindir namja asing ini meremehkan dengan sorot matanya yang tajam, sinis dan datar. Hell~Yuu Cs seketika naik darah sembari lontarkan umpatan-umpatan kasar untuk membalas.
"Hee, dasar besar mulut...kau sudah bosan hidup rupanya!"
"Kita hajar saja dia."
"Siapa kau...?"
"Aku mimpi burukmu!"
"Orang ini benar-benar cari mati, habisi dia...hyaaah!"
Srrtt!
Bagg...bugg...duaghh...
Perkelahian tak bisa dihindari lagi. Aksi heroic itu akhirnya teredam saat 2 security kompleks datang melerai, lalu seret Yuu cs yang kerap bikin onar di sekitar distrik Kanagawa. Hah~
.
"DASAR BOCAH TENGIK, MATILAH KALIAN DI PENJARA!"
^.^
Ha...ha...ha...
Yuu, Hyuga dan Kanata meringis kesakitan sambil mengelus wajah mereka yang babak belur, sembari mendelik pada sosok asing itu dengan sorot mata penuh dendam. Sementara sang lawan kini menyeringai puas dan pasang muka dingin kembali iringi kepergian Choi Siwon usai mengurus berkas laporan, yeah...setidaknya 3 bulan mereka akan terkurung di balik jeruji besi. Sialan~
.
.
THREE MONTHS LATER
.
.
Chiyoda Park : 45-8 Tokyo
.
Drap! Drap! Drap!
Srakkk~
Dua sosok remaja berlarian susuri jalan tembus di gank kecil, sekitar 300 meter dari Tokyo Imperial Palace. T-t-tunggu...ada yang aneh, karena Kim Junsu menyeret sosok yeoja cantik komplit dengan aksesoris furoside seperti : kanzashi, obi, waraji dan rabi. Hohoho~rupanya yeoja itu Choi Jaejoong yang sedang crossdressing demi kerja sambilannya tiap hari Minggu bersama Junsu.
Rrrr~
Secantik-cantiknya Choi Jaejoong, sebenarnya ia tak rela didandani layaknya perempuan. Lihat~buktinya bibir cherry yang imut, lucu dan menggemaskan itu kini tengah mengerucut 5 centi sibuk komat-kamit menyumpahi Kim Junsu. Bwahaha...
"Ini satu-satunya cara peroleh 2000 Yen dalam sehari, noona!"
"Yyah, berhentilah bicara seolah-olah kau akan menjualku."
"Aissh, lompat saja...jangan berisik! Jika ketahuan matilah kita, pabo!"
"OK."
"Naiklah ke punggungku, berikan kameramu!"
"Aku ke atas!"
HUP!
Hngg...berat
Junsu meringis saat waraji/sandal berujung lancip itu menghimpit punggungnya, ditambah bobot Jaejoong yang lumayan biar kurus-kurus kerempeng seperti papan penggilasan. Ouch, pantat Jaejoong akhirnya berhasil mendarat mulus di atas tembok setinggi 2,5 meter—setelah lemparkan sepasang selopnya ke balik dinding.
Klotak!
Klotak!
SIP ^.^
Kim Junsu acungkan jempol sebelum kabur, masuk melalui pintu utama layaknya pengunjung.
.
JOYA NO KANE
.
Teng! Teng! Teng!
^.^
Lonceng yang berdentang 10 kali di tengah taman Chiyoda seluas 7,4 acre ini mengusik suasana pagi. Tokyo Imperial Palace, salah satu kompleks istana kaisar yang dijadikan obyek wisata dan dibuka untuk umum di hari-hari tertentu. Beautiful~
Klik...klik...klik...
Tiga kali jepretan Leica buatan German ini membidik objek-objek menarik dan abadikan dalan picture indah dan menawan. Kehadiran sosok tampan ini cukup menarik perhatian 90% pengunjung Chiyoda Park. Mata musang, bibir hati yang sexy, garis wajah tegas dan tatapan setajam visual terminator. Ommo~
'Kau mau cari mati, cepat hubungi aku.'
Pic!
Isi pesan ke-7 kali selama 4 jam terakhir berupa teror, ancaman dan kalimat mengerikan. Dengan cuek namja ini menonaktifkan ponselnya, walau bisa ditebak seseorang yang gencar menghubunginya bisa terserang hipertensi akut.
^.^
Klotak!
Klotak!
Shit~
Dua selop beterbangan dari angkasa, sukses menghantam jidat sang live angel. Rrrr~belum pulih dari shocknya tiba-tiba sesosok yeoja jatuh dari langit...keras...tubruk, langsung hajar sang pemilik bibir hati. Lip to lip~
Brukkk...
1
2
3
Hampir 5 detik dua anak manusia ini tertegun, saling tatap mesra (?). Abaikan, itu hanya khayalan 'noona Choi'—nyatanya, namja berwajah dingin di bawah himpitannya langsung mendorong Jaejoong menjauh dengan ekspresi kesal. Sakittt ^.^ Rasanya seperti ciuman dengan mobil, heee~
"T-t-tidak mungkin...Yunho-ya?"
Plak...plak...plak...
Choi Jaejoong segera tampari pipinya sendiri untuk yakinkan diri.
Panass!
Ini nyata.
Yunho-nya sibuk mengusap bibirnya yang berdarah dengan dahi mengernyit, basuh dengan air di pancuran taman. Oh~itu benar-benar suaminya aniya...meski memiliki rambut coklat kemerahan.
"Bearrrr—aku hampir mati merindukanmu! Hiks,..."
^.^
GREB!
Hugs...
Jaejoong lari menghambur peluk pinggang, dekap tubuh dan sandarkan diri di punggung orang yang sangat dirindukannya selama 865 hari ini~huweee...hangat! Nyaman! Ini Yunho-nya aniya.
Hingga tiba-tiba satu tarikan kuat seret tubuhnya, astaga—Kim Junsu dikejar-kejar security coba melarikan diri usai pekerjaan ilegalnya tertangkap basah petugas keamanan.
"Lariiii, kita ketahuan...!"
"Suie...suamiku! Suamiku! Suamikuuuu!"
"Tungguuu, jangan lari kalian! Dasar anak-anak bandel, berapa kali kubilang jangan ganggu turis-turis di kompleks Chiyoda...awasss kalau tertangkap!"
Drap! Drap! Drap!
.
.
"KALIAN BERHENTIIII!"
.
.
^.^
Tik...tik...tik...
Huwaa~
Kim Junsu menggeram sebal menghitung gerakan jarum arlojinya, pukul 10 malam. Yang benar saja—mau sampai kapan anak ajaib ini bertahan, pelototi tiap pengunjung taman yang keluar demi mencari sosok fiktif yang bernama Jung Yunho. Gila~
"Ini sudah 12 jam, berapa lama lagi kau mau menunggu?"
"Aku sungguh melihatnya, Suie..."
"Dia tidak nyata, pabo!"
"Yunho..."
"Yunho, Yunho yang mana lagi...setahuku kau bahkan sering kencan buta dengan orang yang mengaku bernama Yunho? 24 sehari, 7 hari seminggu, 4 minggu sebulan, 12 bulan setahun...kau terobsesi dengan orang yang hanya ada di dalam khayalanmu, Jae! Hentikan, kau bisa gila!"tukas Junsu iba saksikan sahabatnya berjongkok dengan wajah memelas dan mata doe berkaca-kaca mengenaskan.
Ha-ah ^.^
.
.
^.^
Srak...srak...srakk...
Hah!
Choi Jaejoong seret sepasang kakinya gontai, kenang 7 tahun perjalanan cintanya dengan Yunho (2007-2017) dengan helaan nafas memberat. Hell~ia masih tak percaya jika sosok yang ditemuinya 12 jam lalu cuma sebatas imaginasi liarnya, ia bisa gila.
"Mimpi atau nyata...bahkan aku tak tahu bedanya, Bear.'
^.^
Flashback
"Kita putus!"
"P-p-putuss...?"
"Kurasa aku tidak bisa menikahimu, Jae."
.
"Yunho hyung selingkuh? Dia bilang—?"
"Tidak."
"Kau pergoki dia selingkuh?"
"Juga tidak."
"Ehm...Yunho melihatmu ciuman dengan kencan butamu?"
"Tidak, tidak!"
"Dia di diagnosa penyakit mematikan? Kanker—?"
"Hah?"
"AIDS?"
"Suie..."
"Gila—tunanganmu memutuskanmu 10 hari jelang pernikahan...hyung! Kau benar-benar butuh bantuan!"tegas Junsu tak percaya.
.
"Yunho mengatakan ingin jadi pendeta—kurasa kematian ummanya jadi trauma mendalam."
.
"Kwon Boa, d-d-dia alasannya?A-a-apa...mereka tinggal serumah?"
.
"Jung Yunho, aku sangat membencimu!"
"Baguslah, aku lega mendengarnya."
"K-k-kau bukan manusia!"
"Kukira kau sudah tahu aku bukan manusia."
"Kejam!"
"Hiduplah dengan baik...jangan berbuat bodoh, sebagai gantinya kau tidak perlu melihatku lagi seumur hidupmu! Pegang janjiku!"
.
Flashback end
.
.
^.^
Tes...tes...tes...
Hiks!
Satu dua butir airmata merembes di pipi putih Jaejoong yang terjebak antara sedih, luka dan patah hati.
"Yunhooo...aaaarrrgggtt, aku bisa gilaaa!"
Kwok...
Kwok...
Kwok...
Tiga burung hantu yang bertengger di bangunan tua bernyanyi merdu, hingga sepasang selop Choi Jaejoong melesat dan hantam lagu kematian yang berkumandang.
Buuukkkk!
.
.
SATURDAY : 10.00 J-TIME
.
.
Tsesaki : 52-5 Tokyo
.
Bunga –bunga Sakura bermekaran di taman nasional Shinjuku, sungguh April moment yang indah di awal musim semi. Taman seluas 58,3 hektar ini dilengkapi : jalur jogging, jembatan, kolam koi dan rumah kaca dengan berbagai jenis bunga tropis. Buka setiap hari : 07.00-16.30/kecuali hari Senin dengan tarif 200 Yen.
^.^
Oh~
Suara merdu iringi gitar akustik yang alunkan irama Nae Moriga Nabasseo sukses membuat para gadis, obasan dan ojisan yang menikmati waktu piknik di taman terkagum-kagum oleh kehadiran sang 'hallyu' dadakan. Ommo~tampannya...
"Kashiwabara Takashi?"
"Kim Hyun Joong...?"
"Joe Cheng."
"Lee Joon Hyung—CN Blue."
Ha...ha...ha...
(Anggap aja tuh tante ama om-om pada rabun, karena Nara juga gak tahu dimana miripnya)
^.^
Prok! Prok! Prok!
Sosok remaja tanggung ini mendongak temukan Choi Siwon berdiri tak jauh dari bangku taman, diiringi senyuman lebar plus rasa kagum dengarkan alunan nada indah itu sejak 10 menit lalu.
"Ojisan?"
"Ternyata kau pintar menyanyi dan memainkan gitar ne!"
"Konnichiwa..."
"Kejadian di Kanagawa—aku belum sempat ucapkan terima kasih. Ayo, aku akan mentraktirmu minum teh...oh, siapa namamu anak muda?"
"Yunho—Jung Yunho!"tegas pemilik mata musang itu dengan nada rendah.
"Yunho...hnn—wajah, suara, bakatmu mengingatkan aku pada seseorang bermarga Jung."
"Nuguya? Teman dekat ojisan."
"Yyah—kami seangkatan di Kaioh University, kami berpisah 20 tahun...kudengar saat ini ia sedang bertugas di Paris. Namanya Jung Hankyung!"
^.^
Kalimat Yunho selanjutnya langsung membuat appa ternganga tidak percaya.
"JUNG HANKYUNG, BELIAU APPAKU."
.
.
Shirokane : 25-1 Tokyo
.
^.^
Hoaahm~
Srak...srak...srakk...
Choi Jaejoong menyeret geta/sandal kayunya malas menuju satu-satunya toilet di studio appa, hingga ia menyadari salah satu aset pentingnya ketinggalan. Boxer imut kesayangannya yang bermotif hello kitty, muehehe—1...2...3...mata doe itu terbelalak saat boxer miliknya melayang di udara. Ditangan sosok asing yang sandarkan punggung di samping bilik kamarnya.
"Ini boxermu, noona...?"
"Gyaaah, k-k-kau?!"
"Hati-hati, kucingnya suka berkeliaran."
^.^
Bibir cherry Jaejoong menganga lebar lantaran shock berat, hingga tak sanggup berkata-kata. Huwah—jari telunjuknya menuding sosok tampan yang bicara barusan dengan cengiran jahil, jangan-jangan kali inipun cuma halusinasi.
Klak!
"Kalian sudah berkenalan rupanya? Jae...ini Jung Yunho, putra teman appa saat kuliah di Kaioh—untuk sementara dia akan tinggal disini hingga appa berhasil hubungi bumonim-nya di Perancis."
^.^
MWO~
.
.
Diningroom : 20.00 J-Time
.
^.^
Tring! Tring! Tring!
Hnn~
Tiga namja ini menikmati sajian khas Jepang yang khusus dibuat appa, Domburinomono. Masakan beras yang ditutup 5 jenis lauk : jamur, gyudon/daging sapi, ayakadon/ayam, tendon/udang dan katsudon/telur. Yummy~
"Kau suka masakan Jepang, Yunho?"
"Jangan cemas, Ojisan...aku bisa makan apa saja."
"Syukurlah, jangan sungkan—kau bisa tinggal disini sampai kapanpun kau mau!"
"Gomawo...mian mengagetkan noona?"
NOONA?
^.^
Choi Jaejoong menunjuk batang hidungnya, mencerna maksud Yunho hingga langsung teringat peristiwa di Tokyo Imperial Palace 1 minggu lalu. Oiii~jadi itu bukan mimpi? Mereka ciuman.
'D-d-dia ingat aku yang menyamar jadi yeoja...astaga, memalukan.'
^.^
"Maaf, Yun...aku belum bisa menghubungi bumonim-mu, 20 tahun belakangan mereka tidak aktif di semua kegiatan alumni Keioh University. Nomor terakhir appa-mu bahkan sudah tidak bisa dihubungi."sesal appa sedih setelah mendengar hal yang dialami Yunho selama 1 bulan di Tokyo.
Kehilangan ponsel, dompet, kehabisan uang dan tidak dapat menghubungi keluarga.
"Beliau pindah tugas ke Nevada 12 tahun lalu, ojisan."
"Bukankah kalian tinggal di Paris?"
"Ne, itu benar—umma mengurus bisnis kecantikannya, sedang appa bertugas di ICJ selama 9 tahun."kata Yunho tersenyum miris. Ouch—Jaejoong termangu tangkap nada sedih dalam kalimat namja di hadapannya.
.
'Kim Heechul, kami terakhir bertemu saat kematian Kim Kibum—mendiang istriku!'
.
^.^
"Oh—kau sendiri, bukankah musim liburan sekolah sudah berakhir. Apa yang kau lakukan di Jepang?"tanya appa heran, mata doe Jaejoong ikut memicing penasaran.
Hell~
Yunho tertawa kecil.
"Aku tidak sekolah, ojisan."
"A-a-apa?"sergah Jaejoong bengong.
"Belajar bukan hal menarik untuk kulakukan."
"Yyah, mana bisa begitu..."protes Jaejoong lantang. Hee~ia langsung tutup mulut karena appa menatapnya tajam.
"Itu tidak benar...pendidikan formal itu penting agar kau bisa menentukan apa yang kau inginkan di masa depan. Lihat saja Jaejoong, ia berusaha keras meski otaknya pas-pasan...ia pantang menyerah. Ha..ha..ha...! Kau punya cita-cita, Yun?"tukas appa diselingi kerucutan bibir Jaejoong.
^.^
Yunho terdiam sesaat.
.
.
Flashback
.
Drrtt...drrtt...drrtt
Klik!
Yunho mengangkat panggilannya usai kirimkan 1 mms ke satu nomor ber-code Perancis.
"Tiga detik...cepat sekali."
"Bocah tengik! Apa kau mau mati—apa yang kau lakukan di Jepang!"
"Choi Siwon : bukankah dia sangat tampan...aku ingin tahu darimana bakat, wajah dan suara merduku berasal. Kami sangat mirip, bolehkah aku mulai biasakan diri memanggilnya 'appa'...?"
"Jung Yunhooo!"
"Siapa tahu saat oyaji dan ofokuro bercerai, kita satu KK dengan Choi Siwon."
Hosh! Hosh! Hosh!
Arrgghh~
"Jung Yunho, aku benar-benar akan mencekikmu lalu bunuh diri! Ya Tuhan...ampuni dosaku! Kenapa aku bisa melahirkan titisan iblis sepertimu, bla...bla...bla...!"umpat Kim Heechul merana disambut kekehan sadis sang putra. Aigoo~tentu saja karena Jung Yunho keluar dari rahim sang ratu iblis. He...he...he...
^.^
.
Flashback end
.
.
Choi's Room : 22.00 J-Time
.
Kamar appa yang tak seberapa luas dilantai 2 tepat di depan kamar Jaejoong, sengaja disiapkan untuk Yunho. Yeah~ide bagus meminta anak ini tinggal di studio untuk teman putranya, mengingat seringnya appa memperoleh job di luar kota. Setidaknya Choi Jaejoong tidak akan kesepian lagi ne ^.^
Oh~
Appa perhatikan foto-foto hasil jepretan Yunho yang bertumpuk di nakas, beberapa live moment tentang festival Seijin Shiki, Joshi No Sekku, Persikk dan Hanami di : Shibuya, Kyoto, Hokaido dan Tokyo. Plus ratusan picture di berbagai negara dunia seperti Asia, Eropa, Afrika dan Eropa.
Keren!
"Kau sering bepergian sendirian, Yun?"
"Heum, ne."
"Berapa usiamu saat memulai travelling?"
"12 tahun, ojisan...setelah ini, aku ingin ke Asia Tenggara dan Australia."
"Hebat—ketika seusiamu aku pernah bermimpi keliling dunia, tetapi kau bahkan sudah separuh keliling bumi. Aku salut...!"appa berdecak kagum dengan eksistensi remaja di hadapannya.
"Kenapa ojisan memutuskan berhenti bermimpi?"
"Aku menemukan mimpi yang lain—menikah."
"Obasan pasti wanita yang hebat!"
"Pria yang hebat, ahaha...kau terkejut? Dia namja istimewa...seseorang yang paling lugu, cantik dan sederhana. Tujuh tahun rasanya terlalu singkat, tetapi Kibum memberikan hadiah yang paling indah—Jaejoong. Sekarang tujuan hidupku mewujudkan impian anak ini...!"appa termangu dengan tarikan nafas dalam, diselimuti haru kenang mendiang 'istri'nya.
^.^
Yunho merenung dalam diam.
"Hyung pasti bangga memiliki anda, ojisan."
.
'Hyung, astaga—aku tidak setua itu, Bearrr...kita hanya lahir berselang 2 hari.' jerit Jaejoong di dalam hati dari balik pintu kamar disertai kerucutan sebal. Hohoho~
.
^.^
Ha...ha...ha...
Appa tersenyum simpul sambil menepuk bahu anak muda yang mirip teman masa kecilnya, Jung Hankyung.
"Tidak—aku yang bangga memiliki putra seperti Jaejoong. Walau dalam kondisi sulit, susah, sakit...ia tabah dan tak sekalipun mengeluh!"
.
'Aku harap bisa memiliki keluarga sehangat ini, Ojisan.'
.
^.^
Appa tertawa pelan.
"Hankyung dan Heechul pasti bangga mempunyai putra yang sangat tampan, cerdas dan berbakat sepertimu, Yun."tukas appa yakin.
Hnn~
Yunho tersenyum miris kenang sosok bumonim-nya.
.
Yeah, ojisan...
Kuharap begitu
Appa—aku bahkan lupa kapan kami terakhir bertemu
Umma—dia tidak pernah bisa melupakanmu
Kau cinta pertamanya, ojisan
.
.
.
.
TBC
.
.
.
(Mind Reader Machine)
Choi Siwon
Satu nama yang jadi tujuanku datang ke Jepang
.
.
.
Update asaaap, hah—walau merasa sedikit bersalah sih udah telantarin Time After Time ^.^
Gomawo buat reader-ssi yang udah berkunjung n tinggalin jejak buat Nara
Saranghae
.
.
.
Special Thanks To:
.
Zillian Reginald
(Iya, heheh~mian ne?)
Avanrio11
(Hehehe...JJ Cuma bingung deh chingu, kalau ada yang salah pasti otak Nara. Wkkk^.^)
Vichi. Vhan
(Iya, ya...Joongie koq gtu? Heheh~gomawo udah mampir lapak Nara)
Jaelous
(Siiippp, ini dilanjut ^.^)
Nabratz
(Semoga ketahuan pas ending, coz Nara juga tak tahuuu ^.^ #parah banget#)
ChwangKyuhEvilBerry
Lestalestari90
Shanzec
HyuieYunnie
Gomawo follow and fav-nya
.
.
.
Bye bye
