Tittle : THANK YOU, AND I LOVE YOU
Cast : Lu Han, Se Hun, EXO's member, Tang Min SNH48, ETC
Warn : Shounen-ai, Boys love, typo, etc
Summary : "Lu Han adalah murid paling tidak dikenal disekolahnya, namun nasibnya berubah ketika ia bertemu dengan murid paling bad boy disekolah. Oh Se Hun"
GEKIKARA98
Present
[::THANK YOU, AND I LOVE YOU::]
Previous :
Luhan pulang dengan langkah lemas dan beberapa buku dia peluk. Dia terus berpikir betapa payahnya dia…
Hidup sendiri dan tak punya teman…
Chapter 2
.
.
.
.
SEHUN POV
Sejak pertama kali memasuki sekolah ini, aku selalu memperhatikan semua murid yang ada. Mulai dari yang paling populer hingga yang paling tidak populer. Kusimpan semua data mereka dan memperhitungkan mereka akan jadi apa di masa depan. Tapi aku mengalami kegagalan dalam penelitian ini selama tahun pertamaku di sekolah. Yah, aku gagal karena aku melewatkan satu data tentang seseorang yang tingkat kepopulerannya paling rendah di sekolah. Orang cina itu…
Entah mengapa aku sebodoh ini. Terpaksa aku harus belajar dan berusaha keras agar bisa masuk kelas unggulan nomor satu di sekolah. Hingga di tahun keduaku di sekolah ini aku bisa masuk sekelas dengan orang itu. Namanya Lu Han. Penampilannya bisa dibilang sangat tidak layak untuk zaman ini. bahkan kupikir zaman ayahku lebih keren dibandingkan dengannya.
Selama sekelas dengannya, aku tak pernah bolos dari kelas. Aku selalu memperhatikannya. Hanya tinggal datanya yang kurang. Andai aku bisa menyelesaikan pekerjaan ini lebih cepat. Lu Han itu benar-benar payah, dia tidak pernah mau menunjukkan dirinya sama sekali. Padahal dia selalu ranking satu dikelas maupun di sekolah. Teman-teman selalu berpikir pasti Luhan yang akan ranking satu, makanya mereka hanya melihat nama dari ranking dua kebawah. Dasar bocah memprihatinkan.
Kemarin aku mengatakan sejujurnya padanya, mengatakan kalau dia itu sangat payah. Kuhitung itu suatu pembangkit semangat agar dia tidak payah lagi. Siapa tau mulai besok luhan akan membuka diri.
Ingat, aku bukan stalker! Aku hanya ingin menjadi mempelajari filosofi pemikiran manusia. Berat sekali bukan?
Baiklah hari ini adalah tanggal 12 April…
Hari ini pasti akan menjadi hari yang mengerikan. Karena ini adalah hari ulang tahunku…
Oh tidak, para fans ku pasti akan . . . .
. . . . .
LUHAN POV
Kemarin sehun mengatakan hal yang sangat menyakitkan untukku. Kenapa pertama kali akau berbicara dengan orang disekitarku, malah jadi seperti ini. mungkin nasibku untuk terus jadi orang yang payah dan bodoh.
Mungkin sehun adalah orang pertama kali yang mengajakku bicara selama ada disini, tapi apa dia juga akan jadi orang yang terakhir kali mengajakku bicara. Aku lelah jadi seperti ini terus-menerus, namun kenyataan bahwa aku tidak bisa bersosialisasilah yang membuatku makin terpuruk. Seseorang tolong aku.
. . . . .
Pagi ini sama saja dengan kemarin. Burung-burung kecil masih bernyanyi denganku. Aku berjalan ke sekolah dengan tumpukan buku yang kupeluk ini.
Berjalan dengan wajah murung di koridor sekolah. Kepalaku sesekali menunduk ketika merasakan ada orang yang melirikku. Sikap ini memang sangatlah bodoh. Tapi inilah kebiasaan yang tak bisa kutinggal.
Perasaanku ada yang aneh, ini sudah jam delapan lewat. Tapi kenapa masih belum ada banyak siswa yang berseliweran disekitar sini. Terlebih lagi kaum perempuan. Laki-laki yang ada pun hanya terdapat beberapa orang yang punya nasib sama denganku. Yah, kaum terpojokkan tanpa keistimewaan tertentu.
Kenapa perasaanku makin resah. Membuatku berhenti sejenak kemudian berjalan lagi dengan ragu. Sepi sekali koridor sekolah.
Hingga tiba-tiba aku mendengar teriakan ratusan orang tak jelas sedang berlari dibelakangku. Mereka mengejarku?
"KYAAAAAAA!"
"SAENGIL CHUKKAEE OPPAAA!"
"SEHUUUNNN!"
"WAAAA!"
Dan tak kurang dari waktu tiga detik seseorang yang kukenal menabrakku dari belakang.
Brakk!
Aku jatuh tersungkur bersamaan dengan buku-buku yang kupeluk ini. kulihat dia sedikit meringis kesakitan. Tapi untuk sepersekian detik wajahnya terlihat ketakutan dan segera ia berlari terbirit-birit entah mengapa.
Sedetik setelah itu kulihat ratusan siswi dan beberapa siswa berlari-lari mengejar sehun. Apakah itu fans sehun. Apakah hari ini sehun ulang tahun. Apakah kemarin sehun berbaik hati berbicara denganku karena hari ini ulang tahunnya.
Aku tersenyum miris…
"Saengil chukkae~ sehun!"
Dengan hati-hati aku berdiri. Melihat seragamku yang sudah kotor karena baru saja terjatuh dari koridor ke kebun. Dan aku dapat satu fakta lagi bahwa sehun benar-benar kuat. Bisa dilihat aku terlempar sejauh lima meter dari tempat aku berjalan tadi. Benar-benar sial.
Kurasa aku tidak perlu mengikuti pelajaran pertama untuk membersihkan seragamku. Hahh, bahkan kalau kucuci sekarang aku harus menunggu hingga istirahat makan siang untuk membersihkan kotornya tanah yang menempel ini.
Baik, tujuanku sekarang adalah toilet. Toilet, toilet…
. . . .
"Ommo!"
Bukan main aku terkejut ketika memasuki toilet. Terlihat sehun sedang duduk bersandar lemah di dalam. Matanya tertutup, terdapat sedikit luka memar disekitar wajahnya, seragamnya acak-acakan sekali, terlihat juga beberapa bekas lipstick di kemeja putihnya. Toilet ini berantakan sekali dengan beberapa kado-kado yang seharusnya jadi milik sehun itu.
Tak mau memperdulikannya, aku berjalan hati-hati berusaha melewatinya. Pelan-pelan tapi pasti hingga aku tepat disamping sehun. Sedikit lagi, kau bisa luhan…
Grepp!
DEG! DEG! DEG! DEG!
Jantungku berdetak tak karuan ketika kurasa sebuah tangan kekar memegang erat kakiku. Kutolehkan kepalaku dan kutau bahwa ini tangan sehun. Aku hanya bisa menelan ludah.
"Kau…" kudengar suaranya serak itu memanggilku. "Mau kemana?" matanya terbuka, lagi-lagi ia menatapku dengan tatapan seperti itu.
"Apa kau tidak merasa kasihan padaku?" tanyanya. Aku terkejut ketika ia menanyakan hal itu.
Aku menggigit bibirku. Dengan sisa keberanian yang kumiliki, aku menundukkan badanku. Berusaha membopongnya.
Sepertinya ia terkejut dengan tindakanku. Tapi mau bagaimana lagi? Terpaksa aku harus menolongnya. Setidaknya untuk hadiah ulang tahunnya dan ucapan terimakasih karena mau berbicara denganku kemarin.
. . . .
Selama berjalan di koridor sekolah, banyak murid yang memperhatikan kami. Aku merasa tak nyaman, dan aku merasakan aura membunuh dari mereka.
"Tak usah khawatir, mereka tidak akan membunuhmu. Kau itu sangat tidak populer. Mungkin dalam waktu semenit mereka akan melupakan wajahmu lagi…" lirih sehun seolah-olah mengerti perasaanku. Aku hanya mengangguk sebagai jawaban.
Aku berjalan membopongnya menuju ruang uks. Mendudukkannya dikursi, dan lekas kucari beberapa obat-obatan untuk mengobati memarnya.
Kalian penasaran kenapa aku bisa dengan bebas berseliweran di ruang uks tanpa adanya petugas. Karena aku telah diberi tugas untuk menyimpan kunci ruang uks. Jadi, dengan kata lain aku lebih mengenal petugas uks dibandingkan para siswa di sekolah ini.
"Tssk!"
"Bertahanlah, ini akan membuat lukamu cepat mengering…" gumamku ketika melihat reaksi sehun yang sedikit kesakitan ketika kuolesi antiseptic di luka memarnya.
Kutatap lagi wajahnya, terdapat banyak memar. Dan dia tampan . . .
"Bagaimana bisa para fans melukai idolanya sendiri begini?" tanyaku pelan, sedikit menyindir sehun.
Sehun hanya diam. Sepertinya dia mulai tak ingin bicara padaku lagi. Baiklah, kalau begitu aku segera menyelesaikan ini. memasang plester dibekas lukanya, dan tersenyum puas karena telah selesai mengobati pasien pertamaku.
"Kau senang melihatku begini?"
"Eh?"
Aku terkejut mendengar pertanyaannya, apa maksudnya.
"Kau tersenyum, apa kau senang melihat banyak luka diwajahku?" tanyanya lagi.
Aku menggeleng sebagai jawaban. Segera kubereskan beberapa obat-obatan yang sempat kukeluarkan tadi. Hitung-hitung mengalihkan pembicaraan sehun yang aneh.
"Tidak. Aku hanya berpikir, kenapa kau bisa sampai terluka begitu? Apa fans mu begitu liar kalau kau tak menerima kadomu?" tanyaku padanya.
. . . . .
AUTHOR POV
"Tidak. Aku hanya berpikir, kenapa kau bisa sampai terluka begitu? Apa fans mu begitu liar kalau kau tak menerima kadomu?" tanya luhan.
Tanpa luhan sadari, sehun sedang tersenyum ketika mendengar pertanyaan luhan.
"Hmm, fans adalah kelemahanku. Tidak mungkin aku menghajar mereka. Entah mengapa sepertinya fans itu lebih berbahaya daripada para gangster yang pernah kuhadapi" jawab sehun dengan senyum masih terkembang diwajahnya.
Luhan mengangguk tanda mengerti, perlahan membalikkan badannya. Otaknya terus berputar, kemana pembicaraan ini akan berlanjut. Dapat ia lihat, sehun tengah tersenyum dihadapaannya.
Entah apa yang kupikirkan, tapi mengapa semakin kau makin menarikku? Sehun?
Entah ini boleh atau tidak…
Tapi, aku sangat amat sangat menginginkannya…
"Sehun…"
Panggil luhan lirih, sehun menggumam mendengar luhan memanggilnya. Wajah luhan terlihat begitu berharap. Membuat jantung sehun berdetak tidak karuan melihat wajah memelas itu. Aneh, kenapa luhan terlihat seperti itu.
"Sehun, kau sangat hebat…"
"Sebenarnya aku tidak yakin…"
"Tapi aku…"
"Sehun, maukah kau berteman denganku?"
Chapter 2
To Be Continued . . .
Terimakasih buat para readers yang udah ninggalin review buat fanfic ini :3. Dan buat siders juga terimakasih juga udah baca. Pada udah tau cast yang jadi Daruma-sensei sama Tang Min belum? Wkkwkk, saya sarankan untuk tau yah. Oh iya, bukannya mau protes tapi saya hanya ngerasa aneh ketika ada review "Lanjutt! Thor!" "Next!". Hahaha, saya berharap bisa di komen lebih mendalam atau dikritik juga boleh. Kalau ada saran gimana lanjutannya saya terima juga ^_^
Arigatou gozaimasuta! ^_^
