.
.
.
"AYO KELAS SATU!"
Chapter 2
Disclaimer: maunya sih DnA punya ane :')
Warning: Typo, bromance berlebih, fanservice penuh PHP
Ettoo... alurnya disini acak ya, jadi kadang gak sesuai, gak nyambung, bisa juga saling berhubungan maupun tidak. Hahaa.. tapi nikmatin sajalah~
Rate: T
Genre: Friendship, Humor
.
.
.
.
.
"POCKY"
.
"Hooraaa... kalian lama sekali." Isashiki langsung ngamuk mendapati duo pitcher kelas satu yang datang terlambat.
Seperti malam-malam biasa. Biasanya beberapa dari mereka akan berkumpul dalam suatu ruangan, yang menjadi korban adalah kamar Miyuki untuk dijadikan basecamp. Sawamura dan Furuya kembali terseret lagi didalamnya karena paksaan Miyuki yang tak mau jadi babu sendiri. Ya, mereka jadi babu.
Furuya dan Sawamura disuruh inilah dan itulah. Dan terakhir ini adalah membeli minuman kaleng dan jajanan lainnya. Sebagai adik kelas yang baik tentu mereka mau-mau saja. Apalagi Furuya yang entah mengapa malah merasa senang sekali disuruh-suruh.
"Maaf." Furuya dan Sawamura hanya bisa berucap maaf. Salahkan juga sih pesanan para senior di sana, Isasiki, Yuki, Kuramochi dan Miyuki, yang walaupun hanya berempat tapi pesanannya terlampau banyak.
Isashiki mengambil salah satu minuman kaleng. Membukanya dan meminumnya dengan beberapa kali teguk.
"Kalian ini tau tidak sih bagaimana harus sigap dan disiplin. Dulu, sewaktu aku masih... (bla bla bla bla)" Isashiki berceloteh panjang seakan dirinya mabuk. Duo pitcher hanya diam mengangguk saja.
"Jun, sudahlah. Aku ingin melanjutkan bermain shogi." Kata sang kapten yang ingin Sawamura untuk melanjutkan gilirannya.
"Hahaha.. mau berapa kali pun Jun-san menceramahi mereka, mereka tetap baka!" Kata Miyuki yang sedang bermain video game dengan Kuramochi.
"Miyuki sialan." Sawamura meletakkan bidaknya dengan perasaan campur antara kesal dan marah. Furuya sendiri melanjutkan pijat-memijat kaki sang wakil kapten.
"Cih membosankan sekali." Isashiki kembali meracau tak jelas. Tangannya kemudian meraba-raba isi dari kantung plastik berisi jajanan yang telah dibeli oleh Sawamura dan Furuya tadi.
"Oi, Tetsu. Aku punya ide." Katanya tersenyum kemudian bangkit dari posisi berbaring telungkupnya tadi. Duduk bersila dan menunjuk Sawamura untuk mendekat. Sawamura sih mau-mau saja disuruh mendekat.
"Aku punya hukuman buat kalian."
"Eh?"
"Makan ini!"
"Apa!?"
Isashiki mengeluarkan sebuah jajanan stik berlapis krim coklat yang sudah tak asing lagi bagi kebanyakan orang, Pocky. Sawamura yang pernah diceritakan teman-teman sekelasnya pun tau dan mengerti maksud dari Isashiki.
"Tidak mau!"
"Hohooo.. kau menolak, Sawamura?"
Sawamura tau maksud dari 'makan' makanan itu. Bukan hanya cerita dari temannya saja sih, tapi juga berbekal dari komik yang sering dia baca. Sedangkan Furuya sendiri yang tidak tahu apa-apa hanya diam menatap.
"Hei.. hei.. Furuya. Kau mau kan?" Kata Isashiki sambil merangkul pemuda tinggi itu.
"Memangnya kenapa Sawamura tidak mau?" Tanyanya polos.
"Hyahaa.. abaikan saja dia. Dipaksa sedikit nanti pasti mau." Kata Kuramochi kemudian mencekik leher Sawamura dari belakang.
"Sakiiiittt! Lepaskaaann!"
"Cuma makan biasa kok, tapi ada caranya." Kata Miyuki. "Kalian berdua menggigit satu pocky ini dari kedua ujungnya. Tidak boleh patah dan kalian harus menghabiskannya."
"Hoo.. begitu." Kata Furuya mengangguk sok mengerti dengan mata bersinar-sinar. "Ayo Sawamura. Kita mulai." Tanpa basa-basi mungkin karena sudah tidak sabar ingin mencoba, ia mendekat dan menangkup wajah Sawamura.
"O, Oi! FURUYA!"
"Diam, Sawamura."
Furuya langsung membekap mulut Sawamura yang berisik itu dengan satu stik pocky. Dirinya sendiri pun langsung melahap pocky dari ujung satunya. Sawamura tidak bisa mengelak. Dirinya di pegangi dari belakang oleh Kuramochi dan kepalanya yang di tangkup oleh Furuya. Pikirannya kacau dihadapi oleh wajah Furuya yang semakin mendekat.
"Ayo! Ayo! Ayo!"
"Ayo Furuya!"
Isashiki, Yuki dan Miyuki meneriaki dan memberi semangat. Mereka yang menonton semakin terpacu. Apalagi jarak di antara keduanya semakin menipis. Sawamura semakin panik.
TAK
Patah tengah jalan. Sawamura sang pelaku menelan pocky di mulutnya dengan ganas. Furuya sendiri hanya menghabisi pocky sisanya dengan muka datar.
"SAWAMURA! KENAPA KAU MEMATAHKANNYA HAH!?" Isashiki naik darah karena tontonannya tiba-tiba saja putus di tengah jalan padahal sebentar lagi menghadapi puncak.
"Wajah kami berdekatan dan hampir bersentuhan tahu!?" Bela Sawamura.
"Hah? Memang itulah tujuannya dari permainan ini, baka!"
Sawamura kalah telak. Ia yang memang dasarnya selalu tak bisa berkutik kalau berhadapan dengan para senior, apalagi melawan perkataannya.
"Selanjutnya, Kuramochi! Miyuki!"
"Apa!?" kaget keduanya.
Kedua orang yang namanya dipanggil hanya bisa pasrah. Mereka tahu pasti akan sulit melawan titah senior. Keduanya kemudian bersiap, saling berhadapan dan mengigit kedua ujungnya. Saling menggeroti stik pocky itu dengan lambat sekali. Sebenarnya mereka sengaja makan dengan lambat. Lihat saja wajah keduanya yang saling bertatapan dengan aura hitam. Maju mati, tak maju juga mati. Jadi keduanya makan dengan lambaaaat sekali, bahkan para penonton pun bosan.
"Kalian ini apa hah? Lambat! Membosankan!" Kata Isashiki marah lagi. Mungkin efek mabuk minum minuman kaleng. Perhatian, yang diminumnya hanya teh oolong. "Tidak seru. Ciuman sana!"
TAK
"Tidak mau!" Kata keduanya setelah saling mematahkan pocky. Mungkin mereka kesal. Tentu saja. Mereka berdua sebagai rekan tapi rival di suruh ciuman. Ogah bingits.
"Ohoho.. kalau begitu bagaimana kalau selanjutnya spitz-senpai dan leader?" Celetuk Sawamura yang langsung diiyakan oleh semuanya disana kecuali Isashiki. Kalau Yuki mah selaku kapten yang baik tentu harus menunjukkan sikap yang patut dicontoh. Yaitu berat sama dipikul ringan sama di jinjing. Jangan mikir yang macam-macam dulu ya.
"Hmm. Apa boleh buat. Ayo, Jun."
"O, Oi.. TETSU!"
Yuki memaksa Isashiki agar mau melakukannya. Isashiki berusaha mengelak namun tak bisa. Yuki pun sampai-sampai mendorong Isashiki ke lantai. Yuki yang berada di atas menahan pergerakan Isashiki dan memasukkan pocky ke dalam mulutnya.
"Itadakimasu."
"Ngg!"
Yuki langsung saja tancap gas mulai menggigiti ujung satunya. Sedangkan Isashiki sendiri panik di tempat.
"Uoooohh..!"
Semua yang melihat sangat penasaran dan doki-doki sendiri. Melihat keduanya tindih-tindihan dan wajah mereka yang semakin mendekat. Sampai tinggal beberapa senti lagi dan...
CKLEK
Ada yang menginterupsi masuk mengganggu ketegangan. Disaat yang lainnya lengah, Isashiki mengambil kesempatan itu untuk mematahkan pocky tersebut dan menyingkir dari Yuki.
"Kerja bagus, Kanemaru!" Kata Isashiki memberi acungan jempol pada Kanemaru dan dua anak kelas satu lainnya yang ternyata datang menginterupsi tadi. Ketiga anak kelas satu itu hanya merasa bingung dengan apa yang terjadi. Sedangkan penonton tadi hanya kecewa. Yuki sendiri menghabiskan sisa pocky di mulutnya.
"Yahh.. padahal lagi seru-serunya." Kata Kuramochi yang kecewa.
"Err... maaf kami mengganggu kalian." Kata Kominato Haruichi yang walaupun tak tahu apa-apa tapi tetap merasa bersalah karena mengganggu kegiatan mereka di dalam.
"Jadi, apa yang membawa kalian kemari?" Tanya Miyuki yang sudah kehilangan moodnya.
"Kami mau mengajak Sawamura dan Furuya untuk belajar. Nilai mereka akhir-akhir ini turun." Kata Toujo menjelaskan dan langsung menohok hati keduanya.
"Se, senpai.." Sawamura pun berbicara. "Lebih baik kita lanjutkan saja mainnya."
"Hah? Padahal tadi kau tidak mau." Kuramochi sebal karena tadi Sawamura yang paling tidak mau tapi sekarang malah minta lanjut.
"Hahaha... aku tahu. Itu pasti cuma alasan agar kau tak mau belajar kan." Kata Miyuki yang membenarkan motif asli Sawamura.
"Argghh.. kau sendiri mau kan!? Bilang saja. Iya kan, Furuya?" Furuya hanya mengangguk-angguk saja. Untuk kali ini dia sependapat dengan Sawamura. Dasar, keduanya sama-sama malas belajar.
"Baiklah. Kalian bertiga ayo kemari."
Sebenarnya Kanemaru, Toujo dan Haruichi merasakan firasat buruk dari mereka semua. Namun sebagai junior paling baik, mereka abaikan dan menuruti titahnya. Menutup pintu dan duduk ikut bergabung bersama yang lainnya.
"Selanjutnya, Kanemaru dan Toujo!" kata Kuramochi berteriak layaknya pembawa acara sambil menganggat tinggi-tinggi pocky.
"APA!?" ketiga anggota baru hanya terkejut
"Uooohh...! prok prok prok prok prok" sedangkan sisanya hanya bertepuk tangan ria menantikan tontonan selanjutnya.
Mau tidak mau sepertinya mereka harus terseret oleh arus permainan yang telah dibuat ini. Kanemaru dan Toujo hanya saling menatap pocky yang akan menjadi korban mereka.
"Ayo, cepat mulai!" Kata yang lainnya tak sabar menanti.
Kanemaru dan Toujo saling bertatapan dan kemudian menghela nafas panjang.
"Hahh... oke. Ayo kita mulai, Toujo."
"Baik, Shinji."
Keduanya pun saling berhadapan dan menggigit masing-masing ujung pocky. Secara perlahan mereka saling menggerogoti stik berlapis coklat itu dengan khidmat. Keduanya berkonsentrasi pada gigitan masing-masing.
"Uooohh.. gluk" Para penonton meneguk ludah dan tak melepaskan pandangan mereka.
Keduanya semakin mendekat. Dan saat tinggal beberapa senti lagi, mereka sempat terhenti dan saling berpandangan. Cukup lama tapi tak ada yang menginterupsi acara tatapan keduanya. Setelah kian detik terlewati akhirnya mereka meneruskan kembali perjalanan gigitan mereka namun kali ini lebih secara perlahan. Melihat cara mereka seperti itu entah mengapa terlihat lebih erotis dan membuat penonton menahan nafas.
Tinggal tiga senti lagi. Kedua bibir mereka semakin mendekat. Dua senti lagi. Masih saling menggigit. Suasana pun sudah semakin tegang, dan...
TAK
"Aku menyerah."
"Aaahhhhh...!" suara kekecewaan para penonton.
"Sial! Padahal sedikit lagi." Kuramochi mengacak-acak rambut Miyuki.
"Oi, Oi.." sang empunya hanya melirik sinis.
"Hampir puncaknya dan kau malah menyerah, KANEMARUUU!" Sawamura mengeluarkan segala uneg-unegnya dengan air mata yang banjir.
"Hmm. Pertunjukan yang bagus." Kata Yuki memuji dengan kedua lengannya yang dilipat.
"Toujo.. Kanemaru.." warna merah mendominasi pipi Kominato muda, begitu pula dengan Furuya yang baru mengerti sebenarnya arti dan tujuan dari permainan ini. Jadi selama ini kamu kemana aja Furuya.
"Lagian kami kemari hanya ingin mengajak belajar. Iya kan, Toujo?"
"Haha.. benar, Shinji."
Keduanya hanya saling tersenyum dan bertatap.
"Cih. Kalian pasti sudah merencakannya kan. Huh. Dasar." Kata Isashiki juga sebal.
Keduanya hanya tersenyum secara tak langsung menjawab pertanyaan dari Isashiki.
"Membosankan. Sayang sekali Ryo tidak kemari. Padahal kita bisa lihat adegan incest." Celetuk Isashiki.
"Hah?" Haruichi hanya bisa terkejut mendengarnya.
"Sudah ah. Aku mau kembali. Ayo, Tetsu."
"Kalian belajarlah yang rajin."
Kemudian Isashiki dan Yuki pergi kembali ke kamar masing-masing.
"Oi, ayo. Jangan mencari alasan lagi untuk lari dari belajar." Kata Kanemaru mengancam Sawamura.
"Ba, baik."
.
.
.
Chap 2 END
.
.
.
.
Ah..
Nantikan lagi tingkah-tingkah mereka bersama para senior lainnya di chap selajutnya
Maaf tuk kesalahan, Typo, bahasa, dan lainnya
Mohon kritik dan sarah, review
Terimakasih
Salam Fantasy~
