[ Drabble ]

Rose Weasley - Scorpius Malfoy

Harry Potter hanya milik J.K Rowling

.

.

.

Buku


Meriam ledakkan sudah siap saling bersahutan, bergema seantereo. Namun ada satu hal yang kurang. Tidak ada satu meriam yang ditembakkan ketika satu darinya tidak terdengar apapun. Semua yang ada disana mulai menampakkan berbagai ekspresi; bingung, tercengang, nyaris tertawa, jijik dan beberapa lagi lainnya. Lantas aula besar menjadi senyap.

Satu sentakkan yang berasal dari meja para singa itu terdengar. Rose Weasley menyentak buku yang baru dibawanya entah dari manaㅡScorpius tidak peduli, untuk apa peduli? Dari meja para ular, Scorpius mengamatinya. Baru beberapa saat lalu, perang mata antara dua saudara Potter, Albus dan kakaknya, terjadi, dan tidak terjadi perang mantra untungnya. Dan sepertinya itu karena tiba-tiba sepupu Weasley terbaik mereka datang dan menyentakkan buku-bukunya lalu melotot pada dua bersaudara itu.

Malas untuk mengatakannya, tapi Scorpius bisa melihat Albus mengkeret disebelahnya. Wow. Efek Weasley itu lumayan juga.

"Scorpius Malfoy." Eh? Ada yang memanggilnya? Dan kenapa terasa aneh sekaligusㅡbagaimana menyebut sesuatu yang terdengar wow itu?

Dan mata Scorpius bersibobrok dengan seseorang yang memanggilnya itu. Rose Weasley, berdiri di depannya, dengan rambut megar merahnya, bintik-bintik coklat menutupi sebagian hidungnya, dan mata birunya yang lebih terang dari mata biru manapun.

Membulat, kedua bola mata Scorpius sukses membulat ketika Weasley mengangsurkan sebuah buku kecil kepadanya.

Tertulis di sampul buku itu: Panduan Cara Mendekati Seseorang, ditulis oleh Scorpius Malfoy dan segera terbit setahun lagi saat ia sudah lulus. Dan Revan Higgs sialan, pemuda itu membacanya keras-keras.

"Well, thanks. Itu cukup membantu." Weasley melirik Albus dan kalau tidak salah lihat, ia mengedip pada sepupunya itu sebelum kembali beralih pada Scorpius.

"Aku menunggu untuk buku ini saat terbit nanti, MalㅡScorpius." Weasley terkekeh sebelum berlari kembali ke meja asramanya.

Scorpius merasakan perasaannya campur aduk.

Dan aula besar terasa sempit ketika semua orang memandang geli ke arahnya.


Well, ini gaje. Pasti. Bingung kalo buku enaknya apaan. Lagi males bikin fluffy. Jadi bikin out of the box gini aja. Semoga ngerti ceritanya. Terima kasih dan review jangan lupa! ;"D