Little : Family

Summary : Hanya berisi cerita tentang keluarga Park. Semua masalah yang slalu kita hadapi dikeluarga akan ada disini. Marah, cemburu, iri, dan lainnya. Juga berisi pengalaman pribadiku.

Main Cast : LeeTeuk, HeeChul, DongHae, KiBum (marganya aku rubah jadi Park), Lee Hyukjae dll-temukan sendiri.

Genre : Family dan Tragedi

Status : Update(mengikuti mood dan juga keadaan)

WARNINGG!

Miss Typo(selalu), bahasa berantakan, kesalahan ketik dimana-mana. Yang tak suka diharap segerah HENGKANG sebelum bintitan.

Tidak untuk maksud apa-apa, tidak untuk di perjual belikan apa lagi komersial. Yang ada aku malah keluar uang banyak dan terkuras waktu serta pikiran!, tak apalah untuk penyaluran hoby.

.

.

.Sebelumnya akan ku beritahu kenapa aku anggap ni FF yang menang.

Karena kebanyakan tu milih lebih dari 1, jadi aku anggap tidak sah!. Tapi MAKASIH buat yang udah milih, dan SELAMAT buat yang pilihannya kepilih.

Jangan marah dan kecewa za kan ini cuma permainan.

.

.

Balasan untuk yg RnR

Kuroi Ilna : di Chapter ini ada jawabanya kok, sidongdong sakit apa,

a : Uadh lanjut kok

Ikan : Jangan panggil aq thor, panggil Eunna aja Za,,, ya udah selamat membaca chinggu

HilmaExotics : ni ah lanjut

Fishy lover : hhahhah haebaby dah end ni baru sempet lanjut,, ok jangan hwtir

Fitriyana883 : Sakit! baca aja d chap ini ..emmm mungkin , lama fiitttt...lama dapt ilhamnya,, ni FF lama dari fb langsung tak Copy tanpa edit.

kyuhae : ni dah lanjut, hat ?! mata low g kemasukan gajahkan!? atau mata gue? aq juga suka brothership. Tau1? Chari aja sendiri #Plaakk

Guest : nde

haebaragi : Sakit ati karna gua putusin #PD My hany bany Swety bukannya bandel tapi bebel (?) hehhe baru sadar kalau salah tulis judul

: Ni ff jadul dan udah jamuran yang langsung gua COPY PASTE tanpa EDIT daari FB gue,,, Gue g alasan tapi ini kenyataan

YJSeolf : gomawo dah suka ide.x...saran yg baik slalu di tampung kok..ni dah lanjut

ahhh males ngomong banyak-banyak langsung aja za

.

.

.

.

.

FAMILY

.

.

.

.

Ok! SLAMAT MEMBACA,~~

Park Teuk kelas 3 SMP (umur tebak sendiri)

.

HeeChul 2SMP (umr 1th d bwah Teuk)

.
DongHae 3SD (umur kira2 sendr)
.

.
KiBum 3SD (1th d bwah Donghae tp karna pernah lonct kelas jdi sekelas dengan Hyungnya)

.

.

.

.

Radang usus. Memang penyakit yang tak berbahaya asal mematuhi nasehat yang Dokter berikan.

Dan jika salah satu larangan dilanggar maka akan seperti ini akibatnya. Rumah sakit menjadi tempat tinggal keduanya.

Seperti yang terjadi pada Donghae saat ini. Tertidur lemah dengan selang infus yang menancap dipergelangan tangannya. Tak banyak yang dapat ia lakukan diatas bangsalnya, selain menekan-nekan remot tv untuk mengurangi kebosanan.

Tapi tetap saja tak akan bisa berlangsung lama karna pada jam-jam segini hanya ada acara berita dan gosip yang menghiasi layar kaca.

"uh~ bosan" keluhnya untuk kesekian kalinya. Tak ada yang menemaninya karna hyung serta dongsaengnya sedang berada disekolah masing-masing.

"huff~" karna terlalu bosan dan sepi, kini ingatanya berseliweran silih berganti. Dan saat kejadian kemarin menjadi prioritasnya.

Saat dimana dari siang sampai menjelang malam ia dikurung oleh hyung keduanya dikamar. Memang sih dia tak akan menyalahkan, karna ia juga akan melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan hyungnya saat itu. Jika saja alasan ia berkelahi untuk pamer otot.

Tapi, ia tak mau membuat keluarganya tahu apa yang terjadi sebenarnya. Donghae tak mau menambah beban hyung tetuanya yang kini sudah menjadi kepala keluarga dan juga mengurusi perusahaan diusia mudanya.

Krieek

Pintu kamar rawatnya terbuka dan menampilkan sulet yeoja berumur paruh baya dengan setelan berwarna putih.

"bagaimana keadaan mu?" tanya suster tadi sambil mengecek selang infus dan menulis sesuatu dibuku yang ia pegang.

"lebih baik sus, kapan aku pulang?"

"syukurlah, itu bukan wewenangku. Tanyakan dokter jika nanti memeriksamu?" kata suster

"tapi aku sudah merasa sehat sekarang sus"

"kau baru saja melewati masa kritis, ada baiknya kau istirahat" sang suster mencoba bersabar menghadapi pasiennya.

"tapi, aku bosan disini sus" Donghae membujuk suster, bahkan kini ia hampir menangis karna keinginanya tak dikabulkan, kalau saja pintu itu tak terbuka dan menampilkan namja berusia dua puluhan.

"ada apa ini suster ma?" tanya sang dokter saat melihat pasiennya akan menangis.

"dia ingin cepat pulang dok." jawab suster sambil menyerahkan buku yang tadi dipegangnya.

"benarkah?" dokter bertanya dengan isyarat pada Donghae, setelahnya memeriksa hasil pemeriksaan suster tadi.

"kau baru saja melewati masa kritismu anak manis" dokter berusaha bersikap manis.

"tapi aku bosan disini dok, tak ada hyung juga tak ada chingudeul, aku ingin bermain dok" donghae menyurahkan isi hatinya.

"baiklah..." putus sang dokter berperawakan China ini "jika besok kondisimu sudah lebih baik, dua hari lagi kau boleh pulang. Bagaimana?" tawar sang Dokter.

Donghae nampak berpikir-dengan gaya imut. "baiklah, tapi dokter harus janji dulu" putus Donghae setelahnya sambil mengacungkan jari kelingkingnya.

"yaksoke" jawab Dokter sambil menyambut jari kelingking pasien kecilnya. Sedang sang suster sedang tersenyum di belakang Dokter karna untuk kesekian kalinya pasienya tertipu. Memang tak ada pasien yang sadar jika sudah ditipu oleh dokter, kenapa?

Hahaha, ayolah dari hasil pemeriksaan yang dilihat dokter tadi, menunjukkan bahwa kondisi Donghae sudah sehat, hanya butuh istirahat saja. Dan pantaskan jika suster tadi tersenyum, ingat hanya tersenyum dan tertawa dalam hati saja ok! Jika tidak pasienya akan langsung tahu kebohongan dokter ini.

Donghae tersenyum senang mendengarkan keputusan dokter barusan.

.

.

.

.

Tak terasa tujuh hari sudah kejadian menegangkan di keluarga Park itu terjadi.

Pagi yang hangat seperti pagi-pagi sebelumnya, terlihat dikeluarga Park.

Yang berbeda hanya hyung kedua dikeluarga itu lebih perhatian pada dongsaengnya yang baru pulang dari rumah sakit beberapa hari yang lalu.

Sisulung yang melihat momen itu tersenyum simpul sedang si Magnae hanya melirik sekilas dan melanjutkan acara makannya lagi.

"cukup hyung, ini sudah terlalu banyak" cegah Donghae saat Heechul hyungnya ingin menambah nasi goreng lagi kepiringnya padahal nasinya baru habis seperempatnya saja.

"kalau begitu tambah telurnya saja" putus Heechul, tapi sebelum garpunya menyentuh dadar telur didepannya, sebuah suara datar dan terkesan dingin menghentikan pergerakannya.

"aku sudah kenyang" semua hanya bisa melongo dan terpaku.

Kriekk

Suara kaki kursi yang bergesekan dengan lantai terdengar dan "aku berangkat" kata datar keluar dari mulut si magnae.

"eh bummie, tung-gu aku" Donghae yang tersadar lebih dulu segerah menyelesaikan sarapanya dan berlari mengejar Kibum.

Hah hah hahh

Nafas Donghae terasa kembang kempis saat sudah berhasil menyusul Kibum.

"bum hah mmie, hah hah kenapa tak menungguku" kata Donghae sambil merangkul pundak Kibum.

Kibum risih dengan tingkah Donghae ini dan melepas rangkulan dipundaknya.

"kita kan sekelas bummie dan kau menggal-" Donghae kecewa pada Kibum yang melepas rangkulannya dan tak mau menjawab perkataanya, tapi sebelum selsai dia berkata sebuah teriakan mengistruksinya.

"DONGHAE!" seru namja sepantaran mereka yang berada cukup jauh dibelakang.

"hyukkie!" seru Donghae senang saat melihat sahabatnya yang memanggil "palli!" imbuhnya sambil memberi isyarat agar sohibnya itu berjalan cepat.

"kau meninggalkanku hae," protes Hyukjae karna Donghae tak menunggunya untuk berangkat bersama kali ini.

"mianhae, tak akan ku ulangi hyuk" sesal Donghae. Dan mereka pun terlarut dengan obrolan yang selalu ada saja untuk dibahas. Tanpa menghiraukan seseorang yang kini sudah jauh didepan.

Siang yang membosankan menurut Donghae, tak ada yang membuat bosannya hilang.

Siaran tv sudah ia ganti setiap detiknya tapi tak ada satu pun acara yang ia sukai. Cemilannya pun sudah habis.

Bosan~

"bummie aku bosan~" keluhnya pada satu-satunya manusia yang ada didekatnya.

"bummie~ kau tak mendengar ku?" rajuk Donghae saat Kibum tak merespon ucapannya.

"bummiee~"

Donghae kesal kenapa Kibum tak mau menjawab perkataanya. Ia sih, dongsaengnya ini memang anti yang namanya 'MENGOCEH' tapi berkata satu dua kata saja tak apa kan?

Karna tak kunjung mendapatkan jawaban, Donghae melempar remot tv ke sofa didekatnya. Tak keras karna niatnya hanya menaruh, tapi dengan cara cepat. Melirik sekilas apa yang dilakukan dongsaengnya.

"..." Donghae merengut dan memanyunkan bibirnya karna ternyata Kibum sedang bermain-main dengan kitap sakralnya-buku setebal 4cm. Apa sih yang asik dari membaca kitab itu?. Sudah tak ada gambarnya, adanya cuma deretan kata-kata yang membingungkan buat menurut Donghae.

Donghae berjalan ke samping Kibum, tapi Kibum seakan tak perduli dengan apa yang dilakukannya.

"bummie~ ayo kita main..." kata Donghae sambil menggoyang-goyangkan tangan kanan Kibum.

"bummie~ ayolah, aku bosan~, kita main petak umpet atau kejar-kejaran, kita-" Donghae mengoceh panjang kali lebar. Menawarkan berbagai jenis permainan yang menarik untuk mereka mainkan. Tapi belum selsai daftar permainan yang ia sebutkan, Kibum lebih dulu melepas tautan tangan di lengannya. Dan setelahnya
beranjak pergi meninggalkan tempat itu.

Donghae melongo, tak bisa berbuat apapun. Yang ia lakukan hanya menggerutu akan sikap dongsaengnya itu.

Tok tok tok tok

Suara ketukan pintu utama menghentikan aksi menggerutunya. Siapa yang bertamu?

"NUGU!" songot Donghae. Udah bosan, Kibum tak mau di ajak main, ada tamu juga. Ah~ bikin orang pengen marah-marah.

"ini hyukkie hae~" jawab seseorang di balik pintu.

"hyukkie!~" teriak Donghae girang, mengetahui sahabat terbaiknya datang berkunjung.

.
.

.

.

.
"HAKK HHAH HAKH HAKH" teriakan lepas menggema di kediaman Park. Barang-barang sudah tak ada pada tempatnya lagi. Jejak-jejak kaki yang berlumpur sudah tercetak lantai.

Dua namja kecil yang kita kenal bernama Donghae dan Hyukjae kini sedang asik bermain perang bantal di ruangan tengah keluarga Park.

Buk buk buk buk

hah hahh Hahh Hahh

Kibum kesal kenapa hyungnya itu main begitu ribut sekali. Bahkan konsentrasi membacanya kini sudah hilang, lantaran suara ribut dan tawa yang menggema disetiap penjuru rumah.

Kibum keluar kamar dengan perasaan kesal bercampur marah. Pemandangan pertama yang ia liat BERANTAKKAN!. Kapas bertebangan diudara dan jejak penuh lumpur mengotori lantai.

Buk buk hah hah buk hahahh

"kau kena hyuk!" itu suara Donghae yang kegirangan karna berhasil memukul Hyukjae.

Hyukjae merasa pasrah terkena pukulan Donghae. Kenapa? Senjatanya sudah habis. Tak ada lagi bantal diruangan tengah ini.

"kau kalah hyukkie! Aku-" kata-kata Donghae terhenti ditengah jalan karna ada sebuah tangan yang memegang pergelangan tangannya. Kibum.

Ya, Kibum pelakunya dan Donghae mematung ditempat.

"cukup! Bereskan semua ini" perintah Kibum kepada sang hyung. Dingin dan tegas, terkesan tak ingin printahnya ditolak.

"weo bumm-" Donghae hendak protes, tapi Kibum sudah lebih dulu memotong.

"bereskan! Atau ku adukan pada Jongsu hyung" ancamnya.

Donghae? Kesal? Tentu!. Itulah cara yang Kibum sering lakukan kalau ia ingin perintahnya dituruti. Mengancam!. Donghae sebal sendiri. Kenapa dongsaengnya jadi tukang adu sih.

"adukan saja, kau memang suka mengadukan.." tantang Donghae.

"..." Donghae melipat tangannya didepan dada, mengerucutkan bibirnya sambil memalingkan muka ketika tak ada satupun kata yang terlontar dari mulut Kibum.

"..." Kibum tak bicara-terlalu membuang tenaga menurutnya. Ia tarik tangan Donghae yang terlipat. Menariknya agar segerah membereskan kekacauan yang diciptakan.

Tapi Donghae meronta. Tak terima akan perlakuan Kibum ini. Ia ada hyungnya, kenapa Kibum memperlakukannya seperti ini.

"lepaskan aku Kibum, aku ini hyungmu. Lepaskan aku" Donghae meronta dan terus meronta, berharap lepas dari cengkraman Kibum.

Kibum kualahan akan tingkah Donghae ini. Cengkramannya melonggar dan membuat Donghae terlepas dengan kehilangan keseimbangan.

Tubuh kecil itu terhuyun kebelakang, menabrak sebuah benda hias yang terpajang disana.

Prang!

Benda berbahan keramik itu pecah tak berbentuk akibat tersenggol saat Donghae akan jatuh.
Harga puluhan juta won yang dibilang berharga dan langka, kini hanyalah sebuah pecahan yang tak berguna. Benda penuh kenangan dan teramat berharga

"APA YANG KAU LAKUKAN PARK DONGHAE!" suara penuh amarah terlontarkan Jongsu anak pertama di keluarga Park.

.

T.B.C

.
Gimana? Penasaran? Apa makin membosankan?

.

.

dikit?.

.

.

.jangan protes!

.

.

.

.otak gue kurang Fitamin NEMO #UKNOW
.

.

Ok memang ini bukan asli pengalaman pribadiku. Aku hanya mengambil poin-poin tertentu saja dan mengubahnya menjadi sebuah fanfic.

Aku hidup dengan keluarga lengkap. Terlahir no 3 dari 7 bersaudara. Disatu sisi aku nyaman bergaul dengan teman-temanku dari pada saudaraku,mungkin karna hanya aku anak perempuan disitu. Ada kalanya aku ingin mendapat perhatian lebih dari orang tuaku, seperti pura-pura sakit. Dan karna termasuk anak tua di keluargaku, aku sering mengancam jika perintahku tak segerah dikerjakan oleh adik-adikku. Di sini aku bukan berada di posisi Donghae, disini aku mengambil semua posisi. Sebagai yang muda ataupun yang menjadi panutan. Sebagai yang berkuasa juga yang disiksa.

Ah~jadi curhat. Sudahlah yang penting RnR za, biar semangat ni wiritannya eh maksudnya ngetik FFnya.,

.

.

Lupa,,,yang FF ku baru yang itu tu,,,rencananya mau ku buat Chapter bukan 2shoot, mau gak? hahhahhh ternyata dah banyak yang tau siapa SAME d ff itu,,,,yg blom baca MONGGO baca sebelum ketinggalan #NUmpangPROMO