Title : Too Late for Love

Cast : Baekhyun, Chanyeol, Kyungsoo, Sehun

Main pair : Chanbaek, slight Chansoo & Hunbaek

Rate : T

Warning : GS, Review WAJIB, Maaf kalo ada Typo

.

.

.

.

Sudah dua hari Baekhyun tidak berangkat sekolah, dan dua hari itu pula Chanyeol tidak melihat Baekhyun. Meskipun seperti itu Chanyeol tidak peduli. Ia masih marah dengan kejadian kemarin. Selain itu ia juga sedang malas bertemu dengannya. Mungkin kejadian kemarin sedikit menguntungkan baginya.

"Yeol, kau tidak kekantin ?" ucap Kyungsoo.

"Aku sedang malas Kyung".

"Aish, kau ini pemalas sekali. Ayooo cepat" ucap Kyungsoo sambil menarik Chanyeol. Dengan berat hati Chanyeol pun terpaksa menemani Kyungsoo ke kantin.

Di kantin...

"Baekhyun sakit apa ?"

'Deg'

Chanyeol mendengar seseorang yang sedang membicarakan Baekhyun, entah kenapa mendengar nama Baekhyun, Chanyeol jadi penasaran apa yang terjadi dengan gadis itu. Ia diam-diam menyimak pembicaraan mereka.

"Dia bilang demam. Aku jadi khawatir dengannya, dia kan tinggal sendirian. Bagaimana kalau pulang sekolah nanti kita menjenguknya ?"

"Hari ini aku tidak bisa, bagaimana kalau besok saja. Biar kita pergi bersama-sama nde ?"

'B-baekhyun sakit, dan dia tinggal sendirian ? Kenapa dia tidak memberitahuku, oh ya aku lupa dia pasti tidak berani menghubungiku karena kejadian kemarin. Bodoh, bodoh.' batin Chanyeol sambil memukul-mukul kepalanya sendiri.

"Kau kenapa ?" tanya Kyungsoo heran.

"Nde ? A-ah aku,,, kepalaku pusing. Bisakah kau ijinkan aku nanti, aku ingin pulang lebih awal" bohong Chanyeol. Sebenarnya itu hanya alasannya saja agar ia bisa pulang cepat dan menjenguk Baekhyun. Sepertinya Chanyeol sangat malu untuk mengakui bahwa ia sedang khawatir dengan gadis yang selalu diabaikannya.

"Benarkah ? Kalau begitu aku akan menemanimu".

"Andwe,, aku bisa pulang sendiri".

Kyungsoo menatap Chanyeol curiga, tapi melihat akting Chanyeol yang sepertinya meyakinkan ia pun mempercayainya dan menganggukan kepalanya.

"Baiklah, nanti akan ku ijinkan".

Chanyeol bernafas lega, tapi kemudian ia berfikir 'bagaimana aku kerumah Baekhyun ? Aku kan tidak tahu rumahnya. Kalau kutanyakan pada gadis tadi, pasti mereka akan banyak bertanya, bagaimana seseorang yang sudah berpacaran tapi tidak tahu rumah pacarnya. Aish, apa yang harus kulakukan. Ah aku tahu, tanya xiumin saja, dia kan pasti tahu hubunganku dengan Baekhyun. Masa bodo kalau dia akan memakiku'.

.

.

.

Setelah berjuang mendapatkan alamat Baekhyun, Chanyeol akhirnya sampai didepan pintu apartement Baekhyun. Dengan gugup ia memencet belnya. Tidak lama kemudian pintu terbuka dan menampakan gadis yang ingin ditemuinya, Baekhyun. Gadis itu menatap bengong Chanyeol dan yang ditatap menjadi salah tingkah.

"Ekhem, hai Baek" sapa Chanyeol kikuk.

"C-chanyeol, dari mana kau tau rumahku" ucap Baekhyun terkejut saat melihat namja yang akhir-akhir ini sedang dipikirkannya berada di depan pintu apartementnya.

"Xiumin yang memberitahuku".

"Ooh.. Lalu, bukankah ini jam sekolah. Kenapa kau pulang lebih awal ?" tanya Baekhyun kembali.

"Kau ini banyak bertanya. Sudahlah, apa kau tidak menyuruhku masuk ?" Ucap Chanyeol kesal. Mana mau Chanyeol mengucapkan alasan sebenarnya. Ia terlalu gengsi untuk memberitahukan alasannya.

"Nde ? A-ah silakan masuk" Baekhyun mempersilakan Chanyeol masuk. Chanyeol pun masuk lalu duduk diruang tamu.

"Kau mau minum apa ?"

"Apa saja" jawab Chanyeol.

"Baiklah tunggu sebentar nde". Chanyeol memperhatikan Baekhyun yang sedang membuatkannya minum. Ini pertamakalinya ia merasa khawatir dengan yeojachingunya. Wajahnya terlihat pucat dan jangan lupakan matanya yang begitu sembab. Apa ia habis menangis seharian penuh? pikirnya.

"Silakan" ucap Baekhyun setelah menaruh minumannya diatas meja. Kemudian ia duduk disamping Chanyeol.

"Gomawo" ujar Chanyeol dan dibalas senyuman tipis Baekhyun.

"Bagaimana keadaanmu ?"

"Sudah baikan. Terima kasih sudah menanyakannya."

"Aku dengar kau tinggal sendiri. Kenapa kau tidak pernah bercerita padaku."

"Aku pikir itu tidak penting bagimu. Jadi untuk apa aku bercerita."

'Deg'

Chanyeol terperangah mendengar ucapan Baekhyun. Yah jangan salahkan jawaban Baekhyun. Bukankah memang itu benar, selama ini ia tidak pernah memperhatikan Baekhyun. Rumah Baekhyun saja ia baru mengetahuinya sekarang. Chanyeol pun menghela nafas.

"Mianhae" sesal Chanyeol sambil memegang tangan Baekhyun.

"Untuk apa ?" Baekhyun mengernyitkan alisnya.

"Untuk semuanya". Baekhyun lalu menatap Chanyeol, kemudian ia mengangguk dan tersenyum.

'Cantik' batin Chanyeol. Hey kemana saja kau selama ini, kenapa kau baru menyadarinya eoh ?

"Ada apa ?" Tanya Baekhyun saat melihat Chanyeol sedang menatap kearahnya tanpa berkedip. Mungkin jika hanya sebentar itu wajar, tetapi ini hampir 5 menit Chanyeol menatapnya tanpa berkata apapun. Kali ini Baekhyun yang salah tingkah. 'Apa ada yang aneh dariku ?' Ia pun meperhatikan dirinya, kemudian menatap Chanyeol kembali.

'Deg'

Chanyeol mendekatkan wajahnya kepada Baekhyun, matanya tertuju pada bibir tipis milik yeoja itu. Baekhyun pun tau situasi ini, pipinya mengeluarkan semburat merah dan ia segera memejamkan matanya saat merasakan benda kenyal yang sudah menempel dibibirnya. Jantung Chanyeol berdegub kencang saat merasakan bibir manis Baekhyun. Ini pertama kalinya Chanyeol mencium Baekhyun. Yah pertama kali untuk Chanyeol, karena biasanya Baekhyun yang menciumnya. Itu pun hanya sekilas karena Baekhyun takut Chanyeol akan memarahinya.

Chanyeol mencoba melumat bibir tipis Baekhyun, begitupun gadis itu, ia membalas ciuman Chanyeol dengan perasaan senang. Selang beberapa menit Chanyeol melepaskan ciumannya. Nafas mereka pun terengah-engah.

"Mianhae, a-aku…."

' Sial kenapa aku jadi gugup seperti ini' gerutu Chanyeol dalam hati.

"Gwenchana, bukankah itu hal wajar yang dilakukakan sepasang kekasih" ucap Baekhyun tersenyum meskipun ada sedikit perasaan sedih saat mendengar penyesalan Chanyeol. Apa ciuman tadi dilakukan bukan dari hati.

Chanyeol melihat gurat sedih yeojachingunya. 'Aishh,,, pasti Bakehyun mengira aku menyesal melakukannya'. Kemudian ia mengambil tangan Bakehyun dan menggenggamnya.

"Kau tau, aku senang bisa menciummu"

Baekhyun mendongakkan kepalanya, ia nampak terkejut dengan penjelasan Chanyeol. Apa dirinya mudah dibaca. Chanyeol terkekeh "Ya, kau memang mudah dibaca". Baekhyun pun membulatkan matanya kemudian menundukkan kepalanya karena malu.

"Apa mulai besok kau akan berangkat ke sekolah ?" Tanya Chanyeol.

Bakehyun menganggukkan kepalanya pelan "Nde, keadaanku juga sudah lebih baik".

"Sepertinya ciumanku sangat ampuh, hingga membuat Baekhyunku sembuh dalam sekejap" goda Chanyeol.

"Yaakk,, aku ini sudah baikan dari tadi. Hanya saja aku baru berencana berangkat besok"

"Jeongmal ?" goda Chanyeol sekali lagi.

"Aishhh,,," Baekhyun mengerucutkan bibirnya.

"Baek, apa kau akan meminta maaf pada Kyungsoo ?" tanya Chanyeol pelan-pelan, karena tidak ingin memulai pertengkaran kembali.

Baekhyun terkesiap mendengar pertanyaan Chanyeol yang terdengar seperti memohon "Apa kau sangat menginginkannya ?"

Chanyeol terdiam, Baekhyun mengetahui arti dari kediaman Chanyeol, kemudian ia mengiyakannya meskipun hatinya tidak mau. Tapi jika itu membuat Chanyeol kembali padanya, Baekhyun akan melakukannya.

Mendengar jawaban Baekhyun, Chanyeol pun tersenyum kemudian melihat jam dinding "sepertinya aku harus pulang. Beristirahatlah, agar besok kau bisa masuk".

Kemudian Baekhyun mengantar Chanyeol sampai pintu.

"Aku pulang, aku tunggu kau disekolah besok" ucap Chanyeol sambil mengelus kepala Baekhyun dan dibalas senyuman olehnya.

Setelah kepergian Chanyeol, Baekhyun menghela napas. Mulai sekarang ia akan merubah sikapnya yang terlalu berlebihan kepada Chanyeol. Ia tidak ingin membuat Chanyeol jengah dengan sikap-sikapnya seperti yang dikatakan Kyungsoo.

.

.

.

Keesokan harinya…..

Baekhyun sedang berjalan memasuki gerbang sekolah. Wajahnya tersenyum melihat tas kecil yang sedang dibawanya. Sudah dua hari ia tidak makan bersama Chanyeolnya, ia sangat merindukan masa-masa seperti itu. Ia menengok ke kelas Chanyeol, dahinya mengerut saat tidak menemukan namjachingunya.

"Mencariku ?"

"Ommo !" pekik Baekhyun saat mendengar suara namja yang mengagetkannya. Namja yang tadi berdiri di belakangnya terbahak-bahak. Baekhyun memandangi namja itu dan tersenyum senang. Ini baru pertama kali melihat namja itu tertawa lepas dan itu dikarenakannya. Chanyeol, namja itu pun menghentikan tawanya saat menyadari dirinya sedang diperhatikan Baekhyun.

"Berhentilah menatapku seperti itu, aku tahu aku memang tampan"

Baekhyun terkekeh, "Kau sudah sarapan ? aku membawakan bekal untukmu"

"Jeongmal ? Woaah ayo kita makan ditaman"

.

.

.

"Kau bisa mati tersedak jika makan terburu-buru" ujar Baekhyun.

"Aku sangat lapar, tadi aku belum sempat sarapan". Baekhyun terkekeh, satu hal yang ia ketahui dari Cahnyeol sekarang, namja itu ternyata sangat kekanakan.

"Kau mentertawakan aku eoh ?" Chanyeol mengerucutkan bibirnya.

Baekhyun tetap tertawa, hingga membuat Chanyeol meraih Baekhyun mendekat dan menggelitikinya.

"Hahahaha, yakk lepaskan, hahaha, geli"

Mereka pun tertawa bersama.

.

.

"Baek kau sudah baikan ?" Tanya Xiumin.

"Nde, seperti yang kau lihat sekarang" jawab Baekhyun tersenyum.

"Aku lihat Chanyeol-ssi mengantarmu tadi, apa ia sudah berubah ?"

"Kau pikir dia siluman bisa berubah-ubah"

"Yak bukan begitu, maksudku apa sikapnya sudah berubah ?"

"Hahaha, aku mengerti. Aku hanya bercanda. Aku belum tahu pasti, yang jelas ia sangat berbeda dari biasanya. Ia sudah banyak tersenyum padaku" Baekhyun tersenyum mengingat kejadian tadi.

"Syukurlah, kau tahu kemarin aku memarahinya. Bisa-bisanya seorang namjachingu tidak tahu rumah yeojachingunya".

"Mwo ? jadi kau memarahinya ?" Baekhyun membulatkan matanya.

"Tentu saja, aku harus memberi pelajaran pada orang yang menyakiti sahabatku".

Seketika baekhyun terharu dengan kepedulian sahabatnya itu. Kemudian ia memeluknya. Saat itu pun seongsangnim memasuki kelas, sehingga murid-murid kembali ketempat masing-masing dan memulai pelajaran.

.

.

.

Seperti biasa, jam istirahat tiba dan Baekhyun sudah menunggu kekasihnya didepan kelas. Tidak lama Chanyeol orang yang ditunggunya keluar. Kemudian Baekhyun bangun dari duduknya dan menampilkan senyum manisnya, tapi tidak lama senyumnya memudar saat melihat Kyungsoo dibelakang namjanya. Ia jadi teringat janjinya pada Chanyeol kemarin.

"Baek, kau sudah lama menunggu ?"

Kyungsoo mengernyitkan keningnya, 'sejak kapan Chanyeol peduli padanya' batin Kyungsoo.

"Belum lama" jawab Baekhyun. Chanyeol memberi isyarat ke Baekhyun untuk melakukan janjinya. Baekhyun mengerti, ia pun mengalihkan tatapannya ke Kyungsoo.

"Kyungsoo-ssi maafkan aku soal kemarin" ucap Baekhyun sambil memengulurkan tangannya.

"Hanya itu saja ?" ucap Kyungsoo dingin, Membuat Chanbaek mengernyit.

"aku hanya bercanda. Nde, aku memaafkanmu" ucap Kyungsoo menjabat tangan Bakehyun.

Chanyeol pun tertawa tapi tidak dengan Baekhyun. Ya, gadis itu menyadari jika Kyungsoo tidak menerima perminta maafannya dengan tulus.

"Baiklah ayo kita ke kantin" ucap Chanyeol.

.

.

"Kalian duduk disini ya ? aku akan memesankan makananya".

Setelah kepergian Chanyeol suasana menjadi hening, tapi Baekhyun tidak memperdulikannya.

"Kau memang gadis yang hebat ?" ucap Kyungsoo dingin membuat Baekhyun menolehkan wajahnya.

"Nde ?" Tanya Baekhyun tidak mengerti.

"Aku pikir setelah kejadian kemarin kau akan menyerah. Tapi ternyata ...?" Kyungsoo berdecak, kemudian melanjutkan kata-katanya.

"kau tau, jika gadis lain diperlakukan seperti itu ia pasti sudah sakit hati dan menyerah. Aku hanya mengingatkanmu saja, Chanyeol tidak akan pernah menyukaimu, karena dia hanya menyukaiku".

"Terima kasih sudah mengingatkanku, tapi aku pikir dia tidak pernah menyukaimu, jika dia menyukaimu harusnya dia sudah memutuskanku. Kurasa dia hanya belum bisa memahami perasaannya" ucap Baekhyun dengan santai, tidak lupa dengan senyuman dinginnya.

Hal ini membuat Kyungsoo menatap sebal Baekhyun. Beberapa menit kemudian akhirnya Chanyeol datang dan duduk disamping Kyungsoo. Kyungsoo pun memberi tatapan ke Baekhyun seolah-olah berkata 'kau lihat dia lebih memilih duduk disampingku'. Baekhyun cukup terkejut tapi ia mencoba untung tenang. Beberapa menit kemudian makanan yang mereka pesan datang, lalu mereka segera menyantapnya.

.

.

.

"Baek hari ini aku pulang agak telat, apa kau akan tetap menungguku ?" tanya Chanyeol. Baekhyun berpikir, jika ia tetap menunggu Chanyeol, pasti itu akan membebani Chanyeol dan membuatnya jengah mungkin.

"Oh, sepertinya aku pulang saja Yeol" jawab Baekhyun. Chanyeol terkejut, ini pertama kalinya Baekhyun tidak mau menunggunya. Ada perasaan kecewa dihatinya. Tapi bukannya dari dulu ia tidak suka ditunggu Baekhyun, lalu kenapa ia harus kecewa.

"Baiklah kau hati-hati ya".

"Nde, sampai jumpa". Baekhyun melangkah pergi, Chanyeol menatap punggung Baekhyun.

"Baekhyunie~" teriak seorang namja dibelakang Chanyeol. Namja itu berlari menuju Baekhyun.

Chanyeol pun melihat mereka mengobrol, kemudian berjalan bersama. Tidak terasa tangannya mengepal melihat pemandangan itu. Ia lalu mengalihkan tatapannya dan memasuki kelasnya dengan wajah kesal.

.

.

.

-TBC-