Song of Love
Disclaimer : Rick Riordan, lagu-lagu di dalam sini punya berbagai penyanyi di dunia.
Warning : OOC, cerita ngaco, dewa-dewi Yunani dan Romawi yang kecampur-campur, dll, dsb, dkk.
Chapter 2 : Ecstasy
Ia tersenyum dan pergi.
.
Paint my love
You should paint my love
It's the picture of thousand sunsets
It's the freedom of a thousand doves
Baby, you should paint my love
Suatu bunyi berderak di belakangnya. Reyna berbalik.
"Eh, um, hai," seorang anak lelaki kekar berambut pirang menyapanya. Jason.
"Oh," napas Reyna tercekat. Dia benar-benar tampan. Selama ini Reyna hanya melihat Jason dari jauh. Seorang Praetor, sudah berada di Perkemahan Jupiter sejak kecil. Lebih dari itu, dia adalah putra dari Jupiter sendiri.
"Jadi, kita akan bekerjasama mulai sekarang?" Tanya Jason.
Jawab Reyna, jawab. Oh, sial. Otaknya lambat untuk memproses jawaban sementara ia mengalihkan pandangan dari dada bidang Jason.
"Uh, huh," Reyna menggeser-geser kakinya. "Kalau kau bersedia."
Bodoh bodoh bodoh. Kenapa jawabanmu sangat standar?
"Tentu saja aku bersedia," jawab Jason sambil mengulum senyum.
Selebihnya adalah keheningan yang canggung. Ayolah, pikirkan obrolan yang asyik. Jangan sampai dia bosan dan pergi.
Tapi dia tidak bisa memikirkan apapun.
"Mungkin kau sudah tahu, perkemahan menyediakan fasilitas khusus untuk Praetor. Sekarang, ini jadi kamarmu, buatlah dirimu nyaman," kata Jason baik hati.
"Terimakasih,"
Hening lagi.
"Eh, oke," Jason terlihat bingung. Ia menggaruk-garuk belakang kepalanya. Kau payah, Reyna.
"Baiklah, kurasa kau ingin sendiri dulu. Sampai nanti," Jason berkata. Yah, selalu begitu. Semua anak lelaki selalu pergi dan tidak berminat mengobrol santai denganku. Tidak usah kecewa, Reyna.
Ia memperhatikan punggung Jason yang menjauh. Tiba-tiba, Jason berhenti dan membalikkan kepalanya. Menangkap basah Reyna yang sedang menatapnya.
"Omong-omong, selamat ya. Aku senang kau terpilih jadi Praetor, kuharap kita bisa jadi teman," Jason melempar senyum tulus yang jarang Reyna dapatkan. Lalu dia pergi.
Hatinya menghangat karena kebaikan Jason. Tanpa sadar, Reyna tersipu. Ia menandak-nandak mengelilingi tempat tidur barunya. Terpilih jadi Praetor adalah hal terbaik yang pernah kucapai.
You're still the one I run to…
The one that I belong to…
You're still the one I want for life
You're still the one that I love…
The only one I dream of…
-continue-
