Chapter 2
Fanfic : Jidat, Sayangku…
Author : Naumi Megumi
Pairing : SasuSaku, NaruHina
Rate : T
Genre : Romance/Friendship/Humor/Hurt
Disclaimmer : Naruto milik Mashashi Kishimoto
Jidat Sayang… hanya milikku, untuk selamanya
Warning : OOc banget, Gaje, Typo, abal, Update tak tentu, bahasa yang nggak sesuai EYD dan hanya terima FLAME YANG MEMBANGUN!
Summary : Sasuke adala cowok dingin dan tertutup, sedangkan Sakura adalah cewek yang periang. Dan bagaimana caranya kedua insan ini bersatu? Ayo buruan baca kisah cinta antara Sasuke dan Sakura dalam fanfic Jidat, sayangku…!
Terinspirasi dari komik jepang yang berjudul "Electric Daisy" atau "Dengeki Daisy" karangan Motomi Kyousuke.
Ini juga salah satu novel-ku yang aku jadiin fanfic, jadi apabila ada nama yang belum ke-edit mohon maaf ya.
Disini aku pakai Sakura's POV dari awal sampai seterusnya.
Yowes lah, ayo gek baca!
Don't like don't read
Jangan lupa RnR-nya
Happy Reading
Jidat, Sayangku….
Chapter 2
Masa MOS dah selasai. Capeknya. Waktu ketemu si Ayam aku hampir mati gaya cuy, tapi untungnya ada Naruto-Senpai yang nyelametin hidupku. Memang Naruto-Senpai is my hero's.
Hah…. Naruto-Senpai.
Istirahat, aku pergi ke perpustakaan. Pengen aja ke perpustakaan. Aku pilih-pilih novel yang paling aku suka. Aku menemukan sebuah novel bagus. Begitu kuambil buku itu, aku segera mencari tempat yang nyaman. Baru satu halaman aku baca, eh..sudah bel masuk. Huh, padahal aku pengen baca. Mau pinjem, tapi belum buat kartu perpus. Ya udahlah, kapan-kapan aja. Aku letakkan kembali ke rak buku.
"Bye…" gumamku.
"Kenapa loe?" tanya seorang cowok. Kayaknya aku tau suaranya. Sasuke.
"Kenapa?" aku bertanya balik. Apa sich maksud pertanyaannya itu? Owh…aku tau, pasti gara-gara aku ngomong sendiri tadi. Sasuke kira aku nggak waras kali'.
"Loe kenapa ngomong-ngomong sendiri?" Sasuke memperjelas pertanyaan-nya.
"Mau tau aja urusan orang." Jawabku jutek.
"Udah nggak waras ni orang."
"Ih..suka-suka gue donk." Aku langsung pergi meninggalkan Sasuke. Kemudian kembali ke kelas.
Untung nggak terlalu lama ketemu sama Sasuke. Bisa-bisa kupingku nggak selamet lagi kayak dulu.
Begitu sampai kelas, pintu sudah tutupan.
Waduh, gimana ni? apa aku mbolos aja kali ya? Daripada entar dihukum mending ke UKS aja. Pura-pura sakit. Hehehe… kumat dech bandelnya.
Dengan langkah hati-hati, aku menuju UKS. Ya..siapa tau malah dapet makanan gratis. Hehehe….
"Kreek..!"
Pintu UKS kubuka. Tidak ada siapa-siapa. Aku duduk di tempat tidur. Dan membaringkan badan di atas tempat tidur. Kupejamkan mataku.
"Kreek..!"
Sepertinya ada yang membuka pintu. Lebih baik aku pura-pura tidur aja dech. Daripada entar harus ditanya-tanya.
"Wah….ada si jidat." Sepertinya aku kenal suara itu. Sasuke? tapi apa maksud dari kata "Jidat"? memang kenapa dengan jidatku?
"Pantes aja tadi ngomong-ngomong sendiri. Ow..ternyata lagi nggak waras." Sasuke masih saja ngoceh.
Apa maksud nggak waras? aku tetap pura-pura tidur ntar ketauan dech kalau aku pura-pura. Kayaknya Sasuke belum pergi dech. Tapi sepertinya malah duduk di atas tempat tidur yang terletak di samping tempat tidur yang aku pakai. Huh, ngapain lagi ni anak pake ke UKS segala.
"Hah, dasar Jidat lebar. Dari awal selalu menjadi penghuni UKS."
What? Wah..sudah kebanyakan ngoceh ni.
"Eh, apa loe bilang?" aku bangun dari kepura-puraan tidurku.
"Tu bener kan. Loe pasti pura-pura tidur."
"Bukan urusanmu!" seruku dengan cuek.
Jangan-jangan waktu MOS itu juga bohongan." Tuduh Sasuke.
"Siapa bilang? Itu beneran gue pingsan kok." Sanggahku.
"Yang bener?"
"Ya bener lah. Ya udah lah. Nggak penting ngomong sama loe. Ngabis-ngabisin suara."
"Hah." Sasuke hanya menghela nafas lalu berbaring di atas tempat tidur.
Tumben Sasuke diem. Kayaknya Sasuke beda. Ia terlihat lesu, lemah, letih. Kayaknya Sasuke sakit dech. Ternyata Sasuke bisa sakit juga tho…cowok galak kayak dia tenyata punya kelemahan juga.
Hah, whatever. Bodo amat Sasuke mau sakit. Mending aku tidur. Aku kembali membaringkan tubuhku di atas tempat tidur yang aku buat tidur tadi.
Leganya, bangun tidur…hehehe masih jam pelajaran, tapi sudah beda pelajaran. Aku lihat Sasuke masih tidur. Tapi aneh, terdengar suara aneh dari Sasuke. Kayak…orang kedinginan. Tapi nggak mungkinlah….hari ini kan panas banget.
"Sasuke-senpai…?" panggilku pelan.
"….." tidak ada jawaban dari Sasuke, tapi suara bergetar itu masih terdengar jelas.
"Sasuke-senpai….?" Aku mendekati Sasuke yang terus diam saat dipanggil. Aku menyentuhnya dengan jari telunjukku. Bukan maksud apa-apa. Hanya takut ada serangan mendadak. Tapi Tetep tidak da reaksi.
Kemudian aku menengok wajahnya. Wow..keringat dingin. Aduh, aku harus bagaimana?
"Sasuke-senpai kenapa?" tanyaku cemas. Ya iyalah secara dia itu kakak kelasku. Walaupun Sasuke sejahat apapun ke aku tapi aku tetap punya hati. Sok baek gue.
"Em…" Sasuke kelihatan tidak sanggup menjawab pertanyaanku.
Aku berfikir sejenak. Gaya gue kayak bisa mikir aja. Ah iya, Naruto-Senpai. Barang kali Naruto-Senpai bisa membantu, dia kan temennya Sasuke.
"Sasuke-senpai jangan kemana-mana ya! Aku cari bantuan dulu." Pesanku.
Aku segera ke kelas Naruto-Senpai, kelas Sasuke juga. Begitu sampai ternyata masih ada gurunya. Gimana nich? bodo amat. Yang penting keadaan Sasuke. Sejak kapan akujadi perhatian kayak gini?
Tok Tok Tok
Aku beranikan diri untuk mengetuk pintu kelas.
"Permisi..?" ucapku sambil membuka pintu.
"Ya." Jawab sensei siapa. Entah siapa namanya. Karena aku belum hafal.
"Maaf, Sensei saya mengganggu sebentar." Izinku.
"Ya, ada apa?"
"Saya mau memanggil Naruto-Senpai. Ada urusan sebentar."
"Naruto?" tanya Sensei itu meyakinkan.
"Iya, Sensei."
"O..ya silahkan." Akhirnya Sensei itu memberi izin. Aku dah deg-degan nich.
"Naruto, kamu dicari adik kelasmu." Kata Sensei.
"Ya, Sensei." Jawab Naruto-Senpai. Lalu berjalan ke arahku.
"Suit…Suit..!" goda murid yang lainnya. Apa sich? nggak penting banget. Ini keadaan darurat.
"Iya, Sensei. Ada apa, Sakura-Chan?" pandangan Naruto-Senpai beralih ke aku.
"Gawat, kak! Sasuke-Senpai." Jawabku.
"Sasuke kenapa?" tanya Naruto-Senpai penasaran.
"Hah…ntar ja yang jelasin. Yang penting Naruto-Senpai harus ikut aku." Jawabku.
Pandanganku pun beralih memandang Sensei.
"Sensei, boleh saya pinjem Naruto-Senpai sebentar?" tanyaku pada Sensei.
"Boleh tapi jangan lama-lama ya?" Sensei memberi izin.
"Makasih, Sensei. Saya permisi dulu." Pamitku dengan Naruto-Senpai. Aku dan Naruto-Senpai lalu kekuar kelas.
"Kenapa dengan Sasuke?" tanya Naruto-Senpai begitu kami keluar dari kelas.
"Kak… Sasuke-Senpai sakit." Jawabku dengan cemas.
"Terus dimana Sasuke sekarang?" tanya Naruto-Senpai cemas, tapi tidak tanya, macam-macam lagi. Sepertinya Naruto-Senpai tau sesuatu.
"Di ruang UKS."
"Ayo kita kesana!"
Tanpa Ba Bi Bu, aku dan Naruto-Senpai segera ke UKS.
"Teme, loe nggak pa-pa?" tanya Naruto-Senpai yang terlihat cemas (kayaknya sich) begitu sampai di UKS.
Nggak pa-pa? apa maksudnya? Jelas-jelas sakit. Hah, dah nggak waras ni orang.
"Hum, nggak pa-pa. Nyam…Nyam…" jawab Sasuke santai. Ternyata…. Sasuke enak-enak makan bakso. Darimana ia dapat bakso itu?
('.' )?
Oh…kurang ajar ni anak. Tadi keliatanya sakit. Apalagi tadi badannya gemetaran semua. Eh, sekarang Sasuke malah enak-enak makan bakso. Aneh, darimana ia dapat bekso? Heran gue…Aku juga pengen tu bakso.
"Oh..syukurlah kalau gitu." Ucap Naruto-Senpai lega.
"Lho tadi Sasuke-Senpai badannya gemetaran kok." Kataku.
"Sudahlah, nggak usah dibahas. Sakura-Chankalau mau kembali ke kelas juga nggak pa-pa." kata Naruto-Senpai.
"Ehmm…nggak kok. Aku mau disini dulu." Jawabku.
Aku melihat Naruto-Senpai berbisik sesuatu pada Sasuke. Aneh, ada apa ya? Wah gawat. Jangan-jangan…mereka…..Ih…ngerti. Mereka juga sering terlihat berdua.
"Ya udah. Naruto-Senpai kembali ke kelas dulu ya, Sakura-chan…?" pamit Naruto-Senpai padaku.
"Iya, Naruto-Senpai." Jawabku sambil tersenyum pada Naruto-Senpai.
Naruto-Senpai kemudian keluar dari ruang UKS. Sekarang hanya ada aku dan Sasuke di UKS.
"Loe nggak balik ke kelas?" tanya Sasuke tanpa menoleh ke arahku.
"Nggak." Jawabku singkat. Aku kesel. Ngomong ma aku aja nggak ngelihat ke arahku….ya bukannya gimana-gimana, tapikan nggak sopan.
"Pasti mbolos ya?" tuduh Sasuke sembarangan, tapi emang bener sich..
"Siapa bilang? Aku cuma lagi nggak enak badan kok." Jawabku bohong.
"Owh…" jawab Sasuke ber-Owh ria. Kemudian ia kembali berbaring. Biasanya juga marah-marah. Ya udah lah, berarti aku bisa tenang sekarang.
"Sasuke-Senpai..?" panggilku.
"Apa." Jawabnya dingin. Ih..lama-lama gue ceburin ke air panas juga ni orang. Biar encer es-nya.
"Ehm…boleh tanya sesuatu nggak?"
"Tanya apa." Masih tetap dingin.
"Beli baksonya dimana?" hehe…. maaf, habis laper sich. Dari tadi belum makan.
"….. kantin Bu Sri(?)….." jawab Sasuke dengan pandangn aneh ke arahku.
"Owh….makasih." ucapku kemudian beranjak dari tempatku.
"Eh! Mau kemana?" cegah Sasuke sebelum aku keluar ruang UKS.
Ah Eh Ah Eh..! aku punya nama tau! Seenakknya panggil Eh.
"Mau ke kantin, Senpai."jawabku masih dengan lembut, aku mencoba tuk bersabar.
"Oh." Sasuke hanya ber-Oh ria.
Sialan tu Ayam. Apa maksudnya tu? heran dech, hari ini orang-orang bicara nggak jelas. Apa aku yang telmi ya? Ah..bodo amat.
Aku segera ke kantin. Keburu laper.
"Hah, kenyang…" gumamku setelah menghabiskan 1 mangkuk bakso.
"Sakura..!" panggil seseorang dari belakang. Sepertinya suara cewek. Aku pun menoleh.
Uhm….siapa ya cewek itu? aku tidak mengenalinya.
Cewek itu pun mendekat ke arahku dan duduk disampingku.
"Maaf, kamu siapa ya?" tanyaku.
"Ya ampun…. Sama temen satu kelas aja nggak tau. Gue Hinata." Jawab cewek itu dengan senyum yang manis. Hinata? Tapi aku kayaknya nggak inget kalau ada temen satu kelasku yang namanya Hinata.
"Gue duduk di samping meja loe." Tambah Hinata.
Gue lupa. Aku cuma hafal temen satu mejaku doank. Maklum…sering mbolos. Hehehe..
"Sorry ya…gue lupa. Oh ya… Emangnya sekaranmg udah jam istirahat?"
"He'em. Oh ya, darimana loe? kok nggak ikut pelajaran?" tanya Hinata.
"Ehm..tadi gue habis dari UKS. Agak pusing." Jawabku bohong.
'Pusing nggak bisa masuk kelas' lanjutku dalam hati.
"Tapi ntar masuk'kan? Kan tanggung, kurang 1 mata pelajaran."
"Iya, gue masuk kok."
Ya iyalah, gue udah kenyang. Jadi punya stamina.
"Sakura, lihat dech!" teriak Hinata tiba-tiba sambil menyenggol-nyenggolku.
"Apa sich?" tanyaku gondok. Orang lagi enak-enak minum malah dikagetin.
"Lihat tu! Ada Sasuke-Senpai sama Naruto-Senpai." Hinata menunjuk Si ayam Sasuke dan Naruto-Senpai dengan dagunya.
Kalau Naruto-Senpai sih…Oke-Oke aja, tapi kalau Si ayam Sasuke ogah-ogah aja.
"Iiih.. apa sih. Gue juga tau kale, Hinata." Jawabku sinis.
"Emangnya mereka berdua populer ya?" lanjutku penasaran
"O..iya donk. Apalagi Sasuke-Senpai, menurut catatanku…."ucapannya menggantung lalu Hinata mengeluarkan sebuah Blognote kecil dari saku roknya." Ehm… Sasuke-Senpai itu keren, terus….ganteng, berkarisma, tinggi dan sikap cueknya itu banyak disukai para cewek-cewek." Sambung Hinata.
Ckckck…ternyata isi Blognote itu tentang Sasuke.
"Isi catatanmu itu apa aja?" tanyaku penasaran.
"Ini semua tentang siswa-siswa yang populer di sekolah ini. Ya…juga murid yang paling tidak populer juga. Pokoknya tentang semua siswa SMU ini dech." Jelas Hinata panjang lebar.
Ah..bilang aja informasi tentang siswa SMU ini. Gitu aja ribet amat sih.
Hem…terus aku termasuk kategori mana ya? hehehe
Sepertinya jawabanya tidak bagus. Nggak usah tanya aja dech.
"Ehm…..kalau Naruto-Senpai ada kan?" tanyaku.
"O…pasti donk. Naruto-Senpai adalah anak dari pasangan Nyonya Kushina dan Tuan Minato. Terus Naruto-Senpai adalah anak orang kaya. Ia anak ke-2 dari 3 bersaudara. Kakanya namanya Kyubi yang sekarang sudah kerja, terus adiknya namanya Konohamaru, sekarang masih duduk di bangku kelas 2 SD. Bla bla bla…" cerocos Hinata panjang lebar.
Ehm….banyak amat. Canggih juga si Hinata, bisa cari informasi sebanyak itu….ckckck…
"O..ya Hinata, yang disukai para cewek dari Naruto-Senpai apa?" tanyaku lagi.
"Naruto-Senpai itu juga keren, ganteng, baik tapi fans-nya lebih banyak Sasuke-Senpai daripada Naruto-Senpai." Jawab Hinata dengan gaya khas berfikirnya.
"Ow…kalau Sasuke-Senpai punya informasi apa aja ?" tanyaku. Eits…! Jangan salah sangka dulu! aku Cuma nanya doank kok. Ehm..sedikit penasaran sih dengan sosok Sasuke jelek itu.
"Ehm…kalau Sasuke-Senpai sih…..aku Cuma tau dia pinter, sering njuarain banyak lomba sains. Terus….selebihnya gue nggak tau." Jawab Hinata yang tidak memuaskan rasa penasaranku.
"Kok bisa nggak tau sih?" tanyaku lagi.
"Soalnya cari informasi tentang Sasuke-Senpai itu susah. Orangnya misterius." Jawab Hinata.
Misterius? masak semisterius itu sich. Sampai tentang keluarganya saja nggak tau. Pinter? Nggak keliatan sekali dari tampangnya. Malah lebih terlihat menjengkelkan. Huh…kalo aku lihat tampangnya itu ingin rasanya aku kucek-kucek tu muka.
"Teeet…..Teeet…Teeeet….!" suara bel masuk pun sudah berdering.
"Dah masuk tu. Ayo kita masuk!" ajakku. Takut nggak bisa ikut pelajaran lagi. Nanti bagaimana nasib masa depan bangsa ini? hehe gaya …(^_-)
"Yuk." Jawab Hinata. Lalu kamipun kembali ke kelas.
"Duluan ya?" pamitku pada Hinata saat berpisah di depan gerbang.
"See yoo!" jawab Hinata.
Hehe aneh…bukanya See You…ya begitu lah, disini aku banyak menemui orang-orang aneh..termasuk Hinata Hehe….Hinata peace.. ^-^v
Sendiri kutelusuri jalan yang beraspal menuju terminal Bus. Begitu sepi…..hehe…dramatis banget ya.
Akhirnya dari perjalanan yang sangat melelahkan ini, aku melihat terminal Bus yang sedari tadi menunggu kedatanganku (emang dari dulu thu terminal disitu kale').
Aku segera duduk…capek sekali rasanya. Perasaan kemarin-kemarin nggak secapek ini deh. Ya iyalah orang kemarin naek Taksi. Tinggal panggil, datanglah taksi. Tapi aku harus hemat.
Ada sesorang laki-laki yang duduk disampingku. Aku melihatnya..hiii…sereemmm…! aku menggeser dudukku menjauhinya. Dengan perasaan dag dig dug duer, aku terus menunggu Bus dengan laki-laki itu. Hanya aku dan laki-laki itu. Ingat ini bukan kencan!
Setelah sekian lama aku menunggu, akhirnya Bus-nya datang juga. Aku berdiri dari kursi dan bersiap masuk Bus. Dan tiba-tiba….tasku direbut, lebih tepatnya dijambret,sial! ternyata laki-laki itu penjembret..!
"sial sial sial!" rutukku.
"Jambret!" teriakku keras-keras sambil mengejarnya. Semakin cepat langkah laki-laki itu hingga semakin jauh pula jarak kami.
Tiba-tiba…laki-laki itu terjatuh. Ada seseorang yang memukulnya. Siapa? sepertinya seorang cowok juga. Aku melihat jambret itu balas memukul cowok. Sayang sekali cowok itu tidak bisa menghindar. Aku sebut 'cowok' karena kayaknya orang itu masih muda. Hehe…
Siapa cowok itu?
.
.
.
.
TBC
.
.
.
Tunggu chapter selanjutnya ya…maaf jika banyak kesalahannya…
Jangan lupa reviewnya…arigatou.
.
.
.
.
Balasan review:
Fujiwara Ami : ok ni udah update kok. makasih rievewnya.
Uchiharuno phorepeerr : ok..dan maaf aku lum edit yg chap 1 jadi ru chap 2 ..makasih sarannya. dan rievewnya..
