.
Chapter sebelumnya :
"Terima saja nilaimu yang pas-pasan itu, Chan…"
"TERIMA MULUTMU! AYAHKU PASTI MENCINCANGKU!"
"Haaah! Kenapa guru matematika harus si pendek itu, sih?!"
"Byun-sonsaeng datang!"
"Siapa cinta pertamamu, Park Chanyeol?"
"PISAAAANG!"
"Byun-sonsaengnim harus menjadi guru privat-mu!"
"TIIIDAAAAAAAKKKKK!"
.
NANIMONAI
(It was nothing)
.
Romance (kayaknya), absurd (pastinya)
Disclaimer : Chara punya siapa pun yang (mengaku) memilikinya, plot punya Kim Kumiko
WARNING! Shou-Ai, Typo(s) dan kerabatnya, GAJE, NISTA
-ChanBaekYeol-
.
"Hah?! Yang benar?!" Jongin berteriak heboh hingga seisi kantin menatapnya bagai menatap seekor amuba yang tengah melarikan diri.
Yah, sehari setelah ultimatum telak bagi eksistensi Park Chanyeol, dia kemudian curhat dengan dramatisnya pada kedua sahabat kwik-kwik-nya di kantin sekolah.
"Pffftt… bwahahahaha…" Oh Sehun ngakak nista, saking gelinya sampai berguling-guling di lantai dan akhirnya menjadi tukang pel gratisan.
Chanyeol sang tokoh utama pundung di pojokan. Sebagai orang yang sudah merasakan asam garam kehidupan (baca : hukuman Byun-sonsaeng), dirinya menyadari bahwa akhir hayatnya akan segera tiba. Karena itu Chanyeol berinisiatif untuk menulis surat wasiat sejak dini,
.
["Teruntuk ibunda tersayang, ananda memberikan informasi yang akan sangat ibunda suka. Park Yura mempunyai koleksi komik yaoi bejibun, ibunda, lihat betapa nistanya anakmu yang satu itu. Tapi ananda tidak bisa bilang, karena ibunda juga fujoshi -_-"
"Untuk ayahanda, ananda memberikan bantal pisang, jam pisang, parfum wangi pisang, kaos bergambar pisang, pasta gigi rasa pisang, dan pisang-pisang yang lain (ambigu) tapi jangan harap ananda memberi ayahanda pisang yang asli karena ananda masih mencintainya :*"
"Untuk Park Yura, pensil 2B."
"Untuk Oh Sehun, sabun colek."
"Untuk Kim Jongin… tunggu, siapa itu Kim Jongin?"]
.
Singkatnya Park Chanyeol tengah mengasihani dirinya sendiri, kenapa dia mempunyai ayah yang tega menjerumuskannya ke lubang neraka. Selama ini Chanyeol selalu berhasil menghindari para guru yang disiapkan ayahnya, tetapi Byun Baekhyun berbeda. Dia lebih pendek dari yang lain (sedetik kemudian Chanyeol menghilang dari peradaban).
Tidak, dia memang berbeda, karena tidak ada yang bisa lari darinya.
Pernah suatu kali Chanyeol berusaha melarikan diri dari hukuman Byun-sonsaeng dengan bolos sekolah dan kabur lewat jendela. Tapi entah karena Baekhyun punya kekuatan super atau karena dia titisan makhluk halus, tiba-tiba saja Byun Baekhyun sudah berada di sana, memandangnya dengan wajah menggoda dan gerakan seksi sambil berkata,
"Come here, dear…"
AWAWAWAWAWAWAWAWA
Chanyeol salah imajinasi.
"Tabahkan dirimu, Yeol, kau pasti bisa menaklukkan Byun-sonsaeng! Guru yang lebih professional darinya saja bisa kau buat K.O karena kebodohanmu." Kim Jongin menepuk pundak sahabatnya prihatin melihat keadaan Chanyeol yang seperti korban tsunami.
"Tapi bagaimana caranya?!" Chanyeol menjambak rambutnya frustasi, "Byun-sonsaeng itu tidak mudah ditaklukkan, tahu!"
Sehun berdiri sambil memegangi perutnya yang sakit karena terlalu geli. Bayangkan saja bagaimana keadaan Chanyeol setelah berurusan dengan Baekhyun. Dia saja begitu, pasti Chanyeol nanti begini. Hah, mau tak mau jiwa awesome-nya bangkit juga. Sehun berdehem ganteng,
"Aku punya rencana—"
Chanyeol berbinar-binar,
"—tapi kau tidak bisa melakukannya sendiri, Yeol."
Chanyeol menoleh pada Jongin dengan kecepatan cahaya.
"Apa?" Jongin risih ditatap dengan begitu nganu, "Kau mau aku membantumu, begitu?"
Park Chanyeol mengangguk bak bocah ditawari permen.
Jongin menggaruk tengkuknya, mungkin ada kutu lewat disana atau semacamnya, "Errr… tapi aku sudah janji mau pergi street dance bareng Taemin." Tapi bohong, tambah Jongin dalam hati.
Chanyeol gantian menoleh pada Sehun dengan tatapan memelas, persis anak anjing tercebur di selokan dan tidak bisa naik sendiri.
"Enggg…" Sehun mencoba berkarate lidah (karena bersilat lidah sudah mainstream), "Aku juga sudah janji pada kakak—"
"Kuberikan 1000 won."
"—aku mau."
"…"
Astaga, nak, harga dirimu murah sekali…
.
.
.
Sore di musim semi adalah yang terbaik, dimana background matahari terbenam diiringi musik dari cicit burung dan aroma bunga-bunga mekar. Tapi kedatangan Park Chanyeol dengan hawa suram di sekujur tubuhnya seketika merusak sore indah itu. Burung-burung mati mendadak, bunga tak jadi mekar, matahari berusaha keras untuk terbenam lebih cepat dari biasanya.
"Siaaaall… kenapa aku yang harus datang ke rumahnya?!" Chanyeol mencak-mencak di tengah jalan.
Yup, dalam rangka menerima pelatihan khusus kemiliteran—coret—, Park Chanyeol diundang ke rumah Byun Baekhyun oleh yang bersangkutan. Memang tidak jauh, sih, tapi tetap saja terasa seperti perjalanan ke neraka.
Chanyeol tiba di sana, rumah sederhana milik guru pendek-nya itu. Halamannya penuh tanaman berbunga, ada bunga matahari, bunga tulip, bunga mawar, bunga melati, bunga bangkai… tidak, itu hanya khayalan Chanyeol yang mabuk bunga.
Chanyeol bingung sendiri, mau memencet bel tapi tidak ada bel. Awalnya Chanyeol nekat mencoba memanggil gurunya seperti "Baekhyun… Baekhyuuun…" tapi kok terdengar seperti Chanyeol mau mengajak Baekhyun main layangan.
Setelah lima menit empat puluh sembilan detik berpikir, Chanyeol (akhirnya) memutuskan untuk mengetuk pintu rumah Byun Baekhyun. Sungguh Park Chanyeol ini, loading-nya sangat mengkhawatirkan.
Tok, tok—
"MASUK SAJA! DASAR LAMBAN!"
"Huwaaaa!" Chanyeol terjungkal saking terkejutnya.
Gubraak
"Aduduh…" pemuda tiang bendera itu mengusap-usap bokongnya yang mendarat lebih dulu di tanah. Ia merengut sebal, guru matematikanya memang tiada ampun.
Maka Chanyeol sambil merutuk membuka pintu rumah Baekhyun perlahan, menggumamkan kata permisi, kemudian menutup pintu dengan khusuknya.
Diluar dugaan Chanyeol, interior rumah Baekhyun sangat rapi. Tidak seperti rumah Chanyeol yang sepatunya ia taruh serampangan, Baekhyun dengan sangat apik mengatur letak alas kakinya pada rak sepatu. Bahkan sandal unyu dengan bulu-bulu pink dan hiasan kepala kelinci pun disimpan dengan sangat baik dan terlihat paling bersih. Chanyeol salah fokus.
Manik kecokelatan milik Chanyeol akhirnya menemukan sang guru di ruang tengah, dengan kacamata bertengger di hidung dan kertas berserakan di sekitarnya.
"Selamat sore, songsaeng-nim." Kata Chanyeol ramah sambil membungkuk hormat. Tunggu, jangan tertipu, pemirsa. Chanyeol bukannya sedang waras tapi ia tengah menjalankan akal bulusnya bersama Jongin dan Sehun.
.
"Oke, ini rencananya. Pertama, kau harus bersikap sopan agar Byun-sonsaeng masuk perangkap."
"Heh, kau pikir dia tikus?" Jongin merusak suasana.
.
Baekhyun mengalihkan pandangan dari pacar-pacarnya kemudian menatap Chanyeol dengan satu alis terangkat, "Park Chanyeol, kau salah makan?"
"Tidak, saem. Masih makan makanan manusia, kok." Chanyeol bingung.
Baekhyun membenahi letak kacamatanya yang sebenarnya tidak kemana-mana, "Kalau begitu salah minum?"
"Ngg… tidak, saem, masih minum air, kok."
"Salah kostum?"
Chanyeol melirik kaos 'I Love Banana'-nya, kemudian celana jeans mahalnya, "Tidak, kok, saem."
Baekhyun berpikir keras, "Kalau begitu pasti kau salah tubuh."
"Apa maksudnya, saem?!"
Wuuusshh…
Lalu, entah bagaimana caranya Byun Baekhyun telah berdiri di hadapannya, dengan tatapan paranormal sambil memegang segelas air.
"Wahai roh yang tersesat dalam tubuh remaja tak jelas bernama Park Chanyeol… pergilah dan cari tubuh nista ini… pergilaaah… pergiii…" Baekhyun memercikkan air sucinya ke wajah cengo Chanyeol.
Loading…
"AAAAAAARRGGGHHH APA YANG KAU LAKUKAAAN?!"
Chanyeol dengan segera mengelap wajahnya yang tampan—menurutnya—dan menangisi nasib kulit wajah kesayangannya yang telah dinodai Baekhyun.
"Tidak ada, cuma menusir roh baik yang tadi tersesat ke tubuhmu. Nah, sekarang kau sudah kembali menjadi Park Chanyeol. Merasa lebih baik?" jawab Baekhyun dengan tampang tidak berdosa.
Chanyeol masih meratapi nasib wajahnya yang tidak lagi perawan, tidak menyadari senyum geli dari Baekhyun karena berhasil membuat Chanyeol kembali menjadi Chanyeol yang Chanyeol. Kalimat macam apa itu.
"Saem, itu tadi air apa?" Chanyeol mulai merasakan efek samping air suci Baekhyun.
"Air comberan."
"APA?!"
Baekhyun melirik muridnya denga malas, kemudian mendecak sebal, "Sudahlah, itu cuma air biasa, kok. Ayo cepat mulai, aku tidak punya banyak waktu." Kemudian ia kembali menekuni berkas-berkasnya.
Chanyeol menggerutu, "Cih, sok sibuk sekali."
Baekhyun menoleh secepat kilat, "APA KAU BILANG?!"
Chanyeol kicep.
.
.
.
Di sebuah tempat, dimana akan banyak terlihat burung besi yang berterbangan di angkasa, seorang pemuda tinggi berkacamata hitam dan berpenampilan modis serta membawa koper ukuran besar tengah berjalan bak model melenggang di catwalk. Beberapa perempuan genit berusaha menarik perhatiannya tetapi pria itu sama sekali tidak tertarik.
Mungkin dia gay.
Emang.
Pemuda yang wajahnya disamarkan, sebut saja Parjo (nama disamarkan) tersebut kemudian menyetop taksi dan masuk dengan susah payah akibat kelebihan beban pada koper. Entah isinya mungkin kulkas atau truk gandeng, siapa yang tahu.
"Ke alamat piiiiiiiiip (sensor), dan tolong dipercepat." Katanya dengan suara disamarkan sehingga yang terdengar adalah suara chipmunk. Biar terkesan misterius gitu.
(Padahal tanpa disamarkan pun saudara sekalian juga pasti sudah tahu siapa sebenarnya sosok pemuda samar ini. Kan dia TINGGI).
Si pemuda kemudian duduk elegan sembari menerawang jauh pada langit malam yang menyuguhkan kumpulan bintang bak berlian. Di tangannya terselip sebuah foto yang membuatnya menyeringai senang ala om-om pedo.
"Aku menemukanmu, Baekhyunie."
.
.
.
Suasana tegang dengan backsound detik jam dinding bermotif stoberi.
Tik,
Tik,
Tik,
Keringat dingin menetes.
Tes,
Tes,
Tes 123.
Trak!
Suara pensil (di)patah(kan). Park Chanyeol meregang nyawa.
"Park Chanyeol."
"Y-ya, saem?"
Baekhyun diselimuti aura hitam, matanya berkilat merah, "Grrrr…"
Chanyeol menggali lubang kuburnya.
"KENAPA PERTANYAAN SEGAMPANG INI SAJA KAU TIDAK BISA?!" teriak Baekhyun dengan tenaga dalam. Begitu frustasi menghadapi seorang anak SMA yang menjawab pertanyaan selevel SD saja tidak mampu. Benar-benar, Baekhyun heran bagaimana amuba satu ini bisa lolos dari ketatnya seleksi alam.
Chanyeol mengkerut, ngeri melihat manusia kerdil yang kalau marah seperti kucing yang ekornya diinjak.
"Ma-maaf, saem…"
"ULANGI!"
"Ta-tapi—"
"U-LA-NGI." Eja Baekhyun dengan penuh tekanan dan penghayatan. Chanyeol mengangguk cepat, tidak ingin nyawanya melayang. Dia belum mau mati sebelum menikah dengan semua jenis pisang di seluruh dunia.
"O-oke..." Chanyeol berusaha bersikap biasa saja, walau dalam kepalanya sumpah serapah meluncur bebas. Semua demi rencana kaburnya.
.
"Langkah kedua, tuangkan bumbu ke piring saji dan tunggu mie hingga matang."
Eh, salah dialog. Maaf, maaf.
.
"Langkah kedua, kau ulur waktu. Setelah mendengar tanda dariku dan Byun-sonsaeng pergi, kau lari saja. Mudah, kan?" Sehun mengibaskan poninya dengan percaya diri.
"…"
"…"
"Oh Sehun, kau jenius sekali."
"Oh, ya, memang."
"…"
.
Chanyeol memutar bola mata saat mengenang pendiskusian rencana kaburnya bersama Sehun dan Jongin. "Apa jeniusnya?! Standar banget!" batinnya nelangsa. Merutuki nasib kenapa dia harus mempunyai teman korslet macam Sehun dan Jongin.
Sementara Byun Baekhyun kembali berkutat dengan kertas-kertasnya—entah apa, Chanyeol berpikir keras dengan segenap jiwa raga mengalikan angka 123 dengan 456. Bukankah ini susah sekali? Chanyeol tidak diperbolehkan menggunakan kalkulator, soalnya.
Baekhyun melepas kacamatanya tanpa melepaskan pandangan dari tugas-tugasnya. Pemuda itu kemudian meniup poni yang menjuntai di depan wajah, terlihat sangat fokus dengan pekerjaan di depan hidungnya. Menghela napas, ia mengikat poninya dengan karet yang entah muncul dari mana kemudian kembali bercinta dengan kertas-kertasnya.
"Eh…?"
Tanpa ia sadari, gerakan sederhana tadi menarik perhatian Park Chanyeol yang duduk tepat di hadapannya. Mereka memang belajar di ruang TV Baekhyun, dipisahkan sebuah meja berukuran sedang, dan duduk beralaskan karpet bermotif stroberi, tentu saja. Kalau motifnya pisang itu tanda tanya.
Chanyeol memandang gurunya lekat-lekat.
"Serius sekali…"
Ini untuk pertama kalinya ia melihat Baekhyun yang tidak dalam mode 'marah-marah', juga pertama kali melihatnya dalam balutan pakaian biasa, bukannya pakaian resmi. Diam-diam Chanyeol mengobservasi gurunya sendiri.
"Terlihat… berbeda."
AHEM.
Kenapa, ya… surai cokelat Baekhyun kok terlihat lembut bila dilihat sedekat ini. Juga kulit wajahnya, terlihat putih dan mulus seperti kulit bayi. Dan kenapa Chanyeol baru sadar, ya? Ternyata…Baekhyun itu…
…imut.
ASDFGHJKL—
BYUN BAEKHYUN KOK IMUT BANGET TOYONG
Sementara Chanyeol mulai bertingkah tak jelas, Baekhyun yang merasakan pandangan tidak sedap dari spesies langka di depannya mulai terganggu. Ia mendongak hingga kedua pasang mata berbeda warna tersebut bertubruk—
—hitam bertemu cokelat.
"…"
"…"
"Apa yang kau lihat, huh?"
Gerakan yang tanpa sadar mengirimkan impuls-impuls aneh pada tubuh Chanyeol.
"Sudah selesai kau kerjakan, belum?"
Kok tadi rasanya ada naga terbang di perutnya, ya?
"Hei, Park Chanyeol! Kau mendengarku tidak, sih?!"
AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA
"I-iya, saem! Se-sedikit lagi!"
Tuh, kan, Chanyeol jadi salah tingkah sendiri.
Baekhyun mengerutkan keningnya, "Kau kenapa? Wajahmu merah."
"Ti-tidak apa-apa, kok!" Chanyeol dengan reflek memalingkan wajah. Panas, rasanya panas, makbro!
"Kau demam? Masa' cuma karena mengerjakan soal semudah itu kau demam?" Baekhyun dengan polosnya menempelkan punggung tangannya ke dahi Chanyeol, "Katanya orang bodoh tidak gampang sakit. Kau ini bagaimana, sih."
"Dekaaaatt… terlalu dekaat!"
Chanyeol berteriak dalam hati. Sial, gurunya yang unyu keterlaluan itu dekat sekali! Membuat Chanyeol dengan leluasa bisa menatap wajahnya yang menampakkan ekspresi khawatir dan bingung.
"Imuuut~" Chanyeol ber-fanboying ria.
"Tidak panas," Baekhyun kembali ke posisi semula, kemudian menatap Chanyeol dengan alis terangkat, "Tapi wajahmu merah sekali, loh, seperti sambel."
"…"
Ayolah, Byun. Apa tidak ada perumpamaan yang lebih berkelas?
Baekhyun mengedikkan bahu, "Kalau sudah selesai, beritahu aku. Hari ini aku hanya menganalisis kemampuanmu saja, di pertemuan berikutnya baru aku memberikanmu latihan yang sesunguhnya. Aku harus menyusun materi untukmu berdasarkan kemampuanmu hari ini terlebih dahulu." Kemudian dia kembali sibuk.
Sementara Park Chanyeol tengah berusaha mati-matian meredam detak jantungnya (ia mulai curiga apakah ia mengidap kelainan jantung) sambil menangkup wajahnya dengan kedua tangan.
"Panas."
Chanyeol merunduk, tidak pernah merasa se-abnormal ini.
"Aku… kenapa?"
.
.
.
"Hei, Sehun, kalau ketahuan kita bisa mati, loh."
Terlihat dua remaja tengah mengendap-endap seperti maling professional di belakang rumah Baekhyun. Keduanya sangat bertolak belakang. Yang satu bersinar di malam hari, yang satu lagi tidak terlihat di tengah kegelapan.
"Aku tahu, tapi kita sudah janji pada Yeol." Sehun, yang berkulit terang (sekaligus berperan sebagai senter) menjawab dengan penuh semangat. Matanya berkilat membayangkan uang tambahan yang akan diberikan Chanyeol padanya apabila rencana mereka berhasil.
"Halah, bilang saja kau cuma ingin dapat uang! Kenapa kau harus melibatkanku juga, sih?!" Jongin menggerutu sebal. Pasalnya, kegiatan bersantai menikmati matahari terbenam dengan segelas milk shake sore tadi harus berubah saat Sehun menyerang.
"Karmamu, tahu. Siapa suruh kau berbohong ada street dance bareng Taemin."
Jongin tidak bisa membantah.
Kedua makhluk yin-yang itu pun tiba di Tempat Kejadian Perkara. Terlihat sebuah pintu yang menghubungkan dapur Baekhyun dengan halaman belakang.
"Sip! Jongin, kau cepat ambil posisi!" Yang Mulia Oh Sehun bertitah.
Jongin dengan ogah-ogahan berjalan ke sisi yang berseberangan dengan Sehun. Di tangan makhluk remang itu terdapat seutas tali yang ia pegang ujungnya, dan ujung satunya lagi dipegang Sehun.
"Kalau ketahuan aku akan bilang kalau kau dalang dari semua ini."
"Berisik!"
Jongin berjongkok, membenahi posisi tali bersama dengan Sehun. Sehingga kini tali tersebut membentang indah dari Sabang sampai Merauke.
Yup. Itulah rencana coretjeniuscoret dari Yang Mulia Oh Sehun. Saat Byun Baekhyun ke halaman belakang, ia akan tersandung tali yang mereka bentangkan. Sesudahnya tinggal kabur sebelum Baekhyun sempat melihat wajah mereka. Sehingga yang kena hukuman nanti cuma Chanyeol. Pikir Oh Sehun nista.
"Aku mulai." Sehun mengeluarkan sebuah balon berwarna ungu (karena itu warna kesukaannya) kemudian meniupnya dengan segenap jiwa raga. Setelah itu dia mengeluarkan jarum pentul dan menyumbat kupingnya dengan headphone lalu—
Meletus balon ungu—
"DUAR!"
Hatiku berceceran~
.
.
.
Sore itu Park Yura tengah mangap di depan televisi, menonton acara fashion show. Niatnya, sih, mau nyari inspirasi gitu.
"Humm… coba yang itu ditambah renda, pasti lebih anggun. Mereka salah pilih model, sih, harusnya pakaian seperti itu dipakai gadis cantik nan seksi dan mempesona sepertiku." Komentarnya dengan sangat nganu.
Anak sulung keluarga Park itu kemudian mengambil segelas jus jeruk yang entah muncul dari mana kemudian meminumnya dengan penuh khidmad sebelum kemudian—
"YEEOOLLCHAAAAAN~~!"
BRUUSSHH
—negara api menyerang.
Twitch!
Sebuah perempatan imajiner terbentuk di kening Yura. Dengan nafsu membabi buta dia segera beranjak dari singgasananya menuju pintu depan.
"Siapa, sih?!"
"YEEEOOLLLCHHAAAAAAAAAAANNNN!"
Suara cempreng itu pun kembali terdengar. Park Yura berhenti melangkah. Tunggu, tunggu. Rasanya dia kenal suara ini, deh…
"YEOLCHAAAN! AKU PULAAAANG!"
Sedetik kemudian ia membelalak, "Hah?! Yang benar saja?!"
Cemas, ia segera membuka pintu, berharap menemukan orang lain dan bukannya dia.
"YEEOOLL—"
Sayangnya wanita karir ini kurang beruntung.
"—Chan…"
Pintu terbuka, menampakkan sosok pemuda yang berbinar melihat kehadiran Yura. Pemuda itu dengan reflek melambai semangat dibarengi dengan senyuman semanis madu.
"YURA-CHAAAAN!"
Madu yang beracun.
.
.
.
"DUAR!"
"ANJ—"
Baekhyun hampir latah, saudara-saudara.
—JRIT
Chanyeol terkejut bukan main, tapi karena tadi dia tengah ber-lopelope ria, alhasil terkejutnya tidak seheboh Baekhyun yang sampai mematahkan pensil.
Seketika aura kehitaman mulai merebak dari tubuh Baekhyun. Chanyeol bergidik ngeri.
"Sekarang saatnya!" batinnya girang, "Itu pasti sinyal dari Sehun!"
Baekhyun bangkit dari duduknya, kesal bukan main. Gara-gara bunyi nista tadi, tulisan indahnya jadi tercemar. SESEORANG HARUS BERTANGGUNGJAWAB.
"SIAPA ITU?!" teriaknya murka.
Tidak mendapat jawaban, Baekhyun segera melangkahkan kaki menuju belakang rumahnya—asal suara nganu tadi. Nah, loh, Baekhyun kesal. Kesal setengah mati! Siapa yang dengan beraninya berbuat iseng di daerah kekuasaannya?!
(Sepertinya Chanyeol harus membelikan peti mati untuk Sehun dan Jongin nanti).
Setelah menghilang di balik dinding dapur, Chanyeol dengan kecepatan cahaya membereskan peralatan belajarnya kemudian melesat cepat ke pintu depan. Dengan terburu-buru ia memakai sepatunya.
"Yooosssh! Sedikit lagii!" Chanyeol kegirangan, senang bukan main.
"Yes!"
Sedetik kemudian pemuda tinggi itu menghilang di balik pintu.
Chanyeol berlari semangat. Melewati kebun bunga, pagar, dan akhirnya kaki panjangnya bertemu dengan aspal jalanan.
"AKU BEBAAAAAASSSS!"
Orang-orang yang melihatnya mulai pura-pura tidak melihat apapun. Chanyeol berlari setengah berjoget, saking senangnya bisa bebas dari neraka yang penuh dengan angka.
Tapi…
Chanyeol memperlambat langkahnya, teringat akan guru matematikanya yang (baru ia sadari) imut itu.
"Saem pasti mencariku…"
Lah, tadi yang mau kabur siapa coba?
"Omong-omong, perangkap Sehun itu apa? Jangan-jangan… bisa menyakiti Byun-saem!"
CIYE.
KHAWATIR NIH CERITANYA.
Chanyeol menggeleng, merasa yakin dua bocah kwik-kwik itu takkan melakukan hal ekstrem. Tapi kemudian ia kembali ragu. Bagaimana… jika mereka berdua memang melakukan hal yang berbahaya?
"Chanyeol! Ooooii!"
"Tunggu kami, Yeol!"
Baru saja Chanyeol hendak kembali, mereka berdua sudah menampakkan diri.
"Oi," Jongin mengambil napas, kelelahan, "Curang sekali kau, meninggalkan kami begitu saja."
Sehun menimpali, "Dasar tidak tahu terimakasih—"
Chanyeol menampilkan beberapa lembar won pada Sehun.
"—terimakasih kembali, Yeol."
Jongin sweatdrop.
"Heh, jebakan yang kalian buat tidak membahayakan Byun-saem, kan?"
"Eh?" Jongin menaikkan alisnya, "Tidak, kok! Kami cuma pakai ini." Pemuda redup itu kemudian menunjukkan barang bukti kejahatan mereka.
"Iya, Cuma membuat Byun-saem keselimput, kok." Timpal Sehun sambil menghitung pendapatannya.
Diam-diam Chanyeol sujud syukur dalam hati.
"Yosh! Sekarang kita kemana?"
"Game center, tentu saja!"
"Yahooo…! Aku akan membayar kekalahanku yang waktu itu, Hun!"
"Enak saja kau! Berapa kali pun kau tidak akan bisa menang melawanku!"
"Apa katamu? Dasar bodoh!"
"Kau yang bodoh!"
Chanyeol berdehem ganteng, berusaha menjadi peran tritagonis, "Hentikan! Kalian berdua sama-sama bodoh, tahu!"
"…"
"…"
"Dia lupa siapa sebenarnya yang langganan remedial."
"Iya, sebenarnya siapa yang bodoh…"
Sehun dan Jongin dengan ajaibnya berbaikan dan langsung berjalan meningalkan kawannya.
"O-oi!"
Sehun dan Jongin pura-pura tidak mendengar. Chanyeol pundung, dikacangin.
"Eh?"
Merasakan getaran di saku celananya, Chanyeol mengambil ponselnya yang meraung-raung.
Park Yura calling…
"Haa? Tumben…" bisik Chanyeol sambil mengangkat panggilan sang kakak.
"Yeoboseyo?"
(("Yeol, gawat, Yeol! gawaaaatt!")) kakaknya berteriak panik.
Chanyeol jadi ikut panik, pikirannya meerawang jauh ke dimensi lain, "Ke-kenapa memangnya?"
(("Dia, Yeol! Dia sudah datang!"))
"Siapa…?"
(("You-know-who!"))
"Hah?! Voldemort?!" Chanyeol serangan jantung.
(("Aduuuhh…bukan!")) sang kakak mulai frustasi, (("Dia, Yeol! Yang dulu selalu menempel padamu itu!"))
Chanyeol beku mendadak.
(("Chanyeol! Hei, kau mendengarku, tidak?!"))
Rasa takut mulai menjalari tubuhnya. Chanyeol berkeringat dingin, adrenalinnya meningkat sehingga tekanan darahnya naik.
"Ma-masa', sih…"
Tanpa sadar, genggaman pada ponselnya menguat.
"Ti, tidak mungkin… aku belum lulus SMA…"
(("Tapi itu kenyataannya, adikku sayang! Dia. Sudah. Pulang."))
Entah mengapa Chanyeol sangat berharap ada Baekhyun disini.
.
.
.
TBC
.
.
.
AHAHAHAHAH INI APAAN COBA ;A; ;A; ;A; /menggelinding/
Maap kalau lanjutannya gaje gini heeuunnggg ;_; maap juga karakternya begitu nista… sayah merasa tidak panthas /pundung/
Dan maaaaapp banget kalo updatenya lamaa ;_; sumvah ini FF sebenernya gaada draft, jadi susah mau bikin lanjutannya kayak gimana /author gagal/ jadi jangan heran ceritanya gaje, wong authornya ngenes gini ahahah XD
OIYA, ada dua member EXO baru yang muncul~ pasti udah pada tau yah mereka siapa aja huahahah XD
.
Note : 1000 won kira-kira 10000 rupiah XD
Note 2 : Nanimonai itu bahasa Jepang, milih itu gegara saya lagi keracunan anime XD artinya "It was nothing"
.
.
.
Reply~ Reply~
Misaki Yumi : iya kan? absurd banget kan? Huwaaaahhh sayah emang ga becus bikin beginian ;_; tapi makasih loh udah suka, di folfav lagi GYAAAAAAHHH terharu saya—mamah ;A; udah dilanjut! Makin absurd dan semoga makin suka ya AHAHAHAH /gila/
Kazuma B'tomat : huwahahaha yang buat aja nista gini afafula ;A; wkwk keluarga Chanyeol sengaja agak nganu dikit /vlak/ Yura udah pasti kena imbas XD update! Late! Wkwk XD
yunjows : wkwkwk sebab saya pengennya kayak gitu hawkhawkhawk /ditimpuk/ ehehe itu bagian paling gaje waks XD haha iya dong, biar chanyeol kicep mulu kalo sama dia XD /tsah/ udah dilanjuuuutt!
OceanBlue030415 : wahahah ada kok, itu mejanya masih waras, kursinya, tipinya, dinding— /ditimpuk meja/ ahihi bener juga! Baek ada bakat bikin perempatan hawkwkwk… GYAAAAHAHAHAHA bener banget tuh! Siapa tau dia juga bisa bikin menara pisa di kening keluarga Park /GIMANACARANYA/ wkwkwk reviewnya kocak! XD
ChanLoveBaek : wkwk makasih udah mampir dan ninggalin jejak! XD udah dilanjut, review lagi yaa~! :D
Ddobi88 : hokaaay! Baek galak-galak tapi tetep tsundere kok /ditimpuk/ update! :D
park hyun in : jiaah .. wkwkwkwk yang nulis aja nista begini so pasti ffnya tidak jauh wkwkwk XD yosh! Makasih udah mampir dan review! :D
Guest : update! :D thanks for review!
kim jaerin : wkwk aku lebih parah, ngetiknya sambil gigit meja /aw/ wkwkwk XD update! Makasih reviewnya!
Arumighty : yeaaah makasih reviewnya! Wkwkwk saya juga keselek pas ngetik suratnya mr. byun, ahihihi XD update! Ga lama kan? /ditimpuk/
SyJessi22: bwahahaha bener banget! bukan Cuma mereka, seluruh isi ff ini mah absurd semua hawkwkwk XD ya namanya juga baek mode 'absurd' /APAAN/ XD nah si papah mah maunya yang terbaik bagi chanyeol /BAHASA LU/ wkwkwk XD
chepta chaeozil : wkwkwk absurd banget emang XD olala.. pusing banget sampe frustasi XD /ditendang/
Wassup : wkwkwk selamat ngakak(?) kalau begitu XD makasih reviewnya! /;D
funnychanbaek : updateee! :D review lagi ya! XD
Kiyomi Fujoshi : wkwkwk baekhyun lagi dalam mode 'absurd' waktu nulisnya, wkwkwk XD udah dilanjut! :D
rizki . zelinskaya : (maap namanya jadi gitu, kalau disambungin entah kenapa pas dipublish jadi ilaaaang ;_;) wkwkwkwk AAAAAAAA aku juga suka banget komentarmu umumumu /ditendang/ makasih banget reviewnyaaaa! Tapi lama-lama ini ngalay juga heuung ;_; yosh! Update! XD tiada kesan tanpa komentarmu,jadi review lagi, hokay? Wkwkwk XD
exindira : makasih reviewnyaa! :D review again? XD
parklili : wkwkwk aduh makasiiih bangeett! Kamu juga pandai banget bikin review yg bikin saya menggelinjang begini hawkwkwk XD udah dilanjut! :D
indaaaaaahhh : INDAAAAAAHHHH! ADUH REVIEWMU PANJANG SAYA SUKA SAYA SUKA /CAPS KEINJEK GODZILLA/ baek harus judes-judes sama chanyeol biar si chanyeol kicep terus wkwkwkwk /vlak/ BWAHAHAHA SAYA LUPA LOH KALO SEHUN CADEL ASDFGHJKL bagaimana iniiii /gila/ wkwkwk iya Jongin mah masih sayang nyawa XD kalo ketauan dia terlibat sama Chanyeol habislah dia XD wahaha yang ada malah chanyeol duluan yg jatuh ke perangkap baekhyun XD OYYEEAAAAHHH AKHIRNYA ADA JUGA YANG NANYA ;A; /terhura/ jadi itu Cuma gegara aku bingung ngasih judul apa /vlak/ aku juga gatau artinya loh ._. /APAAN/ pas cari di gugel eh ketemu, jadi "Nanimonai" itu samadengan "It was nothing", kalo di anime sih translate-nya "tidak punya apa-apa". Jadi ya BEGITULAH /authormacamapaini/
starparks : (Baek : Masalah buat lo?! /ditimpuk/) wkwkwkwk trio maut emang harus dikasih pelajaran dulu biar kapok remedial XD wkwkwkwk sebenernya mereka normal, cuman penggambaran authornya aja yang abnormal bwahahahah XD update! Review lagi ya! :D
Park Oh InFa FaRo : kyaaaa aku juga sukaa baca reviewmu! Wkwk XD review lagi? XD
exojr: HUAHAHAHAHAHAHA ADUH MAKASIH BANGET LOH REVIEWNYA AHAHAHAHA INI UDAH DILANJUUUTT! :D :D /sarap/
nurulpriaarafah : udah dilanjutt~~! Waduh kalau bikin NC saya tidak sanggup .-.v kalo baca mah lancar /duar/
nafrachanbaek : aaaaaaaa makasih reviewnyaa! Udah ga penasaran? Wkwk XD udah dilanjut! Review lagi yah! :D
nur991fah : yoooo! Wkwkwk kayaknya kamu sealiran sama saya, suka uke yang berkuasa UAHAHAHAH /ditimpuk/
BaekHoney17 : wkwkwkwk aku malah bayangin Yura itu sealiran sama Chanyeol loh XD /authornista/ jadi mereka sama-sama hiperaktif plus somplak gitu /ditimpukParkYura/ wkwk baek mah asli musti galak biar chanyeol ga berkutik ahahahah /tsah/ uwaaaaaa makasih reviewnyaa! :D :D
inggit : aduh makasiiihh ;_; /terhura/ padahal kata-katanya absurd banget orz wahaha ini udh dilanjuutt! XD
ByunnaPark: wkwkwkwk selamat ngakak(?) XD wahahah keluarga chanyeol emang absurd deh XD ehtapi aku emang mikir Yura juga somplak sih sealiran sama adeknya XD wkwkwk /ditendang/ udah dilanjuuuutt! :D :D
baguettes : AAAAAAAAAAA ADUH MAKASIH BANGET REVIEWNYA BIKIN SEMANGAT BANGET AWAWAWA /ditendang/ wkwk aku ngerasa bersalah bikin mereka semua kayak gitu hawkwkwkwk XD baekhyun musti killer biar chan sadar atas kesomplakannya(?) /APAAN/ wahahaha iya bangeeet! Untung baekhyun manis yah XD udah updaatee! P.S : I LOVE YOUR REVIEW SO PLEASE REVIEW AGAIN XD
realkkeh : AAAAAA MAKASIH BANGEETT! Wkwkwk "selengean" itu apa kah? ._.a wahaha itu cuma perumpamaan kok, jadi sebenernya dia gak bbuing-bbuing, aku juga ga bisa bayangin soalnya .-.v wkwkwk mmmmm gatau nih /lah/ sebenernya aku ga ada draft sama sekali /bongkar aib/ XD hee? Ehehehe engga kok, baekhyun itu guru muda yang udah diterima pas dia masih kuliah karena jenius /tsah/ /baekhyun berbuah-buah/ kira-kira perbandingan umurnya 2-3 tahunan lah, ga pedo kan? XD
.
.
ADUH MAKASIH BANGET SEMUANYAAAA~! GA NYANGKA FF INI DITERIMA DENGAN BAIK HEUHEUHEU ;_; /TERHURA/
REVIEW YAA~ AKU SELALU BACA REVIEW KALIAN AGAIN AND AGAIN AND AGAIN AND AGAIN AND AG— /DITIMPUK KULKAS/
Next chap mungkin agak lama soalnya UTS udah mulai menyerang. Ditunggu yaa~ /bow/ /dan kenapa ini gak kena capslock/
SEKALI LAGI MAKASIH SEMUAAA! KALIAN BIKIN AKU SEMANGAT NGELANJUTIN FF NGACO INI AHEHEHE XD I LOPH YOU READERSS~~!
.
