"Suatu kehormatan bagi kami bisa dikunjungi oleh seorang jenderal besar kepolisian seperti anda tuan park, ada yang bisa saya bantu?"
Sebelum berangkat kerja, chanyeol menyempatkan diri untuk mengunjungi kantor penyalur tenaga kerja milik minseok. masih dengan seragam brigjen kepolisian yang terlihat sangat pas ditubuh tegapnya, kedatangan chanyeol langsung menjadi pusat perhatian dari penghuni kantor yang kebanyakan adalah ibu-ibu asisten rumah tangga.
"Aku ingin bertanya sesuatu tentang baekhyun"
"Ah baekhyun? Apa yang terjadi tuan park? Apa baekhyun membuat masalah?"
"Tidak, bukan begitu. Meskipun Baru kemarin ia bekerja dirumahku tapi aku rasa baekhyun bisa menghandle semua pekerjaan nya dengan baik"
"Jika tidak ada masalah lalu apa yang ingin anda tau tuan?"
"Ini tentang latar belakangnya, aku ingin tahu segala informasi yang berhubungan dengan baekhyun. kau tau minseok ssi, sebagai seorang majikan kita harus mengetahui segala seluk beluk tentang orang yang kita pekerjakan bukan?"
Ya, alasan chanyeol datang kemari adalah untuk mengetahui segala informasi mengenai pembantu barunya itu. tidak mungkin ia bertanya langsung pada istrinya, ia takut istrinya itu akan curiga dan salah paham nanti
Minseok tersenyum simpul, ia menghela nafas pelan
"Baekhyun adalah tetanggaku, ia baru bergabung dengan kami sekitar 6 bulan yang lalu. sebelumnya ia bekerja secara tidak tetap dibanyak tempat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan juga keluarganya"
"Kenapa harus dia? kemana kedua orangtua nya?"
"Ayah baekhyun meninggal ketika ia berusia 9 thn karena penyakit jantung, sejak saat itu setelah pulang sekolah baekhyun ikut bekerja membantu ibunya berjualan lobak dipasar. tapi suatu kejadian yang tidak terduga terjadi sekitar 3 thn lalu, ibunya mengalami sebuah kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan ia koma sampai sekarang. sejak saat itu kehidupan baekhyun jadi semakin sulit, ia harus banting tulang untuk membiayai pengobatan ibunya dan juga membiayai sekolah adik bungsunya"
Chanyeol tertegun mendengarnya, ia jadi semakin merasa bersalah karena perbuatan bejat nya kemarin malah menambah beban dikehidupan baekhyun
"Lalu, bagaimana dengan sekolahnya? Ia tidak melanjutkan sekolah?"
"Ia hanya bersekolah sampai jenjang SMA saja tuan, ia tidak punya biaya untuk melanjutkan kuliah"
Chanyeol mengangguk "lalu bagaimana dengan adiknya? Apa kau tau dimana ibunya dirawat?"
"Baekhee duduk di bangku kelas 5 SD sekarang, ia sering menghabiskan waktunya setelah pulang sekolah dirumah sakit untuk menemani ibunya. ibunya dirawat dirumah sakit hanseol tuan"
"Baiklah, apa aku bisa meminta alamat rumah dan juga sekolah baekhee?"
"Untuk apa tuan?"
"Aku hanya ingin tahu saja.. "
Tanpa pikir panjang minseok langsung mengambil secarik kertas dan menuliskan alamatnya dengan sebuah pena
"Ini tuan.. "
"Terimakasih minseok ssi.. Kalau begitu aku pamit"
"Tuan"
Chanyeol tidak jadi bangkit dari duduknya ketika minseok kembali memanggil nya
"Jika alasan anda bertanya banyak hal tentang baekhyun karena anda tidak mempercayainya, anda bisa percaya pada ucapan saya tuan"
Chanyeol mengernyit bingung mendengar penuturan minseok yang terdengar ambigu
"Saya mengenal baekhyun dari semenjak ia masih kecil, dan percayalah tuan dia adalah orang paling jujur yang pernah saya temui. ia tidak akan mungkin berbuat macam-macam tuan"
Chanyeol menarik sudut bibirnya tipis "aku tau itu minseok ssi, aku percaya pada baekhyun.. "
.
.
.
Baekhyun menundukan kepalanya dalam tak berani menatap balik tatapan tajam dari pria yang duduk dihadapannya. sudah 15 menit yang lalu mereka terus diam dalam keheningan ini, ice cream red velvet yang sudah ia pesan dari tadi juga mulai meleleh karena baekhyun terlalu lama mendiamkannya
"Ada yang bisa kau jelaskan padaku tuan byun baekhyun?"
Baekhyun mendongak gugup, ia teguk ludahnya sulit saat manik indahnya bersiborok dengan tatapan datar tapi tajam dari pria dihadapannya
"Aku... Seperti yang kau tahu aku bekerja dirumah keluarga park sekarang. dan... Maafkan aku kai, aku tidak bermaksud untuk tidak memberi tahumu. aku yakin kau pasti tidak akan mengijinkan ku jika kau tau aku bekerja sebagai asisten rumah tangga"
Jongin memijat pelipisnya pelan
"Apa kau tau chanyeol itu kakak sepupuku?"
"Awalnya aku tidak tau kai, aku sama sekali tidak tahu! Aku baru tahu semuanya setelah kau datang kemarin"
"Baekhyun kau tau kan aku tidak suka kau bekerja seperti ini? Mau sampai kapan kau terus hidup seperti ini?"
"Aku tidak punya pilihan kai, aku harus melakukan ini demi keluarga ku, demi adikku dan juga demi ibuku. ini bukan hanya untukku saja kai, aku mohon mengertilah"
"Tapi tidak harus menjadi asisten rumah tangga juga baek, aku bisa memberikan apapun yang kau mau. aku juga bisa mencarikan pekerjaan yang lebih layak"
"Kai! Kita sudah bicarakan ini sebelumnya, kau tau aku tidak bisa memanfaatkan orang lain demi kepentingan ku sendiri"
Nada bicaranya mulai meninggi
"TAPI AKU BUKAN ORANG LAIN BAEK! AKU KEKASIHMU"
pelanggan lain dan beberapa pegawai terlihat menolehkan tatapan mereka pada meja baekhyun dan kai ketika pria berkulit eksotis itu berteriak geram
Baekhyun diam membatu ditempatnya, selama ini kai tidak pernah berteriak padanya. jujur ia cukup kaget dibentak seperti itu di hadapan banyak orang
Kai menghela nafasnya kesal, ia pejamkan matanya sesaat berusaha meredam emosinya
Perlahan tatapannya melembut, ia ulurkan tangannya untuk menggengam tangan yang lebih mungil
"Apa selama ini aku hanya orang asing bagimu? Kau tahu aku sangat mencintaimu kan? Kenapa kau selalu menolak bantuan dariku? Aku bisa memberimu segalanya! Rumah, apartemen, mobil. Apapun baek, apapun yang kau mau bisa aku berikan. kenapa kau selalu menolak diriku? Kenapa kau memperlakukan ku seperti orang asing baek.. "
Baekhyun berkaca-kaca, ia lepaskan genggaman tangan kai perlahan
"Apa aku serendah itu dimatamu? Apa aku semenyedihkan itu hingga kau harus selalu mengasihani ku setiap saat?"
"Bukan begitu baek, kau tau maksudku bukan-"
"Kalau begitu berhenti lah.. Berhenti bersikap mengasihani ku, aku ini kekasihmu! Aku bukan pengemis untukmu kim jongin"
Kai kehabisan kata-kata, selalu saja seperti ini jika ia meminta baekhyun untuk berkeluh kesah padanya, sebagai seorang kekasih tentu saja ia ingin meringankan beban dipundak baekhyun. ia ingin memposisikan diri sebagai orang yang bisa diandalkan oleh baekhyun. tapi baekhyun terlalu keras kepala, ia sangat pantang menerima bantuan dari orang lain karena itu membuatnya merasa seperti pengemis. padahal maksudnya tidak seperti itu, jongin sama sekali tidak pernah menganggap baekhyun pengemis. Baekhyun memang berbeda dari perempuan dan uke diluar sana yang kebanyakan hanya mengincar hartanya saja
"Baiklah, maafkan aku jika kau merasa tersinggung. aku hanya ingin kau mau berbagi semua bebanmu padaku.. Hanya itu "
Baekhyun mengusap airmatanya pelan "aku juga minta maaf jongin-ah, kau tau aku bukan orang yang- kau tau bagaimana aku kai"
Jongin tersenyum, ia usap airmata kekasihnya pelan
"Aku mengerti"
.
.
Berbicara mengenai hubungan baekhyun dan jongin, mereka telah menjalin hubungan semenjak satu tahun terakhir. semuanya berawal dari taemin putera satu-satunya jongin yang secara terang-terangan menjodohkan baekhyun dengan ayahnya, taemin mengenal baekhyun dari sahabatnya onew. dulu baekhyun pernah bekerja sebagai pegawai toko buku milik ayahnya onew. Taemin yang memang sangat suka membaca sering menghabiskan waktunya di toko buku ayahnya onew hampir setiap hari, dari situlah ia mengenal baekhyun. pribadinya yang ceria, ramah dan baik hati membuat taemin sangat terkesan pada pria mungil itu, ditambah lagi baekhyun yang juga hobi membaca membuatnya semakin klop dengan baekhyun. Hingga terlintas lah ide gila dipikarannya untuk menjodohkan ayahnya dengan baekhyun. Jongin dan baekhyun pada awalnya tidak menolak perjodohan yang dilakukan taemin kepada mereka, tapi meskipun begitu keduanya tidak lantas langsung memiliki perasaan lebih terhadap masing-masing. Baik jongin maupun baekhyun sama-sama mengaku nyaman dengan hubungan keduanya tapi tidak lebih dari sekedar hubungan kakak adik. Baekhyun yang berusia 14 thn lebih muda dari jongin membuat jongin jadi merasa segan untuk melanjutkan hubungan lebih dengan pria mungil itu. tapi taemin tidak menyerah, ia terus berusaha mendekatkan keduanya hingga akhirnya perasaan itu muncul dihati masing-masing seiring seringnya waktu yang mereka habiskan bersama. Jongin yang lebih dulu menyatakan perasaannya pada baekhyun dan bak gayung bersambut baekhyun pun membalas perasaan jongin padanya
"Taemin merindukanmu, kau sudah jarang berkunjung kerumah sekarang. ibu juga terus-menerus menanyakan kabarmu padaku"
Baekhyun tersenyum simpul "sampaikan salamku pada mereka, aku akan berkunjung jika punya waktu luang"
"Kau juga sudah jarang menghubungi ku akhir-akhir jongin ah, kau tidak sedang bermain dibelakang ku bukan?"
Jongin tertawa geli "Aku tidak. aku banyak melakukan penerbangan keluar negeri akhir-akhir ini"
Ya. Jongin adalah seorang pilot pesawat korean airlines yang sering melakukan penerbangan keluar negeri, terkadang baekhyun merasa cemburu dengan pramugari-pamugari cantik yang ikut melakukan penerbangan bersama jongin
"Bagaimana ibumu? Apa sudah ada perkembangan?"
Baekhyun menggeleng pelan
"Baek.. Aku bisa membayar perawatan medis terbaik di amerika supaya ibumu bisa-"
"Kai, jangan mulai lagi"
Kai menghela nafasnya lagi
"Lalu bagaimana dengan rencana pernikahan kita? Kau tidak lupa kan?"
Jongin memang berniat menikahi baekhyun secepat mungkin, tapi baekhyun meminta jongin untuk bersabar sampai ibunya sadar
"Aku janji, kita akan menikah setelah ibuku sadar"
.
.
Chanyeol meletakkan sebuket bunga mawar putih dimeja samping tempat tidur ibunya baekhyun
'Byun sohee' namanya, setidaknya itu yang chanyeol baca dari papan nama yang terpasang di ranjang. Wanita yang menjadi ibunda baekhyun itu terlihat cantik meskipun wajahnya pucat dan banyak alat bantu pernafasan yang dipasang ditubuhnya
Pria tinggi itu membungkuk dalam
"Aku harap anda segera sembuh nyonya, aku telah berbuat kesalahan kepada putramu. tapi aku janji baekhyun akan mendapat imbalan yang setimpal nyonya. sekali lagi saya minta maaf"
Chanyeol membungkuk sekali lagi
CKLEK
"Tuan park, anda disini?"
Dokter kim, dokter yang menangani ibunya baekhyun langsung datang menghampiri begitu tau brigjend park datang berkunjung
"Sudah lama tidak berjumpa suho hyung.. "
Dokter tampan itu terkekeh geli
"Ya sudah lama.. Apa yang membuatmu datang kemari? Apa kau mengenalnya?"
"Aku ingin meminta bantuanmu hyung.. "
"Apa itu? Katakan saja, aku pasti akan membantu mu jika aku bisa"
.
.
Baekhyun dan kai sudah berada di dalam mobil di parkiran cafe yang letaknya dibelakang, suasananya cukup sepi karena kebanyakan pengunjung akan parkir di depan
"Hari ini aku libur kerja, kita bisa menghabiskan waktu bersama jika kau mau"
Baekhyun tersenyum tipis "Aku harus bekerja kai, kau tau aku baru bekerja dua hari.. "
Kai menganggukan kepalanya pelan, ia mengetuk-ngetuk stir mobil selama beberapa lama
"Kenapa tidak jalan kai? Kau akan mengantar ku pulang kan?"
Kai berdehem sejenak, ia genggam tangan kekasihnya pelan. Ia dekatkan tubuhnya secara perlahan
"Baek.. "
Perlahan tapi pasti, ia hilangkan jarak diantara mereka dengan sebuah ciuman yang lembut
Baekhyun terkejut, ia tidak menduga ini sama sekali sebelumnya
Kai menutup matanya pelan, ia hisap bibir atas dan bawah baekhyun bergantian
Tangannya dengan perlahan merambat naik dan membuka kancing teratas kemeja yang baekhyun pakai
Sadar akan keterkejutannya, baekhyun langsung menahan pergerakan tangan jongin
Ciuman itu terputus
"Wae..?" jongin mengernyit bingung
"Aku harus segera pulang kai, nyonya park bisa sangat marah jika aku terlambat pulang"
Baekhyun memalingkan wajahnya keluar jendela kemudian
Jongin tersenyum kecut, ia kemudian kembali ketempat duduknya dan menyalakan mesin mobil
Setelah sampai dikediaman keluarga park, baekhyun membuka seatbelt nya perlahan dan beralih menatap kekasihnya
"Bisakah kau tidak memberitahu keluarga park tentang hubungan kita?"
"Kenapa?"
"Aku hanya tidak ingin mereka salah paham terhadapku"
Jongin mengangguk pelan, ia tolehkan kembali pandangannya kedepan..
"Kai.. "
Jongin menoleh kembali
CUP
sebuah kecupan manis ia terima dibibir tebalnya
"Sampai bertemu lagi, aku mencintaimu.. "
BRAAAKK
baekhyun langsung keluar dari mobil setelah memberikan ciuman manis itu
Sadar akan keterkejutannya jongin mengulum senyum tipis
"Aku juga mencintaimu baekhyun ah.. "
.
.
Baekhyun melamun memikirkan kekasihnya kai, apakah ini sebuah kebetulan? Ternyata ia bekerja pada sepupu kekasihnya. Bagaimana jika kai tau apa yang sudah sepupunya itu lakukan pada baekhyun? Baekhyun bahkan tidak ingin membayangkannya.
Baekhyun jadi ingat saat dimobil tadi jongin menciumnya dan berusaha membuka kancing bajunya, baekhyun tidak bodoh, ia tahu kekasihnya itu menginginkannya, sudah beberapa kali jongin memintanya untuk berhubungan seks tapi baekhyun selalu menolak. baekhyun hanya ingin melakukan itu jika sudah terikat tali pernikahan. tapi sepertinya niatnya untuk melakukan itu pertama kali dengan jongin setelah menikah nanti tidak akan bisa terwujud. sekarang apa yang telah ia jaga selama ini justru telah direnggut oleh majikannya, sepupu dari kekasihnya sendiri
Pukul 12.30 siang, waktunya makan siang tapi baekhyun tidak menyiapkan makanan. kyungsoo sudah memberitahu nya lewat sms kalo dia akan pulang larut, sedangkan chanyeol baru akan pulang pukul 6 sore nanti, untuk sehun baekhyun tidak tahu apakah pria albino itu akan pulang atau tidak
Mengingat soal chanyeol, apa yang harus ia lakukan jika bertemu pria itu lagi? rasanya ia benar-benar malu sekarang, yang ia takutkan adalah jika kyungsoo tau tentang apa yang telah dilakukan chanyeol padanya semalam. ia tidak mau jika harus dipecat dari sini
TING TONG TING TONG
Baekhyun mengernyit, siapa yang memencet bel seperti orang kesetaraan begitu?
TING TONG TING TONG
Dengan tergesa baekhyun berlari menuju pintu depan dan terkejut melihat sehun yang datang dengan kondisi wajah yang babak belur, bajunya kotor penuh debu dan noda darah, penampilannya benar-benar acak-acakan seperti habis dipukuli orang satu kampung
Greppp
Baekhyun terlonjak kaget ketika sehun langsung memeluknya begitu saja, ia berusaha melepaskan pelukannya tapi tenaga sehun terlalu kuat
"T-tuan sehun.. "
"Sssttt.. Sebentar saja baekhyun ssi, biarkan seperti ini"
.
.
.
.
.
TBC
Fast update mumpung lagi ada waktu luang wkwk.. Gimana sama chapter ini? Boring banget ya pasti? :v btw ini ga edit, maafin yak kalo banyak typo 😁
See you in the next chap 😉
