"Permisi, bolehkah aku duduk disini?"

Chanyeol menggangguk pelan dengan masih mengaduk aduk jus strawberry nya. Ia mendengar suara kursi diseret dan hentakan pelan. Ia berusaha tidak peduli dan masih berlabuh di masa lalunya. Pikirannya penuh dengan memori di tahun 2015. Astaga itu bahkan sudah 2 tahun lebih dan Chanyeol masih saja memikirkan tentang mantan kekasihnya.

"Kelihatannya kau sedang bersedih, aku juga. Berminat saling berbagi cerita?" Seharusnya suara itu menganggu Chanyeol, namun Chanyeol merasa suara itu damai sekali. Ia mengangkat wajahnya lalu bertemu dengan sosok namja memakai kacamata bulat, hoodie hitam yang membuat tubuh mungilnya semakin mungil, dan masker beruang berwarna coklat. Oh astaga masker itu membuat Chanyeol memikirkan mantan kekasihnya kembali.

"Bagaimana kalau aku dahulu yang memulainya?" Chanyeol mengangguk. Rasa penasaran memenuhi hatinya dan membuatnya melupakan tentang mantan kekasihnya sejenak. Namja itu menghembus napas panjang, lalu ia seperti tersenyum karena matanya semakin menyipit. Chanyeol merasakan mata namja itu teduh sekali.

"Aku kembali ke Korea karena merindukan seseorang. Seseorang yang sangat berarti bagiku, yang mengisi hari hariku selama 3 tahun. Sebelum akhirnya kami harus berpisah."

Chanyeol menatap namja itu ragu. "Kenapa.. kalian berpisah?" Namja itu memainkan jari jari lentiknya. "Karena aku.. ditunangkan." Oh Chanyeol merasa sedih. Pasti kekasih namja ini merasa sakit hati. Ayolah siapa yang tidak akan sedih kalau menerima kenyataan kekasihmu ternyata ditunangkan?

"Apa kalian masih berhubungan?" Namja itu menggeleng kecil. "Tidak. Aku mengganti ponselku dan juga nomor teleponku. Aku takut mengecewakannya, karena bagaimanapun juga alasanku putus dengannya saat itu bukan karena aku bertunangan. Melainkan karena aku berbohong sudah tidak mencintainya."

Chanyeol menahan napasnya. Ah ingin sekali ia memaki namja dihadapannya ini.

"Kau bodoh sekali, seharusnya kau menjelaskan semuanya kepada dia. Bagaimana kalau kekasihmu itu ternyata menunggumu? Mau bagaimanapun kau harus jujur kepadanya, tuan." ucap Chanyeol. Namja itu terkekeh kaku.

"Aku bahkan tidak yakin kalau ia masih menungguku. Bagaimana denganmu, tuan?" Chanyeol meringis kecil. Ah bahkan untuk mengingatnya saja ia terluka, bagaimana lagi dengan menceritakannya?

"Kekasihku meninggalkanku 2 tahun yang lalu. Ia memutuskanku secara sepihak karena ia mengatakan kalau ia tidak mencintaiku lagi. Aku berusaha tidak mempercayai ucapannya, namun setelah beberapa hari menunggu, ternyata ucapannya benar. Ia tidak memberi kabar padaku, bahkan ia mengganti nomornya."

Hening sesaat. Hanya omongan orang sekitar yang menjadi backsound suasana mereka. "Apa kau.. masih menunggunya?" Chanyeol mengangguk antusias. "Tentu saja, aku sangat mencintainya."

Namja itu meringis. Air matanya hendak keluar, namun ia harus menahannya agar tidak ketahuan Chanyeol. "Jadi.. tunanganmu bagaimana?"

"Yah dia juga tidak ingin menikah denganku. Kami bercerai secara baik baik tahun lalu dan ia sudah menikah dengan namja pilihannya. Hanya tersisa aku yang mencari kekasihku itu."

Chanyeol mengangguk paham. "Kalau kalian memang berjodoh, pasti tuhan akan menyatukan kalian. Jangan putus asa, aku yakin kau akan menemukannya."

"Aku memang sudah menemukanmu, bodoh.."

Chanyeol mendongak heran. "Apa kau bilang?" Ia mendengar lirihan itu samar samar, namun ia hanya mendengar ucapan 'bodoh'. "Aku membilang, tentu saja bodoh."

Chanyeol terkekeh pelan. Astaga namja ini dapat membalikkan moodnya. Ia kembali mengaduk aduk jusnya. Matanya sesekali melirik kearah namja dihadapannya yang tengah merenung. Ekspresinya sangat menyedihkan.

"Apa kau tak ingin memesan? Hanya sekedar makanan atau minuman?" tanya Chanyeol heran. Namja itu terkekeh. "Sudah kupesan, mungkin sebentar lagi akan datang."

Dan namja itu benar, jus Strawberry yang ia pesan datang. Ia mengucapkan terimakasih lalu menatap Chanyeol yang tengah menatapnya dalam. "Kau juga suka Stawberry?" Namja itu mengangguk.

"Sudah dari dulu, apalagi pisang."

Mata Chanyeol membulat. Apa mungkin.. ?

Namja itu melepas kepala hoodienya dan juga kacamata bulatnya, yang terakhir masker beruangnya. Air mata Chanyeol sontak lolos tak terkendali. Namja itu tersenyum lebar yang juga diiringi air mata.

"Bogoshipo, Yeollie.."

"B-baekkie.."

.

.

.

HUWAA AKU KAMBEKK HAHA. Semoga kalian suka sama drabble yang ini ya!