LOVE BUS
.
.
Present by December28
.
Cast: Jung Daehyun – Choi Junhong
BAP Members
.
Genre: Romance, other
.
Warning: YAOI, BOYXBOY, Not EYD, Typo, Don't like don't read.
This is Daelo Fanfiction
.
Lets Start
.
Happy Reading ^^
Chapter 2: Plan to meet again in Love Bus
….
.
Sore hari di Apartemen Jung.
"Hmfftt~~ Hmfftt~~"
"hihihmftt~ hmft~"
Youngjae dan Yongguk menahan tawa sebisa mungkin, wajah memerah dengan bibir yang dikatup rapat. Mengabaikan lelaki disamping Youngjae yang menatap keduanya jengah.
"Okay, kalian boleh terta-"
"hahahahahahahaha~"
"HAHAHAHA"
Tawa sumbang Youngjae dan tawa seram Yongguk bersatu. Tertawa bersautan seakan lupa masih ada besok untuk mentertawai kebodohan sahabat mereka, Jung 'Stupid' Daehyun.
"Aku tak percaya ini sungguh! Ahaha..haha..kau, ya ampun, kau percaya ini Yongguk hyung? Dia..ahaha..diaa"
Youngjae masih tertawa heboh, menunjuk nunjuk hidung Daehyun yang berada tepat disebelahnya.
Tepis.
Melotot.
"Hentikan tawa bodohmu Youngjae-ya"
Yongguk yang melihat ekspresi Daehyun sudah tak sanggup, ini sangat lucu sungguh! Yongguk tertawa keras sambil memukul kepala Youngjae berkali-kali tanpa ampun.
"Hyung..kepala, hyu-"
"HAHAHA, lucu sekali kan Youngjae? Ahaha"
Yongguk tak sadar posisi dan situasi.
Yongguk makin menjadi.
Yongguk kini memukul lengan Youngjae yang duduk disebelahnya. Tawa seramnya masih menggema.
Youngjae meringis kesakitan.
Demi apapun! Monster ini bercandanya kasar sekali. Youngjae sudah mau menangis menahan sakit.
Daehyun yang melihat wajah merah Youngjae hanya mampu tertawa keras, berguling-guling di lantai sambil memegang perutnya.
Youngjae makin kesal.
Lirik kanan – tertawa seram.
Lirik kiri – tertawa bodoh. Sampai akhirnya….
"Yongguk hyung berhenti memukulku!dan kau Jung berhenti tertawa!?"
Youngjae berteriak marah.
Yongguk mulai sadar situasi, cepat-cepat berhenti tertawa dan langsung memasang tampang sok cool dan Daehyun …masih sibuk berguling-guling tertawa.
"ehem..jadi bagaimana?"
Yongguk mengalihkan pembicaraan, suaranya menjadi lebih berat sekarang. Melempar Daehyun dengan bantal untuk membuat Daehyun berhenti tertawa.
Melirik Youngjae sambil tersenyum aneh, tatapannya seperti berkata:
'lihat, aku yang membuatnya berhenti tertawa' Yongjae memutar matanya malas.
"Jadi bagaimana kalau kita tanya pendapat Youngjae? Dia yang paling pintar diantara kita kan?"
Yongguk merayu.
Merasa 'sedikit' bersalah.
Dalam hati merasa ini bukan salahnya, ia ingin memukul si Bodoh Daehyun, tapi jarak Daehyun terlalu jauh, jadi yaa..yang dekat saja.
"Jadi bagaimana Jung?"
Youngjae menendang Daehyun yang duduk dilantai beralas karpet sambil memeluk lututnya sendiri.
"Apanya yang jadi?"
Daehyun masih ingin tertawa melihat tampang Youngjae, tapi melihat Yongguk yang melotot seram dia hanya diam
Lagi pula sekarang saatnya serius kan? Ini masalah hatinya, hatinya yang sedang berbunga..entah bunga mawar, melati atau bunga matahari.
"Ini simple wahai saudaraku"
Daehyun berdiri, menatap kedua sahabatnya serius. Berjalan bulak-balik berlagak layaknya dosen di depan mahasiswanya.
"kau tau, dari mata turun ke hati…dari telinga turun ke hati dan BAM! Jatuh cinta. Oh, ayolah..kenapa kalian lambat sekali ckckck"
Menunjuk dan berdecak sok tua pada dua orang yang duduk diam menatap malas kearahnya.
"Kami yang lambat atau kau yang express?"
Yongguk tak habis fikir, setelah pagi tadi Daehyun mengirim pesan ingin bolos sore harinya sudah ada pesan baru yang mengatakan kalau ia sudah memiliki kekasih yang ditemuinya sepulang bolos.
"Seperti apa orangnya?" kali ini Youngjae yang bertanya, bersiap tertawa kalau-kalau deskripsi Daehyun tentang kekasih barunya itu menggelikan.
Daehyun tersenyum mendengar pertanyaan Youngjae.
"Dia….."
Manis.
Putih.
Polos.
Menggemaskan.
Lucu.
Penurut.
Dan..suaranya sangat lembut.
Daehyun terkekeh menyeramkan, alih-alih menjawab pertanyaan Youngjae dia lebih suka membayangkan Junhong untuk dirinya sendiri.
Yongguk berdecak.
"Youngjae-ya..ayo pulang"
Yongguk bangkit, menarik lengan Youngjae yang masih mengerutkan dahi melihat Daehyun yang melayang dengan fikirannya sendiri.
"Mungkin dia terlalu banyak membaca komik, aku sudah bilang berhenti meminjamkannya komik hyung!"
Youngjae dan Yongguk memakai jaket mereka bersiap pergi saat..
Ringtone handphone Daehyun berbunyi.
Youngjae melirik handphone Daehyun yang tergeletak di meja. Nama Junhong tertera disana.
"Junhong ternyata benar-benar ada hyung!"
Youngjae menatap Yongguk yang juga penasaran.
Daehyun yang mendengar nama Junhong disebut lantas bangkit berlari mengambil handphonenya dan..
"Hallo"
Cih! Suara Daehyun berubah terlewat manly.
Youngjae langsung melompat kearah Daehyun, menempelkan telinganya tepat di samping handphone Daehyun.
Yongguk berdehem kecil lalu bergerak pelan memajukan kepalanya kearah Daehyun.
Ingin dengar juga, hmfftt~
"Hallo~ Daehyun shi~"
Ya Tuhan suaranyaa! Daehyun menggigit lengan jaket Youngjae keras-keras.
Youngjae: Pukul kepala Daehyun.
Daehyun melotot.
"Ya kekasihku~"
Nada suaranya berubah manis, Youngjae dan Yongguk mendadak mual.
"Ituu..bisa kita….maksudku kita bertemu besok?" Suara Junhong terdengar ragu-ragu berbeda dengan..
"Oh! Tentu saja bisa!" terlalu bersemangat Jung Daehyun.
"Tadi Hyungku Himchan bilang…"
"ya manis? Dia bilang apa?"
Daehyun tersenyum terlalu lebar, Youngjae bangkit tak kuat menahan mual dan Yongguk melempar bantal pada Daehyun yang sok romantic itu.
"Himchan hyung bilang..lebih baik memulai hubungan dengan saling tahu satu sama lain. Agar kita lebih…dekat"
Suara Junhong memelan di ujung kalimatnya.
Pasti malu kann.
Tukang menyimpulkan Jung Daehyun.
"Baiklah, besok di halte bus kemarin bagaimana?"
"hng~"
"Pukul berapa Junhong-ah?"
"Pukul 4 bisa?"
"Tentu bisa! Eng Junhong-ah?"
"nee~"
"Karena besok sabtu dan lusa minggu, sampai malam bisakah?"
Usaha terus.
Pepet terus.
"Akan aku fikirkan Daehyun-shi hehe~"
Demi perut Youngjae yang buncit dan demi wajah Yongguk Hyung yang seram. Tawa Junhong merdu sekali~~~
"Baiklah, aku tutup dulu Daehyun-shi"
"Tung..tunggu!"
Junhong berdengung kecil sebagai jawaban.
"Selamat malam dan sampai bertemu besok ehhehe"
Junhong tertawa renyah di ujung sana membalas ucapan Daehyun.
"Baiklah, selamat malam."
Klik!
"Youngjae!? Yongguk Hyung?! Kau dengarkan? HAHAHAHA"
Keduanya hanya berkedip berlagak tak dengar.
"Nah! Kalian pulanglah! Aku butuh tidur agar besok terlihat tampan dan segar"
"Kau-"
"YA-"
Blam!
Pintu kamar Daehyun tertutup meninggalkan kedua sahabatnya yang hanya menganga tak percaya.
"Ahh.. kepalaku~ aku benar-benar akan mengadu kepada orang tua Daehyun di Jepang!"
"Mantan pacar memang berbeda, bawa-bawa orang tua"
Youngjae tatap tajam Yongguk.
"Baiklah..baiklah..Sudah ayo pulang Youngjae-ya"
"JANGAN LUPA TUTUP PINTU APARTEMENKU..!"
"Jung bodoh itu benar-benar mau mati rupanya"
Yongguk berdesis menarik Youngjae keluar apartemen Daehyun dengan segera.
"Ingatkan aku untuk memukulnya besok Youngjae-ya"
Blam!
…
.
Kita sudah merencanakan untuk bertemu besok di halte bus. Sampai jumpa besok Junhong-ah..
Daehyun perlahan terlelap dengan senyum lebar aneh namun sialnya tampan.
…
.
"Bagaimana ini Himchan Hyung~~"
"Hadapi saja, ingat aku dan JongUp akan memantau dari jarak sedekat mungkin"
"Aku kan sudah bilang, tidak usah-"
Himchan melotot.
Seram.
Setajam silet(?).
JongUp bungkam.
"Baiklah, kau tenang saja, aku dan Himchan Hyung akan ikut juga"
Junhong menangguk paham, mencoba menetralkan hatinya yang berdegup kencang entah karna panic, takut, bingung atau karna suara tawa lembut Daehyun di telepon tadi.
Kena kau Choi Junhong.
Ckckck..
To be continue~
Tolong reviewnya ya yang baca..
Dan makasiiiih banget buat yang kemarin udah baca dan mau review ehehehe..
Junjows, NathalieVernanda, LevesqueXavier –susah baca namanya ._.-, miniseokie01 dan Jimae407203.
Chap ini udah panjang yak, semoga suka
Pyoong~~~~~
