Huweeee...mianhae

Setelah 1 tahun FF ini baru dilanjutkan #bow

FF yang awalnya mau dibikin twoshoot akhirnya gagal dan menjadi threeshoot .

Rere mau minta maaf dulu, mungkin karena terlalu lama telantar, jadi rada ga nyambung dan feelnya kurang dapet...T.T

Enjoy it!

FF: FIREWORK

Author::Redz Zaoldyeck

Cast:Ryeowook,Yesung,Sungmin

Genre: Hurt/comfort, drama

Rate: T

Disclaimer:FF ini milik Rere. Super Junior milik SMEnt & keluarganya, Ryeowook dan Yesung saling memiliki tapi Ryeowook juga milik Rere. ^^

Summary:Sejak kecil Ryeowook mengikuti orang tuanya pindah ke Tokyo,suatu hari ia bertemu dengan Yesung. Ryeowook&Yesung akhirnya berpacaran dan hidup bahagia sampai Sungmin hadir dalam hubungan mereka. Bagaimanakah nasib cinta YeWook?

Chapter 2

YESUNG POV
"hiks..hiks.."

Aku melihat sekelilingku,mencari asal suara tangisan tersebut. Mataku menangkap punggung sesosok namja mungil tergeletak tak jauh dari tempatku. Wookie! Aku berlari menuju kearahnya dan membawanya dalam pelukanku.

"Wookie,waeyo?"

"Hiks..hiks"

Wookie tak menjawab pertanyaanku. Ia balas memelukku erat dan menangis. Ada apa? Kenapa kau menangis seperti ini? Siapa yang membuatmu menangis?

Setelah tangisan Wookie reda,Wookie melepaskan diri dari pelukanku dan menatapku

"Hyung..hiks.."

"Ne,Wookie. Wae?"

Wookie mengenggam kedua tanganku dan menuntunnya kedadanya

"Hyung..hiks..Hyung dapat merasakan..hiks..debaran jantungku kan?hiks.. Sejak dulu..sampai sekarang..hiks..jantungku selalu berdetak lebih cepat bila berada dekat hyung..Dari dulu sampai sekarang..rasa cintaku pada hyung tetap sama..Saranghae hyung.."

Aku diam mendengar perkataanya. Kami saling menatap lekat. Aku melihat ketulusan pada mata sembabnya

"Wookie..Nado sarang..."

"HYUNG!"

Ucapanku terpotong ketika aku mendengar teriakan dari belakangku. Aku menoleh dan kulihat Sungmin.

"Ming.."

"Hyung,yang kau cintai hanya aku! Bukan dia! Lepaskan dia,hyung! Kau milikku,hyung! Saranghaeyo!"

"Ming..nado Ming..Nado saranghae" ucapku

"Hyung..hiks..Bagaimana denganku?Aku juga mencintaimu" ucap Wookie sambil mengengam tanganku

Aku menepis tanganya dan berdiri,aku berjalan kearah Sungmin dan memeluknya

"Hyung.." ucap Wookie lirih

"Mianhae,Wookie. Aku lebih mencintai Sungmin dari pada kau. Pergilah! Jangan ganggu aku lagi!"

"Hyung...hiks..Mianhae..Saranghae..hiks..annyeong"

Sedikit demi sedikit,tubuh Wookie terlihat memudar hingga akhirnya menghilang dari pandanganku

"Wookie..Wookie!" teriakku

"Yesung..Yesung..Bangun"

Ugh..aku melenguh..Ku buka mataku..
" Kau mimpi buruk ya?Cepat bangun dan mandi. Tubuhmu basah oleh keringat" kata umma

"Ne umma. Aku akan segera mandi" jawabku

Mimpi?Jadi yang tadi itu mimpi?

Aku berjalan menuju kamar kaca westafel,tubuhku terlihat mengkilap karena keringat. Musim panas memang sedang terik-teriknya. Malampun teta terasa panas,padahal aku sudah menyalakan pendingin ruangan..ckck

Setelah selesai mandi,kupandangi kalender di dinding kamarku dan menyilang hari ini. Kulihat tanda hati terdapat pada tanggal 21..Wookie.. Itu tanggal ulangtahunnya. Pikiranku melayang,mengingat ketika aku merayakan ulangtahunnya tahun lalu.

#flashback
Hari ini adalah hari ulang tahun Wookie. Aku sudah berjanji padanya untuk makan malam berdua di salah satu restaurant mahal.

Namun, aku berencana untuk sedikit mengerjainya. Aku datang lebih awal ke restaurant tersebut, mem-book salah satu meja, dan memesan makanan. Dan tak lupa, membicarakan rencanaku pada supervisor restaurant...
'Wookie,mianhae. Hyung tidak bisa menjemputmu. Kau bisa kan pergi sendiri? Hyung sudah pesan tempatnya. Kita ketemuan disana ya^^'

'Ne,hyung. Gwaenchana. Wookie bisa pergi sendiri. Sampai jumpa disana'

Mian telah membohongimu,Wookie.

Aku bersembunyi disalah satu sudut restaurant. Dari posisi ini, kulihat Wookie datang dan berjalan ditemani seorang waiter menuju ke tempat yang telah ku booking. Ia terlihat sangat imut. Akh,ia memang selalu imut!

Wookie menoleh kekanan-kiri mencari diriku. Ia mengeluarkan handphonenya dan mengetik sesuatu.
Dari sini aku bisa melihatnya dengan jelas,namun ia tak bisa melihatku karena terhalang.

Drrt!
Handphoneku bergetar. Sms dari Wookie.

'Hyung,Wookie sudah sampai. Cepat datang ya'

Kuacuhkan SMS tersebut. Mian,Wookie..

Sekitar 15 menit kemudian,makanan yang kupesan mulai datang dan memenuhi meja.
Wookie menatap makanan tersebut, itu semua adalah makanan kesukaanya. Wookie mengalihkan matanya dari makanan tersebut dan mengetik di handphonenya
Drrt!

'hyung,kau dimana?makanan sudah datang. Cepat datang ya'

Untuk kali ini,aku membalas SMS tersebut

'Wookie~mianhae..jeongmal tidak bisa lupa kalau ada kerja kelompok dengan teman-teman hyung. Mianhae chagi~T.T'

Wookie mempoutkan pipinya setelah membaca SMS tersebut. Ia hanya diam memandangi makanan yang tersajikan. Tak lama,kulihat ia menundukan kepalanya dan menyembunyikan wajahnya. Bahunya terlihat terguncang..

Aigo..apa aku sudah keterlaluan? Aku segera berlari memutar restaurant dan mulai melancarkan aksiku.
Suara musik dari live band mulai mengalun dan akupun mulai bernyanyi. Aku berjalan perlahan mendekati Wookie yang duduk membelakangiku dan memeluknya dari belakang. Ia terlihat terkejut melihatku.

Aku melanjutkan nyanyianku dan mengakhirinya dengan berlutut dihadapannya,memegang tangan kananya,mengecupnya dan berkata

"Saengil chukhae chagi. Saranghae"

Kulihat matanya yang sudah sembab itu kembali mengeluarkan air mata. Bukan air mata kesedihan tapi air mata terharu. Aku memeluknya dan terdengar suara tepuk tangan para pengunjung diselilingku

Aku menggelengkan kepalaku,menepis semua bayangan tersebut.

Lupakan! Lupakan! Aku sudah tidak ada hubungan lagi dengan Wookie! Aku sudah punya Ming! Hanya Ming!

Hari ini aku menjemput Ming dikampus.

"Hyung, temani aku yuk"

"Kemana Ming?"

"Mencari kado hyung"

"Kado?Untuk siapa?"

"Besok kan ulang tahun Wookie. Kau lupa hyung?"

"Jangan sebut nama dia!"

"Ayolah hyung. Jangan marah gara-gara hal sepele seperti ini"

" Kenapa kau mau memberinya kado Ming? Lupakan saja"

"Hyung, ini hanya setahun sekali. Tidak apa-apa kan? Lagian,sewaktu aku ulangtahun bulan Januari kemarin,ia memberiku kado,jadi sudah sewajarnya aku membalasnya"

"Hmm..kau memang baik Ming chagi. Kajja!"

Aku membonceng Ming dan kami mulai mencari kado untuk Wookie.

Ming melihat-lihat kebagian boneka,ia berencana memberikan boneka jerapah. Aku meninggalkan Ming dan berjalan menuju kebagian baju. Berencana untuk membeli baju..Baju untuk kado Wookie?Tentu saja bukan!Untuk apa membelikan kado untuknya!

Ketika aku melihat-lihat bagian jaket,aku menemukan jaket bercorak jerapah lengkap dengan tanduknya. Lucu! Apalagi jika Wookie yang memakainya!

Tunggu!Tidak!Tidak!

Aku menepis pikiran tersebut. Kuletakan jaket tersebut ketempatnya semula

"Hyung"

Aku terkejut mendengar suara Ming disebelahku.

"Kau mengagetkanku,Ming"

"Mian,hyung."

"Kau sudah membelinya?"

"Ne hyung. Aku membeli yang ini, lucu kan?" kata Sungmin sambil memamerkan boneka jerapah yang ia beli

"Ne ne. Tapi kau lebih lucu dibanding boneka itu" ucapku

Blush! Wajah Sungmin langsung memerah,sangat imut

"Akh,berhenti menggodaku"

Aku tersenyum dan menepuk kepalanya.

"Ekh,hyung. Jaket yang ini lucu" ucap Sungmin,mengalihkan pembicaraan dan mengambil jaket jerapah itu

"Bagaimana kalau kau membelinya dan menjadikanya kado untuk Wookie?"

"Ani. Untuk apa membelikannya kado. Ayo pulang,Ming"

"Hyung,ayolah. Wookie pasti senang menerimanya. Hanya kali ini saja,hyung"

"Ani,Ming"

"Ayolah,hyung. Aku mohon"

"Hmm,baiklah Ming. Aku akan membelinya demi kau"

"Ne hyung,gomawo"

Keesokan harinya, dengan rengekan dan puppy eyes Ming,akhirnya kami berada disini sekarang,didepan rumah Wookie.

Bel sudah berkali-kali ditekan namun tak ada seorangpun yang membuka pintu.

"Sepertinya rumahnya kosong,Ming. Kita pulang saja" ajakku

"Tapi kita harus menemuinya sekarang hyung! Harus hari ini"

"Kita tidak tau kemana mereka pergi dan kapan pulang, Ming"

"Aku akan menunggu disini sampai aku bertemu dengan Wookie"

Hufh,aku menghela napas dan berjalan meninggalkan Ming menuju rumah Shin ahjumma,tetangga Wookie. Dari Shin ahjumma, aku mengetahui dimana Wookie berada. Rumah sakit Sapphire ruang Blue no 15. Aku dan Ming segera menuju kesana. Sesampainya disana, aku melihat umma Wookie duduk didepan kamar

"Ahjumma..annyeong"

"akh,Ming,Yesung.."

"Ahjumma, ada apa dengan Wookie?" tanyaku

"Akh,itu..itu..anemianya kambuh..Ia tiba-tiba pingsan,makanya kami membawanya kemari"

"Ahjumma kenapa diluar?Bolehkah kami masuk dan menemui Wookie?" tanya Ming

"Ahjumma menunggu ahjussi. Masuk saja, Wookie pasti senang melihat kalian"

"Ne..Ayo hyung"

Akupun berjalan mengikuti Ming dan masuk dalam kamar tersebut.

Kulihat sosok namja mungil dengan kulit pucat dan tulang pipi yang semakin menonjol. Yang membuatku terkejut adalah rambutnya. Tak ada lagi poni samping yang selalu ia banggakan..rambutnya dipotong pendek,cepak,seperti orang yang akan berangkat wamil. Kau terlihat berbeda dan semakin kurus,Wookie..

"Ming..Hyung.." ucap Wookie pelan

"Wookie!waeyo?Ada apa dengan rambutmu?" teriak Ming

"akh,gwaenchana Ming..Aku hanya bosan..Ada apa kemari?"

"Ini,saengil chukhae Wookie" ucap Ming sambil memberikan sebuah kado.

"Ne Ming,gomawo"ucap Wookie

Ia lalu melihat kearahku

"saegil chukhae Wookie" ucapku sambil menyodorkan kado. Wookie tersenyum melihatku. Manis!

"Gomawo,Ming,Hyung. Aku kira kalian sudah saja kadonya di meja. Aku akan membukanya nanti. "

Aku dan Ming duduk dikursi disisi ranjang. Aku hanya diam melihat Ming dan Wookie mengobrol,sesekali menjawab bila Ming bertanya ada sedikitpun niat untuk ikut mengobrol bersama mereka.

Setelah cukup lama mengobrol, ahjumma masuk.

"Yesung,Sungmin,pulanglah. Hari sudah sore. Wookie juga harus istirahat"

Setelah berpamitan, aku dan Ming beranjak meninggalkan kamar.

"Hyung..Ming.." panggil Wookie

Kami berhenti dan menoleh.

"Gomawo. Jeongmal gomawo" ucapnya sambil tersenyum lebar
"Ne,Wookie" jawab Ming sementara aku hanya diam melihatnya,membuang muka dan berjalan meninggalkannya.

=RYEOWOOK POV
Ming,Yesung hyung.. Gomawo..jeongmal gomawo..kalian sudah mau menemaniku hari ini..Mungkin ini terakhir kalinya Wookie dapat menghabiskan hari ulang tahun bersama kalian..

"Wookie.. Ming dan Yesung membawakan kado untukmu. Kau mau membukanya?" tanya umma

"Ne umma. Tolong bukakan untukku"

Umma mulai membukanya satu persatu

"Ming memberimu boneka jerapah chagi~" kata umma sambil meletakan boneka tersebut disisiku

"Kyeopta"

Umma mulai membuka kado dari Yesung hyung.

"Wookie,Yesung memberimu sebuah jaket. Jaket yang lucu chagi. Lihatlah"

Umma memperlihatkan jaket tersebut, sebuah jaket bercorak jerapah dengan telinga jerapah pada kupluknya. Sangat lucu!

"Neomu kyeopta,umma"

"Ne,chagi. Umma akan menyimpannyan dan kau dapat memakainya pada saat musim dingin"

"Ani..Umma tolong cucikan dan segera bawa kemari..Wookie ingin memakainya"

"Tapi sekarangkan musim panas,chagi"

"Gwaenchana umma.. Wookie takut tak akan bisa memakainya pada saat musim dingin"

"Wookie chagi,jangan berbicara seperti itu. Umma tidak suka! Kau pasti bisa bertahan melewati musim dingin..tahun ini..dan tahun selanjutnya"

"Ne umma,Wookie akan berusaha"

Umma menghampiriku dan memelukku...

Mianhae umma...Wookie merasa tidak akan bisa bertahan selama itu...

Tbc~~

Review please~Semakin banyak review semakin cepat dipublish chap selanjutnyaa

Chapter depan chapter terakhir...

Mianhae Wookie~akhirnya kamu menderita lagi... XD

Follow me mysilverangel ^^