Beautiful Liar
Pair : LeoN VIXX
Leo – Hara
Cast : All Member of VIXX
Pagi pagi sekali Hakyeon tampak sibuk memasukkan beberapa barang kedalam koper miliknya dan kekasihnya. Dirinya sudah terlambat satu jam dari waktu yang ia pikirkan kemarin. Waktunya tinggal satu jam lagi dan mereka harus segera berada di Bandara, jika tidak ingin ketinggalan pesawat yang akan membawa mereka ke Jepang.
Salahkan kekasihnya yang menghabisinya malam tadi, hingga membuat ia begitu lelah lalu kemudian bangun dipagi hari dan harus segera menyusun barang barang yang akan mereka bawa. Tidak ingin satu halpun yang diperlukan kekasihnya tertinggal.
Meskipun Cuma 3 hari di Jepang, Hakyeon tetap membawa beberapa baju ganti untuk kekasihnya, karena ia tahu kebiasaan Leo yang tidak suka memakai baju yang sudah terlalu lama dipakai. Jadi seperti biasa, Hakyeon selalu membawa baju ganti sedikit berlebih.
Jika ditanya kemana namja yang sedang dibicarakan?
Lihat saja ke arah pintu kamar mandi, dan akan terdengarlah suara gemericik air yang jatuh ke lantai. Yaa Leo sedang mandi, itu juga atas paksaan Hakyeon yang membangunkan Leo dengan cara paksa. Pasalnya kekasihnya itu sulit sekali dibangunkan. Terpaksa Hakyeon menggunakan jurus jitu, seperti ancaman 'akan meninggalkannya' barulah kedua mata tajam itu terbuka dan bergegas mandi.
Setelah selesai memasukkan beberapa keperluan kecil ke dalam tas ransel kekasihnya, Hakyeon mengancing tas tersebut lalu membawa tas Leo dan tasnya keluar kamar menuju ruang tamu dimana sudah ada Ravi yang sudah bersiap siap. Tumben sekali, batin Hakyeon. Karena biasanya tugas terakhir Hakyeon setelah packing adalah membangunkan Ravi. Karena membangunkan Ravi itu lebih baik ketika diujung waktu, karena pria itu akan lebih mudah bangun meskipun tanpa acara mandi. Namun kali ini sepertinya Hakyeon tidak perllu repot repot membuang tenaga untuk membangunkan Ravi. Karena namja tersebut sudah duduk rapi bahkan bersiap lebih dulu daripada mereka.
"mana Leo hyung?" Tanya Ravi begitu melihat Hakyeon keluar dari kamarnya. Tangannya masih mengutak atik ponselnya.
"masih mandi, apa barang barangmu sudah siap Ravi yaa?" Tanya Hakyeon dan ikut duduk diseberang sofa dimana Ravi duduk.
"sudah hyung" jawabnya tanpa mengalihkan matanya dari ponsel ditangannya.
Ravi sedang mengakses akun sosial media nya. Beberapa waktu yang lalu dirinya memposting salah satu foto terbarunya di IG miliknya. Dan langsung saja foto itu di beri likes ribuan dan ratusan coment dalam waktu kurang dari 1 menit. Ravi memang terkenal aktif di media sosial, menyapa fans fans nya. Tak jarang Ravi juga memposting apapun kegiatannya. Membuat fara fans selalu menanti updatean dari sang idola.
"tumben sekali kau sudah siap?" Hakyeon bertanya dengan tatapan menyelidik
"tsk…" Ravi mencibirkan bibirnya lalu menatap Hakyeon "harusnya kau senang aku sudah rapi hyung, kau jadi tidak repot membangunkanku. Aku tidak mau sampai kena tendang lagi oleh singa karena merepotkan kekasihnya"
"hehehhehe… maafkan Leo yaa Ravi… kau tahu dia itu sebenarnya namja lembut…"
"tsk… yaa yaaa yaaa… namja lembut jika hanya padamu saja… Cuma kau yang bisa menjinakkannya, aku tidak bisa membayangkan jika kau meninggalkannya hyung…"
"TIDAK AKAN DAN TIDAK AKAN PERNAH!" Suara lantang seseorang yang baru keluar dari kamar dan kini sedang mengunci kamar menghentikan pembicaraan mereka.
Leo berjalan menghampiri keduanya, lalau menatap tajam ke arah Ravi.
"tutup mulutmu, dan jangan pernah katakan itu. Karena HAKYEON TIDAK AKAN PERNAH PERGI!" Tegas Leo lagi
"aiisshh… akukan hanya bercanda. Posesif sekali…" Ravi mencibir kembali
Dan Hakyeon hanya bisa melihat keduanya dengan tatapan geli. Namun jika diteruskan maka dipastikan mereka akan terlambat dan akan ketinggalan pesawat. Untuk itu Hakyeon segera menarik kekasihnya untuk segera pergi menuju bandara.
*****BL*****
Mereka sudah sampai di Bandara Haneda Tokyo, dan bandara sudah dipenuhi ratusan remaja sudah menunggu kedatangan mereka. LR adalah idola yang cukup populer di Jepang, sehingga mereka akan berencana untuk debut di Jepang, demi melebarkan sayap mereka di Negara matahari terbit ini. Itu merupakan salah satu ide dari agency mereka. Dan sebenarnya mereka ke Jepang selain untuk konser juga akan membicarakan debut mereka di Jepang. Salah satu agency sudah menjalin kerja sama dengan Jellyfish- agency dimana LR bernaung.
Leo berjalan dimana kanan dan kirinya dipenuhi para penggemar yang diberi nama Starlight, mereka meneriakkan namanya, mata Leo sesekali melirik asistennya yang berjalan didepannya. Ingin sekali Leo menggandeng tangan tersebut, namun ia cukup waras mengetahui dimana mereka berada. Didepan publik Hakyeon harus menjadi asisten yang kadang juga berubah menjadi bodyguard untuknya, oleh sebab itu tak jarang tubuh mungil itu sering mengalami luka akibat cakaran beberapa penggemar yang mencoba menyentuhnya.
Sesampainya dimobil, mereka langsung menuju venue untuk melakukan cek sound sebelum konser dimulai malam ini. Lalu besok mereka akan mengadakan pertemuan dengan agency dari Jepang.
Tidak terlalu lama, dan tidak terlalu sulit. Karena mereka hanya berdua, dan lagi pula mereka tidak banyak menampilkan beberapa atraksi panggung, karena hanya dengan lantunan suara emas Leo sudah akan membuat seluruh starlight berteriak histeris. Masih siang tapi para penggemar sudah memadati Tokyo Dome. Mereka bela bela mengantri dari pagi hanya untuk lebih cepat melihat idola mereka.
Hakyeon bertepuk tangan begitu melihat sang kekasih sudah selesai cek sound untuk terakhir, lalu kemudian menghampirinya dengan dua botol air ditangannya.
"Ravi yaa tangkap" Happ.. Ravi dengan refleks menangkap botol yang dilempar Hakyeon
Beralih ke sang kekasih yang sudah meminum setengah air didalam botol yang ia beri.
"suaramu indah sekali…" ucap Hakyeon dengan mata berbinar.
Leo mengacak rambut sang kekasih, dan memberikan senyumannya.
Usai latihan, mereka kembali ke hotel untuk bersih bersih. Masih ada waktu 3 jam untuk bersiap siap sebelum konser. Dan sepertinya Leo lebih memilih untuk istirahat dihotel ditemani sang kekasih. Sedangkan Ravi lebih memilih untuk berjalan jalan keliling tokyo ditemani oleh sang manajer.
PING PING
Sebuah pesan masuk ke ponsel Hakyeon yang langsung dibuka oleh Hakyeon.
Manager Kim Hyung
Hakyeon ah, pihak agency mengajak untuk minum teh di bawah
Hakyeon membaca pesan dari salah satu manager LR, dirinya memandangi Leo yang sedang tertidur disebelahnya. Tampaknya sang kekasih tampak kelelahan, tidak mungkin Hakyeon membangunkannya. Hakyeon memutuskan untuk turun sendiri dan menghadiri acara jamuan teh yang tadi dibicarakan. Lagi pula tidak sopan jika salah satu diantara artisnya yang tidak menghadiri acara tersebut. Jadi ia memutuskan untuk mewakili artisnya.
"Hyung…" Panggil Hakyeon pelan dan menghampiri Manager Kim yang sudah duduk di ruangan. Sepertinya ini acara pribadi sekali, lihat saja ruangannya VIP yang memang dikhusukan untuk semacam acara meeting.
"aah Hakyeon ah, kau sendiri? Mana Leo?"
"sedang istirahat Hyung…" jawab Hakyeon
Matanya memandang sekeliling, sudah ada beberapa orang yang hadir. Seperti beberapa crew mereka dan juga beberapa orang yang belum dikenalnya. Mungkin pihak Japan Universal Studio tempat dimana LR akan melakukan rekaman.
"Direktur Goo sudah sampai" salah seorang dari mereka bersuara
Lalu kemudian pintu dibuka dan masuklah beberapa orang. Seorang yeoja tinggi masuk dan berjalan menuju kearah mereka dengan menampilkan senyuman manisnya. Yeoja muda berpostur tubuh tinggi dan langsing dengan balutan jas pendek. Yeoja itu masihlah sangat muda, namum memiliki karir cemerlang.
DEG
DEG
Degupan jantung Hakyeon berubah menjadi dentuman keras.
Ia mengerjapkan matanya berkali, untuk memastikan benar apa yang dilihatnya.
Ia tidak salah, dan memang tidak salah. Karena memang benar wanita yang sedang memperkenalkan diri itu adalah wanita yang ia kenal.
"annyeong haseyo… Goo Hara imnida. Bangapseumnida" Yeoja cantik itu tersenyum kepada sekeliling orang yang sudah menunggunya.
Lalu pandangan mereka bertemu. Pandangan Hakyeon dan yeoja itu bertemu, dan semakin membuat degupan jantung Hakyeon semakin menjadi jadi.
"anda semakin cantik saja nona Go" manager kim bersuara
Pandangan yeoja cantik itu teralihkan, dan kembali tersenyum pada Manager Kim.
"aah terimakasih manager kim… kalau boleh tahu dimana artis anda? Aku tidak melihatnya" Yeoja cantik itu melihat sekelilingnya seperti mengabsen satu persatu orang yang ada
"saya minta maaf karena mereka berdua tidak bisa hadir dikarenakan sedang beristirahat. Namun saya pastikan mereka akan segera menemui anda nanti" lanjut Manager Kim
Lalu kemudian acara berlanjut dengan bincang bincang seputar kerja sama yang akan dijalin nanti. Hakyeon hanya mampu terduduk diam dengan menunundukkan kepalanya.
Hakyeon tidak mengeluarkan sepatah katapun, ia berusaha menetralkan detak jantungnya. Berusaha menghilangkan pikiran pikiran buruknya. Semua akan baik baik saja, batinnya.
Jadi Go Hara adalah yeoja yang nantinya akan memproduseri LR di Jepang. Itu artinya yeoja itu akan sering bertemu dengan mereka. seketika rasa ketakutan dalam diri Hakyeon muncul begitu saja dan semakin membuat detak jantung Hakyeon berpacu cepat.
******BL*****
Konser dibuka dan disambut meriah oleh ribuan starlight yang memadati tokyo dome. Ribuan orang itu menyalakan lighstik mereka yang berwarna dark blue, tak lupa banner dengan segala macam bentuk. Teriakan teriakan menggema begitu saja ketika dua orang muncul dari balik layar, dua namja tampan yang merupakan orang yang mereka tunggu tunggu sedari tadi.
Mereka sangat bersemangat mengikuti lagu yang dinyanyikan kemudian ikut menari sesuai irama. Semua bergembira, semua bersenang senang, semua bernyanyi bersama. Mereka tidak mau membuat para penggemar kecewa, untuk itu berbagai cara mereka lakukan sebagai bentuk terimakasih kepada para penggemar yang sudah mendukung mereka sejauh ini. Tanpa mereka LR tidaklah ada apa apanya.
"STARLIGHT ARIGATOGOZAIMASE..." Teriak keduanya
Namun dibalik kegembiraan semuanya, dibalik layar tepatnya diruang tunggu artis seseorang sedang mencoba menenangkan rasa kekhawatirannya. Mencoba mengusir rasa takutnya mencoba menenangkan dirinya.
"Hakyeon ah…" tegur salah satu crew
"aah n..ne" Hakyeon tersadar, dan menatap sang pemanggil, seorang yeoja yang merupakan hair stylist
"kau kenapa? Kau sakit? Kulihat dari tadi kau tidak bersemangat seperti biasanya…" make up artis menambahkan
"tidak apa apa noona, aku… aku hanya merasa sedikit kurang sehat…" jawab Hakyeon kepada dua yeoja yang cukup dekat dengannya, dikarenakan mereka sering berbincang bincang selagi artis mereka berada dipanggung.
"kalau begitu istirahatlah, aku tau tugasmu begitu berat. Ditambah lagi jadwal mereka sedang padat padatnya. Lihatlah tubuhmu semakin kurus saja" ucap sang hair stylist
"heiii… kau tidak lihat pipiku semakin gendut noona? Apanya yang kurus.. tsk" Hakyeon mencibir tidak terima dibilang semakin kurus, padahal kekasihnya selalu mengatainya gendut, karena pipinya semakin chubby saja.
"aiiisshhh… lihatlah ke cermin… aigooo aku saja iri dengan bentuk tubuhmu yang begitu mungil, sedangkan aku tidak lama lagi perutku akan segera membesar…"kali ini sang make up artis berkomentar
"huwaaa… sudah berapa lama eoni? Apa kau akan melanjutkan kerjamu?" sang hair style tampak antusias
"suamiku sudah menyuruhku berhenti, untuk itu aku sudah mengajukan kepada agency untuk mencari penggantiku…" ucap sang make up artis
Hakyeon seperti mengabaikan perbincangan kedua noona cerewet di hadapannya, dia lebih memiliki bangkit dan berdiri dicermin dan melihat pantulan dirinya.
Ya Tuhan, sungguh jauh perbandingan dirinya dengan yeoja itu. Terlebih mereka berbeda jenis, tanpa di adu sudah pasti akan tahu siapa yang lebih unggul.
Rasa takut itu muncul kembali dalam diri Hakyeon, takut sekali.
Konser telah selelsai, dan mereka bergegas menuju hotel untuk beristirahat.
Leo memandangi tingkah aneh kekasihnya yang berbeda sedari konser tadi. Yaa tepatnya ketika ia terbangun sore tadi dan tak menemukan kekasihnya disampingnya. Diirnya sudah akan berteriak sebelum melihat sang kekasih yang sedang melamun di balkon kamar.
Ia sudah bertanya dan memastikan kondisi sang kekasih, namun tidak ada yang perlu dikhawatirkan tentang kesehantannya. Tapi melihat tingkah sang kekasih yang berdiam saja sejak konser berjalan membuat Leo berani mengambil kesimpulan jika ada yang disembunyikan sang kekasih.
"katakan padaku ada apa?" Leo memojokkan tubuh sang kekasih ketika mereka sudah sampai di kamar hotel. Begitu pintu terbuka, Leo langsung mendorong tubuh Hakyeon di balik pintu.
"tidak ada" Hakyeon menjawab dengan menatap mata Leo, berusaha menyembunyikan kegelisahannya.
"kau tahu, kau tidak bisa berbohong padaku. Katakan ada apa?" CHUP Leo mencium sekilas bibir Hakyeon yang memucat.
"sudahlah… tidak ada apa apa, aku hanya lelah saja" Hakyeon berhasil keluar dari kungkungan tangan Leo.
Lalu masuk kekamar berniat ingin membaringkan tubuhnya. Sekarang pukul 11 malam dirinya butuh istirahat. Leo membuntuti Hakyeon hingga ke kamar dan kembali menarik tangan Hakyeon untuk menatapnya.
"heeii… lihat aku, tatap aku…" Leo menangkupkan kedua tangannya pada wajah Hakyeon. Membawa pandangan Hakyeon untuk menatapnya.
Mereka saling bertatap, mencoba menyelami tatapan satu sama lain, mencari kegelisahan dari tatapan itu.
Leo menyadari, ada raut ketakutan dari wajah sang kekasih. Karena mata itu, tatapan itu tidak pernah ia lihat selama ini
"katakan…" bisik Leo pelas
"apa kau mencintaiku?" Hakyeon justru bertanya
"kenapa kau bertanya?"
"cukup jawab saja, setidaknya itu bisa menguatkanku" bisik Hakyeon
CHUUP
Leo mengecup kembali bibir Hakyeon lalu kemudian beralih ke keningnya.
"kau sudah tau jawabannya…"
"tapi aku ingin dengar langsung dari bibirmu…"
Leo tersenyum dan gemas melihat tingkah sang kekasih. Dibawanya tangan Hakyeon menuju dadanya.
"bisa kau rasakan?"
Yaa… hakyeon bisa merasakan degupan jantung itu. Sangat cepat.
"dia akan berdetak hanya untukmu. Aku mencintaimu…"
Leo mengecup kening hakyeon sekali lagi, dan perlakuan Leo semakin membuat Hakyeon begitu teharu.
"jangan tingalkan aku… hiks…" Hakkyeon memeluk erat tubuh Leo.
"tidak akan, kecuali kau yang meninggalkanku. Tapi jika sekalipun kau berani meninggalkanku ku pastikan kau tidak akan pernah pergi lagi dariku begitu aku menemukanmu…"
"tidak… aku tidak akan pergi kecuali jika kau yang memintaku untuk pergi…"
Dan keduanya berpelukan erat menyalurkan rasa cinta mereka.
Hakyeon tidak perlu takut lagi, karena rasa takut itu sudah ia hapus dan ia ganti dengan rasa percaya kepada kekasihnya. Leo mencintainya, Leo menyayanginya dan Leo tidak akan pergi meninggalkannya. Persetan dengan kehadiran orang itu lagi, yeoja dimasa lalu Leo. Hakyeon tidak takut, yeoja itu hanya masa lalu.
Tapi bagaimana jika nanti Leo bertemu dengan yeoja itu?
Bisakah Leo mempertahankan hatinya untuk Hakyeon?
*****BL*****
Keduanya memutuskan untuk berjalan jalan mengelilingi kota Tokyo. Leo, Hakyeon dan ravi sengaja bangun cepat karena mereka akan mengelilingi kota Tokyo, dan mencoba kuliner makanan Jepang. Hakyeon begitu senang bisa berjalan santai dengan kekasihnya. Beberapa kali mereka memasuki toko hanya untuk membeli beberapa pernak pernik yang bisa dijadikan oleh oleh untuk keluarga mereka. dan Hakyeon sendiri tidak mau ketinggalan, dirinya sudah menenteng 2 paper bag yang isinya penuh dengan banana tokyo. Niatnya ia akan memberikan kepada keluarganya dan juga keluarga Jung. Sedangkan sang kekasih lebih memilih untuk membayar apapun yang dibeli kekasihnya. Karena apapun yang dibeli Hakyeon pasti juga dibeli untuk dirinya.
Mereka juga mencicipi berbagai makanan khas Jepang. Untuk urusan makanan jelas Leo adalah rajanya. Berkali kali memasuki kedai makanan, perut Leo seperti tidak penuh penuh. Selalu saja memesan makanan dan menghabiskannya. Ravi dan Hakyeon hanya menggeleng gelengkan kepalanya saja.
"ku dengar park noona akan mengundurkan diri karena sedang hamil" Ravi membuka percakapan mereka ditengah tengah Leo yang sedang menikmati ramen
"nee… suaminya menyuruhnya berhenti" jawab Hakyeon "kasihan juga jika dirinya tetap bekerja, akan berakibat buruk pada janinya"
"kalau begitu siapa yang akan menggantikannya?"
"belum tau, mungkin akan segera dicari penggantinya.."
"aiishhh jangan sampai noona noona cerewet…" ucap Ravi
"yaa semoga saja… tsk, kau ini…" cibir Hakyeon
Sedangkan Leo masih terus menikmati ramen keduanya.
Hakyeon menatap takjub selera makan sang kekasih. Sungguh luar biasa.
Kini ketiganya dalam perjalanan ke studio untuk meeting. Mereka akan menentukan konsep seperti apa yang akan diberikan kepada LR. Sepanjang perjalanan Hakyeon tampak tenang bersandar di lengan Leo. Ia sudah mengubur rapat rapat kegelisahannya. Ada seseorang disampingnya yang menggenggam erat tangannya, yang selalu menuntunnya kemanapun ia berjalan. Dan namja itu mencintainya, cukup tau itu saja.
Ketiganya sudah sampai di studio, dan memperkenalkan diri mereka. kemudian berlanjut ke acara meeting tentang konsep LR di Jepang, baru kemudian mereka merencanakan pembikinan single. Yaa untuk pertama mereka akan mengeluarkan single Jepang, melihat bagaimana raeksi Starlight, jika respon mereka bagus, kemungkinan mereka akan membuat album dan melakukan promo di Jepang. Itu artinya LR akan menghabiskan banyak waktu di Jepang.
"nona Go akan segera tiba disini.."
"eoh?" Hakyeon yang bereaksi duluan.
Untuk apa? untuk apa yeoja itu kesini?
Sepertinya Hakyeon lupa jika Hara adalah orang yang akan memproduseri LR di Jepang. Itu artinya mereka akan sering bertemu.
Ravi dan Leo masih sibuk berbincang bincang dengan beberapa crew, membicarakan hal hal ringan seputar pembuatana lagu. Hakyeon masih terus menatap tak berkedip kearah Leo. Pandangan yang sulit diartikan, pandangan yang bahkan Hakyeon sendiri tidak tau kenapa ia begitu menikmati menatap wajah kekasihnya.
Leo merasa ditatap begitu intens oleh seseorang, kemudian balik menatap. Menyadari siapa yang melihatnya Leo memberikan senyuman kepada Hakyeon. Ingin sekali membawa tubuh mungil itu kedalam pelukannya, namun ia harus menyadari dimana posisi mereka berada.
CKLEK
Pintu dibuka, kemudian masuk yeoja yang kemarin mereka temui.
"annyeong haseyoo..." Yeoja itu menyapa semua orang yang ada diruangan dengan begitu ramah, menampilkan sneyuman cantiknya.
semua orang balas menatap sang yeoja dan memberikan hormat.
DEG
DEG
DEG
Kali ini bukan hanya satu degupan jantung saja yang berdegup kencang, tapi 2 jantung sekaligus. Andai degupan itu dapat terdengar maka, sudah dipastikan akan mengalahkan pukulan drum yang biasa dimainkan didalam studio ini.
Pandangan mereka bertemu, pandangan Leo dan Hara. Leo bahkan bangkit dari duduknya memastikan apa yang dilihatnya, Mengabaikan tatapan sang kekasih yang kini melemas.
"annyeong haseyo Leo ssi...Ravi ssi..." yeoja itu menyapa kedua orang yang merupakan artis di ruangan ini.
DEG DEG
Degupan jantung Leo bahkan berdetak dua kali lebih cepat, begitu ia menyadari jika yeoja dihadapannya adalah yeoja di masa lalunya. yeoja yang masih tersimpan di ruang khusus didalam hatinya.
flashback
"aku mohon jangan pergi chagii... aku tidak mau kita putus"
"tidak bisa oppa, aku harus pergi. aku juga sama sepertimu yang memiliki impian. aku juga mempunyai impian, maka dari itu mari akhiri hubungan ini dan mari kita kejar impian kita masing masing.."
"tapi aku mencintaimu..."
"aku...aku juga mencintaimu... tapi kita tidak bisa bersama...maafkan aku oppa... selamat tinggal"
Yeoja itu pergi meninggalkan Leo terduduk sendiri di cafe dimana tempat ini merupakan tempat dimana mereka jadian dulu. 3 tahun hubungan yang mereka jalani kandas begitu saja. Yeoja yang merupakan kekasih pertama Leo, yeoja yang memiliki hampir seluruh hati Leo.
Kini yeoja tersebut memutuskan hubungan mereka secara sepihak, dan ketika keesokan harinya Leo ingin memperbaiki hubungan mereka yeoja tersebut sudah pergi meninggalkan Seoul. Semakin membuat hati Leo hancur berkeping keping. dan bahkan hampir membuatnya melakukan hal gila seperti memotong urat nadi dipergelangan tangannya. Namun untung berhasil dicegah oleh sahabatnya yang kini menjadi kekasihnya.
Sejak saat itu Leo bersumpah tidak akan membiarkan apa yang menjadi miliknya pergi lagi darinya. Ia akan mempertahankannya.
*****BL*****
jam sudah menunjukkan pukul 11 malam, mereka langsung kembali ke hotel untuk beristirahat. Karena besok akan kembali ke Korea. Leo menyadari ada yang berbeda dari kekasihnya, dan kini ia sadar apa yang membuat sang kekasih begitu gelisah sejakkemarin. Pasti kekasihnya mengkhawatirkannya.
"tidurlah duluan... aku akan membereskan pakaian kita" ucap Hakyeon begitu keluar dari kamar mandi.
Leo yang sedang duduk bersandar di kepala ranjang memainkan ponselnya menoleh kearah sang kekasih. Menatap lekat namja yang sedang menggunakan piyama tidur dan menggeret tas koper mereka. Begitu banyak yang mereka beli tadi pagi, sehingga harus disusun agar muat didalam koper mereka.
Menyadari tingkah sang kekasih yang mencoba menghindarinya, Leo beranjak dari ranjang dan berjalan ke arah sang kekasih. menarik tangannya untuk ia bawa ke balkon.
"Leo yaa... aku harus merapikan barang barang kita..." tegur hakyeon dan mencoba melepaskan tangan kekasihnya
Namun Leo cuek dan membawa sang kekasih ke balkon kamar, lalu kemudian membawa tubuh Hakyeon kedalam pelukannya begitu mereka ada di balkon. Leo memeluk sang kekasih dari belakang dan menyandarkan dagunya pada bahu sang kekasih.
"kau baik baik saja?" tanya Leo
"..."
Tidak ada jawaban, lalu kemudian Leo membalikkan tubuh sang kekasih. Hakyeon hanya menurut saja, lalu kemudian Leo menagkupkan kedua tangannya diwajah sang kekasih.
"jawab aku, kau baik baik saja?" Leo membawa mata sang kekasih menghadapnya.
"aku baik baik saja...bukankah kau sudah berjanji untuk selalu membuatku baik baik saja?" Jawab Hakyeon
"kau percaya padaku?"
Hakyeon masih menatap mata Leo, mencoba mencari kekuatan dari pandangan itu.
"nee... aku percaya" ucap Hakyeon
"kalau begitu kau cukup berada disampingku untuk terus menggenggam tanganku, dan jangan lepaskan" ucap Leo.
"nee..." Hakyeon mengangguk dan tersenyum.
lalu perlahan mereka saling mendekat, dan mendekat hingga bibir mereka bertemu. Leo memberikan ciuman ciuman lembut untuk sang kekasih, memberi kenyamanan, hingga akhirnya hakyeon sendiri terbuai dalam ciuman yang diberikan sang kekasih. Tangan halus Leo beralih ke pinggang sang kekasih untuk meberikan usapan usapan halus pda pinggangnya. Mencoba memberikan pijatan pijatan lembut ditubuh sang kekasih. Hayeon benar benar terbuai akan semua perlakuan sang kekasih. Leo benar benar mengerti apa yang dimau kekasihnya. Kelembutan dan kenyamanan yang selalu menjadi kelemahan Hakyeon.
Dan entah bagaimana caranya kini mereka berdua sudah berada diatas ranjang dengan keadaan samasama naked. Leo benar benar tidak peduli seberapa capeknya tubuh mereka. Karena yang mereka butuhkan malam ini adalah kehangatan untuk membuktikan perasaan cinta mereka masing masing.
*****TBC*****
Bayangin sendiri aja yaa adegan NC nya... hehehe ^^
terimakasih atas review, follow, favnya...buat yang siders bisa kok invite saya untuk memberikan komentar.
Karena saya memang membutuhkan sebuah kritikan yang membangun demi kelanjutan ff berikutnya.
Sebisa mungkin saya akan update ff setiap weekend.
jadi harap bersabar nee ^^
