FOR BIG EVENT HUNHAN INDONESIA

PRESENT

Am I Wrong to Loving You?

Genre: Hurt, Romance, Comfort

Rate: M

Main Cast: Oh Sehun, Xi Luhan, Park Chanyeol,

Byun Baekhyun, Kim Jongin, DO

Kyungsoo

Another Cast: Kim Junmyun, Kim Jongdae, Zhang

Yixing, Huang Zi Tao, Wu Yi Fan, Lee

Hyorin, Kim Taeyeon, Lee JiEun

WARNING!: Genderswitch fanfiction

( Chapter 2)

"Annyeong eomma. Aku pulang", Baekhyun mengucapkan salam kepada eommanya ketika sampai di kedai hotdog.

"Kau sudah pulang, Baek? Kedai sepi sekali hari ini. Makanya eomma punya waktu menyiapkan hotdog special ini untuk...". Ucapan eomma Baekhyun terhenti saat melihat Luhan.

"Omo! Byun Baekhyun, katakan pada eomma, apa ini benar Xi Luhan, anak pemilik Daily 12 itu?", kata eomma Baekhyun terbata dan tak bisa lepas pandangannya dari Luhan.

"Annyeong bibi. Xi Luhan imnida. Aku satu jurusan dengan Baekhyun di SNU. Senang berkenalan dengan bibi", Luhan pun menunduk setelah memperkenalkan diri.

"Yak Byun Baekhyun. Kenapa kau tidak cerita dengan eomma kalau kau berteman dengan Xi Luhan? Kenapa juga kau tidak bilang akan mengajaknya kesini hari ini? Kalau tidak kan eomma bisa dandan dulu karena akan kedatangan tamu istimewa. Hah, kau ini".

"Kalau aku cerita pasti eomma akan heboh dan memaksa untuk ikut ke kampusku hanya untuk melihat dia, lalu eomma akan membuat keributan saking hebohnya. Nanti aku yang malu", kata Baekhyun sambil tersenyum jahil.

Eomma Baekhyun langsung memukul kepala Baekhyun. "Kau ini. Tak ada sopannya sama skali dengan eomma".

"Aw! Sakit eomma", Baekhyun mengelus kepalanya sambil meringis. Luhan yang sedari tadi memperhatikan ikut menertawakan Baekhyun dan ibunya. Sementara Chanyeol, entah kenapa sejak Luhan berkenalan dengan ibu Baekhyun, ekspresinya jadi berubah dan lebih diam.

"Ah. Aku sampai lupa menyuruhmu duduk. Silahkan duduk Luhan, dan... Siapa nama temanmu satu lagi?".

"Park Chanyeol. Panggil aku Chanyeol saja bibi", Chanyeol membungkuk dan sedikit tersenyum.

"Ah ne Chanyeol-ah. Oiya kalian mau pesan apa?".

"Kalau aku, pesan yang paling special disini saja bibi", jawab Luhan. "Kau Chanyeol?"

"Aku sama dengan Luhan saja bibi".

"Baiklah. Tunggu sebentar ya kalian. Kau, Baekhyun, sediakan minum untuk mereka. Jangan hanya bisanya meledek eomma saja".

"Masih saja dibahas. Ne eomma", Baekhyun dengan malas berdiri dari kursi. "Kalian tunggu sini ne? Akan ku buatkan yang special untuk kalian".

Luhan tersenyum. "Ne Baek. Yang paling special pokoknya ya untukku!".

-oOo-

"Jadi, kau anak pemilik Daily 12, Lu?", tanya Chanyeol.

"Ne", Luhan yang tadi sedang melihat kearah Baekhyun langsung melemparkan pandangannya ke arah Chanyeol.

"Aku baru tau kalau putri paman Yi Fan secantik ini", gumam Chanyeol.

"Kau bicara apa barusan Chan?".

"Bukan apa-apa Lu", Chanyeol tersenyum ke arah Luhan. "Abeoji tidak boleh tau kalau aku kenal dengan Luhan. Kalau dia tahu, aku yakin dia pasti akan langsung menyuruhku menghancurkan dan menjatuhkan Daily 12", kata Chanyeol dalam hatinya.

-oOo-

Rupanya dari kejauhan ada yang sedang memperhatikan Chanyeol dan Luhan. "Ah, jadi nama namja itu Park Chanyeol. Tidak lebih tampan dariku". Rupanya itu Sehun yang sejak di kampus tadi berniat mengikuti Luhan dan Chanyeol.

Sehun tak sadar, kalau ia mulai penasaran dengan Luhan. Niat awalnya yang hanya ingin mengerjai Luhan karena telah mengintipnya dan Hyorin, mulai menjadi boomerang bagi dirinya.

Saat sedang serius memperhatikan Luhan, tiba-tiba, 'Drtttt drrrttt', handphone Sehun tiba-tiba bergetar.

From: Sexy Hyorin

'Chagiya, bisakah kau datang ke rumahku? Aku ada surprise untukmu. Kutunggu kau dirumah ne:*'

"Haish, ada apalagi dengannya?", Sehun menarik nafasnya dalam - dalam. Ia pun memperhatikan Luhan sebentar kemudian naik dan menyalakan motornya. "Sampai bertemu besok Xi Luhan", Sehun lalu mengambil handphone dalam saku jaketnya dan diam-diam memotret Luhan dari jauh. Setelahnya ia langsung pergi dengan motornya.

-oOo-

"Minuman dataaaang!", seru Baekhyun dengan suara tinggi khasnya. Baekhyun membawa segelas strawberry smoothies dan dua gelas cappucino caramel.

"Ini untukmu", Baekhyun menyodorkan segelas strawberry smoothies kepada Luhan. "Dan ini untukmu", sambil menyodorkan gelas berisi cappucino caramel ke Chanyeol. Baekhyun sengaja menyamakan minumannya dengan Chanyeol.

"Gomawo Baekhyun-ah", kata Luhan dan Chanyeol bersamaan. "Pas sekali kau datang. Aku hampir menjadi mumi yang mati kekeringan karena kehausan", sambung Luhan.

'Sluuurp'', Luhan langsung meminum strawberry smoothiesnya. "Ah, segar sekali Baek. Rasanya manis seperti permen kapas. Aku suka".

Baekhyun melayangkan senyum khasnya. "Siapa dulu yang membuatnya. Byun Baekhyun yang manis ini".

"Apa? Byun Baekhyun yang manis? Apa aku tak salah dengar? Apakah telingaku bermasalah?", Luhan langsung melepaskan bibirnya dari sedotan.

"Kau Xi Luhan. Lihat saja pembalasanku besok di kampus nanti ne", Baekhyun memicingkan matanya kepada Luhan seolah memberi isyarat bahwa pembalasannya tidak akan main-main.

Tiba tiba...

"Luhan-ah, kau bersemangat sekali meminumnya sampai mulutmu penuh dengan busa smoothiesnya", Chanyeol mengambil tissue dan mengelap mulut Luhan.

Baekhyun dan Luhan yang sedang bercanda, langsung diam seketika. Apalagi Baekhyun. Matanya langsung membulat ke arah Luhan dan Chanyeol.

Luhan yang tadinya diam tiba-tiba langsung sadar dan melepaskan tangan Chanyeol. "Gomawo Chanyeol-ah. Tapi aku bisa sendiri mengelapnya".

"Mianhae. Tapi tadi aku hanya refleks saja, Lu", kata Chanyeol sambil menggaruk tengkuknya.

Baekhyun yang tertegun melihat kejadian tadi segera melempar pandangannya ke arah luar ketika Luhan melihatnya. Luhan menatap Baekhyun dengan tatapan bersalah. Hening pun menyelimuti mereka bertiga.

"Ini dia, hotdog spesial buatan bibi!", tiba-tiba ibu Baekhyun pun datang sambil membawa nampan dengan dua hotdog diatasnya.

"Waaaaa mashittaaaa! Keliatannya enak", Luhan menepuk-nepukan tangannya untuk mencoba mencairkan suasana. Baekhyun hanya tersenyum datar.

"Dimakan ne. Itu hotdog paling special di kedai ini. Semoga kalian suka", ibu Baekhyun tersenyum. "Baek, ayo makan juga hotdogmu. Eomma mau kembali ke belakang dulu".

"Kansahamnida bibi", Luhan tersenyum sambil memegang hotdognya.

Luhan dan Chanyeol pun mulai memakan hotdognya, sementara Baekhyun hanya memandangi hotdog didepannya saja.

Chanyeol melirik Baekhyun yang hanya bengong saja. "Kau tidak makan, Baek?"

"Ani, aku tidak lapar".

Luhan pun semakin merasa bersalah melihat ekspresi Baekhyun begitu.

"Sebaiknya aku pulang saja ne, ke rumahku. Aku tiba-tiba tidak enak badan. Kalau ibuku nanti tanya bilang saja aku pulang ke rumah. Habiskanlah makanan kalian. Semoga kalian suka ne hotdog buatan ibuku", Baekhyun pun lalu mengambil tasnya dan berjalan keluar kedai.

Melihat itu, Chanyeol langsung menyusul Baekhyun. "Baekhyun-ah! Kau tidak mau pulang bersama kami? Nanti kuantar kau sampai rumah, Baek".

"Tidak usah. Aku tidak ingin merepotkanmu. Lagipula aku tidak ingin mengacaukan acara mu dengan Luhan. Gomawo sebelumnya", Baekhyun langsung berjalan cepat ke arah halte.

Acaranya dengan Luhan? Chanyeol tidak mengerti apa yang Baekhyun katakan. Sementara itu Luhan hanya bisa terdiam di kedai. Pertemanannya dengan Baekhyun baru 2 hari berjalan, tapi ia sudah mengacaukannya.

-oOo-

Apartment Hyorin

"Chagiya, dimana kau?", suara Sehun menggema ke seluruh ruangan di apartment Hyorin. Sehun yang saat masuk tidak menemukan Hyorin, mulai mencari-cari Hyorin. Di kamar, di dapur, di ruang tv, di kamar mandi, Sehun belum juga menemukan Hyorin.

Akhirnya Sehun pun merebahkan badannya di sofa lalu menatap langit-langit atap. Sehun pun menutup matanya sejenak, entah kenapa saat dia menutup matanya, yang terbayang adalah wajah Luhan.

"Chagiya", sapa Hyorin dengan suara serak seksinya itu. Hyorin pun langsung duduk di pangkuan Sehun. Bayangan Sehun tentang Luhan pun buyar seketika dan perlahan membuka matanya.

"Hei chagiya", Sehun memandang ke arah Hyorin. Hyorin datang dengan hanya memakai lingerie sepaha dan gtring yang amat tipis. Hyorin memang suka menggunakannya. Apalagi ketika ia akan berhubungan seks dengan Sehun.

"Lama sekali sampai di apartmenku. Aku menunggumu daritadi", sungut Hyorin sambil melingkarkan tangannya pada tengkuk Sehun. Untuk pertama kalinya, Sehun merasa risih ketika Hyorin memeluk tengkuknya. Padahal biasanya ketika melihat Hyorin hanya memakai lingerie, ia akan langsung membawa Hyorin ke ranjang dan memuaskan hasrat seksnya.

"Mianhae. Tadi jalanan macet chagi", jawab Sehun dengan senyuman dipaksakan. "Jadi, ada surprise apa hingga kau menyuruhku datang kesini?".

Hyorin mengernyitkan dahinya dan melepaskan tangannya dari tengkuk Sehun. "Mwo? Hei, kau ini kenapa? Kenapa jadi dingin begini?

"Ani, aku tidak apa-apa. Hanya sedang banyak pikiran saja", kata Sehun sambil memijat keningnya.

Hyorin tersenyum nakal. "Kau banyak pikiran? Bagaimana kalau aku mencoba membantu menghilangkan pikiranmu?", Hyorin mendekatkan bibirnya ke arah Sehun dan tangannya menyusup ke balik kaos Sehun untuk meraba nipplenya.

Sehun pun membuang mukanya dan menahan tangan Hyorin. "Hyorin-ah, sudah kubilang aku sedang banyak pikiran dan aku sedang tak ingin bermain denganmu. Kau bisa paham kata-kataku tidak?".

Hyorin tercengang mendengar kata itu. Sehun pertama kalinya menolak berhubungan dengannya!

"Baiklah aku mengerti. Kalau begitu, tunggu disini. Akan kuambilkan surprise untukmu dan kau bisa pulang untuk merefresh pikiranmu", Hyorin turun dari pangkuan Sehun dan berjalan ke kamarnya.

Sehun menghela nafasnya dan membuang nya kasar. Ia tak mengerti yang terjadi dengannya. Kepalanya terisi oleh Luhan dan ia pun juga tidak selera untuk berhubungan dengan Hyorin.

Tak lama Hyorin datang sambil membawa kotak kecil lalu menyodorkannya ke Sehun. "Ini untukmu. Semoga kau suka".

"Apa ini?"

"Buka saja Sehun-ah".

Sehun pun membuka kotak kecil itu dan melihat ada sebuah jam tangan berwarna emas mengkilat.

"Itu adalah jam tangan Rolex koleksi terbaru. Aku beli dari temanku yang waktu itu ke Amerika sebagai hadiah spesial untukmu. Aku yakin itu akan sangat cocok untukmu. Kau suka?"

Hyorin memang sangat mencintai Sehun. Ia sudah tidak punya keluarga. Orangtuanya sudah berpisah sejak ia kecil dan 3 bulan setelah bercerai ibunya menikah lagi dan entah tinggal dimana. Sejak ayah dan ibunya cerai, Hyorin memutuskan untuk ikut ayahnya. Tetapi, ayahnya sudah meninggal saat ia duduk di kelas 3 SMP. Sejak saat itu Hyorin merasa hidupnya mati dan kesepian. Hyorin bekerja di sebuah minimarket untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan membayar iuran SMAnya. Setelah lulus SMA, Hyorin yang tidak punya cukup uang untuk kuliah, bekerja menjadi penari bar. Dibekali tubuh yang montok dan bagus, juga dada yang indah, tak jarang Hyorin menjadi simpanan lelaki hidung belang yang hanya ingin memenuhi nafsu seksnya. Tetapi semuanya berubah ketika ia bertemu Sehun pertama kali di suatu bar, ia langsung jatuh cinta dan tak lagi menjadi simpanan lelaki hidung belang. Ia merasa Sehun telah membuatnya kembali hidup dan tak kesepian lagi meskipun Sehun lebih muda darinya.

Maka itu, Ia sering membelikan Sehun barang-barang mahal untuk menyenangkan Sehun. Karena saat ini hanyalah Sehun satu-satunya yang ia punya. Bahkan ia rela uang yang didapatnya dari menjadi penari eksklusif di bar, ia habiskan untuk Sehun.

"Hm. Aku suka", jawab Sehun sambil membolak-balikan jam tangan barunya.

"Baguslah kalau kau suka", Hyorin tersenyum. "Kau bisa pulang sekarang".

Sehun pun langsung berdiri. "Baiklah. Aku pulang dulu ne? Gomawo atas jam tangannya. Sampai rumah nanti ku hubungi kau. Annyeong". Sehun berjalan ke arah pintu dan keluar. Hyorin hanya melihatnya dari belakang sambil tersenyum. Tapi tiba-tiba senyumnya memudar dan timbul pertanyaan di kepala Hyorin. "Kau kenapa Sehun-ah jadi dingin begini kepadaku?"

-oOo-

Baekhyun yang sedang duduk di halte untuk menunggu bus pun tertegun. Kejadian tadi masih berputar-putar di dalam otaknya. "Sepertinya aku harus mulai melupakan perasaanku pada Chanyeol. Mumpung aku belum terlalu begitu dalam menyukainya. Tapi... Kenapa hatiku sakit sekali melihatnya? Aku kan baru sebentar menyukainya. Sehari malah. Hmm", Baekhyun berbicara dalam hatinya.

'Annyeong naege dagawa', handphone Baekhyun berbunyi. Lamunan Baekhyun pun buyar. Ia segera mengambil hpnya di kantong jaketnya. "Baekhyun-ah! Kau dimana? Kenapa pulang begitu saja? Tidak sopan masih ada temanmu tapi kau meninggalkan begitu saja", teriak eommanya dari seberang pesawat telepon.

"Aku tiba-tiba tidak enak badan eomma. Makanya aku segera pulang. Mianhae aku meninggalkan eomma. Aku benar-benar tidak enak badan".

Suara nyonya Byun pun melunak setelah mendengar penjelasan Baekhyun. "Kau sakit? Maafkan eomma, eomma tidak tahu Baek. Ya sudah, kau pulanglah. Sebentar lagi setelah temanmu pergi eomma langsung menutup kedai dan pulang ne. Kau hati-hatilah Baek".

Meskipun nyonya Byun terkadang keras dengan Baekhyun, tapi itu karena ia tak ingin terjadi apa-apa dengan Baekhyun. Baekhyun adalah anaknya satu-satunya. Nyonya Byun hanya tinggal dan hidup berdua dengan Baekhyun. Ayah Baekhyun yang seorang tentara Korea Selatan entah kemana. Saat Baekhyun masih bayi ayahnya pamit bertugas, dan sampai sekarang tidak pernah ada kabarnya lagi, apakah ayahnya masih hidup atau sudah tiada. Keluarga Baekhyun adalah keluarga yang sederhana. Tapi untungnya Baekhyun mempunyai otak yang encer dan bakat menyanyi yang luar biasa. Dari kecil ia sekolah dengan menggunakan beasiswa. Bahkan ia masuk SNU pun lewat beasiswa. Maka dari itu, ibu Baekhyun sangat bangga sekali padanya dan semakin tak ingin ada hal buruk menimpa Baekhyun.

"Ne eomma. Eomma juga berhati-hati ne saat pulang nanti? Annyeong eomma".

Baekhyun pun menutup teleponnya. "Mianhae eomma aku sudah berbohong", gumam Baekhyun.

-oOo-

"Bagaimana bibi? Apakah Baekhyun baik-baik saja?", tanya Luhan cemas.

"Ne. Dia baik-baik saja Luhan. Kalian pulanglah kalau makanan kalian sudah habis. Maafkan bibi, bukan bibi mau mengusir kalian. Tapi bibi ingin cepat pulang untuk menemani Baekhyun. Maklum, dia anak satu-satunya bibi, Lu".

Luhan pun tersenyum. "Ah aku mengerti bibi. Aku pun juga anak tunggal. Jadi aku tahu. Ehm, kalau begitu, kami pulang dulu bibi", Luhan pamit dan membungkukan badannya.

"Aku juga pamit bibi. Dan ini, untuk hotdog yang tadi bi", Chanyeol mengulurkan selembar uang 50 ribu won.

"Ani. Tidak usah nak Chanyeol. Khusus hari ini bibi yang traktir. Anggap saja ini hadiah perkenalan dari bibi".

"Ah, neomu kansahamnida bibi. Aku jadi tidak enak", Chanyeol pun membungkukan badannya untuk berterimakasih.

"Tidak perlu merasa begitu. Kalian datanglah kesini kalau ada waktu senggang ne?"

"Pasti bibi",jawab Luhan sambil tersenyun. "Kalau begitu kami pulang dulu bi. Terimakasih banyak untuk hari ini. Annyeong bibi", Luhan dan Chanyeol membungkuk sekali lagi lalu berjalan kearah pintu kedai.

"Hati-hati mengemudinya ne", teriak Nona Byun dari dalam kedainya sambil tersenyum melihat ke arah Chanyeol dan Luhan.

-oOo-

"Luhan-ah? Kau kenapa diam saja dari tadi? Apa kau tidak enak badan juga?",Chanyeol melirik ke arah Luhan sambil menyetir.

"Ani. Aku baik-baik saja", jawab Luhan sambil melihat ke arah jendela mobil.

"Kalau begitu kenapa kau diam saja?"

"Lagi tidak mood untung mengobrol".

Chanyeol meminggirkan mobilnya dan berhenti. "Apa karena kejadian mengelap mulutmu tadi, Lu?"

Luhan hanya menghela nafas. Ia sedang tidak dalam mood yang baik untuk membicarakan kejadian tadi sebenarnya. "Sudahlah. Lupakan saja kejadian tadi Chan. Aku sedang tidak ingin membahasnya. Antarkan aku pulang saja sekarang secepatnya".

Chanyeol menatap Luhan sebentar dengan tatapan menyesal. Tetaapi Luhan tidak melihatnya sama sekali dan tetap melihat ke arah luar mobil. Akhirnya Chanyeol pun pasrah dan kembali menjalankan mobilnya untuk mengantar Luhan pulang.

-oOo-

"Hyung aku pulang!", ucap Sehun menandakan kepada hyungnya kalau ia sudah dirumah. Sehun pun masuk dan menukar sepatunya dengan sandal rumahnya. Rumah Sehun cukup kecil, tetapi hangat ketika memasukinya. Ia hanya tinggal berdua dengan hyungnya, Kai. Orangtua mereka sedang diluar kota, bekerja sebagai buruh untuk memenuhi kebutuhan Kai dan Sehun, karena asalnya, mereka adalah keluarga yang kurang mampu.

Sehun pun kemudian berjalan ke arah meja makan dan megambil gelasnya untuk minum.

Saat Sehun sedang mengisi air di gelasnya, Sehun mendengar suara desahan dari arah kamar Kai, "Kai, ahhhh geli sayang mmmhh".

Sehun langsung menaruh gelasnya dan berjalan pelan ke arah kamar Kai. Rupanya pintu kamar Kai tidak ditutup rapat. Dilihatnya Kai sedang menghisap-hisap nipple seorang yeoja. Seperti biasa, Sehun tidak mengenal yeoja itu. Karena setiap kali Kai membawa yeoja ke rumah untuk berhubungan seks, yeojanya akan selalu berganti-ganti.

Sehabis puas memainkan nipple yeojanya, tangan Kai beralih ke bagian bawah. Tangannya menyusup ke sela-sela cd mini yeoja itu sambi meraba-raba bagian sensitif yeojanya. "Uhhhh ahhh, terus sayangku", racau yeoja itu sambil menjambak-jambak rambut Kai.

Tak tahan dengan desahan yeoja itu yang semakin menjadi, Kai menarik kasar cd mini yang yeoja itu pakai. Setelah lepas, Kai mulai memasukkan 3 jarinya ke dalam lubang yeojanya lalu menngocok jarinya di dalam sana. "Sakit ahhhh, terushh, terushh chagiyaaah ahhh, aku mau keluar kaihh". Kai mempercepat kocokan jarinya dan tak berapa lama, keluarlah cairan dari dalam lubang yeoja itu. Tanpa aba-aba Kai segera menjilat cairan itu, sambil memainkan biji kecil di dalam missV yeoja itu dengan lidahnya.

Setelah puas menjilatnya, Kai merubah posisinya menjadi seperti push up diatas yeojanya. "Come on sayang, aku sudah tak tahan mmhh", tangan yeoja itu memeras penis Kai yang sudah menegang daritadi dan menggesekannya ke liang lubang missVny. "Ahhhh", desah Kai panjang ketika penisnya diremas.

"Here is baby", Kai mengarahkan penisnya lurus ke arah missVnya yeoja itu sambil mengeluarkan smirknya. Kai pun memasukkan penisnya itu mulai meringis saat penis Kai mulai masuk kedalam missVnya dan mencakar punggung Kai yang ia peluk. "Awhh sakitt enakhhh Kaihh sayanghh mmhh".

Karena sudah tak tahan, Kai langsung menyentak pinggangnya, hingga penisnya langsung masuk semua. Kai pun langsung menggenjot perlahan. "Kai pelan pelanhhh ahhhh. Nikmathhh sayanghh fasterhhh uhhh".

Kai pun mempercepat gerakan pinggulnya. Suara desahan mereka berdua yang saling bersautan memenuhi rumah itu. Mereka sampai tak sadar bahwa daritadi ada yang mengintip mereka. "Aku mau keluarhhh ahhhhhh",desah Kai disela-sela genjotannya. Tiba-tiba... 'Crot crot crot', cairan sperma Kai menyembur di dalam lubang yeoja itu. Keduanya mendesah dengan kencang saat mencapai orgasmenya masing-masing "Ahhhhhhhhh".

Kai yang tadi ada diatas yeoja itu langsung ambruk ke samping yeoja itu. Kai membalikan badan yeoja itu. Ia mulai memainkan nipple yeoja itu lagi dengan jarinya. Dipelintirnya nipple yeoja itu, lalu dihisapnya dengan lidahnya seperti ia makan permen lolipop. Yeoja itu yang sudah lelah, tidak memedulikan nipplenya yang sedang dimainkan Kai. Yeoja itu tertidur di dalam balutan selimut kasur Kai.

Melihat yeoja itu tidur, Kai mengeluarkan smirk sinisnya dan mengeluarkan beberapa lembar uang dari dalam dompetnya lalu ditaruhnya disamping yeoja itu. Setelah menaruh uang disamping yeoja itu, rupanya Kai sadar kalau ada yang memerhatikan mereka daritadi di depan pintu kamarnya. Sehun yang ditatap Kai dari kamar langsung membuang pandangannya dan pergi dari depan pintu kamar Kai ke ruang tamu. Kai langsung memakai celana boxernya dan kaos lalu menyusul Sehun ke ruang tamu.

"Ya sejak kapan kau pulang? Apa kau mengintipku daritadi?"

"Kalau aku mengintip kau juga memang kenapa? Aku sudah biasa mendengar suara desagan mu dan yeoja satu malam mu itu tiap hari hyung", jawab Sehun sambi merebahkan badannya di sofa.

"Meskipun kau sudah biasa mendengar desahannya, bukan berarti kau bisa mengintipku seenaknya kan?"

"Salah sendiri pintu kamarmu tidak ditutup dengan benar hyung. Ah sudahlah. Aku ada sesuatu untukumu". Sehun mengeluarkan kotak jam tangannya yang tadi diberi oleh Hyorin.

"Ini jam tangan dari Hyorin. Ku beri untuk mu seperti biasa. Ini jam tangan sangat mahal. Bisa kau jual untuk menyewa 2 yeoja sekaligus setiap hari dan melakukan threesome denganmu", kata Sehun dengan tawa jailnya sambil melempar kotak itu ke Kai.

Apapun barang mahal yang diberi oleh Hyorin, pasti akan Sehun berikan ke Kai, dan oleh Kai akan dijual, lalu uangnya ia pakai untuk mabuk, menyewa perempuan, dan bersenang-senang dengan penari seksi di bar.

Kai pun membuka kota dan mengeluarkan jam tangan itu sambil membolak-balikan jam tangan itu. "Hm, bagus juga. Mungkin akan kupakai dulu lalu baru ku jual. Gomawo Sehun-ah".

Sehun hanya menggumam lalu naik ke lantai atas menuju kamarnya. Sampai di kamar ia membuang badannya ke kasur tidurnya dan mengeluarkan handphonenya untuk melihat foto Luhan yang tadi diambilnya secara diam-diam.

Sehun memandangi foto Luhan tersebut. "Kenapa kau membuatku bisa seperti ini Xi Luhan? Pikiranku dan hatiku kacau karenamu. Kau harus bertanggung jawab", kata Sehun sambil menyunggingkan senyumnya.

-oOo-

"Gomawoyo telah mengantarku pulang. Hati-hatilah di jalan", Luhan membungkukkan badannya di depan pintu mobil Chanyeol, lalu menutup pintunya. Belum sempat Chanyeol membalas ucapan Luhan, Luhan sudah masuk ke dalam rumahnya.

"Ada apa dengannya? Apa aku salah hanya mengelap mulutnya? Kenapa ia harus semarah itu? Argggghhh!", Chanyeol mengacak rambutnya dan menundukkan kepalanya di stir mobil.

Tapi tiba-tiba Chanyeol mengangkat lagi kepalanya dengan cepat. "Ayah...ayah tidak boleh tau pokoknya soal ini. Kalau ia tahu, ia akan memaksaku dan mengancamku untuk menghancurkan Luhan dan keluarganya. Untunglah ayah masih di Amerika. Jadi aku bisa menjaga hal ini".

Ayah Chanyeol rupanya adalah musuh besar dari ayah Luhan. Tuan Park dan Tuan Yifan dulu adalah teman dekat. Mereka berjuang bersama-sama membangun perusahaannya masing-masing. Keberuntungan di awal pun berpihak pada ayah Chanyeol, perusahaan ayah Chanyeol lebih dulu berdiri dan sukses besar di Korea. Tetapi itu tidak bertahan lama. 5 tahun kemudian perusahaan ayah Luhan berdiri. Ayah Luhan memiliki ide yang selalu inovatif di dalam melaksanakan perusahaan bisnisnya. Akibatnya, para investor dari perusahaan ayah Chanyeol, menarik investasinya dan menaruh investasi di perusahaan ayah Luhan, karena keuntungan yang didapat dengan berinvestasi di perusahaan ayah Luhan sangat lebih besar. Ayah Chanyeol pun bangkrut. Seluruh hartanya habis untuk membayar hutang-hutang perusahaannya. Istrinya pun ikut menceraikannya karena tidak mau merasakan hidup miskin dan susah. Istrinya pergi dan menitipkan Chanyeol yang saat itu masih bayi kepada ayah Chanyeol. Saat itu hidup keluarga Chanyeol hancur sekali. Dari situ ayah Chanyeol bertekad akan membangun kembali perusahaannya dan menghancurkan kehidupan keluarga Luhan seperti yang dulu keluarga Chanyeol alami.

-oOo-

"Baekhyun-ah ayolah, angkat panggilanku. Jebal Baekhyun-ah". Luhan berkali-kali menghubungi Baekhyun, tapi tak ada jawaban dari Baekhyun. Karena putus asa, Luhan mengirim pesan singkat kepada Baekhyun.

To: Byun Baekhyun

Baekhyun-ssi, maafkan aku. Aku tidak ada maksud membuatmu cemburu. Aku juga tak tahu apa yang dia lakukan Baek.

Luhan pun mengirim sms itu. Satu menit...dua menit...5 menit...10 menit... Tidak ada balasan sms dari Baekhyun. "Ya Baekhyun! Itu kan bukan salahku. Tetapi kenapa kau marah sebegininya kepadaku. Huh!", Luhan melempar hpnya ke tempat tidurnya.

'Tok tok tok', tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar kamarnya. "Nona Luhan, mari makan. Ayah dan ibu nona baru saja pulang dari luar kota. Mereka ingin makan malam bersama nona", panggil seorang pelayan rumah Luhan dari luar kamar. Luhan pun membuka pintu kamarnya.

"Aku sedang tidak mood makan sebenarnya. Tapi aku akapn turun beberapa menit lagi. Beritahu eomma dan appa ne?".

"Baik nona Lu".

Saat pelayan itu akan pergi Luhan teringat suatu hal dan memanggil pelayan itu lagi.

"Aku lupa menanyakan kepadamu. Bagaimana mobil yang waktu itu ku suruh kau untuk bawa ke tempat servis? Apakah sudah selesai?".

"Ah, untung kau bertanya nona. Aku lupa memberitahumu. Mobil nona sudah bisa diambil besok. Mau ku ambilkan apa nona yang datang sendiri untuk mengambil?"

"Ehm, kau saja. Tapi aku minta sebelum aku berangkat kuliah mobil itu sudah ada ne. Aku tak ingin appa tahu".

"Baiklah nona Lu. Besok pagi-pagi mobil itu sudah akan kembali kesini. Apa ada yang saya bisa bantu lagi?".

"Ani. Itu saja. Gomapseumnida".

"Sama-sama nona Lu. Aku permisi dulu".

Luhan kembali menutup pintu kamarnya setelah pelayan itu pergi. "Huuuuuuh", Luhan membuang nafasnya panjang. Ia lalu merebahkan dirinya disofa depan tempat tidurnya. "Maafkan aku Baek. Kumohon", kata Luhan sambil menutup matanya.

-oOo-

*tling tling*/?

'You have a new message!

Baekhyun membuka pesan singkat dari hpnya dan membacanya.

From: Kitty Luhan

Baekhyun-ssi, maafkan aku. Aku tidak ada maksud membuatmu cemburu. Aku juga tak tahu apa yang dia lakukan Baek.

"Apa dia bilang? Maaf? Hah. Setelah apa yang Chanyeol lakukan kepada dia tadi, dia masih minta maaf? Apa-apaan dia ini? Ku benci kau Xi Luhan. Ku benci kau Park Chanyeol aaaaaaaaaaargh!". Saking kesalnya Baekhyun melempar bantal dan gulingnya ke arah pintu. Tapi, pada saat yang bersamaan ibunya rupannya membuka pintu kamar Baekhyun.

'Bluk! Bluk', seketika bantal dan guling itu langsung menghantam ibunya. Baekhyun pun terkejut melihat eommanya yang terhantam bantal dan guling yang ia lempar. Baekhyun pun segera menolong eommany lalu mengambil bantal dan gulingnya.

"Yak, Byun Baekhyun! Kenapa kau ini? Tak sopan melempar bantal dan guling kepada ibu!"

"Mianhaeyo eomma. Aku tak sengaja", jawab Baekhyun sambil menyengir.

"Memangnya kau kenapa sih sampai melempar bantal dan gulingmu itu? Apa kau ada masalah? Hm? Tadi juga ibu sempat dengar kau meneriakkan nama Luhan dan Chanyeol".

"Ani. Tidak ada apa-apa. Hanya sedikit kesal saja dengan mereka".

"Mwo? Kesal? Kesal kenapa? Apa kau cemburu ne, melihat Chanyeol sangat memperhatikan Luhan?". Baekhyun langsung terbelalak kaget. Kenapa eommanya bisa tahu apa yang dia rasakan?

"Benar kan kata eomma?", eomma Baekhyun mencolek pipi Baekhyun untuk menggodanya.

"Kalau benar yang eomma katakan bahwa kau suka Chanyeol, tunjukkanlah padanya. Jangan hanya diam Baekhyun-ah. Rasa suia itu tidak baik untuk dipendam. Buat dia tahu kau menyukainya", eomma Baekhyun tersenyum sambil mengelus rambut Baekhyun. "Dan, apakah Luhan tahu kau suka pada Chanyeol?", lanjut eomma Baekhyun.

Baekhyun menjawab sambil menunduk. "Ne eomma. Dia tahu. Tapi dia tidak menyukai Chanyeol. Dia menyukai sunbae kami di kampus eomma".

"Kalau begitu, kau tidak perlu marah kepada Luhan. Eomma yakin dia tidak akan mengambil Chanyeol. Dia anak yang baik. Eomma bisa merasakan sejak pertama kali bertemu dengannya tadi. Cobalah berbicara kepadanya besok. Meskipun dia anak orang super kaya, tapi eomma yakin dia bisa jadi teman yang sangat baik untukmu".

"Hm eomma", Baekhyun pun menarik nafasnya panjang.

"Yasudah. Kalau begitu, kajja kita makan. Tadi kau katanya kurang enak badan ne? Eomma buatkan sup oden yang hangat untukmu".

Baekhyun hanya tersenyum, lalu mengikuti eommanya ke meja makan. " Luhan-ah, maafkan aku sudah terlalu egois", kata Baekhyun dalam hatinya.

-oOo-

Seoul National University

Luhan melirik jam tangannya sekali-sekali sambil melihat kesana kemari seperti mencari sesuatu. "Kemana Baekhyun jam segini belum datang? Apa dia tidak masuk? Huh". Luhan memasang tampang kesalnya. Ia berfikir, sebenci itukah Baekhyun pada dirinya karena kejadian kemarin sampai ia tidak masuk kuliah?

Tiba-tiba ketika Luhan melihat-lihat ke segala arah untuk mencari Baekhyun, matanya tak sengaja menatap Sehun yang sedang berjalan. Begitu pun Sehun, matanya juga tak sengaja melihat Luhan. Keduanya pun berpandangan cukup lama. Tetapi sesudah itu, Luhan teringat pada kejadian Sehun dan Hyorin. Luhan pun membuang pandangan dari Sehun dan langsung berjalan menjauhi Sehun.

"Ya, kenapa dia terlihat menghindariku?". Sehun pun mengejar Luhan. Sadar kalau Sehun mengejarnya, Luhan makin mempercepat langkahnya. Tapi rupanya Luhan kalaj cepat dari Sehun. Sehun pun menarik tanga Luhan dari belakang.

"Hey, kau yang waktu itu bertemu di kantin bukan?", Sehun menatap Luhan dari atas hingga bawah.

Seluruh badan Luhan pun bergetar. Jaraknya dan Sehun hanya beberapa centi saja. "N...n...ne. Ma...mau apa kau menarik tanganku?".

"Ani. Aku hanya ingin berkenalan saja dengan mu. Kelihatannya kau sangat tertarik padaku. Sshh aku tau aku ini tampan dan tinggi. Jadi wajar kalau kau tertarik padaku", Sehun menyunggingkan smirk jahilnya.

Mendengar itu, getaran pada badan Luhan pun hilang sekejap. Tapi seketika muncul kalimat di pikiran Luhan, " Percaya diri sekali orang ini".

"Apa tampan? Yah. Ku akui kau tampan. Tapi sayang kau maniak seks". Tak sadar mengeluarkan kalimat itu, Luhan pun langsung menutup mulutnya dengan tangannya.

Sehun kaget. Tapi kemudian ia tertawa sangat besar sampai susah berhenti. "Maniak seks kau bilang? Hahahahaha"

"Iya kan? Sampai aku pernah melihatmu berbuat mesum pada yeojachingumu itu di kampus. Benar-benar tak tahu tempat". Luhan pun langsung menutup mulutnya lagi karena keceplosan untuk kedua kalinya dan mengumpat dalam hati. "Babo Luhan, babo Luhan".

"Jadi kau mengaku bahwa kau mengintip kami?", Sehun tersenyum tapi kemudian wajahnya menjadi sangat serius. "Yah, aku memang kadang melakukan hal itu. Tapi kau harus tahu, aku bukanlah maniak seks seperti yang banyak mereka katakan. Banyak gosip beredar di kampus ini tentangku, tapi percayalah, tidak ada satu gosip pun yang benar".

Luhan pun tercengang. Ternyata Sehun yang kelihatannya badboy, tetapi mempunyai sisi lembut juga.

"Aku minta maaf telah mengintipmu. Aku tidak sengaja saat itu. Maafkan aku".

"Gwaenchana. Aku tahu itu dari awal", Sehun tersenyum kecil menatap Luhan. "Sebentar lagi aku akan ada kelas. Tapi aku ingin mengantarmu ke kelasmu dulu. Kajja", Sehun menggandeng tangan Luhan. Luhan pun agak kaget, tapi kemudian tersenyum malu. "Oh Sehun, aku menyukaimu. Sangat menyukaimu".

To be continued...

.

.

.

.

.

.

.

Heyyoooo! Maafkan aku kalau chapter 2 baru kurilis sekarang T_T. Aku baru sempet nyelesaiin chapter ini karena tugas kuliahku lagi banyak banyaknya T.T/curhat/hihi. Karena ini baru chapter-chapter awal maaf ya kalau ceitanya mungkin ngebosenin atau gak menarik. Tapi aku janji, di chapter-chapter selanjutnya aku bakal bikin ceritanya lebih seru dan menarik! Mohon bantuan reviewnya gaizzz!^^