Title : Be My Baby
Pairing : Kai D.O [Kaisoo OTP]
Genre : Romance Comedy Fantasy
Rating : M
Disclaimer : Kaisoo belong to each other & SM Entertainment, but THE STORY BELONGS TO ME! No plagiat!
Summary : Kyungsoo menghilang secara misterius hingga membuat banyak orang kewalahan mencarinya. Namun seorang bayi juga muncul secara tiba-tiba. Apa sebenarnya yang terjadi? [KAISOO], [Slight!CHANSOO], YAOI! DLDR!
WARNING! TYPOS BERTEBARAN, GAJE, OOC.
GET AWAY IF U DON'T LIKE IT! YOU'VE BEEN WARNED!
NO BASH! NO FLAME!
ALL POV IS AUTHOR POV!
.
.
.
.
.
ENJOY!
.
.
.
.
.
.
"Maaf, jadi ini bukan Kyungsoo?"
"Maaf tuan, saya tidak tau siapa Kyungsoo. Tapi anak laki-laki ini sejak tadi menangis terus. Sepertinya ia terpisah dari orangtuanya. Kami menemukan HP di dekat anak ini dan hanya anda yang bisa kami hubungi. Kami tidak tahu siapa yang memiliki HP ini. Apa anda mengenalnya?"
"….Ya…"
"Mungkin saja ini HP milik orangtua bayi ini. Bisakah anda segera kesini? Mungkin anda mengenal orangtuanya. Kami ada di daerah Itaewon di jalan Bogwang tepat disebrang 7 Eleven. Kamsahamnida." lelaki itu langsung memutuskan sambungan dan mengembalikan ponsel Kyungsoo ke dalam tas.
Sementara itu, seorang lelaki yang baru saja ditelpon tadi langsung menghembuskan nafasnya pelan
"Kyungsoo-ya… Sebenarnya apa yang terjadi?" gumamnya pada dirinya sendiri
.
.
.
.
.
CHAPTER 2
.
.
.
.
.
.
[FLASHBACK ON]
[JONGIN'S APARTMENT]
"Jongin-ah, hyung pergi dulu…" pamit Chanyeol pada Jongin yang sedang asyik bermain game di sofa berwarna abu-abuyang ada di ruang tengah apartmentnya. Namja tinggi itu langsung keluar apartemen milik Jongin tanpa mengatakan kemana dia akan pergi.
"…" Jongin tidak menanggapi ucapan pamit Chanyeol dan tetap fokus pada handphonenya yang ia gunakan untuk bermain game.
Jongin dan Chanyeol adalah saudara sepupu dan memang tinggal bersama. Meskipun tinggal bersama, namun Jongin lebih merasa kalau ia hanya tinggal sendirian karena Chanyeol sangat jarang berada di apartemen mereka—lebih tepatnya milik Jongin—yang dibelikan oleh ayah Jongin ketika Jongin masuk kuliah. Chanyeol lebih sering berada diluar dan menginap di tempat lain ketimbang mengingap di apartment. Entah kemana saja namja bertelinga lebar itu pergi selama ini. Jongin tak peduli dan tak ingin peduli.
Siang ini Jongin sedang tidak memiliki jadwal latihan tari sehingga ia hanya menghabiskan harinya di apartment sambil bermain game. Jongin kembali fokus pada game balap motor yang ia mainkan. Sayangnya, kemenangan sedang tidak berada di pihaknya.
"Sial sial sial! Dasar game bodoh! Bagaimana mungkin aku kalah?"
Jongin mengacak-acak rambutnya karena kesal dan melempar handphonenya begitu saja ke atas meja lalu menenggelamkan wajahnya di bantal sofa sambil menggeram. Akhir-akhir ini pikirannya sering kacau sehingga ia sering tidak fokus pada apa yang sedang ia kerjakan dan sering ceroboh melakukan banyak hal. Termasuk kalah dalam game siang ini. Sudah sekian kali ia kalah dalam game yang ia mainkan hari ini. Kekesalan Jongin sudah berada di ubun-ubun sampai ia tak segan-segan menggigit bantal sofa yang menutupi wajahnya dengan gemas.
Tak lama setelah itu, tiba-tiba saja handphone Jongin bergetar keras. Jongin mengambil handphonenya dengan malas lalu menatap layarnya sesaat untuk melihat siapa yang menelpon. Jongin membulatkan matanya saat menemukan nama "Sexy Kyung" tertera di layar handphonenya.
"Kenapa Kyungsoo menelpon?" gumamnya singkat.
Sungguh Jongin tak menyangka bahwa namja mungil berpantat bahenol itu bisa menelponnya secara tiba-tiba. Ini adalah hal yang sangat tidak wajar dan Jongin merasa ada sesuatu yang tak beres sedang terjadi. Kyungsoo tidak akan mungkin menelponnya karena—yeah, kalian pasti tahu—hubungan keduanya tidaklah bisa dikatakan baik. Meskipun Kyungsoo dan Jongin sudah saling mengenal sejak berada di bangku taman kanak-kanak, mereka berdua tidak pernah akur dan selalu berkonflik satu sama lain karena Jongin hampir selalu menjahili Kyungsoo dan membuat namja kecil itu menangis saat mereka bermain sewaktu kecil. Jongin semakin merasa bahwa telah terjadi sesuatu dan itu buruk.
Ok, baiklah. Jongin memutuskan untuk tidak meneruskan pikirannya yang kacau dan segera mengangkat telepon tersebut.
"Yeoboseyo..?" Jongin mencoba bersikap sopan karena ia masih merasa tidak yakin Kyungsoo mau menelponnya seperti yang terjadi saat ini
"Yeoboseyo… Maaf mengganggu tuan, apa anda mengenal anak lelaki kecil yang sedang menangis disini?"
Jongin yakin ini bukan suara Kyungsoo. Ia mengerutkan keningnya karena bingung atas apa yang diucapkan oleh seorang lelaki di dalam sambungan telepon tersebut. Seorang anak lelaki kecil? Lalu dimana Kyungsoo? Jongin sungguh tak mengerti.
"Maaf, jadi ini bukan Kyungsoo?" Tanya Jongin memastikan
"Maaf tuan, saya tidak tau siapa Kyungsoo yang anda maksud. Tapi anak laki-laki ini sejak tadi menangis terus. Sepertinya ia terpisah dari orangtuanya. Kami menemukan HP di dekat anak ini dan hanya anda yang bisa kami hubungi. Kami tidak tahu siapa yang memiliki HP ini. Apa anda mengenalnya?"
"….Ya…" Jongin merasa ragu untuk mengiyakan pertanyaan orang di seberang sana karena ia sungguh tak tau kenapa sejak tadi orang itu terus menyebut seorang bayi lelaki. Jelas saja ia kenal pemilik handphone ini yang tak lain adalah Kyungsoo. Tapi, apa hubungan anak itu dengan Kyungsoo? Kenapa Kyungsoo disangkut pautkan dengan seorang anak kecil? Jongin sudah tak mengerti.
"Mungkin saja ini HP milik orangtua bayi ini. Bisakah anda segera kesini? Mungkin anda mengenal orangtuanya. Kami ada di daerah Itaewon di jalan Bogwang tepat disebrang 7 Eleven. Kamsahamnida."
TUT—TUT—TUT
Jongin terpaku ketika sambungan telepon itu diputus. Ia menghembuskan napasnya pelan. Entah kenapa ia sangat mengkhawatirkan keadaan Kyungsoo saat ini.
"Kyungsoo-ya… Sebenarnya apa yang terjadi?" gumamnya pada dirinya sendiri
Setelah itu, Jongin langsung bergegas mengambil jaket dan kunci mobilnya lalu pergi ke alamat yang diberikan oleh orang tadi.
[FLASHBACK OFF]
.
.
.
.
.
.
"HUWAAA, afifuuu shhasspattatattaaaa hiks…"
"HUWAAA, aku mau pulang dan bertemu Chanyeol. Hiks…" Kyungsoo meronta di gendongan seorang wanita yang terlihat masih muda. Ia sangat ingin pulang, tapi ia bahkan tidak tahu bagaimana caranya pulang dengan keadaannya saat ini yang berubah menjadi bayi.
"Adik kecil, jangan meronta, ne? Nanti kau bisa jatuh dari gendonganku." Ucap wanita yang sedang menggendongnya
"Kwuusesaa fafwaooppp haaaasasishhh wiushshh!"
"Aku tidak mau digendong. Aku mau pulang!" Kyungsoo mengomel dengan wajah berkerut
"Pffttt! HAHAHAHAHA! Lihat anak ini, dia sangat menggemaskan. Dia sepertinya kesal dan tadi mengomel. Tapi omelannya terdengar sangat lucu… Aigoo… Kwiyeo…" beberapa wanita lain malah mencubiti pipi Kyungsoo sehingga kini Kyungsoo menangis lagi. Ia lelah dan kesal karena tidak ada orang yang bisa mengerti apa yang ia inginkan saat ini.
"Maaf, sebenarnya apa yang terjadi dan siapa anak ini?"
Kyungsoo mengenal suara itu. Itu suara milik Jongin. Menyadari hal itu, Kyungsoo makin kesal dan menangis lebih kencang. Ia merasa hari ini dirinya sangat sial karena harus bertemu dengan Jongin di kondisi seperti ini. Ia sangat tidak menyukai Jongin. Dan sekarang, lihat siapa yang datang.
"Aku adalah orang yang diminta untuk datang kesini. Adakah seseorang disini yang merasa telah menelponku untuk datang kesini?" Tanya Jongin lagi
"Ah, jadi itu kau. Kami menemukan anak ini disini, nak. Apa kau mengenal orangtuanya?" Tanya seorang lelaki paruh baya pada Jongin
"Aku tidak tahu siapa anak itu.." jawab Jongin sambil menatap Kyungsoo yang tengah menangis kencang
"Tapi bukankah anda mengenal pemilik handphone dan orang bernama Do Kyungsoo? Kami menemukan ini disini." Lelaki itu menyerahkan tas milik Kyungsoo pada Jongin
"Apa kalian sama sekali tidak melihat kemana pemiliknya?" Tanya Jongin dengan raut wajah kesal
"Kami sama sekali tidak melihatnya. Kami hanya menemukan anak ini menangis di antara tumpukan baju orang dewasa. Bahkan anak ini tidak memakai baju sama sekali. Sepertinya anak ini terpisah dari orangtuanya. Mungkin orangtuanya adalah pemilik tas itu." Jelas wanita yang sedang menggendong Kyungsoo dengan wajah memelas
"Nak, bisakah kau membawa pulang bayi itu untuk sementara? Kami sudah melaporkan kejadian ini kepada polisi dan kau bisa memberikan keterangan kepada polisi mengenai orangtua bayi yang menghilang ini." Ujar lelaki paruh baya yang tadi menelpon Jongin
"Tapi…"
Jongin ingin menolak, namun wanita tadi langsung menyerahkan Kyungsoo ke gendongan Kai dan semua orang langsung meninggalkan Kai sendirian bersama si kecil Kyungsoo yang terus menangis.
"Oh, astaga! Apa yang harus kulakukan?!" ucap Jongin kesal
.
.
.
.
.
.
Setelah Jongin bersusah payah menenangkan bayi mungil yang tidak ia kenal—padahal bayi itu adalah Kyungsoo—akhirnya Jongin berhasil. Kyungsoo tertidur pulas karena lelah menangis. Jongin bernapas lega. Sudah hampir satu jam ia mencoba menenangkan bayi rewel tersebut dalam gendongannya, namun sang bayi seolah ingin lepas darinya. Ia juga tak mengerti, kenapa bayi ini terlihat tidak menyukainya. Padahal ia tidak melakukan hal yang buruk padanya. Jongin hanya berusaha menenangkan bayi kecil itu dan untung saja saat ini bayi itu sudah tenang di gendongannya.
"Apakah anak ini adalah anak Kyungsoo?" gumam Jongin sambil menatap wajah sang bayi yang menurutnya sangat mirip dengan Kyungsoo
"Apa si bahenol itu sudah menghamili seorang gadis sampai menghasilkan anak ini?" Jongin mulai bertanya-tanya pada dirinya sendiri
"Tapi si sexy itu adalah uke. Dia tidak mungkin menyodok. Ia pasti disodok. Lagipula Kyungsoo itu pacarnya Chanyeol hyung. Tidak mungkin dia yang jadi semenya Chanyeol hyung." Kini gumaman Jongin mulai tidak bermutu
"Lalu, apa Kyungsoo yang hamil? Tapi aku sama sekali tidak pernah melihatnya hamil selama ini. Ini aneh sekali." Ok. Jongin mulai meracau sekarang.
"Aissh..! Molla!"
Jongin mencoba mengusir berbagai macam kemungkinan aneh di kepalanya dan mulai memacu mobilnya menuju apartment. Entah kenapa, Ia merasa sangat lelah karena baru saja menenangkan bayi rewel ini. Ia merasa bayi ini sangat-sangat mirip dengan Kyungsoo, baik dari wajah maupun sifatnya yang anti-Jongin. Jongin tak habis pikir, kenapa anak itu persis seperti Kyungsoo yang tidak suka berdekatan dengan dirinya, padahal mereka belum pernah bertemu sama sekali.
"Benar-benar mirip Kyungsoo.."
.
.
.
.
.
.
[JONGIN'S APARTMENT]
Jongin menggendong Kyungsoo dengan lembut dan hati-hati agar bayi mungil itu tidak terbangun. Setelah sampai di kamarnya, ia membaringkan Kyungsoo di ranjangnya dan menaruh dua buah bantal di sisi kanan dan kiri Kyungsoo agar bayi itu tidak jatuh dari ranjang.
Kini Jongin mengalihkan pandangannya kepada tas Kyungsoo yang belum ia buka sama sekali. Ia meraih tas berjenis totebag kain berwarna hitam dan bergambar jerapah itu lalu membawanya ke ruang tengah. Dengan wajah serius dan rasa keingintahuan yang besar, Jongin mulai membuka tas Kyungsoo dan mengeluarkan barang-barang yang ada disana satu persatu. Ia tersenyum karena menyadari bahwa Kyungsoo masihlah menggemaskan sama seperti dulu karena ia menyimpan sebuah boneka jerapah mini di dalam tasnya disaat semua barang dan tasnya berwarna hitam dan terlihat 'jantan'. Namun senyuman itu berubah menjadi ekspresi muram di wajah Jongin karena kini Jongin sadar bahwa jerapah adalah salah satu cara Kyungsoo untuk mengingat Chanyeol yang sangat tinggi.
"Sepertinya kau memang benar-benar mencintai Chanyeol hyung, Kyungie-ah.." ucap Jongin dengan nada lirih sambil menggenggam erat boneka jerapah milik Kyungsoo.
Tak ingin berlama-lama larut dalam kebaperan, Jongin kini mengalihkan perhatiannya pada handphone Kyungsoo dan mengambilnya.
"Ck, dasar bodoh. Kenapa dia hanya menggunakan slide lock? Pantas saja ahjussi tadi bisa menelponku." Gumamnya sambil tertawa singkat
Jongin mulai melihat-lihat isi handphone Kyungsoo. Ia tertawa karena Kyungsoo menyimpan aplikasi game seperti Harvest Moon dan Cooking Mama, lalu aplikasi untuk resep masakan yang menurutnya sangat keibuan.
"Si sexy itu sangat keibuan sekali… Haha..." Jongin tertawa pelan
Kemudian ia beralih melihat galeri Kyungsoo. Jongin mengernyitkan dahinya ketika aksesnya dibatasi oleh permintaan password. Jongin mulai memutar otak. Ternyata Kyungsoo mengunci galerinya. Ia jadi semakin penasaran, sebenarnya apa isi galeri Kyungsoo hingga si sexy itu harus menguncinya? Apakah ada video mes… Tidak-tidak! Jongin tidak ingin menerka-nerka dan berburuk sangka. Yang harus ia lakukan saat ini adalah mencoba membuka galeri Kyungsoo. Untung saja pasword yang diinginkan oleh galeri Kyungsoo hanya memuat angka numerik sebanyak 4 digit saja. Bila passwordnya berupa pola atau kata secara spesifik, Jongin bersumpah ia tidak akan pernah menyentuh handphone Kyungsoo lagi mulai detik itu juga.
Jongin mulai berpikir dan menebak-nebak apa password yang digunakan Kyungsoo untuk galerinya. Kini Jongin mencoba kombinasi tanggal dan bulan lahir Kyungsoo sendiri. Jangan tanyakan kenapa Jongin ingat tanggal lahir Kyungsoo. Itu jelas karena tanggal lahir mereka hanya punya selisih satu hari.
"0-1-1-2"
Password Uncorrect
"Shit!" umpatnya. Kini Jongin mencoba lagi. Kali ini dengan tanggal lahir Chanyeol. Jongin optimis ini akan berhasil, melihat betapa Kyungsoo memuja sang kekasih yang tinggi itu.
"1-1-2-7"
Password Uncorrect
"Shit! Lalu apa? Apa Kyungsoo memasang tanggal jadian mereka? Oh My, aku tidak pernah ingat kapan mereka jadian dan untuk apa aku mengingat tanggal brengsek itu?" umpat Jongin lagi.
Kini ia hampir putus asa dan rasa penasarannya akan galeri Kyungsoo perlahan-lahan memudar. Ia menggerak-gerakan jarinya secara random dan memencet-mencet angka secara random pula. Dengan iseng ia memasukan tanggal lahirnya sendiri
"0-1-1-4"
Password Correct
Jongin melebarkan matanya hingga hampir keluar dari tempatnya. Jongin benar-benar tak bisa mengatakan apapun ketika mendapati kenyataan bahwa tanggal lahirnya dijadikan Kyungsoo sebagai password galerinya. Kyungsoo tentunya juga tahu kapan Jongin berulang tahun dan tidak mungkin menggunakan sembarang password untuk galerinya yang merupakan privasi baginya. Jongin hampir menangis karena ia merasa bahwa Kyungsoo memang sengaja menggunakan tanggal itu dan ia berpikir bahwa ini ada hubungannya dengannya. Namun sebelum Jongin menangis haru, pandangan Jongin tertuju pada sebuah folder berjudul 14 January. Terlihatlah preview foto Kyungsoo yang begitu manis sedang berpose dengan Chanyeol.
Jongin segera membuka folder itu. Mendadak hatinya seolah teriris-iris melihat foto-foto kemesraan Kyungsoo dan Chanyeol yang terdapat di dalam folder tersebut. Bahkan ada beberapa foto kemesraan keduanya yang tidak layak dikonsumsi oleh anak di bawah umur. Dan saat itulah Jongin menyadari bahwa tanggal 14 januari adalah tanggal jadian Chanyeol dan Kyungsoo. Jongin langsung menaruh handphone Kyungsoo begitu saja tanpa ada niatan untuk menyentuhnya lagi. Ia kecewa dan moodnya memburuk secara drastis. Ia mencoba memejamkan matanya sejenak untuk menenangkan diri, barangkali bapernya bisa hilang kalau dia tidur sejenak.
.
.
.
.
.
.
.
"Aku dimana?"
Kyungsoo mengedarkan pandangannya ke sudut kamar dimana ia berada saat ini. Ia merasa sangat asing dengan tempat ini karena ia belum pernah kesini sebelumnya. Rasa takut mulai menyelimutinya dan tanpa banyak berpikir, Kyungsoo yang berwujud bayi berumur sekitar 11 bulan itu langsung menangis kencang.
"HUWAAAAAAA!" tangisnya.
Kyungsoo tak peduli apapun dan hanya mengikuti insting bayinya untuk menangis. Ia merasa lapar dan ketakutan. Tak lama kemudian seseorang membuka pintu kamar dengan tergesa-gesa. Kyungsoo tidak tahu itu siapa dan Kyungsoo tetap menangis tanpa peduli betapa panik namja yang tak lain adalah Jongin saat memasuki kamar.
"Aigoo… Wae ureoji?" Jongin langsung menghampiri Kyungsoo dan menggendong bayi mungil itu lalu mencoba menenangkan
"WAAAAA HUWAWAWAAAA AKKK!" Kyungsoo sadar bahwa orang itu adalah Jongin dan meronta-ronta kesal
"Aigoo… Aegiya… Kenapa kau sangat brutal eoh? Apa kau takut? Atau kau lapar? Aigoo…" Jongin mencoba mengayun-ayun lembut tubuh mungil Kyungsoo
"Hiks hiks hiks…" tangis Kyungsoo berangsur mereda ketika Jongin dengan tepat bisa mengerti keadaannya
"Sebentar." Jongin langsung melesat keluar sambil menggendong Kyungsoo yang tak mengerti apa yang akan dilakukan namja tan itu kepadanya.
Tubuh mungil Kyungsoo terlihat tenggelam di dalam kaus dewasa Kyungsoo. Ia hanya dipakaikan itu oleh Jongin karena Jongin tak punya baju lain untuk bayi. Yang penting Kyungsoo versi bayi bisa tetap hangat dan tidak telanjang bulat.
Tanpa Kyungsoo sadari, Jongin telah membawanya ke depan pintu kamar apartemen. Ia sudah berhenti menangis dan menatap sekelilingnya dengan pandangan senang. Entah kenapa ia kini senang. Ia bahkan lupa bahwa yang sedang menggendongnya adalah Jongin, orang yang tidak ia senangi.
TOK—TOK—TOK!
KLEK!
"Jongin-ah? Eh? Anak siapa yang kau bawa?" seorang namja yang lebih pendek dari Jongin muncul dari balik pintu dengan pakaian santai sambil menatap Jongin dengan tatapan bingung
"Jongdae hyung! Ehm… Bolehkah aku masuk? Aku akan menceritakannya padamu di dalam, hyung." Ucap Jongin sambil tersenyum memelas
"Arasseo, masuklah. Daeul sedang bermain di depan TV." Ucap namja bernama Kim Jongdae tersebut
"Jongin? Kau disini?" sapa seorang namja yang cukup cantik yang terlihat sedang sibuk dengan kegiatannya di dapur
"Ne, Minseok hyung."
Jongin tersenyum pada namja yang ia panggil Minseok tersebut dan segera duduk di depan TV setelah menurunkan Kyungsoo di sebelah Daeul yang sedang asyik bermain. Daeul adalah putera Jongdae dan Minseok yang berumur 1 tahun. Minseok adalah seorang namja spesial yang mampu mengandung dan melahirkan sehingga mereka dapat dikaruniai anak menggemaskan yang mereka beri nama Kim Daeul.
"Jongin-ah… Jadi, siapa anak ini? Kenapa dia bisa bersamamu?" tanya Jongdae menuntut kejelasan dari Jongin
"Aku juga tidak tahu siapa anak ini, hyung. Sepertinya dia adalah anak dari temanku, Kyungsoo."ucap Jongin tidak yakin
"Apa maksudmu Jongin? Bagaimana mungkin kau menyebut kata 'sepertinya' untuk memastikan bahwa bayi ini adalah anak temanmu atau bukan."
"Aku juga tidak tahu pasti, hyung. Anak ini tiba-tiba ditemukan dan disisi lain, Kyungsoo malah menghilang. Bahkan baju dan barang-barang yang ia bawa disaat terakhir sebelum ia menghilang berada padaku sekarang. Aku takut Kyungsoo diculik." Ucap Jongin dengan nada frustasi
"Geuraeyo? Kasihan sekali temanmu itu... Lalu apakah kau sudah melapor polisi dan mencarinya?" tanya Jongdae turut prihatin
"Polisi sedang mencarinya, hyung. Sekarang yang aku bingungkan adalah anak ini. Aku tidak punya peralatan bayi dan untuk sementara anak ini akan tinggal denganku sampai Kyungsoo ditemukan." Jongin menunduk dengan wajah frustasi
"Kau tidak perlu khawatir, Jongin-ah. Kau bisa menggunakan peralatan milik Daeul. Kelihatannya, usia mereka tidak jauh berbeda, sehingga kebutuhannya masih sama. Daeul pasti senang punya teman baru. Apakah anak itu sudah makan? Sudah mandi?" jiwa kebapakan Jongdae mulai menguar saat memperhatikan bayi kecil yang sudah duduk di sebelah puteranya itu
"Belum hyung… hehe…" Jongin menyengir
"Mwo? Kau harus mengurusnya dengan benar, Jongin-ah! Ngomong-ngomng, siapa nama bayi itu?"
"Aku tidak tahu, hyung. Aku kan tadi sudah menjelaskan kalau secara tidak sengaja, aku menemukan bayi ini. Bagaimana mungkin aku tahu namanya?"
"Arasseo, lalu kau mau memanggil bayi itu dengan sebutan apa? Kata bayi itu sangatlah tidak enak dan kasar untuknya." Jongin berpikir sejenak.
"Mungkin aku akan memanggilnya BabySoo karena dia mirip sekali dengan temanku, Kyungsoo. Aku merasa bahwa bayi ini adalah Kyungsoo versi bayi." Jongin tertawa singkat sambil memandang Kyungsoo yang sedang mengemut mainan milik Daeul.
Daeul sendiri sejak tadi tidak merasa risih dengan keberadaan Kyungsoo. Ia tetap sibuk dengan mainannya dan membiarkan Kyungsoo duduk di sebelahnya.
"Apakah Chanyeol sudah tahu bahwa kau merawat seorang bayi di apartment kalian?" ucap Minseok yang sedang berjalan ke arah Jongdae dan Jongin sambil membawa sebuah nampan berisi minuman dan makanan kecil. Minseok segera menata minuman dan makanan kecil tersebut di atas meja yang ada di hadapan Jongdae dan Jongin lalu ikut duduk bersama mereka.
"…" Jongin hanya menggeleng acuh saat mendengar nama Chanyeol. Sepertinya dia masih baper.
"Chanyeol? Mereka mengenal Chanyeol?" ucap Kyungsoo dalam hatinya, ia berusaha tak peduli dan terus bermain
"Siapa Chanyeol?"
Kyungsoo membulatkan matanya ketika merasa ada seseorang yang mengerti ucapannya dalam hati.
"Apakah Chanyeol hyung?" kini Daeul menatap Kyungsoo dengan tatapan polosnya
"Kau mengenal Chanyeol?" Kyungsoo langsung bertanya pada Daeul lewat telepati. Astaga, Kyungsoo baru sadar bahwa ia bisa bertelepati dengan bayi lainnya.
"Tentu saja, Chanyeol hyung sering kesini. Tapi dia jahat, dia tidak suka padaku." Jawab Daeul yang saat ini kembali sibuk dengan mainannya
"Chanyeol tidak jahat, dia baik!" Kyungsoo melengos tak terima kekasihnya dianggap jahat
"Chanyeol hyung jahat. Yang baik itu Jongin hyung. Dia sayang padaku dan sering memberikan es krim padaku, padahal appa tidak memperbolehkanku makan es krim banyak-banyak." Ungkap Daeul sambil menatap Jongin sambil tersenyum
"Ngin! In In!" kini Daeul mulai melakukan aksi minta gendong kepada Jongin
"Daeulie, apa kau rindu pada Jongin hyung?" Minseok tersenyum. Ia menghampiri Daeul, menggendongnya sesaat lalu memberikannya pada Jongin sehingga kini Daeul berada di pangkuan Jongin
"Tatata. Huehehehe..." Daeul tertawa karena ia senang saat ini ia telah berada di pangkuan Jongin
"Aigoo, nado bogeoshipeo, Daeulie… Hyung akhir-akhir ini sangat sibuk, jadi tidak bisa sering-sering main kesini." Jongin mengecupi pipi tembam Daeul bergantian
Disisi lain, Kyungsoo hanya mengerucutkan bibirnya karena tidak suka dirinya diacuhkan. Tapi ia mencoba tak peduli dan bermain lagi.
"Setelah ini, Daeul dan Soo harus makan, ne?" ucap Minseok sambil mengelus lembut rambut Daeul yang sedang bermain bersama Jongin
"Gomawo hyungdeul, aku tidak tahu bagaimana jadinya kalau tidak ada kalian." Jongin mengucapkan terima kasihnya secara tulus kepada sepasang suami istri yang kini tengah tersenyum padanya.
.
.
.
.
.
.
.
Hari sudah menunjukan pukul 23.00 KST. Baekhyun merenggangkan otot-ototnya yang pegal sambil memainkan handphonenya. Ia baru saja sampai di rumah dan saat ini ia sangat lelah karena seharian tadi jalan-jalan dari siang.
DRRTT—DDRRTT!
Baekhyun menatap layarnya heran melihat nama Luhan tertera di sana. Luhan tidak biasanya menelpon malam-malam begini.
"Yeoboseyo…"
"Yeoboseyo? Baekhyunie! Apa kau bersama Kyungsoo?" suara Luhan di seberang sana terdengar begitu khawatir
"Aku sedang tidak bersama dengan Kyungsoo. Memangnya ada apa, Luhanie?" Baekhyun mulai khawatir
"Kyungsoo tidak bisa dihubungi sejak tadi, Baekkie… Aku khawatir sesuatu terjadi padanya. Dia tidak pernah seperti ini sebelumnya, Baekhyunie…" suara Luhan terdengar bergetar karena menahan tangis
"Luhanie! Kau tidak boleh berpikiran yang tidak-tidak. Kyungsoo pasti baik-baik saja. Aku yakin." Baekhyun mencoba menenangkan Luhan.
"Aku dan Sehun sudah mencarinya ke apartment dan dia tidak ada disana. Kami sudah menanyai teman-teman yang lain, tapi mereka semua berkata kalau Kyungsoo sudah pulang sendiri sejak tadi siang dan saat ini sudah jam 11 malam, Baekkie. Hiks.." tangis Luhan akhirnya pecah
"Jinjja?" Baekhyun mematung
"Ne. Satpam bilang, ia tidak melihat Kyungsoo sejak ia meninggalkan apartment pagi tadi untuk berangkat kuliah. Hiks, eottheokke? Kyungsoo menghilang…" nada Luhan terdengar putus asa
"Besok kita akan mencarinya lagi, Luhanie. Sekarang kau harus istirahat, Sehun pasti mengkhawatirkanmu kalau kau seperti ini. Bye Lulu."
Baekhyun memutuskan sambungan telepon mereka. Ia mengkhawatirkan keadaan Kyungsoo. Kyungsoo itu anak yang polos dan Baekhyun takut kalau-kalau ada orang yang berniat pada Kyungsoo karena kepolosan anak itu.
"Jagiya… Wae?" sepasang tangan kekar melingkar di pinggang Baekhyun.
"Kyungsoo…"
"Ada apa dengan Kyungsoo?" tanya namja yang kini malah mengecupi leher Baekhyun
"Kyungsoo menghilang.." Baekhyun menggenggam erat tangan namja yang sedang melingkar di pinggangnya sambil menatap namja yang tengah memeluknya dengan tatapan sendu.
Namja itu pun terdiam dan mengubah posisinya berada di hadapan Baekhyun
"Eottheokke?" Baekhyun menatap wajah namja di hadapannya masih dengan tatapan sendu
"Kau tidak perlu khawatir, jagiya…" namja itu mengecup dahi Baekhyun dan memeluk Baekhyun untuk menenangkannya
"Kyungie-ya…" Baekhyun membalas pelukan namja itu sambil menggumamkan nama Kyungsoo
.
.
.
.
.
.
To be Continue!
.
.
.
.
.
.
Author seneng masih ada yang mau baca dan review FF ini meskipun nggak banyak. Yang penting masih ada yang suka FF Yaoi Kaisoo di FFN soalnya udah jarang banget sekarang ini FF Kaisoo yang kayak gini di FFN. Banyak yang GS :(
Aithor sedih nih :(
Pokoknya, makasih buat yang udah baca chapter 1 kemaren, semoga suka sama lanjutannya ini ya.. Jangan lupa review lagi :)
LUV LUV
XOXO
Notes :
Umurnya Baekhyun sama Luhan seumuran, Kyungsoo beda setahun sama mereka berdua.
